Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dari sekian banyak keunggulan dari aliran Keynesian masih memiliki banyak kelemahan sehingga memunculkan pemikiran-pemikiran ekonomi baru yang cenderung sangat mengkritik pandangan dari aliran Keynesian yang pada saat itu ditokohi oleh Keynes, adapun aliran yang menentang alirqan Keynesian tersebu adalah aliran monetaris, yang terkenal pada saat itu yang menggagas aliran monetaris Milton Friedman. Para pakar ekonomi dari aliran monetaris ini menyerang pandangan dari aliran Keynesian terutama menyangkut pada penenteuan pandangan yang di nilai oleh mereka sangatlah tidak benar, adapu beberapa penjelasan yang menjadi pertentangan antara aliran Keynesian dan aliran monetaris menurut Milton Friedman berupa, Sebab-sebab terjadinya perubahan pendapatan nasional menurut Friedman adalah bersumber semata-mata pada tingkat permintaan uang, dimana volume permintaan uang ini tingkat pengeluaran yang akan dilakukan dalam masyarakat. Oleh sebab itu menurut Friedman, sebab yang paling penting adalah untuk menguasai volume uang dalam peredaran. Sebab jumlah uang itu yang mempengaruhi jumlah pengeluaran secara menyeluruh. Hal ini satu sama lain akan berdampak pada pertumbuhan dan kestabilan ekonomi.

15

B. Identifikasi Masalah 1. Apa penyebab terjadinya perubahan aliran Keynes menjadi aliran menetaris ? 2. Siapa sajakah tokoh yang terlibat dalam aliran Monetaris ? 3. Perbedaan Aliran Monetaris dengan aliran Keynesian ? 4. Kelebihan dan kelemahan aliran Monetaris ? 5. Pokok Pokok Aliran Monetaris ?

C. Pembatasan Masalah 1. Apa penyebab terjadinya perubahan aliran Keynes menjadi aliran monetaris ? 2. Siapa sajakah tokoh yang terlibat dalam aliran Monetaris ? 3. Perbedaan Aliran Monetaris dengan aliran Keynesian ? 4. Pokok Pokok Aliran Monetaris ?

D. Perumusan Masalah 1. Apa penyebab terjadinya perubahan aliran Keynes menjadi aliran menetaris ? 2. Siapa sajakah tokoh yang terlibat dalam aliran Monetaris ? 3. Perbedaan Aliran Monetaris dengan aliran Keynesian ? 4. Kelebihan dan kelemahan aliran Monetaris ?

E. Tujuan Penelitian
15

1. Agar mahasiswamemahami sejarah penyebab munculnya aliran Monetaris. 2. Untuk mengetahui osiapa sajakah tokoh tokoh yang terlibat dalam aliran Monetaris. 3. Untuk mengetahui perbedaan aliran Monetaris dan aliran Keynesian. 4. Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan aliran Monetaris.

BAB II PEMBAHASAN

A.

TERJADINYA PERUBAHAN MONETERIS

ALIRAN

KEYNES

MENJADI

ALIRAN

Aliran monetaris dalam perkembangannya sejak pertengahan dasawarsa 60 meliputi berbagai sub aliran yang beraneka ragam. Sejumlah sub aliran masing-masing memberikan penekanan yang berebeda terhadap peranan bidang moneter dalam perkembangan ekonomi. Tampaknya memang agak sulit untuk memberi suatu definisi yang agak baku mengenai ruang lingkup materi dan sifat monetarisme. Monetarisme yang dikenal dewasa ini dengan berbagai wajahnya pada hakikatnya merupakan suatu reformasi (perumusan ulang) dalam wujud yang baru dari teori kuantitas tentang uang sebagaimana mula-mula dikemukakan oleh Irving Fisher pada abad XX, yang benih-benihnya sudah terkandung dalam gagasan Jean bodin dari
15

