Anda di halaman 1dari 24

SATUAN ACARA PENYULUHAN PERAWATAN NIFAS DI RUANG CENDRAWASIH RSUD Dr.

SOETOMO SURABAYA

OLEH : KELOMPOK 1E : Ana Megitati Efika Wenny Muhammad Junaid

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2012

PROFESI PROGRAM BXIII KEPERAWATAN MATERNITAS


MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA DI RUANG CENDRAWASIH RSUD DR. SOETOMO SURABAYA Tanggal 22 Juni 2012

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN Bidang studi Topik Sasaran : Ilmu Keperawatan Maternitas : Perawatan Nifas : Pasien dan keluarga di Ruang Cendrawasih RSUD Dr. Soetomo

Tempat: Ruang PKMRS Cendrawasih RSUD Dr. Soetomo Surabaya Hari/Tanggal : Jumat, 29 Juni 2012 Waktu I. Tujuan 1. Tujuan Instruksional Umum : Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang Perawatan Nifas selama 45 menit, diharapkan pasien dan keluarga di Ruang Cendrawasih RSUD. Dr. Soetomo Surabaya dapat mengerti dan memahami tentang Perawatan Nifas 2. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah dilakukan penyuluhan, pasien dan keluarga di Ruang Cendrawasih RSUD Dr. Soetomo Surabaya diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian masa nifas 2. Menjelaskan tujuan perawatan nifas 3. Menjelaskan tanda-tanda bahaya masa nifas 4. Menjelaskan perawatan masa nifas 5. Menjelaskan cara menyusui bayi II. Materi 1. Pengertian masa nifas 2. Tujuan perawatan nifas 3. Tanda-tanda bahaya masa nifas : 09.00-09:45 WIB (45 menit)

4. Perawatan masa nifas 5. Cara menyusui bayi III. Metode 1. Ceramah 2. Diskusi / tanya jawab IV. Media LCD dengan Powerpoint Leaflet V. Kegiatan Penyuluhan No 1. Waktu Pembukaan 5 menit salam. diri 2. Pelaksanaan 20 menit Menjelaskan Kontrak waktu Menjelaskan tujuan dari penyuluhan Me mperhatikan Memperkenalkan Kegiatan penyuluh Mengucapkan Kegiatan peserta Menjawab salam dengarkan Me mperhatikan Men Moderator Penanggung Jawab

mekanisme kegiatan Menggali pengetahuan Memperhatikan dan pengalaman peserta nifas Menjelaskan Menjelaskan bahaya masa Me Me tujuan perawatan nifas tanda-tanda mperhatikan Menjelaskan Me Penyaji Moderator Fasilitator tentang pengertian perawatan mperhatikan

nifas Menjelaskan tentang perawatan nifas Menjelaskan cara menyusui bayi

mperhatikan Me

mperhatikan Bert Men Moderator

3.

Evaluasi 13 menit

kepada

Evaluasi materi Menanyakan peserta tentang

anya jawab pertanyaan dengarkan

4.

Penutup 2 menit

materi yang telah diberikan Membacakan kesimpulan peserta. Mengucapkan Membagi leaflet salam penutup Mengucapkan terima kasih atas peran serta

Men Moderator

Men

jawab salam

VI. Setting Tempat

Layar

Moderator

Pembicara

Fasilitator

Peserta

Fasilitator

Fasilitator

Observer

VII. Pembagian Tugas 1. 2. 3. Moderator Membuka acara penyuluhan Membacakan susunan acara Mengendalikan acara sesuai dengan jadwal Pembicara Menyajikan materi penyuluhan dan menjawab pertanyaan peserta Observer Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan (peran panitia, proses, hasil) Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan.

VIII. Pengorganisasian Pembimbing Akademik : Esty Yunitasari, S.Kp., M.Kes. Pembimbing Klinik : Harjini, Amd. Keb Pelaksanaan : a. Moderator : Efika Weny b. Pembicara : Ana Megitati c. Observer : Muhammad Junaid IX. Evaluasi a. Evalusi Struktur Pasien dan keluarga yang sedang dirawat di Ruang Cendrawasih Penyelenggaraan penyuluhan di Ruang Cendrawasih RSUD Dr. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh RSUD Dr. Soetomo Soetomo

