Anda di halaman 1dari 146

ANALISIS PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN DENGAN

MENGGUNAKAN METODE MARVIN E. MUNDEL DI PTPN IV

PKS PABATU, TEBING TINGGI

TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Penulisan Tugas Sarjana

Oleh: MUHAMMAD HARIZKI EKO NIM: 060423019
Oleh:
MUHAMMAD HARIZKI EKO
NIM: 060423019

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS

TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2009

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

RINGKASAN

PTPN IV PKS Pabatu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan kelapa sawit menjadi CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit menjadi PKO (Palm Kernel Oil) dengan kapasitas pengolahan 30 Ton/Jam. Sebelummya PTPN IV PKS Pabatu belum pernah dilakukan pengukuran produktivitas perusahaan, Perusahaan hanya menghitung profit (keuntungan) dari hasil penjualan produksi sebagai ukuran baik atau tidaknya produktivitas perusahaan. Berdasarkan data biaya produksi pengolahan minyak sawit yang terdapat dalam laporan manajemen bulanan dilihat bahwa pengeluaran biaya produksi mengalami peningkatan, hal ini mengindikasikan terjadinya penurunan produktivitas. Meningkatnya biaya yang dikeluarkan perusahaan disebabkan penurunan produktivitas pada beberapa input masukan seperti depresiasi, material, tenaga kerja, energi, maintenance Untuk dapat mengetahui produktivitas khususnya bagian produksi, maka perlu dilakukan pengukuran produktivitas yang bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan indeks produktivitas perusahaan selama periode pengukuran, serta sumber daya (input) yang menyebabkan penurunan dan peningkatan produktivitas pada PTPN IV PKS Pabatu. Pada tugas sarjana ini penulis mengukur produktivitas perusahaan dengan menggunakan metode Marvin E Mundel. Pengukuran produktivitas meliputi produktivitas depresiasi, material, tenaga kerja, energi, mesin dan maintenence. Dari pengukuran yang dilakukan dengan menetapkan bulan januari 2006 sebagai periode dasar maka didapat indeks produktivitas energi, material, maintenence, depresiasi cenderung meningkat dibandingkan dengan periode dasarnya. Sedangkan indeks produktivitas tenaga kerja cenderung menurun bila dibandingkan dengan periode dasarnya, oleh karena itu diperlukan usaha untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Indeks tertinggi terjadi pada bulan oktober 2007 sebesar 231,24% dan indeks terendah terjadi pada bulan juni 2006 sebesar 59,83%. Selain itu peningkatan ataupun penurunan agregat output sebanding dengan peningkatan ataupun penurunan resources input, hal ini mengindikasikan bahwa perkembangan antara pengeluaran dan masukan biaya relatif seimbang.

antara pengeluaran dan masukan biaya relatif seimbang. Kata Kunci : Produktivitas, Marvin E. Mundel , Angka

Kata Kunci: Produktivitas, Marvin E. Mundel, Angka Indeks

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT atas rahmat,

nikmat dan karunia yang tak terhingga banyaknya dan atas kesempatan yang

diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan Tugas Sarjana pada waktu yang

telah ditentukan.

Adapun judul Tugas Sarjana ini adalah “Analisis
Adapun
judul
Tugas
Sarjana
ini
adalah
“Analisis

Penelitian ini dilakukan di PTPN IV PKS Pabatu yaitu perusahaan yang

bergerak dalam bidang pengolahan kelapa sawit menjadi CPO (Crude Palm Oil)

dan inti sawit menjadi PKO (Palm Kernel Oil).

Pengukuran

Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel

Di PTPN IV PKS Pabatu, Tebing Tinggi”.

Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan pada Tugas

Sarjana ini, oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari

pembaca untuk dapat menyempurnakan Tugas Sarjana ini.

Universitas Sumatera Utara

Medan,

Desember 2009

M.Harizki Eko

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

UCAPAN TERIMA KASIH

Laporan ini tidak akan pernah terwujud tanpa bantuan dan dukungan dari

berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang

tulus kepada :

1.

2.

3.

4.

5.

Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT, selaku Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Teknik Universitas Sumatera Utara.
Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT, selaku
Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.
Teknik Universitas Sumatera Utara.
Sarjana ini.

Ketua Jurusan Teknik Industri

Bapak Ir. Sugih Arto Pujangkoro, MM selaku Koordinator Tugas Akhir

Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, selaku Ketua Bidang

Manajemen Rekayasa dan Produksi Jurusan Teknik Industri Fakultas

Bapak Ir.Poerwanto, MSc, sebagai Dosen Pembimbing I atas bimbingan

dan arahan yang diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan Tugas

Ibu

Ir.Khawarita

Siregar,

MT,

sebagai

Dosen

Pembimbing

II

atas

bimbingan dan arahan yang diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan

6.

Tugas Sarjana ini.

Pegawai Departemen Teknik Industri (Bang Mijo, Kak Dina, Bu Ani,

Bang Numansyah dan terutama Bang Bowo) yang banyak membantu

penulis dalam memberikan informasi tentang situasi kampus.

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

7.

Kedua Orang Tua (Sugeng Sucipto dan Lis Winarni) dan saudara-saudara

(Dek Agung, Dek Imam, Dek Dinda), yang selalu memberikan dukungan

8.

yang

luar

biasa

besar dalam hal

materi,

pengerjaan Tugas Sarjana ini.

motivasi dan Do’a selama

Yuma Trisia yang selalu menjadi motivator dengan memberikan Do’a,

semangat dan perhatian yang luar biasa kepada penulis.

9.

10.

11.

12.

Bapak Ir.Mohd Nur Hutabarat, selaku Manager Pabrik memperbolehkan penulis untuk melakukan penelitian. sarjana ini.
Bapak
Ir.Mohd
Nur
Hutabarat,
selaku
Manager
Pabrik
memperbolehkan penulis untuk melakukan penelitian.
sarjana ini.
yang selalu hadir memberikan semangat untuk penulis.
siapa-siapa.

yang

telah

Seluruh Staf dan karyawan PTPN IV PKS Pabatu yang telah memberikan

bantuan berupa informasi dan dukungan moril selama penulisan tugas

Teman-teman seperjuangan penulis khususnya anak-anak Ekstensi ’06

Buat semua pihak yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam

pembuatan laporan ini, terima kasih karena tanpa kalian penulis bukan

Demikian penulis sampaikan untuk memulai pembahasan Tugas Sarjana

ini. Dalam hal ini penulis menyadari bahwa Tugas Sarjana yang disajikan masih

banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang

bersifat membangun. Semoga Tugas Sarjana ini dapat memberikan manfaat bagi

kita semua.

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

BAB

I

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

HALAMAN

i

LEMBAR PENGESAHAN

SERTIVIKASI EVALUASI TUGAS SARJANA

Latar Belakang Permasalahan
Latar Belakang Permasalahan

RINGKASAN

KATA PENGANTAR

UCAPAN TERIMA KASIH

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

PENDAHULUAN

1.1.

1.2.

Rumusan Permasalahan

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

1.3.2. Tujuan Khusus

1.3.3. Manfaat Penelitian

1.4. Batasan Masalah

ii

iii

iv

v

vi

viii

xiv

xvi

xvii

I-1

I-3

I-3

I-3

I-3

I-4

I-4

1.5. Asumsi asumsi yang Digunakan

I-4

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir

II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

HALAMAN

I-5

2.1. Sejarah Perusahaan

Ruang Lingkup Bidang Usaha Organisasi dan Manajemen 2.3.1. Struktur Organisasi 2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung
Ruang Lingkup Bidang Usaha
Organisasi dan
Manajemen
2.3.1. Struktur Organisasi
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
2.3.3. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja
2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang digunakan
Proses Produksi
2.4.1. Bahan bahan yang digunakan
2.4.1.1.
Bahan Baku
2.4.1.2.
Bahan
Tambahan
2.4.1.3.
Bahan Penolong

2.2.

2.3.

2.4.

2.4.2. Uraian Proses Produksi

2.4.2.1. Proses Pengolahan Minyak Sawit

2.4.2.2. Proses Pengolahan Inti Sawit

2.4.3. Mesin dan Peralatan

2.4.3.1. Mesin Produksi

2.4.3.2. Peralatan (Equipment)

II-1

II-2

II-2

II-2

II-4

II-9

II-11

II-13

II-13

II-13

II-14

II-14

II-15

II-15

II-27

II-30

II-30

II-37

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN III LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian produktivitas III-1 3.2. Hubungan Produktivitas Dengan Efisiensi dan
BAB
HALAMAN
III
LANDASAN TEORI
3.1. Pengertian produktivitas
III-1
3.2. Hubungan Produktivitas Dengan Efisiensi dan Efektivitas
III-2
3.3.
Metode Pengukuran Produktivitas Perusahaan
III-4
3.4.
Manfaat Pengukuran Produktivitas
III-6
3.5.
Syarat Pengukuran Produktivitas
III-8
3.6.
Model Pengukuran Produktivitas berdasarkan Pendekatan
Rasio Output dan Input
III-10
3.7.
Model Pengukuran Produktivitas Berdasarkan Angka Indeks III-12
3.8.
Pengukuran Produktivitas Berdasarkan Angka Indeks
Marvin E. Mundel
III-13
3.9.
Inflasi
III-17
3.10.
Evaluasi Produktivitas
III-19
3.11.
Perencanaan Strategi Peningkatan Produktivitas
III-20
IV
METODOLOGI PENELITIAN
4.1. Tempat dan Waktu Penelitian
IV-1
4.2. Jenis Penelitian
IV-1
4.3. Rancangan Penelitian
IV-2
4.4. Objek Penelitian
IV-2

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN 4.5. Pelaksanaan Penelitian IV-2 4.6. Pengolahan Data menggunakan metode Marvin E Mundel IV-7
BAB
HALAMAN
4.5. Pelaksanaan Penelitian
IV-2
4.6. Pengolahan Data menggunakan metode Marvin E Mundel
IV-7
4.7. Analisis Pemecahan Masalah
IV-7
4.8.
Kesimpulan dan Saran
IV-7
V
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
5.1.
Metode Pengumpulan Data Pengukuran Produktivitas Dengan
Metode Marvin E Mundel
V-1
5.2.
Pengumpulan Data Pengukuran Produktivitas Dengan
Metode Marvin E Mundel
V-2
5.2.1. Data Biaya Depresiasi Mesin dan Peralatan
V-2
5.2.2. Data Biaya Material
V-2
5.2.3. Data Biaya Tenaga Kerja
V-3
5.2.4. Data Biaya Energi
V-4
5.2.5.
Data Biaya Maintenence
V-5
5.2.6.
Data Indeks Harga
V-5
5.2.7.
Jumlah Produksi Di PTPN IV PKS Pabatu Dari Januari
2006
Sampai Desember 2008
V-4
5.2.5.
Harga Rata - Rata Minyak CPO dan Inti Sawit Di
PTPN IV PKS Pabatu Selama Tahun 2006 – 2008
V-5

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

BAB

DAFTAR ISI (Lanjutan)

HALAMAN

5.3. Pengolahan Data Pengukuran Produktivitas Dengan Metode

Marvin E Mundel

5.3.1. Perhitungan Deflator

5.3.1.1. Perhitungan Deflator Untuk Biaya Depresiasi 5.3.1.2. Perhitungan Deflator Untuk Biaya Material 5.3.1.3.
5.3.1.1.
Perhitungan Deflator Untuk Biaya Depresiasi
5.3.1.2.
Perhitungan Deflator Untuk Biaya Material
5.3.1.3.
Perhitungan Deflator Untuk Biaya Tenaga Kerja .
5.3.1.4.
Perhitungan Deflator Untuk Biaya Energi
5.3.1.5.
Perhitungan Deflator Untuk Biaya Maintenance .
5.3.2.
Perhitungan Harga Konstan
5.3.2.1.
Harga Konstan Masukan Biaya Depresiasi
5.3.2.2.
Harga Konstan Masukan Material
5.3.2.3.
Harga Konstan Masukan Biaya Tenaga Kerja
5.3.2.4.
Harga Konstan Masukan Biaya Energi
5.3.2.5.
Harga Konstan Masukan Biaya Maintenance

