Anda di halaman 1dari 42

Buku Panduan Tugas Akhir, Skripsi, dan Ujian Pendadaran

JURUSAN TEKNIK FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO
Jl. Mayjen Sungkono, Km 5 Blater Purbalingga 53371

Januari 2010

DAFTAR ISI

Halaman Judul........................................................................................................................i 1 DAFTAR ISI....................................................................................................................2 2 PENDAHULUAN............................................................................................................5 2.1 Latar Belakang..........................................................................................................5 2.2 Maksud dan Tujuan..................................................................................................5 2.3 Definisi-Definisi.........................................................................................................5 3 TUGAS AKHIR...............................................................................................................6 3.1 Aturan dan Syarat-syarat........................................................................................6 3.2 Pelaksanaan Tugas Akhir........................................................................................9 4 SKRIPSI.........................................................................................................................12 4.1 Sistematika ..............................................................................................................12 Sampul skripsi memuat judul tidak lebih dari 20 kata diijinkan menggunakan singkatan yang sudah umum, lambang Unsoed, nama dan nomor induk mahasiswa, nama program studi, nama jurusan, nama fakultas, nama universitas, dan tahun penyelesaian. Contoh sampul skripsi dapat dilihat pada Lampiran .... .................................................................12 Halaman perantara berupa kertas doorslagh berwarna biru berlatar belakang logo Unsoed sebagai perantara antara sampul skripsi dan halaman judul. ...............................12 Isi halaman judul sama dengan isi halaman sampul, dicetak pada kertas HVS warna putih. ...................................................................................................................................12 Halaman ini memuat biodata penulis. Unsur-unsur yang bisa dicantumkan dalam bagian ini meliputi nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, nama orang tua, alamat tempat tinggal, hobi, riwayat pendidikan, dan prestasi-prestasi. Contoh halaman biodata dapat dilihat pada Lampiran..........................................................................................................13 Halaman ini memuat bukti pengesahan administrasi dan akademik dari pembimbing I, pembimbing II, dan Ketua Jurusan Teknik Unsoed. Unsur-unsur yang ada dalam halaman ini adalah judul skripsi, nama penulis, pernyataan pengesahan pembimbing I, pembimbing II, dan Ketua Jurusan Teknik Unsoed. Contoh halaman pengesahan dapat dilihat pada Lampiran..........................................................................................................13 Halaman ini berisi pernyataan bahwa TA benar-benar karya sendiri. Contohnya dapat dilihat pada Lampiran..........................................................................................................13 Halaman ini dimaksudkan bagi penulis yang ingin menyampaikan kata-kata mutiara dan atau kata persembahan yang dianggap penting (dibatasi maksimal satu halaman). ........13 Abstrak disusun dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris masing-masing dalam halaman yang terpisah. Secara umum abstrak disusun dengan urutan : kata ABSTRAK, judul skripsi, nama penulis, isi abstrak, dan kata kunci. Isi abstrak ditulis satu spasi dalam satu paragrap dengan panjang 200 - 300 kata. Isi abstrak berisi uraian singkat tentang permasalahan dan tujuan penelitian, metode dan atau pendekatan penelitian, dan hasil penelitian. Kata kunci adalah kata-kata yang mengandung konsep pokok yang dibahas dalam Tugas Akhir. Pilihlah kata kunci yang paling baik yang dapat mewakili topik yang dibahas dalam Tugas Akhir terdiri dari 3 s.d. 6 kata diurutkan dari yang spesifik ke yang umum. Contoh format abstrak dapat dilihat pada Lampiran .. ......................................13 Kata pengantar berisi informasi secara garis besar mengenai maksud penulisan skripsi serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam penulisan skripsi. 13 Daftar isi memuat absrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel/daftar gambar/daftar lampiran, judul bab dan subbab, serta daftar pustaka. .......................................................13

Apabila di dalam skripsi terdapat beberapa tabel perlu dibuat daftar tabel yang memuat nomor urut dan judul tabel beserta nomor halaman tabel. ................................................13 Apabila ada, daftar gambar berisi nomor urut, judul gambar, beserta nomor halaman di tempat gambar tersebut disajikan. ......................................................................................13 Apabila ada, daftar lampiran berisi nomor urut, nama lampiran, beserta nomor halaman lampiran disajikan...............................................................................................................13 Apabila ada, daftar istilah berisi istilah-istilah teknis yang ada dalam penulisan skripsi. 13 Bagian akhir skripsi memuat daftar pustaka dan lampiran. ............................................14 Daftar pustaka memuat daftar nama buku, jurnal, laporan penelitian, dan sumber lain yang digunakan. ..................................................................................................................14 Lampiran memuat bahan-bahan penunjang yang digunakan dalam penulisan skripsi. Lampiran dapat berupa surat ijin penelitian, instrumen, data, rumus-rumus dan perhitungan statistik yang dipakai, prosedur perhitungan dan hasil ujicoba instrumen, dan catatan lapangan. ................................................................................................................14 4.2 Bahasa ......................................................................................................................14 Tugas Akhir (TA) ditulis dengan Bahasa Indonesia baku atau Bahasa Inggris. .............14 4.3 Teknik Penulisan ....................................................................................................14 Mahasiswa penyusun TA harus melaksanakan ketentuan pengetikan dan cara penulisan. 14 a. Penomoran Halaman......................................................................................................15 Nomor halaman diletakkan di sebelah kanan atas, dua spasi atau 1 cm di atas baris pertama teks. Nomor halaman menggunakan angka arab, dimulai dari bab pendahuluan. Halaman-halaman sebelumnya seperti halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan lain lain menggunakan angka Romawi kecil. Khusus untuk halaman yang memuat judul bab, nomor halaman diletakkan di tengah bawah halaman, dua spasi atau 1 cm di bawah baris terakhir. .....................................................................15 b. Penomoran Matematis ...................................................................................................15 Jika di dalam TA terdapat sejumlah persamaan matematis, penomoran menggunakan angka Arab yang dituliskan di antara tanda kurung dan diacu dalam teks. ......................15 Huruf miring digunakan untuk : .......................................................................................15 a. judul buku, nama terbitan berkala, atau nama publikasi lain;.......................................15 b. istilah kosakata atau kalimat dalam bahasa asing yang masuk ke dalam teks; ............15 c. huruf, kosakata, frase, atau kalimat sebagai aspek linguistik ; .....................................15 d. nama spesies atau varietas dalam ilmu biologi ; dan ....................................................15 e. huruf yang digunakan untuk simbol-simbol dalam statistika atau aljabar ; .................15 a. Tabel...............................................................................................................................15 Penulisan kata tabel dimulai dari tepi kiri, diikuti nomor tabel, dan diteruskan dengan nama tabel. ..........................................................................................................................15 1) Nomor tabel menggunakan angka arab, ditulis secara urut tanpa memperhatikan dalam bab mana tabel disajikan. ........................................................................................15 2) Tabel dibedakan dalam dua macam yaitu tabel dalam teks dan tabel dalam lampiran. Tabel dalam lampiran menggunakan urutan penomoran tersendiri, tidak menyambung nomor tabel dalam teks. .....................................................................................................15 3) Setiap tabel harus disajikan pada halaman yang sama, meskipun harus memodifikasi ukuran huruf. ......................................................................................................................15 4) Tulisan tabel, nomor tabel, dan nama tabel diletakkan di atas tabel. ...........................15 5) Jika tabel dikutip dari suatu sumber maka di bawah tabel dituliskan referensinya. ....15 b. Gambar ..........................................................................................................................15