mahasiswa S1 Keperawatan Unair dengan perawat Ruang Cendrawasih RSUD Dr. Soetomo b. Evaluasi Proses benar c. Kegiatan perencanaan dan pengorganisasian sesuai dengan job description. Evaluasi Hasil Peserta mengetahui tentang pengertian, tujuan, tanda bahaya, perawatan masa nifas, dan cara menyusui bayi serta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh moderator. Antisipasi Masalah Apabila keluarga tidak aktif dalam kegiatan (tidak ada pertanyaan) maka panitia dapat menstimulasi dengan berdialog dengan audience tentang pengalaman keluarga Apabila pertanyaan yang sekiranya tidak dapat dijawab oleh penyaji hendaknya dilakukan konfirmasi kepada pembimbing klinik atau pembimbing akademik yang saat itu mendampingi Bila pertanyaan diluar pokok bahasan saat itu maka jawaban diberikan hanya sebatas kemampuan panitia dan pertanyaan audience diarahkan ke pokok bahasan. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan yang diberikan Peserta mengikuti penyuluhan sampai selesai Peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan penyuluhan Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara

MATERI PENYULUHAN PERAWATAN NIFAS 1. Pengertian Masa nifas adalah periode setelah kelahiran bayi dan plasenta sekitar 6-8 minggu post partum. Selama masa nifas, seluruh organ secara fisiologis kembali lagi pada keadaan sebelum hamil. 2. Tujuan Perawatan Nifas Tujuan perawatan masa nifas : 1. Memulihkan kesehatan umum penderita a. Menyediakan makanan sesuai kebutuhan b. Mengatasi anemia c. Mencegah infeksi dengan memperhatikan kebersihan dan sterilisasi d. Mengembalikan kesehatan urnum dengan pergerakan otot untuk memperlancar peredaran darah 2. Mempertahankan kesehatan psikologis a. Mencegah infeksi dan komplikasi b. Memperlancar pembentukan air susu ibu (ASI) c. Mengajarkan ibu untuk melaksanakan perawatan mandiri sampai masa nifas selesai dan memelihara bayi dengan baik, sehingga bayi dapat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang normal 3. Tanda-Tanda Bahaya Masa Nifas Tanda-tanda bahaya yang sering terjadi pada masa nifas adalah sebagai berikut : a. Perdarahan lewat jalan lahir Adanya plasenta yang tertinggal di dalam rahim b. Keluar cairan berbau dari jalan lahir. Hal ini merupakan salah satu tanda infeksi c. Demam Merupakan salah satu tanda infeksi.

d. Bengkak di muka, tangan, atau kaki disertai sakit kepala atau kejang Merupakan gejala awal dari preeklampsia post partum. e. Nyeri atau panas di daerah tungkai Gejala-gejalanya adalah rasa sakit yang sangat parah, merah, lunak dan atau pembengkakan pada kaki. f. Payudara bengkak berwarna kemerahan dan sakit. Hal ini dapat meningkatkan mordibitas ibu serta kesulitan dalam menyusui ini dikarenakan adanya infeksi pada parenkim kelenjar mamaria (mastitis) g. Putting lecet Akibat isapan bayi yang terlalu kuat dan biasanya ibu tidak mengganti sisi pengisapan pada payudaranya atau monoton pada salah satu sisi saja dapat mengakibatkan nutrisi yang diterima bayi sedikit. h. Ibu mengalami depresi (antara lain menangis tanpa sebab dan tidak peduli pada bayinya). Akan menggangu perawatan yang optimal terhadap bayi. 4. Perawatan Masa Nifas Tindakan yang baik untuk perawatan masa nifas normal pada ibu, yaitu: 1. Kebersihan Diri a. tubuh b. Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Pastikan bahwa ia mengerti untuk membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Nasehatkan ibu untuk membersihkan diri setiap kali selesai buang air kecil atau besar. c. Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik, dan dikeringkan di bawah matahari atau disetrika. Anjurkan kebersihan seluruh

d. kelaminnya. e. daerah luka. 2. Istirahat a. kelelahan yang berlebihan b.

