Anda di halaman 1dari 16

.$1F,, i{ l$Tiqlit,,qffiq$c} $ffiK.

Fq

( ,,..c \

STA]\ItrIAFI
PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA

BPLN

tg

'l3B.l

LampiranSurat KeputusanDireksiPLN No.: O88lDlRl84- tanggal 9 Juli 1984

KCIMISiIGII\IINGi

PLTGI

DEPARTEMEN

PERTAMBANGA]T DAlU ElUERGI

PERUSAHAANUMUM LISTRIK NEGARA


JALAN TRUNOJOYO BLOK M U135 KEBAYORAN BARU JAKARTA

SPLN 58 : l9E4

KOMISIONING

PLTG

Disuzun oleh: I. KELOMPOK PEMBAKUAN BIDANG PEMBANGKITAN dengan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Unnum tistrik Negara No"r 030/DIR/S3 tanggal 5 April l9E3 2 KELOMPOK KERJA KOMISIONING PLTG dengan MaSurat Keputrrsan Direktur Pusat le4yglidikan salatr Kelistrikan No.: 0l0lLilK/84 tanggal 23 Pebruari I 984

Diterbitkan oleh: DEPARTEMENPERTAMBANGANDAN ENERGI PERUSAHAAN UMUM LISTRIK T{EGARA Jl. Trunojoyo Blok M Ul35 Kebayoran Baru Jakarta 1984

- i -

SPLN 58 : t9E4

Susunan Anggota Kelompok Pembakuan Bidang Pembangkitan Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No.: 030/DIR/8: tanggal 5 April 1983 l. Kepala Dinas Pembakuan, Pusat Penyelidikan (ex-officio) *) : Ketua 2. (Ditetapkan kemudian) 3. lr. Soenarjo Sastrosewojo 4. (Ditetapkan kemudian) 5. Ir. Koesaeni Sastrodinoto 6. Ir" M. SamNr Sasmitaatmadja 7. k. tsambang Irawan Sapardi 8. Ir. Ardi Yogi 9 Ir. P. Sihombing 10. Ir. Sudjanadi I l. Ir. Zainal l2.Ir. Sudadyo 13. Iskandar Kasim, B.E.E. 14. Ir. J. Soekarto 15. Istigno, M.Sc. 16. Ir. Bondantojo 17.k.. Nabris Katib
Masalah Kelistrikan

mer.rngkap Anggota Tetap Sebagai Ketua Harian rnerangkap Anggota Tetap Sebagai Sekretaris mer:rngkap Anggota Tetap .Sebagai Wakit Sekretaris merangkap Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap.

Susunan Anggota Kelompok Kerja Komisioning PLTG Surat Keputusan Direktur Pusat Penyelidikan Masalah Kelistrikan No.: 010/DIR/8+ tanggal 23 Pebruari 1984 l. Ir. Ardiyogi 2. lr. Mangapul Silalahi 3. lr. Firdaus Akmal 4. Bob Rakhman, B.E.E. 5. Ir. Sulaeman
Ketua Lngrangkgp Anggota )el(retarrs merangkap Anggota Anggota Anggota Anggota-

*) Ir. Mahmud Junus -ii-

SPLN 58: 1984

Daftar Isi Halaman

Pasal Satu - Ruang Lingkup dan Tujuan


I 2
Ruang Tujuan Lingkup . . i . . . . . . . o | . . . o o o i . . c . . . . . . . . r . . . . . . . . . . . . r . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . I

Pasal Dua - Istilah dan Definisi

3 PengertianUnit PLTG 4
S i s t e I mr . . . o . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . o

2 2 2 3 3 3 3

5 S u b s i s . t . e. r. n . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6 Perlengkapan Individu . . . . . . . . . . . . . . . o . . . . o . . . . . . .. 7 Komisioning . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . + 8 KOOfdinatOf pan-"ii


Ivl l6L,|j-t . . a . . a . a . a a a . a . a a a t a a a a . e a a a a .

