Anda di halaman 1dari 35

Instrumen Penilaian Diri (Self-Assessment)

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA)

Nama Institusi .......................................................................................................


.......................................................................................................
Alamat Lengkap dan .......................................................................................................
Kode Pos .......................................................................................................
Telepon/Fax .......................................................................................................

E-mail .......................................................................................................

Website .......................................................................................................

Nama Dekan FK .......................................................................................................

Nama Direktur RS .......................................................................................................

Nama Ketua
Departemen: .......................................................................................................
Nama Ketua
Program Studi S1 .......................................................................................................
Nama Ketua
Program Studi Sp.1 .......................................................................................................
Nama Ketua
Program Studi Sp.2 .......................................................................................................
Nama Sekretaris
Program Studi S1 .......................................................................................................
Nama Sekretaris
Program Studi Sp.1 .......................................................................................................
Nama Sekretaris
Program Studi Sp.2 .......................................................................................................

1
Standar 1: Visi, Misi dan Tujuan (Objektif) Institusi Pendidikan Dokter
Spesialis Anak.

S1 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut


mempunyai visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan
dokter spesialis anak.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut tidak/belum mempunyai visi, misi dan


tujuan (objektif) serta target pendidikan dokter
spesialis anak secara tertulis.

2 IPDSA tersebut mempunyai visi, misi dan tujuan


(objektif) serta target pendidikan dokter spesialis
anak secara tertulis, akan tetapi belum/tidak
disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

3 IPDSA tersebut mempunyai visi, misi dan tujuan


(objektif) serta target pendidikan dokter spesialis
anak secara tertulis dan telah disahkan oleh
pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/
Direktur Rumah Sakit).

4 IPDSA tersebut mempunyai visi, misi dan tujuan


(objektif) serta target pendidikan dokter spesialis
anak secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan
institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/ Direktur
Rumah Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta
didik mengetahui dan memahami akan visi, misi dan
tujuan (objektif) serta target tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


visi, misi dan tujuan (objektif) serta target
pendidikan dokter spesialis anak, dan ada rencana
tindak lanjut secara tertulis

2
Standar 2: Program Pendidikan Dokter Spesialis Anak di Institusi
Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA)

S2 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut


mempunyai Program Pendidikan Dokter Spesialis Anak yang mengacu
kepada Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran
setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Anak
dari Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia yang telah disahkan
oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

Nilai: Kriteria:
1 IPDSA tersebut tidak mempunyai Program
Pendidikan Dokter Spesialis Anak secara tertulis.

2 IPDSA tersebut mempunyai Panduan Pendidikan


Dokter Spesialis Anak secara tertulis, akan tetapi
belum/tidak mengacu kepada Program Pendidikan
Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran setempat dan
Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Anak.

3 IPDSA tersebut mempunyai Program Pendidikan


Dokter Spesialis Anak secara tertulis mengacu
kepada Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas
Kedokteran setempat dan Standar Pendidikan Profesi
Dokter Spesialis Anak akan tetapi belum/tidak
disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/ Direktur Rumah Sakit).

4 IPDSA tersebut mempunyai Program Pendidikan


Dokter Spesialis Anak mengacu kepada Program
Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran
setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter
Spesialis Anak serta telah disahkan oleh pimpinan
institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/ Direktur
Rumah Sakit).

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


Program tersebut, dan ada rencana tindak lanjut.

3
S2 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak yang mengacu
kepada Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Anak serta Standar
Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Anak dari Kolegium Ilmu
Kesehatan Anak Indonesia yang telah disahkan oleh Konsil
Kedokteran Indonesia.

Nilai: Kriteria:
1 IPDSA tersebut tidak mempunyai Panduan
Pendidikan Dokter Spesialis Anak.

2 IPDSA tersebut mempunyai Panduan Pendidikan


Dokter Spesialis Anak, akan tetapi belum/tidak
mengacu kepada Kurikulum Pendidikan Dokter
Spesialis Anak yang dikeluarkan oleh Kolegium Ilmu
Kesehatan Anak Indonesia.

3 IPDSA tersebut mempunyai Panduan Pendidikan


Dokter Spesialis Anak dan mengacu kepada Kurikulum
Pendidikan Dokter Spesialis Anak yang dikeluarkan
oleh Kolegium, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh
pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/
Direktur Rumah Sakit).

4 IPDSA tersebut mempunyai Panduan Pendidikan


Dokter Spesialis Anak dan mengacu kepada Kurikulum
Pendidikan Dokter Spesialis Anak yang dikeluarkan
oleh Kolegium dan telah disahkan oleh pimpinan
institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah
Sakit), serta seluruh staf pengajar dan peserta didik
mengetahui dan memahami Panduan tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak, dan ada
rencana tindak lanjut secara tertulis.