Sarankan ibu untuk mencuci

tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah Jika ibu mempunyai luka

episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh

Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kagiatan

rumah tangga biasa secara perlahan-lahan, serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur. c. berbagai hal : 1. diproduksi 2. dan memperbanyak perdarahan 3. 3. Senam Nifas a. Diskusikan pentingnya mengembalikan otot-otot perut dan panggul kembali normal. Ibu akan merasakan lebih kuat dan ini menyebabkan otot perutnya menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit pada punggung. b. tertentu 1) beberapa menit setiap hari Jelaskan bahwa latihan-latihan dapat membantu mempercepat Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri. Memperlambat proses involusi uterus Mengurangi jumlah ASI yang Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam

mengembalikan otot-otot perut dasar panggul kembali normal, seperti : Tidur telentang dengan lengan di samping, menarik otot perut selagi menarik nafas, tahan nafas ke dalam dan angkat dagu ke dada, tahan satu hitungan sampai lima. Rileks dan ulangi 10 kali.

2)

Untuk memperkuat otot vagina, berdiri dengan tungkai dirapatkan.

Kencangkan otot-otot pantat dan dan panggul tahan sampai 5 kali hitungan. Kendurkan dan ulangi latihan sebsnyak 5 kali. 3) Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan. Setiap minggu naikkan jumlah latihan 5 kali lebih banyak. Pada minggu ke-6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan latihan sebanyak 30 kali. 4. Gizi Ibu menyusui harus : a. Mengkonsumsi tambahan 500 kalori setiap hari b. Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vitamin yang cukup c. Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui) d. Tablet zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin e. Minum kapsul vit. A (200.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASInya. f. Diet harus sangat mendapat perhatian dalam masa nifas karena makanan yang baik mempercepat penyembuhan ibu, Selain itu makanan ibu sangat mempengaruhi susunan air susu 5. Perawatan Payudara a. Menjaga payudara tetap bersih dan kering b. Mengenakan BH yang menyokong payudara c. Apabila puting susu lecet oleskan colostrums atau ASI yang keluar pada sekitar puting susu setiap kali selesai menyusui. Menyusu tetap dilakukan dari putting susu yang tidak lecet. d. Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan sendok. e. Apabila payudara bengkak akibat bendungan ASI, lakukan: 1) Pengompresan payudara dengan menggunakan kain basah dan hangat selama 5 menit.

2) Urut payudara dari arah pangkal menuju puting atau gunakan sisir untuk mengurut payudara dengan arah Z menuju puting. 3) Keluarkan ASI sebagian dari bagian depan payudara sehingga puting susu menjadi lunak. 4) Susukan bayi setiap 2-3 jam sekali. Apabila tidak dapat menghisap seluruh ASI keluarkan dengan tangan. 5) Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui. 6) Payudara dikeringkan. 6. Laktasi Keadaan buah dada pada 2 hari pertama nifas sama dengan keadaan dalam kehamilan. Pada waktu ini buah dada belum mengandung susu, melainkan kolostrum yang dapat dikeluarkan dengan memijat aerola mammae. Kolostrum adalah cairan berwarna kuning tua seperti jeruk nipis yang disekresi payudara pada awal masa nifas Kolostrum lebih banyak mengandung protein dan mineral tapi lebih sedikit mengandung gula dan lemak daripada ASI Cairan kolostrum terdiri dari albumin, yang membeku kalau dipanaskan. Kolostrum mengandung euglobulin yang mengandung antibodi sehingga menambah kekebalan tubuh bayi. 7. Keluarga Berencana Masa postpartum merupakan saat yang paling baik untuk menawarkan kontrasepsi karena pada masa ini pasangan suami istri mempunyai motivasi tinggi untuk menunda kehamilan. Pil dapat mempengaruhi sekresi air susu, biasanya ditawarkan IUD, injeksi atau sterilisasi. Mengapa ibu perlu ikut KB ? Agar ibu tidak cepat hamil lagi (minimal 2 tahun) Agar ibu punya waktu merawat kesehatan diri sendiri, anak, dan keluarga. 8. Seksualitas Pasca Persalinan Setelah persalinan, waktu serta perhatian ibu banyak tersita untuk mengurus bayinya.

Bila terdapat cedera perineum akibat persalinan, maka vagina dan perineum Gairah seksual seringkali mengalami penurunan. Pada beberapa ibu yang memberikan ASI dapat terjadi penurunan libido dan Hubungan seksual bukan merupakan satu-satunya cara untuk memperoleh

akan mengalami ketegangan selama beberapa minggu.

