PROPOSAL
KEGIATAN UJIAN PRAKTEK SENI BUDAYA
KELAS IX-9A
Materi :
"SUNDA KIWARI,NGAMUMULE TRADISI,NGAMEKARKEUN KREASI"
Kelompok 1
Disusun oleh : Meilinda Agatha Silalahi
Guru pembimbing : Rinna Resdiana [Link]
SMPN 1 MAJALAYA
KABUPATEN BANDUNG
TAHUN AJARAN
2024/2025
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur pantas kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala limpahan Rahmat
dan Karunia-Nya, sehingga sampai pada saat ini kita masih diperkenankan melaksanakan tugas yang
menjadi tanggung jawab kita masing – masing. Demikian pula dengan tugas dalam rangka persiapan Ujian
Praktik termasuk penyusunan Program Kerja Ujian Praktik Pagelaran mata pelajaran Seni Budaya tahun
Pelajaran 2024/2025 SMP NEGERI 1 MAJALAYA ini dapat terselesaikan.
Dengan berakhirnya kegiatan belajar mengajar kelas IX maka untuk memperoleh gambaran mengenai
tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai semua materi pelajaran yang telah diberikan, maka diadakan
evaluasi dalam bentuk Ujian Praktik untuk beberapa bidang studi tertentu.
Agar lebih terarah dalam mencapai sasaran dari pelaksanaan Ujian Praktik, maka perlu disiapkan program
kerja yang dapat digunakan sebagai acuan atau pedoman oleh sekolah penyelenggara dalam
melaksanakan kegiatan Ujian Praktik tahun Pelajaran 2024/2025.
Dalam menyusun Program Kerja ini, kami berusaha semaksimal mungkin agar benar- benar menjadi
program yang baik dan lengkap mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengorganisasian, dan
pelaporan. Namun demikian, karena keterbatasan kemampuan kami, penyusunan program ini tentu
masih jauh dari sempurna. Menyadari akan kekurangan tersebut, kritik, saran, dan masukan dari siapa
pun, tentunya yang bersifat membangun, kami terima dengan senang hati demi kebaikan dalam
penyusunan program selanjutnya
Dalam kesempatan ini pula izinkan kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya
dan penghargaan yang setinggi – tingginya juga tidak lupa kami sampaikan kepada anggota kelompok kerja
khususnya, dan semua pihak pada umumnya yang telah membantu dalam menyelesaikan
penyusunan Program Kerja Ujian Praktik tahun pelajaran 2024/2025.
Semoga dengan tersusunnya Program Kerja Ujian Praktik tahun pelajaran 2024/2025 bagi SMPN 1
Majalaya sungguh dapat dijadikan acuan dan pedoman dalam melaksanakan tugas untuk mencapai hasil
yang sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan.
Bandung, 2 4 April 2025
Penulis
iii
DAFTAR ISI
Kata pengantar ...................................................................... iii
Daftar isi ................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................ 1
A. Latar Belakang ................................................................................................. 2
B. Nama Kegiatan ................................................................................................. 2
C. Maksud Dan Tujuan ......................................................................................... 2
BAB II Isi Proposal ................................................................. 3
A. Tema Pentas Seni ......................................................................................... 3
B. Macam - Macam Kegiatan ........................................................................... 3
C. Waktu Pelaksanaan ....................................................................................... 3
D. Susunan Kepanitiaan .................................................................................... 4
E. Rencana Anggaran ........................................................................................ 4
F. Penutup ........................................................................................................... 5
G. Lampiran ................................................................................................... 5-7
H. Materi Seni................................................................................................. 8
I. Dokumentasi Latihan.................................................................................. 9
iv
BAB I
PENDAHULUAN
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia dan rahmat-Nya, kami dapat
menyusun rencana-rencana persiapan Ujian Praktek.
Proposal ini membahas persiapan kami dalam menghadapi ujian praktrek Seni Budaya.
Berbicara mengenai kesenian khas daerah Jawa Barat atau lebih khususnya seni Sunda, tentu
tidak akan pernah ada habisnya karena begitu banyak seni dan budaya yang berkembang di
daerah ini, contohnya kesenian drama khas Sunda yaitu Gending Karesmen.