5.3.3. Perhitungan Total Resources Input Partial (RIP)

5.3.4. Perhitungan

Agregat Output

5.3.5. Perhitungan Indeks Produktivitas Parsial

5.3.6. Perhitungan Indeks Produktivitas Total

V-7

V-7

V-7

V-8

V-9

V-10

V-11

V-12

V-13

V-13

V-14

V-15

V-15

V-16

V-17

V-22

V-24

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN VI. ANALISIS PEMECAHAN MASALAH 6.1. Analisa Hasil Pengukuran Produktivitas Dengan Metode Marvin E
BAB
HALAMAN
VI.
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH
6.1.
Analisa Hasil Pengukuran Produktivitas Dengan Metode
Marvin E Mundel
VI-1
6.1.1.
Analisa indeks produktivitas parsial
VI-1
6.1.1.1.Produktivitas Depresiasi
VI-2
6.1.1.2
Produktivitas Material
VI-2
6.1.1.3.Produktivitas Tenaga Kerja
VI-3
6.1.1.4
Produktivitas Energi
VI-4
6.1.1.5.Produktivitas Maintenence
VI-4
6.1.2.
Indeks Produktivitas Total
VI-5
6.1.3.
Analisa Pengaruh Agregat Output dan Resources Input
Partial
VI-7
6.2.
Perencanaan Peningkatan Produktivitas Perusahaan
VI-8
VII.
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1. Kesimpulan
VII-1
7.2. Saran
VII-2

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

DAFTAR TABEL

TABEL HALAMAN 2.1. Jumlah Tenaga Kerja PTPN IV PKS Pabatu II-10 2.2. Kriteria Kematangan TBS,
TABEL
HALAMAN
2.1.
Jumlah Tenaga Kerja PTPN IV PKS Pabatu
II-10
2.2.
Kriteria Kematangan TBS, Persyaratan Mutu dan Komposisi
Panen yang Ideal
II-13
5.1.
Jam Olah Pabrik di PTPN IV PKS Pabatu, Tebing Tinggi
V-2
5.2.
Data Biaya Depresiasi PTPN IV PKS Pabatu,Tebing
V-3
5.3.
Data Biaya Material PTPN IV PKS Pabatu,Tebing Tinggi
V-3
5.4.
Data Biaya Tenaga Kerja PTPN IV PKS Pabatu,Tebing Tinggi
V-4
5.5.
Data Biaya Energi PTPN IV PKS Pabatu,Tebing Tinggi
V-5
5.6.
Data Biaya Maintenence PTPN IV PKS Pabatu,Tebing Tinggi
V-2
5.7.
Data Indeks Harga Januari 2006 Sampai Desember 2008
V-3
5.8.
Jumlah Produksi Selama Periode Pengukuran Produktivitas
V-3
5.9.
Harga Rata - Rata Minyak CPO dan Inti Sawit Di
PTPN IV PKS Pabatu Selama Tahun 2006 – 2008
V-4
5.10.Deflator untuk Biaya Depresiasi
V-8
5.11
Deflator untuk Biaya Material
V-9
5.12.Deflator untuk Biaya Tenaga Kerja
V-10
5.13.
Deflator untuk Biaya Energi
V-11
5.14
Deflator untuk Biaya Maintenance
V-12
5.15
Harga Konstan Masukan Biaya Depresiasi
V-13
5.16.
Harga Konstan Masukan Biaya Material
V-13

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

DAFTAR TABEL (LANJUTAN)

TABEL HALAMAN 5.17. Harga Konstan Masukan Biaya Tenaga Kerja V-14 5.18 Harga Konstan Masukan Biaya
TABEL
HALAMAN
5.17.
Harga Konstan Masukan Biaya Tenaga Kerja
V-14
5.18
Harga Konstan Masukan Biaya Energi
V-15
5.19.
Harga Konstan Masukan Biaya Maintenance
V-16
5.20.
Hasil Perhitungan Total Resources Input Partial (RIP)
V-17
5.21.
Agregat Output Untuk Periode Pengukuran
V-14
5.22
Indeks Produktivitas Penggunaan Depresiasi
V-15
5.23.
Indeks Produktivitas Penggunaan Material
V-16
5.24.
Indeks Produktivitas Penggunaan Tenaga Kerja
V-17
5.25.
Indeks Produktivitas Penggunaan Energi
V-15
5.26.
Indeks Produktivitas Penggunaan Maintenence
V-16
5.27.
Indeks Produktivitas Total
V-17
6.1.
Rekomendasi Upaya peningkatan Produktivitas
VI-10

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR

HALAMAN

2.1.

2.2.

2.3.

3.1.

4.1.

4.2.

6.1.

6.2.

6.3.

6.4.

6.5.

6.6.

6.7.

6.8.

Struktur Organisasi PTPN IV PKS Pabatu, Tebing Tinggi

Grafik Sistem Perebusan Tiga Puncak

Spesifikasi Mesin Di PKS Pabatu

Siklus Produktivitas Gambar Blok Diagram Tahapan Penelitian Flow Chart Pengolahan Data Grafik Indeks Produktivitas
Siklus Produktivitas
Gambar Blok Diagram Tahapan Penelitian
Flow Chart Pengolahan Data
Grafik Indeks Produktivitas Depresiasi
Grafik Indeks Produktivitas Material
Grafik Indeks Produktivitas Tenaga Kerja
Grafik Indeks Produktivitas Energi
Grafik Indeks Produktivitas Maintenence
Gabungan Indeks Produktivitas

Indeks Produktivitas PKS PTPN IV PKS Pabatu Dengan Metode

Marvin E. Mundel ………………………………………………….

Grafik Perkembangan Agregat Output dan Resources Input Partial

II-3

II-18

II-38

III-5

IV-8

IV-8

VI-2

VI-3

VI-3

VI-4

VI-4

VI-5

VI-6

VI-7

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN

HALAMAN

1. Surat Penjajakan Pabrik L-1 2. Surat Balasan Pabrik L-2 3. Surat Keputusan Tugas Sarjana
1.
Surat
Penjajakan Pabrik
L-1
2.
Surat
Balasan Pabrik
L-2
3.
Surat Keputusan Tugas Sarjana
L-3
4.
Surat Permohonan Tugas Sarjana
L-4
5.
Laporan Manajemen Bulanan (LMB) PTPN IV PKS Pabatu
L-5

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Produktivitas sangat penting bagi perusahaan dalam rangka persaingan bisnis yang sangat
1.1.
Latar Belakang
Produktivitas sangat penting bagi perusahaan dalam rangka persaingan
bisnis
yang
sangat
kompetitif,
sehingga
setiap
perusahaan
dituntut
untuk
meningkatkan kinerjanya agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan
lain. Produktivitas dapat menjadi suatu indikator keberhasilan perusahaan dalam
pemanfaatan sumber daya dalam perusahaan untuk menghasilkan suatu produk
yang diinginkan sehingga banyak perusahaan berusaha untuk memperbaiki dan
meningkatkan produktivitasnya.
Produktivitas diartikan sebagai perbandingan antara nilai yang dihasilkan
suatu kegiatan terhadap nilai semua masukan yang digunakan dalam melakukan
kegiatan tersebut. Pada tingkat
perusahaan, produktivitas digunakan sebagai
sarana manajemen menganalisa dan mendorong efisiensi produksi juga untuk
mengetahui
seberapa
optimal
perusahaan
memanfaatkan
sumber
daya
yang
dimilikinya
dalam
menghasilkan
output
yang
ditargetkan,
oleh
karena
itu

dilakukan

pengukuran

produktivitas

sebagai

cara

peningkatan/perbaikan

produktivitas. L.Greenberg mendefinisikan produktifitas sebagai perbandingan

antara totalitas penggeluaran pada waktu tertentu bagi totalitas masukan selama

periode tersebut. 1

1 Drs. Muchdarsyah Sinungan, Produktivitas Apa Dan Bagaimana ed.2. Jakarta:Bumi Aksara,2005 hal 12

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

Produktivitas

berkaitan

dengan

efektivitas

dan

efisiensi

pemanfaatan

sumberdaya (input) dalam memproduksi output. Efektivitas adalah merupakan

derajat pencapaian output

dari sistem produksi dan efisiensi adalah ukuran yang

menunjuk sejauh mana sumber-sumber daya digunakan dalam proses produksi

untuk menghasilkan output 2 .

Penelitian dilakukan di. PTPN IV PKS Pabatu, Perusahaan ini bergerak

produksi sebagai ukuran baik atau tidaknya
produksi
sebagai
ukuran
baik
atau
tidaknya

penjualan

dalam bidang pengolahan kelapa sawit menjadi CPO (Crude Palm Oil) dan inti

sawit menjadi PKO (Palm Kernel Oil). Ada beberapa perusahaan yang bergerak

dalam bidang pengolahan kelapa sawit yang harus bersaing untuk mendapatkan

dan mempertahankan pangsa pasar yang ada.

Sebelummya di PTPN IV PKS Pabatu belum pernah dilakukan pengukuran

produktivitas perusahaan. Perusahaan hanya menghitung profit (keuntungan) dari

hasil

produktivitas

perusahaan. Berdasarkan data biaya produksi pengolahan minyak sawit yang

terdapat dalam laporan manajemen bulanan dilihat bahwa pengeluaran biaya

produksi mengalami peningkatan, hal ini mengindikasikan terjadinya penurunan

produktivitas. Biaya (realisasi) yang dikeluarkan perusahaan meningkat, hal ini

disebabkan penurunan produktivitas pada beberapa input produktivitas seperti

tenaga kerja, material, energi, maintenance, depresiasi.

Inti

kegiatan

dalam

industri

adalah

proses

mengetahui produktivitas khususnya bagian produksi,

produksi.

Untuk

dapat

maka perlu dilakukan

pengukuran produktivitas dengan metode deskriptif sehingga gambaran tingkat

2 D.J.Summath. Productivity Enginering and Management (New York : Mc Graw Hill Book

Company,1984)_

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

produktivitas

dapat

diketahui

dan

dapat

dijadikan

dasar

dalam penyusunan

rencana peningkatan produktivitas perusahaan dimasa mendatang.

PT. Mulia Keramik Indah Raya melakukan pengukuran produktivitas

dalam proses produksi, produk yang dihasilkan yaitu keramik dinding. Dalam

pasar global, cakupan persaingan telah berubah, pasar domestik menjadi bagian

dari pasar dunia, oleh karena itu semakin banyak perusahaan yang merubah

Hanya produk bermutu yang akan Produktivitas memerlukan suatu proses perbaikan
Hanya produk
bermutu
yang
akan
Produktivitas
memerlukan suatu
proses perbaikan

dijalani.

strateginya dan perusahaan yang berusaha memanfaatkan sumber daya perusahaan

untuk meningkatkan produktivitas. Perusahaan berusaha menemukan kombinasi

optimal dari sumber daya perusahaan sehingga dapat meningkatkan produktivitas

produksi.

memenangkan persaingan dan

mempertahankan posisinya dipasar, dan memiliki nilai produktivitas yang tinggi.