zaman Pramerkantilis dia bad XXI. Sama halnya dengan mazhab Keynes dan Neo Keynes, golongan Monetaris juga berdasar dari kenyataan adanya ketidak seimbangan sebagai kecenderungan dalam perkembangan ekonomi. Aliran Monetaris sangat menarik untuk di bahas karena inti pokok pandangan golongan monetaris membahas tentang : 1. Sebab terjadinya perubahan pendapatan nasional Sebab-sebab terjadinya perubahan pendapatan nasional menurut Friedman bersumber semata-mata pada tingkat permintaan uang, dimana volume permintaan uang ini tingkat pengeluaran yang akan dilakukan dalam masyarakat. Oleh sebab itu menurut Friedman, sebab yang paling penting adalah untuk menguasai volume uang dalam peredaran. Sebab jumlah uang itu yang mempengaruhi jumlah pengeluaran secara menyeluruh. Hal ini satu sama lain akan berdampak pada pertumbuhan dan kestabilan ekonomi. Sementara itu juga diakui, monopoli dan oligopoli dalam persaingan. Akan tetapi adanya monopoli dan oligopoli tidak begitu besar bobot penagruhnya terhadap proses kegiatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Selama jumlah pasok uang dapat dikuasai, akhirnya dalam perkembangan waktu tingkat harga dan keadaan ekonomi menjadi stabil dan maju. 2. Kebijaksanaan moneter Menurut pemikiran Keynes, kebijaksanaan ekonomi yang harus dilakukan pemerintah adalah kebijaksanaan fiskal yang anti siklus. Golongan monetaris mengalihkan perhatian dari kebijaksanaan fiskal ke kebijaksanaan moneter. Upaya untuk menanggulangi goncangan-goncangan kegiatan ekonomi dilakukan dengan melakukan kebijaksanaan moneter dengan menguasai pasok/penawaran uang. Diakui dalam suatu masa transisi akan terjadi goncangan harga. Tetapi setelah beberapa waktu berlalu harga itu akan memncerminkan gerak perkembangan yang ada sangkut pautnya dengan pengadaan jumlah uang. Selama pasok uang dapat dikuasai maka pada waktunya kestabilan harga juga akan terpelihara. Pasok uang
15

harus dikuasai dalam arti tingkat-tingkat pertambahannya harus dikendalikan sesuai dengan bertambahnya kebutuhna dunia usaha. 3. Pasok uang harus mencerminkan kebutuhan dunia usaha Pasok uang harus dikuasai dalam arti bahwa tingkat tambahannya harus dikendalikan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Golongan monetaris berpendapat bahwa selain di bidang moneter melalui pengelolaan pasok uang oleh otoritas moneter (Bank Sentral), pemerintah tidak boleh berintervensi secara aktif melalui kebijaksanaan ekonomi (kembali pada persainagn bebas). Pengalaman empiris sejak pertengahan dasawarsa 70 sampai sekarang membuktikan bahwa pemikiran golongan monetaris pun tidak mampu untuk memecahkan masalah-masalah pokok dalam perkembangan ekonomi masyarakat. Kesulitan yang timbul dalam praktik untuk menilai dan memantau secara tepat factor yang mana dalam dunia moneter yang merupakan sebab bagi perubahan ekonomi (apakah pasok uang mempengaruhi kebutuhan usaha atau sebaliknya) atau hubungan sebab akibat itu yang justru berkebalikan. Ataukah kedua variable itu daalm perkembangannya harus dianggap co-incidence (kejadian yang kebetulan saja). Di samping itu juga dialami kesukaran untuk memperoleh suatu konsensus yang dapat memberikan arti operasional kepada pengertian kunci: agregate supply of money. Artinya unsur-unsur mana saja secara operasional yang harus dicakup dalam pengertian agregate supply of money: uang tunai plus uang giral plus deposito berjangka, dan bagaimana dengan tabungan, premi badan-badan asuransi, kartu kredit dan yang lain-lain. Bebebrapa yang disebutkan terakhir akan sulit untuk mengamati sebagai pasok uang.