4
S2 P3 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak tersebut menerangkan
tentang objektif setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi
tersebut dan sesuai Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis
Anak dari Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia yang telah
disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

Nilai: Kriteria:

1 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak tersebut


tidak menerangkan tentang objektif setiap jenjang
tingkat pendidikan di institusi tersebut.

2 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak tersebut


menerangkan tentang objektif pendidikan akan tetapi
tidak/belum lengkap untuk setiap jenjang tingkat
pendidikan di institusi tersebut.

3 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak tersebut


menerangkan tentang objektif dan telah lengkap
untuk setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi
tersebut akan tetapi belum disahkan oleh pimpinan
intitusi tersebut (Dekan Fakultas Kedokteran/
Direkur Rumah Sakit).

4 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak tersebut


menerangkan tentang objektif dan telah lengkap
untuk setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi
tersebut dan disahkan oleh pimpinan intitusi tersebut
(Dekan Fakultas Kedokteran/Direkur Rumah Sakit)
serta seluruh staf pengajar dan peserta didik
mengetahui dan memahami objektif setiap jenjang
tingkat pendidikan di institusi tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


objektif setiap jenjang tingkat pendidikan, dan ada
rencana tindak lanjut secara tertulis.

5
S2 P4 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai Log Book untuk peserta didik yang mengacu kepada
Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak di institusi tersebut dan
Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Anak yang dikeluarkan oleh
Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia.

Nilai: Kriteria:
1 IPDSA tersebut tidak mempunyai Log Book untuk
peserta didik.

2 IPDSA tersebut mempunyai Log Book untuk peserta


didik, akan tetapi belum/tidak mengacu kepada
Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak di institusi
tersebut dan Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis
Anak yang dikeluarkan oleh Kolegium.

3 IPDSA tersebut mempunyai Log Book untuk peserta


didik mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter
Spesialis Anak dan Kurikulum Pendidikan Dokter
Spesialis Anak yang dikeluarkan oleh Kolegium, akan
tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi
(Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

4 IPDSA tersebut mempunyai Log Book untuk peserta


didik telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan
Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) serta
seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui
dan memahami penggunaan Log Book tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


Log Book untuk peserta didik, dan ada rencana tindak
lanjut secara tertulis.

6
S2 P5 Log Book tersebut diimplementasikan secara kontinyu dan konsisten.

Nilai: Kriteria:

1 Log Book di IPDSA tersebut belum/tidak


diimplementasikan secara kontinyu dan konsisten.

2 Log Book di IPDSA tersebut telah diimplementasikan


akan tetapi belum/tidak kontinyu dan konsisten (baru
sebagian yang telah diimplementasikan).

3 Log Book di IPDSA tersebut telah diimplementasikan


sepenuhnya secara kontinyu dan konsisten.

4 Log Book di IPDSA tersebut telah diimplementasikan


sepenuhnya secara kontinyu dan konsisten serta
setiap aktifitas peserta didik dibubuhi tanda tangan
supervisor terkait.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


proses implementasi Log Book, dan ada rencana
tindak lanjut secara tertulis.

7
S2 P6 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
memberikan Sertifikat Kompetensi kepada peserta didik untuk
setiap jenjang pendidikan.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak memberikan Sertifikat


Kompetensi kepada peserta didik untuk setiap
jenjang pendidikan.

2 IPDSA tersebut telah memberikan Sertifikat


Kompetensi kepada sebagian (belum seluruh) peserta
didik untuk setiap jenjang pendidikan.
3 IPDSA tersebut telah memberikan Sertifikat
Kompetensi kepada seluruh peserta didik untuk
setiap jenjang pendidikan.
4 IPDSA tersebut telah memberikan Sertifikat
Kompetensi kepada seluruh peserta didik untuk
setiap jenjang pendidikan dan mendokumentasikannya
dengan lengkap.
5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan
Sertifikat Kompetensi kepada peserta didik untuk
setiap jenjang pendidikan. dan ada rencana tindak
lanjut secara tertulis.

8
Standar 3: Penilaian Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis
Anak

S3 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut


melaksanakan penilaian terhadap peserta didik sesuai dengan
Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Anak dari Kolegium
Ilmu Kesehatan Anak ndonesia yang telah disahkan oleh Konsil
Kedokteran Indonesia (KKI).

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut melaksanakan penilaian belum/tidak


sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter
Spesialis Anak dari Kolegium.