Gending Karesmen (rinengga sari, opera sunda, atau dramaswara) adalah kesenian drama khas
Sunda yang dialog-dialognya dinyanyikan disertai iringan karawitan (tergantung kebutuhan teks
dan ceritanya). Gending karesmen berasal dari kata gending yang berarti berbagai jenis lagu
dan karesmen yaitu keindahan yang dihasilkan dari waditra atau gamelan. Kesenian ini
menitikberatkan pada perpaduan berbagai unsur seni, seperti seni dari karya sastra yang
berupa naskah cerita dalam bentuk prosa liris.
Pada masa lalu, gending Karesmen sering ditampilkan di taman-taman untuk memeriahkan
pesta kebun.
Jadi dalam rangka meningkatkan kemampuan dibidang seni, khususnya seni drama serta untuk
memenuhi tugas ujian praktek seni drama, karya siswa kelas IX perlu dipandang untuk
meningkatkan kreativitas, kemampuan, dan bakat siswa dibidang seni dan juga perlu terus
diasah, ditingkatkan, dan disalurkan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
dengan diadakannya Ujian Praktek Seni Budaya ini diharapkan orang yang melihat karya kami
dapat mengapresiasikan karya tersebut, sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuannya
untuk menjadi yang lebih baik.
1
A. Latar Belakang
Kesenian merupakan suatu hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.
Kreativitas yang meliputi dirinya adalah suatu hal yang harus terus kita kembangkan, salah
satunya adalah melalui kegiatan Pentas Seni. Pentas seni adalah ajang yang tepat untuk
menggali kreativitas siswa-siswi di luar potensi akademik. Melalui pagelaran pentas seni, siswa-
siswi dapat menunjukkan bakat dan minat yang dimilikinya kepada publik. Kondisi ini tentu
sangat bagus untuk perkembangan peserta didik yang bersangkutan maupun pihak sekolah.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang seni rupa, serta untuk
memenuhi tugas ujian praktik pelajaran seni budaya. Pagelaran ini juga bertujuan untuk
meningkatkan kreativitas dan bakat siswa di bidang seni rupa. Dengan diadakannya kegiatan
Pagelaran ini, diharapkan para pengunjung dapat mengapresiasi karya seni dari para siswa
sheingga para siswa dapat meningkatkan kemampuannya menjadi lebih baik.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka kami perlu mengadakan kegiatan pameran
seni rupa di sekolah dengan judul Pagelaran Seni Rupa SMP Majalaya 1, Bandung Tahun
Pelajaran 2024/2025.
B. Nama Kegiatan
Kegiatan ini bernama “UJIAN PRAKTEK PENTAS SENI KELAS 9 SMPN 1
MAJALAYA”
C. Maksud Dan Tujuan
Ujian Praktek dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar
siswa , guna menerapkan sampai sejauh mana siswa telah menguasai kompetensi yang
telah ditetapkan dalam kurikulum .
Tujuan Kegiatan Ujian Praktik :
1). Sebagai sarana hiburan/rekreasi bagi pemerhati seni dan siswa.
2).Memberikan motivasi pada pengunjung dan siswa untuk mempelajari seni rupa.
3). Memupuk rasa cinta dan mengembangkan budaya Sunda.
4). Ajang berkarya siswa di sekolah.
5). Sarana apresiasi karya seni siswa sekolah.
6). Sarana edukasi dalam bidang seni rupa.
7). Sarana rekreasi.
8). Sarana untuk menunjukkan bakat seni siswa sekolah.
2
BAB II
ISI PROPOSAL
A. Tema Pentas Seni
Di kegiatan Ujian Praktik Pentas Seni SMP Negeri 1 Majalaya ini kami mengangkat tema
‘Unjuk Kreatifitas dina Raraga ngamumule Budaya Sunda’ . Dengan tema ini diharapkan semua
siswa yang terlibat ataupun menonton Pentas Seni dalam kegiatan Ujian Praktik ini selalu
melestarikan budaya-budaya Sunda.