B. TOKOH-TOKOH YANG TERLIBAT DALAM ALIRAN MONETERIS.

15

Sebetulnya aliran monetaris ini sudah muncul sejak lama, manun baru diperhatikan setelah terjadinya kasus membumbungnya inflasi yang dibarebgi dengan tingginya tingkat pengangguran pada tahun 1970-an. Tokoh utamanya adalah Milton Friedman (1912). Pandangan-pandangannya dapat diikuti dalam berbagai buku, juranl serta artikel-artikel populer dimajalah atau koran-koran Amerika buku-buku penting yang ditulisnya antaralain: taxing to prevent inflatoin (1943), a theoty of consumption function (1957), dan lain-lain. Pandangan pandangan friedman dapat diikuti dari berbagai buku, jurnal serta artiket artikelpopuler dinajalah dan Koran Koran Amerika. Buku buku penting yang ditulis antara lain : a) Taxing to Inflation (1943). b) A Theory of The Consuption Function (1957). c) A Programmer for Monetary Stabiiliti (1960). d) Price Theory (1962). e) Chapitalism and freedom (1962). f) Bersama Anna Schwartz menulis A Monetery History Of The United States (1867 1960). g) Inflation : causes and Consequences (1969). h) The Great Contraction (1965). Friedman dinotaris sering dianggap sebagaoi synonyms.Tetapi bukan berarti ia adalah tokoh satu-satunya. Tokoh lain yang dianggap sealiran atau pendukungnya antara lain: Karl brunner (university of rochester)Allan meltzer dan bennet McCallum (carnegi mellon), thomas mayer (univ of california, Davis), phillip cagan (columbia Univ), david Laidler dan michael parkin (univ of western ontario), dan william poole (brown Univ).
15

C. PERBEDAAN ALIRAN MONETERIS DAN ALIRAN KEYNESIAN Banyak perbedaan pandangan antara kubu Keynesian dan monetaris dalam melihat gejala-gejala ekonomi. Dalam melihat perekonomian secara agregat kubu Keynesian percaya bahwa perekonomian cenderung berada dalam posisi keseimbangan tingkat output rendah (low level equilibrium). Ini terjadi karena pengeluaran agregat cenderung lebih kecil dari penerimaan agregat dan kurang ampuhnya mekanisme. pasar dalam melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan, terutama tingkat harga-harga dan tingkat upah. Hal ini bisa terjadi karena adanya kekuatan serikat buruh dan praktek-praktek oligopolistik dari pihak perusahaan-perusahaan. Kaum monetaris tidak percaya pda teori Keynesian yang mengatakan bahwa perekonomian cenderung berada pada keseimbangan tingkat output rendah disebabkan kurang ampuhnya mekanisme korektif untuk membawa pasar kembali pada posisi keseimbangan pemanfaatan sumber daya penuh. Dalam hal ini kubu monetaris mengritik bahwa ada kekuatan-kekuatan pasar yang tidak diikutkan dalam model yang dikembangkan Kubu Keynesian. Dua di antara kekuatan-kekuatan tersebut adalah turunnya suku bunga akan mendorong investasi dan turunnya tingkat harga akan mendorong konsumsi melalui apa yang disebut Pigoileffect. Bagi kubu monetanis perekonomian cenderung berada dalam posisi keseimbangan, di mana sumber daya digunakan penuh. Karena perbedaan cara pandang di atas, maka implikasi kebijaksanaan dan kedua kubu tersebut juga berbeda. Misa1nya dalam usaha meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan dalam mengatasi pengangguran, kub Keynesian lebih menyukai kebijaksanaan fiskal yang bersifat ekspansif. Sebaliknya kubu monetaris lebih menyukai kebijaksanaan moneter yang kontraktif. Intenvensi pemerintah untuk meningkatkan output dengan menggunakan kebijaksanaan fiskal tidak disenangi Friedman Misalnya ada usaha untuk meningkatkan output dengan menurunkan pajak.
15

