Anda di halaman 1dari 10

http://ninawarawiri.blogspot.com/2011/12/laporan-praktikum-anfismanrefleks.

html laporan Praktikum ANFISMAn rEFLEKS

BAB I PENDAHULUAN
A. Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengenal dan mempelajari macam-macam refleks. B. Dasar Teori Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik, interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhananya memerlukan dua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut busur refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang. Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya mengejutkan dan menyakitkan. Misalnya bila kaki menginjak paku,secara otomatis kita akan menarik kaki dan

akan berteriak. Refleks juga terjadi ketika kita membaui makanan enak , dengan keluarnya air liur tanpa disadari. Mekanisme gerak reflek (gerak tidak sadar) :

belakang

Rangsangan saraf sensorik pusat integrasi di sumsum tulang saraf motorik gerak otot

Waktu antara pemberian rangsangan hingga timbul jawaban disebut waktu refleks. Kekuatan refleks ditentukan oleh kekuatan rangsang dan lama pemberian rangsang. Jenis refleks dikelompokkan berdasarkan : 1. Letak reseptor Refleks eksteroseptif, yaitu rangsangan yang timbul karena rangsangan pada reseptor di permukaan tubuh Refleks interoseptif/viseroseptif, yaitu rangsangan yang timbul karena rangsangan pada alat dalam atau pembuluh darah Refleks propioseptif, yaitu rangsangan yang timbul karena rangsangan pada reseptor di otot rangka, tendon dan sendi (refleks sikap badan) 2. Bagian saraf pusat yang terlibat Refleks spinal, melibatkan neuron di medulla spinalis, contoh : withdrawal refleks Refleks bulbar, melibatkan neuron di medulla oblongata Refleks kortikal, melibatkan neuron di korteks serebri

3. Ciri jawaban Refleks motor, efektornya otot dengan jawaban berupa kontraksi atau relaksasi otot

Refleks sekretorik, efektornya kelenjar dengan jawaban berupa peningkatan atau penurunan sekresi kelenjar Refleks vasomotor, efektornya pembuluh pembuluh darah berupa vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) atau vasokontriksi (penyempitan pembuluh darah)

4. Bawaan sejak lahir dan didapat Refleks tak bersyarat (unconditioned reflex), refleks yang dibawa sejak lahir, contoh : refleks menghisap pada bayi Refleks bersyarat (conditioned reflex), refleks yang didapat selama pertumbuhan dan biasanya berdasarkan pengalaman hidup, contoh : keluar air liur ketika melihat makanan yang lezat 5. Jumlah neuron yang terlibat Refleks monosinaps, lengkung refleks paling sederhana, melalui satu sinaps (hanya melalui 2 neuron, satu neuron afferen dan satu neuron efferen yang langsung berhubungan dengan di saraf pusat). Contoh : stretch refleks. Refleks polisinaps, melalui beberapa sinaps, terdapat beberapa interneuron yang

menghubungkan afferen dan efferen. Kecuali refleks regang, semua refleks melalui lebih dari satu sinaps. Gerak refleks dapat digunakan pada pemeriksaan neurologi untuk mengetahui kerusakan atau pemfungsian dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Keadaan sirkuit refleks dapat sangat bervariasi tergantung pada kondisi seseorang (misalnya terjaga, tidur, koma), pada apa yang dilakukan (misalnya berjalan, berlari, berpikir), pada posisinya dalam ruang dan postur, dan atas faktor lainnya. Informasi-informasi ini berguna bagi dunia farmasi dan kedokteran.

BAB II METODOLOGI
A. Alat dan Bahan Adapun Alat yang digunakan antara lain yaitu : Alat diseksi Papan Fiksasi Beker glas Statif Hammer refleks Adapun bahan yang disgunakan antara lain yaitu: Katak Benang Kapas Larutan Cuka 1%