Untuk menjaga konsisten produk yang dihasilkan dan sesuai dengan tuntutan

kebutuhan pasar, perusahaan melakukan pengukuran produktivitas menggunakan

pendekatan angka indeks model Marvin E. Mundel atas aktivitas proses produksi

yang

yang

terus

menerus (Countinous Improvement Process). Dengan sumber daya yang dapat

diukur dan tujuan performansi nasional. Maka produktivitas sangat penting bagi

suatu perusahaan, karena akan berdampak bagi perusahaan dalam hal reputasi

perusahaan, penurunan biaya dan peningkatan pangsa pasar 3 .

PT.Sukuntex

merupakan

perusahaan

yang

bergerak

dibidang

industri

penenunan kain mori. Mesin produksi yang digunakan dalam memproduksi kain

yaitu mesin kain mori. Untuk mengetahui apakah produksi kain mori pada

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

PT.Sukuntex

mengalami

peningkatan

atau

penurunan,

maka

perusahaan

melakukan pengukuran produktivitas dengan menggunakan model Marvin E.

Mundel. Data yang diperlukan diambil dari tahun 2001 sampai 2002 antara lain:

tenaga kerja langsung, energi, peralatan dan perawatan, kuantitas produksi. Data

ini dianalisis dengan menggunakan model Marvin E. Mundel. Dari hasil analisis

didapatkan tingkat indeks produktivitas di bulan september, oktober, november,

Perumusan Masalah
Perumusan Masalah

dan desember tahun 2002

lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat

indeks

produktivitas tahun 2001. Peningkatan indeks produktivitas paling tinggi di bulan

september 2002 dengan angka indeks mencapai 110,64%. Sedangkan penurunan

indeks produktivitas terendah di bulan februari 2002 dengan angka indeksnya

hanya sebesar 81,43%. Dengan kondisi indeks produktivitas yang tidak stabil dan

cenderung banyak mengalami penurunan, maka diperlukan peningkatan output

serta seefisien mungkin dalam penggunaan input untuk produksi 4 .

1.2.

Permasalahan yang ada adalah pengeluaran biaya produksi mengalami

peningkatan, sehingga menyebabkan profit (keuntungan) perusahaan menurun.

Hal ini mengindikasikan terjadinya penurunan produktivitas. Berdasarkan hal

diatas, maka sasaran yang ingin dicapai yaitu, ingin mengetahui sumber daya

(input) yang menyebabkan penurunan dan peningkatan produktivitas di PTPN IV

PKS Pabatu,Tebing Tinggi.

4 http://one.indoskripsi.com/judul /teknik-industri/analisisproduktivitasdengan menggunakan indeks model marvin e mundel/

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

1.3.

Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Tujuan

umum

dari

penelitian

ini

adalah

untuk

mengetahui

tingkat

perkembangan

indeks

produktivitas

perusahaan

selama

periode

pengukuran

dengan menggunakan metode Marvin E. Mundel pada PTPN IV PKS Pabatu,

Tebing Tinggi.

Tujuan Khusus Tujuan Khusus dari penelitian ini adalah Manfaat penelitian
Tujuan Khusus
Tujuan Khusus dari penelitian ini adalah
Manfaat penelitian

1.3.2.

1. Mengetahui input sumber daya yang berpengaruh terhadap produktivitas.

2. Mengetahui dan menganalisa pemborosan (waste) yang mungkin terjadi pada

lantai produksi.

3. Memberikan usulan - usulan peningkatan produktivitas

1.3.3.

Adapun manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Mencegah terjadinya pemanfaatan sumber daya yang berlebihan dan tidak

efektif sehingga biaya produksi menjadi tinggi.

2. Sebagai pertimbangan bagi perusahaan dalam mengambil suatu kebijakan

dalam penggunaan sumber daya yang ada dalam perusahaan agar diperoleh

hasil yang optimum.

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

3.

Perusahaan dapat

menilai efisiensi dari sumber dayanya sehingga dapat

meningkatkan

produktivitas

melalui

efisiensi

peningkatan

sumber

daya

tersebut.

1.4.

Batasan Masalah

1.

2.

3.

4.

1.5.

1.

2.

3.

Batasan masalah pada penelitian ini adalah :

1.5. 1. 2. 3. Batasan masalah pada penelitian ini adalah : Produktivitas yang diukur adalah produktivitas

Produktivitas yang diukur adalah produktivitas total dan parsial.

Asumsi-asumsi yang Digunakan.

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

Pengukuran dilakukan pada bagian produksi PTPN IV PKS Pabatu

Periode pengukuran produktivitas penelitian tahun 2006 - 2008

Metode yang digunakan dalam pengukuran adalah metode Marvin E. Mundel.

Periode dasar yang digunakan dalam perhitungan deflator yaitu januari 2006

Kondisi perekonomian dan tingkat inflasi negara dalam keadaan stabil (harga

barang, nilai mata uang tidak mengalami penurunan).

Kegiatan produksi berjalan dengan normal sesuai prosedur operasional.

4.

Tenaga kerja dianggap sudah menguasai pekerjaannya

1.6. Sistematika Penulisan Tugas Sarjana

Agar lebih mudah dipahami dan ditelusuri maka sistematika penulisan tugas

sarjana ini akan disajikan dalam beberapa bab sebagai berikut:

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

BAB I

: PENDAHULUAN

Berisikan latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan

dan sasaran penelitian, asumsi yang digunakan dalam penelitian,

BAB II

serta sistematika penulisan.

: GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Menguraikan secara singkat gambaran perusahaan secara umum

dan informasi lainnya. : LANDASAN TEORI : METODOLOGI PENELITIAN penelitian. Metodologi penelitian menjelaskan :
dan informasi lainnya.
: LANDASAN TEORI
: METODOLOGI PENELITIAN
penelitian.
Metodologi
penelitian
menjelaskan
: PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

meliputi sejarah perusahaan, struktur organisasi, proses produksi,

BAB III

Menjelaskan teori-teori yang digunakan dalam pengambilan data

maupun untuk mendapatkan pemecahan dari masalah yang diteliti.

BAB IV

Menguraikan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan

jenis

tentang

penelitian, metode pengumpulan data, teknik pengolahan data, serta

metode analisis yang digunakan yang dijelaskan secara terperinci

BAB V

Memuat dan mengumpulkan data detail yang berasal dari perusahaan

dan literatur mengenai penelitian yang dilakukan, serta pengolahan

data yang dilakukan sebagai dasar pada pembahasan masalah.

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

BAB VI

: ANALISA PEMECAHAN MASALAH

Menganalisa hasil perhitungan dari pengolahan data yang telah

dilakukan

sebelumnya

dan

kemudian

mendapatkan

pemecahan

masalah.

BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dari hasil analisa

data maka dapat diambil suatu kesimpulan dan bermanfaat bagi perusahaan.
data
maka
dapat
diambil
suatu
kesimpulan
dan
bermanfaat bagi perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

saran

yang

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan

Pada

mulanya

Pabatu

merupakan

perkebunan

tembakau

dibawah

kekuasaan Belanda BOCM (Bandar Olie Culture Maschapay) yang dikonversi

Berdasarkan konstatering No:110/-PPT/B, menteri yang terdiri atas pemeriksaan yang dilakukan oleh
Berdasarkan
konstatering
No:110/-PPT/B,
menteri
yang
terdiri
atas
pemeriksaan
yang
dilakukan
oleh

2007

berdasarkan

keputusan

kepala

BPN

nasional

menjadi perkebunan sawit. Pabatu berasal dari hak konsesi Pabatu gunung hataran

dan dolok merawan milik Handless Vereninging Amsterdam yang diambil alih

dan dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia dari BOCM pada tahun 1957

dengan luas areal keseluruhan saat itu 6.173 hektar pada awalnya sampai dengan

tahun 1938. Pada tahun 1978 berubah menjadi PNP-VI.

dalam

negeri.

direktorat jendral agraria melalui surat keputusan No: 19/HGU/DA/-1976 tanggal

26 Juni 1976, memberikan hak guna usaha kepada PNP-VI atas areal seluas 5.770

hektar

B

yang

panitia

menetapkan bahwa areal tersebut bebas dari penduduk rakyat. Pada tahun 2005

dan

dalam

SK

No:40/HGU/BPN/2005 tanggal 15 April 2005 dan No: 20-HGU-BPN RI-2007

tanggal 29 mei 2007 luas areal kebun Pabatu menjadi 5.754,04 hektar. Saat ini

Pabatu merupakan salah satu unit dari PTPN IV (Persero) Medan - Sumatera

Utara, yang bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit.

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

2.2.

Ruang Lingkup Bidang Usaha

PTPN IV PKS Pabatu adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang

pengolahan kelapa sawit menjadi CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit menjadi

PKO (Palm Kernel Oil). Kemudian CPO dan PKO tersebut akan disalurkan

kepada perusahaan yang membutuhkan seperti: PT MUSIM MAS, PT. SAN –

Belawan, dan PT. PACIFIC PALMINDO sebagai bahan baku yang akan diolah

keselamatan dan kesejahteraan para Organisasi dan Manajemen Perusahaan Struktur Organisasi berbentuk
keselamatan
dan
kesejahteraan
para
Organisasi dan Manajemen Perusahaan
Struktur Organisasi
berbentuk
fungsional-lini,
dimana
untuk
posisi
top

memperhatikan

lebih lanjut.

PTPN IV PKS Pabatu melaksanakan proses produksi dengan jaminan

produksi yang memuaskan yang merupakan misi utama dari perusahaan tersebut

serta

dan

karyawannya

keharmonisan perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.

2.3.

2.3.1.

Bentuk struktur organisasi yang diterapkan di PTPN IV PKS Pabatu

manajerial

adalah

menggunakan fungsional, sedangkan untuk level bawah menggunakan fungsi lini.

Setiap

personil

diberikan

tugas

dan

tanggung

jawab

sesuai

dengan

dasar

kualifikasinya. Jadi setiap bawahan menerima perintah baik secara lisan maupun

tulisan dari seorang atasan yang terkait didalamnya. Struktur organisasi PTPN IV

PKS Pabatu dapat dilihat pada gambar 2.1

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

MANAJER K.D.Pengolahan Asisten Pa.Pam K.D.Tanaman K.D. Teknik Kelapa Sawit SDMdan K.D.Tata Usaha Sawit dan Inti
MANAJER
K.D.Pengolahan
Asisten
Pa.Pam
K.D.Tanaman
K.D. Teknik
Kelapa Sawit
SDMdan
K.D.Tata Usaha
Sawit
dan Inti
Umum
Assisten
Assisten
Assisten
Assisten
Assisten
Assisten
Assisten
Assisten AfdVII
Assisten AfdVI
Assisten AfdV
Assisten AfdIV
Assisten AfdIII
Assisten Afd II
Assisten Afd I
Teknik
Pengolahan I
Pengolahan II
Teknik I
Teknik II
Transport
TU / Gudang
Sipil
Ket : Hubungan lini
Fungsional

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PTPN IV PKS Pabatu, Tebing Tinggi

Muhammad Harizki Eko : Analisis Pengukuran Produktivitas Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel Di PTPN IV Pks Pabatu, Tebing Tinggi, 2010.

2.3.2.

Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Berikut ini akan diuraikan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing

jabatan di PTPN IV PKS Pabatu secara garis besar:

1. Manajer

Adapun tugas-tugas Manajer yaitu :

a.

b.

c.

d.

e.

2.

a.

b.

c.

d.

e.

Mengkoordinasikan penyusunan rencana anggaran belanja perusahaan

Menandatangani dan mengecek dokumen, formulir dan laporan sesuai dengan

dan mengecek dokumen, formulir dan laporan sesuai dengan sistem prosedur yang berlaku. Mengarahkan kegiatan-kegiatan

sistem prosedur yang berlaku.

Mengarahkan kegiatan-kegiatan kepada kepala dinas dan asisten.

Melaporkan data serta kegiatan yang ada ke direksi.

