Anda di halaman 1dari 19

BAB XIV MINANGKABAU DIBAWAH BELANDA..

A. PENERAPAN PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN.. 1). Janji janji Pemerintah Belanda.. Semenjak datangnya Groenewegen menjejakkan kakinya di Painan (1640 M) sampai kokohnya Orang Belanda memerintah di Minangkabau (1850 M), banyak ahli ahli Belanda, perwira perwira Belanda dan orang Eropah lainnya yang menulis tentang Minangkabau.. Diantara mereka itu ialah Groenewegen, Sir Marsden, Rafles, Thomas Diaz, Micheil, Van den Bosch, De Kock, Ryneveld, Elout, Boelhouwer, Bouwer, Hendrick, Hooyer, Schoenmaker, Vanden Hart, Van Geen, Vander Hoewel, Kielstra, Stein Parve, Van Seven Hoven, Nahuys, Junge, De Waal, Sieburg, Verklerk Pistorius dan banyak lagi yang lain.. Selain itu ada pula buku buku yang disalin oleh Belanda dari buku tulisan Arab Melayu yang tidak jelas penulisnya.. Belanda telah banyak menguber janji kepada masyarakat Minangkabau, yang janji itu mereka buat bukan untuk mereka tepati tapi hanya untuk menipu masyarakat Minangkabau.. Pada Perjanjian untuk mendatangkan Belanda ke Minangkabau di Padang tanggal 21.10 1821 dari pihak Belanda ditanda tangani oleh Du Puy salah satu fasalnya berbunyi bahwa Belanda akan membantu Pemerintahan Minangkabau untuk melaksanakan peraturan Perundang undangan Minangkabau yang sudah ada ataupun yang yang belum diundangkan.. Pada Perjanjian Masang tanggal 25.01.1824M yang ditanda tangani oleh Let Kol Raaf, pada salah satu fasal berbunyi bahwa Belanda tidak akan mencampuri urusan Pemerintahan Minangkabau (termasuk tentang peraturan perundang undangan dan kepemimpinan).. Pada Perjanjian Padang tanggal 15.11.1825M yang ditanda tangani oleh De Steur menyatakan untuk masyarakat Minangkabau diberlakukan peraturan perundang undangan MInangkabau oleh Peradilan yang dibentuk masyarakat Minangkabau sendiri.. Peradilan yang dibentuk oleh Belanda di Padang hanya diberlakukan untuk bangsa Belanda dan bangsa asing lainnya atau orang MInangkabau yang membunuh/ menganiaya Belanda atau mencuri kepunyaan Belanda..

Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

515

Tanggal 08.08.1833M gubernur Jenderal Vanden Bosch a.n Raja Belanda dia mengumumkan 02.10.1833 ditanda tangani oleh GG Van Den Bosch, pelanggaran dan persengketaan rakyat akan diadili oleh Peradilan adat dengan Undang adat Minangkabau sendiri, Peradilan yang dibentuk Pemerintah Belanda di Padang diberlakukan hanya untuk bangsa Belanda dan Timur asing dan untuk pribumi yang menentang dan merusak barang atau membunuh bangsa Belanda.. Keputusan no 310 tgl 11.10.1833, ditanda tangani oleh Van Den Basch selaku Gubernur Jeneral Hindia Belanda menyatakan sengketa dan pelanggaran peraturan oleh masyarakat diselesaikan oleh peradilan adat yang dibentuk oleh masyarakat sendiri.. Peradilan Pemerintah Belanda hanya mengadili orang yang melawan Pemerintah Belanda.. Pada 25.10.1833M, ditanda tangani oleh May Jen JC Reisz dan JL Van Seven Hoven a.n Raja Belanda pada Pelakat Panjang Pemerintahan Hindia Belanda menyatakan: a. Tidak akan mencampuri urusan pemerintahan Minangkabau.. b. Belanda membeli hasil pertanian rakyat dan membantu rakyat memasarkannya keluar Negeri.. c. Pemerintah belanda menjamin keamanan rakyat dengan dibantu oleh orang Minangkabau.. Paga Nagari yang selama ini berfungsi menjamin keamanan Nagari diperkecil jumlahnya, hanya tertinggal opas sebagai pesuruh Kapalo Nagari.. d. Beberapa hal lainnya.. 2).Belanda memungkiri janji janjinya.. Sementara itu Belanda mempersiapkan dan menambah pasukan dan persenjataannya, mengadudomba masyarakat, menyogok kesana sini untuk memenangkan perangnya.. 16.08.1837M benteng Bonjol diduduki Belanda dibawah pimpinan Jendral (bintang 4) Coehius panglima angkatan perang Belanda dengan 5000 pasukan regular, 300 orang pasukan khusus, 150 pucuk meriam dan 25 pucuk meriam besar.. 1844M pemberontakan Batipuah dia lumpuhkan.. Semenjak 1845M dengan kejadian diatas Belanda merobah sikapnya memungkiri semua janji yang telah ditanda tanganinya.. Dia keluarkan ketetapan ketetapan baru seperti dibawah ini.. a. Staadsblad (Stb) no 16 th 1858 menetapkan; Untuk seluruh wilayah Hindia Belanda diberlakukan hukum Pemerintah Belanda sama seperti di negeri Belanda..
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

