Anda di halaman 1dari 9

PARADIGMA BARU KKN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI Oleh : RENY SUKMAWANI A.

Pendahuluan Tugas utama perguruan tinggi secara umum dalam menjalankan perannya di masyarakat adalah melalui Tri Dharma perguruan tinggi yang meliputi: (1) pendidikan; (2) penelitian dan (3) pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan di perguruan tinggi Muhammadiyah sendiri (termasuk UMMI) ditambah lagi dengan satu dharma yang berkaitan dengan aspek moral dan attitude yaitu al-islam dan kemuhammadiyahan. Setiap dharma tersebut di atas masing-masing memiliki peran dan posisi yang penting dan satu sama lain memiliki keterkaitan yang erat. Sehingga kita tidak bisa mengutamakan yang satu di atas yang lainnya (Gambar 1).

Attitude

Al-Islam & Kemuhammadiyahan n Ide & Inspirasi

Attitude

Pendidika n

Bahan & Materi Pengajara n Pengabdia n sesuai keahlian Aplikasi, inovasi, difusi, iptek

Penelitian

Membentu k jiwa pengabdi, pengalama n, keterampil an

Ide, inspirasi pengembang an Pengabdian Kepada Masyarakat

Gambar 1. Bagan Keterkaitan dalam Pelaksanaan Catur Dharma Gambar di atas memperlihatkan dengan jelas keterkaitan antar dharma dan bagaimana konsep pengamalannya sehingga setiap dharma tidak berdiri sendiri. Agar pendidikan senantiasa berkembang (tidak stagnan) dari sisi keilmuannya seiring dengan kebutuhan dan perkembangan jaman maka hendaknya kita senantiasa mengembangkan ide sehingga menghasilkan buah fikiran yang bermanfaat dalam kerangka pengembangan ilmu, kemudian hendaknya ide tersebut diuji dalam suatu kajian penelitian sehingga benar-benar teruji dan dapat diakui sebagai suatu konsep keilmuan. Hasilnya kemudian dapat kita aplikasikan sebagai inovasi baru dimasyarakat sebagai sumbangsih dalam pengabdian kepada masyarakat. Konsep demikian, secara langsung maupun tidak langsung akan membentuk jiwa pengabdian dan pengalaman nyata dimasyarakat pun akan menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan penelitian lebih lanjut. Namun jangan dilupakan, dalam pelaksanaannya hendaknya selalu memperhatikan norma-norma yang berlaku khususnya etika akademik sebagai bagian yang tidak terpisahkan pula dalam setiap aktivitas pengebangan ilmu baik dalam pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. B. Paradigma Baru Konsep Pengabdian Kepada Masyarakat Perguruan tinggi memiliki peran yang penting dalam pembangunan bangsa, demikian pula halnya dengan UMMI. UMMI sebagai salah satu perguruan tinggi muhammadiyah yang memiliki komitmen dalam pembangunan bangsa tidak dapat dengan mudah menjalankan komitmennya tanpa partisipasi seluruh sivitas akademika yang ada didalamnya dan tanpa bantuan serta kerjasama dari pihak lain. Oleh sebab itu, dalam melaksanakan perannya di bidang pengabdian kepada masyarakat UMMI harus menganut asas kelembagaan kerjasama, kesinambungan, edukasi, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan Dirjen Dikti yang mengidentifikasikan perlunya perubahan paradigma dalam pelaksanaan kegiatan PKM oleh Perguruan Tinggi, perbedaanperbedaan tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 1. Perbedaan PKM Paradigma lama dan paradigma baru No Paradigma Lama Paradigma Baru 2

2 3

Hanya fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah Layanan mengerahkan seluruh sumberdaya perguruan tinggi Kegiatan dilaksanakan tanpa ada kontribusi dari masyarakat Didominasi kegiatan penyuluhan, pelatihan, pendidikan dan kegiatan sosial Pendanaan kecil, terbatas dan tidak untuk investasi

Terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang memerlukan Layanan berupa semua kepakaran entitas perguruan tinggi Dapat berupa kegiatan sosial, nvestasi ataupun income generating bagi perguruan tinggi Berbagai kegiatan yang konstruktif, terukur dengan indikator yang jelas dan progresif Melibatkan/mendasarkan pada produk hasil riset dan membentuk siklus transfer teknologi antara perguruan tinggi dan masyarakat Membangun sinergisme kepakaran