9 Tahapan Kegiatan dalam Komisioning . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Pasal Tiga - Surat Perjanjian l0 Hal-hal yang Harus Disebutkan dalam surat perjanjian. . . . . . . . antara Kontraktor dan PLN Pasal Empat - Pelaksanaan Komisioning ll Pelaksanaan Komisioning . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . o . . . . .. Pasal Lima - Tugas dan Tanggungjawab

12 Tugas dan Tanggungjawab


G a m b a rl : B a g a n a h a p a n e g i a t a n o m i s i o n i n g . . . . . . . . . , . . T K K .

l0 L2

- l u -

SPLN 58 : 1984

KOMISIOI.IING

PLTG

Pasal Satu Ruang Lingkup dan Tujuan

Ruang Lingkup Pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk cara-cara melaksanakan setiap kcmisioning unit PLTG yang menggunakan bahan bakar
minyak atau gas alam. untuk komisioning ini digunakan standar-standar pengujian, yaitu: l'l Untuk pengujian daya, efisiensi dan unjuk-kerja/karakteristik I'2 dari Turbin Gas diberlakukan Standar ISO Z3l4 (lgl3) seutuhnya. Untuk pengujian peralatan diluar Sub-ayat 1.1 diberlakukan

lainnya

standar pengujian yang berlaku di lingkungan PLN arau srandar lainnya yang disetujui oleh Koordinator penguji, pLN dan Kontraktor.

Pedoman ini berlaku juga bagi segala macam kontrak pekerjaan unit pLTG dan wajib dilaksanakan dalam setiap komisioning PLTG yang baru maupun pada setiap pemeriksaaan periodik PLTG. Pedoman ini dibuat dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan pengalaman pLN dan merupakan keISO 2314 (1973), Gas Turbine_Acceptance Test,_ yang telah diangkat seutuhnya menjadi standar pLN. Didalam surat perjanjian antara kontraktor dan PLN ditegaskan persetujuan kedua pihak atas standar ISO Z3I4 (197iD dan dapat disebutkan perubahan-perubahan atas ayat-ayat tertentu maupun pengecualian-pengecualian yang disepakati kedua belah pihak. satuan dengan: -standar

Tujuan Tujuannya ialah untuk memberikan pegangan yang lebih terarah dan keseragaman dalam melaksanakankomisioning unit PLTG baik dari segi manajemen/koordinasi maupun teknis pelaksanaan.

t -

SPLN 58 : 1984

Pasal Dua Istilair dan Definisi

Pengertian

Unit PLTG

yang dimaksud dengan unit PLTG dalam pedoman ini ialah kesatuan mehubungan kerja, sin-mesin dan pertengkapannya yang tersusun dalam tata dalam bahan membentuk sistem untuk mengubah energi yang terkandung di menSgunakan bakar minyak atau gas alam menjadi tenaga listrik, dengan turbin gas sebagai penggerak utama. pLTG dibagi atas tiga sistem y'aitu: Untuk pelaksanaan pedoman ini, unit . Sistem Turbin Gas. . Sistem Listrik. . Sistem Kontrol.

Sistem 4.1 Yang dimaksud dengan sistem turbin gas dalam pedoman ini ialah jadi energi kesatuan perlengkapan untuk mengubah energi termal men mekanisr yang terdiri dari satu atau beberapa kompresor aksial, perlengkapan termal untuk memanaskan fluida kerja, satu atau beberapa turbin dan peralatan bantu. q.Z yang dimaksud dengan sistern listrik dalam pedoman ini ialah kesatuan perlengkapan untuk mengubah energi mekanis menjadi energi elektris termasuk menyalurkan dan memakainya, yaitu yang terdiri dari perlengkapan pembangkit, perlengkapan huBung-bagi dan transformator. 4.3 yang dimaksud dengan sistem kontrol dalam pedoman ini ialah kesatuan perlengkapan yang terdiri dari subsistem untuk mengatur, mengawasi, membatasi dan menjaga agar setiap proses serta kerja peralatan dapat berlangsung secara efisien dan aman.