Gambar meliputi foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, dan yang sejenisnya. Penyajian gambar mengikuti ketentuan sebagai berikut. ..................................................15 1) Tulisan gambar, nomor gambar, dan nama gambar diletakkan di bawah gambar ; Nomor gambar ditulis menggunakan angka Arab, ditulis secara urut tanpa memperhatikan dalam bab mana gambar disajikan ; .........................................................15 2) Setiap gambar disajikan dalam halaman yang tidak terpisah ; ....................................15 3) Jika gambar dikutip dari suatu sumber maka di bawah gambar dituliskan referensinya 15 a) Catatan Kaki...................................................................................................................16 Sebaiknya (jika tidak perlu sekali) dihindari penggunaan catatan kaki, kecuali untuk bidang studi tertentu terutama ilmu sejarah, ilmu hukum, seni dan arsitektur. Untuk bidang-bidang tersebut catatan kaki dibatasi pada hal-hal berikut : .................................16 1) Keterangan lisan seseorang, pada catatan kaki dituliskan: Keterangan lisan Muh. Rum......................................................................................................................................16 2) Data sekunder berupa data yang dikutip dari sesuatu lembaga sumber data; pada catatan kaki dituliskan nama lembaga sumber data tersebut. ............................................16 3) Tanda rujukan catatan kaki dituliskan teks menggunakan superskrip angka Arab, sedangkan catatan kakinya ditempatkan pada dasar halaman 2 spasi di bawah garis melintang yang dibuat mulai dari batas kiri sepanjang 7 sentimeter, juga paling sedikit berjarak 2 spasi dari baris terbawah teks. ..........................................................................16 Kalimat dalam catatan kaki ditulis mulai pada ketukan keenam dengan jarak antar baris 1 spasi.jarak antara catatan kaki yang satu dengan yang lain ialah 2 spasi. .....................16 Catatan kaki dalam tabel, memakai tanda rujukan superskrip huruf biasa, ditempatkan 2 spasi di bawah garis batas bawah tabel dengan cara penulisan yang sama dengan catatan kaki dalam teks....................................................................................................................16 b) Kutipan Langsung .........................................................................................................16 Kutipan langsung ditulis dalam bahasa aslinya dengan jarak antar baris 1 spasi. Seluruhnya diketik mulai pada ketukan keenam. Kutipan harus dianalisis sesuai dengan sudut pandang penulis. ..........................................................................................16 Sumber kutipan dicantumkan dengan menuliskan nama pengarang, tahun dan judul buku dan nomor halamannya..............................................................................................16 a) Rujukan dari Buku Teks ...............................................................................................16 b) Rujukan dari Jurnal dan Majalah Ilmiah ......................................................................16 c) Rujukan dari Artikel dalam Majalah Populer dan Koran .............................................16 d) Rujukan dari Koran Tanpa Penulis ...............................................................................17 e) Rujukan dari Dokumen Resmi tanpa Penulis/Lembaga ...............................................17 f) Rujukan dari Dokumen Resmi dengan Penulis/Lembaga ............................................17 g) Rujukan berupa Karya Terjemahan ..............................................................................17 h) Rujukan dari Skripsi, Tesis dan Disertasi .....................................................................17 i) Rujukan dari Makalah yang Dipresentasikan ...............................................................18 j) Rujukan dari Internet berupa Karya Individual .............................................................18 k) Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal ..........................................................18 l) Rujukan dari Internet berupa Bahan Diskusi.................................................................18 m) Rujukan dari E-mail Pribadi ........................................................................................18 a) Nama Penulis yang Diacu dalam Uraian.......................................................................19 b) Nama Penulis dalam Daftar Pustaka ............................................................................19 5 UJIAN PENDADARAN...............................................................................................21 5.1 Syarat-syarat Pendaftaran Ujian Pendadaran....................................................21 5.2 Materi Ujian Pendadaran......................................................................................21 5.3 Tim Penguji Pendadaran.......................................................................................21

5.4 Pengajuan Ujian Pendadaran................................................................................23 5.5 Pelaksanaan Ujian Pendadaran............................................................................23 5.6 Penilaian dan Kelulusan Ujian Pendadaran........................................................24 5.7 Kriteria Penilaian Ujian Pendadaran...................................................................25 6 HAL-HAL KHUSUS.....................................................................................................26 6.1 Perubahan Judul, Penggantian Judul Dan/ Atau Pembimbing Tugas Akhir..26 6.2 Penghentian proses pembimbingan Tugas Akhir ..............................................27 6.3 Publikasi dan HKI...................................................................................................27 7 LAMPIRAN-LAMPIRAN...........................................................................................28 2 PENDAHULUAN

2.1 Latar Belakang Buku Panduan Tugas Akhir (TA), Skripsi, dan Pendadaran ini berisi penjelasan tentang langkah-langkah dan aturan-aturan yang dibuat supaya proses pelaksanaan TA, Skripsi, dan Pendadaran berjalan dengan lancar. Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan yaitu mahasiswa, pembimbing, Bapendik Jurusan, dan Komisi Studi Akhir diharapkan mengetahui porsi tugas masing-masing dalam keseluruhan proses pelaksanaan Tugas Akhir, Skripsi, dan Pendadaran. 2.2 Maksud dan Tujuan 1. Tugas Akhir diselenggarakan dengan maksud untuk memenuhi amanat kurikulum. 2. Tujuan diselenggarakannya Tugas Akhir adalah untuk pendalaman materi kurikulum dan pengembangan kemampuan analisis dan wawasan keteknikan bagi mahasiswa lewat penyelesaian masalah-masalah spesifik terkait dengan bidang ilmu yang ditekuni melalui kaidah-kaidah ilmiah. 2.3 Definisi-Definisi 2.3.1 Tugas Akhir (TA) Adalah suatu kegiatan penelitian mandiri yang dilakukan dalam rangka untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh derajat kesarjanaan S-1 2.3.2 Skripsi Adalah karya tulis ilmiah yang merupakan laporan hasil kegiatan Tugas Akhir 2.3.3 Pendadaran Adalah ujian yang kelulusannya menutup rangkaian proses pendidikan dan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar kesarjanaan S-1.

TUGAS AKHIR

3.1 Aturan dan Syarat-syarat

3.1.1 Mahasiswa pengambil mata kuliah TA


3.1.1.1 Syarat Pengambilan Mata Kuliah Tugas Akhir i. Telah menyelesaikan minimal 120 SKS, ii. Telah lulus Kerja Praktek. iii. IP Kumulatif 2,0. iv. Tidak memiliki nilai E untuk mata kuliah wajib sesuai kurikulum. v. Selama proses mengajukan dan melaksanakan Tugas Akhir tercatat sebagai mahasiswa aktif dan mengambil matakuliah Tugas Akhir (tercantum dalam KRS). 3.1.2 Pembimbing

3.1.2.1 Susunan Pembimbing Tugas Akhir i. Pembimbing Tugas Akhir terdiri dan Pembimbing I dan Pembimbing II. ii. Kombinasi Pembimbing I dan Pembibing II diatur dengan ketentuan sebagai berikut : Tabel 1. Kombinasi Pembimbing Tugas Akhir

NO 1

PEMBIMBING I PEMBIMBING II Dosen Unsoed dari Prodi Dosen Unsoed yang sama dengan Mahasiswa pengusul Dosen Unsoed dari Prodi Dosen Luar Biasa yang sama dengan Mahasiswa pengusul

iii. iv.

Jumlah bimbingan aktif maksimum adalah 10 orang mahasiswa. Dalam hal penetapan pembimbing, Komisi Tugas Akhir berhak mengusulkan dosen yang tidak memenuhi syarat sebagai pembimbing dalam keadaan khusus dan/atau mengusulkan dosen yang memenuhi syarat menjadi pembimbing untuk tidak menjadi pembimbing atas pertimbangan tertentu, berdasarkan kondisi beban jumlah bimbingan, penguasaan materi, dan kesibukan/penugasan lainnya dari dosen bersangkutan. v. Pengusulan pembimbing yang tidak memenuhi kriteria sebagaimana tercantum di Tabel 1. harus mendapat rekomendasi dari Ketua Jurusan Teknik.

3.1.2.2 Kriteria Pembimbing Tugas Akhir i. Kriteria Umum a. Pembimbing Tugas Akhir adalah dosen tetap Unsoed atau dosen luar biasa yang diberi wewenang untuk membimbing mahasiswa dalam melaksanakan Tugas Akhir. b. Dosen Luar Biasa adalah dosen luar Unsoed yang mengajar di Jurusan Teknik Unsoed. c. Pembimbing Tugas Akhir ditetapkan oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknik setelah melalui persetujuan Ketua Jurusan Teknik atas usulan Komisi Studi Akhir. ii. Kriteria Pembimbing I: a. Memiliki Bidang Keahlian Utama yang berkaitan dengan topik Tugas Akhir yang akan dibimbing. b. Berpangkat sekurang-kurangnya Lektor untuk lulusan S1 atau Asisten Ahli untuk lulusan S2. Untuk lulusan S3 boleh membimbing meskipun tidak memiliki jabatan akademik. Jika jabatan akademik tidak memenuhi, maka pengusulan calon pembimbing tersebut harus mendapat rekomendasi dari Ketua Jurusan Teknik. Kriteria Pembimbing II:

iii.

a. Berpendidikan sekurang-kurangnya S1. b. Bagi Pembimbing yang tidak memenuhi kriteria di atas pengusulannya harus mendapat rekomendasi dari Ketua Jurusan Teknik. 3.1.2.3 Kewajiban dan Hak Pembimbing Tugas Akhir i. Kewajiban Pembimbing I a. Membimbing, mengarahkan, dan mengevaluasi pelaksanaan dan penulisan Tugas Akhir secara teratur dan bertanggung jawab, minimal sebanyak 6 kali. b. Hadir pada Seminar Proposal dan Hasil Tugas Akhir. c. Berkoordinasi dengan Pembimbing II. ii. Kewajiban Pembimbing II a. Membantu pembimbing I dalam membimbing, mengarahkan, dan mengevaluasi pelaksanaan Tugas Akhir secara teratur dan bertanggung jawab, minimal sebanyak 6 kali bimbingan. b. Berkoordinasi dengan Pembimbing I.

