Anda di halaman 1dari 9

PENGADILAN NEGERI BANTUL UNTUK KEADILAN

PUTUSAN SELA
No. Reg. Perkara: PDM-075/BNTL/10/2010

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bantul yang memeriksa dan mengadili perkara tindak pidana pada tingkat pertama dalam acara biasa menjatuhkan putusan sela sebagai berikut:

IDENTITAS TERDAKWA Nama Lengkap Tempat Lahir Umur/Tanggal lahir Jenis Kelamin Kebangsaan Tempat Tinggal Agama Pekerjaan Pendidikan : : : : : : : : : YOSAPHAT LISTIONO LAZOARDY Semarang 56 (lima puluh enam) tahun / 14 Nopember 1954 Laki-Laki Indonesia Jl. Jendral Sudirman No. 152 Rt. 007/001 Lodoyong, Ambarawa, Semarang. Katholik Pelatih Karate (Swasta) SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)

TERDAKWA ditahan dengan jenis penahanan Rumah Tahanan Negara (RUTAN) oleh :
-

Penyidik pada Kepolisian Resor ( POLRES) Bantul sejak tanggal 21 Juni sampai dengan 10 Juli 2010 Perpanjangan penahanan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bantul sejak tanggal 11 Juli sampai dengan 19 Agustus 2010 Perpanjangan penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bantul sejak tanggal 20 Agustus sampai dengan 18 September 2010 Perpanjangan penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bantul sejak tanggal 19 September sampai dengan 18 Oktober 2010

TERDAKWA didampingi oleh Tim Penasehat Hukum Bobby Mario Turnip, S.H., Sarah Lupita Siahaan, S.H., dan Farih Fakhrian N., S.H Advokat dan Konsultan Hukum pada

Hatoguan and Partners, beralamat di Jalan Marimaju Bersama Nomor 1, Sleman, D.I.Yogyakarta. Setelah membaca: 1. Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Bantul No.(50/Pen.pid/2010/BNTL) tertanggal (14 Oktober 2010) tentang penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini. 2. Penetapan Ketua Majelis No.(65/Pen.pid/2010/BNTL) tertanggal ( 14 Oktober 2010) tentang penetapan hari sidang. 3. Setelah mendengar pembacaan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dengan Nomor Register Perkara PDM-075/BNTL/10/2010. Setelah mendengar pembacaan Nota Keberatan atau Eksepsi dari tim Penasehat Hukum TERDAKWA atas Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tertanggal 19 Oktober 2010 setelah mendengar pula tanggapan atau pendapat dari Jaksa Penuntut Umum no.reg perkara PDM075/BNTL/07/2010 tertanggal 6 November 2010 atas Keberatan atau Eksepsi tim Penasehat Hukum TERDAKWA tertanggal 25 Oktober 2010 Menimbang: Bahwa sesuai dengan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tertanggal 19 Oktober 2010 dengan No.Reg.perkara PDM-075/BNTL/10/2010 TERDAKWA didakwa dengan Dakwaan sebagai berikut:

PRIMAIR --------------Bahwa TERDAKWA (nama) pada hari Minggu tanggal 20 Juni 2010 sekitar pukul 17.30 WIB atau setidak-tidaknya setidak-tidaknya pada suatu waktu lain dalam bulan Juni tahun 2010, bertempat di tempat kos milik KIRNANTORO, Tegal Senggotan RT 01, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk di dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Bantul; dengan sengaja merampas nyawa orang lain yang mengakibatkan matinya Korban TOMY SURYA MAHENDRA(umur dua puluh dua tahun) dengan cara-cara sebagai berikut:---------------------------------------------------------------------------------------------

Bahwa pada hari Minggu, 20 Juni 2010 sekitar pukul 17.00 korban TOMY SURYO MAHENDRA datang ke tempat kost milik Saudara Drs. KIRNANTORO dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vega warna

merah

No.

Pol.