2 IPDSA tersebut telah melaksanakan penilaian kepada


sebagian (belum seluruh) peserta didik sesuai dengan
Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Anak

3 IPDSA tersebut telah melaksanakan penilaian kepada


seluruh peserta didik sesuai dengan Standar
Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Anak.

4 IPDSA tersebut telah melaksanakan penilaian kepada


seluruh peserta didik sesuai dengan Standar
Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Anak dan
mendokumentasikannya dengan lengkap.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


pelaksanaan penilain tersebut sesuai dengan Standar
Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Anak kepada
peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan. dan
ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

9
S3 P2 Log Book Peserta Didik di IPDSA tersebut mencerminkan aktifitas
penilaian yang akan dinilai dari peserta didik di institusi tersebut
dan mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak di
institusi tersebut dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis
Anak dari Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia.

Nilai: Kriteria:
1 Log Book di IPDSA tersebut belum/tidak
mencerminkan aktifitas penilaian yang akan dinilai
dari peserta didik di institusi tersebut.

2 Log Book di IPDSA tersebut telah mencerminkan


aktifitas penilaian yang akan dinilai dari peserta didik,
akan tetapi belum/tidak mengacu kepada Panduan
Pendidikan Dokter Spesialis Anak di institusi
tersebut dan Standar Pendidikan Profesi Dokter
Spesialis Anak dari Kolegium.

3 Log Book di IPDSA tersebut telah mencerminkan


aktifitas penilaian yang akan dinilai dari peserta didik
dan mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter
Spesialis Anak dan Kurikulum dari Kolegium, akan
tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi
(Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

4 Log Book di IPDSA tersebut telah mencerminkan


aktifitas penilaian yang akan dinilai dari peserta didik
dan mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter
Spesialis Anak dan Kurikulum dari Kolegium, dan telah
disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) serta seluruh
staf pengajar dan peserta didik peserta didik
mengetahui dan memahami aktivitas penilaian.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


Log Book sebagai cerminan aktifitas penilaian yang
akan dinilai dari untuk peserta didik, dan ada rencana
tindak lanjut secara tertulis.

10
S3 P3 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempergunakan metoda Mini-CEX dalam penilaian peserta didik.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempergunakan metoda


Mini-CEX dalam penilaian peserta didik.

2 IPDSA tersebut telah mempergunakan metoda Mini-


CEX dalam penilaian peserta didik akan tetapi kurang
dari dua kali dalam setahun.

3 IPDSA tersebut telah mempergunakan metoda Mini-


CEX dalam penilaian peserta didik dua sampai empat
kali dalam setahun.

4 IPDSA tersebut telah mempergunakan metoda Mini-


CEX dalam penilaian peserta didik lebih dari empat
kali dalam setahun.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


metoda penilaian Mini-Cex, dan ada rencana tindak
lanjut secara tertulis.

11
S3 P4 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempergunakan metoda ujian OSCE dalam penilaian peserta didik.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempergunakan metoda


OSCE dalam penilaian peserta didik.

2 IPDSA tersebut telah mempergunakan metoda OSCE


dalam penilaian peserta didik akan tetapi kurang dari
dua kali dalam setahun.

3 IPDSA tersebut telah mempergunakan metoda OSCE


dalam penilaian peserta didik dua sampai empat kali
dalam setahun.

4 IPDSA tersebut telah mempergunakan metoda OSCE


dalam penilaian peserta didik lebih dari empat kali
dalam setahun.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


metoda penilaian OSCE, dan ada rencana tindak
lanjut secara tertulis.

12
S3 P5 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempergunakan metoda Portfolio dalam penilaian peserta didik.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempergunakan metoda


Portfolio dalam penilaian peserta didik.

2 IPDSA tersebut telah mempergunakan metoda


Portfolio dalam penilaian peserta didik akan tetapi
kurang dari dua kali dalam setahun.

3 IPDSA tersebut telah mempergunakan metoda


Portfolio dalam penilaian peserta didik dua sampai
empat kali dalam setahun.

4 IPDSA tersebut telah mempergunakan metoda


Portfolio dalam penilaian peserta didik lebih dari
empat kali dalam setahun.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


metoda penilaian Portfolio, dan ada rencana tindak
lanjut secara tertulis.

13
Standar 4. Peserta Didik di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak

S4 P1 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak di Institusi Pendidikan Dokter


Spesialis anak (IPDSA) tersebut menerangkan tentang mekanisme proses
rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik
mengacu kepada kebijakan Fakultas Kedokteran setempat dan Standar
Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Anak Indonesia yang telah disahkan
konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Nilai: Kriteria:

1 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak di IPDSA


tersebut tidak menerangkan tentang mekanisme proses
rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian
peserta didik.

