Anda di halaman 1dari 5

Corfu Channel Case Kasus ini merupakan sengketa antara Albania dan Inggris yang cara pengajuannya melalui

pengadilan yaitu ke Mahkamah Internasional pada tahun 1949. Peristiwanya terjadi pada tanggal 15 Mei 1946 pada saat kapal-kapal Inggris berlayar memasuki selat Chorfu wilayah Albania. Ketika memasuki laut teritorial Albania kapal-kapal tersebut ditembaki dengan meriam-meriam yang ada di pantai Albania. Albania ketika itu sedang dalam keadaan perang dengan Yunani. Tanggal 22 Oktober 1949 sebuah kapal Inggris telah menabrak ranjau yang berada di selat tersebut yang kemudian menimbulkan korban jiwa. Atas kejadian tersebut Inggris kemudian melakukan pembersihan terhadap ranjau-ranjau yang ada di selat tersebut tanpa adanya izin dari pemerintah Albania. Kemudian sengketa timbul dan diajukan ke Mahkamah Internasional. Keputusan mahkamah Internasional menyatakan bahwa Albania bertenggungjawab atas kerusakan kapal Inggris dan Inggris telah melanggar kedaulatan Albania karena tindakannya menyapu ranjau. Persoalan ini sebenarnya tidak berkaitan dengan masalah lingkungan hidup secara langsung. Namun dalam kasus ini telah diterapkan suatu prinsip yang mirip dengan Prinsip 21 Deklarasi Stockhlom 1972 yaitu dalam salah satu keputusannya menyatakan bahwa setiap negara tidak diperbolehkan melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu atau merugikan negara lainnya. Penyelesaiannya dengan cara negosiasi, mediasi, dan munkin melakukan genjatan senjata/perang. Perang merupakan jalan terakhir yang dilakukan jika kedua pihak tidak menemukan jalan keluar. Ringkasan Kasus : Kasus ini merupakan sengketa antara Albania dan Inggris yang cara pengajuannya melalui pengadilan yaitu ke Mahkamah Internasional pada tahun 1949. Peristiwanya terjadi pada tanggal 15 Mei 1946 pada saat kapal-kapal Inggris berlayar memasuki selat Chorfu wilayah Albania. Ketika memasuki laut teritorial Albania kapal-kapal tersebut ditembaki dengan meriam-meriam yang ada di pantai Albania. Albania ketika itu sedang dalam keadaan perang dengan Yunani. Tanggal 22 Oktober 1949 sebuah kapal Inggris telah menabrak ranjau yang berada di selat tersebut yang kemudian menimbulkan korban jiwa. Atas kejadian tersebut Inggris kemudain melakukan pembersihan terhadap ranjau-ranjau yang ada di selat tersebut tanpa adanya izin dari pemerintah Albania. Kemudian sengketa timbul dan diajukan ke Mahkamah Internasional. Keputusan mahkamah Internasional menyatakan bahwa Albania bertenggungjawab atas kerusakan kapal Inggris dan Inggris telah melanggar kedaulatan Albania karena tindakannya menyapu ranjau. Persoalan ini sebenarnya tidak berkaitan dengan masalah lingkungan hidup secara langsung. Penyelesaian sengketa lingkungan hidup internasiona antara Inggris dan Albania didasarkan pada Prinsip 26 Deklarasi Rio 1992. Prosedur dan mekanisme mengenai penyelesaian sengketa secara umum diatur oleh Pasal 33 Piagam PBB. Pasal ini mengidentifikasi beberapa metode atau cara diantaranya negosiasi, penyelidikan, mediasi, konsiliasi, arbitrasi, penyelesaian pengadilan, upaya badan atau aturan regional, atau pilihan para pihak. Fakta Hukum

