Anda di halaman 1dari 10

\HALAMAN PENGESAHAN

Laporan lengkap Praktikum Fisiologi Tumbuhan dengan Judul Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Katalase yang disusun oleh : Nama NIM Kelas/Klp : Abdi Kurniawan : 101414007 :B/I

telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima.

Koordinator Asisten

Makassar, Mei 2012 Asisten

Risna Irawati, S.Pd.

Andi Rifani NIM. 0914040

Mengetahui, Dosen Penanggung Jawab

Drs. ISMAIL, M.S. NIP: 19611231198603101

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kata metabolisme dalam kehidupan kita sering kita dengar. Metabolisme adalah reaksi kimia di dalam tubuh yang mengubah suatu zat menjadi zat yang lain. Reaksi dalam metabolisme mengguakan biokatalisator berupa enzim. Enzim merupakan senyawa organik yang tersusun atas protein. Metabolisme melibatkan banyak komponen (molekul-molekul) yang terdapat di dalam sel. Enzim katalase banyak terdapat di dalam sel. Enzim katalase ini merupakan enzim yang relative stabil dan reaksinya mudah diukur dari oksigen yang dihasilkan. Katalase terdapat hampir di semua makhluk hidup. Enzim ini diproduksi oleh sel di bagian badan mikro, yaitu Perioksisom Bagi sel, enzim ini adalah bodyguard yang melindungi bagian dalam sel dari kondisi oksidatif yang bagi kebanyakan orgnisme ekuivalen dengan kerusakan. Aktifitas enzim bersifat spesifik dimana hal ini berarti enzim hanya bekerja pada substrat yang sesuai. Enzim berperan di dalam sel sebagai biokatalisator atau katalisator pada makhluk hidup yang mempercepat reaksi biokimia dan bekerja secara spesifik. Hidrogen peroksida adalah senyawa yang bersifat racun bagi sel.. Reaksi perombakan hydrogen peroksida menjadi air dan oksigen sebagai berikut: 2 H2O2 2H2O + O2. Untuk mempelajari pengaruh pH terhadap enzim katalase lebih lanjut, maka kami melakukan praktikum ini. B. Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari ini adalah untuk melihat efek pH terhadap aktivitas enzim katalase. C. Manfaat Praktikum Adapun manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat melihat efek pH terhadap aktivitas enzim katalase.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Enzim merupakan biomolekul yang memiliki fungsi sebagai katalis dalam suatu reaksi kimia. Hampir semua enzim merupakan protein. Hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung cukup cepat. Pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim, molekul awal reaksi disebut sebagai substrat, dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi molekul-molekul yang berbeda, disebut produk. (Kimball, 2003). Enzim katalase hanya dapat berfungsi di antara suhu 37-40 derajat celcius. Jika suhu terlalu rendah ( < 10 0C) , maka enzim ini akan berhenti bekerja, tetapi tidak mengalami kerusakan dan akan bekerja kembali jika suhu telah normal. Jika suhu terlalu tinggi ( >40 0C), enzim ini akan mengalami denaturasi sehingga tidak dapat dipakai kembali. pH optimum untuk enzim ini adalah pH netral (6,5 7,5 ) (Anonim, 2012). Menurut Dwidjoseputro (1981), factor-faktor yang mempegaruhi aktivitas enzim adalah sebagai berikut: 1. Pengaruh temperature 2. Pengaruh pH 3. Pengaruh konsentrasi enzim 4. Pengaruh air 5. Pengaruh substrat 6. Pengaruh hasil akhir Menurut Sasmitamiharja (1996), Ciri umum enzim yaitu: 1. Enzim terbina daripada protein yang dihasilkan oleh sel hidup. 2. Tindakan enzim spesifik. Setiap jenis enzim hanya bertindak balas dengan substrat tertentu sahaja. Contoh: enzim sukrase hanya boleh berindak balas