516

b. Stb th 402 th 1906 menetapkan Peraturan yang diumumkan pada Stb 16 th 1906 harus dilaksanakan secara murni dan konsekwen.. Semua alat Pemerintah Hindia Belanda dikerahkan untuk itu.. c. STB no 321 tqhun 1913 menetapkan jabatan Lareh dihapus diganti dengan jabatan Demang yang berstatus pegawai pemerintahan Belanda dan dapat dipindahkan ketempat atau derhentikan oleh Pemerintah Belanda.. 3). Perubahan baru sikap Pemerintahan Belanda.. Akibat dari tindakan ini di Minangkabau terjadi banyak pemberontakan, seperti perang Kamang, Perang Manggopoh dan lain lain.. Peperangan ini menimbulkan biaya banyak.. Banyak laporan Kapalo Nagari yang menyatakan kesulitan pelaksanaannya disebabkan tantangan masyarakatnya.. Didaerah lain pun terjadi gejolak gejolak yang menyulitkan jalannya Pemerintahan.. Untuk itu Pemerintah Belanda mengeluarkan biaya besar.. Untuk itu Pemerintahan Belanda menurunkan tenaga ahli melakukan penelitian.. Prof Vollen Hofen dan Prof Ter Haar menyarankan agar bagi pribumi diberlakukan hukum adatnya masing masing.. Secara berangsur angsur dialihkan menjadi hukum Pemerintahan Belanda.. Dengan begini tidak akan mengeluarkan biaya besar, keamanan terjamin, rakyat merasa dihormati.. Kekuasaan Belanda menjadi bertambah kokoh.. Untuk itu Pemerintahan Belanda untuk Minangkabau telah menerbitkan; 1. Peraturan yang diberlakukan.. a) Stb no 774 tahun 1914 menetapkan Pemerintah Hindia Belanda mengokohkan: Demi keamanan dan kerja sama yang baik pengangkatan Kapalo Nagari haruslah dengan ketetapan dari Pemerintah Hindia Belanda.. Pimpinan Kerapatan Nagari (KN) dijabat oleh Kapalo Nagari.. Istilah Kapalo Nagari deganti dengan bahasa Belanda yaitu Nagari Hoofd...Kapalo Nagari sebagai kepala Pemerintahan Nagari dengan istilah Nahari Hoofd.. Kapalo Nagari menjadi peminpin Kerapatan Nagari dan Perangpat Nagari sekali gus menjadi pemimpin masyarakat Adat dan agama.. Tungku Tigo Sajarangan (TTS) yang terdiri dari Kerapatan Niniak Mamak, Kerapatan Alim Ulama dan Kerapatan Cadiak Pandaiadalah lembaga lembaga yang mempunyai hak mewakili

Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

517

b)

c)

d)

e).

masyarakat dalam Kerapatan Nagari.. Kerapatan nagari merupakan lembaga musyaweara Nagari (legislative Nagari).. Niniak Mamak sebagai ilmuwan adat diganti dengan penghulu kaum (datuak datuak), dengan istilah tetap Niniak Mamak.. Bagi daerah yang tidak ada datuak sebagai penghulu kaum atau kaum yang bergaris patrilineal, dapat dipakai kepala kaum yang bukan datuak atau kepala kaum yang patrilineal.. Staadsblad no.667 tahun 1918, Anggota Kerapatan Nagari yang terpilih dari dan oleh TTS dikokohkan dengan surat Keputusan Resident Westkust Sumatra (Sumatra Barat) a/n Pemerintah Hindia Belanda.. Dari tiga Kapalo Nagari dipilih oleh TTS satu diantaranya dikokohkan oleh Resident Weskust Sumatra (Sumatra Barat) sebagai nagari hoofd (Kapalo Nagari).. Dengan STB no 321 tahun 1913 Belanda menetapkan jabatan Lareh dihapus diganti dengan jabatan Demang yang berstatus pegawai pemerintahan Belanda dan dapat dipindahkan ketempat lain atau diberhentikan oleh Pemerintah Belanda.. Dengan Stb no 774 tahun 1914 Belanda menetapkan Pemerintah Hindia Belanda mengokohkan: Kapalo Nagari sebagai kepala Pemerintahan Nagari dengan istilah Nagari Hoofd.. Kapalo Nagari menjadi peminpin Kerapatan Nagari dan Perangkat Nagari sekali gus menjadi pemimpin masyarakat adat dan agama.. Tungku Tigo Sajarangan (TTS) yang terdiri dari Kerapatan Niniak Mamak, Kerapatan Alim Ulama dan Kerapatan Cadiak Pandai adalah lembaga lembaga yang mempunyai hak mewakili masyarakat dalam Kerapatan Nagari.. Kerapatan nagari merupakan lembaga musyawarah Nagari (legislative Nagari).. Niniak Mamak sebagai ilmuwan adat diganti dengan penghulu kaum (datuak datuak), dengan istilah tetap Niniak Mamak.. Bagi daerah yang tidak ada datuak sebagai penghulu kaum atau kaum yang bergaris patrilineal, dapat dipakai kepala kaum yang bukan datuak atau kepala kaum yang patrilineal.. Dengan Staadsblad no.667 tahun 1918, Belanda menetapkan anggota Kerapatan Nagari yang terpilih dari oleh TTS dikokohkan dengan surat Keputusan Resident Westkust Sumatra (Sumatra Barat) a/n Pemerintah Hindia Belanda.. Dari tiga Kapalo Nagari dipilih oleh TTS

Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

518

satu diantaranya dikokohkan oleh Resident Weskust Sumatra (Sumatra Barat) sebagai Nagari hoofd (Kapalo Nagari).. f). Dengan Stb 227 th 1927 Belanda menetapkan hukum Pemerintah Hindia Belanda hanya diberlakukan untuk bangsa Eropah dan Timur asing, sedangkan untuk pribumi, baik pelenggaran pidana atau penyelesaian sengketa (perdata) diberlakukan hukum setempat (adat mereka sendiri) dan memakai peradilan mereka sendiri.. Kekuasaan menangkap dan menahan tersangka pidana untuk beberapa hari (polisional beleid) tetap menjadi kekuasaan Kapalo Nagari/ Kapalo Desa.. g). Dengan Stb no 80 th 1932 Belanda menetapkan Peradilan adat lainnya diluar Peradilan Desa /Nagari, serta Peraturan Adat diluar Peraturan Desa /Nagari tidak diberlakukan.. Keputusan diluar Peradilan Nagari tidak menjadi pertimbangan hukum oleh Pegadilan Nagari.. h). Dengan Stb no102 th 1935 Belanda pada pasal 3 menetapkan; Ayat 1. Perkara perdata dan pidana kecil, penyelesaiannya diserahkan kepada Peradilan yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan adat setempat, dengan peradilan Desa /Nagari.. Ayat 2. Apa yang ditetapkan pada ayat 1 pasal ini tidak menghalangi pihak yang berkepentingan untuk membawa sengketanya ke pengadilan yang dibentuk oleh Pemerintah.. Ayat 3. Hakim-hakim yang dimaksud pada ayat 1 memeriksa dan mengadili sengketa menurut hukum adat mereka dengan tidak memberikan hukuman fisik...Untuk Minangkabau, Peradilan beserta hakim hakim nya (Dorps Rechter) ditetapkan oleh Kapalo Nagari bersama Karapatan Nagari (KN).. Untuk Tapanuli, Palembang peradilan dibentuk bersama Tua-tuo Adat.dan Jawa Peradilan desa dibentuk oleh Kepala Desa... i). Dengan Stb no 490 th 1938 Belenda menetapkan Peraturan Pemerintahan Desa ditanah seberang (luar Jawa dan Madura) atau Inlandsch Gemeente Ordonantie Buiten Gewesten (IGOB), untuk Westkust Sumatra mengokohkan kembali, Pemerintahan Pribumi yang pernah dikokohkan sebelumnya oleh Pemerintah Hindia Belanda.. 1. Huruf dan angka.. Huruf dan angka resmi yang dipakai oleh Pemerintahan Desa/Nagari ialah huruf dan angka laten.. Walaupun huruf dan angka Arab yang telah merakyat di Minangkabau, untuk Pemerintahan huruf dan angka Arab itu tidak dapat dipergunakan..
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

519

Sampai zaman kekalahan Belanda oleh Jepang masih banyak rakyat Minangkabau yang belum pandai tulis baca huruf Laten.. Mereka masih memakai huruf /angka Arab berbahasa Melayu.. .. Walaupun katanya Belanda mengatakan system yang dipakai orang Minangkabau adalah system adatnya sendiri tapi masih banyak system adat itu yang diintervensi oleh Pemerintah Belanda seperti; a. Kerapatan Nagari yang setara dan sejajar dengan Kapalo Nagari, dijadikan berada dibawah Kapalo Nagari.. b. Niniak Mamak (Ilmuwan adat) dalam Tungku Tigo Sajarangan, oleh Pemerintah Hindia Belanda dirubah menjadi Kepala kaum (datuak datuak).. Sedangkan datuak datuak itu adalah kepala kaum yang berstatus eksekutif.. Cara ini bertentangan dengan daulat umat yang dicanangkan sara.. Akibatnya nilai demokrasi adat Minangkabau menjadi berkurang.. Kumpulan kepala kaum adalah assosiasi kepala kaum, sedangkan Niniak Mamak adalah kumpulan ilmuwan adat... c. Kapalo Nagari dipilih langsung satu orang oleh Kerapatan Nagari yang anggotanya Tungku Tigo Sajarangan, dirobah mejadi dikokohkan dengan Surat Keputusan Residen. d. Banyak yang lain..

Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

520

1. Struktur pemerintahan Nagari Stb 774 th 1914; Stb 667 th 1918 RESIDENT SUMATRA BARAT ASSISTEN RESIDENT

NAGARI)

NAGARI HOOFD

BANDARO.

JURU TULIS

PERADILAN

KERAPATAN NAGARI
Wk.NM

Wk.AU

Wk.CP

PDDK

CATI

PR PG Kr.NM

Kr.AU

Kr.CP

JORONG

KAPALO JORONG

Kr.NM.J Kr.AU.J Kr.CP.J ANGGOTA TTS

KAUM

PANGHULU KAUM

RAKYAT

Keterangan
Kerapatan Nagari KN (Legislatif) Perangkat Pemerintah Wilayah
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

521

B. MISI BELANDA TENTANG ISLAM.. Kedatangan Belanda ke Indonesia ini mempunyai dua misi yaitu misi salib dan misi ekonomi.. Missi salibnya berbunyi jadikanlah seluruh pelosok dunia menjadi murid Yesus, babtislah mereka atas nama tuhan roh dan tuhan bapak.. Carilah uang sebanyak banyaknya.. Kedua misi dilaksanakan dengan rumusan, mereka adalah musuh kamu karena mereka adalah musuh tuhan.. Paus telah menjikan ampunan, berapapun kesalahan yang kamu perbuat akan diampuni oleh tuhan.. Untuk menguasai mereka rusaklah kehidupan mereka dengan candu, meniman keras, tembakau dan judi.. Adu dombalah mereka agar mereka saling bermusuhan satu sama lain.. Telah banyak pengalaman, untuk mencapai misi pertama, atau untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dilakukan dengan memaksakan kehendak (dengan kekerasan), akhirnya memaksakan kehendak itu menimbulkan perselisihan yang akhirnya perang.. Penyelesaian perang menimbulkan biaya perang.. Untuk mencapai kedua misi itu memerlukan biasa besar, sehingga jadinya menghilangkan misi kedua yaitu misi ekonomi.. Selain dari itu juga adanya koropsi dalam tubuh VOC, mengakibatkan VOC berakhir dengan bangkrut.. Semenjak perusahaan diambil alih oleh Pemerintahan Belanda, biaya kekerasan itu menghabiskan hampir semua penghasilan.. Taktik yang paling dengan biaya yang paling murah ialah, membuat berita bohong, mengadu domba mereka, dengan memakai selebaran atau majallah.. Perlawanan yang keras itu pada umumnya datang dari umat Islam.. Karena itu umat Islam harus menjadi perhatian khusus.. Peraturan Perundang undangan rakyat yang mengacu kepada syariat Islam adalah Minangkabau dan Aceh.. Jika Minangkabau dan Aceh telah dapat diamankan berarti Indonesia telah diamankan.. Lebih lebih Minangkabau, dimana mana di nusantara ini tercatat, orang Minangkabau sebagai pengembang agama Islam disana.. Untuk itu diperlukan ilmuwan theology ketimuran (orientalis) yang ahli dan berpengalaman.. Diantara orang yang yang diketemukan ialah Christian Snouck Horgronje.. Dia dilahirkan di kota kecil Tholen provinsi Zeeland negeri Belanda 8 Februari 1857 dilahirkan oleh Anna Maria Visser dengan bapak Ds JJ Snouck Hurgronje.. J J S Hurgronje adalah pendeta gereja Hervormd kota Tholen. 26 Juni 1936 dia meninggal Dunia di Leiden.. Tahun 1878 Prof Dr CS Horgonye telah
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