Subsistem yang dimaksud dengan subsistem dalam pedoman ini ialah kesatuan perlengfungsi kapan individu yang membentuk ikatan kerja tertentu dan mempunyai tertentur yang merupakan bagian terpadu dari suatu sistem'

- 2 -

SPLN 58 : 1984

5 Ferlengkapan Individu Yang cJimaksud dengan peeriengl<apan individu ialah setiap perlengkapan yang ditinja,u secara sendiri, antara lain pompa, katup, transfonnratorr pernLj* tus tenaga.

Komisioning Yang dimaksr:d dengan kornisioning unit PLTG iaiah: 7.I Suatu rangkaian kegiatan yang terus menerus, dimulai sejak saat sc^ lesainya pemasangan sarnpai saat penerimaan (talcing-over certificate) aleh PLNo ataul 7.2 Suatu rangkaian kegiatan yang terus Inenerus, muiai seiak saal selesainrla.pemeriksaan besar (rnajor inspection = maior overhaul) sarnpai saai unit ters':but diterirna. untuk beroperasi kembali; kondisi non aktif ke kondisi aktif dengan ),ang i;erlrrjuan menrbawa unit ciari-i ji i r i r e l a k s a n a l . r a , l < e g r a t a n D e n r e r i l < s a a n ,p e n g uj i a n , p e m i r u l < ' i i a n r : nj ' . r k - i < ea: ( c e r l o i r : - . . r l c e t c s : ) D e i ' 3 1i:a n , , " l n i i t e r l - r a d a o p e r s y a r a t a l i k o n i r ; i l < " k e a i - n a n a r t r
Can i-reandaia:. r'rJi3slrr\ :1.

Koordinator

Penguji

Seorang l(oordinat<ir penguji dipilih oleh cjan dari kedua pihak, yaitu I-)Lhi dan Kontraktor, untuk rneng!,oordinasikankomisionirrg.

Tatrapan Kegiatan

dalam Komisioning yang berlaku

Tahapan kegiatan komisioning diluklskan dalam Gambar l, untuk jenis komisioning pada Sub ayat 7. Pembagian tugas antara Kcntraktor, berikut: a) Periode pemasangan Tugas Kontraktor.

PLN dan Koordinator penguji sebagai

Tugas Koordinator penguii b) Periode pengujian jalan dan sebelum Periode pendahuluan c) Periode Pengujian siap-guna d) Periode pelayanan kom ersia[. Koordinator penguji melaksanakan penguiian r-lnjuk-kerja. Selanjutnya pengujian keandalan sarnps.i dengan penerimaan dilaksanal<ancleh Kontraktor" Tugas PLN.

- 3 -

SPLN 58 | L984

Kegiatan yang dilaksanakan pada masing-masing periode beserta istilah dan definisinya adalah sebagai berikut: 9.L Periode pemasangan Kegiatan melaksanakan pemasangan bagian-bagian unit PLTD. Berakhirnya periode pemasangan adaiah suatu keadaan yang menun* jukkan bahwa bagian-bagian utama sesudah terpasang dan siap diuji sedemikian rupa, sehingga walaupun ada sebagian perlengkapan yang belum terpasang tidak akan mengurangi keamanan dan keandalan operasi. 9.2 Periode pengujian sebelum jalan Kegiatan yang dilaksanakan atas kebenararr pemasangan peralatarn,

kelengkapan peralatan berdasarkanspesifikasi l<ontrak,sesuaiketentuan teknis yang umum (common practice) serta kelengkapanperalatan untuk pengujian, dengan tujuan r:ntul< meyakinkan bahwa peralatan siap untuk diuji. - Fengujian individu adalah kegiatan pengujian peralatan secara indiviciu yang dilaksanakan secara terpisah dari subsistem, meliputi kegiatan pengujian, untuk berfungsi baik. - Pengujian subsistem adalah kegiatan pengujian terhadap subsistem untuk membuktikan bahwa subsistem secara terpadu dapat berfungsi membuktikan bahwa peralatan individu tersebut