menderita kekeringan pada vagina. kenikmatan seksual dan wanita tersebut masih dapat menerima rangsangan seksual dalam bentuk sentuhan atau rangsangan lain yang tak jarang berlanjut dengan hubungan seksual intercourse dan dapat menyebabkan terjadinya orgasmus pada wanita. Konsultasi dan advis dari dokter kadang diperlukan bila terdapat penurunan gairah seksual pasca persalinan yang terlalu berat. Perawatan Bayi Baru Lahir a. keluar pada hari pertama dianggap masih normal. Benar. Pada dua tiga hari pertama, produksi ASI masih sangat sedikit. Hal ini sesuai dengan keadaan si bayi, dimana masih banyak terdapat cairan dalam tubuh bayi sehingga bayi tidak banyak membutuhkan ASI atau PASI dalam dua tiga hari pertama. Anda tidak perlu memberikan si kecil susu formula lantaran kuatir si kecil akan kehausan karena tidak mendapatkan ASI. b. ASI sebaiknya diberikan segera setelah lahir. Dewasa ini, para dokter ahli kebidanan menganjurkan agar bayi yang baru lahir segera disusui. Hal ini bernilai positif karena kondisi ini adalah kontak kulit pertama bayi dengan ibunda tercinta. Sebuah kegiatan yang menciptakan ikatan batin yang tak ternilai. Bayi baru lahir bayi sudah dapat menangis dan bernapas dengan baik serta tubuhnya sudah dibersihkan dari darah dan lendir) diletakkan di dada ibu. Ajaibnya, meski bayi belum dapat melihat dengan sempurna, ia akan akan merangkak mencari puting ibunya dan akan mulai menyusu. Susui sedari awal bayi Anda dalam 30 menit setelah lahir. Kegiatan pengenalan awal dalam menyusui ini dikenal dengan istilah breast crawl atau dikenal juga dengan Inisiasi ASI (Air Susu Ibu) yang tidak

Menyusui Dini. Pemberian ASI dini ini akan merangsang keluarnya ASI selanjutnya. c. ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi. ASI memang terbukti paling unggul dan merupakan makanan terbaik bagi bayi. Apa pasal? ASI adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk bayi. Anda akan tercengang karena begitu banyak kandungan gizi di dalam ASI. Apa saja yang manfaat ASI? Pertama, ASI mengandung semua kebutuhan gizi yang diperlukan bayi. Kedua, ASI mengandung zat gizi yang mudah dicerna bayi. Ketiga, produksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Kemudian, yang keempat, ASI mengandung berbagai zat anti sehingga bayi tidak mudah terkena infeksi. Manfaat kelima adalah ASI tidak mengandung kuman. Keenam, ASI selalu segar dan tidak pernah basi serta bisa diberikan kapan saja dan dimana saja. Ketujuh, ASI dapat mencegah alergi. Dan kedelapan, yang merupakan bagian terpenting, ASI akan mempererat hubungan batin antara Anda dan dirinya. Masih adakah alasan kita untuk tidak memberikan ASI untuk si kecil? Berikanlah ASI secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. d. Menyusui pun ada ilmunya. Cara menyusui yang benar dapat dilakukan dengan cara-cara berikut. Letakkan wajah bayi menghadap ke payudara Anda dengan cara menyangga kepala bayi dengan satu tangan. Posisi ini akan membuat kepala bayi lebih tinggi daripada dada dan perutnya (seperti posisi setengah duduk). Dekaplah bayi Anda dengan lembut sehingga perutnya akan bersentuhan dengan perut Anda. Dengan tangan Anda yang lain, sanggalah payudara agar mudah dicapai oleh mulut bayi. Pastikan puting payudara dan bagian sekitar areola (bagian berwarna hitam yang mengelilingi puting payudara Anda) masuk ke dalam mulut bayi. Biarkan ia mengisap sampai kenyang dan penting pula, biasakan ia mengisap dari kedua payudara Anda. e. Pemberian ASI sebaiknya tidak boleh diselingi dengan susu formula. Perlu dicatat bahwa bila tidak ada hal-hal yang menghalangi ibu memberikan ASI pada bayi seperti kondisi ibu yang sakit berat, atau bila mendapat sedang dalam tahap pengobatan dengan obat yang dapat dikeluarkan bersama ASI dan dapat

