0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Isu Etik Nifas dan Infeksi Perineum

Makalah ini membahas isu etik dan legal terkait kondisi nifas dengan infeksi luka perineum, yang merupakan masalah serius dalam kesehatan ibu di Indonesia. Tingginya angka kematian ibu akibat infeksi post partum menyoroti pentingnya perawatan yang baik dan pemahaman tentang etika dalam praktik kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pengertian, dampak, dan cara penanganan infeksi pada masa nifas serta peran bidan dalam mengatasi masalah tersebut.
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Isu Etik Nifas dan Infeksi Perineum

Makalah ini membahas isu etik dan legal terkait kondisi nifas dengan infeksi luka perineum, yang merupakan masalah serius dalam kesehatan ibu di Indonesia. Tingginya angka kematian ibu akibat infeksi post partum menyoroti pentingnya perawatan yang baik dan pemahaman tentang etika dalam praktik kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pengertian, dampak, dan cara penanganan infeksi pada masa nifas serta peran bidan dalam mengatasi masalah tersebut.
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN KASUS KOMPLEKS

“ ISU ETIK DAN LEGAL YANG BERHUBUNGAN KONDISI


NIFAS DENGAN INFEKSI LUKA PERINEUM”
Untuk Memenuhi Penugasan UAS Mata Kuliah Ilmu Kebidanan

Dosen pengampu:
Gita Nirmala Sari, SST, [Link], Ph.D

Disusun Oleh:
RPL B Kelompok 1

1. Dian Apriliana Nainggolan P3.[Link].154


2. ...........
3. ...........
4. ...............
5. .................
6. ...........
7. ..........
8. ...............
9. ..............
10. .............

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN


JURUSAN KEBIDANAN
POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA III
TAHUN 2025

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah “ISU
ETIK DAN LEGAL YANG BERHUBUNGAN KONDISI NIFAS DENGAN INFEKSI
LUKA PERINEUM” dapat selesai pada waktunya. Sehubungan dengan itu kami ingin
menyampaikan terimakasih sebanyak banyaknya kepada:

Gita Nirmala Sari, SST, [Link], Ph.D selaku dosen penanggung jawab dan dosen pengampu
Mata Kuliah Implementasi CoMC dalam Seni Komplementer dan Pengembangan Media di
Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III.

Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.
Namun terlepas dari itu kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi
terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Jakarta, 25 September 2025

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................ ii

DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................... 1

A. Latar Belakang...................................................................................................................

B. Rumusan Masalah.............................................................................................................

C. Tujuan................................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN..............................................................................................................

A. Pengertian ..................................................................................................

B. Contoh Kasus ............................................................................................

C. Dampak .....................................................................................................

D. Masalah Yang Dihadapi ............................................................................

E. Cara Mengatasi ..........................................................................................

F. Upaya Yang Perlu Dilakukan Oleh Bidan ................................................

G. Asuhan Yang Diberikan ............................................................................

BAB III PENUTUP......................................................................................................................

A. Kesimpulan........................................................................................................................

B. Saran..................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Angka kematian (AKI) sampai saat ini masih menjadi masalah utama di
Indonesia karena capaian yang masih jauh dari target SDGs (Suitainable Development
Goals) 70 per 100.000 kelahiran hidup (KH). Angka ini masih jauh dari capaian AKI
tahun 2015 Indonesia 305/100.000 KH. Sebagian besar penyebab tingginya kematian ibu
adalah perdarahan post partum, preeklamsia, infeksi masa nifas dan penyakit penyerta
selama kehamilan. Prevalensi kasus kematian ibu dengan infeksi post partum di
Indonesia pada tahun 2016 sebesar 23,5% dari 1.015 kasus infeksi post partum dan
17,9% kasus meninggal duni dengan infeksi post partum pada tahun 2017 (Rahayu,
Bakti, Andi Multazam, 2018). Faktor penyebab Infeksi masa nifas antara lain rendahnya
imunitas, perawatan ibu post partum yang kurang baik, perilaku tarak makan, rendahnya
status gizi ibu, personal hygiene yang tidak bersih, anemia dan kelelahan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Isu Etik dan legal dengan kondisi kasus kompleks nifas?
2. Apa contoh kasus isu etik yang berhubungan dengan kondisi kompleks nifas?
3. Bagaimana dampak dadi kasus isu etik yang berhubungan dengan kondisi kompleks nifas
tersebut?
4. Masalah apa yang dihadapi dalam kasus isu etik yang berhubungan dengan kondisi
kompleks nifas tersebut?
5. Bagaimana cara mengatasi kasus isu etik yang berhubungan dengan kondisi kompleks
nifas tersebut?
6. Upaya apa yang perlu dilakukan oleh bidan untuk mengatasi masalah isu etik yang
berhubungan dengan kondisi kompleks nifas tersebut?
7. Asuhan apa yang diberikan dalam kasus isu etik yang berhubungan dengan kondisi
kompleks nifas tersebut?
C. Tujuan