6 7

Membuka peluang publikasi dan jurnal ilmiah 8 Memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran secara berkelanjutan 9 Dibedakan secara jelas Mengintegrasikan kegiatan antara kegiatan PPM Dosen PPM Dosen dan Mahasiswa dan mahasiswa secara terstruktur Sumber: Dirjen Dikti Berdasarkan Tabel 1 di atas, maka konsep pengabdian masyarakat yang kini dapat dikembangkan membuka kesempatan/peluang lebih luas lagi baik bagi Dosen, mahasiswa maupun masyarakat tanpa terdikotomi dalam memaksimalkan perannya untuk menyumbangkan pemikiran, ide/gagasan dan bahkan tenaganya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara umum di berbagai aspek kehidupan. Sehingga dengan paradigma baru ini, kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Pembinaan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat 3

Insentif kum/kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan sangat kecil Sedikit ruang bagi publikasi dan jurnal ilmiah Dibedakan secara jelas dari kegiatan bisnis / proyek

2. Pendampingan manajemen/pengelolaan usaha kepada UMKM 3. Pendampingan pelaksanaan pendidikan informal, dasar dan keaksaraan pada masyarakat 4. Pendampingan pelaksanaan kegiatan CSR 5. Pendampingan pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan yang bersifat nirlaba 6. Pendampingan program pembangunan pemerintah 7. Introduksi, inovasi, dan aplikasi iptek kepada masyarakat 8. Kegiatan penanggulangan dampak bencana alam 9. Kegiatan lainnya yang bersifat memberdayakan masyarakat Dari semua jenis kegiatan yang dapat dilakukan seperti hal tersebut di atas, dapat dilakukan salah satunya adalah melalui model KKN tematik.

C.

KKN Tematik sebagai Konsep KKN UMMI Beberapa akademisi berpendapat bahwa konsep KKN yang berlandaskan pengabdian sudah ketinggalan zaman. Pedapat ini didukung pula oleh kebijakan Dirjen Dikti yang meluncurkan konsep baru dalam pengabdian masyarakat di perguruan tinggi. Sehingga sudah seharusnya paradigma lama KKN dengan konsep pengabdian diubah menjadi konsep pemberdayaan masyarakat. Karena dengan pemberdayaan maka manfaat yang diterima masyarakat dari kegiatan KKN akan jadi lebih maksimal. Selain itu, kegiatan menggerakkan juga menjadikan para mahasiswa kan terlihat lebih berarti di mata masyarakat. Konsep KKN yang berlandaskan pada pemberdayaan masyarakat ini dapat dilakukan melalui model KKN tematik. Menurut DIKTI sasaran dari KKN tematik menjadi lebih luas yang meliputi: tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat kecamatan dan kelurahan/desa (sebagai sasaran strategis), Balita serta ibu-ibu PKK (sebagai sasaran khusus), dan pemuda, kelompok Sosial Lain, Kelompok Seni dan Budaya, Kelompok Ekonomi, Koperasi, UKM, UK (sebagai sasaran umum). Sedangkan sasaran kegiatan meliputi berbagai aspek / bidang seperti sarana prasarana, ekonomi produktif, lingkungan hidup, humaniora-sosial budaya, pendidikan dan kesehatan Diharapkan dengan konsep KKN tematik, maka aktivitas KKN disandingkan dengan pengabdian masyarakat dalam tema pemberdayaan masyarakat akan memberikan nilai tambah. Hal ini terbukti dari hasil pelaksanaan KKN tematik yang sudah 4