iii. Hak Pembimbing Tugas Akhir a. Melaporkan kepada Ketua Prodi untuk mencabut Surat Tugas pelaksanaan Tugas Akhir jika mahasiswa yang dibimbing tidak aktif/mangkir selama 3 bulan atau lebih. b. Mengubah batasan masalah atau ruang lingkup Tugas Akhir jika diperlukan, dengan mengikuti prosedur perubahan judul. c. Memutuskan kelayakan Tugas Akhir untuk diajukan pada Seminar Hasil dan Pendadaran. d. Mengusulkan perubahan jadwal ujian pendadaran sebelum jadwal ujian ditetapkan. e. Mendapatkan honorarium sesuai aturan Unsoed. f. Mendapatkan hak cipta bersama dengan mahasiswa dan institusi. 3.1.2.4 Penilaian Kinerja Pembimbing a. Penilaian kinerja pembimbing dilakukan dengan maksud untuk melakukan pembinaan dan perbaikan mutu bimbingan Tugas Akhir. b. Penilaian kinerja dilakukan oleh Ketua program Studi dengan masukan dari mahasiswa terkait, dosen penguji dan dosen lain yang terkait dengan topik Tugas Akhir. c. Parameter yang dapat dimasukkan dalam penilaian kinerja pembimbing adalah: jumlah bimbingan, lama pertemuan rata-rata, nilai bimbingan, nilai pengujian TA, nilai akhir TA, ketepatan waktu bimbingan sesuai target jurusan, kualitas bimbingan, kehadiran dalam sidang dan faktor lain yang terkait. d. Nilai kinerja Pembimbing menjadi masukan bagi Komisi Studi Akhir untuk menentukan jumlah bimbingan dan nilai kinerja individu. 3.1.3 Materi Tugas Akhir Materi tugas akhir dapat berupa, penelitian, studi pustaka/literature, perancangan, pemodelan, dan studi kasus

3.2 Pelaksanaan Tugas Akhir

3.2.1 Pendaftaran dan Penyusunan Proposal


Pelaksanaan pendaftaran dan penyusunan proposal Tugas Akhir dijelaskan dalam tahapan-tahapan berikut:

3.2.1.1 Pencantuman Mata Kuliah Tugas Akhir ke dalam Kartu Rencana Studi (KRS)
Mahasiswa yang akan melaksanakan TA disarankan telah memiliki pilihan topik Tugas Akhir dan calon Dosen Pembimbing, kemudian mencantumkan mata kuliah Tugas Akhir ke dalam KRS di semester Tugas Akhir akan dilaksanakan. Prasyarat pengambilan mata kuliah TA harus mematuhi peraturan masing-masing program studi.

3.2.1.2 Penyusunan Pra-Proposal Tugas Akhir


Penyusunan proposal Tugas Akhir dilaksanakan menurut langkah-langkah berikut: i. Penyusunan Pra-Proposal oleh Mahasiswa Mahasiswa yang akan mengambil Mata Kuliah Tugas Akhir diharuskan menyusun Pra-Proposal Tugas Akhir dengan format sebagaimana tercantum pada lampiran. Dalam merumuskan Pra-proposal mahasiswa dibimbing oleh Calon Pembimbing Tugas Akhir dalam hal substansi materi Tugas Akhir. ii. Pengajuan Pra-Proposal dan Calon Dosen Pembimbing ke Komisi Tugas Akhir a. Sebelum diajukan ke komisi Tugas Akhir, Pra-Proposal yang telah selesai harus mendapatkan pengesahan dari Calon Dosen Pembimbing I dan II. b. Form-form untuk pengajuan Pra-Proposal ke Komisi Tugas Akhir tersedia di Bapendik. c. Pra-Proposal harus mendapatkan persetujuan dari Komisi Tugas Akhir Pemeriksaan Pra-Proposal a. Komisi Studi Akhir bertugas memeriksa pra-proposal Tugas Akhir dalam hal kelayakan materi, calon dosen pembimbing berkaitan kompetensi dosen, beban dosen, dan verifikasi syarat-syarat pengambilan Mata Kuliah Tugas Akhir. b. Dalam hal Komisi Tugas Akhir tidak menyetujui pra-proposal TA yang diajukan, maka pra-poposal wajib diajukan ulang setelah dilakukan perbaikan berdasarkan saran-saran Komisi Studi Akhir.

iii.

3.2.1.3 Surat Tugas (ST) melaksanakan Tugas Akhir


i. Surat Tugas Pelaksanaan Tugas Akhir diberikan kepada mahasiswa pelaksana Tugas Akhir oleh Jurusan Teknik setelah Komisi Studi Akhir menyetujui pra-proposal. ii. ST TA diproses oleh Bapendik Jurusan Teknik Unsoed. iii. Setelah mendapatkan ST TA, mahasiswa secara resmi berkewajiban melaksanakan TA tersebut dengan didampingi oleh Pembimbing. iv. Surat Tugas digunakan untuk pengusulan penerbitan Surat Keputusan (SK) Tugas Akhir. v. ST TA berlaku selama enam bulan sejak dikeluarkannya surat tugas

tersebut dan dapat diperpanjang selama enam bulan berikutnya atas persetujuan pembimbing. vi. Jika pelaksanaan TA melebih satu tahun, maka TA tersebut harus dikaji ulang oleh pimpinan fakultas dengan melibatkan Komisi Studi Akhir. vii. ST Pelaksanaan TA dapat dicabut jika : a.Atas permintaan mahasiswa untuk pergantian pembimbing, dengan prosedur tertentu. b. Atas permintaan dosen pembimbing karena mahasiswa mangkir lebih dari 3 bulan. c.Pelaksanaan TA sudah berlangsung lebih dari 1 tahun atas dasar keputusan pimpinan fakultas.

3.2.1.4 Proses Bimbingan Penulisan Proposal


Mahasiswa dibimbing oleh Pembimbing Tugas Akhir dalam Penulisan Proposal Tugas Akhir. 3.2.1.5 Seminar Proposal i. Seminar Proposal dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Pembimbing I dan II Tugas Akhir. ii. Sebelum melaksanakan seminar, mahasiswa tugas akhir mengajukan pelaksanaan seminar ke Bapendik dengan melengkapi persyaratan yang diperlukan. iii. Seminar Proposal dapat dilaksanakan jika dihadiri oleh minimal Pembimbing I. Dalam hal pembimbing I berhalangan hadir, pembimbing I dapat melimpahkan pelaksanaan seminar proposal ke pembimbing II dengan persetujuan Komisi Studi Akhir dan bersedia menerima seluruh hasil keputusan seminar. iv. Seminar proposal dihadiri minimal 10 orang Mahasiswa dari prodi yang sama dibuktikan oleh daftar hadir yang diketahui oleh kedua atau salah satu pembimbing. v. Setelah mahasiswa melaksanakan seminar proposal, akan mendapatkan berita acara seminar sebagai bukti bahwa telah melaksanakan seminar 3.2.2 Proses Bimbingan i. Secara berkala diadakan pertemuan-pertemuan konsultasi antara mahasiswa dengan Pembimbing. Setiap kali dilakukan acara konsultasi, Pembimbing membubuhkan catatan singkat kegiatan dan paraf pada Form Kendali Bimbingan Tugas Akhir. Penulisan catatan dan paraf tidak boleh dilakukan sekaligus pada akhir bimbingan. ii. Jumlah minimal konsultasi adalah enam kali untuk masing-masing Pembimbing. Seminar Hasil Tugas Akhir i. Sebelum melaksanakan seminar hasil TA, mahasiswa tugas akhir mengajukan pelaksanaan seminar ke Bapendik dengan melengkapi persyaratan yang diperlukan. ii. Pelaksanaan Seminar Hasil Tugas Akhir diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. Sifat Seminar Hasil Tugas Akhir adalah terbuka. b. Waktu pelaksanaan seminar Hasil Tugas Akhir diatur secara mandiri oleh 10