AB

3255

-----------------------------------------------------------------------------------------

Bahwa sesampainya di kamar kost saksi ZAFNATH YEDEJA, korban TOMY SURYO MARENDRA bertemu dengan TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY yang pada saat itu sedang menonton tv dan meminum CIU ; ---------

Bahwa setelah itu, TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY menawarkan korban TOMY SURYO MAHENDRA untuk ikut meminum CIU ; ------------------

Bahwa pada saat TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY dan korban TOMY SURYO bersama-sama mabuk dengan minum CIU di kamar kost saksi ZAFNATH YEDEJA, TERDAKWA YOSAPHAT LAZOARDY LISYIONO ; LAZOARDY menyuruh korban TOMY SURYO YOSAPHAT LISYIONO memukul TERDAKWA

--------------------------------------------------------------------------------

Bahwa setelah itu, korban TOMY SURYO MARENDRA menendang badan TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY ; -------------------------------------

Bahwa setelah itu, TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY dan korban TOMY SURYO MARENDRA keluar dari kamar saksi ZAFTANH YEDEJA menuju teras dan mencoba kemampuan antara Karate dan Tarung Drajat ; ---------

Bahwa setelah itu, korban TOMY SURYO MARENDRA tidak berdaya dan masih dipukuli oleh TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY ; -----------

Bahwa setelah melihat pemukulan tersebut, saksi ZAFNATH YEDEJA mencoba melerai dengan berkata UWIS-UWIS, tapi TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY masih tetap melanjutkan pemukulannya ; --------------------------------

Bahwa TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY tetap memukuli korban TOMY SURYO MARENDRA sampai korban meninggal dunia; --------------------

Bahwa

berdasarkan

Visum

Et

Repertum

Nomor

VR.072/2010

yang

ditandatangani oleh Dr. Yudha Nurhantari Ph.D, Spf selaku dokter dari Rumah

Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito, penyebab kematian korban dikarenakan luka-luka memar wajah, bahu, dan bahu pelir, teraba derik tulang pipi kiri, pangkal hidung, dan retak tulang dasar tengkorak akibat kekerasan benda tumpul;---------------------

-------- Perbuatan TERDAKWA tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Tentang Kejahatan Terhadap Nyawa; -------------------------------------------------------------------------------

ATAU

SUBSIDAIR --------------Bahwa TERDAKWA (nama) pada hari minggu tanggal 20 Juni 2010 sekitar pukul 17.30 WIB atau setidak-tidaknya setidak-tidaknya pada suatu waktu lain dalam bulan Juni tahun 2010, bertempat di tempat kos milik KIRNANTORO, Tegal Senggotan RT 01, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk di dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Bantul; Penganiayaan yang mengakibatkan matinya Korban TOMY SURYA MAHENDRA (umur dua puluh dua tahun) dengan cara-cara sebagai berikut:----------------------------

Bahwa pada hari Minggu, 20 Juni 2010 sekitar pukul 17.00 korban TOMY SURYO merah MAHENDRA No. datang Pol. ke tempat AB kost milik Saudara I Drs. ; KIRNANTORO dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vega warna 3255 -----------------------------------------------------------------------------------------

Bahwa sesampainya di kamar kost saksi ZAFNATH YEDEJA, korban TOMY SURYO MARENDRA bertemu dengan TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY yang pada saat itu sedang menonton tv dan meminum CIU ; ---------

Bahwa setelah itu, TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY menawarkan korban TOMY SURYO MAHENDRA untuk ikut meminum CIU ; ------------------

Bahwa pada saat TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY dan korban TOMY SURYO bersama-sama mabuk dengan minum CIU di kamar kost saksi ZAFNATH YEDEJA, TERDAKWA YOSAPHAT LAZOARDY LISYIONO ; LAZOARDY menyuruh korban TOMY SURYO YOSAPHAT LISYIONO memukul TERDAKWA

--------------------------------------------------------------------------------

Bahwa setelah itu, korban TOMY SURYO MARENDRA menendang badan TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY ; -------------------------------------

Bahwa TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY dan korban TOMY SURYO MARENDRA keluar dari kamar saksi ZAFTANH YEDEJA menuju teras dan mencoba kemampuan antara Karate dan Tarung Drajat ; ---------

Bahwa TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY melakukan pukulan atau tinjuan ke arah muka korban TOMY SURYO MARENDRA sebanyak kurang lebih enam (6) kali hingga berdarah dan muntah ; ---------------------------------------

Bahwa TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY tetap memukuli korban TOMY SURYO MARENDRA sampai babak belur ; -----------------------------------

Bahwa setelah itu, korban TOMY SURYO MARENDRA tidak berdaya dan masih dipukuli oleh TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY ; -----------