B. Macam - Macam Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang akan ditampilkan pada Ujian praktik Pentas Seni kelas IX SMP Negeri 1
MAJALAYA ini adalah :
i).Longser
C. Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Pagelaran (Ujian praktik) Pentas Seni ini dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Senin 28 April 2025
Waktu : 08.00/sd selesai
Tempat : SMP Negeri 1 MAJALAYA.
Gladi Resik : Senin 28 April
Hari / Tanggal : Selasa 29 April 2025
Waktu : 08.00/sd selesai
Tempat : Ruangan Kelas 8A,8B,8C
3
D. Susunan Kepanitiaan
- Panitia Pelaksana :
Penanggung jawab : Bapak [Link] Sastra,[Link]
Penasehat : Rinna Resdiana,[Link]
Ketua : Faizahra Felicia Fauzi
Sekertaris : Meilinda Agatha Silalahi
Bendahara : Raihanin Tri Tungga Dewi
- Seksi-seksi :
Seksi peralatan : Rhama Putra
Seksi Dekorasi : Oktavia Nurahayu
Seksi Publikasi : Yusuf Ardiansyah
Seksi konsumsi : Azmi Putri Oktaviani
Seksi dokumentasi : Dewi Tiara
Seksi Latihan : Syifa Almaira Supriatna
Seksi humas : [Link] Fauzan
Seksi Tata Rias : Meisa Fitri Nuraeni
Seksi panggung : Rafael Atha Yumna
E. Rencana Anggaran
Dalam kegiatan Pentas Seni kali ini, berikut sumber dana beserta anggaran dana yang
direncanakan :
1. Beli LKPD - absensi 264.000
2. Bayar lunas dubbing 150.000
3. Bayar kanvas 650.000
4. Bayar grab 11.000
5. Bayar dp sewa baju 350.000
6. Pelunasan sewa baju 500.000
7. Bayar banner 5.000
8. Bayar soundsystem 150.000
9. Beli snack untuk publikasi 85.700
4
F. Penutup
Kesimpulan Ujian Praktik Seni Budaya selain untuk meningkatkan kompetensi peserta
didik mengenai wawasan seni dan kebudayaan, Ujian Praktik ini juga bertujuan untuk melatih
kepercayaan diri peserta didik, Khususnya kepercayaan diri untuk mengungkapkan atau
mengekspresikan perasaan yang sedang dialami oleh peserta didik, dengan nilai-nilai filosofis
dan historis yang peserta didik bawa, peserta didik semakin yakin untuk mengungkapkan
perasaan yang dialaminya sehingga Ujian Praktik Seni Budaya ini bukan hanya sebagai sistem
untuk penilaian peserta didik semata, tetapi juga sebagai wadah bagi peserta didik untuk
menyalurkan minat dan bakatnya, serta ajang bagi peserta didik untuk melatih kepercayaan diri,
kekompakan dan keakraban dengan masing masing anggota kelompok.