3.2.3

Pembimbing dan mahasiswa lewat Bapendik Jurusan Teknik. c. Seminar Hasil Tugas Akhir dilaksanakan bila pelaksanaan Tugas Akhir telah mencapai minimal 90% dan disetujui oleh Pembimbing I dan II. d. Seminar Hasil Tugas Akhir wajib dihadiri oleh 1) minimal Pembimbing I. Dalam hal pembimbing I berhalangan hadir, pembimbing I dapat melimpahkan pelaksanaan seminar proposal ke pembimbing II dengan persetujuan Komisi Studi Akhir dan bersedia menerima seluruh hasil keputusan seminar. 2) Minimal 10 orang mahasiswa dari prodi yang sama dibuktikan oleh daftar hadir yang diketahui oleh kedua atau salah satu pembimbing. iii. Pelaksanaan Seminar Hasil Tugas Akhir dicantumkan dalam suatu Berita Acara Seminar dan dilaporkan ke Bapendik Jurusan Teknik Unsoed, sebagai salah satu syarat pengajuan Ujian Pendadaran. iv. Seminar Hasil Tugas Akhir menjadi salah satu referensi bagi Pembimbing dalam menilai kesiapan mahasiswa untuk Ujian Pendadaran. 3.2.4 Ujian Tugas Akhir i. Ujian tugas akhir dilaksanakan untuk mendapatkan nilai komponen pelaksanaan tugas akhir. ii. Bobot nilai komponen pelaksanaan tugas akhir terhadap total nilai mata kuliah tugas akhir sesuai dengan aturan masing-masing prodi. iii. Tiga komponen utama penilaian Sidang Tugas Akhir adalah: presentasi mahasiswa, penilaian atas penguasaan materi Tugas Akhir, kecukupan materi Tugas Akhir, dan keaktifan mahasiswa. Bobot ketiga komponen tersebut adalah sama iv. Penguji ujian tugas akhir sesuai dengan aturan masing-masing prodi. v. Nilai minimum kelulusan Sidang Tugas Akhir adalah 56 (skala penilaian 0 100)

3.2.5 Laporan Pelaksanaan Tugas Akhir


Laporan Pelaksanaan Tugas Akhir ditulis dalam format yang ditentukan pada panduan penulisan Skripsi di bab lain dari buku panduan ini.

3.2.6 Revisi Buku Laporan TA


i. Mahasiswa harus mematuhi keputusan Ujian Pendadaran termasuk jika mensyaratkan adanya revisi. ii. Hasil revisi harus disetujui oleh Pembimbing dan Tim Penguji. iii. Batas waktu penyelesaian revisi adalah 1 (satu) bulan sejak pelaksanaan Ujian Pendadaran.

3.2.7 Pengumpulan Buku Laporan TA


Sebagai salah syarat yudisium kelulusan, mahasiswa harus mengumpulkan hasil Tugas Akhir berupa: i. Buku Tugas Akhir berupa hard cover harus sudah disetujui dan ditandatangani oleh Pembimbing. ii. CD yang berisi file : Buku TA, Slide presentasi, artikel ilmiah (makalah seminar hasil).

11

SKRIPSI

4.1 Sistematika Laporan Tugas Akhir dalam bentuk skripsi disusun dengan sistematika sebagai berikut. 4.1.1 Bagian Awal i. Sampul Sampul skripsi memuat judul tidak lebih dari 20 kata diijinkan menggunakan singkatan yang sudah umum, lambang Unsoed, nama dan nomor induk mahasiswa, nama program studi, nama jurusan, nama fakultas, nama universitas, dan tahun penyelesaian. Contoh sampul skripsi dapat dilihat pada Lampiran .... ii. Halaman Perantara Halaman perantara berupa kertas doorslagh berwarna biru berlatar belakang logo Unsoed sebagai perantara antara sampul skripsi dan halaman judul. iii. Halaman Judul Isi halaman judul sama dengan isi halaman sampul, dicetak pada kertas HVS warna putih. iv. Halaman Biodata Penulis

12

Halaman ini memuat biodata penulis. Unsur-unsur yang bisa dicantumkan dalam bagian ini meliputi nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, nama orang tua, alamat tempat tinggal, hobi, riwayat pendidikan, dan prestasi-prestasi. Contoh halaman biodata dapat dilihat pada Lampiran. v. Halaman Pengesahan Skripsi Halaman ini memuat bukti pengesahan administrasi dan akademik dari pembimbing I, pembimbing II, dan Ketua Jurusan Teknik Unsoed. Unsur-unsur yang ada dalam halaman ini adalah judul skripsi, nama penulis, pernyataan pengesahan pembimbing I, pembimbing II, dan Ketua Jurusan Teknik Unsoed. Contoh halaman pengesahan dapat dilihat pada Lampiran. vi. Halaman Pernyataan Halaman ini berisi pernyataan bahwa TA benar-benar karya sendiri. Contohnya dapat dilihat pada Lampiran. vii. Halaman Motto dan Persembahan Halaman ini dimaksudkan bagi penulis yang ingin menyampaikan kata-kata mutiara dan atau kata persembahan yang dianggap penting (dibatasi maksimal satu halaman). viii. Abstrak Abstrak disusun dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris masing-masing dalam halaman yang terpisah. Secara umum abstrak disusun dengan urutan : kata ABSTRAK, judul skripsi, nama penulis, isi abstrak, dan kata kunci. Isi abstrak ditulis satu spasi dalam satu paragrap dengan panjang 200 - 300 kata. Isi abstrak berisi uraian singkat tentang permasalahan dan tujuan penelitian, metode dan atau pendekatan penelitian, dan hasil penelitian. Kata kunci adalah kata-kata yang mengandung konsep pokok yang dibahas dalam Tugas Akhir. Pilihlah kata kunci yang paling baik yang dapat mewakili topik yang dibahas dalam Tugas Akhir terdiri dari 3 s.d. 6 kata diurutkan dari yang spesifik ke yang umum. Contoh format abstrak dapat dilihat pada Lampiran .. ix. Pengantar Kata pengantar berisi informasi secara garis besar mengenai maksud penulisan skripsi serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam penulisan skripsi. x. Daftar Isi Daftar isi memuat absrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel/daftar gambar/daftar lampiran, judul bab dan subbab, serta daftar pustaka. xi. Daftar Tabel Apabila di dalam skripsi terdapat beberapa tabel perlu dibuat daftar tabel yang memuat nomor urut dan judul tabel beserta nomor halaman tabel. xii. Daftar Gambar Apabila ada, daftar gambar berisi nomor urut, judul gambar, beserta nomor halaman di tempat gambar tersebut disajikan. xiii. Daftar Lampiran Apabila ada, daftar lampiran berisi nomor urut, nama lampiran, beserta nomor halaman lampiran disajikan. xiv. Daftar Istilah Apabila ada, daftar istilah berisi istilah-istilah teknis yang ada dalam penulisan skripsi. xv. Daftar Simbol Apabila ada, daftar simbol berisi simbol variabel-variabel yang digunakan dalam persamaan matematis yang digunakan dalam penulisan skripsi.

13

4.1.2

Bagian Akhir Bagian akhir skripsi memuat daftar pustaka dan lampiran. i. Daftar Pustaka Daftar pustaka memuat daftar nama buku, jurnal, laporan penelitian, dan sumber lain yang digunakan. ii. Lampiran Lampiran memuat bahan-bahan penunjang yang digunakan dalam penulisan skripsi. Lampiran dapat berupa surat ijin penelitian, instrumen, data, rumus-rumus dan perhitungan statistik yang dipakai, prosedur perhitungan dan hasil ujicoba instrumen, dan catatan lapangan.

4.2 Bahasa Tugas Akhir (TA) ditulis dengan Bahasa Indonesia baku atau Bahasa Inggris. 4.3 Teknik Penulisan Mahasiswa penyusun TA harus melaksanakan ketentuan pengetikan dan cara penulisan. 4.3.1 Pengetikan i. Kertas dan ukuran Naskah TA diketik pada kertas berukuran A4 (21,0 cm x 29,7 cm) dengan berat 80 gram. Kertas berwarna putih dan diketik tidak timbal balik. Apabila digunakan kertas khusus, seperti kertas millimeter untuk grafik, kertas kalkir untuk bagan, dan sejenisnya, boleh di luar batas ukuran dan dilipat sesuai dengan ukuran kertas naskah. ii. Sampul Sampul luar menggunakan karton tebal dan dilapis plastik bening. Warna sampul sesuai dengan warna dasar bendera Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman, yaitu biru (ultra marine). iii. Spasi Jarak antara dua baris pengetikan TA adalah dua spasi. Khusus untuk nama bab, judul tabel, dan judul gambar yang lebih dari satu baris diketik dengan jarak satu spasi. Daftar pustaka diketik dengan jarak satu spasi, sedangkan jarak antara dua pustaka diketik dalam dua spasi. iv. Batas Tepi Batas tepi pengetikan naskah mengikuti ketentuan sebagai berikut. Tepi atas : 4 cm Tepi bawah : 3 cm Tepi kiri : 4 cm Tepi kanan : 3 cm v. Alinea Baru Pengetikan alinea baru dimulai pada ketukan keenam dari tepi kiri. vi. Bab, Sub-sub, dan Anak Sub-bab Judul bab diketik dengan huruf kapital terletak di tengah-tengah antara batas pengetikan kiri dan kanan dengan jarak 4 cm dari tepi atas. Nomor urut bab ditulis dengan angka Arab dan ditulis di sebelah kiri judul bab. Sub-bab dan Nomor Sub-bab dimulai dari batas tepi kiri. Huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital. Nomor sub-bab ditulis dengan angka Arab. Anak sub-bab dimulai dari batas tepi kiri. Huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital. Nomor anak sub-bab ditulis dengan angka Arab. vii. Penggunaan Huruf 14