1. Untuk mengetahui apa pengertian Isu Etik dalam Pelayanan Kebidanan


2. Untuk mengetahui contoh kasus isu etik yang berhubungan dengan kondisi kompleks nifas
3. Untuk mengetahui bagaimana dampak dadi kasus isu etik yang berhubungan dengan
kondisi kompleks nifas
4. Untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi dalam kasus isu etik yang berhubungan
dengan kondisi kompleks nifas

4
5. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi kasus isu etik yang berhubungan dengan
kondisi kompleks nifas
6. 6. Untuk mengetahui upaya apa yang perlu dilakukan oleh bidan untuk mengatasi masalah
isu etik yang berhubungan dengan kondisi kompleks nifas
7. Untuk mengetahui asuhan apa yang diberikan dalam kasus isu etik yang berhubungan
dengan kondisi kompleks nifas

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai
manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakah
penyelesaiannya baik atau salah. Penyimpangan mempunyai konotasi yang negatif
yang berhubungan dengan hukum. Seorang bidan dikatakan profesional apabila dia
mempunyai kekhususan. Sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai seorang bidan
yang bertanggung jawab dalam menolong persalinan (Evita 2021).
Kode etik bidan yang perlu dipahami oleh bidan. Kode etik bidan menunjukkan
hubungan antara klien dengan bidan, tanggung jawab profesi, praktik kebidanan dan
peningkatan pengetahuan serta keterampilan bidan. Bidan merupakan profesi yang
berhubungan erat dengan masyarakat, Oleh karena itu, selain memiliki pengetahuan dan
keterampilan supaya dapat diterima oleh masyarakat, bidan harus memiliki etika yang
baik sebagai pedoman dalam bersikap atau bertindak dalam memberikan pelayanan
khususnya pelayanan kebidanan. Postpartum adalah masa setelah melahirkan hingga
pulihnya Rahim dan organ kewanitaan yang umumnya di iringi dengan keluarnya darah
nifas, Lamanya periode postpartum yaitu sekitar 6-8 minggu Selain terjadinya
perubahan-perubahan tubuh, pada periode postpartum juga akan mengakibatkan
terjadinya perubahan kondisi psikologi. Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah
keluarnya plasenta sampai alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil normal masa
nifas berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. 3 Infeksi post partum adalah
komplikasi pada masa nifas disebabkan adanya luka pada jalan lahir seperti perineum,
servik dan juga luka bekas implantasi plasenta. Perlukaan pada perineum dan servik
bisa terjadi dikarenakan ibu bersalin sebelum pembukaan lengkap sudah dipimpin
mengejan, bayi besar dan episiotomi. Tindakan episiotomi bermanfaat untuk
menghindari tingginya derajat robekan pada perineum, mengurangi peregangan otot
yang menyangga kandung kemih, mengurangi peregangan yang kuat dan lama pada
otot penyangga kandung kemih (Sriani. 2015).
Perawatan luka pada perineum (vulva hygiene) penting dilakukan untuk
mempertahankan kebersihan perineum, mencegah keputihan yang berbau tidak dan
gatal, mempertahankan normalitas Ph vagina, mencegah terjadinya infeksi post partum.
Vulva hygiene merupakan usaha membersihkan alat kelamin bagian luar dengan
menggunakan sabun dan air mengalir. Cara membersihkan jalan lahir dengan