Pihak yang bersengketa adalah Inggris dan Albania. selat Corfu berada dalam wilayah perairan Albania. - Insiden pertama yaitu pada 15 mei 1946, 2 kapal Inggris, HMS Orion dan HMSSuperb menyeberangi selat Corfu. - Ketika sedang menyeberangi selat, keluar api dari daerah pertahanan yang terletak di pantai Albania. - Meskipun tidak menderita kerugian, Pihak Inggris meminta Albania untuk menyatakan permintaan maaf, namun Albania mengklaim bahwa Pihak Inggrismemasuki wilayah territorial Albania tanpa ijin. - Kemudian, pada 22 Oktober 1946, kapal Inggris, Saumarez dan Volage kembalimelintas di Selat Corfu dan menabrak ranjau-ranjau laut yang tersebar di sepanjangSelat Corfu. - Hal ini menyebabkan kapal Inggris tersebut rusak, 44 orang tewas, 42 orang luka-luka. Antara 42 atau 43 yang tewas adalah awak kapal Saumarez. - Inggris meminta ganti kerugian kepada Albania, namun Albania menghiraukannya.Akhirnya kasus ini dibawa ke ICJ Permasalahan Hukum 1. Apakah Albania bertanggung jawab terhadap kerugian yang diderita pihak Inggris? 2. Apakah Albania wajib mengganti kerugian yang diderita pihak Inggris? 3. Apakah Inggris bersalah telah melanggar hukum internasional dengan tindakannya padahari terjdinya ledakan pada bulan Oktober dan pada bulan November saat Inggrismembersihkan selat Corfu tersebut dari ranjau.? Putusan 1. Ya, Albania bertanggung jawab terhadap Kerugian yang diderita pihak Inggris. 2. Ya, Albania wajib mengganti kerugian yang diderita pihak Inggris. Dan pengadilanmemutuskan Albania wajib membayar ganti rugi atas rusaknya saumarez dan rusaknyakapal Volage, serta atas kematian awak kapal Inggris, dengan total kompensasi sebesar 843,947 . 3. Untuk tindakan pada bulan Oktober, Inggris tidak melanggar kedaulatan dari Albania,tetapi untuk tindakan pada Inggris pada bulan November dinyatakan bahwa Inggris bersalah telah melanggar kedaulatan Albania. Pertimbangan Putusan Albania dinyatakan bersalah karena telah menyebarkan ranjau-ranjau laut di sepanjang SelatCorfu tanpa memberitahukan pihak Inggris. Hal ini karena Inggris mempunyai hak lintas damai untuk melintasi wilayah territorial Albania.. Analisis Putusan Mahkamah Internasional yang menyatakan bahwa Albania bersalah dan bertanggung jawab atas kerugian yang diderita Inggris serta diwajibkan membayar kompensasi kepada pihak Inggris. Dalam putusan kasus Corfu Channel di atas, Mahkamah Internasional menggunakan Teori Kesalahan dalam Tanggung Jawab Negara. Teori Kesalahan ada 2macam yaitu :

1. Teori Subyektif. Menurut teori ini, tanggung jawab Negara ditentukan oleh adanya unsure keinginan ataumaksud untuk melakukan suatu perbuatan (kesengajaan atau dolus) atau kelalaian (culpa) pada pejabat atau agen Negara yang bersangkutan. 2. Teori Obyektif Menurut teori ini, tanggung jawab Negara adalah selalu mutlak (strict). Manakala suatu pejabat atau agen Negara telah melakukan tindakan yang merugikan orang (asing) lain, maka Negara bertanggung jawab menurut hukum internasional tanpa dibuktikan apakah tindakantersebut terdapat unsur kesalahan atau kelalaian. Dalam kasus Corfu Channel, Mahkamah Internasional menggunakan teori Obyektif dalammemutuskan sengketa tersebut karena tidak adanya upaya dari pejabat Albania untuk mencegah kecelakaan terhadap 2 kapal Inggris, Saumarez dan Volage. Seharusnya, Albaniamemberi peringatan akan adanya ranjau terhadap kapal Inggris yang akan melintasi wilayahteritorialnya karena Inggris mempunyai hak lintas damai untuk melewati perairan territorialAlbania.Berdasarkan hukum intenasional suatu negara dapat diminta pertanggungjawaban untuk tindakan-tindakannya yang menyalahgunakan kedaulatannya. Tidak ada satu negara punyang dapat menikmati hak-haknya tanpa menghormati hak-hak negara lain.Dalam kasus selat Corfu ini, Albania walaupun memiliki kedulatan atas selat Corfu, namundalam hal ini tetap bertanggung Jawab untuk memastikan bahwa kapal asing yang melintasi perairan teritorialnya dengan damai dapat melintasi perairannya dengan aman. Karakteristik tanggung jawab negara tergantung dari: Adanya suatu kewajiban hukum internasional yang berlaku antara dua negaratertentu; Adanya suatu perbuatan melanggar hukum atau kelalaian yang melanggar kewajiban tersebut dan melahirkan tanggung jawab negara; Adanya kerusakan atau kerugian sebagai akibat tindakan melanggar hukum ataukelalaian Dalam kasus selat Corfu terdapat kelalaian dari Albania untuk memastikan bahwa perairannya aman untuk dilewati ataupun kelalaian untuk memberi peringatan kepada Inggrismengenai kondisi perairannya sehingga hal ini dapat mengakibatkan timbulnya tanggungJawab dari Albania atas kerusakan dan kerugian yang diderita Inggris atas kapalnya dan ataskematian para awak kapalnya.