Naskah diketik dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman ukuran 12. 4.3.2 Cara Penulisan i. Penomoran a. Penomoran Halaman Nomor halaman diletakkan di sebelah kanan atas, dua spasi atau 1 cm di atas baris pertama teks. Nomor halaman menggunakan angka arab, dimulai dari bab pendahuluan. Halaman-halaman sebelumnya seperti halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan lain lain menggunakan angka Romawi kecil. Khusus untuk halaman yang memuat judul bab, nomor halaman diletakkan di tengah bawah halaman, dua spasi atau 1 cm di bawah baris terakhir. b. Penomoran Matematis Jika di dalam TA terdapat sejumlah persamaan matematis, penomoran menggunakan angka Arab yang dituliskan di antara tanda kurung dan diacu dalam teks. ii. Huruf Miring (Italics) Huruf miring digunakan untuk : a. judul buku, nama terbitan berkala, atau nama publikasi lain; b. istilah kosakata atau kalimat dalam bahasa asing yang masuk ke dalam teks; c. huruf, kosakata, frase, atau kalimat sebagai aspek linguistik ; d. nama spesies atau varietas dalam ilmu biologi ; dan e. huruf yang digunakan untuk simbol-simbol dalam statistika atau aljabar ; Penyajian Tabel dan Gambar a. Tabel Penulisan kata tabel dimulai dari tepi kiri, diikuti nomor tabel, dan diteruskan dengan nama tabel. 1) Nomor tabel menggunakan angka arab, ditulis secara urut tanpa memperhatikan dalam bab mana tabel disajikan. 2) Tabel dibedakan dalam dua macam yaitu tabel dalam teks dan tabel dalam lampiran. Tabel dalam lampiran menggunakan urutan penomoran tersendiri, tidak menyambung nomor tabel dalam teks. 3) Setiap tabel harus disajikan pada halaman yang sama, meskipun harus memodifikasi ukuran huruf. 4) Tulisan tabel, nomor tabel, dan nama tabel diletakkan di atas tabel. 5) Jika tabel dikutip dari suatu sumber maka di bawah tabel dituliskan referensinya. b. Gambar Gambar meliputi foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, dan yang sejenisnya. Penyajian gambar mengikuti ketentuan sebagai berikut. 1) Tulisan gambar, nomor gambar, dan nama gambar diletakkan di bawah gambar ; Nomor gambar ditulis menggunakan angka Arab, ditulis secara urut tanpa memperhatikan dalam bab mana gambar disajikan ; 2) Setiap gambar disajikan dalam halaman yang tidak terpisah ; 3) Jika gambar dikutip dari suatu sumber maka di bawah gambar dituliskan referensinya Catatatan Kaki dan Pengutipan

iii.

iv.

15

a) Catatan Kaki Sebaiknya (jika tidak perlu sekali) dihindari penggunaan catatan kaki, kecuali untuk bidang studi tertentu terutama ilmu sejarah, ilmu hukum, seni dan arsitektur. Untuk bidang-bidang tersebut catatan kaki dibatasi pada hal-hal berikut : 1) Keterangan lisan seseorang, pada catatan kaki dituliskan: Keterangan lisan Muh. Rum. 2) Data sekunder berupa data yang dikutip dari sesuatu lembaga sumber data; pada catatan kaki dituliskan nama lembaga sumber data tersebut. 3) Tanda rujukan catatan kaki dituliskan teks menggunakan superskrip angka Arab, sedangkan catatan kakinya ditempatkan pada dasar halaman 2 spasi di bawah garis melintang yang dibuat mulai dari batas kiri sepanjang 7 sentimeter, juga paling sedikit berjarak 2 spasi dari baris terbawah teks. Kalimat dalam catatan kaki ditulis mulai pada ketukan keenam dengan jarak antar baris 1 spasi.jarak antara catatan kaki yang satu dengan yang lain ialah 2 spasi. Catatan kaki dalam tabel, memakai tanda rujukan superskrip huruf biasa, ditempatkan 2 spasi di bawah garis batas bawah tabel dengan cara penulisan yang sama dengan catatan kaki dalam teks. b) Kutipan Langsung Kutipan langsung ditulis dalam bahasa aslinya dengan jarak antar baris 1 spasi. Seluruhnya diketik mulai pada ketukan keenam. Kutipan harus dianalisis sesuai dengan sudut pandang penulis. Sumber kutipan dicantumkan dengan menuliskan nama pengarang, tahun dan judul buku dan nomor halamannya. v. Penulisan Daftar Rujukan/ Pustaka a) Rujukan dari Buku Teks Ditulis berturut-turut nama penulis, tahun terbit, judul buku (dengan huruf miring), jilid (bila ada), nama penerbit dan kota tempat penerbitan. Contoh: Nawy, Edward G., 2000. Prestressed Concrete, Third Edition, Prentice_Hall. b) Rujukan dari Jurnal dan Majalah Ilmiah Ditulis berturut-turut nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, singkatan resmi nama majalah (dengan huruf miring), jilid nomor terbit dan nomor halaman yang diacu. Contoh: Hasan, A. K., Drew, J.V., Knudson, D. And Olsen, R.A. 1970. Influence of Soil Salinity on Protection of Dry Matter and Uptake and Distribution of Nutrients in Barley and Corn. Agron Journal. 62: 43-45 c) Rujukan dari Artikel dalam Majalah Populer dan Koran Ditulis berturut-turut nama penulis, tanggal, bulan dan tahun (jika ada), judul artikel dengan huruf kapital pada setiap huruf awal, kecuali kata hubung, kemudian nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata dan dicetak miring, nomor halaman disebut pada bagian akhir. Contoh:

16

Gardner, H. 1981. Do Babies Sing a Universal Song. Psychology Today, 7076 d) Rujukan dari Koran Tanpa Penulis Ditulis berturut-turut nama koran, tanggal, bulan dan tahun ditulis, judul artikel dengan huruf kapital pada setiap huruf awal dan dicetak dengan huruf miring (italic) dan diikuti dengan nomor halaman. Contoh: Jawa Pos. 22 April, 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, 3. e) Rujukan dari Dokumen Resmi tanpa Penulis/Lembaga Dokumen resmi yang dimaksud adalah dokumen pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa penulis dan tanpa lembaga. Judul atau nama dokumen ditulis dibagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit. Contoh: Undang-Undang Republik Indonesia No. Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: PT. Armas Duta Jaya. f) Rujukan dari Dokumen Resmi dengan Penulis/Lembaga Nama lembaga penanggungjawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan yang dicetak miring, nama tempat penerbitan dan nama lembaga yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut. Contoh: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. g) Rujukan berupa Karya Terjemahan Berturut-turut nama penulis asli, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan ditulis dengan huruf miring, nama penerjemah didahului oleh kata Terjemahan oleh, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Jika tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata tanpa tahun. Contoh: Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. Tanpa Tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Fuechan. 1982 Surabaya: Usaha Nasional. h) Rujukan dari Skripsi, Tesis dan Disertasi Berturut-turut nama penulis tahun yang tercantum pada sampul, judul skripsi dicetak dengan huruf miring, diikuti dengan pernyataan Skripsi/Tesis/Disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas serta nama perguruan tinggi. Contoh: Kalangi, H. T., 2006. Tinjauan Analitis dan Eksperimental Kekuatan Baja Tulangan Beton Bertulang Pasca Kebakaran. Tesis tidak diterbitkan. Makassar: Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.

