Nama : Yusuf Yofany M.
NPM : 062118046
Kimia Ekstensi 2018
UAS Kapita Selekta Kimia Analisis
Pernyataan,
Saya mengerjakan ujian ini benar-benar secara mandiri dan jujur mengikuti peraturan ujian yang berlaku.
Yang membuat pernyataan,
( Yusuf Yofany M. )
1. Kimia analisis modern banyak didominasi oleh analisis menggunakan alat instrumen. Dalam
perkembangannya, banyak pengembangan dari segi alat seperti AAS, Spektro UV-Vis, HPLC,
GC, dll ataupun metode analisis setiap tahunnya. Contoh pada poengembanyan metode analisa
logam Cr yang dahulu dianalisa menggunakan metode titrasi, sekarang menggunakan alat AAS
atau Spektro UV-Vis sehingga memudahkan dalam proses analisa dengan hasil yang lebih akurat.
2. Sebagai ilmuwan kimia, kontribusi yang dapat saya lakukan yaitu dengan ikut serta dalam proses
pengembangan alat-alat instrumentasi maupun metode analisa. Serta harus selalu bersikap jujur
dalam melakukan tugas sehingga dapat mempertanggungjawabkan setiap data yang diperoleh dari
hasil analisis.
3. Syarat agar metode analisa dapat distandarisais dan dapat dipertanggungjawabakan keabsahan
datanya, harus melewati proses verifikasi dan validasi. Beberapa parameter untuk melakukan
validasi metode yaitu :
• Uji Presisi, yaitu suatu derajat keterulangan metode analisis, biasanya dideskripsikan sebagai
RSD.
• Uji Akurasi, yaitu kedekatan antara hasil dengan nilai yang terukur atau standar.
• Uji Spesifitas, yaitu pengukuran terhadap kemampuan suatu metode untuk mengukur analit
secara spesifik dan tepat.
• Batas Deteksi (LoD), yaitu sensitifitas suatu metode dalam mengukur analit.
• Batas Kuantifikasi (LoQ), yaitu nilai terkecil analit yang memiliki tingkat presisi dan akurasi
yang baik.
• Batas Liniearitas, yaitu kemampuan metode analisis yang memberikan respon baik terhadap
perbedaan nilai analit yang diperoleh.
4. OUTLINE PENELITIAN
A. Judul
”Pelapisan Deposit Seng Dengan Berbagai Konsentras Larutan Kromium (Iii) Silver Blue
Pada Material Besi”
B. Latar Belakang
Dalam era modern saat ini industri berkembang sangat pesat dalam berbagai
bidang. Salah satu bidang industri yang sangat berkembang adalah industri kendaraan
bermotor. Industri kendaraan bermotor tidak dapat lepas dari penggunaan logam besi
sebagai salah satu bahan baku utama dari industri ini. Peran logam besi sangat penting,
mulai dari perangkat dasar seperti kerangka kendaraan bermotor hingga sebagai
pelengkap dan aksesoris yang dapat menambah nilai jual dan meningkatkan nilai
estetika.
Besi sangat mudah berkarat, maka perlu ada perlakuan khusus agar tetap awet
mengingat kegunaannya yang sangat vital. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk
meningkatkan daya tahan logam terhadap korosi adalah dengan metode pelapisan
logam. Pada penerapannya, didapatkan bahwa logam membentuk kulit korosi yang
melindungi logam di bawahnya terhadap perusakan lebih lanjut. Ada berbagai cara
untuk menerapkan pelapisan logam pada logam lain. Salah satunya adalah
electroplating (Victor Kayadoe, dkk., 2020).
Salah satu electroplating yang saat ini banyak diproduksi adalah pelapisan seng.
Pada dasarnya, pelapisan seng dilakukan dengan maksud memberi perlindungan
terhadap bahaya korosi, memperbaiki tampak rupa pada permukaan, dan sebagai
lapisan dasar untuk proses selanjutnya (Lasinta Ari N.W., dkk 2013). Biaya produksi
pelapisan logam dengan deposit seng dan lapisan senyawa kromium ini lebih murah
dibandingkan pelapisan logam dengan deposit lain seperti pelapisan nikel atau
tembaga.
Lapisan senyawa kromium merupakan deposit yang terbentuk dari ion kromium
(VI) atau kromium (III). Lapisan kromium menempel pada deposit seng yang berfungsi
untuk meningkatkan daya tahan deposit seng, baik dari segi gesekan maupun ketahanan
terhadap perubahan warna. Sejak tahun 70an lapisan krom digunakan pada permukaan
seng hingga saat ini. Lapisan krom yang banyak digunakan terbentuk dari ion kromium
(VI) dan memiliki berbagai macam warna yang akan dihasilkan jika menempel pada
deposit seng, warnanya antara lain : silver blue, hijau, pelangi dan hitam. Masing-
masing warna deposit krom hasil kromatasi ini memiliki daya tahan yang berbeda.
Saat ini isu lingkungan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam industri
pelapisan logam. Para peneliti pelapisan logam menemukan lapisan krom yang
terbentuk dari ion kromium (III). Hal ini dilakukan karena ion kromium (III) lebih
ramah lingkungan dalam penanganan limbahnya dibandingkan ion kromium (VI).
Hasil produksi ion kromium (VI) baik dari segi limbah maupun produk lapisan
kromnya merupakan ion logam berat. Oleh karena itu digunakan lapisan krom dari ion
kromium (III) yang lebih ramah lingkungan dan dapat pula meningkatkan ketahanan
dari deposit seng yang dilapisinya, hal ini telah dibuktikan dengan menggunakan suatu
alat yang bernama SST (salt spray test). Pengujian ini merupakan simulasi untuk
mengetahui kekuatan suatu material yang telah dilapisi deposit seng dan krom tahan
terhadap korosi. Produk larutan kromium (III) ini merupakan produk baru maka
diperlukan berbagai macam percobaan guna mendapatkan hasil terbaik dari segi visual
maupun daya tahan terhadap korosi.
Percobaan dilakukan dengan menitikberatkan pada parameter konsentrasi larutan
krom. Lapisan krom yang diujikan berupa lapisan kromium (III) warna silver blue.
Warna silver blue banyak dipilih oleh konsumen karena warnanya lebih simpel dan
ketahanan terhadap korosi yang tinggi. Produsen kendaraan bermotor skala besar pun
merekomendasikan jenis warna ini sebagai acuan bagi produk mereka.
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan berbagai warna dari lapisan kromium
(III) silver blue serta warna yang cocok dengan jenis material yang digunakan untuk
penelitian serta deposit. Selain itu diperoleh pula lapisan kromium (III) silver blue yang
sesuai uji dan ramah lingkungan.