B. Cara Kerja Cara mendapatkan spinal animal Pegang katak dengan tangan kiri Gunting mulutnya sampai batas belakang tengkorak Atau bisa juga dengan teknik Single Pithing yaitu memasukkan jarum sonde lewat foramen occipitale masuk ke dalam otak dan merusaknya Gantung katak pada statif dengan menggunakan benang Waktu refleks dan kekuatan refleks (Rangsangan Mekanis) Jepit kaki belakang dengan pinset. katak akan menarik kaki saat dijepit (melakukan refleks pelindung/withdrawal refleks) Adakalanya kakinya tetap diangkat, setelah menarik kakinya. Untuk hal ini, jepitlah kaki lainnya, sehingga katak akan menurunkan kakinya kembali (penghambatan reflektorik). Jepitlah lagi kaki pertama dengan lebih kuat. Katak akan menarik kedua kakinya, bahkan kedua kaki depannya (iridiasi refleks). Catat waktu respon serta kekuatan refleks. Rangsangan Kimiawi Siapkan 2 beker glas, yang satu berisi air biasa dan yang lainnya berisi asam Celupkan kaki belakang kiri katak yang tergantung itu ke dalam beker glas yang berisi asam. Perhatikan responnya dan catat jenis refleks. Jika tidak terjadi respon, bilas kaki yang telah dicelup dalam asama dengan air bersih pada beker glas yang lain, kemudian celupkan kaki kiri lebih banyak ke dalam asam cuka itu Perhatikan responnya dan catat jenis refleks. Basahi kulit tubuh yang lateral setinggi dada, sebelah kiri sesisi dengan kaki yang terkena asam cuka. Perhatikan refleks yang terjadi dan catat hasilnya. Refleks Patella Tungkai difleksikan pada sendi lutut, membentuk sudut 120 Tendo muskulus quadriceps femoris dipukul tepat dibawah patella

Perhatikan refleks yang terjadi dan catat hasilnya.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil pengamatan

Jenis Rangsangan Mekanis

Refleks yang ditimbulkan Strech Refleks Withdrawal Refleks Crossed Extensor R. Scratch Refleks Withdrawal Refleks Scratch Refleks

Kekuatan refleks Sangat Kuat Kuat Lemah -

Kecepatan Sangat Cepat Cepat Lambat

Kimiawi

Patella B. Pembahasan

Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut busur refleks. Busur refleks terdiri dari : Organ sensorik (reseptor) Neuron afferent Satu atau lebih sinaps pada station integrasi pusat Neuron efferent Effektor (otot atau kelenjar) Macam-macam refleks yang diuji pada praktikum kali ini antara lain : 1. Stretch Reflex Refleks ini diawali dengan meregangnya otot. Organ reseptornya disebut muscle spindle. Contohnya adalah refleks patella 2. Withdrawal Reflex

Apabila suatu stimulus yang menyakitkan diberikan pada bagian tubuh manapun, maka bagian tubuh tersebut segera ditarik menjauhi arah datangnya rangsangan. Contohnya adalah seseorang menyentuh gelas yang panas, maka refleks orang tersebut adalah menarik tangannya. Mekanisme withdrawal refleks ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

3. Crossed Extensor Reflex Apabila refleks penarikan ditimbulkan oleh suatu stimulus yang menyakitkan pada kaki kiri, maka kaki kanannya terlihat meregang. Contohnya adalah ketika seseorang menginjak paku, maka kaki yang menginjak paku akan menarik diri, sedangkan kaki yang lainnya akan mengambil berat seluruh tubuh. 4. Scratch Reflex Beberapa neuron sensorik dapat menanggapi rangsangan kimia yang menghasilkan gatal. Apabila kulit hewan dirangsang, hewan tersebut akan menggarukkan tempat yang dirangsang tadi, seolah-olah ingin menghilangkan rangsangan tadi. 5. Extensor Thrust Reflex Apabila pada telapak kaki anjing diberikan suatu tekanan, kaki tersebut akan dibentangkan keluar dan terlihat tegang. Hal ini terjadi karena kontraksi otot-otot extensor dan fleksor secara bersamaan.

Pada hewan vertebrata, hubungan antara neuron afferen dan efferen ada di otak dan di sumsum tulang belakang. Pada percobaan ini, hewan percobaan (katak) dideserebrasi, sehingga