17

i) Rujukan dari Makalah yang Dipresentasikan Bahan tulisan yang dipresentasikan dalam seminar, penataran, atau lokakarya dapat dijadikan rujukan dengan penulisan berturut-turut nama penulis, tahun, judul makalah yang ditulis dicetak miring, diikuti dengan pernyataan Makalah disajikan dalam ....., nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan dan tanggal serta bulannya. Contoh: Huda, N. 1991. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di Malang Angkatan XIV, Pusat Penelitian IKIP Malang, Malang 12 Juli 1991. j) Rujukan dari Internet berupa Karya Individual Berturut-turut nama penulis, tahun, judul dicetak miring dan diberi keterangan dalam kurung (Online) kemudian alamat sumber rujukan tersebut disertai keterangan kapan diakses di antara tanda kurung. Contoh: Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-95: The Calm Before the Storm. (Online), http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey.html, diakses 12 Juni 1996). k) Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal Berturut-turut nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal dicetak miring dan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor kemudian alamat sumber rujukan tersebut disertai keterangan kapan diakses di antara tanda kurung. Contoh: Griffith, A.I. 1995. Coordinating Family and School: Mothering for Schooling. Educatio Policy Analysis Archives. (Online), Vol. 3, No. 1, (http://olam.ed.asu.edu/epaa/ , diakses 12 Februari 1997. l) Rujukan dari Internet berupa Bahan Diskusi Berturut-turut nama penulis, tanggal, bulan dan tahun, topik diskusi dicetak miring dan diberi keterangan dalam kurung (Online) kemudian alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai keterangan kapan diakses di antara tanda kurung. Contoh: Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List, (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu , diakses 22 November 1995). m) Rujukan dari E-mail Pribadi Berturut-turut nama pengirim jika ada dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan dicetak miring, nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi). Contoh:

18

Davis, A. (a.Davis@uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools. E-mail kepada Alison Hunter (huntera@usq.edu.au). vi. Penulisan Nama Penulis a) Nama Penulis yang Diacu dalam Uraian Penulis yang tulisannya diacu dalam uraian disebutkan nama akhirnya saja. Jika terdapat dua penulis yang mempunyai nama akhir yang sama dan menulis pada tahun yang sama maka untuk membedakannya di belakang tahun diberi huruf kecil a, b dan seterusnya. Jika penulisnya dua orang maka kedua nama akhir dituliskan dengan menyelipkan kata dan atau and di antara kedua nama tersebut. Jika penulisnya lebih dari dua orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan diikuti dengan dkk atau et al. Jika rujukan bersumber dari buku suntingan atau risalah (proceeding), yang ditulis adalah nama penulis asli bukan nama penyuntingnya. Jika rujukan diambil dari dokumen-dokumen resmi seperti undang-undang, peraturan pemerintah, garis-garis besar haluan negara, peraturan daerah, surat keputusan dan koran, nama sumber ditulis sebagai pengganti nama penulis. Misalnya: Menurut Tanra (1994), penderita penyakit............................... Akhir-akhir ini gejala perkelahian.......(Smith, 1927a) Pemberian obat tradisional meningkatkan...........(Darise dan Kadir, 1973). Menurut Black and Smith (1974), tanah yang............. Hal ini telah diteliti sebelumnya (Rampisela dkk., 1992). Inflasi ternyata naik mendekati angka dua digit (Kompas, 2 September 1992). b) Nama Penulis dalam Daftar Pustaka Dalam daftar pustaka semua penulis yang buku atau artikelnya dirujuk harus dicantumkan namanya. 1) Nama Penulis lebih dari 1 Kata Cara penulisannya ialah nama akhir diikuti dengan tanda koma, singkatan nama depan, nama tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi tanda titik. Contoh: Adam C. Smith, John Kelvin and Bernard Klauss ditulis Smith, A. C., Kelvin, J. and Klauss, B. Sutan Takdir Alisyahbana ditulis Alisyahbana, S. T. 2) Nama Penulis dengan Singkatan Nama yang diikuti atau diawali dengan singkatan, maka singkatansingkatan itu dianggap sebagai nama tengah. Contoh : Willian D. Ross Jr. ditulis Ross, W. D. Jr. Abd. Rahman C. I. ditulis Rahman, A. C. I. 3) Nama Penulis dari sumber Pustaka yang Tidak Jelas Nama penulis diganti dengan kata anonim. Contoh : Anonim. 1950. Malin Kundang. Balai Pustaka, Jakarta.

19

4) Sumber Pustaka Berupa Dokumen Resmi Pemerintah Nama instansi tersebut dipakai sebagai pengganti nama penulis. Contoh: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R.I. 1975. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Balai Pustaka, Jakarta Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. 2004. Pedoman Penulisan Tesis Dan Disertasi. Makassar. 5) Derajat Kesarjanaan Apapun gelar yang dimiliki, baik gelar akademis atau pangkat dalam penulisan nama tidak perlu dicatumkan. 6) Gelar Tradisional, Kebangsawanan dan Keagamaan Gelar tradisional ini dianggap sebagai suatu kesatuan dengan nama akhir. Contoh: Raden Suryo Negoro ditulis Negoro R., S. Raden Mas Suryodiningrat ditulis Suryodiningrat R.M. Andi Husni Tanra ditulis Tanra A. H. K.H. Raden Mas Mansyur ditulis Mansyur K.H.R.M. Monsigneur Sugiyo Pranoto S.J. ditulis Pranoto Mgr.S.J.,S. Pdt. Siahaan S.Th. ditulis Siahaan Pdt. 7) Penulisan nama yang perlu mendapat perhatian Seperti nama Indonesia yang menggunakan nan atau garis hubung dan beberapa nama asing lainnya. Penulisannya dapat dilihat pada contoh berikut ini : Nama Indonesia yang menggunakan nan atau garis hubung dianggap satu kesatuan nama, misalnya: Sutan Iskandar nan Jauh ditulis Iskandar nan Jauh, S. sedangkan Ary Soemadi Soekardi ditulis SoemadiSoekardi, A. Nama Belanda, misalnya: J.J. de Vries ditulis Vries, J.J. de H.A. Van den Berg ditulis Berg H.A. Van den Nama Perancis, misalnya: J. du Bois, ditulis Bois J. du. A.R.L. Petit ditulis Petit. A.R.L Nama Jerman yang mengandung von,zu, zun, zur, im. Alexander von Munchen, ditulis Munchen, von. Nama Portugis dan Brasil yang mengandung do, da, dos, das. A.G. do Santos, ditulis: Santos, A.G. do. Nama Spanyol J.Perez Y Fernandes, ditulis: Perez Y Fernandes, J. Nama Arab yang mengandung el, Ibn, Abn Abdel. Mohammad Ibn Hajar, ditulis: Hajar, M. Ibn. Achmad el Husain, ditulis: Husain, A. el. Nama Cina 20

Lee Tang Gwan, ditulis: Lee, Tang Gwan Han Ai-Ping, ditulis : Han, Ai-Ping

UJIAN PENDADARAN

5.1 Syarat-syarat Pendaftaran Ujian Pendadaran i. Telah lulus ujian Tugas Akhir ii. Telah lulus seluruh Mata Kuliah kecuali Mata Kuliah Tugas Akhir (dan Mata Kuliah Komprehensif khusus untuk Program Studi Teknik Elektro) iii. Mengajukan form permohonan Ujian Pendadaran, dilengkapi dengan o Transkrip Nilai Sementara o KSM yang menunjukkan pengambilan MK. TA o fotocopy KTM o Kartu kontrol pelaksanaan bimbingan Tugas Akhir 5.2 Materi Ujian Pendadaran Materi Ujian Pendadaran adalah Tugas Akhir dan atau Komprehensif. 5.3 Tim Penguji Pendadaran 5.3.1 Susunan Tim Penguji Pendadaran i. Penguji ujian pendadaran ditetapkan oleh Ketua Jurusan atas usulan Komisi TA. ii. Pengusulan calon penguji sebagai penguji dilakukan oleh Komisi TA dengan berkoordinasi dengan Kaprodi. Jika ada calon penguji yang tidak 21

bersedia, penggantian penguji ditentukan oleh Komisi TA berkoordinasi dengan Program Studi. iii. Komisi Studi Akhir menyusun Tim Penguji Pendadaran yang terdiri dari a. Seorang Ketua Sidang, merangkap anggota b. Seorang Sekretaris Sidang, merangkap anggota c. dan 3 orang anggota iv. Pembagian dosen penguji terutama didasarkan kepada beban menguji dari masing-masing dosen di tiap-tiap Prodi. Penguji diutamakan memenuhi prioritas kriteria sebagai berikut : a. Memiliki keahlian utama sesuai dengan judul, dan minimal salah seorang penguji harus memiliki kriteria ini. b. Memiliki keahlian minor / peminatan sesuai dengan judul, c. Merupakan dosen dengan satu kelompok bidang keahlian dengan pembimbing I, d. Merupakan dosen yang memenuhi syarat sebagai pembimbing I, e. Dosen Jurusan Teknik Unsoed, f. Dosen Unsoed. 5.3.2 Kewajiban Tim Penguji Pendadaran i. Kewajiban umum Tim Penguji Pendadaran adalah : a. Hadir 5 menit sebelum pelaksanaan ujian pendadaran. b. Memeriksa persyaratan administrasi kelengkapan ujian pendadaran. c. Menguji mahasiswa Peserta Ujian Pendadaran d. Memverifikasi hasil pelaksanaan Tugas Akhir. e. Menanyakan hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan Tugas Akhir. f. Menguji materi Tugas Akhir. g. Menguji materi Komprehensif h. Memberikan nilai ujian pendadaran, berdasarkan hasil sidang ujian pendadaran. i. Memutuskan hasil Ujian Pendadaran. ii. Kewajiban dan hak Ketua Sidang Ujian Pendadaran a. Membuka dan menutup sidang ujian pendadaran b. Menunda sidang jika persyaratan sidang ujian pendadaran tidak terpenuhi c. Memimpin jalannya sidang dan mengambil tindakan yang diperlukan agar sidang ujian pendadaran dapat terlaksana dengan baik d. Mempersilakan atau menolak penguji untuk berkomentar mengenai hasil presentasi dan tanya jawab peserta ujian pendadaran. e.Membaca putusan sidang ujian pendadaran f. Menyampaikan hasil keputusan sidang kepada Bapendik Teknik. iii. Kewajiban sekretaris sidang: a. Mengisi Berita Acara Sidang Ujian Pendadaran dan menghitung nilai rata-rata dari anggota tim penguji iv. Kewajiban Pembimbing TA berkaitan dengan Revisi dan Keputusan Sidang TA : a. Bertanggung jawab atas pemantauan revisi /perbaikan (jika ada) b. Pembimbing wajib membantu mahasiswa untuk menjalankan semua keputusan Sidang TA