membahayakan kesehatan bayi atau bila ASI tidak dapat keluar sama sekali, maka pemberian susu formula mendapat tempat. Sebaliknya, bila ASI diselingi dengan pemberian PASI (Pengganti ASI, misalnya susu formula) padahal ibu tidak ada halangan memberikan ASI, akan memberikan dampak yang tidak baik. Produksi ASI akan berkurang karena tidak selalu dikosongkan melalui rangsangan hisapan bayi. Segala kebaikan dan manfaat ASI tentunya tidak akan diperoleh oleh bayi. Selain itu, bayi akan mulai belajar minum dengan dot, yang bagi si kecil, kegiatan ini lebih menyenangkan karena ia tidak perlu bersusah payah mengisap namun pancaran susu cukup banyak. f. Bayi tampak kuning pada minggu pertama masih dianggap normal. Kuning pada bayi, atau istilah medisnya adalah ikterus, boleh jadi hal yang normal dan bisa juga sebaliknya. Pada sebagian besar bayi, kondisi ini masih normal. Kuning pada bayi biasanya muncul pada hari ketiga setelah lahir, terlihat samarsamar Warna kuning ini disebabkan adanya kadar bilirubin suatu zat hasil pengolahan sel darah merah yang meninggi di dalam darah. Bila diperiksa, kadarnya mencapai 5 mg per 100 cc darah atau lebih. Normalnya, kadarnya kurang dari 1 mg per 100 cc darah. Warna kuning ini harus menghilang setelah minggu kedua. Jadi, bila kuning muncul sedari hari pertama atau kuningnya tidak menghilang setelah 10 hingga 14 hari, sebaiknya perlu diperiksa dengan teliti. Kadar bilirubin yang terlampau tinggi, pada bayi baru lahir, dapat membahayakan bayi karena dapat merusak otak. g. Bayi yang kuning tidak perlu dijemur dibawah sinar matahari. Sebenarnya tidak perlu menjemur bayi kuning di bawah sinar matahari karena memang tidak ada manfaatnya. Kuning pada bayi akan menghilang dengan sendirinya pada minggu kedua. Namun bukan berarti hal ini dilarang. Silahkan lakukan bila hal ini dapat memberikan efek psikologis pada Anda dengan catatan, jangan terlalu lama. Lakukan selama kurang lebih 15menit dibawah sinar matahari pagi tatkala matahari belum terlalu tinggi. h. Tali pusat butuh perawatan yang tepat. Tali pusat bayi bukan hiasan semata. Perawatan perlu dilakukan agar tidak terjadi infeksi sebelum talipusat lepas dengan sendirinya (istilahnya disebut dengan puput). Prinsipnya adalah menjaga puntung talipusat supaya tetap bersih dan