G. Lampiran
Jadwal Kegiatan Pagelaran Seni Budaya Kelompok 1 kelas 9 materi Gending Karesmen :
NO HARI/TGL URAIAN KEGIATAN KETERANGAN
1 Jumat,10 Januari Menyusun panitia
2 Senin,13 Januari Membuat Naskah
3 Selasa,14 Januari Membuat Naskah
4 Rabu,15 Januari Menentukan peran Sri Rahayu (izin
5 Kamis,16 Januari Menambahkan Dialog
6 Jumat,17 Januari Dubbing Suara Rizki (alfa)
7 Selasa,21 Januari Merevisi Naskah Yusuf (alfa)
8 Rabu,22 Januari Dubbing Suara
9 Kamis, 23 Januari Latihan nyanyi Yusuf (alfa),Syifa (sakit)
10 Jumat,24 Januari Latihan nyanyi
11 Kamis,30 Januari Latihan nyanyi
12 Jumat.31 Januari Latihan nyanyi Meysa (sakit)
5
13 Senin,3 Februari Latihan nyanyi
14 Selasa,4 Februari Latihan nyanyi
15 Rabu,5 Februari Latihan nyanyi
16 Kamis,6 Februari Dubbing Suara
17 Jumat,7 Februari Latihan nyanyi
18 Selasa,11 Februari Latihan nyanyi
19 Rabu,12 Februari Menambah isi Naskah
S
20 Selasa,18 Februari Latihan nyanyi Rizki (Izin)
6
NO HARI/TGL URAIAN KEGIATAN KETERANGAN
1 Rabu,19 Februari Praktek Nyanyi
2 Kamis,20 Februari Dubbing Suara
3 Selasa,25 Februari Mengisi LKPD
4 Kamis,6 Maret Latihan Longser Rhama,Yusuf,Rafael(alfa)
5 Jumat,7 Maret Latihan Longser Okta, Rhama (sakit)
6 Senin, 10 Maret Latihan Longser
7 Selasa,11 Maret Melukis
8 Rabu,12 Maret Latihan Longser
9 Kamis,13 Maret Latihan Longser
10 Jumat,14 Maret Latihan Longser
11 Senin,17 Maret Latihan Longser okta (izin)
12 Jumat,21 Maret Latihan Longser Raihan (izin)
13 Sabtu,22 Maret Latihan Longser Ayu,Yusuf(izin)
14 Rabu,9 April Latihan Longser Ayu (izin)
15 Kamis,10 April Mencari Properti
16 Senin,14 April Membeli Makanan untuk
Publikasi
17 Selasa,15 April Latihan Longser
18 Rabu,16 April Latihan Longser
19 Kamis,17 April Membuat Properti
20 Jumat,18 April Latihan Longser Meilinda(izin)Rhama,Rafael,yusuf,Rizki(Alfa)
7
H. Materi Seni :
No Materi Seni Waktu Tampil Jumlah Orang
1 Adegan 1 2 menit 11 orang
2 Adegan 2 3 menit 12 orang
3 Adegan 3 3 menit 6 orang
4 Adegan 4 2 menit 3 orang
5 Adegan 5 10 menit 3 orang
6 Adegan 6 11 menit 5 orang
7 Adegan 7 13 menit 7 orang
8 Adegan 8 15 menit 13 orang
9 Adegan 9 18 menit 13 orang
8
I.
.
9
Jurig di Pasar Kaget . ˙
Ina diperankan oleh Sri Rahayu
໑ . ˙ Neng Ijah diperakan oleh Meysa Nur Fitri
໑ . ˙ Neng Sari diperankan oleh Syifa Almaira Supriatna
໑ . ˙ Aam diperankan oleh Raihanin Tri Tungga Dewi
໑ . ˙ Iceu diperankan oleh Meilinda Agatha Silalahi
໑ . ˙ Ninis diperankan oleh Faizahra Felicia Fauzi
໑ . ˙ Iim diperankan oleh Oktavia Nurahayu
໑ . ˙ Euis diperankan oleh Dewi Tiara
໑ . ˙ Nyi Saroh diperankan oleh Azmi Putri Oktavia
໑ . ˙ Asep diperankan oleh Rhama Putra
໑ . ˙ Ujang diperankan oleh Moch. Rizki Fauzan
໑ . ˙ Wawan diperankan oleh Rafael Atha Yumna
໑ . ˙ Iwan diperankan oleh Yusuf ArdiansyahNaskah Drama
10
Naskah Drama
ADEGAN 1
Setting : Pasar
Narator:
"Di hiji kampung anu jauh ti kota aya pasar kaget anu sok
rame unggal minggu. Tapi ayeuna, aya carita nu lucu sareng
heboh di pasar ieu"
Ina : "Araaawug~! mareser meser meserr~"
Neng Ijah : "Hu tarahu tahu tahu!"
Neng Ijah & Neng Sari : "Gejrottt gejrot"
Aam : "Geuning pasar ayeuna tambah rame, teu nyangka
unggal minggu bisa rame kieu"
Iceu : "Rame mah rame, tapi kadang barangna tambah
mahal. Kumaha atuh ieu?!"
Iim : "Ah, bisi ari mahal mah lantaran inflasi awug ina. Tapi
teu nanaon, nu penting mah hayu rék jajan"
Iceu : "Naha ari awug Ina jadi inflasi?"Aam : "Sugan lantaran awugna dicampur cinta, jadi loba nu
mésér!"