22

v.

Hak Penguji Sidang Ujian Pendadaran a. Memberikan Penilaian terhadap hasil sidang mahasiswa tanpa dipengaruhi oleh pihak lain b. Menolak untuk menguji mahasiswa yang terlambat menyerahkan buku laporan Tugas Akhir c. Meminta perbaikan materi dan buku laporan jika terdapat kekurangan d. Meminta pendapat pembimbing mengenai pelaksanaan Tugas Akhir, e. Memberikan masukan kepada program studi mengenai kinerja pembimbing.

5.4 Pengajuan Ujian Pendadaran i. Permohonan Ujian Pendadaran dilakukan oleh mahasiswa atas persetujuan dari semua pembimbing, dengan sepengetahuan Pembimbing Akademik (PA) untuk pemeriksaan kelulusan mata kuliah. ii. Undangan sebagai penguji Pendadaran beserta draft laporan TA diberikan oleh mahasiswa kepada penguji selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum jadwal ujian Pendadaran. iii. Persyaratan untuk permohonan Ujian Pendadaran : a. Telah lulus ujian Tugas Akhir b. Telah lulus seluruh Mata Kuliah kecuali Mata Kuliah Tugas Akhir (dan Mata Kuliah Komprehensif khusus Prodi untuk Teknik Elektro) c. IPK>= 2.0 d. Memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan lain sesuai ketentuan administrasi Tugas Akhir Jurusan Teknik Unsoed. e. Mengajukan form permohonan Ujian Pendadaran, dilengkapi dengan o Transkrip Nilai Sementara o KSM yang menunjukkan pengambilan MK. TA o fotocopy KTM o Kartu kontrol pelaksanaan bimbingan Tugas Akhir iv. Jika diketahui mahasiswa ternyata menyalahi prosedur pengajuan Sidang Tugas Akhir maka dikenakan sanksi untuk tidak mengikuti sidang pada periode sidang tersebut. v. Hasil ujian pendadaran dinyatakan batal dan wajib mengulang prosedur ujian pendadaran dari awal, jika diketahui ternyata salah satu syarat pada point 5.3.1 iv tidak dipenuhi. 5.5 Pelaksanaan Ujian Pendadaran i. Ujian Pendadaran bersifat tertutup dan mengenakan seragan sesuai dengan ketentuan Unsoed. ii. Pelaksanaan Ujian Pendadaran tidak diperkenankan untuk didokumentasikan melalui kamera video. iii. Ujian Pendadaran diatur dengan tata cara sebagai berikut : a. Peserta ujian Pendadaran berpakaian rapi dengan ketentuan sebagai berikut: a. Putra: Berpakaian pantas dan rapi, atas putih lengan panjang, bawah celana panjang gelap, berdasi, sepatu gelap b. Putri: Berpakaian pantas dan rapi, atas putih lengan panjang, bawah rok (dibawah lutut), berdasi, sepatu gelap b. Hadir selambat-lambatnya 30 menit sebelum ujian dimulai, dan memeriksa peralatan yang diperlukan pada saat ujian dilaksanakan. 23

c. Mahasiswa yang terlambat hadir untuk mengikuti ujian Pendadaran dengan alasan apapun, dinyatakan tidak lulus ujian Pendadaran. d. Ujian pendadaran dilaksanakan dalam waktu maksimum 120 menit, termasuk untuk presentasi, tanya jawab, rapat tim penguji untuk menentukan kelulusan Ujian Pendadaran serta peragaan ( demonstrasi ) jika diperlukan. e. Tim penguji terdiri dari satu orang ketua dan satu orang sekretaris, dan anggota tim penguji sebanyak 3 orang. f. Dalam hal ketidakhadiran salah penguji, maka : a. Jika Ketua Tim tidak hadir, sidang dapat dilaksanakan jika sekretaris dan semua anggota Tim Penguji menyetujui. b. Jika 2 orang atau lebih penguji terlambat hadir lebih dari 10 menit, sidang dapat ditunda jika Ketua Tim menyetujui. c. Jika 1 orang penguji terlambat hadir lebih dari 10 menit maka sidang dapat dilaksanakan jika anggota penguji yang hadir dan ketua tim menyetujui. g. Ujian Pendadaran dipimpin oleh Ketua Tim Penguji, yang juga bertugas untuk membuka, menutup dan membacakan hasil keputusan sidang Tugas Akhir. 5.6 Penilaian dan Kelulusan Ujian Pendadaran i. Penilaian Ujian Pendadaran dilaksanakan oleh seluruh anggota Tim Penguji. ii. Hasil Keputusan Ujian Pendadaran dituliskan dalam form Berita Acara hasil Ujian Pendadaran. iii. Proses Penilaian Ujian Pendadaran wajib dilakukan dengan musyawarah diantara Tim Penguji dan pada prinsipnya merupakan gabungan dari nilai masing-masing anggota Tim Penguji. iv. Bila tak terjadi mufakat dalam musyawarah penilaian Ujian Pendadaran maka penilaian dilakukan dengan menghitung rata-rata nilai seluruh anggota Tim Penguji yang hadir. v. Tiap Penguji memberikan penilaian berdasarkan atas pertanyaan sendiri dan hasil tanya jawab dari penguji atau penanya lainnya. vi. Mahasiswa wajib mematuhi semua keputusan hasil ujian Pendadaran. Hasil Ujian Pendadaran ada beberapa kemungkinan yaitu : a. Mahasiswa dinyatakan tidak lulus b. Mahasiwa dinyatakan Lulus tanpa Revisi Buku TA c. Mahasiswa dinyatakan Lulus dengan syarat wajib melakukan revisi Buku TA atau hal lainnya yang berkaitan dengan TA dalam waktu yang ditentukan dalam keputusan sidang TA tersebut vii. Batas waktu Revisi dan catatan mengenai hal-hal yang wajib dilakukan dalam revisi dituliskan dalam form lembar Revisi dan menjadi satu kesatuan Berita acara hasil ujian Pendadaran. viii. Apabila dari hasil ujian pendadaran tidak lulus, maka mahasiswa harus mengulang ujian pendadaran. ix. Apabila hasil sidang ujian pendadaran menyatakan bahwa mahasiswa harus mengulang, waktu sidang ujian pendadaran susulan minimal 1 (satu) minggu dan maksimal batas waktu pendaftaran pendadaran periode wisuda berikutnya.

24

5.7 Kriteria Penilaian Ujian Pendadaran i. Nilai penguji sidang Tugas Akhir merupakan nilai rata-rata dari penguji Tugas Akhir. ii. Penilaian Ujian Pendadaran dari penguji diberikan dalam bentuk angka antara 0 s/d 100. Mahasiswa dinyatakan lulus Pendadaran jika mencapai nilai akhir lebih besar dari 56. iii. Jika mahasiswa peserta sidang ujian pendadaran dinyatakan harus mengulang ujian, maka maksimal nilai mata kuliah Tugas Akhir yang dapat diperoleh adalah B. iv. Nilai penguji Ujian pendadaran mencakup aspek-aspek penilaian sebagai berikut

Tabel 3. Aspek dan Bobot Penilaian Ujian Pendadaran No Aspek Penilaian 1 Pemaparan Makalah : a. Persiapan (5) b. Penampilan (5) c. Sistematika (5) d. Kejelasan dan kesesuaian materi yang disajikan (5) 2 Penguasaan Materi Pokok a. Penguasaan pokok bahasan (25) b. Penguasaan isi tulisan (25) 3 Penguasaan Teori Dasar dan Penunjang Jumlah Nilai Penguji v. Akhir.