Menyusun dan melaksanakan kebijakan umum perkebunan sesuai dengan

norma pedoman dan instruksi dari pimpinan umum.

Kepada Dinas Tanaman

Adapun tugas-tugas Kepala Dinas Tanaman Sawit (KDTS)

Memberikan petunjuk dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan di afdeling.

Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan norma dan instruksi atasan.

Meneliti dan mengajukan permintaan bahan-bahan dan kebutuhan tanaman.

Mengkoordinir pelaksanaan penyusunan anggaran belanja afdeling.

Mengajukan saran dan usulan peningkatan efesiensi guna penekanan biaya

tanaman sawit.

d.

Mempertanggung jawabkan hasil kerja semua afdeling kepada manajer.

3.

Kepala Dinas Teknik

Adapun tugas-tugas Kepala Dinas Teknik (KDT)

a.

Mengkoordinir, memberikan petunjuk dan mengawasi penyusunan rancangan

anggaran belanja di bidang teknik atau pengajuan permintaan kebutuhan

bahan-bahan dan alat-alat keperluan teknik.

b.

Bertanggung jawab atas pemeliharaan prasarana dan alat-alat produksi.

c.

d.

e.

4.

a.

b.

c.

d.

Meningkatkan efesiensi dan mengawasi biaya di bidang teknik.

Adapun tugas-tugas Kepala Dinas Pengolahan PKS yaitu :
Adapun tugas-tugas Kepala Dinas Pengolahan PKS yaitu :

Meneliti, memberikan petunjuk dan mengajukan rencana serta perhitungan

guna memelihara, rehabilitas dan pembangunan.

Mempertanggung jawabkann semua hasil kerja kepada manajer.

Kepala Dinas Pengolahan PKS

Menilai dan mengendalikan mutu serta bertanggung jawab atas mutu hasil

sepanjang masih dalam pabrik

Mengkoordinir, memberi petunjuk dan mengawasi penyusunan rancangan

anggaran belanja pengolahan.

Meneliti dan mengajukan permintaan kebutuhan bahan-bahan alat pengolahan.

Mengatur dan mengawasi penggunaan mesin-mesin pengolahan.

5. Kepala Dinas Pengolahan PPIS

Adapun tugas-tugas Kepala Dinas Pengolahan PPIS yaitu :

a. Mengkoordinir, memberikan petunjuk dan mengawasi penyusunan rancangan

anggaran belanja di bidang pengolahan PPIS yang meneliti dan mengawasi

pembuatan laporan-laporan atau pengajuan permintaan kebutuhan bahan baku

dan alat-alat keperluan pengolahan kelapa sawit.

b.

c.

Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan kebutuhan bahan baku untuk proses

produksi.

Meningkatkan efesiensi dan mengawasi biaya di bidang pengolahan PPIS.

6. Tata Usaha

Adapun tugas-tugas Kepala Tata Usaha yaitu :

a.

b.

c.

d.

7.

a.

b.

c.

8.

a.

b.

c.

9.

Membuat dan mengadministrasi faktur penjualan lokal/ekspor hasil jadi.

Mengurus dan mempersiapkan surat-surat masuk dan keluar.

Adapun tugas-tugas Asisten Afdeling yaitu :
Adapun tugas-tugas Asisten Afdeling yaitu :

Mengkoordinasi dan mengawasi kelancaran juga mempersiapkan laporan

manajemen dan laporan rugi-laba.

Bertanggung jawab mempersiapkan daftar barang-barang dan mengawasi

kegiatan bidang kesejahteraan.

Asisten Sumber Daya Manusia (SDM)

Adapun tugas-tugas asisten Sumber Daya Manusia dan Umum yaitu :

Membina hubungan kekeluargaan yang baik antara karyawan dan perusahaan

Memberikan informasi perusahaan kepada instansi pemerintahan.

Bertanggung jawab kepada Manajer

Asisten Afdeling

Bertangung jawab kepada KDTS dan memberi petunjuk kepada bawahan.

Mengawasi pelaksanaan kegiatan di afdeling

Bertanggung jawab atas pemeliharaan perkebunan di afdeling

Asisten Teknik Pabrik

Adapun tugas-tugas Asisten Teknik Pabrik yaitu :

a.

b.

c.

Memimpin serta melaksanakan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian

peralatan pabrik.

Mengajukan permintaan bahan-bahan alat/mesin untuk kepentingan teknik

sesuai perencanaan yang telah dibuat.

Bertanggung

jawab

terhadap

pelaksanaan

kalibrasi

alat-alat

pemeriksaan

pengukuran dan alat-alat uji yang digunakan di pabrik.

d.

10.

a.

b.

c.

d.

11.

a.

Merencanakan pemeliharaan semua peralatan/mesin-mesin baik secara rutin

Adapun tugas-tugas Asisten Teknik Umum yaitu : Adapun tugas-tugas Asisten Dinas Teknik Sipil yaitu :
Adapun tugas-tugas Asisten Teknik Umum yaitu :
Adapun tugas-tugas Asisten Dinas Teknik Sipil yaitu :

maupun break down maintenance.

Asisten Teknik Umum

Bertanggung jawab kepada kepala dinas PKS

Menjamin bahwa semua aktivitas yang dilakukan di bagian teknik sesuai

dengan prosedur mutu dan catatan mutu.

Memelihara semua dokumen prosedur mutu dan catatan-catatan mutu di

bagian teknik.

Turut mengawasi pengoperasian semua mesin dan peralatan pabrik.

Asisten Dinas Teknik Sipil

Memimpin dan mengawasi pembuatan bangunan atau merenovasi afdeling

Jembatan dan blok perawatan jalan di kebun, bangunan pabrik dan kantor.

b.

12.

Bertanggung jawab kepada kepala dinas teknik.

Asisten Transport

Adapun tugas-tugas Asisten Transport yaitu :

a.

Memimpin dan mengawasi pengangkutan TBS (Tandan Buah Segar)

b. Bertanggung jawab kepada kepala dinas teknik

c. Membimbing bawahan dan menjalankan tugas masing-masing serta memberi

petunjuk.

13. Asisten Pengolahan PKS

Adapun Tugas-tugas Asisten Pengolahan PKS yaitu :

a. Mengawasi proses dan mutu kelapa sawit dan inti sawit membuat laporan-

laporan kepada kepala dinas pengolahan PKS.

membuat laporan- laporan kepada kepala dinas pengolahan PKS. b. Bertanggung jawab kepada kepala dinas pengolahan PKS.

b. Bertanggung jawab kepada kepala dinas pengolahan PKS.

c. Bertanggung jawab kebersihan terhadap seluruh lingkungan pabrik.

d. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target produksi sesuai bahan baku

yang diterima.

e. Menandatangani dan mengevaluasi check sheet dalam proses pengolahan.

14. Asisten Tata Usaha dan Personalia

Tugas dan tanggung jawab Asisten Tata Usaha dan Personalia yaitu :

a. Mengkoordinir pekerjaan bidang personalia, umum, jamsostek dan bidang

laporan peristiwa masalah umum.

b. Menjamin bahwa semua personil dibagian personalia dan tata usaha mengerti,

menerapkan dan memelihara kebijakan mutu yang telah ditetapkan oleh Top

Management.

c. Menjamin bahwa semua aktifitas-aktifitas pelatihan dengan prosedur mutu

dan catatan mutu yang telah didokumentasikan dan diterapkan sampai dengan

efektif.

d. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan untuk semua personil yang ada di

bagian personalia.

15.

Pengamanan

Adapun tugas-tugas Pengamanan yaitu :

a. Menciptakan kondisi aman agar PTPN IV PKS Pabatu dapat melaksanakan

program peningkatan produksi semaksimal mungkin.

b. Memelihara keamanan dan ketertiban agar tercipta kondisi yang nyaman di

lingkungan perusahaan

c. Melaksanakan pengamanan terhadap gangguan yang datang dari luar dan

dalam perusahaan. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja masyarakat. Adapun jumlah karyawan di PTPN IV
dalam perusahaan.
Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja
masyarakat.
Adapun
jumlah
karyawan
di
PTPN
IV
PKS
berdasarkan
karyawan
pimpinan,
karyawan
pelaksana.
Tabel 2.1. Jumlah Tenaga Kerja PTPN IV PKS Pabatu
Karyawan
Karyawan
Pimpinan
Pelaksana
Total
AFD/BAG
Lk
Pr
Jlh
Lk
Pr
Jlh
Manajer
1
- 1
-
-
-
1
Kepala Dinas
4
- 4
-
-
-
4
I
1
- 1
65
96
161
162
II
1
- 1
96
58
154
155
III
1
- 1
90
71
161
162
IV
1
- 1
38
32
70
71
V
1
- 1
93
32
125
126
VI
1
- 1
106
29
135
136
VII
1
- 1
72
41
113
114
PKS
2
- 2
106
-
106
108
Pengaman
1
- 1
41
-
41
42

2.3.3.

2.3.3.1.Jumlah Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan orang yang mampu melakukan pekerjaan guna

menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun

untuk

diklarifikasikan

Pabatu

Data

jumlah karyawan PTPN IV PKS Pabatu dapat dilihat pada tabel 2.1

Sumber: PTPN IV PKS Pabatu,Tebing Tinggi

2.3.3.2. Jam Kerja

Sesuai dengan peraturan DEPNAKER (Departemen Tenaga Kerja) jam

kerja

seseorang

karyawan

adalah

40

jam

kerja

per

minggu,

selebihnya

diperkirakan jam lembur. Pengaturan jam kerja di PTPN IV PKS Pabatu adalah:

1.

Semua karyawan kecuali bagian pengolahan dan pengamanan hari kerjanya

adalah senin – sabtu, dengan ketentuan jam kerja sebagai berikut:

a.

b.

2.

3.

Senin – kamis

Jam 06.30 – 09.30 WIB Waktu Kerja (dinas) Jam 09.30 – 10.30 WIB Waktu Istirahat
Jam 06.30 – 09.30 WIB
Waktu Kerja (dinas)
Jam 09.30 – 10.30 WIB
Waktu Istirahat
Jam 10.30 – 15.00 WIB
Waktu Kerja (dinas)
Jam 06.30 – 09.30 WIB
Waktu Kerja (dinas)
Jam 09.30 – 10.30 WIB
Waktu Istirahat
Jam 10.30 – 12.00 WIB
Waktu Kerja (dinas)
Jika buah banyak, diterapkan:
Shift I
: jam 06.30 – 16.00 WIB

Jum’at - Sabtu

Bagian pengolahan, jam kerja dibagi atas dua shift setiap harinya dan jam

kerja ini melihat situasi buah (TBS) yang tersedia yaitu:

a.

Shift II

: jam 16.00 – 06.30 WIB

Bagian pengamanan (security), jam kerja dibagi atas tiga shift setiap harinya:

Shift I

Shift II

Shift III

: jam 06.00 – 14.00 WIB

: jam 14.00 – 22.00 WIB

: jam 22.00 – 06.00 WIB

2.3.4.

Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan

2.3.4.1.Sistem Pengupahan

Sistem pengupahan pada PTPN IV PKS Pabatu ditentukan menurut

tingkat golongannya. Para karyawan mendapatkan gaji pada awal bulan dan

dilakukan dalam sebulan sekali. Gaji pokok merupakan imbalan uang yang

diterima

setiap

bulan

oleh

karyawan

dari

perusahaan

atas

pekerjaan

yang

dilakukan, tidak termasuk tunjangan, santunan sosial.

membuat karyawan lebih
membuat
karyawan lebih

2.3.4.2.Fasilitas Lainnya

Insentif dan fasilitas pendukung ini hanya diberikan pada karyawan tetap.