kering hingga dapat lepas dengan sendirinya. Anda tidak perlu mengoleskan apapun pada puntung. Bila keadaannya tetap kering, Anda dapat membersihkan setiap selesai mandi atau buang air dengan menggunakan cotton bud (pembersih liang telinga) yang diolesi alkohol 70%. Sebaiknya tidak menggunakan antiseptik karena kandungan yodium di dalamnya dapat mengganggu pertumbuhan kelenjar gondoknya. Bila menggunakan popok, lipat popok dibawah pusat, tidak membalut talipusat. Hal ini dimaksudkan agar ketika si kecil buang air kecil, talipusat tidak basah terkena air kencing. Talipusat umumnya lepas dalam waktu 5 hari hingga 7 hari meski kadang ada yang sampai dua minggu. i. Cara bijak memandikan bayi. Sebenarnya, bayi tidak perlu dimandikan (yakni dengan mencelupkan ke dalam bak mandinya) dalam 1 2 minggu pertama. Namun bayi harus tetap dibersihkan dan dikeringkan setiap kali pipis atau buang air besar. Kalau puntung talipusat belum puput, bayi cukup dibersihkan dengan lap saja karena puntung talipusat yang basah, cenderung menimbulkan infeksi. Gunakan air hangat-hangat kuku. Bukalah pakaiannya dan segera selimuti dengan handuk. Buka daerah tubuh bayi yang akan dilap saja agar bayi tidak kedinginan. Untuk wajah, tidak perlu menggunakan sabun. Gunakan sabun untuk mengelap bagian tubuh lainnya. Jangan lupa bersihkan juga daerah selangkangannya. Kalaupun Anda lebih memilih untuk memandikannya, tidak mengapa. Yang penting, tahu caranya. Bila talipusat belum puput, Anda dapat menyelupkan ke dalam bak mandi kecil khusus si kecil. bayi boleh dimandikan di dalam bak mandi kecil. Gunakan air hangat-hangat kuku. Masukkan bayi secara perlahan-lahan. Mula-mula, basuhlan wajah, bagian kepala, kemudian seluruh tubuhnya tanpa menggunakan sabun. Lalu basuh kembali tubuh dan bagian lainnya dengan sabun, kemudian dibilas. Bila talipusat belum puput, segera keringkan talipusatnya seusai mandi dan olesi dengan alkohol 70%. j. Napas bayi berbunyi grok-grok tidak selalu berarti pilek. Pada bayi hingga usia beberapa bulan, rongga hidungnya masih sempit terutama saat pagi hari atau udara dingin. Alhasil, napasnya menjadi berbunyi grok-grok. Jadi, bukan berarti pilek. Tidak perlu diobati karena akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Penyebab lainnya, adalah adanya peningkatan produksi lendir yang biasanya dialami bayi dengan bakat alergi atau bila ada infeksi misalnya influensa. Jadi, yang perlu dicermati adalah apakah bayi ada alergi atau infeksi yang biasanya ditandai dengan adanya demam. k. Keluarnya bercak darah dari kemaluan dapat terjadi pada bayi perempuan. Bercak darah kadang disertai lendir dari liang kemaluan bayi perempuan seperti menstruasi memang dapat terjadi. Hal ini disebabkan masih adanya pengaruh hormon estrogen ibu yang banyak diproduksi oleh ibu semasa bayi dalam kandungan. Hormon estrogen ini mempengaruhi kelenjar pada rahim bayi perempuan. Tidak perlu dikuatirkan dan hal ini tidak membutuhkan pengobatan karena akan hilang dengan sendirinya seiring dengan penurunan kadar hormon estrogen pada bayi. l. Pemakaian gurita atau bedong pada bayi tidak dianjurkan. Sejatinya, bayi dipakaikan gurita dengan tujuan untuk menghangatkan bayi dan mencegah pusar bodong. Hal ini tidak dianjurkan karena memang tidak beralasan. Pemakaian gurita, apalagi bila dipakaikan terlalu ketat, dapat menekan dinding perut bayi sehingga tidak dapat secara bebas mengembang sewaktu bernapas. Alhasil, gurita akan menghalangi pernapasan bayi. Selain itu, gurita yang terlalu ketat juga akan menekan dinding perut sehingga dapat menyebabkan bayi lebih mudah muntah ataupun gumoh. Sedangkan pemakaian bedong biasanya dengan tujuan mencegah kaki bayi bengkok. Hal ini juga tidak ada pembenarannya. Pembedongan bayi, sebenarnya lebih tepat bila ditujukan agar bayi merasa hangat dan tidur dengan tenang, namun dengan catatan, kenakan bedong dengan longgar. Yang sering terjadi adalah bayi dibedong terlalu rapat dan kuat. Padahal ini tidak boleh karena dapat mengganggu peredaran darah, menghambat pernapasan, dan juga dapat mengganggu perkembangan gerakan (motorik) bayi karena tangan dan kakinya tidak dapat bergerak dengan leluasa. m. Makanan tambahan selain ASI tidak dianjurkan diberikan sebelum usia 6 bulan. Makanan tambahan baru boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Sampai usia 6 bulan, sebenarnya ASI saja sudah cukup memenuhi semua kebutuhan

nutrisi bayi. Kondisi ini juga berlaku untuk yang mendapatkan susu formula (karena tidak bisa mendapatkan ASI), makanan tambahan tetap diberikan pada usia 6 bulan. Memberikan makanan tambahan sebelum usia 6 bulan memberikan risiko tersedak yang lebih besar dan lebih mudah terjadi alergi. Kematangan saluran cerna bayi umumnya terjadi pada usia 4 hingga 6 bulan termasuk kematangan mekanisme menelan. Sejenak, kalau kita mencermati, sebelum usia 6 bulan, bayi akan menunjukkan penolakan terhadap makanan bila Anda suapi. Bayi akan melakukan refleks mendorong dengan lidahnya semua benda padat yang masuk mulutnya, kecuali puting susu atau dot yang sudah dikenal sebelumnya. Refleks ini akan menghilang sendirinya saat usia 6 bulan. Artinya, secara alami, bayi memang tidak perlu diberikan makanan tambahan selain ASI. n. Madu tidak boleh diberikan pada bayi kurang dari 1 tahun. Hal ini disebabkan karena madu merupakan tempat yang baik untuk kuman yang disebut Clostridium botulinum tumbuh. Kuman ini menyebabkan keracunan makanan yang disebut botulisme. Gejalanya dapat bervariasi mulai dari ringan hingga dapat menyebabkan kematian. Sembelit yang berkepanjangan, kelemahan pada lengan dan tungkai, lemah saat menangis dan mengisap susu, adalah gejala yang sering terjadi. o. Bayi akan tampak sering tertidur. Tidak perlu terlalu kuatir. Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur. Ia biasanya hanya bangun bilamana lapar atau ada hal yang membuatnya tidak nyaman misalnya basah karena buang air kecil atau buang air besar. Bayi baru lahir memang belum mengenal perbedaan siang dan malam. Anda pun tidak perlu kuatir karena bayi tidur sesuai dengan kebutuhannya. Rata-rata, bayi baru lahir tidur 16 jam sehari. Kemudian hingga usia 6 bulan, kebutuhan tidurnya mulai bervariasi antara 10 hingga 18 jam sehari. Namun, bila si kecil sudah tidur lebih dari dua jam, tidak ada salahnya Anda bangunkan untuk diberikan ASI. p. Amati jumlah biji kemaluan bayi lelaki Anda.