Menurut Keynesian langkah ini akan meningkatkan output. Dalam Bahasa kurva ISLM yang dikembangkan Keynesian, hal ini tenjadi kanena penurunan dalam pajak akan mendorong kurva IS bergerak ke kanan. Tetapi menurut kaum mouetaris hal seperti ini tidak akan terjadi, sebab dalam perekonomian yang sudah memanfaatkan sumber daya secara penuh maka kurva LM berbentuk tegak lurus, dan dampak dan pergeseran kurva IS tidak akan memberi pengaruh pada output (crowding-out effect). Antara kubu Keynesian dan monetris juga berbeda dalam melihac penyebab terjadinya fluktuasi ekonomi. Menunut kubu Keynesian tluktuasi ekonomi terjadi karena tenjadinya perubahan dalam faktor-faktor yang menentukan pendapaian nasional seperti pengeluaran pemerintah, investasj dan konsumsi masyaraicat. Sebaliknya menurut kubu monetaris fluktuasi ekonomi terjadi karena terjadinya pelonjakan-pelonjakan dalam jumlah uang beredar disebabkan adanya kebijaksanaankebijaksanan yang bersifat ekspansif dari pemerintah. Pendapat ini mengikuti pendapat pakar-pakar terdahulu seperti R.G. Hawxrey, F:A. Nayek dan Knut Wicksell, yang yakin bahwa terjadinya fluktuasi karena dipicu oleh faktor-faktor moneter, yang cenderung berakibat kumulatif dalam jangka panjang. Dalam buku: A Pvlonetaiy History of the United States, 1867- 1960 yang ditulis oleh Friedman bersama-sama dengan Anna Schwartz, mereka menjelaskan kaitan yang sangat erat antara perubahan dalam jumlah uang dengan perubahan dalam tingkat kegiatan ekonomi. Mereka menyimpulkan bahwa fluktuasi dalam jumlah uang sebagai penyebab fluktuasi dalam pendapatan nasional. Untuk mendukung argumen tersebut mereka menggunakan kasus depresi besar-besaran yang terjadi tahun 30-an. Menurut Friedman dan Anna Schwartz, hal ini berlangsung kanena terjadinya crash pasar modal tahun 1929 dan faktor-faktor lain yang diasosiasikan dengan berkurangnya aktivitas ekonomi tahun 20-an yang menyebabkan berkurangnya minat orang memegang surat-surat berharga, dan lebih menyukai memegang uang tunai. Tetapi sistem perbankan waktu itu tidk bisa memenuhi permintaan akan uang tunai secara sekaligus dalam jumlah banyak dari masyarakat. Bank-bank (yang waktu itu jumlahnya hampir 2000 buah di seluruh
15

Amerika Serikat) terpaksa menutup kantor. Sebagai konsekuensinya maka jumlah uang beredar anjlok. Tahun 1933 jumlah uang beredar diperkirakan 35 persen lebih rendah dari jumlah uang tahun 1929. Dengan alasan di atas kaum monetaris menyimpulkan bahwa fluktuasi dalam jumlah uang beredarlah yang menyebabkan terjadinya fluktuasi ekonomi, dan bukan sebaliknya sebagaimana yang dianut kubu Keynesian. Kaum Keynesian percaya bahwa memang ada kaitan yang sangat erat antara jumlah uang beredar dengan fluktuasi ekonomi. Tetapi bagi mereka bukan keadaan moneter yang mempengaruhi fluktuasi, melainkan fluktuasi ekonomi yang mempengaruhi jumlah uang beredar. Bagi kubu Keynesian fluktuasi terjadi karena berubahnya faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran agregat, dan kebijaksanaan yang paling ampuh untuk meredakan fluktuasi tersebut adalah melalui kebijaksanaan counter-cyclical dengan lebih banyak menggunakan kebijaksanaan fiskal. Kubu monetaris paling tidak suka dengan penggunaan kebijaksanaan fiskal untuk menstabilkan perekonomian. Alasannya, adalah sangat sulit mengimbangi setiap ayunan siklus ekonomi karena adanya faktor waktu (lag). Lebih lanjut Friedman mengatakan: There is likely to be a lag between the need for action and government recognition of the need; a further lag between recognition of the need for action and the taking of action; and a stilifurther lag between the action and its effects. Karena alasan di atas maka tidak heran jika kubu monetaris lebih jauh bahkan sangat meragukan keampuhan analisis dan studi neo-keynesian yang sering menggunakan model ekonometri skala besar. Sebab, dalam model-model skala besar tersebut tenggang waktu (time-lag) kurang diperhatikan. Karena danya tenggang waktu antara pembuatan model dan proses analisis dengan waktu mengaplikasikan, maka kebijaksanaan yang diambil bisa jadi sudah ketinggalan kereta. Mereka percaya dampak dan kebijaksanaan yang sudah ketinggalan tersebut bisa berakibat fatal bagi pembangunan. Sebagai akibat dari perbedaan dalam melihat perekonomian secara agregat-agregat, maka antara kubu monetaris dan kubu Keynesian juga sangat berbeda dalam
15