2 Panduan di IPDSA tersebut menerangkan tentang


mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan
serta pemberhentian peserta didik, akan tetapi
belum/tidak mengacu kepada kebijakan FK setempat dan
Kurikulum serta Standar Pendidikan Profesi Dokter
Spesialis Anak Indonesia.

3 Panduan di IPDSA tersebut menerangkan tentang


mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan
serta pemberhentian peserta didik sesuai dengan
Kurikulum dari Kolegium, akan tetapi belum/tidak disahkan
oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

4 Panduan di IPDSA tersebut menerangkan tentang


mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan
serta pemberhentian peserta didik sesuai dengan
Kurikulum dari Kolegium dan telah disahkan oleh pimpinan
institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah
Sakit).

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan
serta pemberhentian peserta didik, dan ada rencana
tindak lanjut secara tertulis.

14
S4 P2 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak di IPDSA tersebut
menerangkan tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk
setiap jenjang tingkat tingkat pendidikan di institusi tersebut.

Nilai: Kriteria:
1 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak tersebut
tidak menerangkan tentang hak, tugas dan kewajiban
peserta didik untuk setiap jenjang tingkat tingkat
pendidikan di institusi tersebut.

2 Panduan tersebut menerangkan tentang hak, tugas


dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang
tingkat tingkat pendidikan di IPDSA tersebut. akan
tetapi tidak/belum lengkap untuk setiap jenjang
tingkat pendidikan.
3 Panduan tersebut menerangkan tentang hak, tugas
dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang
tingkat tingkat pendidikan dan telah lengkap untuk
setiap jenjang tingkat pendidikan akan tetapi belum
disahkan oleh pimpinan intitusi tersebut (Dekan
Fakultas Kedokteran/ Direkur Rumah Sakit).

4 Panduan tersebut menerangkan tentang hak, tugas


dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang
tingkat tingkat pendidikan di IPDSA tersebut. telah
lengkap dan disahkan oleh pimpinan intitusi tersebut
(Dekan Fakultas Kedokteran/Direkur Rumah Sakit).
5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan
hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk setiap
jenjang tingkat tingkat pendidikan, dan ada rencana
tindak lanjut secara tertulis.

15
Standar 5. Staf Pengajar di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak

S5 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut


mempunyai dokumentasi kualifikasi dan lisensi profesi setiap staf
pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.
Yang dimaksud dengan kualifikasi adalah Ijazah Spesialis 1 dan atau
2, S2 dan S3 yang dikeluarkan dan telah dilakukan sertifikasi oleh
pihak berwenang dan diakui oleh pemerintah.
Sedangkan yang dimaksud dengan lisensi profesi adalah Surat Tanda
Registrasi (STR), Surat Izin Praktek (SIP) dan Surat Keputusan
sebagai tenaga pengajar di institusi/rumah sakit tersebut yang
dikeluarkan oleh pihak berwenang dan diakui oleh pemerintah serta
masih berlaku.

Nilai: Kriteria:
1 Tidak ada dokumentasi kualifikasi dan lisensi profesi
setiap staf pengajar sesuai dengan peraturan dan
perundangan yang berlaku.

2 Ada dokumentasi kualifikasi setiap staf pengajar akan


tetapi belum/tidak lengkap dokumentasi lisensi profesi
setiap staf pengajar sesuai dengan peraturan dan
perundangan yang berlaku.

3 Ada dokumentasi kualifikasi dan lisensi profesi setiap staf


pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang
berlaku akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan
institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah
Sakit).

4 Ada dokumentasi dan kualifikasi lisensi profesi setiap staf


pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang
berlaku dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan
Fakultas Kedokteran/ Direktur Rumah Sakit).

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


dokumentasi dan kualifikasi lisensi profesi setiap staf
pengajar, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

16
S5 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar.

Nilai: Kriteria:

1 Tidak ada uraian tugas secara tertulis setiap staf


pengajar dan disahkan oleh oleh pimpinan institusi
(Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

2 Ada uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar,


akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan
institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah
Sakit).

3 Ada uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar


dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan
Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

4 Ada uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar


dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan
Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) serta
seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui
dan memahami uraian tugas tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


uraian tugas setiap staf pengajar, dan ada rencana
tindak lanjut secara tertulis.

17
Standar 6. Sarana Pendidikan di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis
Anak

S6 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut


mempunyai sarana perpustakaan dengan berbagai bentuk kompilasi
(buku, jurnal, VCD, CD dsb).