522

menamatkan sajana muda Theologi.. Tahun 1883 dia telah menyelesaikan Doctor Theologinya.. Dia bekerja sebagai tenaga ahli tentang agama pada departemen jajahan.. 16 Januari 1885 Christian Snouck Horgronje resmi memasuki Islam dengan membacakan kalimat syahadah di hadapan qadhi Jeddah Ismail Agha dengan dua orang saksi gubernur Hijjaz dan wakil khalifah Turki Usmani, dengan nama baru Islamnya ialah Abdul Gaffar.. Tanggal 2 januari CS Horgronje pindah rumah dari konsulat Belanda Jeddah, kerumah barunya di Bandung.. Rumah itu dia tempati berdua dengan teman barunya Raden Abu Bakar Jaya Diningrat, yang biasa bertemu dengannya di Jeddah.. Raden Abu Bakar seorang Banten yang telah lk 5 th belajar agama di Mekah.. Tanggal 21 Februari 1885 Abdul Gaffar telah berada di Mekah bersama rombongan Hajji.. Dia menghubungi rombongan haji Indonesia dengan bahasa Indonesia yang baik dia memperkenalkan diri dengan nama Abdul Gafur.. Banyak kenalannya dari bangsa Indonesia.. Semua kegiatan bangsa Indonesia di Mekah dia catat.. Selain itu dia juga belajar lebih memperdalam ilmul kalam dan kebudayaan orang Mekah sendiri.. Setiap tanggal 21 Februari dirayakan oleh raja Belanda dan para Ilmuwan TheologI Belanda sebagai hari Mekah berada di Leiden.. 21 Februari 1985 dirayakan besar besaran arsip tentang kegiatan Snouck Horgonje dipamerkan.. Kata Van Konings veld dari membaca beberapa naskah menimbulkan hasrat saya untuk meneliti kehidupan Pof DR Christian Snouck Horgonje tersebut,.. Tanggal 6 Agustus 1885 Abdul Gaffur berangkat dengan tergesa gesa dari Mekah, khabarnya Pemerintah Mekah menganggap Abdul Gaffur tidak sepenuh hati memasuki Agama Islam.. Berdasarkan berita Surabaja courant th 1890 menerangkan bahwa CS Hurgronje telah menikah dengan anak penghulu besar Ciamis secara Islam dan adat Pariangan dengan sepengetahuan Residen Pariangan.. Menteri Jajahan dan Gubernur Jenderal membantah berita itu.. Tanpaknya perkawinan itu adalah suatu strategi yang yang diatur bersama Gubernur General.. P.SJ. Van Koninggveld setelah membaca itu dalam arsip di perpustakaan Universitas Leiden, tahun itu juga mulai melakukan penelidikan.. Dia dapat berhubungan dengan seorang yang bernama Harry Yusuf di Amsterdam (50 tahun).. Dari Penyelidikannya dia ketemukan riwayat sebagi berikut;

Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

523

Tahun 1888 Abdul Gaffur kawin dengan Sangkana secara Islam dan adat Pariangan.. Sankana adalah satu satunya anak perempuan Raden Haji Muhammad Thaib, Penghulu besar Ciamis.. H Muhammad Thaib termasuk keluarga dekat isteri Bupati Ci Amis.. Perkawinan dilaksankan di di pendopo kabupaten, sepengetahuan Residen Pariangan.. Dari perkawinan ini lahirlah 5 orang anak, Emah (pr) Umar (lk), Aminah (Pr) dan Ibrahim.. Diwaktu melahirkan anak yang kelima membawa kematian Sangkana, tahun 1895.. Anak anak Abdul Gaffur dipelihara oleh Lasmita Kusuma isteri Bupati Ciamis.. Tahun 1898 Abdul Gaffur mengawini Siti Sadijah anak dari Haji Muhammad Suib yang sehari hari dipanggil Kalifah Apo.. Nama kalifah Apo di kokohkan dengan nama salah satu jalan di Bandung.. Kekeluargaan Siti Sadijah banyak dari orang orang yang befungsi sebagai pejabat Bupati, ulama ulama bahkan mereka itu berasal dari keturunan raja.. Abdul Gafur menyatu dengan keluarga ini, suatu keuntungan yang sangat besar bagi Abdull Gafur.. Sebagai kepala kaumnya ialah Raden Tachiah Kapolda Jawa Barat.. Masuk Islamnya CS Horgronye adalah sepengetahuan raja Belanda.. Semenjak tahun 1925 dia menetap di Leiden sebagai seorang Keristen yang baik sampai meninggalnya tahun 1936.. Sampai begitu yang dilakukan Belanda untuk menipu rakyat Indonesia.. C. PERKEMBANGAN dan PERGERAKAN NASIONALISME.. Pergerakan anti penjajahan untuk ingin mencapai kemerdekaan baik dia dari golongan Islam, golongan Budha, Hindu, golongan Keristen, golongan Sosialis atau kelompok masyarakat lainnya ataupun mereka menamakan golongan Nasionalis sendiri semuanya itu dimasukan kepada pergerakan Nasionalis.. 16 Oktober 1905 di Solo berdiri Syarikat Dagang Islam (SDI).. Pada waktu itu usaha, baik perdagangan, industry dikuasai oleh orang Belanda dan orang Cina.. Pengusaha batik juga dimonopoli orang Blanda dan Cina, sedangkan hampir semua tenaga kerjanya dari pribumi.. Pribumi hanya mendapat sedikit hasil dari tenaga yang dikeluarkannya.. Hasil terbesar diambil oleh yang mempunyai modal yaitu Belanda dan Cina.. Haji Samanhudi mengambil inisiatif untuk mengkoordinir pekerja pribumi itu dimulai dari pekerja pembatik.. Dia usahakan agar hasil untuk buruh dan pemodal berimbang.. Dia kumpulkan pekerja pribumi dia bentuk semacam kooperasi dia usahakan modal untuknya.. Kumpulan buruh pribumi itu dia namakan Syarikat Dagang Islam (SDI)..
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