Bahwa setelah melihat pemukulan tersebut, saksi ZAFNATH YEDEJA mencoba melerai dengan berkata UWIS-UWIS, tapi TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY masih tetap melanjutkan pemukulannya ; --------------------------------

Bahwa TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY tetap memukuli korban sampai korban TOMY SURYO MARENDRA pingsan ; ------------------------------

Bahwa setelah korban TOMY SURYO MARENDRA pingsan, TERDAKWA YOSAPHAT LISYIONO LAZOARDY masih terus melakukan pukulan terhadap korban TOMY SURYO MARENDRA dibagian leher sampai korban meninggal dunia -----------------------------------------------------------------------------------------;

Bahwa

berdasarkan

Visum

Et

Repertum

Nomor

VR.072/2010

yang

ditandatangani oleh Dr. Yudha Nurhantari Ph.D, Spf selaku dokter dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito, penyebab kematian korban dikarenakan luka-luka memar wajah, bahu, dan bahu pelir, teraba derik tulang pipi kiri, pangkal hidung, dan retak tulang dasar tengkorak akibat kekerasan benda tumpul yang diduga akibat penganiayaan ; --------------------------------------------

-------- Perbuatan TERDAKWA tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Tentang Penganiayaan; -----------------------------------------------------------------

Menimbang Atas Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut tim Penasehat Hukum TERDAKWA mengajukan Nota Keberatan yang pada pokoknya yaitu: A. Dakwaan Batal Demi Hukum, dikarenakan: I. Ketidakcermatan penuntut umum dalam menguraikan unsur pembunuhan dalam dakwaan primair Bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut umum tidak memenuhi syarat materiil sebagaimana diatur pada Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP, yaitu telah tidak menguraikan secara cermat, jelas dan lengkap dalam menguraikan perbuatan yang didakwakan kepada TERDAKWA, yaitu mengenai fakta-fakta perbuatan yang tidak sesuai dengan unsur-unsur dari pasal yang dilanggar, ketidakjelasan mengenai unsur-unsur dari delik yang didakwakan dengan uraian perbuatan material/fakta perbuatan yang dilakukan oleh TERDAKWA dan adanya unsur delik yang tidak dirumuskan secara lengkap atau tidak diuraikan perbuatan materiilnya secara tegas. Sebagaimana dalam Pasal 143 ayat (3) KUHAP, menyatakan bahwa dengan tidak terpenuhinya syarat dalam pasal 143 ayat (2) huruf b maka dakwaaan dinyatakan batal demi hukum. Berdasarkan pada pokok-pokok Keberatan yang diuraikan Penasehat Hukum di atas, Penasihat Hukum TERDAKWA Yosaphat Listiono Lazoardy memohon kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan Putusan Sela terlebih dahulu, dengan Amar Putusan yang pada pokoknya sebagai berikut :
1. Menerima Eksepsi TERDAKWA untuk seluruhnya. 2. Menyatakan Surat Dakwaan Surat Dakwaan yang disusun di bawah Nomor Reg.

Perkara: PDM-075/BNTL/10/2010 tertanggal 21 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh Sdr. NUNGKI GIRI, S.H., M.H. selaku Jaksa Penuntut Umum batal demi hukum atau setidak tidaknya tidak dapat diterima. Menimbang:

Bahwa terhadap Keberatan atau Eksepsi Penasehat Hukum TERDAKWA tersebut Jaksa Penuntut Umum telah pula mengajukan Pendapat atau Tanggapan yang disampaikan pada Persidangan pada tanggal 1 November 2010 Yang pada pokoknya berkesimpulan memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman menolak Keberatan atau Eksepsi tim Penasehat Hukum TERDAKWA dengan memberi Putusan Sela sebagai berikut:

1. Menolak Eksepsi dari Penasehat Hukum TERDAKWA tertanggal 21 Oktober 2010 2. Tetap menerima Surat Dakwaan Penuntut Umum yang telah dibacakan dalam persidangan Pengadilan Negeri Bantul untuk dijadikan dasar melanjutkan pemeriksaan dan mengadili perkara atas nama Yosaphat Listiono Lazoardy.