(Para Rakyat tertawa, lalu bubar untuk
belanja) Ninis : "Kue basahhh, gurandilll"
Euis : "MasyaAllah, campur 5 rebuen"
Ninis : "Ngalarisan bu"
Euis: "Alhamdulillah atuh neng Ari ngalarisan mah"
(Ninis pun membuatkan kue basah dan diberikan kepada
Euis)
Ninis : "Ieu bu, nuhunya"
Euis : "Muhun neng sami sami"
(Ujang datang membawa karung besar. Ia tampak
kebingungan.)
Ujang : "Asep, naha pasar ieu sok rame pisan? Kuring mah
kalah bingung!"
11
Asep : "Jang, pasar kaget mah teu bisa lila bingung. Hayu
urang néangan naon anu rame!"
(Ninis menyindir Ujang yang selalu ceroboh.)
Ninis : "Ujang, ulah teuing bingung. Engké bisi kabawa angin
jeung karung karungna."
(Sindén menyanyikan tembang tentang suasana pasar
yang penuh canda dan tawa)---
ADEGAN 2
Setting : Pasar
(Nyi Saroh datang dengan wajah panik ke tengah pasar)
Nyi Saroh : "Aduh, kabéh! Di kampung téh aya anu nyebutnyebut jurig! Kadéngéna mah di pasar kaget!"
Ina : "Astagfirullah jurig naon deui Nyi Saroh?"
Euis : "Naha, Nyi Saroh? Jurig di pasar? éta mah teu
mungkin!"
Aam : "Astagfirullah nyaan eta teh jurig? tong waka percaya
kanu kitu ah, musyrik"
Iim : "Aam, ulah nyepeleken lamun jurigna leres aya, kumaha
atuh? bisa-bisa pasar ieu ditutup"
Iceu : "Ah Iim santai we, sugan eta mah ngan saukur
bayangan nu nga lewat hungkul"
Nyi Saroh : "Tapi bener, si Iwan tadi nyebut aya bayangan
hideung di tukang gorobak!"
(Semua pedagang jadi panik. Karna ikut memanaskan
suasana)
Sari : "Leres kitu Iwan?"Iwan : "Leres! kuring ogé ningali éta bayangan. Pasti jurig eta hayang
ngaganggu pasar."
12
Ninis : "Aduh Iwan aslina etateh? kuring jadi merinding kie"
Iim : "Sami Ninis, kuring ge jadi merinding. Ah lamun engke
kuring papanggih jeung urigna rek bobodoan pingsan we"
(Ujang mulai ketakutan, tapi Asep justru tertawa.)
Asep : "Jang, jurig éta mah teu bahaya. Anu bahaya mah
duit kosong di dompét anjeun."
Neng Ijah : "Ujang, hayang nyaho teu eta jurig nu kaos
kumaha? lamun hayang nyaho, hayu urang silidik. Mun jurig
nyaanan, urang tewak babarengan"
(Ujang pun mengangguk menyetujui percakapan dari
Neng Ijah)
(Sindén menyanyikan tembang tentang ketakutan yang
berlebihan dan keberanian yang setengah hati)
--- ADEGAN 3
Setting : Pasar
(Malam tiba. Pasar mulai sepi, tapi Ujang, Asep, dan Neng
Ijah tetap berjaga)
Ujang : "Asep, naha urang kudu didieu? Mun bener aya jurig,kumaha carana kabur?"
Asep : "Tenang, Jang. Mun jurig datang, urang bobodoan
teu ningali we"
(Tiba-tiba bayangan hitam muncul di dekat gerobak
Darman. Semua teriak)
Neng Ijah : "Aduh, naon éta?! Jang, pareumkeun lampu!"
13
Ujang : "Hayu urang tingali"
(Ujang mencoba mendekati bayangan itu, ternyata
hanya seekor kucing hitam yang terjebak di bawah
gerobak.) Ujang : "Aduh! éta mah ucing keur kalaparan.