524

Usahanya terseot seot, banyak mendapat tentangan dari orang Cina dan Belanda, halangan utama didapat dari aturan yang dibuat Pemerintah Belanda.... Dia minta bantu kepada seseorang yang dianggap ahli yaitu Raden Mas Oemar Said Tjokro Aminoto.. Menurut Tjokro Aminoto, usah membantu masyarakat akan sulit berhasil kecuali diorganisir secara menyeluruh, melalui gerakan politik dan peraturan perundang undangan.. RM OS Tjokroaminoto lahir 18 Agustus 1882 di Desa Bakur Ponorogo anak dari Bupati RM Adipati Tjokronagoro.. Tjokronagoro anak dari RM Kiyai Bagus Kesan Besari pemilik /pemimpin pesantren Tegal Sari Ponorogo.. Dia lulusan OSVIA (Opleiding School Voor Inlansche Ambtenaren) th 1902.. Semenjak tahun itu sampai th 1905 bekerja sebagai sekretaris Patih Ngawi.. Atas anjuran Tjokroaminoto !6 Oktober 1906 SDI dirobah menjadi Syarikat Islam (SI).. Untuk mencapai tujuannya organisasi ini mendapat banyak kendala dari pemerintah dan dari perundang undangan.. Untuk membina ekonomi rakyat haruslah melalui peraturan perundang undangan dan terjun kedunia pemerintahan dan politik.. Th 1909 SI dijadikan Partai Politik dengan nama Partai SI.. Secara terang terang menyatakan non kooperasi (tidak bekerja sama) dengan Pemerintah Hindia Belanda dan menuntut kemerdekaan bagi pendudk asli.. Kemudian dibelakang SI itu ditambah dengan identitas Indonesia menjadilah dia Partai SI Indonesia.. Anggotanya menyebut mereka adalah orang SI, dimana istilah Partai dan kata Indonesia tersembunyi.. Inilah pergerakan Nasional pertama yang menuntut pembebasan Indonesia dari penjajahan dan juga bersipat Nasional seluruh Indonesia.. Ditahun 1912 saja telah berdiri 196 Cabang diseluruh Indonesia dengan anggota lk 3 juta orang yang tercatat, belum termasuk simpatisan.. Di Solo saja jumlah anggota 35 000 orang dari jumlah penduduk 60 000 orang.. Hampir seluruh pribumi Solo menjadi anggota SI.. Pengurus dan anggota SI pada umumnya dari golongan Mardika (orang yang tidak terikat dengan Pemerintahan Belanda).. 20 Mai 1908 atas inisiator Dr Wahidin Soedirohusodo dan Dr Soetomo mendirikan organisasi Budhi Utomo yang anggota anggotanya Priyayi Jawa yang kebanyakan ambtenar (orang yang terikat dengan Pemerintahan Belanda), tidak bersipat nasionalis, hanya bersifat ke Jawaan.. Tahun 1935 Budi Utomo membubarkan diri.. Tahun 1912 berdiri organisasi Muhammadiyah di Jokya oleh Kyai Muhammad Dahlan.. Muhammadiyah tidak mencampuri urusan politik.. Mereka memilih usaha sosial dan pendidikan.. Memajukan pendidikan dan
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

525

keilmun umat.. Hubungan Muhammadiyah dan SI cukup mesra.. Banyak pengurus Muhammadiyah yang rangkap jabatan dengan pengurus SI.. Tahun 1912 ini Tjokroaminoto berkenalan dengan Abdul Muis, anggota baru SI.. Abdul Muis dipercayai Tjokroaminoto memimpin SI Cabang Bandung.. Abd Muis temasuk pemimpin yang cakap.. Abd Muis lahir di Sungai Puar Bukitinggi 3.Juli 1878.. Sekolah Menengah di Bukitinggi, belajar di STUVIO tidak tamat.. Pernah menjadi ambtenar di Departemen Pendidikan, tidak betah disana, selanjutnya dia melanjutkan karirnya sebagai wartawan Koran Bintang Hindia, Progresif, dan Preangger Bode (koran bahasa asing).. Maret 1915 H Agus Salim mendaftar sebagai anggota SI .. Dia lahir di Koto Gadang Bukitinggi 8 Oktober 1884 (tidak bulan Agustus), dengan nama yang diberikan ayahnya Masudul Haq.. Pengasuhnya memanggilnya Den Gus.. Inilah nama yang terpakai waktu dia masuk sekolah.. Bapaknya Sutan Muhammad Salim jaksa di Medan.. Sekh Ahmad Khatib al Minangkabawi adalah pamannya.. Pendidikan dasar di ELS (Eropesche Lagere School) dan pendidikan menengah HBS (Hogere Bergelijkie Skhool) di Bukitinggi.. Tamat th 1903 dengan predikat juara. Melanjutkan perguruan tinggi hukum di Negeri Belanda.. Selama 5 th bekerja di konsulat Belanda Jeddah.. Kesempatan ini dia pakai untuk mempelajari Islam sejara matang.. HA Salim dapat berbicara enam bahasa dunia Indonesia, Belanda Arab, Inggeris, Perancis dan Jerman.. Katanya dia tidak cocok bekerja dengan Belanda.. Setelah berhenti dia bekerja sendiri sebagai penterjemah buku bayaran.. Setiap terjadi perbedaan dengan pihak lain HA Salim tampil kedepan mewakili SI.. Tjoroaminoto, HA Salim dan Abd Muis adalah tiga tokoh besar SI yang bekerja saling menunjang..

