Anda di halaman 1dari 24

BAB VI PENGUAT DAYA

LINEARITAS PENGUAT
Karakteristik transfer linier: Vout = A.Vin, dimana A = penguatan tegangan

Persamaan umum output yang mempunyai penguatan tidak linier: Vout = A Vin + B Vin2 + C Vin3 + .
Contoh: Vout = 5 Vin + 2 Vin2 Maka karakteristik transfernya sebagai berikut:

Gambar sinyal input dan output: (untuk sinyal sinusoidal)

Akibatnya dalam domain frekuensi:

Vin

Sinyal tunggal: Sinus atau Cosinus Jika ada informasi


Vout

f1-fm f1 f1+fm

f1

2f1

3f1

Harmonisa harus di reject

Penguat daya dengan parameter Impedansi (Z)

Rs

Tingkat II
Transistor sebagai penguat Impedansi

IMC I

Tingkat I

IMC II

IMC III

Tingkat III

RL

Zin 1

Zout 1

Zin 2

Zout 2

Zin 3

Zout 3

Parameter Impedansi transistor Zin atau Zout ada 2 model, yaitu:


1. Model Seri 2. Model Pararel Klasifikasi penguat daya yang akan dibahas: a. Penguat daya kelas A b. Penguat daya kelas B c. Penguat daya kelas C

1. Model Seri

Transistor

1,7 -j2,7

5 -j5,6

Zin

Frek operasi = 100 MHz Transistor MRF 233

Zout

2. Model Paralel
Contoh: MRF 233 dengan frek operasi 100MHz

transistor
INPUT OUTPUT

422 pF

156 pF

11,3

Zin

Zout

PENGUAT DAYA KELAS A

10

Penguat daya kelas A


= 25%, 75% panas cocok digunakan untuk modulasi amplitude:AM, ASK, QAM linearitas paling bagus

11

Penguat daya kelas A


Titik kerja penguat daya kelas A

12

PENGUAT DAYA KELAS B

13

Penguat daya kelas B


Titik kerja penguat daya kelas B, yaitu:

14

Model Pararel

Penguat daya kelas B

= (50 70)% ada pemotongan sinyal 1800

15

Penguat daya kelas B


Untuk mengatasi pemotongan sinyal maka penguat B dibuat push pull ada 2 metode push pull kelas B, yaitu: 1.a Penguat push pull kelas B dengan transformator input dan output .b Penguat push pull kelas B dengan transformator input 2. Rangkaian penguat push pull kelas B tanpa trafo
16

Penguat daya kelas B


1 a. Penguat push pull kelas B dengan transformator input Contoh : menggunakan transistor PNP

17

Penguat daya kelas B


1 b. Penguat push pull kelas B dengan transformator input dan output Contoh : dengan menggunakan transistor NPN

18

Penguat daya kelas B


2. Rangkaian penguat push pull kelas B tanpa trafo Contoh : Dengan transistor PNP dan NPN

Q1 Q2

2 Vo 0

0 - vee

RL

19

PENGUAT DAYA KELAS C

20

Penguat daya kelas C


Efisiensi : = 85%, 15% panas Linieritas paling jelek Ada pemotongan sinyal >1800

21

Penguat daya kelas C

Vout (t)

>

22

Titik kerja Penguat daya kelas C

23

Penguat Daya

Perancangan
Langkah-langkah merancang penguat daya (kelas A): 1. Menentukan beban RL yang optimum
2.

Transistor biasing dan matching impedansi


(VCC VSAT ) 2 RL = 2P

24