dengan sukrosa tetapi tidak boleh bertindak balas dengan maltosa walaupun kedua-duanya adalah gula. 3. Tindak balas enzim boleh berbalik. Arah tindak balas bergantung kepada jumlah substrat dan hasil yang ada. Tindak balas penguraian lemak akan berlaku dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri sehingga keseimbangan tercapai antara keduadua substrat. 4. Enzim diperlukan dalam kuantiti yang kecil. Sedikit enzim akan satu bilangan besar tindak balas biokimia yang sama. 5. Enzim tidak boleh dimusnahkan selepas tindak balas biokimia selesai. Oleh itu, enzim boleh digunakan berulang kali. 6. Suhu optimum bagi tindak balas enzim ialah pada 37oC. Pengaruh pH Bila aktivitas enzim diukur pada pH yang berlainan, maka sebagian besar enzim didalam tubuh akan menunjukan aktivitas optimum antara pH 5,0 - 9,0, kecuali beberapa enzim misalnya pepsin(pH optimum = 2). Ini disesbabkan oleh : 1. Pada pH rendah atau tingi, enzim akan mengalami denaturasi.2. Pada pH rendah atau tinggi, enzim maupun substrat dapat mengalami perubahan muatan listrik dengan akibat perubahan aktivitas enzim.Misalnya suatu reaksi enzim dapat berjalan bila enzim tadi bermuatan negatif (Enz-) dan substratnya bermuatan positif (SH+) : Enz- + SH+ > EnzSH. Pada pH rendah Enz- akan bereaksi dengan H+ menjadi enzim yang tidak bermuatan. Enz- + H+ > Enz-H Demikian pula pada pH tinggi, SH+ yang dapat bereaksi dengan Enz-, maka pada pH yang extrem rendah atau tiggikonsentrasi efektif SH+ dan enz akan berkurang, karena itu kecepatan reaksinya juga berkurang (Campbell, 2003). Diantara faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi aktivitas enzim adalah pH larutan. Katalase sangat aktif dan mudah diekstraksi. Hidrogen peroksida dikenal sebagai penghambat bagi banyak enzim, oleh karena itu jaringan tumbuhan memiliki suatu enzim tertentu yang mengkatalisis perombakannya yakni katalase. Reaksi perombakan hydrogen peroksida menjadi air dan oksigen sebagai berikut: 2 H2O2 2H2O + O2 (Ismail, 2012). memangkinkan

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Hari/ Tanggal Waktu Tempat B. Alat dan Bahan 1. Alat a. Lumpang dan mortal b. Gelas piala 1000 ml c. Tabung reaksi kecil d. Tabung reaksi besar dengan penutup karet e. Selang karet 2. Bahan a. Bahan tanaman: kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus) b. Bahan kimia 1) H2O2 2) air 3) pH (3,6; 4,2; 5,4; 6,0; 6,6; 7,2; 7,8; 8,4; 9,0) C. Prosedur kerja 1. Menyiapkan perlengkapan 2. Mengambil kecambah kacang hijau dan menghancurkan dengan mortal hingga halus, lalu menambahkan dengan 40ml aquadest sampa berbentuk suspense, membiarkan sebentar sampai endapan turun ke bawah. Kemudian menuangkan 10ml cairan yang diatas endapan ke dalam tabung reaksi besar dan dengan menggunaan pipet, meneteskan larutan penyangga (pH) ke dalam larutan larutan enzim dan mengocok-ngocok secara perlahan : Senin / 4 Juni 2012 : Pukul 13.00 s.d. 14.30 WITA : Laboratorium Biologi Lt. III Barat FMIPA UNM