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai sarana


perpustakaan.

2 IPDSA tersebut mempunyai sarana perpustakaan,


akan tetapi belum/tidak ada dokumentasi database
daftar buku, jurnal, VCD/CD secara sistematik.

3 IPDSA tersebut mempunyai sarana perpustakaan dan


telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik,
akan tetapi belum/tidak ada prosedur tertulis
tentang mekanisme penggunaan sarana tersebut baik
untuk peminjaman dan pengembaliannya.

4 IPDSA tersebut mempunyai sarana perpustakaan dan


telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik
serta ada prosedur tertulis tentang mekanisme
penggunaan sarana tersebut baik untuk peminjaman
dan pengembaliannya.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


sarana perpustakaan, mekanisme penggunaan sarana
dan sistematik dokumentasi, serta ada rencana
tindak lanjut secara tertulis.

18
S6 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai sarana teknologi informasi dan audio-visual.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai sarana


teknologi informasi dan audio-visual.

2 IPDSA tersebut mempunyai sarana teknologi


informasi dan audio-visual, akan tetapi belum/tidak
ada dokumentasi database sarana tersebut.

3 IPDSA tersebut mempunyai sarana teknologi


informasi dan audio-visual dan telah terdokumentasi
dengan baik dan sistematik, akan tetapi belum/tidak
ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan
sarana tersebut.

4 IPDSA tersebut mempunyai sarana teknologi


informasi dan audio-visual, telah terdokumentasi
dengan baik dan sistematik serta ada prosedur
tertulis tentang mekanisme penggunaan sarana
tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


sarana teknologi informasi dan audio-visual,
mekanisme penggunaan sarana dan sistematik
dokumentasi, serta ada rencana tindak lanjut secara
tertulis.

19
S6 P3 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai sarana tempat pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan
peserta didik di institusi tersebut.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai sarana


pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta
didik di institusi tersebut.

2 IPDSA tersebut mempunyai sarana pertemuan ilmiah


untuk seluruh staf dan peserta didik di institusi
tersebut, akan tetapi belum/tidak ada prosedur
tertulis tentang mekanisme penggunaan dan jadwal
pemakaiannya.

3 IPDSA tersebut mempunyai sarana pertemuan ilmiah


untuk seluruh staf dan peserta didik di institusi
tersebut serta ada prosedur tertulis tentang
mekanisme penggunaan dan jadwal pemakaiannya.

4 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


sarana pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan
peserta didik, mekanisme penggunaan sarana dan
sistematik dokumentasi, serta ada rencana tindak
lanjut secara tertulis.

5 IPDSA tersebut mempunyai rencana induk (master


plan) tentang pengembangan sarana pertemuan ilmiah
untuk seluruh staf dan peserta didik dan disetujui
oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) serta tertuang
dalam rencana anggaran biaya (RAB) institusi.

20
S6 P4 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai sarana tempat diskusi kelompok setiap unit
(Divisi/Bagian) dalam institusi tersebut.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai sarana


tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Bagian)
dalam institusi tersebut.

2 IPDSA tersebut mempunyai sarana tempat diskusi


kelompok setiap unit (Divisi/Bagian) dalam institusi
tersebut.

3 IPDSA tersebut mempunyai sarana tempat diskusi


kelompok setiap unit (Divisi/Bagian) dalam institusi
tersebut.

4 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


sarana tempat diskusi kelompok setiap unit
(Divisi/Bagian) dan ada rencana tindak lanjut secara
tertulis.

5 IPDSA tersebut mempunyai rencana induk (master


plan) tentang pengembangan sarana tempat diskusi
kelompok setiap unit (Divisi/Bagian) dan disetujui oleh
pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/
Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana
anggaran biaya (RAB) institusi.

21
S6 P5 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik
yang dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan
Dokter Spesialis Anak.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai sarana


peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik yang
dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum
Pendidikan Dokter Spesialis Anak.

2 IPDSA tersebut mempunyai sarana peralatan


penunjang diagnostik dan terapeutik yang dibutuhkan,
akan tetapi belum/tidak lengkap untuk mencapai
objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Anak.

3 IPDSA tersebut mempunyai sarana peralatan


penunjang diagnostik dan terapeutik lengkap yang
dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum
Pendidikan Dokter Spesialis Anak.

4 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik
lengkap yang dibutuhkan untuk mencapai objektif
Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Anak dan ada
rencana tindak lanjut secara tertulis.