Untuk

berprsetasi dalam berkerja maka diberikan

beberapa insentif yang dapat memotifasi kerja diantaranya:

1. Jaminan Sosial Tenaga Kerja

PTPN IV PKS Pabatu memberikan asuransi jaminan sosial tenaga kerja jika

terjadi sesuatu/kecelakaan yang menimpa tenaga kerja.

2. Pemberian Cuti

Perusahaan memberikan cuti tahunan/hari besar agama dan cuti sakit kepada

karyawan.

3. Tunjangan Hari Besar Agama

Perusahaan memberikan tunjangan hari besar agama kepada karyawan.

4. Fasilitas Kerja

Fasilitas yang disediakan perusahaan diantaranya :

a. Perumahan untuk karyawan

b. Rumah sakit

c.

Listrik dan air

d. Sekolah

Untuk menunjang kelancaran tugasnya perusahaan juga menyediakan

peralatan-peralatan

yang

dibutuhkan

oleh

karyawan

untuk

meningkatkan

keselamatan kerja seperti safety shoes, hand gloves, alat pemadam api, helm,

masker, kacamata pelindung, dll.

menjaga kualitas produk Bahan-bahan yang Digunakan
menjaga kualitas produk
Bahan-bahan yang Digunakan

karena perusahaan

2.4.

Proses Produksi

Proses produksi CPO (Crude Palm Oil) dan PKO (Palm Oil Kernel) yang

menggunakan bahan baku utama kelapa sawit pada PTPN IV PKS Pabatu sudah

baik

dimulai dari hasil panen,

pengolahan air, proses pengolahan bahan baku sampai dengan produk jadi.

2.4.1.

2.4.1.1.Bahan Baku

Bahan baku adalah bahan utama dalam kegiatan proses produksi yang sifat

dan bentuknya akan mengalami perubahan baik fisik maupun kimia, dimana

bahan ini langsung ikut dalam proses produksi sampai dihasilkannya produk. Di

PKS Pabatu, bahan baku yang digunakan adalah tandan buah segar (TBS).

Kualitas bahan baku yang digunakan sangat menentukan kualitas produk yang

akan dihasilkan. Oleh karena itu bahan baku yang digunakan adalah TBS yang

harus memenuhi standar mutu yang telah ditentukan pada tabel 2.2. berikut

Tabel 2.2. Kriteria Kematangan TBS, Persyaratan Mutu dan

Komposisi Panen yang Ideal

Fraksi

Kematangan

Buah Luar

Komposisi

Memberondol

Panen Ideal

Fraksi 00

Sangat Mentah

Tidak ada

Tidak boleh ada

Fraksi 0

Mentah

0 - 12,5%

Tidak boleh ada

Fraksi 1

Kurang Matang

12,5% - 25%

Max. 20%

Fraksi 2 & 3

Matang

25% - 75%

Min. 68%

Fraksi 4 & 5

Lewat Matang

75% - 100% & buah dalam ikut memberondol

Max. 12%

Sumber: PTPN IV PKS Pabatu,Tebing Tinggi

Max. 12% Sumber: PTPN IV PKS Pabatu,Tebing Tinggi Bahan baku tandan buah segar (TBS) yang dipakai

Bahan baku tandan buah segar (TBS) yang dipakai untuk menghasilkan

produk yang berkualitas adalah jenis buah jenis Tenera yang mempunyai tebal

cangkang 0,5-4 mm dengan kandungan minyak 22-24 %. Kriteria matang panen

merupakan faktor penting dalam pemeriksaan kualitas buah.

2.4.1.2. Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dan ditambahkan pada

proses produksi untuk membantu menghasilkan produk, namun bahan tambahan

tersebut tidak terlihat atau tidak terkandung pada produk akhir. Bahan tambahan

ini dibutuhkan jauh lebih kecil dibanding bahan baku. Proses produksi di PTPN

IV PKS Pabatu tidak menggunakan bahan tambahan.

2.4.1.3. Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu

produk dan keberadaan dari bahan penolong ini tidak mengurangi nilai produk

yang dihasilkan. atau dengan kata lain, bahan ini tidak terdapat pada produk.

Bahan penolong yang dipergunakan dalam proses produksi adalah steam, air

panas, caustik soda, tawas yang berfungsi sebagai penjernihan air.

2.4.2.

Uraian Proses Produksi

2.4.2.1.Proses Pegolahan Minyak Sawit

Di PTPN IV PKS Pabatu proses produksi dilakukan melalui beberapa

tahapan pengolahan, prosesnya adalah sebagai berikut:

1. Stasiun Penerimaan Buah Kelapa Sawit

a. Jembatan Timbang (Weighting Bridge)

Setiap truk pengangkut TBS yang tiba di pabrik ditimbang di jembatan

berat kendaraan dalam keadaan berisi muatan. ramp. Buah sawit yang sudah di sortasi kemudian
berat
kendaraan
dalam
keadaan
berisi
muatan.
ramp.
Buah
sawit
yang
sudah
di
sortasi
kemudian

timbang (Weighting Bridge). Penimbangan dilakukan 2 kali. Pertama, untuk

untuk

mengetahui

Kedua,

mengetahui berat kendaraan setelah dibongkar muatan.

b.

Penumpukan buah (loading ramp)

Setelah melalui jembatan timbang kemudian truk membongkar muatannya di

dituang

ke

loading

penampungan buah (fruit hoppers) yang dibuat kemiringan 135 0 terhadap dasar

alas kisi-kisi. Fruit hoppers dilengkapi dengan pintu-pintu yang dapat digerakkan

secara vertikal (turun naik) oleh tenaga elektris.

c.

pemindahan buah (transfer carier)

TBS yang berada dalam lori rebusan diangkut dari stasiun penerimaan buah

dengan bantuan transfer carier. Lori rebusan ini selain sebagai alat angkut juga

sebagai wadah untuk merebus buah. Badan lori tersebut terbuat dari plat baja

berlubang kecil dengan diameter 2 cm dan jarak antar luang 5 cm. Dengan adanya

lubang pada lori, uap (steam) lebih mudah masuk dan dapat memasak secara

merata.

2.

Stasiun Rebusan (Sterilizer)

Ketel rebusan adalah bejana uap yang digunakan untuk merebus buah. Di

PTPN IV PKS Pabatu, sterilizier dirancang untuk dapat memuat 10 lori dalam

sekali proses perebusan dengan tekanan kerja tertinggi 2,8 – 3 Kg/cm 2 dan lama

waktu perebusan ± 90 menit. Lori – lori yang sudah berisi TBS dimasukkan ke

dalam ketel sesuai dengan kapasitasnya dengan bantuan alat penarik capstand

yang digerakkan oleh electromotor. Lori rebusan ini berisi penuh dan merata

Mengurangi peningkatan ALB (Asam Lemak Bebas) Mematikan enzim penghidrolisa minyak tandan pada threser Memudahkan inti
Mengurangi peningkatan ALB (Asam Lemak Bebas)
Mematikan enzim penghidrolisa minyak
tandan pada threser
Memudahkan inti lepas dari cangkang

dengan kapasitas rata 2,5 ton/lori. Tujuan perebusan ini adalah sebagai berikut :

a.

b.

c.

Melunakkan daging buah dan memudahkan pelepasan brondolan dari

d.

PTPN IV PKS Pabatu mempunyai 3 unit sterilizer dan memakai sistem

perebusan triple peak(tiga puncak). Siklus Perebusan Triple Peak sebagai berikut:

1)

Persiapan Perebusan (5 menit)

Setelah lori-lori dimasukkan ke dalam rebusan selanjutnya pintu ditutup, kran

uap bekas (outlet steam) dan kran kondesat ditutup.

2)

Sistem Perebusan Peak pertama

a.

Kran uap masuk (inlet steam) dibuka selama 9 menit sampai tekanan

mencapai 2,0 kg/cm 2

b.

Selanjutnya inlet steam ditutup, sedangkan outlet steam dan kran kondensat

dibuka dengan cepat untuk menurunkan tekanan menjadi 0 kg/cm 2 dengan

waktu 2 menit.

c.

Kemudian semua kran ditutup kembali.

3)

Sistem Perebusan Peak ke dua

a. Kran Uap masuk (inlet steam) dibuka selama 12 menit sampai tekanan

mencapai 2,5 kg/cm 2 .

b. Selanjutnya inlet steam ditutup, sedangkan outlet steam dan kran kondensat

dibuka dengan cepat untuk menurunkan tekanan menjadi 0 kg/cm 2 dengan

waktu 2 menit.

tekanan menjadi 0 kg/cm 2 dengan waktu 2 menit. c. 4) a. Kemudian semua kran ditutup

c.

4)

a.

Kemudian semua kran ditutup kembali.

Sistem Perebusan Peak ke tiga

Kran Uap masuk (inlet steam) dibuka selama 8-10 menit sampai tekanan

mencapai 2,8-3 kg/cm 2 .

b.

c.

Setelah tercapai tutup kran inlet steam dan tahan.

Selanjutnya kran outlet steam dan kran kondensat dan dibuka dengan cepat

untuk menurunkan tekanan menjadi 0 kg/cm 2 dengan waktu 5-10 menit.

5)

Akhir proses (5 menit)

Pintu sterilizer dibuka dan dengan bantuan capstand, lori-lori dikeluarkan

untuk di proses lebih lanjut.

Tekanan

2 (Kg/cm ) 3.0 2.5 2.2 2.0 0 9 23 33 88 96 Waktu (menit)
2
(Kg/cm )
3.0
2.5
2.2
2.0
0
9
23
33
88
96
Waktu (menit)
Gambar 2.2 Grafik Sistem Perebusan Tiga Puncak
(Triple Peak Sterilization Cyle)
3. Stasiun Penebah (Threser)
Pada stasiun penebah, buah dituang dari lori ke rebusan ke auto feeder
dengan menggunakan hoisting crane, auto feeder berfungsi untuk menampung
serta mengatur pemasakan buah ke dalam alat penebah (threser), buah yang masih
melekat pada tandan akan lepas dan dipisahkan dengan menggunakan prinsip
bantingan. Alat penebah ini berupa drum yang terpasang secara horizontal dan
berputar dengan kecepatan ± 23 rpm. Akibat perputaran drum, tandan bergerak ke

atas

searah

dengan

perputarannya

kemudian

tandan

akan

jatuh

terbanting

sehingga buah atau brondolan terlepas dari tandannya. Keberhasilan perebusan

jika tidak didukung pemipilan yang baik maka kehilangan minyak akan tinggi.

Janjangan hasil pembantingan masuk menuju hopper tandan kosong sedangkan

brondolan yang telah berhasil dipipil masuk ke fruit elevator untuk diangkut

menuju proses selanjutnya.

Timba buah (fruit elevator) adalah alat untuk mengangkut buah dari

konveyor silang bawah ke konveyor silang atas, untuk kemudian dibawa ke

konveyor pembagi. Alat ini terdiri dari sejumlah timba yang diikat pada rantai

yang digerakkan oleh elektromotor.

4. Stasiun Pengempaan (Pressing)

Pada stasiun ini terjadi proses pemisahan daging buah dengan biji (nut) dan

Brondolan yang cepat agar minyak dapat diperas sebanyak-banyaknya
Brondolan
yang
cepat
agar
minyak
dapat
diperas
sebanyak-banyaknya

proses pengambilan minyak kasar dari daging buah. Alur proses stasiun kempa

sebagai berikut :

a.

Pengadukan (digesting)

dihasilkan pada proses penebah dialirkan ke dalam

digester, alat ini digunakan untuk melumatkan brondolan sehingga daging buah

terpisah dari biji dan menghancurkan sel-sel yang mengandung minyak. Dalam

waktu

pada

saat

pegempaan.