dilaksanakan oleh berbagai perguruan tinggi lainnya yang ternyata hasilnya luar biasa, selain mengubah paradigma lama KKN juga bisa menjadi income generate pengelola KKN. Dalam KKN tematik, konsep pemberdayaan dilakukan antara lain dengan melihat permasalahan dan solusi yang ditawarkan dalam kerangka lintas disiplin. Bila dianalisis lebih mendalam, ternyata banyak permasalahan masyarakat yang bisa diangkat menjadi tema KKN tematik, dari masalah pengentasan buta aksara, ketersediaan sarana air bersih, verifikasi data pemilu, pendampingan UKM, memperkuat fungsi keluarga, baik secara agama, budaya, cinta kasih, perlindungan, pendidikan, wirausaha dan lingkungan serta masih banyak lagi. Semua aktivitas KKN tematik tersebut ternyata bisa ditawarkan jadi program-program pada departemen atau perusahaan. Khususnya di perusahaan yang dikenai kewajiban untuk menyisihkan dana CSR oleh pemerintah bisa dimanfaatkan untuk mendanai program-program KKN tematik. Dengan konsep ini, maka menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) hendaknya semakin termotivasi untuk membimbing dengan sungguhsungguh bahkan seharusnya turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemberdayaan (turun gunung), karena fee sebagai DPL bagi KKN tematik ternyata sangat menggiurkan, bisa sampai 10% dari nilai proyeknya. D. Posisi dan Manfaat KKN KKN atau Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. KKN dapat dikatakan juga sebagai proses pembelajaran, pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat serta dilaksanakan secara institusional bersifat tripartit (masyarakat perguruan tinggi institusi eksternal) dalam waktu setara 3 SKS. Berdasarkan pemahaman tersebut maka dapat diidentifikasi karakteristik dari KKN, yaitu: 1. Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa di luar kampus 2. Merupakan kegiatan Intrakurikuler 3. Memiliki waktu tertentu sesuai sks (umumnya setara 3 SKS) 4. Interdisipliner, multidisipliner 5. Keterpaduan tridarma 6. Dilaksanakan secara berkesinambungan 7. Bersifat institusional 8. Menggunakan model pemberdayaan 9. Dilaksanakan lintas sektoral

Berdasarkan karakteristiknya, maka mata kuliah KKN adalah merupakan mata kuliah yang lengkap dalam membentuk karakter mahasiswa. Hal ini dapat terlihat dalam garis besar proses pembelajaran KKN dan kemampuan yang akan diperoleh oleh mahasiswa sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini: Tabel 2. Garis Besar Aktivitas Mahasiswa dalam KKN dan Kompetensinya N Aktivitas Mahasiswa Kompetensi yang bisa o diperoleh mahasiswa 1 - Membentuk kelompok - Komunikasi, kerjasama, - Memilih bahan diskusi sintesa hasil, saling - Presentasi menghargai, inisiatif, leadership 2 - Mempelajari dan - Apresiasi, analogi/ imajinasi, menjalankan suatu peran empati, kreativitas, yang ditugaskan pengalaman, terampil kepadanya. - Mempraktekan berbagai model yang telah disiapkan - Mencari, mengumpulkan, - Kreatif, inovasi, analisis, dan menyusun informasi inisiatif - merencanakan kegiatan, - Kemandirian, kreatif, melaksanakan, dan bertanggung jawab, percaya menilai pengalaman diri, ketekunan kerjanya sendiri. Bekerja sama dengan Teamwork, toleransi, anggota kelompoknya networking, kepemimpinan, dalam mengerjakan tugas komunikasi, penghargaan, share vision, group decision Membahas dan making, time management menyimpulkan masalah/tugas secara berkelompok. Membahas konsep Sintesis, (teori) kaitannya dengan responsif, situasi nyata pengalaman Melakukan studi lapang/ terjun di dunia nyata analisis, apresiasi,

3 4

Mengerjakan proyek Ketaatan, tanggung yang telah dirancang jawab, inovasi, kreatif, secara sistematis, komunikasi, aktualisasi menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya Belajar dengan Prioritas, mengambil menggali/ mencari keputusan, berfikir kritis, informasi (inquiry) serta selektif, tanggung jawab memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah factual