didapatkan spinal animal (hewan bersumsum tulang belakang saja). Pada katak yang diperlakuan dengan merusak sistem saraf otaknya, respon yang dihasilkan tetap ada namun katak merespon stimulus sangat lama. Hal ini dikarenakan sistem saraf pada otaknya telah mengalami kerusakan pada saat penusukan dengan sonde atau menggunting mulut katak sampai batas belakang tengkorak pada saat praktikum. Dari hasil pengamatan terjadi pengurangan frekuensi respon pada katak deserebrasi. Akan tetapi katak deserebrasi masih dapat memberikan respon. Hal ini disebabkan karena jantung katak bersifat neurogenik sehingga katak masih mampu memberikan respon. Pada saat diberikan cubitan dengan kekuatan kecil, kaki katak akan melakukan gerak refleks yang berlawanan dengan arah rangsangan (Withdrawal Refleks). Namun apabila cubitan dengan kekuatan kuat maka kaki katak akan mengejang. Apabila rangsangan dengan kekuatan tertentu diberikan kepada membran sel saraf, membran akan mengalami perubahan elektrokimia dan perubahan fisiologis. Perubahan tersebut berkaitan dengan adanya perubahan permeabilitas membran yang menyebabkan terjadinya permeabel tehadap Na+ dan sangat kurang permiabel terhadap K+. Menurut Idel, antoni (2000), katak dewasa bernapas dengan menggunakan tiga organ pernapasan, yaitu permukaan kulit tubuhnya, permukaan rongga mulut dan paru-paru. Itulah sebabnya mengapa pada saat asam cuka diletakkan pada bagian paha dalam, katak tidak memberikan respon, karena pada kulit di bagian dalam paha tidak termasuk organ pernapasannya. Pada percobaan mengoleskan asam cuka yang diletakkan pada bagian sentral tubuh, katak akan meresponnya dengan bergerak-gerak. Hal ini disebabkan oleh karena katak bernapas dengan bantuan kulitnya, sehingga asam cuka yang dilekatkan pada kulit katak menghambat pemerolehan oksigen untuk pernapasan. Asam terbagi menjadi dua, yaitu asam kuat dan asam lemah. Beberapa contoh asam kuat yang biasa digunakan antara lain : HCl, H2SO4, HF, HBr, dan lain-lain, sedangan contoh asam lemah adalah : CH3COOH (asam asetat), H2CO3 (asam karbonat), C6H8O6 (asam askorbat), C6H8O7 (asam sitrat), dan lain-lain. Memukul tendon patella dengan hammer refleks tepat di bawah patella menyebabkan otototot paha depan meregang. Hal ini merangsang reseptor sensorik stretch yaitu muscle spindle untuk memicu impuls afferen dalam saraf sensorik dari saraf femoralis yang sinapsis (tanpa

interneurones) di sumsum tulang belakang, benar-benar independen dari pusat yang lebih tinggi. Dari sana, sebuah neuron alfa-motor melakukan impuls eferen kembali ke otot quadriceps femoris, memicu kontraksi. Kontraksi ini, dikoordinasikan dengan relaksasi dari otot hamstring fleksor antagonis menyebabkan kaki menendang. Refleks ini membantu menjaga postur dan keseimbangan, yang memungkinkan seseorang untuk berjalan tanpa sadar, tanpa memikirkan setiap langkah. Mekanisme refleks patella ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. 2. 3. 4. Setelah melakukan percobaan pada katak untuk mengetahui refleks dari beberapa macam rangsangan maka dapat disimpulkan bahwa : Rangsangan mekanis dapat menyebabkan stretch refleks dan withdrawal refleks Rangsangan kimiawi dapat menyebabkan withdrawal refleks dan crossed extended refleks Refleks patella membantu menjaga postur dan keseimbangan seseorang pada saat berjalan. Tiap individu mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap suatu rangsangan, tergantung dari kekuatan rangsang dan waktu refleks. Sebaiknya dilakukan beberapa kali pemukulan pada percobaan refleks patella untuk mengetahui letak tendo muskulus quadriceps femoris.

B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA
Effendi,Mulyati E MS.,Ir: 2010. Penuntun Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia. Bogor. Laboratorium farmasi. Ganong, F.William. 1995. Buku ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi II. Jakarta : EGC. Guyton, Arthur C. 1964. Function of the Human Body. Second edition. Japan :Igaku Shoin Ltd. http://thetom022.wordpress.com/2008/01/15/gerak-reflek-pada-manusia/ Idel,Antoni.2000.Biologi Dalam Kehidupan Sehari -hari. Gitamedia Press:Jakarta Sherwood, L. 2008. Human Physiology : From Cells to Systems. Seventh Edition. USA : Graphic World Inc.

Anda mungkin juga menyukai