Alat ini sering disebut ketel aduk yag terdiri dari bejana yang dilengkapi

dengan alat perajang dan pemanas untuk mempersiapkan bahan agar lebih mudah

dikempa dalam screw press. Digester dilengkapi dengan alat pengaduk yang

berfungsi untuk merajang buah sehingga terjadi pelepasan daging buah dan biji

sambil pemecahan kantong-kantong minyak.

Pengadukan dilakukan dengan kondisi proses sebagai berikut:

a. Ketel adukan selalu dalam keadaan penuh minimal ¾ dari volumenya.

b. Temperatur pemanasan (uap) 90-95 0

d.

Tekanan uap (steam) 2-3 kg/cm 2

e.

Jika kondisi ini tidak terpenuhi, masa adukan akan sulit diproses pada saat

pengempaan,akibatnya kehilangan minyak dalam ampas akan meningkat.

b.

Pengempaan ( pressing)

Masa adukan yang berasal dari alat pengaduk (digester) dialirkan ke dalam

alat pengempa (Screw Press) berfungsi untuk memeras daging buah dari digester

sehingga didapat hasil minyak kasar, serabut /fiber dan bijinya. Tujuan dari proses

yang berlawan arah dengan kecepatan yang sama.
yang
berlawan
arah
dengan
kecepatan
yang
sama.

pengempaan ini adalah untuk mengambil minyak yang ada dalam massa adukan

semaksimal mungkin dengan cara mengepress pada tekanan tertentu, tekanan

kempa yang dibutuhkan 50-60 kg/cm 2 .

Alat pengempa yang digunakan adalah jenis kempa ulir ganda (double

screw press) alat ini terdiri dari sebuah silinder (press cylinder) yang berlubang-

lubang yang didalamnya terdapat 2 buah ulir (feet screw dan main screw) yang

Mekanisme

berputar

pengempaan adalah masuknya adonan ke dalam cylinder press dan mengisi worm,

volume setiap space worm berbeda, semakin mengarah ke ujung as screw volume

semakin kecil, sehingga perpindahan massa akan menyebabkan minyak terperas.

5. Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station)

Stasiun pemurnian minyak adalah stasiun untuk pengolahan minyak sawit

mentah (CPO). Pada stasiun klarifikasi ini, minyak kasar (crude oil) hasil proses

pemerasan di stasiun kempa diproses sehingga diharapkan minyak (CPO) terpisah

dari air dan NOS (Non Oil Solid). Stasiun ini berfungsi untuk mendapatkan

minyak sawit mentah (crude palm oil) yang sudah dimurnikan dari kotoran

lainnya

Pemurnian minyak bertujuan agar tidak terjadi penurunan mutu akibat

adanya reaksi hidrolisis dan oksidasi. Hidrolisis dapat terjadi karena cairan

bersuhu panas dan cukup banyak air demikian juga oksidasi akan terjadi dengan

adanya NOS yang berupa bahan organik dan anorganik seperti Fe dan Cu

berperan sebagai katalisator yang mempercepat terjadinya reaksi yang cepat. Pada

pengencer
pengencer

stasiun pemurnian/klarifikasi minyak, terjadi beberapa tahapan proses:

a. Pengenceran

Pengenceran bertujuan untuk mengencerkan minyak sehingga pemisahan

pasir dan serat-serat yang terdapat dalam minyak dapat berjalan dengan baik.

Pengenceran berlangsung dengan baik bila suhu air pengenceran 80-90 0 C. Jumlah

air pengencer yang digunakan sangat bervariasi sehingga sulit diketahui jika tidak

menggunakan flow meter. Jumlah air

yang digunakan sebanding

dengan crude oil yang keluar dari screw press.

b.

Sand Trap Tank

Keberhasilan proses pengendapan tergantung pada retention timenya.

Bentuk sand trap tank adalah silinder sedangkan mekanisme kerjanya adalah

memberikan aliran sirkulasi yang dapat mempercepat proses pengendapan pasir

atau padatan yang BC nya lebih besar dari minyak.

c. Saringan Bergetar (Vibro Sparator )

Vibro Separator berfungsi untuk menyaring crude oil dari serabut-serabut

yang dapat mengganggu proses pemisahan minyak. Minyak dari Sand Trap Tank

yang masih mengandung NOS disaring terlebih dahulu lewat Vibro Sparato.

Vibro Sparator mempunyai mekanisme pemisahan yang bekerja dengan cara

getaran melingkar dan atas bawah, yang terdiri dari 2 tingkat ayakan dengan

ukuran 30 dan 40 mesh.

d. Tangki Minyak Kasar (Crude Oil Tank)

Crude oil tank (COT) berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel

yang tidak larut dan lolos dari ayakan getar. Karena tangki ini berukuran kecil

dapat dikatakan bahwa retention timenya relatif singkat sehingga lebih berfungsi

yang terdapat dalam minyak.
yang
terdapat
dalam
minyak.

Proses pegendapan

untuk mengendapakan pasir atau lumpur partikel besar.

e.

Oil Settling Tank

Minyak yang berada di lapisan atas crude oil tank dipompakan ke oil

settling tank untuk diendapkan. Fungsi dari settling tank adalah mengendapkan

ini dapat

kotoran-kotoran

berlangsung secara sempurna apabila suhu minyak dapat dipertahantakan pada

suhu 90 0 C.

f.

Oil Tank

Cairan yang berada di permukaan tangki CST dialirkan ke dalam oil tank.

Minyak ini masih mengandung air dan kotoran-kotoran ringan. COT dilengkapi

dengan pipa coil pemanas yang digunakan untuk menaikkan suhu minyak hingga

90 0 C. Tujuan pemanasan minyak adalah untuk mempermudah pemisahan minyak

dengan air dan kotoran ringan dengan cara pengendapan, zat yang memiliki berat

jenis lebih berat dari minyak akan mengendap pada dasar tangki. Suhu minyak

dalam oil tank sangat berpengaruh pada perlakuan selanjutnya karena tidak terjadi

lagi pemanasan, sehingga dianggap suhu pada oil tank adalah sumber panas untuk

pengolahan lanjutan seperti pada oil purifier dan vacum dryer.

g. Pemurnian Minyak (Oil Purifier)

Oil Purifier berfungsi untuk memurnikan minyak dengan prinsip kerja gaya

sentrifugal, dimana dengan putaran diharapkan minyak dengan berat jenis lebih

ringan (BJ < 1) berada di tengah sedangkan air yang berat jenisnya lebih besar (BJ

=1)berada di pinggir. Minyak yang berada di bagian tengah dialirkan ke Vacuum

Dryer, sedangkan kotoran, air akan keluar dan selanjutnya akan dibuang ke parit.

h. Tangki Apung (Float Tank)

akan dibuang ke parit. h. Tangki Apung ( Float Tank ) Minyak yang telah dimurnikan dipompakan

Minyak yang telah dimurnikan dipompakan ke Float Tank sebelum masuk ke

Vacuum Dryer. Fungsi dari tangki ini adalah untuk menjaga pengumpanan

Vacuum Dryer agar tetap vacuum sehingga dapat bekerja optimal.

i.

Pengeringan Minyak (Oil Vacuum Dryer)

Oil Vacum Dryer berfungsi untuk mengurangi kadar air dalam kandungan

minyak, karena minyak yang keluar dari oil purifier masih berkadar air 0,3 %.

Pada Oil Vacum Dryer, minyak diuapkan dengan sistem mengabutkan minyak.

Alat ini terdiri dari tabung hampa udara. Ujung pipa yang masuk ke dalam

vacuum dryer dibuat sempit berbentuk nozzle-nozzle sehingga akibat ke vacuman

dalam tangki vacuum dryer, minyak tersedot dan mengabut di dalam vacuum

menguap

dryer. Temperatur minyak dibuat 90-95 0 C supaya kadar air cepat

(mengabut) dan uap air tersebut akan terhisap oleh injection steam dan vacuum

pump, selanjutnya dibawa ke luar. Minyak yang telah bersih akan dipompakan

oleh Vacuum Pump ke tangki transfer dan dari tangki transfer dialirkan ke tangki

timbun.

j. Oil Storage Tank (Tangki Timbun)

Minyak yang telah selesai diproses kemudian ditampung di Oil Storage Tank.

Tangki ini merupakan tempat penimbunan terakhir minyak yang telah siap di

proses. Di dalam tangki ini temperatur minyak tetap dijaga dengan suhu 40 0 -60 0 C.

Hal ini dilakukan untuk menjaga agar minyak tidak beku sampai masa pengiriman

dan menjaga kandungan ALB pada minyak tidak meningkat agar minyak mudah

diolah sesuai dengan standart kualitas pasar saat dilakukan pengiriman.

dengan standart kualitas pasar saat dilakukan pengiriman. k. Sludge Tank Sludge Tank berfungsi untuk menampung

k.

Sludge Tank

Sludge Tank berfungsi untuk menampung Sludge (lumpur) yang ke luar dari

CST yang masih mengandung minyak akan diolah kembali. Lumpur yang berasal

dari oil settling tank dipompakan pada sludge tank melalui desander, untuk

membuang pasir-pasir halus yang terdapat pada sludge. Lumpur yang berasal

dalam sludge tank mendapatkan pemanasan dengan menggunakan pipa uap

tertutup suhu dalam tangki 80 0 - 90 0 C.

l.

Pre Cleaner

Cairan yang keluar dari saringan berputar masih mengandung pasir, untuk

membuang pasir itu digunakan Pre Cleaner. Alai ini pada bagian atas berbentuk

silinder dan bagian bawah berbentuk konus yang terbuat dari bahan keramik. Di

bawah konus terdapat tabung pengendapan pasir. Cairan dipompakan pada bagian

samping atas dengan sistem siklus sehingga cairan berputar dalam tabung dan

konusnya

yang

mengakibatkan

timbulnya

gaya

sentrifugal.

Gaya

ini

menyebabkan pasir turun ke bawah dengan cepat melalui konus untuk dibuang,

sedangkan cairan tanpa pasir bergerak ke atas dan keluar melaui poros.

m.

Saringan Berputar (Strainer)

Saringan ini dipakai untuk memisahkan serabut yang masih ada dalam sludge

sebelum diolah dalam sludge separator. Alat ini terdiri dari tabung silinder yang

berlubang halus dengan sikat yang berputar bersama poros di tengah - tengah

silinder tersebut. Cairan yang telah tersaring keluar dari bagian atas untuk menuju

ke pre cleaner, sedangkan serabut/sampah dibuang dari bagian bawah.

n. Balance Tank (Tangki Tunggu)

dibuang dari bagian bawah. n. Balance Tank (Tangki Tunggu) Tangki ini berfungsi untuk menampung cairan minyak

Tangki ini berfungsi untuk menampung cairan minyak yang mengandung

lumpur yang berasal dari sludge tank yang telah dilewatkan melalui pre cleaner

dan srainer dan selanjutnya akan dimasukkan kedalam sludge separator, fungsi

alat ini adalah untuk mengatur pemasukan minyak yang masih bercampur dengan

lumpur tadi kedalam sludge separator dengan menggunakan gaya grafitasi.

0.

Sludge Separator

Setelah melalui pre cleaner, cairan sludge lalu dimasukkan ke dalam sludge

separator ini untuk dikutip minyaknya. Dengan gaya sentrifugal minyak yang

berat jenisnya lebih kecil akan bergerak menuju ke poros dan terdorong keluar

melalui sudu – sudu ke ruang pertama tangki pisah (CST). Air dan ampas yang

mempunyai massa jenis lebih berat terdorong ke bagian dinding bowl dan keluar

melalui nozel. Tujuan dari proses ini adalah memisahkan minyak dari air dan

kotoran, dengan kata lain memisahkan minyak dari fraksi yang berat jenisnya.

p. Bak Penampung Sludge (Fat Pit)

Bak ini dipergunakan untuk menampung lumpur yang masih mengandung

minyak, dari parit yang berasal dari stasiun pemurnian minyak dan dari air

kondensat rebusan untuk kemudian diendapkan selanjutnya dipompakan kembali

kedalam sandt trap tank.

q. Limbah

Cairan yang hampir tidak mengandung minyak akan ditempatkan kedalam

kolam limbah guna pengendapan yang mana tujuannya adalah membersihkan

cairan tersebut sehingga didapat cairan yang bersih (tidak berbahaya terhadap

lingkungan). Hasil pengolahan dari kolam ini adalah air yang bersih yang akan

Proses Pegolahan Inti Sawit
Proses Pegolahan Inti Sawit

dikembalikan kedalam sungai.