Sebagai bagian dari kurikulum institusional dan merupakan mata kuliah yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa, maka jelaslah bahwa posisi KKN di UMMI sangat penting. Hal ini dapat dilihat bukan saja berdasarkan kompetensi yang akan dicapai oleh mahasiswa saja melainkan juga dari manfaatnya baik bagi mahasiswa, masyarakat, UMMI/perguruan tinggi, Dosen maupun pemerintah. 1. Manfaat bagi mahasiswa Sebagai pembelajaran (learning process) bagi mahasiswa dan masyarakat - Membekali mahasiswa dalam kecakapan hidup yang dibutuhkan untuk sukses dalam mendapatkan pekerjaan dan berkarier - Sebagai wahana pembelajaran bagi para mahasiswa (peserta KKN) untuk mengaplikasikan berbagai teori yang diperolehnya selama dalam perkuliahan, sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing - Memberi pemahaman, pengalaman belajar bagi mahasiswa tentang pembangunan masyarakat Tumbuhnya kepedulian (empati) mahasiswa terhadap saudaranya yang masih tertinggal di desa Mahasiswa memperoleh pengalaman bekerja secara interdisipliner Mahasiswa memahami arti penting ipteks dalam pembangunan Meningkatnya daya nalar mahasiswa Mahasiswa menjadi lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak 2. Manfaat bagi masyarakat 7

- Memacu masyarakat dengan menumbuhkembangkan motivasi pembangunan secara mandiri - Masyarakat memperoleh bantuan pemikiran dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah yang ada - Tersedianya kader-kader pembangunan di desa - Masyarakat menjadi lebih mandiri - Memperoleh pengalaman dalam menggali dan memanfaatkan potensi masyarakat di desa 3. 4. 5. Manfaat bagi UMMI / perguruan tinggi Sebagai media alih informasi atau sainstek Meningkatkan pengembangan lembaga sekaligus sebagai upaya untuk membangun citra yang dapat dijadikan sebagai ajang promosi lembaga Merupakan media untuk membangun kemitraan antara lembaga dengan masyarakat Perguruan tinggi memperoleh masukan untuk perbaikan bagi tridarma / caturdarma Aktualisasi lembaga Pelaksanaan amar makruf nahi munkar Pendinamisasian dan peningkatan (kuantitas maupun kualitas) dakwah jamaah dan gerakan jamaah. Manfaat bagi Dosen Kesempatan penerapan ipteks (pengabdian dan riset) Sumber informasi dalam pembelajaran Sumber inspirasi bagi penelitian Memberikan nilai tambah dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Manfaat bagi pemerintah Sebagai pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan Membantu mempercepat pemba-ngunan daerah Terjalinnya kemitraan dengan PT

Dilihat berdasarkan manfaatnya, maka tidaklah terbantahkan lagi bahwa KKN adalah suatu mata kuliah penting yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika menyelesaikan studinya dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga dalam pelaksanaannya hendaknya dipersiapkan dan dilaksanakan dengan sungguhsungguh agar kompetensi akhir dari mata kuliah ini dapat tercapai. E. Penutup 8

KKN dengan paradigma baru perlu hendaknya membawa semangat baru bagi kita semua. Dalam pelaksanaannya diperlukan keseriusan semua pihak termasuk di dalamnya adalah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Jangan sampai setelah KKN berakhir para mahasiswa (peserta KKN) tetap saja tidak memperoleh pembelajaran diri yang berarti. Begitu pula, kualitas kehidupan masyarakat di lokasi KKN tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Bahkan, di mata masyarakat bisa saja citra perguruan tinggi malah semakin merosot. Agar KKN UMMI dapat berlangsung secara efektif, selain kesiapan mahasiswa dan DPL, diperlukan pula dukungan dari masyarakat. Dukungan dari masyarakat akan dengan sendirinya tumbuh apabila mahasiswa dan dosen memiliki kemampuan untuk membuka hubungan, memelihara hubungan, membina hubungan dan mengakhiri hubungan dengan baik. Selamat ber-KKN, selamat mendapatkan pengalaman baru. Sumber Bacaan : Anonim. Wawasan KKN. Bahan Presentasi. Universitas Ahmad Dahlan. Akhmad Sudrajat. Pendekatan Sosial Dalam Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Makalah. FKIP-UNIKU. Mukh Arifin. 2011. KKN Sebagai Salah Satu Proses Pembelajaran untuk Menghasilkan Lulusan COMPLETE. Bahan Presentasi. LP2MP Undip. Pedoman Akademik UMMI. Sukabumi 2011. Universitas Muhammadiyah