Ngadadak kuring jadi lapar oge"
(Semua tertawa, tapi kemudian Iwan muncul sambil
membawa karung besar)
Asep : "Iwan, naon anu ku anjeun di bawa?"
(Asep pun bertukar kode dengan Ujang)
Asep : "Wah, Jang! kudu diperhatikeun nu kieu mah!"
(Iwan pun merasa gugup setelah Asep berbicara seperti
itu) Iwan : "Eh, eee, i-ieu mah ngan saukur barang
dagangan kuring, Jang, Sep"
(Dengan rasa penasarannya, Ujang mendekati karung
yang di bawa oleh Iwan dan menemukan bahwa Iwan
mencoba mencuri dagangan Neng Ijah untuk
menjatuhkan
reputasinya)Ujang : "Aduh, iwan. Jurig anu sabenerna mah anjeun! Ulah
teuing iri ka batur."
(Dengan reaksi kaget dan refleks, Ujang dan Asep pun
memukuli Iwan)
(Euis dan Wawan datang untuk melerai)
Wawan : "Eh atos isin isin"
Euis : "Atos sadayana atos jempe"
(Saaros Euis sareng Wawan datang untuk melerai, Ujang
dan Asep pun berhenti memukuli Iwan)
(Dengan nafas yang masih terengah karena telah
memukuli Iwan, Ujang berkata)
14
Ujang : "Wawan, nu ngajieun resah pasar teh lain jurig! tah si
Iwan maling!"
Wawan : "Iwan ieu naon maksudna? ulah ngajieun pasar
paciweh atuh"
Euis : "Iwan, ulah nyieun perkara di pasar ieu. Mun hayang
jadi anu pang hadéna, jujur éta anu utama"
Wawan : "Sadar Iwan, pasar kudu aman lamun hyg menang
rezeki, tong maling dagangan batur"
(Iwan pun menunduk dengan malu karena perlakuannya
terciduk oleh teman kalangannya)
Iwan :"Hapunten sadayana. Kuring janji moal ngulang deui"
(Sindén menyanyikan tembang tentang persaingan sehatdan pentingnya kejujuran)
---ADEGAN 4
Setting : Pasar
(Keesokan harinya, pasar kembali normal. Ujang menjadi
pahlawan kecil karena keberaniannya)
Ina : "Ujang, ayeuna anjeun jadi sohor. Hayang naon deui?"
Ujang : "Kuring mah teu hayang nanaon, asal kabéh dagang
jeung hirup kalayan tentrem"
Neng Sari : "Ujang, ieu hadiah ti abdi. Tahu gejrot gratis salila
sabulan"
(Ujang pun tertawa mendengar perkataan dari Sari)
Ujang : "Hatur nuhun, Sari. Ngan punten, lamun tahu
gejrot anjeun ngeunah, tiasa teu lami sabulan abdi jadi rada
béda?" (Semua tertawa. Musik gamelan Sunda mengalun
ceria.
Semua pemeran berkumpul dan menari bersama, menutup
cerita dengan suasana bahagia)
15
Narator:
"Kahirupan di pasar téh pinuh ku drama, tapi ogé pinuh ku
pelajaran. Anu penting mah, ulah hilap ka babaturan jeung
kabéh kudu tulus."(Sindén menyanyikan tembang penutup sambil menari)
--- ADEGAN 5
Setting : Pasar
(Semua orang di pasar membicarakan keberanian Ujang
menangkap pencuri. Beberapa orang bahkan mulai
meminta tanda tangan Ujang.)
Euis : "Ujang, ayeuna anjeun seleb pasar! iraha anjeun rek
ngajieun kaos ‘Pahlawan Pasar?"
Ujang : "Hadeuh, ulah kitu atuh! Kuring mah ngan saukur
ngalakukeun nu bener."
(Asep datang dengan gaya sok serius.)
Asep : "Kuring geus mikirkeun hiji ide, Jang. Urang damel
kampanye ‘Pasar Beresih, Dagang Jujur’!"
Ujang : "Saha nu rek nyieun posterna, Sep?"
Asep : "Kuring mah nyieun konsep, posterna tinggal nyieun!"