Pada sebagian bayi yang lahir cukup bulan, satu atau kedua testis (buah zakarnya) belum teraba pada kantung kemaluan. Secara medis, istilahnya disebut kriptorkismus. Keadaan ini paling sering terjadi pada bayi yang lahir prematur. Makin prematur bayi dilahirkan, makin sering pula dijumpai. Biasanya, sekitar 66% kasus kriptorkismus akan mengalami penurunan testis sebelum usia 6 bulan. Setelah usia ini, biasanya testis tidak akan turun sendiri sehingga memerlukan pengobatan. Jika masih tidak turun hingga usia 2 tahun, tindakan bedah sebaiknya dilakukan. Sebaiknya, diskusikan dengan dokter Anda untuk merencanakan pengobatan yang tepat dan terbaik. Jangan pernah melakukan tindakan sendiri seperti memijat atau berusaha mencari letak testis. q. Mata bayi tampak selalu berair meski tidak sedang menangis. Memang benar, mata bayi tampak berair. Hal ini masih normal,dan ini terjadi karena saluran air matanya yang belum berfungsi sempurna. Hal ini membuat kotoran mata yang seharusnya terbuang mengikuti saluran air mata menjadi sedikit menumpuk dan terjadi belekan. Keadaan ini akan hilang dengan sendirinya meski membutuhkan waktu yang bervariasi hingga berbulan-bulan. Ada kalanya, orangtua, dianjurkan melakukan pijatan lembut pada sudut mata di dekat pangkal hidung untuk membantu melancarkan aliran. Namun, bila terlihat berlebihan, bahkan kotoran matanya banyak dan lengket, sebaiknya Anda perlu berkonsultasi ke dokter. r. Bayi dapat menangis tiba-tiba karena kolik. Kolik adalah nyeri perut yang munculnya hilang timbul. Biasanya terjadi pada bayi lelaki, gemuk, usia berkisar 2-6 bulan. Gejalanya bayi tiba-tiba menangis, rewel, bahkan tangisannya melengking sehingga membuat orangtuanya panik. Padahal sebelumnya, si kecil tampak sehat saja. Bujuk rayu orangtua untuk mendiamkan tangisan seringkali tidak berhasil, malahan justru orangtuanya yang menjadi gelisah. Bayi terus menangis dan menangis bahkan kadang wajahnya dapat memerah. Namun, setelah serangan kolik ini selesai, bayi pun akan diam dengan sendirinya dan akhirnya tidur seolah tidak terjadi apa-apa. Kuncinya di sini adalah orangtua harus tetap tenang. Tidak usahlah menggendong bayi hilir mudik berlebihan untuk menenangkan, apalagi bila ikut-ikutan menangis atau bahkan marah. Boleh saja menggendong, namun lakukan dengan lembut. Bila