6
melakukan cebok setelah buang air kecil dan buang air besar dari arah depan ke
belakang. Apabila terjadi infeksi pada jalan lahir, maka infeksi tersebut bisa
mengakibatkan infeksi di daerah lain seperti pada saluran kencing (cystitis), servik
(cerviksitis), endometrium (endometritis). Selain itu infeksi ini juga mampu mencegah
kesembuhan pada luka perineum karena jaringan yang akan tumbuh menjadi jaringan
baru pada luka tersebut mengalami kerusakan/nekrosis. Oleh karena itu maka peneliti
melakukan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan asuhan kebidanan pada
ibu nifas dengan infeksi perineum (Syalfina. 2021).
Menurut PERMENKES NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG IZIN DAN
PENYELENGGARAAN PRAKTIK BIDAN Dalam memberikan pelayanan kesehatan
ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bidan berwenang melakukan:
1. Episiotomi;
2. Pertolongan persalinan normal;
3. Penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II;
4. Penanganan kegawat-daruratan, dilanjutkan dengan perujukan;
5. Pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil;
6. Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas;
7. Fasilitasi/bimbingan inisiasi menyusu dini dan promosi air susu ibu eksklusif

B. Kasus
Studi Kasus Ibu Nifas Dengan Infeksi Luka Perineum

C. Dampak
Infeksi Luka perineum pada ibu nifas Dampak yang tidak menyenangkan seperti kesakitan
dan rasa takut untuk bergerak sehingga banyak ibu dengan luka perineum jarang mau
bergerak pascapersalinan sehingga dapat mengakibatkan banyak masalah diantaranya
subinvolusi uterus, pengeluaran lochea yang tidak lancar, dan perdarahan pascapartum. Ibu
bersalin dengan luka perineum akan mengalami nyeri dan ketidaknyamanan. Dampak
apabila perawatan luka perineum tidak baik dapat menyebabkan terjadinya infeksi.
Dampak jika ibu tidak melakukan pencegahan Infeksi pada Luka Perineum ibu maka akan
timbul beragam masalah seperti pengeluaran cairan vagina/flour albous, iritasi didaerah
vulva,timbulnya masalah infeksi pada saluran kemih, bau yang tidak menyenangkan dan
infeksi pada daerah vagina (vaginitis).

7
Kondisi perineum yang terkena lochea dan lembab akan sangat menunjang
perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum.
Timbulnya infeksi pada vulva dapat merambah ke saluran uretra atau pada vagina bisa
memicu terjadinya komplikasi infeksi uretra maupun infeksi pada vagina. Komplikasi
Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun
pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih
maupun infeksi pada jalan lahir. Penanganan komplikasi yang lambat dapat
menyebabkan terjadinya kematian pada ibu post partum mengingat ibu post partum
masih lemah.
Diperkirakan 60% dampak kematian ibu terjadi saat kehamilan dan pasca
persalinan, dan 50% kematian ibu terjadi dalam 24 jam pertamapasca [Link]
kasus infeksi pada masa postpartum mendekati 2,7% dan 0,7% berkembang kearah
infeksi akut. Berdasarkan hal tersebut bahwa asuhan pada masa postpartum sangat
diperlukan pada saat ini karena merupakan masa darurat baik ibu maupun bayi.

D. Masalah yang dihadapi


Infeksi pada masa nifas adalah salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu.
Kejadian infeksi pada masa nifas yang terbanyak disebabkan luka jahitan pada perineum
yang terinfeksi. Luka perineum karena robekan atau episiotomi. Luka tersebut apabila
tidak dilakukan perawatan secara baik yaitu dengan cara menjaga tetap bersih dan kering
daerah genitalia maka bakteri dapat berkembang biak di daerah luka [Link] post
partum adalah komplikasi pada masa nifas disebabkan adanya luka pada jalan lahir
seperti perineum, servik dan juga luka bekas implantasi plasenta.
Perlukaan pada perineum dan servik bisa terjadi dikarenakan ibu bersalin sebelum
pembukaan lengkap sudah dipimpin mengejan, bayi besar dan episiotomi. Tindakan
episiotomi bermanfaat untuk menghindari tingginya derajat robekan pada perineum,
mengurangi peregangan otot yang menyangga kandung kemih, mengurangi peregangan
yang kuat dan lama pada otot penyangga kandung kemih (Sriani Timbawa , Rina Kundre,
2015).