Bahwa setelah mempelajari dan memperhatikan Pandangan/Pendapat Jaksa Penuntut Umum maka terhadap Keberatan/Eksepsi Penasehat Hukum TERDAKWA Yosaphat Listiono Lazoardy, di bawah ini Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut: A. Dakwaan Batal Demi Hukum, dikarenakan : I. Ketidakcermatan penuntut umum dalam menguraikan unsur pembunuhan dalam dakwaan primair Menimbang, bahwa dalam materi Nota Keberatan a quo, Penasihat Hukum TERDAKWA pada intinya menyatakan bahwasanya Surat Dakwaan Batal Demi Hukum (null and void) dikarenakan penuntut umum tidak cermat dalam memberikan penguraian terhadap unsur pembunuhan seperti yang didakwakan dalam dakwaan primair. Bahwa dalam Visum Et Repertum nomor VR.072/2010 yang ditandatangani oleh Dr. Yudha Nurhantari, Ph.D selaku dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, yang menyatakan bahwa kematian korban diduga diakibatkan oleh penganiayaan, bukan pembunuhan sehinga unsur pembunuhan dalam Pasal 338 KUHP tidak terpenuhi. Menimbang, dalam Tanggapan Penuntut Umum atas Nota Keberatan a quo. Penuntut Umum mengemukakan bahwa dalam dakwaan Penuntut Umum tertanggal 23 Oktober Penuntut Umum telah mencantumkan cara-cara di mana TERDAKWA dengan sengaja merampas nyawa orang lain yang menyebabkan matinya korban Menimbang, bahwa Majelis Hakim memiliki pandangan bahwa unsur terpenuhi atau tidaknya unsur pembunuhan in casu baru dapat dilihat setelah dibuktikan di tahap pembuktian. Menimbang, bahwa hal yang menjadi materi Nota Keberatan a quo TERDAKWA telah menyentuh pokok perkara sehingga harus dibuktikan lebih lanjut dalam proses persidangan.

Menimbang, berdasarkan uraian-uraian pertimbangan Majelis Hakim di atas, maka materi Nota Keberatan a quo yang menyatakan surat dakwaan batal demi hukum karena tidak cermat disebabkan salah mendakwakan TERDAKWA dengan Pasal 338 KUHP subsidair Pasal 351 (3) KUHP, haruslah dinyatakan tidak dapat diterima. Menimbang, bahwa karena keseluruhan materi Nota Keberatan atau Eksepsi

Penasihat Hukum TERDAKWA telah dinyatakan tidak dapat diterima, maka Nota Keberatan atau Eksepsi Penasihat Hukum TERDAKWA haruslah dinyatakan tidak dapat diterima untuk seluruhnya Memutuskan: 1. Menyatakan bahwa keberatan tim Penasihat Hukum TERDAKWA Yosaphat Listiono Lazoardy tidak dapat diterima untuk seluruhnya. 2. Menyatakan bahwa Surat Dakwaan Penuntut Umum pada tanggal 23 Juli 2010 Nomor Register Perkara PDM-075/BNTL/07/2010 telah memenuhi syarat Undangundang karenanya dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan dan dasar putusan hakim di persidangan dalam perkara ini. 3. Menyatakan bahwa pemeriksaan perkara TERDAKWA TERDAKWA Yosaphat Listiono Lazoardy dilanjutkan 4. Menyatakan bahwa biaya perkara ditangguhkan sampai putusan akhir.

Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bantul pada 1 November 2010, oleh:

1. Pradityo Hutomo,S.H.,LL.M 2. M. Abdurrahman Surya,S.H.,M.Hum 3. Aulia Nur Rachmi,S.H.,M.S

(Ketua Majelis) (Hakim Anggota) (Hakim Anggota)

Putusan tersebut diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada hari Senin, tanggal 1 November 2010 oleh Majelis dengan didampingi para Hakim Anggota tersebut dengan dibantu oleh Namiraisir Endah Asmar sebagai Panitera Pengganti serta dihadiri oleh Tim Jaksa Penuntut Umum dan TERDAKWA yang didampingi oleh Tim Penasihat Hukumnya.

Panitera Pengganti Hakim Ketua Majelis

Hakim Anggota

Hakim Ketua

M. Abdurrahman Surya,S.H.,M.Hum

Pradityo Hutomo,S.H.,LL.M

Aulia Nur Rachmi,S.H.,M.S

Panitera Pengganti

Namiraisir Endah Asmar