Tahun 1917 Soeryo Koesoemo, Abdoer Rahman, Satiman Soeryo Negoro dan Rajiman membentuk Comite voor Het Javaansche National.. Organisasi inilah sabagai dasar Partai Nasional Indonesia, yang dipimpin oleh Soekarno nantinya.. Mereka menetapkan, yang dimaksud Nasionalis Jawa bukanlah Islam, tapi adalah budaya Hindu dan atau Budha.. Pendirian ini menjadi dasar bagi AD Young Yava.. Tahun 1918 oleh organisasi ini diterbitkan buku Darmogandul yang isinya menghina Islam dan Nabi Muhammad.. Kata mereka hanya merekalah organisasi gerakan Nasionalis.. Organisasi selebih bukan gerakan Nasionalis.. Dalam satu majallah milik mereka dinyatakan, SI adalah gerakan orang Bodoh para
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

526

haji dan santri.. Gerakan itu tidak akan berumur lama, hanya merupakan gerakan sementara.. Pada kongres ke 7 Yong Yava Desember th 1924, Samsur Rijal mengusulkan, Islam Agama terbesar di Jawa, kiranya Islam dapat disamakan dengan Protestan dan Katholik agar diberi pula kesempatan untuk diajarkan dalam kursus kursus anggota.. Tokoh tokoh Nasional dibawah pimpinan Soekarno, Doewes Dekker, Cipto Mangoen Koesoemo menolak usul tersebut, menyatakan Islam itu berlawanan dengan nationalis, agama Islam itu tidak pantas dicampurkan dengan urusan Negara dan ilmu.. Januari 1925 dalam suatu majallah Cokro Aminoto menjelaskan tidak sepertujuh rambutpun, agama menghalangi Nasionalisme.. Melalui nabinya Muhammad Tuham menuntun orang orang kepada Nasinalisme, Sosialisme dan humanism.. Sebagai antisipasi itu tanggal 01.01 1925 H Agus Salim bersama tokoh tokoh muda SI mendirikan Yong Islamite Bond (JIB).. Mereka itu ialah Muhammad Natsir, Kasman Singo Dimejo, Muhammad Roem, Prawoto Mangkusasmito, Yusuf Wibisono dan Sumsurijal.. Tokoh tokoh muda inilah nantinya sebagi sesepuh Masyumi.. Dalam majallah Timbul milik organisasi Nasionalis dibawah pimpinan Mr Singgih dan Rajiman menyatakan Gerakan Nasionalis SI telah jatuh kebawah pengaruh petualang H Agus Salim,, H A Salim telah merobah SI menjadi gerakan pendeta dan ulama, telah meninggalkan kepentingan sosial dan ekonomi masyarakat.. 07 09 1926 GG De Groof berpidato di depan Volks Raad (Dewan rakyat Hindia Belanda) menyampaikan, kita sangat menghargai gerakan dan tindakan golongan Nasionalis.. Mereka berbuat tidak dengan kekerasan.. Mereka golongan pribumi mayoritas.. Majallah Timbul terbitan Februari 1927 menulis, Haji Agus Salim adalah alat Pemerintah Hindia Belanda dan antek antek procurer General (Kejaksaan Agung).. untuk tugasnya itu dia telah dibayar dengan uang sebesar f 1 700,Karena berita tersebut masyarakat SI merasa perlu menyelasaikan masalah tersebut.. Jika memang benar berita itu H A Salim akan dikeluarkan dari keanggotaan SI.. SI mengadakan pertemuan dimuka public di Gedung Adi Dharma tanggal 4 Mai 1927 mengundang Mr Singgih /Rajiman dan HA Salim.. Sebagai wasit (moderator) pertemuan HA Salim menunjuk 2 orang dan Singgih / Rajiman menunjuk 2 orang.. Keempat juri
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

527

menunjuk seorang juri Ketua.. Begitu antusisnya masyarakat pertemuan dihadiri lk 3000 orang.. Dewan juri menanyakan kepada H Agus Salim, apakah benar saudara telah ditugaskan Pemerintah Belanda dan membayar saudara untuk itu.. Jawab H A Salim tidak pernah.. Dewan Juri menanyakan kepada Singgih apakah benar saudara mengetahui bahwa H A Salim menerima uang sebanyak f 1 700, (f dibaca gulden) dari Pemerintah Belanda Cq Procurer General.. Ya, saya mengetahuinya dari Sutan Ibrahim karyawan Procurer General tersebut.. Katanya dia pernah melihat mandate keuangan f 1 700,atas nama HA Salim.. Beberapa tahun yang lalu Sutan Ibrahim sudah meninggal dunia.. Siapakah lagi bersama saudara yang mendengar perkataan Sutan Ibrahim itu.. Jawab Singgih tidak ada.. Tidak ada yang mendengar perkataan St Ibrahim selain saya.. Jawab Singgih tak ada yang perlu lagi saya sampaikan.. Dalam sidang itu selanjutnya HA Salim menjelaskan bahwa dia pernah diupah menterjemahkan buku sejarah dunia berjudul Weredschiedenis kedalam bahasa Melayu atas perintah Volks lektuur (balai perpustakaan rakyat) dengan bayaran f 2,50 perhalaman.. Buku itu tebal berjumlah ratusn halaman, pembayarannya melebihi ribuan gulden.. Dewan Juri menetapkan apa yang disebar luaskan majalah timbul tidak mempunyai dasar.. Jika majallah timbul merasa keputusan ini tidak berlaku adil, timbul boleh mengadukannya ke pada pihak pengadilan.. HA Salim menyatakan tidak akan menuntut atas pencemaran namanya itu.. Tahun 1910 an terjadi peristiwa jawi Hisworo.. Memukuli orang karena orang tersebut menghina Muhammad nabinya Hisworo.. Hisworo dihukum beberapa tahun karenanya.. Serangan terhadap umat Islam dan nabinya itu menular ke Minangkabau.. Gerakan yang dimotori oleh Pemerintah Belanda itu dibantu pula oleh golongan pribumi yang memihak Belanda.. Tahun 1911 atas inisiatif Kudus Datuak Sutan Marajo bersama dengan Khatib Ali didirikan Syarikat Adat Alam Minangkabau yang disingkat dengan SAAM.. Pada pertemuan puluhan pemuka adat Minangkabau yang mewakili Kelarasan /Nagari Nagari Minangkabau, menurut catatan yang diketemukan, Baiah Marapalam terlaksana bulan saban tahun 804 H atas inisiatif Raja Alam Tuangku Maharajo Sakti dan Dattuak Bandaro Sungai Tarab.. Setelah dilakukan hisab jatuhnya pada maret -Mai tahun 1403 M.. Semenjak th 1916 golongan yang katanya hanyalah mereka yang nasionalis menyerang organisasi Islam.. Serangan itu telah merambat ke
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