3. Menuangkan H2O2 ke dalam tabung reaksi kecil 4. Menyiapkan perlengkapan untuk mengukur gas O2 yang keluar dari tabung reaksi besar. Mengisi aquades pada gelas ukur 10ml kemudian dengan menggunakan ibu jari menutup mulut tabung. dengan posisi terbalik, memasukkan gelas ukur tersebut ke dalam gelas kimia 1000ml yang terlebih dahhulu telah diisi air. Pada waktu 0, memiringkan tabung reaksi sampai larutan H2O2 bercampur dengan larutan enzim penyangga. Mengembalikan posisi tabung pada posisi semula (tegak). kemudian mengocok secara perlahan dengan gerakan memutar. untuk menghindari pengaruh panas, memegang tabung pada bagian atas dekat tutup 5. Menentukan lamanya waktu mengumpulkan gas (O2), yaitu 5 menit sebagai perkiraaan aktivitas enzim. Kemudian menggunakan waktu 5 menit untuk semua perlakuan pH 6. Menghitung banyaknya gas yang tertampung pada gelas ukur

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan No 1. 2 3 4 5 6 Ph 1,4 5,4 6,0 6,6 7 7,2 Gelembung O2 (X/1cm) 1 6 7 8

B. Pembahasan Praktikum kali ini kami menggunakan kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus), Adapun hasil pengamatan yang diperoleh yaitu banyaknya O2 yang dihasilkan yang ditandai dengan adanya gelembung dalam gelas ukur. Hasil pengamatan yang kami peroleh adalah, pada pH 1,4 ; 6,0 ; 6,6 ; 7,2 tampak adanya gelembung gas. Pada pH 1,4 terbentuk 1 gelembung, pada pH 6,0 terbentuk 6 gelembung, pada pH 6,6 terbentuk 7 gelembung, dan pada pH 7,2 terbentuk 8 gelembung. Sedangkan pada pH 5,4 ; 7,2 tidak terbentuk gelembung sama sekali. Ini berarti terdapat kesesuaian antara teori dengan hasil pengamatan. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Ismail (2008), setiap enzim mempunyai pH optimum yang membantu menjaga bentuk tiga dimensionalnya. Untuk kebanyakan enzim pH optimum antara 7-8 (pH fisiologis umumnya sel) meskipun ada beberapa enzim yang dapat bekerja pada pH ekstrim. Enzim katalase banyak terdapat di dalam sel-sel tanaman atau hewan. Seperti halnya dengan peroksidase, maka katalase pun mempunyai gugusan prostetik berupa besi. Fungsi katalase adalah mengubah hydrogen peroksida

(H2O2) menjadi air dan oksigen dimana reaksinya adalah: 2 H2O2 2H2O + 2O2. Molekul-mlekul H2O2 selalu terdapat dalam jumlah agak besar dalam berbagai jaringan. Akan tetapi jika molekul-molekul tersebut ada dalam keadaan berlebihan maka hal ini akan meracuni sel-sel jaringan. Oleh karena itu perlu diubah menjadi air biasa oleh enzim katalase.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa Enzim katalase dapat menguraikan hydrogen peroksida ditandai dengan hasil berupa adanya gas O2. kerja enzim katalase dipengaruhi oleh pH. Enzim ini bekerja pada pH 6,6 sampai 9,0. B. Saran 1. Diharapkan kepada praktikan agar lebih menguasai langkah kerja dari praktikum yang akan dilakukan agar praktikum bisa berjalan dengan lancar. 2. Diharapkan kepada asisten sebaiknya lebih memberikan pengarahan dan penjelasan agar praktikum dapat berjalan lancar. 3. Sebaiknya kepada laboran bahan dan alat untuk praktikum sebaiknya ditambah jumlahnya agar tiap kelompok bisa melakukan pengamatan tanpa harus berdesak-desakan.

DAFTAR PUSTAKA
Susanto. Dwi. 2012. Enzim Katalase. http://www.anneahira.com/enzim-katalase.htm. Diakses tanggal 13 Juni 2012 Campbell. 2003. Biologi jilid II edisi kelima. Jakarta: Erlangga Dwidjoseputro. 1981. Biologi. Jakarta : Erlangga Ismail. 2012. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM Ismail. 2008. Fisiologi Tumbuhan. Makassar: jurusan Biologi FMIPA UNM Kimball. 2003. Biologi jilid II edisi kelima. Jakarta : Erlangga Sasmitarahardja. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Bandung : Jurusan Biologi FMIPA ITB