penggunaan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi. Kenyataannya pada tahun 70-an dan 80-an terjadi debat panjang yang sangat panas antara kubu monetaris (diwakili Friedman) dengan pihak non-monetaris (termasuk kubu Keynesian, Franco Modigliani dan James Tobin) tentang kebijaksanaan yang sebaiknya ditempuh dalam menghadapi berbagai masalah ekonomi, seperti pengangguran dan inflasi. Misalnya dalam menghadapi inflasi, terdapat perbedaan yang sangat tajam antara Keynesian dengan monetanis. Sebagaimana pernah dijelaskan sebelumnya, kubu Keynesian mennganggap inflasi terjadi karena pengeluaran agregat terlalu besar. Dengan demikian kebijaksanaan yang ditawarkan kubu Keynesian ialah dengan mengurangi jumlah pengeluaran agregat itu sendiei. Hal ini bisa dilakukan dengan mengurangi pengeluaran pemerintah atau dengan meningkatkan pajak. Kebijaksanaan moneter pun juga bisa dilakukan, yaitu dengan kebijaksanaan uang ketat. Kubu Keynesian tidak melihat konflik antara kebijaksanaan fiskal dan moneter. Keduanya di anggap sebagai komplemen. Bagaimanan, dalam praktek kaum Keynesian lebih sering menggunakan bijaksanaan fiskal, dengan alasan kebijaksanaan ini jauh lebih ampuh dalam menghadapi resesi. Sebaliknya kubu monetaris menganggap inflasi terjadi karena jumlah uang beredar terlalu banyak. Jika jumlah uang beredar terlalu banyak harga-harga akan naik. Dengan demikian cara yang dianjurkan kaum monetaris dalam menghadapi inflasi ialah dengan mengurangi jumlah uang yang beredar itu sendiri. Kebalikan dari kubu Keynesian yang lebih menyukai kebijaksanaan fiskal, kubu monetaris lebih suka menggunakan kebianaan moneter, sebab dampaknya lebih jelas dari pada kebiasaan fiskal. Anggapan ini didasarkan pada kepercayaan bahwa perubahan dalam jumlah uang beredar akan menyebabkan ahan yang besar pula dalam tingkat suku bunga, yang pada nya akan menyebabkan perubahan yang besar dalam pendapatan nasional. Ini jelas terbalik dengan anggapan kaum Keynesian yang melihat perubahan dalam jumlah uang beredar tidak begitu mempengaruhi tingkat suku bunga sehingga dampaknya terhadap pengeluaran agregat juga kecil.

15

Kaum monetaris yang sangat memperhatikan agar jumlah uang yang beredai jangan bertambah terlalu cepat dari yang seharusnya, jelas menyalahkan kebijaksanaan fiskal yang ekspansif selama tahun 60-an, yang dianggap sebagai pangkal bala terjadinya kesulitan-kesulitan ekonomi di kemudian hari. Bagi kaum monetaris, melakukan pengeluaran pemerintah secara berlebihan tidak akan menguntungkan, justru dapat membawa kerugian. Yang jelas, jika inflasi terlalu tinggi perekonomian bisa macet. Bagi kaum monetaris inflasi dianggap sebagai musuh utama yang perlu diberantas sesegera mungkin. Kalau inflasi sudah reda, pemerintah harus membiarkan perekonomian menemukan sendiri laju pertumbuhannya yang normal. Dari uraian di atas jelas bahwa kubu monetaris lebih menyukai kebijaksanaan moneter dalam menghadapi masalah-masalah ekonomi dibanding kebijaksanaan fiskal. Bagaimanapun, dalam hal ini perlu dicatat bahwa kebijaksanaan moneter yang dianjurkan kubu monetaris adalah kebijaksanaan moneter yang sifatnya netral dan berorientasi ke arah pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Perbedaan di atas menyebabkan perkedaan selanjutnya ntara kubu Keynesian dengan kubu monetaris, di mana kalau kebijaksanaan yang dilakukan aliran Keynesian lebih sering bersifat ekspansif, sebaliknya kebijaksanaan yang digunakan oleh aliran monetaris cenderung kontraktif dan lebih konservatif. Dalam hal ini kubu monetaris lebih suka menaikkan laju pertumbuhan uang secara pelan-pelan tetapi konstan, sesuai dengan hukum pertumbuhan jumlah uang konstan (constant money growth rule). Kalau kubu Keynesian percaya bahwa pemerintah sebaiknya memegang peran utama dalam mengarahkan jalannya perekonomian lewat kebijaksanaan counter-cyclical dengan melakukan, finetunning, sebaliknya bagi kaum monetaris peran pemerintah harus dibatasi demi kelancaran jalannya perekonomian secara keseluruhan. Perbedaan lain antara kubu monetaris dengan kubu Keynesian adalah mengenai jangka waktu analisis. Kubu Keynesian tidak terlalu memperhatikan analisis jangka panjang (sebab, seperti kata Keynes, dalam jangka panjang kita semua akan mati !). Tidak demikian halnya dengan kubu monetaris yang diwakili Friedman. Bagi Friedman dampak jangka panjang dari berbagai kebijaksanaan ekonomi harus diperhatikan untuk mengetahui kekuatan pasar.
15