528

Minangkabau dengan pernyataan Budaya Minangkabau yang asli ialah budaya Adityawarman.. Ajaran Adityawarman inilah yang dapat disebut ajaran Nasionalis Indonesia di Minangkabau.. Agama Islam adalah ajaran yang di import dari Arab.. Pengurus SAAM merasa perlu miningkatkan peran SAAM dengan merubah anggaran dasarnya.. Maka pada th 1937 SAAM dirubah menjadi suatu Majelis yang disebut Majelis Tingggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM), yang bertugas meluruskan masyarakat yang menyimpang dari adat yang basandi sarak dan agama Islam.. Dalam rapat itu juga ditetapkan orang atau organisasi yang menghina, Allah, Muhammad dan Islam adalah menghina adat dan orang Minangkabau.. Orang Minangkabau yang tidak beragama Islam telah keluar dari adat Minangkabau dapat dihukum kucil menurut adat.. Dalam rancangan UU Perkawinan yang dibuat Volks Raad berbunyi umat Islam dibolehkan beristeri banyak karena nabinya Muhammad menginginkan isteri banyak.. 03.01.1940 dalam majallah De Christelijke Onderwijzer dan tgl 07.11.1939.dalam majallah De Banier yang ditulis dalam bahasa Asing (Belanda) orang Keristen melakukan penghinaan terhadap Islam dan Muhammad.. Awal April 1931 paderi (pendeta Keristen) JJ Ten Berge menulis dalam majalah Studien, Nabi Muhammad adalah seorang Arab yang bodoh, kehidupan sehari harinya berada dalam pelukan wanita.. 25 April 1931 Oey bee Thay dalam harian Hoakiau menulis, Muhammad adalah seorang nabi dan panglima, hampir membunuh diri dan meninggal dalam keadaan gila.. Dia mengizinkan pengikutnya merampok kafilah untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya.. Atas ketiga kejadian itu Tjokro Aminoto, HA Salim dan AM Sangaji berkeliling kemana mana memberikan penjelasan tentang kehidupan Muhammad.. Tjokro Aminoto memberikan penjelasan di Gang Kenari Jakarta, banyak sekali yang hadir mendengarkan ceramahnya.. H A Salim sampai ke Payakumbuh memberikan penjelasan.. Untuk lebih mengefektifkan penjelasannya Tjokro Aminoto menulis riwayat hidup Nabi Muhammad.. 25-28 Juni 1931 atas inisiatif PSII di Surabaya diadakan komferensi al Islam (gabungan organisasi Islam) membahas kasus majallah Studien, dan harian Hoakiau.. JJ Ten Berge dan Oey Bee Thay di undang hadirk dalam konferensi itu.. Kedua orang itu minta maaf atas keterlanjurannya.. Juni 1932 diadakan konferensi Al Islami membentuk Comite Central Islam, pengurus tetap dengan ketua AM Sangaji, Sekretaris Wondo Amiseno seksi
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

529

seksi ialah S Surowijono, S Idrus Al Mansur, Pimpinan majallah Jihad diberikan kepada Tjokro Aminoto, A Jahab, S Wodiwijono, dan A Rahman.. Menyadari serangan makin meningkat terhadap Islam, Minangkabau salah satu wilayah yang telah menjadikan Syarikat Adatnya menjadi Majelis Tnggi Adat yang berasaskan Islam.. Atas inisiatif KH Muhammad Dahlan, KH Wahab Abdullah, KH Mas Mansur dam Wondo Amiseno.. Dua pertama adalah NU, yang ditengah adalah Muhammadiyah dan terakhir adalah SI untuk meningkatkan peran Comite Central Islam.. Rapat bersepakat Comite Central ini dirubah menjadi Majelis Islam Ala Indonesia disingkat MIAI, beranggota 7 organisasi Islam , Dalam akte pendiriannya dijelaskan MIAI untuk mempersatukan umat Islam melawan kolonialisme.. Tahun 1939 MIAI beranggotakan 25 organisasi Islam.. .

D. MINANGKABAU DIBAWAH JEPANG 08.12.1941. Jepang mengumumkan perang terhadap Amerika Serikat (AS).. Langsung Jepang membom pelabuhan Angkatan Laut Pearl Harbour..Tidak sedikit kerugian dipihak Amerika Serikat.. 7 Jam sesudah pemboman itu ratu Belanda Wilhelmina mengumumkan perang terhadap Jepang.. 18.12 41 Pulau Pinang diambil Jepang dari Inggeris, setelah menduduki Malaysia.. Dari sana Jepang menduduki Sumatra.. 02.01. 1942. Jepang menduduki Manila dan seluruh Philipina.. 11.02.1942. Beberapa hari sesudah itu Maluku yang dipertahankan oleh 2400 KNIL ( Koninklijk Nederlands Indisch Lerger) 1000 tentara Australia diduduki Jepang.. DR MR AWL Tjarda Van starkenborg Stachauwer, Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia tidak begitu khawatir, Jepang akan menduduki Jawa.. Jawa ditertahankan oleh 25 000 KNIL 15 000 tentara Inggeris dan Eropah lainnya, 500 tentara Amerika, 3000 tentara Australia, 3000 Angkatan Udara Inggeris belum dihitung marinir dan angkatan laut.. 5 500 tenaga admistrasi yang dilatih dan dipersenjatai.. Awal Februari 1942 terjadi pertempuran laut di pulau Jawa.. Pertempuran itu dimenangkan oleh Jepang.. 07.03 1942 sepeti Bandung, Solo Jogya, Semarang dan Jakarta diduduki oleh Jepang.. 08.03.1942. Belanda yang diwakili oleh Gubernur Jenderal Tjarda dan panglima tertara
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

