Anda di halaman 1dari 2

Anfis Kelenjar Pankreas

http://2.bp.blogspot.com/_lCqZiiauL-E/TRreuLY1HyI/AAAAAAAAAC4/i1EwK6iZ1VM/s1600/4.JPG

Pankreas adalah kelenjar majemuk bertandan, strukturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah. Panjangnya kira-kira lima belas sentimeter, mulai dari duodenum sampai limpa, terdiri atas tiga bagian. Kepala pankreas yang paling lebar, terletak di sebelah kanan rongga abdomen, di dalam lekukan duodenum, dan yang praktis melingkarinya. Badan pankreas merupakan bagian utama pada organ itu, letaknya di belakang lambung dan di depan vertebra lumbalis pertama. Ekor pankreas adalah bagian yang runcing di sebelah kiri yang sebenarnya menyentuh limpa. Jaringan pankreas terdiri atas lobula dari pada sel sekretori yang tersusun mengitari saluran-saluran halus. Saluran-saluran ini mulai dari persambungan saluran-saluran kecil dari lobula yang terletak di dalam ekor pankreas dan berjalan melalui badannya dari kiri ke kanan. Saluran-saluran kecil itu menerima saluran dari lobula lain dan kemudian bersatu membentuk saluran utama, yaitu duktus wirsungi. (Pearce, 2009) Pankreas dapat disebut sebagai organ rangkap mempunyai dua fungsi, yaitu : a. Fungsi eksokrin, dilaksanakan sel sekretori lobulanya yang membentuk getah pankreas yang berisi enzim dan elektrolit. Cairan pencerna itu berjalan melalui saluran ekskretori halus dan akhirnya dikumpulkan dua saluran, yaitu yang utama disebut duktus wirsungi dan sebuah saluran lain, yaitu duktus santorini, yang masuk ke dalam duodenum. Saluran utama bergabung dengan saluran empedu di ampula vater. Pankreas dilintasi saraf vagus, dan dalam beberapa menit setelah menerima makanan, arus getah pankreas bertambah. Kemudian, setelah isi lambung masuk ke dalam duodenum, dua hormon, sekretin dan pankreozimin dibentuk di dalam mukosa duodenum dan merangsang arus getah pankreas. (Pearce, 2009) Fungsi eksokrin berfungsi sebagai sel asinar pankreas, memproduksi cairan pankreas yang disekresi melalui duktus pankreatikus ke dalam usus halus. (Syaifuddin, 2009) b. Fungsi endokrin, tersebar di antara alveoli pankreas, terdapat kelompok-kelompok kecil sel epitelium, yang jelas terpisah dan nyata. Kelompok-kelompok ini adalah pulau-pulau kecil atau kepulauan langerhans, yang bersama-sama membentuk organ endokrin. Persarafan didapati dari saraf vagus dan persediaan darah dari saluran kapiler besar. (Pearce, 2009)

Ada empat jenis sel penghasil hormon yang teridentifikasi : Sel alfa menyekresi glukagon, dapat meningkatkan kadar gula darah. Sel beta insulin, dapat menurunkan kadar gula darah. Sel delta menyekresi somatostatin, hormon penghalang hormon pertumbuhan yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. Sel F menyekresi polipeptida pankreas, sejenis hormon pencernaan untuk fungsi yang tidak jelas yang dilepas setelah makan. (Syaifuddin, 2009) Mekanisme Kerja Insulin a. Insulin meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel / jaringan tubuh kecuali (otak, tubuli ginjal, mukosa usus halus, dan sel darah merah). Masuknya glukosa adalah suatu proses difusi karena perbedaan konsentrasi glukosa bebas antara luar sel dengan dalam sel. b. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel. c. Meningkatkan sintesa protein di otak dan hati. d. Menghambat kerja hormon yang sensitif terhadap lipase, meningkatkan sintesa lipid. e. Meningkatkan pengambilan kalsium dari cairan sekresi. (Syaifuddin, 2009) Efek Fisiologi Insulin a. Efek insulin pada metabolisme karbohidrat Glukosa yang diabsorbsi dalam darah menyebabkan sekresi insulin lebih cepat. Meningkatkan penyimpanan, dan penggunaan glukosa dalam hati. Meningkatkan metabolisme glukosa dalam otot, penyimpanan glukosa dalam otot, dan meningkatkan transpor glukosa melalui membran sel otot. b. Efek insulin pada metabolisme lemak Memengaruhi lemak melalui efek jangka panjanag dari kekurangan insulin yang menyebabkan arteriosklerosis, serangan jantung, stroke, dan penyakit vaskular lainnya. Kelebihan insulin menyebabkan sintesis dan penyimpanan lemak, meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel hati, serta kelebihan ion sitrat dan isositrat. Penyimpanan lemak dalam sel adiposa : menghambat kerja lipase yang sensitif pada hormon dan meningkatkan transpor ke dalam sel lemak. c. Efek insulin pada metabolisme protein Transpor aktif asam amino dalam jumlah banyak ke dalam sel. Membentuk protein baru dan meningkatkan translasi (sintesis polipeptida) RNA. Meningkatkan kecepatan transkripsi DNA. (Syaifuddin, 2009)

Sumber: Pearce, Evelyn C. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Syaifuddin. 2009. Fisiologi ubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. http://2.bp.blogspot.com/_lCqZiiauL-E/TRreuLY1HyI/AAAAAAAAAC4/i1EwK6iZ1VM/s1600/4.JPG: diakses tanggal 18 Mei 2012. 15.32