dengan baik. - Pengujian sistem adalah, kegiatan pengujian terhadap suatu sistem

untuk membuktikan bahwa subsistem /peralatan secara terpadu dapat berf ungsi dengan baik, sehingga memungkinkan untuk penyalaan awal (initial firing). 9.3 Periode pengujian pendahuluan - Penyalaan awal adalah saat penyalaan pertama nandakan unit mengalarni proses energi. - Pengujian alat pengaman adalah pengujian peralatan pengarnan utama seperti pengujian putaran lebih (over-speed trip, flame failure trip bila ada, low lubricating oil pressure dan [ain-lain). - Paralel adalah saat pertama generator dihubungkan dengan jaringan, yang menandakan unit PLTG secara keseluruhan menghasilkan energi listrik. pembakaran yang me-

- 4 -

SPLN 58 : 1984

Bila selama periode ini terjadi gejala tidak normal antara lain getaran, suhu, maka perlu dilakukan koreksi-koreksi sebelum dimulainya periode palayanan pengujian. - Pengujian beban adalah pengujian unit dengan cara membebani unit tersebut sesuai prosedur pengujian selama t 00 jam terus menerus. pembangkit

- Pengujian lepas beban adalah pengujian unit pembangkit dengan cara melepas pemutus tenaga sehingga menjadi tanpa beban tetapi dengan putaran nominal. 9.4 Periode pengujian siap guna - Pengujian siap-guna adaiah pemgujian yang menjadi dasar penerimaan, terdiri dari pengujian unjuk-kerja dan pengujian keandalan. diberi kesempatan untuk melakukan pembersihan peralatan, kalibrasi, penggantian filter-filter clll.. - Pengujian unjuk-kerja adalah pengujian yang dilaksanakan segera mungkin setelah berakhirnya pengujian beban dan lepas beban untuk mengetahui dan membul<tikan bahwa kapasitas, ef isiensi dan karakteristik operasi unit/peralatan memenuhi sebagaimana tercantum dalam kontrak" - Pengujian keandalan adalah pengujian unit pembangkit, dengan cara membebani unit tersebut sesuai kebutuhan selama 600 jam terus menerus tanpa pemutusan, kecuali yang diakibatkan oleh gangguan dari luar, - Penerimaan adalah pengalihan tanggung jawab atas unit tersebut dari kontraktor kepada pLN. 9.5 Periode pelayanan komersial Pengoperasian unit PLTG untuk menyalurkan energi listrik kepada konsumen. Sebelum pengujian, Kontraktor

- 5 -

SPLN 58 | L984

Pasal Tiga Surat Perjaniian Kontraktor

l0

Hal-hal dan PLN

yang Harus Disebutkan

dalam Surat Perianjian

antara

Kedua pihak menegaskan persetujuan mereka atas ISO 2314 0973). Z Kedua pihak lebih tanjut menegaskan persetujuan mereka perihal tersebut dalam ISO 2314 Ayat/Sub-ayat 1.5, 4.1, 5.1.1, 5.I'2, 5,I.3, 5'2'3, 6'2'2, I 6 . 3 . 3 , 5 . 4 . 1 . 1 , 6 . 4 . 2 . I , 6 . 5 . 1 6 . 5 . 2 , 6 . 5 . 6 , 6 . 7 , r , 6 . 7 . 3 , 7 . 2 . 1 ' r , 7 ' 2 ' 3 ' 1, 7 . 2 " 3 . 3 ,7 , 2 . 4 , 8 . 3 . 3 , 8 . 3 . 4 , 8 . 6 . 4 . 2 . . 3 Kedua pihak menegaskan batas-batas kerja (operating limit) yang dapat disepakati berdasarkan spesifikasi dari PLN dan spesifikasi penawaran dari Kontraktor. 4 Pengujian khusus yang diperlukan. 5 Prosedur pengujian dan pencatatan data. 6 Lokasi/tempat melaksanakan pengujian. 7 Organisasi dan personil yang terlibat dalam pengujian. 8 Saat dan jumlah pengambilan data. 9 Jumlah dan tempat instrumen yang perlu dicatat. 10 Pelaksanaan perhitungan dan laporan yang harus dibuat. I I Persyaratan yang harus dipenuhi oleh instrumen/alat ukur yang digunakan selama pengujian. l2 Syarat-syarat dan kalibrasi instrumen ukur. l3 Laboratorium untuk analisa bahan bakar. 14 Perincian persyaratan dan metode yang digunakan untuk menjaga pembebanan yang tetaP. 15 Lamanya unit beroperasi pada beban yang ditentukan sehingga ,datanya dapat diambil dan selang waktu pengambilan data. 16 Nilai tera (setting) dari peralatan pengendali/pengaman. 17 Beban dan putaran yang diinginkan saat pengujian. l8 Koreksi atau penyesuaian yang diperlukan apabila hasil pengujian