5 IPDSA tersebut mempunyai rencana induk (master


plan) tentang pengembangan sarana peralatan
penunjang diagnostik dan terapeutik lengkap yang
dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum
Pendidikan Dokter Spesialis Anak dan disetujui oleh
pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/
Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana
anggaran biaya (RAB) institusi.

22
S6 P6 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai sarana media komunikasi antar staf pengajar dan peserta
didik.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai sarana


media komunikasi antar staf pengajar dan peserta
didik.

2 IPDSA tersebut mempunyai sarana media komunikasi


antar staf pengajar dan peserta didik, akan tetapi
belum/tidak lengkap antar staf pengajar dan peserta
didik untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan
Dokter Spesialis Anak.

3 IPDSA tersebut mempunyai sarana media komunikasi


antar staf pengajar dan peserta didik lengkap untuk
mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter
Spesialis Anak.

4 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


sarana media komunikasi antar staf pengajar dan
peserta didik lengkap untuk mencapai objektif
Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Anak dan ada
rencana tindak lanjut secara tertulis.

5 IPDSA tersebut mempunyai rencana induk (master


plan) tentang pengembangan arana media komunikasi
antar staf pengajar dan peserta didik lengkap untuk
mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter
Spesialis Anak dan disetujui oleh pimpinan institusi
(Dekan Fakultas Kedokteran/ Direktur Rumah Sakit)
serta tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB)
institusi.

23
S6 P7 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai sarana dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk
hal akademis maupun non akademis.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan


tentang sarana dan tempat pengaduan peserta didik
baik untuk hal akademis maupun non akademis.

2 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang sarana


dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk hal
akademis maupun non akademis secara tertulis, akan
tetapi belum/tidak mempunyai sarana dan tempat
pengaduan di institusi tersebut.

3 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang sarana


dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk hal
akademis maupun non akademis secara tertulis dan
telah ada sarana dan tempat pengaduan peserta didik
di institusi tersebut.

4 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


kebijakan tentang sarana dan tempat pengaduan
peserta didik dan ada rencana tindak lanjut.

5 IPDSA tersebut telah memasukkan tentang sarana


dan tempat pengaduan peserta didik dalam rencana
induk (master plan) pengembangan IPDSA.

24
S6 P8 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai staf pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta
didik yang mempunyai masalah.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai staf


pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta
didik yang mempunyai masalah.

2 IPDSA tersebut ada staf pengajar sebagai


pembimbing konselor bagi peserta didik yang
mempunyai masalah, akan tetapi belum/tidak ada
jadwal konseling .

3 IPDSA tersebut ada staf pengajar sebagai


pembimbing konselor bagi peserta didik yang
mempunyai masalah dan ada jadwal konseling, akan
tetapi belum/tidak ada Panduan Konseling peserta
didik bermasalah.

4 IPDSA tersebut ada staf pengajar sebagai


pembimbing konselor bagi peserta didik yang
mempunyai masalah dan ada jadwal konseling, serta
telah mempuyai Panduan Konseling peserta didik
bermasalah.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


Panduan Konseling peserta didik bermasalah dan ada
rencana tindak lanjut.

25
Standar 7. Program Evaluasi di Institusi Pendidikan Doter Spesialis Anak

S7 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut


mempunyai Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Anak.
Program Evaluasi tersebut mencakup:
1. Organisasi pendidikan dokter spesialis anak
2. Materi pendidikan dokter spesialis anak
3. Metoda dan instrumen dalam pelaksanaan pendidikan dokter
spesialis anak
4. Sarana pendidikan dokter spesialis anak
5. Hasil pendidikan dokter spesialis anak
6. Kinerja (performance) staf pengajar yang terlibat dalam
pendidikan dokter spesialis anak

Nilai: Kriteria:
1 IPDSA tersebut tidak mempunyai Program Evaluasi
Pendidikan Dokter Spesialis Anak.

2 IPDSA tersebut mempunyai Program Evaluasi Pendidikan


Dokter Spesialis Anak secara tertulis, akan tetapi
belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan
Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

3 IPDSA tersebut mempunyai Program Evaluasi Pendidikan


Dokter Spesialis Anak secara tertulis dan telah disahkan
oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

4 IPDSA tersebut mempunyai Program Evaluasi Pendidikan


Dokter Spesialis Anak secara tertulis dan telah disahkan
oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) serta seluruh staf
pengajar dan peserta didik mengetahui dan memahami
Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Anak
tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Anak, dan
ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

26
S7 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai jadwal rencana Program Evaluasi Pendidikan Dokter
Spesialis Anak.

