Anda di halaman 1dari 3

Identitas Nama Umur Jenis kelamin Agama Alamat A. Anamnesa 1.

Keluhan Utama : Terdapat luka terbuka di atas bekas jahitan Caesar 2. Keluhan Tambahan : - gatal pada perut 3. Riwayat Penyakit Sekarang : Seorang wanita 25 tahun datang ke Poliklinik Bedah RSUD Arjawinangun dengan keluhan terdapat luka terbuka di atas bekas operasi sesar. Awalnya pasien datang untuk kontrol setelah 10 hari melahirkan secara sesar 10 hari yang lalu ke poliklinik kandungan. Namun setelah perban dibuka di poliklinik kandungan RSUD Arjawinangun, terdapat luka terbuka di atas bekas jahitan. Pasien selama ini tidak menyadari adanya luka tersebut, namun selama ini pasien sering merasa gatal-gatal pada perutnya dan karena tidak tahan pasien mengaku suka menggaruk perutnya tersebut. Pasien mengatakan saat perban dibuka juga terdapat darah dan cairan kekuningan yang keluar dari luka tersebut. Pasien tidak pernah membatasi makannya dan tidak ada pantangan makan. Riwayat demam disangkal, riwayat terbentur dan terkena benda tumpul pada daerah perut disangkal. Nyeri diakui jarang terjadi dan hanya sedikit dirasakan. Kemudian oleh dokter di poliklinik bedah disarankan untuk dirawat untuk penanganan lebih lanjut. 4. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat penyakit serupa disangkal sebelumnya. 5. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang mengalami hal yang sama dengan pasien. : Ny. S : 25 tahun : Perempuan : Islam : Guwa lor

B. Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan Umum : Baik 2. Vital Sign : Kesadaran : kompos mentis GCS : 15 Tekanan darah : 130/70 mmHg Frekuensi nadi : 84 x/menit Frekuensi napas : 23 x/menit Suhu : 37,30 C 3. Status Generalis : Kepala : normocephale, rambut tidak mudah dicabut Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), reflex cahaya (+/+), pupil bulat isokor THT : dalam batas normal Leher : pembesaran Kelenjar Getah Bening (-) Pembesaran Thyroid : (-) Thorax : Cor : Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat Palpasi : Iktus cordis teraba pulsasi Perkusi : Batas jantung kanan : ICS VI Linea Parasternalis dextra Batas jantung kiri : ICS V Linea Midklavikula sinistra Batas jantung atas : ICS III Linea Parasternalis sinistra Auskultasi : BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-) Pulmo : Inspeksi : Pergerakan hemitorak kanan dan kiri simetris Palpasi : Vokal fremitus kanan dan kiri simetris Perkusi : Sonor di kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler (+/+), Wheezing (-/-), Rhonki (-/-) Abdomen : bising usus (+) normal Inspeksi : tampak luka terbuka di perut bawah kanan dan kiri, masingmasing berukuran 4x1 cm dan 3x2 cm, darah (+), pus (+). Palpasi : tidak teraba massa NT/NL/NK : +/-/Perkusi : Timpani di ke 4 kuadran Auskultasi : BU ( + ) normal Hepar : Tidak teraba membesar

Lien

: Tidak teraba membesar

Ekstremitas : akral hangat, edema - - 4. Status Lokalis : Regio abdomen : tampak luka terbuka di perut bawah kanan dan kiri, masing-masing berukuran 4x1 cm dan 3x2 cm, darah (+), pus (+).

C. Pemeriksaan Penunjang Lab darah rutin: Hb : 11,6 g/dL Ht : 36,3 % Leukosit : 8.800/mm3 Trombosit : 386.000/mm3 GDS : 124 mg/dL Rontgen thorax: Kesan: cor dan pulmo dalam batas normal, skoliosis vertebra torakalis

Diagnosis P1A0 post SC 10 hari dengan Burst Abdomen

Tatalaksana Konservatif: kompres rivanol 2x/hari Ketorolac 2 x 1 amp Ranitidine 2x1 amp Operatif: debridement dan repair.

Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam : ad bonam : ad bonam