Kelompok monetaris percaya bahwa kebijaksanaan peningkatan jumlah uang dalam jangka pendek berpenganuh terhadap output riil. Dalam bahasa kurva IS-LM yang dikembangkan kubu neo-Keynesian, kenaikan dalam jumlah uang akan menggeser baik kurva LM maupun kurva IS ke kanan, yang berarti peningkatan dalam jumlah output. Tetapi gejala seperti ini hanya berlangsung dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang perubahan dalam jumlah uang hanya menyebabkan harga-harga naik, sedang output riil maupun jumlah kesempatan kerja tidak akan bertambah. Dengan demikian kebijaksanaan moneter yang terlalu ekspansif tidak disukai kubu monetaris. Dalam hal ini belum diperhitungkan dampak negatif yang mungkin timbul, di mana kenaikan harga-harga dapat mengakibatkan semakin berkurangnya kesejahteraan golongangolongan masyarakat tertentu, terutama mereka yang berpenghasilan tetap (seperti pegawai negeri). Dengan alasan yang sama maka Friedman tidak suka mempromosikan full-employment dengan kebijaksanaan uang mudah (easy money policy), dan juga tidak senang menghindari inflasi dengan menggunakan kebijaksanaan uang ketat (tight money policy). Sebab dampak jangka panjang dari kedua kebijaksanaan tersebut bisa saja berlawanan dengan yang diharapkan untuk jangka pendek. Kecaman lain dan kubu monetaris terhadap kubu Keynesian ialah bahwa dalam analisis IS-LM nya kubu Keynesian sama kali mengabaikan pasar tenaga kerja. Oleh Friedman dan kawan-kawan pasar tenaga kerja kembali diperhatikan. Hal ini secara tidak langsung telah membuka cakrawala baru dalam pengembangan teori-teori ekonomi, sebab teori-teori tentang ekonomi sumber daya manusia semakin berkembang sesudah itu.

D. POKOK PEMIKIRAN ALIRAN MONETARIS Selama tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an, di bawah pimpinan ekonom terkenal Milton Friedman dari Chicago University (kini hijrah ke Stanford University) telah berkembang suatu aliran pemikiran (school of thought) di dalam makroekonomi
15

yang dikenal sebagai aliran moneteris (monetarism). Para ekonom dari aliran moneteris ini menyerang pandangan dari aliran Keynesian, terutama menyangkut penentuan pendapatan yang dinilai oleh mereka sebagai tidak benar. Kaum moneteris menghendaki agar analisis tentang penentuan pendapatan memberi penekanan pada pentingnya peranan jumlah uang beredar (money supply) di dalam perekonomian. Perdebatan yang lain menyangkut : efektifitas antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, peranan kebijakan pemerintah, dan tentang kurva Phillips (kurva yang menunjukkan bahwa hubungan antara pengangguran dan inflasi adalah saling berkebalikan). Bagi kaum moneteris, jumlah uang beredar merupakan faktor penentu utama dari tingkat kegiatan ekonomi dan harga-harga di dalam suatu perekonomian. Dalam jangka pendek (short run), jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat output dan kesempatan kerja; sedangkan dalam jangka panjang (long run) jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat harga atau inflasi. Menurut Milton Friedman inflasi ada di mana saja dan selalu merupakan fenomena moneter. Pertumbuhan moneter atau uang beredar yang berlebihan dalam hal ini bertanggung jawab atas timbulnya inflasi, dan pertumbuhan moneter yang tidak stabil bertanggung jawab atas timbulnya gejolak atau fluktuasi ekonomi. Oleh karena pertumbuhan moneter sangat berpengaruh terhadap variabilitas, baik variabilitas dalam tingkat harga maupun pertumbuhan output (GNP), maka kebijakan moneter yang diambil pemerintah sedapat mungkin haruslah dapat menjamin terciptanya suatu tingkat pertumbuhan moneter atau jumlah uang beredar yang konstan dan tetap terkendali pada tingkat yang rendah. Adapun gagasan pokok dari aliran moneteris yang dianggap penting di antaranya adalah : a.
b.