memang benar serangan kolik, maka ini akan berhenti dengan sendirinya dan bayi akan tertidur karena kelelahan. s. Bayi sebaiknya tidak ditidurkan dalam keadaan tengkurap. Di negara kita, kebanyakan bayi ditidurkan dalam posisi yang alami yakni terlentang. Dulu, kerap dianjurkan agar bayi ditidurkan dalam posisi tengkurap atau telungkup. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya tersedak atau aspirasi, yakni istilah untuk masuknya makanan ke dalam saluran pernapasan saat bayi gumoh atau muntah. Padahal, yang dapat terjadi justru sindrom kematian mendadak pada bayi yang ditidurkan telungkup. Lain hal bila bayi sudah dapat tengkurap dengan sendirinya, biarkan ia mencari sendiri posisi tidurnya yang nyaman. Jadi dianjurkan, sebelum bayi berusia 4 bulan, sebaiknya tidak menidurkan bayi dalam posisi telungkup atau tengkurap. t. Jangan lupa berikan imunisasi untuk bayi Anda. Imunisasi diperlukan untuk memberikan perlindungan bagi bayi Anda dari penyakit infeksi. Sebaiknya, Anda memastikan bayi Anda telah diimunisasi, bahkan semenjak baru dilahirkan. Bayi yang baru lahir perlu mendapat imunisasi BCG, polio, dan hepatitis B. Ikuti program imunisasi yang diwajibkan pemerintah kita antara lain: vaksin BCG, polio, hepatitis B, DTP dan campak, yang bisa diperoleh gratis di puskesmas atau posyandu. Dan program imunisasi yang dianjurkan seperti Hib, MMR, Tifoid, Hepatitis A, Varisela, IPD (pneumokokus) dan influensa, penting juga Anda ikuti. Hanya saja, untuk program imunisasi yang dianjurkan ini, Anda harus menyediakan dana sendiri karena tidak bisa didapatkan secara gratis.

Daftar Pustaka 1. Markum AH, dkk, 1991, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Jilid I. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2. Sastroasmoro S, 2007, Membina tumbuh kembang bayi dan balita. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. 3. Sigit IP, 2004, Bahan bacaan manajemen laktasi. Jakarta: Perkumpulan Perinatologi Indonesia. 4. Staa Karel A & Meiliasari M, 2005, Menjadi dokter anak di rumah. Jakarta: Puspa Swara. 5. Satgas Imunisasi, 2007, Jadwal imunisasi anak Indonesia.

CHECK LIST OBESERVASI Ruang Topic penyuluhan Hari/ tanggal Waktu Tempat struktur 1. Persiapan 1)Flip chart 2)Tempat PKRS 3)Kontrak 1hari sebelum PKRS 4)Leaflet 2. Perencanaan 1) Acara penyuluhan berlangsung di Ruang cendrawasih RSUD Dr.Soetomo. 2) Acara berlangsung selama 30 menit. 3) Metode yang digunakan adalah ceramah 3. Pengorganisasian 1) Moderator Mengorganisasi acara penyuluhan 3. Peserta dapat memahami dan melakukan perawaan masa nifas 2. Isi 1) Menggali pengetahuan dan pengalaman keluarga 2) Menyampaikan materi oleh penyaji 3) Memberikan kesempatan pada keluarga untuk bertanya tentang materi yang diberikan 4) Memberikan jawaban dan penjelasan dari pertanyaan yang diajukan oleh penyaji dan fasilitator 2. Peserta penyuluhan dapat menjawab pertanyaan mengenai pengertian, tujuan, tenda-tanda bahaya nifas, perubahan fisiologis dan perawatan masa nifas 1. Pembukaan 1) Mengucapkan salam dan mempersiapkan diri 2) Melakukan kontrak waktu 3) Menyebutkan maksud dan tujuan kegiatan penyuluhan : Ruang Cendrawasih : Perawatan Nifas : Jumat, 29 juni 2011 : 09.00- 09.30 WIB : Bangsal Ruang Cendrawasih Proses Hasil 1. Penyuluhan diikuti oleh minimal 75% dari jumlah pasien dan keluarga yang dirawat di Ruang Cendrawasih RSUD Dr.soetomo.

Membuka acara Mengendalikan

keadaan jika ada pertanyaan yang melenceng 2) Penyaji 3) Fasilitator Memfasilitasi keluarga jika ada pertanyaan Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh keluarga 4) Observer Mengobservasi jalannya penyuluhan serta job description masing-masing 5) Peserta Mengajukan Memperhatikan Memperhatikan pertanyaan materi yang disampaikan jawaban yang diberikan Pertanyaan Menyajikan materi Menjawab

pertanyaan

DAFTAR HADIR PESERTA KEGIATAN PKRS RUANG CENDRAWASIH RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

Topik : Perawatan Nifas Tempat Waktu No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. : Ruang Cendrawasih RSUD Dr. Soetomo Surabaya : 09.00 - selesai Nama Tanda Tangan Hari/Tanggal : Jumat, 29-06-2012