Jadwal rencana Program Evaluasi tersebut mencakup untuk:


1. Organisasi pendidikan dokter spesialis anak
2. Materi pendidikan dokter spesialis anak
3. Metoda dan instrumen dalam pelaksanaan pendidikan dokter
spesialis anak
4. Sarana pendidikan dokter spesialis anak
5. Hasil pendidikan dokter spesialis anak
6. Kinerja (performance) staf pengajar yang terlibat dalam
pendidikan dokter spesialis anak

Nilai: Kriteria:
1 IPDSA tersebut tidak mempunyai jadwal rencana
Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Anak.

2 IPDSA tersebut mempunyai jadwal rencana Program


Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Anak secara
tertulis.

3 IPDSA tersebut melaksanakan 60% rencana jadwal


Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Anak.

4 IPDSA tersebut melaksanakan 80% rencana jadwal


Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Anak.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


rencana jadwal Program Evaluasi Pendidikan Dokter
Spesialis Anak, dan ada rencana tindak lanjut secara
tertulis.

27
S7 P3 Pencapaian pelaksanaan Program Evaluasi Pendidikan Dokter
Spesialis Anak di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak
(IPDSA) tersebut mencakup bidang:
1. Organisasi pendidikan dokter spesialis anak
2. Materi pendidikan dokter spesialis anak
3. Metoda dan instrumen dalam pelaksanaan pendidikan dokter
spesialis anak
4. Sarana pendidikan dokter spesialis anak
5. Hasil pendidikan dokter spesialis anak
6. Kinerja (performance) staf pengajar yang terlibat dalam
pendidikan dokter spesialis anak

Nilai: Kriteria:
1 Pencapaian pelaksanaan Program Evaluasi Pendidikan
Dokter Spesialis Anak di IPDSA tersebut kurang dari
2 bidang.

2 Pencapaian pelaksanaan Program Evaluasi Pendidikan


Dokter Spesialis Anak di IPDSA tersebut 2-3 bidang.

3 Pencapaian pelaksanaan Program Evaluasi Pendidikan


Dokter Spesialis Anak di IPDSA tersebut 4-5
bidang.

4 Pelaksanaan Program Evaluasi Pendidikan Dokter


Spesialis Anak di IPDSA tersebut mencakup seluruh
bidang.

5 Pelaksanaan Program Evaluasi Pendidikan Dokter


Spesialis Anak di IPDSA tersebut mencakup seluruh
bidang dan IPDSA tersebut telah melakukan
evaluasi/revisi akan hasil pencapain tersebut, serta
ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

28
Standar 8. Tatakelola dan administrasi di Institusi Pendidikan Dokter
Spesialis Anak

S8 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut


mempunyai struktur organisasi yang telah disahkan oleh pimpinan
institusi Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut tidak mempunyai struktur organisasi


secara tertulis

2 IPDSA tersebut mempunyai struktur organisasi


secara tertulis, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh
pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

3 IPDSA tersebut mempunyai struktur organisasi


secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan
institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah
Sakit).

4 IPDSA tersebut mempunyai struktur organisasi


secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan
institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah
Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta didik
mengetahui dan memahami struktur organisasi
tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


struktur organisasi, dan ada rencana tindak lanjut
secara tertulis

29
S8 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai penjelasan secara tertulis akan fungsi, tugas, wewenang,
kewajiban dan tanggung jawab setiap unit (Divisi/Bagian).

Nilai: Kriteria:
1 Tidak ada penjelasan secara secara tertulis akan
fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap
unit dalam IPDSA tersebut.

2 Ada penjelasan secara secara tertulis akan fungsi,


tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab
setiap unit dalam IPDSA tersebut, akan tetapi
belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan
Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

3 Ada penjelasan secara secara tertulis akan fungsi,


tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab
setiap unit dalam IPDSA tersebut dan telah
disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

4 Ada penjelasan secara secara tertulis akan fungsi,


tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab
setiap unit dalam IPDSA tersebut, telah disahkan
oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) serta seluruh staf
pengajar dan peserta didik mengetahui dan
memahami penjelasan akan fungsi, tugas, wewenang,
kewajiban dan tanggung jawab setiap unit tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung
jawab setiap unit, dan ada rencana tindak lanjut
secara tertulis

30
S8 P3 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai kebijakan tentang mekanisme pengambilan keputusan
secara tertulis dan disahkan oleh pimpinan ( Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan


tentang mekanisme pengambilan keputusan secara
tertulis.

2 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang


mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis,
akan tetapi belum/tidak mempunyai Panduan
Pengambilan Keputusan.

3 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang


mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis dan
Panduan Pengambilan Keputusan, akan tetapi belum/
tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit).