Sektor atau perekonomian swasta pada dasarnya adalah stabil. Kebijakan makroekonomi aktif seperti kebijakan fiskal dan moneter hanya akan

membuat keadaan perekonomian menjadi lebih buruk. Bahkan secara ekstrim mereka mengatakan bahwa kebijakan makroekonomi yang aktif itu lebih merupakan bagian dari masalah, dan bukan bagian dari solusi. Dengan perkataan lain, kaum moneteris menghendaki suatu peran atau campur tangan pemerintah yang seminimum mungkin di dalam perekonomian.
15

c.

Seperti halnya dengan aliran Klasik, kaum moneteris berpendapat bahwa harga-

harga dan upah di dalam perekonomian adalah relatif fleksibel, yang akan menjamin keadaan keseimbangan di dalam perekonomian selalu bisa diwujudkan.
d.

Jumlah uang beredar merupakan faktor penentu yang sangat penting dari tingkat

kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Berbagai pendapat atau gagasan kaum moneteris di atas, memiliki implikasi kebijakan yang penting , yaitu : 1. Stabilitas di dalam pertumbuhan jumlah uang beredarlah yang merupakan kunci dari stabilitas makroekonomi, dan bukan kebijakan makroekonomi aktif yang menimbulkan fluktuasi dalam pertumbuhan jumlah uang beredar yang menjadi penentu kestabilan makroekonomi. 2. Kebijakan fiskal itu sendiri memiliki pengaruh sistematis yang sangat kecil, baik terhadap pendapatan nasional riil maupun pendapatan nasional nominal; dan bahwa kebijakan fiskal (fiscal policy) bukanlah suatu sarana atau alat stabilisasi yang efektif.

15

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kaum monetaris, terutama Friedman sangat jelas sangat berjasa dalam menekankan arti penting laju pertumbuhan uang terhadap aktivitas-aktivitas ekonomi, dilihat dari upayanya tersebut ia dapat dianggap sangat berhasil. Sebab, sebagaimana diucapkan oleh pakar ekonomi makro Franco Modigliani We are all monetarists now.dalam artian bahwa hamper semua pakar ekonomi masa sekarang percaya akan arti penting pertumbuhan stok uang dalam perekonomian. Secara keseluruhan harus diakui bahwa pengaruh dari pandangan Friedman dalam kebujaksanaan ekonomi sangat besar. Hal ini dapat dilihat dan diadopsinya kebijaksanaan moneter baru oleh pemerintah Amerika Serikat ( The Feds ) tahun 1979. Friedman sangat anti dengan peran pemerintah yang kelewat besar dalam perekonomian. Jika penerimaan pemerintah terlalu besar maka otomatis pengeluaran juga harus besar, padahal banyak program-program pemerintah dinilai tidak efektif dalam mencapai sasaran.pengaruh pandangan friedman diatas dapat dilihat dari program pemotongan pajak yang dilakukan pemerintah Reagan tahun 1981. Pengaruh pandangan Friedman juga dirasakan oleh Bangsa Indonesia, terlihat dari kebijaksanaan deregulasi dan debirokratsasi, yang intinya mengurangi cengkraman pemerintah yang kelewat besar dalam perekonomian Indonesia. Begitu juuga dalam menghadapi inflsi tahun 1993 dan tahun 1994. Pemerintah juga terlihat berusaha matimatian menekan laju inflasi dibawah dua digit, sebab para pakar ekonomi Indonesia dan juga kaum praktis telah mengetahui dampak negative yang sangat besar dan
15

keadaan inflasi yang secara sangat vocal disuarakan oleh Milton Friedman dan Monetaris.

C. DAFTAR ISI

Paulus Bambang WS, Fokus Pimpinan # Warta Ekonomi No 2. Tahun XIX, 22 Januari 2007

www. Business-ethics.com, lebih lanjut dalam Annual Business Ethics Amus,

http://www.sejarah perekonomian.com, sejarah perekonomian Dunia

15

15

Anda mungkin juga menyukai