2.4.2.2.

a.

Cake Breaker Conveyor (CBC)

Ampas press yang keluar dari screw press terdiri dari serat dan biji yang masih

mengandung air yang tinggi dan berbentuk gumpalan, oleh sebab itu perlu

dipecah dengan alat pemecah ampas yang disebut dengan cake breaker Conveyor

(CBC). Alat ini berfungsi untuk memecah gumpalan ampas dan mengangkutnya

ke fibre cyclone.

b.

Pemisah Ampas dan Biji (Depericarper)

Alat ini berfungsi untuk memisahkan ampas (fibre) dengan nut berdasarkan

luas penampang dimana fibre terhisap pompa ke Fibre Cyclone, kemudian

diangkut oleh Conveyor untuk bahan bakar Boiler, sedangkan nut yang lebih berat

jatuh

ke

Nut

Polishing

Drum.

Nut

dan

serat

ampas

yang

dipecah/dipisah

gumpalannya di CBC akan terbawa ke depericarper. Depericarper ini adalah alat

yang berbentuk corong laluan yang dihisap oleh blower dan digerakkan oleh

elektromotor.

c. Polishing Drum

Polishing drum adalah alat yang digunakan untuk membersihkan nut. Polishing

drum adalah suatu drum mendatar yang berputar yang di dalamnya terdapat sikat-

sikat yang berfungsi membersihkan serabut- serabut yang masih melekat pada nut.

d. Destoner.

serabut- serabut yang masih melekat pada nut . d. Destoner. Destoner adalah alat yang digunakan untuk

Destoner adalah alat yang digunakan untuk memindahkan biji biji telah bersih

akan keluar melalui lubang – lubang polishing drum. Destoner merupakan blower

yang menghisap biji - biji yang telah bersih dari serabut untuk dipindahkan

menuju nut hopper.

e. Nut Hopper

Nut hopper adalah merupakan tempat penyimpanan sementara sebelum diolah

pada proses berikutnya. Di Nut hopper juga diberi injeksi uap agar biji tetap

dalam keadaan kering agar mudah dalam proses selanjutnya.

f.

Ripple Mill (Pemisah Biji)

Ripple Mill berfungsi untuk memecah cangkang yang terdapat pada nut (biji).

Dari ripple mill ini akan dihasilkan inti dan cangkang . Biji (nut) masuk ke dalam

ripple mill melalui corong pemasukan kemudian disambut oleh rotor dan stator.

Akibat dari tekanan biji masuk dan juga putaran rotor dan stator yang tinggi akan

menimbulkan tekanan antara biji dengan biji dan biji dengan dinding yang

dipasang resisten. Kemudian hasil pecahan biji tersebut yang berupa inti dan

cangkang dikeluarkan melalui corong pengeluaran.

g.

LTDS I dan LTDS II

LTDS I dan LTDS II merupakan alat pemisah inti dan cangkang. Inti dan

Cangkang yng keluar dari ripple mill akan dimasukkan kedalam LTDS I dan II

dengan

perantaraan

Crassel/timba-timba.

Proses

pemisahan

ini

berlangsung

berdasarkan sifat kevakuman (hisapan) sehingga inti dapat terpisah dari cangkang.

Pada LTDS I dan LTDS II pecahan Biji (nut) dimasukkan selanjutnya akibat

adanya isapan maka cangkang yang berat jenisnya yang lebih ringan akan terhisap

cangkang yang berat jenisnya yang lebih ringan akan terhisap sedangkan inti yang berat akan jatuh kebagian

sedangkan inti yang berat akan jatuh kebagian bawah.

h. Hydrocyclone

Dari sekat kedua, cangkang yang masih bercampur dengan inti oleh pompa

dihisap dan ditekan ke tabung pemisah. Inti naik keatas melaui vortex finder

dikembalikan ke bak air sekat, sedangkan cangkang melalui konus masuk ke

dalam bak air sekat.

i.

Kernel Drier (Silo Inti)

Inti (kernel) yang telah terpisah dari cangkang selanjutnya dimasukkan ke

dalam silo inti. Alat ini berfungsi untuk mengeringkan inti yang berasal dari

hydrocyclone sampai kadar air sesuai dengan ketentuan (± 7%). Pengeringan

dilakukan dengan cara peniupan udara oleh kipas dengan suhu yang digunakan:

1) Tingkat I (paling bawah)

= 50 - 60 ºC

2) Tingkat II (tengah)

= 70 - 80 ºC

3) Tingkat III ( atas)

= 60 - 70 ºC

j. Kernel Bunker (Tempat Penimbunan Inti)

Alat ini berupa tangki berbentuk silinder dan pada bagian bawahnya berbentuk

kerucut yang kontruksinya sama dengan silo inti, alat ini berfungsi sebagai tempat

penampungan inti sebelum dikirim ke pasaran. Inti yang telah dikeringkan di

kernel drier selanjutnya dikirim ke kernel bunker dan dijaga suhunya sampai

masa pengiriman.

2.4.3. Mesin dan Peralatan

2.4.3.1. Mesin Produksi

Mesin dan peralatan adalah salah satu faktor utama dalam proses produksi,

adalah salah satu faktor utama dalam proses produksi, peralatan yang tepat akan meningkatkan produktivitas dan

peralatan yang tepat akan meningkatkan produktivitas dan meminimumkan biaya.

Mesin dan peralatan yang dipergunakan dalam proses produksi pada umumnya

pada kondisi yang baik, hal ini disebabkan karena pengawasan dan pemeliharaan

yang baik selama pelaksanaan proses produksi. Mesin-mesin dan peralatan yang

digunakan oleh PTPN IV PKS Pabatu dapat dilihat pada tabel 2.3. beriukut :

Tabel 2.3. Spesifikasi Mesin Di PKS Pabatu

No Nama Mesin Jumlah Mesin Merk Kapasitas 1 Loading Ramp 12 Bays SAS 60 Ton
No
Nama Mesin
Jumlah Mesin
Merk
Kapasitas
1
Loading Ramp
12 Bays
SAS
60
Ton
2
Transfer Carriage
1
Unit
SAS
7,5 Ton
3
Capstand
5
Unit
TECO
40
Ton
4
Sterilizer
3
Unit
SAS
30
Ton
5
Compressor Rebusan
1
Unit
SWAN
10 kg/cm
6
Hosting Crane
2
Unit
SAS
5 Ton
7
Auto Feeder
2
Unit
SUMITOMO
30
Ton / Jam
8
Thresher
2
Unit
TSUBAKI
30
Ton / Jam
9
Empty Bunch Conveyor
4
unit
SAS
30
Ton / Jam
10
Fruit Elevator
2
Unit
TECO
30
Ton / Jam
11
Top Cross Conveyor
1
Unit
TECO
30
Ton / Jam
12
Digester
4
Unit
PMTD/D.ilir
10
Ton / Jam
13
Screw Press
4
Unit
CB.10,VICKERS
10-12 Ton / Jam
14
Cake Breaker Conveyor
1
Unit
BREVINI
30
Ton / Jam
15
Depericarper
1
Unit
PMTD/D.ilir
30
Ton / Jam
16
Nut Polishing Drum
1
Unit
PMTD/D.ilir
30
Ton / Jam
17
Fibre Cyclone
1
Unit
PMTD/D.ilir
30
Ton / Jam
18
Nut Grading Drum
1
Unit
PMTD/D.ilir
30
Ton / Jam
19
Nut Hooper
1
Unit
Eriez
55
m3
20
Ripple Mill
2
Unit
Hendra Jaya
6 Ton / Jam
21
LTDS 1&2
2
Unit
PMTD/D.ilir
30
Ton / Jam
22
Hydro Cyclone
3
Unit
KEW,WARMAN
40
Ton / Jam
23
Kernel Dryer
4
Unit
NOVENCO
10
Ton
24
Silo Inti
1
Unit
SAS
35
Ton
25
Vibro Separator
2
Unit
SWECO
30
Ton / Jam
26
CST
2
Unit
PMT
90
m3
27
Sludge Tank
2
Unit
LOKAL/PMT
20
m3
28
Oil Tank
2
Unit
STORK
6
m3
29
Balance Water Tank
1
Unit
WARMAN
3
m3
30
Tangki Timbun
3
Unit
STORK
1500 ton
31
Bak Fat Fit
3
Unit
WARMAN
30 m3/Jam
32
Turbin Uap
3
Unit
TURBODYNE
600 kw

Sumber: PTPN IV PKS Pabatu,Tebing Tinggi

2.4.3.2. Peralatan (Equipment)

1. Jembatan Timbang

Fungsi

Kapasitas

: Mengetahui berat kendaraan dalam keadaan berisi muatan.

: 50

Ton

Merk

Jumlah

: Tunas Jaya

: 2 Unit

2. Lorri

: Tempat buah untuk direbus : 2,5-3 ton : Metal : 3 m : 2
: Tempat buah untuk direbus
: 2,5-3 ton
: Metal
: 3 m
: 2 m
: 80 buah
: Membawa hasil rebusan ke alat bantingan
:
2 unit
:
5 ton
: Elmot angkat, jalan, dan tuang

Fungsi

Kapasitas

Jenis

Panjang

Tinggi

Jumlah

3. Hoisting Crane

Fungsi

Jumlah

Kapasitas

Jenis

 

Merk

:

SAS

4.

Fork Lift

Fungsi

: Membawa hasil debu dari sisa pembakaran boiler

Merk

: Komatsu

Kapasitas

:

3,5 ton

BAB III

LANDASAN TEORI

3.1. Pengertian produktivitas

Produktivitas adalah perbandingan antara keluaran (Output) dan masukan

(Input) pada perusahaan, 5 dapat diartikan sebagai rasio antara jumlah output yang

dihasilkan dengan jumlah input yang digunakan. Secara umum produktivitas

Gasverz menyatakan hubungan antara “Jika perusahaan memiliki tingkat profitabilitas
Gasverz
menyatakan
hubungan
antara
“Jika
perusahaan
memiliki
tingkat
profitabilitas

Vincen

dapat diartikan sebagai ukuran seberapa optimal sumber daya yang digunakan

secara bersama-sama dalam sebuah perusahaan. Produktivitas dipandang dari dua

sisi sekaligus, yaitu: sisi input dan sisi output. Dengan demikian dapat dikatakan

bahwa produktivitas berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi penggunaan input

dalam memproduksi output (barang dan jasa).

produktivitas.

profitabilitas

yang

dan

tinggi

sedangkan tingkat produktivitasnya rendah, maka yang akan terjadi adalah tingkat

profitabilitas tidak akan berlanjut dalam jangka panjang, dalam jangka panjang

produktivitas yang rendah akan menggerogoti keuntungan perusahaan”.

Profitabilitas

merupakan

konsep

finansial

yang

diperoleh

dengan

mengurangi

nilai

penjualan

dengan

nilai

biaya.

Karena

dinyatakan

dalam

”nilai”(rupiah) maka nilai profitabilitas sangat dipengaruhi oleh variabel harga.