menyimpang dari spesifikasi. 19 Besarnya rugi daya dan simpangan frekuensi yang diizinkan selama penSu jian.

- 6 -

SPLN 5E : l9t4
20 2I Deviasi data operasi yang diizinkan. Pihak yang rnenanggungbiaya dan menyediakan peralatan pengujian.

Pasal Empat Pelaksanaan Kornisioning

II

Pelaksantlan Komisioning Komisioning dilaksanakan berdasarkan standar-standar pengujian yang berlaku di lingkungan PLN (Setru, SLI, IEC, ISO, dsb.) dan standar-standar lain yang diusulkan Koordinator penguji dan disetujui PLN dan Kontraktor. I l.l Pemeriksaan pendahuluan Sebelurn suatu alat/sistem siap untuk diuji, maka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan/pengujian konstruksi oleh PLN, meliputi: a) Konstruksi bangunan, meliputi antara lain: l. Hasil pengelasan. 2. Konstruksi. 3" Pekerjaan mekanis. 4. Pekerjaan elektris. 5. Kebersihan, 6" Kelurusan dan kelonggaran. 7. Kawat-mengawat. 8. Arah putar. 9. Kerja katup. I 0. Pem ipaan. b) Sistem dan subsistem. ll,2 Pokok-pokok pengujian (test items) ll.2.l Pengujian individu l. Generator. 2. Transformator. 3. Pemutus tenaga tegangan tinggi. 4. Penguatan. 5. Pemisah tegangan tinggi. 6. Kabel dan busduct tegangan menengah. 7. PHB tegangan menengah. 8. Motor tegangan menengah"

- 7 -

SPLN 58 | L984

9 . Kabel tegangan menengah. 1 0 . Motor tegangan rendah. l l . Meter-meter listrik. 12. R e l a i p e n g u j i a n k a r a k t e r i s t i k . 1 3 . Baterai dan pengisi baterai. 1 4 . Transformator tegangan
- Tahanan isolasi - Pengukuran rasio.

1 5 . Transformator arus
- Tahanan isolasi - P e n g u k u r a nr a s i o - Polarisasr. 15. Inverter - Pemeriksaan frekuensi - Pemeriksaan bentuk gelombang. L7, Kartu pengenal elektronik - Pemeriksaan kartu secara individu. 18. Pengendali pneumatik dan transmiter (pengubah sinyal) - Kalrbrasi. j 19. Manorneter dan peralatan p e n u n u k - Kalibrasi - Pemeriksaan ketelitian. 20. Saklar tekanan, suhu dan pem tas - Pemeriksaan nilai tera d a n k e r j a . 21. Pencatat otomatis - Kalibrasi - Pemeriksaan mekanis. 22. Pipa/saluran udara dan gas - Perneriksaan kebocoran. 23. Ptpa pengendali sistem pneumatik - Pernbilasan - Pemeriksaan kebocoran. 24. Tangki - Pemeriksaan kebocoran - Kalibrasi. - 8 -