530

Ter Poorsten menyerahkan Indonesia tanpa syarat kepada Jepang yang diwakili oleh Letjen Imamora, bertempat di Kali Jati.. Tanggal 08.03 tersebut radio Nirom Bert Garthoff mengucapkan selamat berpisah Indonesia dapat bertemu lagi pada waktu yang lebih baik, hidup Sri Ratu.. Tanggal 08.03 itu juga Letjen Imamora mengeluarkan dekrit; Pelarangan mengadakan kegiatan politik dan berpartai politik.. Pelarangan kegiatan melakukan diskusi atau pembicaraan tentang pemerintahan dan kekuasaan kenegaraan.. Pelarangan mencampuri kegiatan agama dengan pemerintahan.. Maka tgl 14.03 1942 Abikusno Ketua LT PSII mengeluarkan maklumat no 12/1942 menyatakan PSII dalam keadaan udzur dan pembekuan sementara kegiatan.. Kemudian bila kemerdekaan telah tercapai akan aktif kembali.. Akhir maret 1942 itu Jepang membentuk kantor jawatan agama (Shumubu) dengan pimpinannya Kolonel Horie.. Kantor Agama ini ditugaskan untuk mengawasi semua kegiatan agama oleh penduduk Indonesia.. Jepang menyatakan bahwa Jepang adalah saudara tuanya Indonesia.. Belanda dan sekutunya bangsa Eropah, adalah musuh bersama Indonesia dan Jepang.. Belanda itu adalah penjajah yang telah menjajah dan memaksa bangsa Indonesia dan Timur lainnya berbuat untuk kepentingannya.. Nippon selaku saudara tua telah datang membebaskan Indonesia dari pendudukan Belanda itu.. Apabila keadaan telah mengizinkan Dai Nippon akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.. Belanda dengan bantuan sekutunya berusaha untuk kembali.. Dai Nippon dengan pasukannya telah mempersiakan diri mepertahankannya.. Bangsa Indonesia harus membantu dengan sepenuh tenaga, dan dan kekayaan alamnya.. Dimana mana, dipantai pantai dan di gunung gunung telah dibuat benteng pertahanan,lan raya jalan kereta, pelabuhan udara persiapan bahan bakar dll.. Semua itu dibangun dengan tenaga bergoro (romusa).. Romusa ialah mempekerjakan masyarakat dengan biaya sendiri, untuk membangun sarana, pra sarana yang kata mereka untuk kepentingan masyarakat dan kepentingan mempertahankan diri dari prnjajahan bangsa Eropah (sekutu).. Kenyataan pelaksanaannya, orang orang yang berada dipasar, yang keluar menonton, keluar dari mesjid diambil digiring ketas truk dibawa ketempat pembangunan.. Jika pembangunan di rahasiakan
Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

531

tenaga pembangunan itu tidak kembali lagi pulang kekampungnya alias mereka dibunuh secara rahasia pula.. Dalam pelaksanaan pembangunan mereka diberi makanan sedikik, sehingga mereka menjadi kurus kering atau sakit atau mati atau melarikan diri.. Didatangkan lagi tenaga yang baru yang masih segar.. Terkenal romusa pembuat jalan kereta api logas.. Orang yang menggali lobang dibawah Kota Bukitinggi tidak diketahui dari mana dia didatangkan dan kemana dia dibawa.. Banyak lobang lobang rahasia seperti itu dibuat.. Rakyat diseru memasuki tentara Jepang.. Dibentuk dan dilatih lasykar rakyat untuk ikut melawan sekutu kalau mereka datang.. Terkuras seluruh tenaga, dana dan sumber daya alam membantu biaya perang Jepang.. Sebagian hasil pertanian masyarakat, hasil sawah diambil lk 20 %.. Untuk makan rakyat sendiri terpaksa beras dicampur sagu, jagung atau singkong, atau ubi jalar atau rebung dan lain yang mungkin untuk dimakan.. Kain untuk pakaian tidak ada, masyarakat terpaksa menggantinya dengan goni, kulit kayu seperti tarok dan kayu lainnya yang mempunyai serat, tikar dari daun pandan dan mensiang.. Sabun untuk mencuci pakaian tidak ada.. Rakyat terpaksa membuat sabun dari minyak makan dan soda atau .. buah kayu tandikia.. Kutu, tumo, kapindiang dan binatang lain sebangsa itu berkembang dengan dahsyatnya.. Semua kepala orang baik laki laki atau perempuan berisi kutu.. Semua pakaian baik dari kain, atau goni atau kulit kayu dipenuhi oleh tumo.. Semua tempat umum, kereta apai, mobil surau, ke mesjidtempat pelayanan umum kantor knator, rumah sakit dan hotel hotel dipenuhi oleh kapindiang.. Kapindiang itu berbau busuk seperti pianggang.. Jepang tidak melakukan perubahan sistem pemerintahan Nagari yang yang ditetapkan Pemerintah Belanda itu.. Kepalo Nagari yang tidak memenuhi persyaratannya ditukarnya langsung.. Kerapatan (legislatif) Nagari dibiarkan saja berjalan semaunya.. Jika legislatif Nagari terjaring untuk di logaskan, jabatannya sebagai legislatif Nagari tdak dapat melindunginya kerja paksa Jepang itu.. Jepang tak menghormati jabatan pemerintahan adat yang ada di Nagari.. Adat Minangkabau yang bersandikan sarak agama Islam benar benar tak dihormati sama sekali.. Dekrit Letjen Imamora itu betul betul mematikan adat Minangkabau.. --oo00oo--

Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

532

Kesulthanan Minangkabau. Minangkabau dibawah Belanda

533