Kasus Trail Smelter Bermula dari kasus pencemaran udara yang diakibatkan oleh sebuah perusahaan pupuk milik warga negara Kanada yang dioperasikan di dalam wilayah Kanada, dekat sungai Columbia, lebih kurang 10 mil menjelang perbatasan Kanada-AS. Mulai tahun 1920 produksi emisi perusahaan tersebut terus meningkat. Emisi tersebut mengandung sulfur dioksida, menyebarkan bau logam dan seng yang sangat menyengat. Pada tahun 1930 jumlah emisi tersebut mencapai lebih dari 300 ton sulfur setiap hari. Emisi tersebut, karena terbawa angin, bergerak ke arah wilayah AS melalui lembah sungai Columbia dan menimbulkan berbagai akibat merugikan terhadap tanah, air dan udara, kesehatan serta berbagai kepentingan penduduk Washington lainnya. AS kemudian melakukan klaim terhadap Kanada dan meminta Kanada bertanggungjawab terhadap kerugian yang diderita AS. Setelah melakukan negosiasi, kedua negara sepakat untuk menyelesaikan kasus itu melalui International Joint Commision, suatu badan adminsitratif yang dibentuk berdasarkan Boundary Waters Treaty 1907. Badan itu tidak mempunyai yurisdiksi terhadap masalah-masalah pencemaran udara dan sesungguhnya hanya mempunyai yurisdiksi terhadap sengketasengketa yang berkaitan perbatasan perairan. Case Position: Trail adalah kota di distrik British Columbia. Pusat peleburan timah dan besi pada zaman kekuasaan Inggris. Cerobong setinggi 120 m dibangun dan mengeluarkan gas SO2 ke arah lembah Sungai Columbia. Jarak 10 km dari US border (wilayah Washington) Hampir 15 tahun proses penyelesaian (1927 1941) Proses penyelesaian secara arbitrase: Peningkatan jumlah emisi pada kurun 1924 1927 menimbulkan polusi berlebihan di daerah Washington; 1928 International Joint Commission, badan adm. dbentuk bdasar Boundary Water Treaty 1907; Tdk pnya yurisdiksi thdp mslh2 pencemaran udara, hnya yurisdiksi trhdp sengketa yg tkait dgn perairan pbatasan antar dua negara; 1931 fact finding: kerugian hingga US $ 350.000 Canada setuju n bayar; 1933 terulang lagi, US tuntut US $ 2 juta; Dibentuk Arbitrase khusus Putusan: 1. Canada paid US $ 78.000 2. Mewajibkan Canada untuk mencegah kerugian yang mungkin timbul pada masa-masa selanjutnya (to prevent the future damage) serta menurunkan emisi pada tingkat yang tidak melampaui ambang batas (acceptable level)