SPLN 58 : l98tl

25. Katup pengaman - Pemeriksaannilai tera. | 1.2.2 Pengujian subsi.stem Pengujian dari subsistem dalam unit PLTG baik subsistem turbirr Easr sistem iistrik, maupun subsistem dari sistem kontrol pada dasarnya dimaksudkan untuk menguji operasi secara terpadu dari masing-masing peralatan individu yang membentuk subsistem tersebut, serta subsistem lain yang terlibat di dalamnya. Pada

urnumnya pengujian suatu subsistem dapat terdiri atas satu atau lebih dari pokok-pokok pengujian yang berikut: a) Pengujian beban dari pompa, berikut motor penggeral<nyayang antara Iain meliputi pentanahan, pengukuran aliran, peng-

ukuran suhu bantalan dan rumah pompa, pengukuran vibrasi dan kelonggarannya. b) Pengujian kerja terhadap semua peralatan yang bersangkutan dan bekerja secara terpadu dengan subsistem tersebut. c ) P e n g u j i a nu n j u k - k e r j a . d) Pengujian urutan kerja dan sistem pengunci. e ) P e n g u j i a ns i s t e m p r o t e k s i m o t o r . f) Pengujian alat-alat penunjuk elektrik/pneumatik meter-meter pada sistem kendali. g) Pengujian simulasi. II.2.3 Pengujian sistem l. Sistem turbin gas - Pengujian penyalaan - Pengujian pentahapan kenaikan putaran - Pengujian proteksi turbin. 2. Pengujian unjuk-kerja unit PLTG meliputi: - Daya yang dihasilkan - Pemakaian kalir spesifikasi - Efisiensi termal.

9 -

S,PLN 58 | 1984

Pasal Lima Tugas dan Tanggungiawab 12 Tugas 'dan Tanggungjawab komisioningPLTG adalah: Tugas utama dari pihak-pihakyang terribat daram l2.l KoordinatorPenguji l.Melaksanakankoordinasikerjaantarapihak.pihakyanSterlibat denganprogram dalam kegiatan komisioninga8ar dapat berjalan sesuai
yang telah ditetaPkan. berdasarka' persetujuan l. Melaksanakan tugas kegiatan komisioning tersebut dalam AYat l0' komisioning sampai dengan 3. Bertanggungjawab atas pengujian selama penerimaan. dari masing-masing kon4. Mengevaluasi usulan ProSram komisioning kornisioning PLTG traktor serta menyusunnya dalam suatu pro8ram yang terPadu. menentukan bahwa komi5. Mengevaluasi hasil pemeriksaan awal untuk sioning unit sudah daPat dimulai' dari unjuk-kerja pengujian perhitungan-perhitungan 6. Membuat peralatan dan unit PLTG' dasar peneri7. Mengevaluasi hasil pelaksanaan komisioning sebagai maan. 8. Membuat laPoran komisioning' 12.2 PLN l. MenYediakan tenaga Pelaksana k o m i s i o n i n g u n i t . disusun 2. MenYetujui (aPProve) usulan program kom isioning Yang Kotraktor. unit' 3. Bersama Kontraktor melaksanakan komisioning 12.3 Kontraktor masing-masing perI . Menyiapkan usulan program kom isioning untuk pekerjaannya untuk alatan yang termasuk dalam ruan8 lingkup PLN' diajukan kepada Koordinator penguji setelah disetuiui

10-

SPLN 5t : l9t4 2. Melaksanakan komisioning unit bersama PLN sesuai dengan program yang telah disetujui Koordinator penguji. Catatan: Sebenarnya Kontraktor terdiri dari Kontraktor pelaksana pembangunandan Fabrikan. Dalam hal ini dianggap Kontraktor sekaligus mewakili Fabrikan.

Koordinator Penguji

Kontraktor

il

SPLN 58 : 1984

"""

bo C c

o
o

E
o
C d (0 00 J C (d DO C

c,) o.
(d (d

c o
v,

E o

bo (t, c0
aa a

C (0

-o

li

"*

.rs

((,

3.F

EI g"frs

;f;;"E
-o Y o.H

-2qG

IHrrA gEr
-12-

EE H,E.E

seeee
- E rE t >