E. Cara Mengatasi
Penyembuhan luka perineum adalah mulai membaiknya luka perineum dengan
terbentuknya jaringan baru yang menutupi luka perineum dalam jangka waktu 6-7 hari
setelah persalinan (postpartum). Biasanya penyembuhan luka pada robekan perineum ini
akan sembuh bervariasi, ada yang sembuh normal dan ada yang mengalami kelambatan
dalam penyembuhannya, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya

8
karakteristik ibu bersalin, status gizi, kondisi perlukaan dan perawatanya.
Perawatan luka pada perineum (vulva hygiene) penting dilakukan untuk
mempertahankan kebersihan perineum, mencegah keputihan yang berbau tidak dan gatal,
mempertahankan normalitas Ph vagina, mencegah terjadinya infeksi post partum. Vulva
hygiene merupakan usaha membersihkan alat kelamin bagian luar dengan menggunakan
sabun dan air mengalir. Cara membersihkan jalan lahir dengan melakukan cebok setelah
buang air kecil dan buang air besar dari arah depan ke belakang. Apabila terjadi infeksi
pada jalan lahir, maka infeksi tersebut bisa mengakibatkan infeksi di daerah lain seperti
pada saluran kencing (cystitis), servik (cerviksitis), endometrium (endometritis). Selain
itu infeksi ini juga mampu mencegah kesembuhan pada luka perineum karena jaringan
yang akan tumbuh menjadi jaringan baru pada luka tersebut mengalami
kerusakan/nekrosis.

F. Upaya yang dapat dilakukan bidan


Bidan sebagai tenaga Kesehatan pada garis depan di desa memegang peranan
penting dalam penanganan sedini mungkin pada komplikasi nifas untuk menghindari
kematian ibu masa nifas. Pengenalan sedini mungkin adanya komplikasi masa nifas
dengan melakukan kunjungan masa nifas sebanyak 3 kali yaitu 1 kali pada 6 jam sampai
dengan 3 hari pasca salin, 1 kali pada hari ke 4 sampai dengan 28 dan 1 kali dilakukan
pada hari ke 29- 42. Bidan yang tidak menjalankan tugasnya sebagai pendidik ibu nifas,
menfasilitasi ibu dalam mendapatkan pelayanan Kesehatan serta memotivasi ibu nifas
untuk datang berkunjung periksa Kesehatan mempengaruhi rendahnya kualitas
kunjungan nifas sehingga apabila ada tanda bahaya nifas tidak dapat diketahui dengan
cepat (Widya Lestari, 2019).

G. Asuhan yang dapat diberikan bidan


Asuhan yang diberikan oleh bidan terhadap Infeksi luka jahitan perineum, bidan
harus secara kontinue mengedukasi ibu nifas dan keluarga tentang
1. Kebutuhan nutrisi dan cairanMengkonsumsi tambahan 500 ka-lori tiap hari,
dan minum sedikit-nya 3 liter setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali
menyusui).
2. Kebutuhan ambulasiMobilisasi hendaknya dilakukan se-cara bertahap. Dimulai
dengan gerakan miring ke kanan dan ke kiri. Penelitian menyebutkan early am-bulation
(gerakan sesegera mungkin) bisa mencegah aliran darah terhambat. Hambatan aliran
darah bisa menyebabkan terjadinya trom-bosis vena dalam atau DVT (Deep Vein
Thrombosis) dan bisa menye-babkan [Link] melakukan moblisasi secara

9
berlebihan karena bisa membebani jantung.
3. Kebutuhan eliminasi Diuresis pascapartum, yang dise-babkan oleh penurunan
kadar estrogen, hilangnya peningkatan tekanan vena pada tingkat bawah dan hilangnya
peningkatan volume darah akibat kehamilan, merupakan mekanisme tubuh untuk
mengatasi kelebihan cairan. Kehilangan cairan melalui keringat dan peningkatan jumlah
urine menyebabkan penurunan berat badan sekitar 2,5 kg selama masa pasca partum.
4. Kebutuhan kebersihan diriPerawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah
infeksi, meningkatkan rasa nyaman dan mempercepat penyembuhan. Perawatan luka
perineum dapat dilakukan dengan cara mencuci daerah genital dengan air dan sabun
setiap kali habis BAK/BAB.
5. Kebutuhan istirahat Ibu nifas memerlukan istirahat yang cukup, istirahat tidur
yang dibutuhkan ibu nifas sekitar 8 jam pada malam hari dan 1 jam pada siang
[Link] istirahat Akan mem- pengaruhi ibu dalam beberapa hal:Mengurangi jumlah
ASI yangdi produksi, Memperlambat proses involusio uterus dan meningkatkan
perdarahan, dan Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan
dirinya sendiri.
6. Kebutuhan seksualHubungan seksual dapat dilakukan dengan aman ketika luka
episiotomi telah sembuh dan lokea telah berhenti. Hendaknya pula hubungan seksual
dapat ditunda sedapat mungkin sampai 40 hari setelahpersalinan, karena pada waktu itu
diharapkan organ-organ tubuh telah pulih kembali.
7. Kebutuhan olahraga/ senam Tujuan utama dari rehabilitasi fisik / olahraga
dalam periode postnatal adalah untuk:
a) meningkatkan sirkulasi
b) Mengembalikan fungsi keseluruhan otot dasar panggul dan untuk
menghindari masalah urinary, sebagai contoh stres inkontinensia.
c) Memperkuat otot abdominal untuk mengembalikan fungsinya sebagai
sumber pergerakan, menyokong tulang belakang dan isi perut serta
menjaga tekanan intra abdominal.
d) Menjamin perawatan yang mencukupi untuk punggung.
e) Mempercepat pemulihan masalah musculosketal postnatal, sebagai
contoh, diastasis rekti dan disfungsi simpisis pubis.