4 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang


mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis dan
Panduan Pengambilan Keputusan, serta telah disahkan
oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas
Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) telah diketahui
dan difahami oleh seluruh staf pengajar di institusi
tersebut.
5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan
Panduan Pengambilan Keputusan dan ada rencana
tindak lanjut.

31
S8 P4 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
memberikan umpan balik (feedback) mengenai perkembangan
pencapaian peserta didik kepada peserta didik, atasan peserta
didik, pengirim maupun penyandang dana peserta didik tersebut
secara tertulis dan rutin.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan


tentang umpan balik ( feedback) mengenai per-
kembangan pencapaian peserta didik kepada peserta
didik, atasan peserta didik, pengirim maupun
penyandang dana peserta didik tersebut secara
tertulis dan rutin.

2 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang umpan


balik (feedback) mengenai perkembangan pencapaian
peserta didik kepada peserta didik, atasan peserta
didik, pengirim maupun penyandang dana peserta didik
tersebut secara tertulis dan rutin, akan tetapi.
belum/tidak mempunyai format umpan balik
( feedback).

3 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang umpan


balik (feedback) dan formatnya tersebut secara
tertulis, akan tetapi belum/tidak dilaksanakan secara
teratur.

4 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang umpan


balik ( feedback), formatnya secara tertulis dan telah
dilaksanakan secara teratur.

5 IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan


mekanisme umpan balik (feed back) tersebut dan ada
rencana tindak lanjutnya.

32
Standar 9. Program Peningkatan Mutu ( Quality Improvement)

S9 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut


melaksanakan pertemuan rutin tingkat unit dan institusi yang
terjadwal mengenai perkembangan pencapaian peserta didik dan
sarana serta proses pendidikan yang dilaksanakan di institusi
tersebut.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan


tentang pertemuan rutin tingkat unit dan institusi
mengenai perkembangan pencapaian peserta didik dan
sarana serta proses pendidikan yang dilaksanakan di
institusi tersebut.

2 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang


pertemuan rutin tingkat unit dan institusi mengenai
perkembangan pencapaian peserta didik dan sarana
serta proses pendidikan yang dilaksanakan di institusi
tersebut, akan tetapi belum/tidak ada jadwal yang
teratur.

3 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan dan ada jadwal


yang teratur tentang pertemuan rutin tersebut, akan
tetapi belum/tidak dilaksanakan.

4 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan dan ada jadwal


serta dilaksanakan teratur tentang pertemuan rutin
tersebut.

5 IPDSA tersebut telah melaksanakan evaluasi/revisi


mengenai kebijakan pertemuan rutin tersebut, serta
ada rencana tindak lanjut.

33
S9 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) tersebut
mempunyai program upaya perbaikan dan peningkatan mutu
Pendidikan Dokter Spesialis Anak di tingkat unit (Divisi/Bagian)
maupun institusi.

Nilai: Kriteria:

1 IPDSA tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan


tentang upaya perbaikan dan peningkatan mutu
Pendidikan Dokter Spesialis Anak di tingkat unit
(Divisi/Bagian) maupun institusi.

2 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan tentang upaya


perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter
Spesialis Anak di tingkat unit (Divisi/Bagian) maupun
institusi akan tetapi belum/tidak Rencana Program
Kerja Peningkatan Mutu.

3 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan dan Rencana


Program Kerja Peningkatan Mutu tentang upaya
perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter
Spesialis Anak di tingkat unit (Divisi/Bagian) maupun
institusi, akan tetapi belum/tidak dilaksanakan.

4 IPDSA tersebut mempunyai kebijakan, Rencana


Program Kerja Peningkatan Mutu dan telah
melaksanakan program upaya perbaikan dan
peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Anak di
tingkat unit (Divisi/Bagian) maupun institusi, akan
tetapi belum/tidak melaksanakan evaluasi/audit.

5 IPDSA tersebut telah melaksanakan


evaluasi/audit/revisi secara teratur dan ada tindak
lanjutnya.

34
Instrumen Self-Assesment IPDSA

Terdiri dari:

1. Standar = 9
2. Kriteria = 33
3. Indikator = 165

Parameter
Standar No. Kriteria Indikator
1. VMOT 1 5
2. Program 6 30
3. Penilaian 5 25
4. PPDSA 2 10
5. Staf 2 10
6. Sarana 8 40
7. Program Evalusi 3 15
8. Tatakelola 4 20
9. Peningkatan Mutu 2 10
9 Standar 33 kriteria 165 indikator

Persentase Nilai = Jumlah Nilai Indikator X 100 %


165

35