(Setelah mendengar apa yang sudah disampaikan, semua
pun setuju dengan idenya)
---ADEGAN 6
Setting : Pasar
(Ujang, Asep, dan para pedagang mulai menghias pasar
dengan spanduk kampanye. Mereka juga
membersihkan sampah di sekitar pasar.)
Iceu : "Uhuy! Pasar bersih, dagang jujur, nu meser jadi
betah!"
16
Aam : "Nu penting mah tetep dagang bari jujur. Mending
untung saeutik tapi berkah."
(Ujang dan Asep memasang spanduk besar bertuliskan
"Pasar Beresih, Dagang Jujur - Hasilna Rezeki Melesat".)
Ninis : "Geulis pisan ieu pasar ayeuna. Duka ti mana asalna,
siga pasar di kota!"
(Semua warga merasa bangga dengan perubahan pasar.
Sindén menyanyikan lagu tentang pentingnya kejujuran
dan kebersihan.)
---ADEGAN 7
Setting : Pasar
(Sebagai bentuk apresiasi, warga kampung mengadakan
perayaan kecil di pasar.)
Ina : "Hayu urang tumpengan! Ieu pikeun ngarayakeun pasar
anu jadi leuwih rapih jeung jujur!"
Iwan : "Hapunten sakali deui, sadayana. Kuring bakal
dagang kalayan jujur ayeuna."
Euis : "Sok atuh, Iwan! Urang maju babarengan"
(Mereka semua makan bersama. Ujang kembali menjadi
sorotan karena perannya dalam menjaga ketertiban.)
Iim: "Sok Ujang ngalas tipayun soalna Ujang anu ngabasmi si
tukang maling"
(Iwan hanya menundukan kepalanya karena malu sekaligus
menyesal)
Ujang : "Ah, kuring mah engke we. Nu penting, urang
sadayana sarua-sarua hayang taruang. Iim oge tong
ngomong kitu kudu saling hampura "
17
Iwan : "Hampura sadayana sakali deui kuring menta
hampura ges maling dagangan Ina, kuring teh khilaf soalna
kuring katutup ku hawa nafsu jeng iri lantaran awug Ina meni
payu pisan sedangken, dagangan kuring tiiseun teu aya nu
meser"
Ninis : "Da rezeki mah tos aya nu ngatur Iwan, jadi bakalkabagi
rata" Ina : "Aduh Iwan kudunamah anjeun teh ulah kitu, intropeksi
naon kakurangan dagangan anjen teh lain kalakah maling
dagangan Ina"
Iwan : "Matak eta kuring maling teh hayang nyaho bahan
naon, anu ku Ina dipake teh bisa nepi ka payu jeng loba nu
resep ka awug anjen teh. sakali deui hampura sadayana
kuring khilaf"
Nyi Saroh : "Sok ayenamah saling hahampura an we, lebar
eta liwet kaburu iti s"
(semua warga tertawa dan melanjutkan acara makanya itu,
musik Sunda mengalun ceria.)
ADEGAN 8
Setting : Pasar
Wawan : "Tah ayena urang kudu mutuskeun, Iwan
dipasrahkeun ka pulisi atawa dipasihan kasempetan?"
Euis : "Kuring hanjelu. Iwan geus dianggap kawas anak
sorangan, tapi naha bet maling?"
Asep : "Kumaha atuh ari geus kieu mah, Wan?"
Iwan : (Kaduhung) "Abdi sieun, Sep. Abdi keur butuh duitjang mayar kontrakan jadi khilaf ditambah
panas ninggal Ina
dagangana payu pisan. Abdi janji moal maling deui!"
18
Aam : "Maling mah tetep salah! Maling mah maling we..
lamun dipasihan hampura, isukan bisi aya deui nu ngulang!"
Neng Sari : "Tapi manéhna geus kaduhung. Bisa jadi ieu
kasempetan pikeun robih."
Wawan : "Kumaha, Bu Ina? Anjeun korbanna."
Ina : "Abdi hampura, tapi Iwan kudu ngabersihan pasar
saeutik-saeutik jeung ngabantu warga salila
sababaraha bulan."