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bidan harus secara kontinue mengedukasi ibu nifas dan keluarga tentang
nutrisi selama nifas, nutrisi yang dibutuhkan untuk mempercepat proses penyembuhan
luka perineum akibat persalinan dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi serat
dan protein. Protein banyak didapatkan pada makanan, khususnya daging dan ikan.
Semua jenis ikan umumnya merupakan sumber protein yang sangat baik kemudian
cara menjaga personal hygiene dan perawatan luka perineum serta rutin menjalin
komunikasi dengan keluarga karena dukungan keluarga terdekat berpengaruh pada
perilaku kesehatan ibu nifas.
Penanganan pada kasus tersebut sudah sesuai dengan standar asuhan
kebidanan pada masa nifas pada permenkes no.28 tahun 2017 tentang izin dan
penyelanggaraan praktik bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), bidan melakukan penanganan kegawatdaruratan
namun tidak dilakukan rujukan dikarenakan tingkat permasalahan pada kasus masih
bisa dilakukan secara [Link] Menteri Kesehatan No.
HK.01.07/MENKES/1261/2022 tidak secara khusus mengatur kebidanan
komplementer, tetapi memuat bagian yang membahas pemanfaatan teknologi tepat
guna dalam pelayanan kebidanan. Tantangan masih ada, kurangnya regulasi,
kurangnya penelitian dan kurangnya kesadaran masyarakat. Peluangnya dapat
meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan Ibu dan Anak.
B. Saran

Pembelajaran dengan memahami Isu Etika dan Legal, mahasiswa dapat


meningkatkan kemampuan dalam menangani kasus-kasus kompleks ibu nifas dengan bijak dan
profesional.

11
DAFTAR PUSTAKA

1. Evita Aurilia, Dkk. 2021. Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan. Medan : Yayasan Kita
Menulis

2. Lina Fitriani, Sry Wahyuni. 2021. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Masa Nifas.
Yogyakarta : Deepublish Publisher

3. Rahayu, Bakti, Andi Multazam, E. K. (2018) „Kinerja Bidan Dalam Rangka


Menurunkan Angka Kejadian Infeksi Post Partum Di Puskesmas Kabupaten Polewali
Mandar Sulawesi Barat No Title‟, Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(5), Pp. 569–573.

4. Sriani Timbawa , Rina Kundre, Y. B. (2015) Hubungan Vulva Hygiene Dengan


Pencegahan Infeksi Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Di Rumah Sakit Pancaran
Kasih Gmim Manado. Sukmarani, S. (2018). Penerapan Pendidikan Kesehatan
Perawatan Luka Perineum Pada Ibu Postpartum Dengan Pemenuhan Kebutuhan
Belajar Di Puskesmas Godean I (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes
Yogyakarta).

5. Syalfina, A. D., Irawati, D., Priyanti, S., & Churotin, A. (2021). Studi Kasus Ibu Nifas
Dengan Infeksi Luka Perineum. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 4(1), 1- 7.

6. Yulianisa, E., & Mardiyah, M. S. (2019). Sikap, Keterampilan Individu, Dan


Dukungan Suami Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Luka Perineum Ibu
Postpartum. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 9(04), 154-162.

12

Anda mungkin juga menyukai