Pada umumnya faktor yang menentukan tingkat harga berada diluar kontrol

perusahaan. misalnya, kalau dalam pasar barang terjadi perubahan permintaan

terhadap suatu barang tertentu maka perusahaan yang membuat barang tersebut

5 Ir.J.Sadiman,Penelitian Kerja dan Produktivitas (Penerbit Erlangga cetakan ketiga,1986)

cenderung mengalami laba (windfall profit), kenaikan laba tadi disebabkan faktor

eksternal perusahaan

yang

tidak

dapat

dikuasai oleh perusahaan sedangkan

konsep produktivitas memfokuskan pada hubungan output

dipakai. 6

dan input

yang

Berdasarkan Piagam Produktivitas Oslo tahun 1994, antara lain:

1. Produktivitas adalah konsep yang universal, dimaksudkan untuk menyediakan

semakin banyak barang dan jasa untuk kebutuhan semakin banyak orang

secara terpadu melibatkan semua usaha keluaran (Output) dalam mencapai tujuan
secara
terpadu
melibatkan
semua
usaha
keluaran
(Output)
dalam
mencapai
tujuan

dengan menggunakan sumber daya yang sesedikit mungkin. Produktivitas

didasarkan pada pendekatan multi disiplin yang secara efektif merumuskan

tujuan, rencana, pengembangan, dan pelaksanaan cara-cara produktif, dengan

menggunakan sumber daya secara efisien namun tetap

mempertahankan

kualitas.

2.

Produktivitas

manusia

dengan

menggunakan ketrampilan, modal, teknologi, manajemen, informasi, energi,

dan sumber-sumber daya lainnya, untuk perbaikan mutu kehidupan yang baik

bagi seluruh manusia, melalui pendekatan konsep produktivitas secara total.

3. Peningkatan produktivitas dapat dilihat dalam tiga bentuk :

a. Jumlah

meningkat

dengan

menggunakan sumber daya (input) yang sama.

b. Jumlah keluaran (Output) dalam mencapai tujuan sama atau meningkat

dicapai dengan menggunakan sumber daya (input) yang lebih sedikit.

c. Jumlah keluaran (Output) dalam mencapai tujuan jauh lebih besar diperoleh

dengan pertambahan sumber daya (input) yang relatif lebih kecil.

6 Drs. Muchdarsyah Sinungan. Produktivitas Apa dan Bagaimana. Jakarta, PT Bumi Aksara ,2005

4.

Sumber

daya

manusia

memegang

peranan

yang

utama

dalam

proses

peningkatan

produktivitas,

karena

alat

produksi

dan

teknologi

pada

hakekatnya merupakan hasil karya manusia.

Produktivitas merupakan suatu istilah yang seringkali disama artikan dengan

kata produksi. Antara produktivitas dan produksi mempunyai arti yang berbeda

karena pada saat produksi tinggi belum tentu produktivitasnya juga tinggi, bisa

jadi

produktivitasnya

malah

semakin

rendah.

Tinggi

rendahnya

suatu

produktivitas berkaitan dengan efisiensi penggunaan memandang bahwa produktivitas sebagai suatu
produktivitas
berkaitan
dengan
efisiensi
penggunaan
memandang
bahwa
produktivitas
sebagai
suatu

Hubungan Produktivitas Dengan Efisiensi dan Efektivitas

Whitmore

produktivitas berkaitan dengan efisiensi dari sumber-sumber daya (input ) dalam

menghasilkan suatu produk atau jasa (Output ). Dengan demikian dapat dikatakan

bahwa

dalam

input

memproduksi Output (barang dan/atau jasa).

3.2

ukuran

atas

penggunan sumber daya dalam organisasi biasanya dinyatakan sebagai rasio dari

keluaran yang dicapai dengan sumber daya yang digunakan. Dengan kata lain

pengertian produktivitas memiliki dua dimensi, yakni efektivitas dan efisiensi.

Dimensi pertama berkaitan dengan pencapaian target yang berkaitan dengan

kualitas, kuantitas dan waktu. Sedangkan dimensi kedua berkaitan dengan upaya

membandingkan

masukan

dengan

realisasi

penggunaannya

atau

bagaimana

pekerjaan tersebut dilaksanakan. Penjelasan tersebut mengutarakan produktivitas

total atau secara keseluruhan, artinya keluaran yang dihasilkan diperoleh dari

keseluruhan masukan yang ada dalam organisasi.

Masukan (Input) tersebut

dinamakan faktor produksi, masukan atau faktor produksi dapat berupa tenaga

kerja, material, teknologi dan energi. Salah satu masukan seperti tenaga kerja,

dapat menghasilkan keluaran yang dikenal dengan produktivitas individu, yang

dapat juga disebut sebagai produktivitas parsial.

Efektivitas beorientasi pada hasil atau keluaran (output ) yang lebih baik dan

efisiensi berorientasi kepada

Input dan sering

digunakan secara bersamaan,

sehingga

sering

mengaburkan

arti

sesungguhnya.

Beberapa

definisi

dari

efektivitas dan efisiensi. Efektivitas adalah merupakan derajat pencapaian output

daya digunakan dalam proses produksi untuk efisiensi berorientasi pada masukan (input), maka membandingkan hasil
daya digunakan dalam proses produksi untuk
efisiensi
berorientasi
pada
masukan
(input),
maka
membandingkan
hasil
yang
dicapai
dan
sumber
=

dan

dari sistem produksi dan efisiensi adalah ukuran yang menunjuk sejauh mana

sumber-sumber

menghasilkan

output .

baik

Jika efektivitas berorientasi pada hasil atau keluaran (output ) yang lebih

produktivitas

berorientasi pada keduanya. Jika efektivitas membandingkan hasil yang dicapai,

dan efisiensi membandingkan masukan sumber daya yang digunakan, maka

daya

yang

produktivitas

digunakan, yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Output yang dihasilkan Produktivitas = Input yang dipergunakan

Efektivitas pelaksanaan tugas

Efisiensi penggunaan sumber daya

Efektivitas

=

Efisiensi

3.3. Metode Pengukuran Produktivitas Perusahaan

Pengukuran produktivitas berdasarkan pendekatan rasio Output /input

dan

angka indeks. Langkah-langkah pengukuran produktivitas model Summanth: 7

7 D.J.Summath. Productivity Enginering and Management (New York : Mc Graw Hill Book

1.

Menetapkan jumlah periode pengukuran dan memilih periode dasar

2. Mengklasifikasi variabel pengukuran output dan input.

3. Mentabulasi data seluruh variabel selama periode yang telah ditetapkan.

4. Menghitung produktivitas total dan produktivitas parsial per periode.

5. Mengindekskan nilai produktivitas total dan produktivitas parsial masing-

masing periode berdasarkan indeks produktivitas periode dasar.

6. Menginterpretasikan indeks produktivitas total dan parsial selama periode

pengukuran. (productivity cycle) untuk digunakan dalam dari empat tahap yaitu pengukuran, penilaian,
pengukuran.
(productivity
cycle)
untuk
digunakan
dalam
dari
empat
tahap
yaitu
pengukuran,
penilaian,
perencanaan,
Pengukuran
Produktivitas
Peningkatan
Penilaian
Produktivitas
Produktivitas
Perencanaan
Produktivitas

Sumanth memperkenalkan suatu konsep yang disebut sebagai siklus

produktivitas

peningkatan

produktivitas terus menerus. Pada dasarnya konsep siklus produktivitas

terdiri

dan

peningkatan produktivitas.

Gambar 3.1. Siklus Produktivitas

Dari gambar 3.1. tampak bahwa siklus produktivitas merupakan suatu proses

yang kontiniu, yang melibatkan aspek-aspek pengukuran, penilaian, perencanaan dan

peningkatan

produktivitas.

Berdasarkan

konsep

siklus

produktivitas, program

peningkatan produktivitas harus dimulai dari pengukuran produktivitas dari sistem

industri

itu

sendiri.

Untuk

keperluan

ini

berbagai

teknik

pengukuran

dapat

dipergunakan

dan

dikembangkan

dari

memilih

indikator

pengukuran

yang

sederhana sampai yang lebih kompleks.

Apabila produktivitas dari sistem industri itu telah dapat diukur, langkah

berikutnya adalah mengevaluasi tingkat produktivitas aktual untuk dibandingkan

dengan rencana yang telah ditetapkan. Kesenjangan yang terjadi antara tingkat

produktivitas

aktual

dan

rencana

(productivity

gap)

merupakan

masalah

aktual dan rencana ( productivity gap ) merupakan masalah Manfaat Pengukuran Produktivitas produktivitas yang harus

Manfaat Pengukuran Produktivitas

produktivitas yang harus dievaluasi dan dicari akar penyebab yang menimbulkan

kesenjangan produktivitas tersebut. Berdasarkan evaluasi ini, selanjutnya dapat

direncanakan kembali target produktivitas yang akan dicapai baik dalam jangka

pendek maupun dalam jangka panjang.

3.4.

Suatu organisasi perusahaan perlu mengetahui pada tingkat produktivitas mana

perusahaan itu beroperasi, agar dapat membandingkan produktivitas standard

yang ditetapkan manajemen, mengukur tingkat produktivitas dari waktu ke waktu,

dan membandingkan dengan produktivitas industri sejenis yang menghasilkan

produk serupa. Hal ini penting agar perusahaan dapat membandingkan daya saing

dari produk yang dihasilkannya di pasar global yang kompetitif.

Manfaat

antara lain: 8

pengukuran

produktivitas

dalam

suatu organisasi perusahaan,

1.

Strategi

untuk

meningkatkan

produktivitas

perusahaan

dapat

ditetapkan

berdasarkan tingkat kesenjangan produktivitas antara tingkat produktivitas yang

8 Gasperz, Vincen Manajemen Produktivitas Total (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama,2000)

direncanakan dan tingkat produktivitas yang diukur.

2. Perencanaan target tingkat produktivitas dimasa mendatang dapat dirubah kembali berdasarkan informasi
2.
Perencanaan
target
tingkat
produktivitas
dimasa
mendatang
dapat
dirubah
kembali berdasarkan informasi pengukuran tingkat produktivitas.
3.
Perencanaan
sumber
daya
akan
menjadi
lebih
efektif
dan
efisien
melalui pengukuran produktivitas, baik dalam perencanaan jangka pendek
maupun perencanaan jangka panjang.
4.
Pengukuran tingkat produktivitas perusahaan akan menjadi informasi yang
bermanfaat dalam membandingkan tingkat produktivitas diantara organisasi
perusahaan dalam industri sejenis serta bermanfaat pula untuk informasi
produktivitas industri pada skala nasional maupun global.
5.
Tujuan ekonomis dan non ekonomis dari perusahaan dapat diorganisasikan
kembali dengan cara memberikan prioritas tertentu yang dipandang dari sudut
produktivitas. Perusahaan dapat
menilai efisiensi sumber dayanya, agar
dapat
meningkatkan produktivitas melalui efisiensi penggunaan sumber-
sumber daya itu.
6.
Pengukuran produktivitas akan menciptakan tindakan-tindakan kompetitif
berupa upaya-upaya peningkatan produktivitas terus-menerus (continuous
productivity improvement).

Hasil pengukuran produktivitas perusahaan akan menjadi landasan dalam

membuat kebijakan perbaikan produktivitas secara keseluruhan dalam proses

bisnis, kondisi-kondisi berikut sangat diperlukan untuk mendukung pengukuran

produktivitas yang valid. Beberapa kondisi itu adalah :

1.

Pengukuran harus dimulai pada permulaan program perbaikan produktivitas.

Berbagai masalah yang berkaitan dengan produktivitas serta peluang untuk

memperbaikinya harus dirumuskan secara jelas.

2.

Pengukuran produktivitas dilakukan pada sistem industri. Fokus dari<