Iwan : (Semangat) "Abdi siap! Hapunten, ina!"
Neng Ijah : "Alhamdulillah, Iwan moal dipanjara tapi kudu
tanggung jawab. Ieu sing jadi palajaran pikeun sadayana!"
Iceu : "Semoga teaya deui anu maling maling kieu deui"
Sadaya warga : "Aamiin"
Iwan : "Hatur nuhun sadayana"
(Adegan ditutup ku kasapukan warga, Iwan nangtung
pageuh jangji moal ngalakukeun deui.)
- ADEGAN 9
Setting : Pasar
(saat semua pedagang belum datang, Iwan malah sudah
ada dipasar)
Wawan : "Tumben Wan subuh keneh tos datang?"
Iwan : "Kuring teh kan ditugasken jang ngabantuan
pedagang nu dipasar jadi saacan kuring ngabantuan kuring
bade beberes hela dagangan Kuring"
(Iwan membereskan daganganya, dan para pedagang mulai
berdatangan)
Neng Sari : "Eh, Iwan~"
Neng Ijah : "Tumben datang pang helana"
19
Iwan : "Hehe, Jah, Ri, bilih bade dibantosan beberes"
(Iwan pun membantu pedagang pedagang yang baru
berdatangan untuk dibereskan barang dagangan
mereka") (ibu ibu datang dengan barang dagangan
mereka yang banyak)
Aam : "Aduhh.. meuni barerat kie"
Iim : "Sami abdi ge"
Iceu : "Naha atuh sagala dipeser"
Nyi Saroh : "Untung abdi mah ngan meser keperluan kanggo
budak hungkul"Ninis : "Ibu ibu eta masih aya nu kurang, kurang kue basah
abi. Haha"
Iwan: "Ibu ibu bilih bade dibantosan nyandak barang ka luar
pasar hayu ku abdi, InsyaAllah amanah"
Aam : "Ieu Iwan pang nyandaken beas ieu we"
Nyi Saroh : "Iwan abdi mah te kedah, da barang candakan
abdimah sakedik"
Iim : "Mangga Iwan, abimah nyungken pang nyandaken
sadayana barang abdi we"
Iceu : "Aduh Iim dibere hate menta jantung, sok aya aya wae
da atuh"
Iceu : "Iwan abdi mah pang nyandaken ieu we dus dus
sembako"
(Iwan pun membawa barang barang ibu ibu itu)
Iwan : "Aduh capek kie, bari dagangan can aya nu meser.
Keun lah nu penting mah abdi ngalaksanaken naon anu
diperintehkan warga"
20
Euis : "Iwan kuring ninggali anjen bener bener
ngalaksanaken naon nu diparintahken, ieu kuring aya rezeki
kanggo anjen"
Neng Sari : "Ieu Iwan kue basah ti kuring, nuhun tos mantuan
kuring beberes jongko"
Ninis : "Iwan kuring hayong meser awug anjeun"Neng Ijah : "Kuring ge, Iwan. Hoyong nyobaan awug anjeun"
Iwan : "Nuhun sadayana, abdi bersyukur pisan tiasa kenal
sareng anjen sadayana"
(Wawan, Asep, Ujang berjalan menuju Iwan yg sedang
dikerumuni)
Wawan : "Ah, Iwan ayenamah jadi sohor kitu euy, eleh
anjeun ge Ujang"
Asep : "Aya meren wan saratus mah"
Ujang : "Aduh kuring jadi iri kie"
Ina : "Kuring oge yeuh, iri pisan tos aya nu baru mah nu tos
lami dibuang. Meuni nyeri hate kie"
Iwan : "Hapunten nya Ina ayena awug abi hela nu payu
engke mah, mangga ku anjen deui"
(semuanya pun tertawa karna bulaian Iwan)
Narator:
"Kahirupan di pasar téh terus maju, sabab sakabéh
warga sadar kana pentingna kaadilan, kabersihan, jeung
kajujuran."
(Sindén menutup cerita dengan lagu gembira. Semua warga
menari bersama, mengakhiri cerita dengan suasana penuh
kegembiraan.)
21