Bobot Nilai 20

50 30 100

Nilai ujian pendadaran adalah 40% dari total keseluruhan nilai Tugas

25

HAL-HAL KHUSUS

6.1 Perubahan Judul, Penggantian Judul Dan/ Atau Pembimbing Tugas Akhir 6.1.1 Perubahan Judul Tugas Akhir i. Adalah perubahan bahasan Tugas Akhir karena penyesuaian terhadap perubahan batasan masalah atau ruang lingkup permasalahan yang mana dianggap perlu, akan tetapi tidak mengubah rumusan masalahTugas Akhir. ii. Perubahan judul TA harus disetujui oleh Pembimbing I dan II. iii. Apabila akan dilaksanakan perubahan judul maka harus disetujui oleh Komisi Tugas Akhir. iv. Perubahan judul yang disebabkan kesalahan redaksional judul tanpa mengubah bahasan Tugas Akhir tidak memerlukan persetujuan dari Komisi Tugas Akhir. Penggantian Judul Tugas Akhir i. Adalah perubahan bahasan Tugas Akhir karena penggantian rumusan masalah dan batasan masalah Tugas Akhir. ii. Penggantian judul TA harus disetujui oleh Pembimbing I dan II. iii. Apabila akan dilaksanakan penggantian judul maka harus disetujui oleh Komisi Tugas Akhir. iv. Apabila terjadi penggantian judul maka mahasiswa harus mengajukan proposal baru, memeriksakan proposal, dan melakukan seminar proposal TA. v. Apabila Pembimbing Tugas Akhir baru bukan Pembimbing sebelumnya, maka mahasiswa wajib mengajukan permohonan pencabutan ST TA/Pembimbing sebelumnya.

6.1.2

26

6.1.3

Perubahan Pembimbing Tugas Akhir i. Perubahan pembimbing dapat dilakukan jika memenuhi salah satu kriteria berikut: a. Pembimbing lama berhalangan tetap dalam menjalankan tugasnya. b. Terjadi pergantian judul. ii. Harus disetujui oleh pembimbing lama. iii. Penggantian pembimbing harus disetujui oleh Komisi Tugas Akhir dan Kaprodi. iv. Mahasiswa yang berganti pembimbing harus mengajukan pencabutan ST lama, dan mengajukan proposal TA baru jika terjadi penggantian judul Tugas Akhir.

6.2 Penghentian proses pembimbingan Tugas Akhir i. Pembimbing I berhak untuk menolak melanjutkan pembimbingan Tugas Akhir dan mencari mahasiswa lain dengan judul yang sama, jika mahasiswa tidak melakukan proses bimbingan atau mangkir selama 3 bulan. ii. Penghentian proses pembingan ini dilakukan dengan meminta pencabutan ST pelaksanaan Tugas Akhir dan dapat disetujui oleh Komisi TA apabila setelah 2 minggu pemberitahuan secara tertulis disampaikan kepada mahasiswa atau melalui surat pemberitahuan terbuka tidak ada tanggapan positif dari mahasiswa pelaksana Tugas Akhir 6.3 Publikasi dan HKI i. Mahasiswa diwajibkan menulis sebuah artikel ilmiah yang merupakan rangkuman hasil TA. Penulis I pada artikel tersebut adalah mahasiswa TA, sedangkan penulis II dan III adalah pembimbing I dan pembimbing II. ii. Artikel ilmiah hasil rangkuman Tugas Akhir harus dilampiri pengesahan dari pembimbing. iii. Bila sebuah artikel ilmiah merupakan rangkuman dari beberapa TA maka Penulis I pada jurnal tersebut adalah pembimbing yang melakukan proses perangkuman tersebut . iv. Bila salah satu hasil dari TA atau kumpulan dari beberapa TA tersebut adalah sebuah penemuan yang didaftarkan HKI (Hak Kekayaan Intelektual)-nya maka pemilik HKI tersebut adalah : a. Mahasiswa : 35 % , b. Pembimbing 1 : 25%, c. Pembimbing 2 : 20%, dan d. Unsoed : 20 %.

27

LAMPIRAN-LAMPIRAN 1) Memenuhi 1) Memenuhi


persyaratan persyaratan pengambilan pengambilan Tugas Akhir. TA TA

1. Bagan alir penyusunan Proposal

3) Penyusunan 3) Penyusunan Pra-Proposal Pra-Proposal 4) Pengajuan Pra4) Pengajuan PraProposal dan Proposal dan Pengusulan Calon PBB Pengusulan Calon PBB I&II I&II 5) Pemerikasaan 5) Pemerikasaan oleh Komisi TA oleh Komisi TA

Komisi TA Setuju ?

TIDAK DISETUJUI

8) Penerbitan 8) Penerbitan ST TA ST TA

6) Proses 6) Proses Bimbingan Bimbingan Penulisan Proposal Penulisan Proposal

7) Seminar 7) Seminar Proposal Proposal

28

B 2. Bagan alir penyusunan Laporan Tugas Akhir. Pembimbing I


1) Pelaksanaan 1) Pelaksanaan Pengerjaan Pengerjaan dan bimbingan dan bimbingan TA TA

Pembimbing II

C D

No

Tidak Ada Perubahan Judul/topik/ Pembimbing

Yes

No

Evaluasi TA 1 tahunan menyatakan layak dilanjutkan?

Yes 2) Seminar 2) Seminar Hasil TA Hasil TA

29

3. Bagan alir pelaksanaan Pendadaran E


3) 3) Pendaftaran Pendaftaran Pendadaran Pendadaran

4) Pendadaran 4) Pendadaran

No

Lulus?

Yes

5) Perbaikan 5) Perbaikan Skripsi Skripsi

No

Lulus Tanpa Revisi?


Yes

6) Pengumpulan 6) Pengumpulan Dokumen TA Dokumen TA

Selesai 30

C 4. Bagan alir Perubahan Judul TA, Penggantian Judul TA, dan Penggantian Pembimbing ? TA
Perubahan Perubahan Judul TA Judul TA Penggantian Penggantian Judul TA Judul TA Penggantian Penggantian Pembimbing Pembimbing TA TA

Persetujuan Persetujuan Pembimbing Pembimbing

Persetujuan Persetujuan Pembimbing Pembimbing

Persetujuan Persetujuan Pembimbing Pembimbing Lama Lama

Persetujuan Persetujuan Komisi TA Komisi TA

Persetujuan Persetujuan Komisi TA Komisi TA

Persetujuan Persetujuan Pembimbing Pembimbing Baru Baru

Pengajuan Pengajuan Perubahan SK Perubahan SK

Seminar Seminar Proposal TA Proposal TA

Persetujuan Persetujuan Komisi TA Komisi TA

Permohonan Permohonan SK TA Baru SK TA Baru

Persetujuan Persetujuan Ka. Prodi Ka. Prodi

D 31

STRUKTUR ISI PRA-PROPOSAL TUGAS AKHIR

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN/ PERSETUJUAN ABSTRAK LATAR BELAKANG MASALAH TUJUAN & MANFAAT RUMUSAN MASALAH & BATASAN MASALAH HIPOTESA (OPTIONAL) METODE BENTUK KELUARAN YANG DIHARAPKAN JUDUL Spesifik dan tidak terlalu umum Menunjukkan pekerjaan yang dilakukan Tidak mengandung hal-hal yang tidak relevan dengan pekerjaan yang dilakukan PENGESAHAN Berisi persetujuan pra-proposal oleh calon pembimbing TA yang bersangkutan ABSTRAK Memberikan deskripsi singkat mengenai latar belakang masalah, pekerjaan yang akan dilakukan dan bentuk hasil keluaran hasil pekerjaan yang akan dilakukan.

2 3

32

4 5

LATAR BELAKANG MASALAH Berisi hal-hal/ masalah yang menjadi alasan dikemukakan judul tersebut. TUJUAN & MANFAAT Menyatakan hal-hal yang ingin dicapai dalam tugas akhir tersebut. Tujuan harus sesuai dengan judul Setiap tujuan yang dikemukakan nantinya akan terdapat jawabannya di kesimpulan Manfaat menyatakan kegunaan praktis dari hasil penelitian yang dilakukan A. RUMUSAN MASALAH Menjabarkan permasalahan-permasalahan yang harus diselesaikan dalam mencapai tujuan Setiap masalah dalam rumusan masalah akan mempunyai jawaban, baik di lampiran, analisa, maupun kesimpulan B. BATASAN MASALAH Menyatakan hal-hal yang dibatasi dalam pengerjaan tugas akhir, sehingga pembaca dapat memahami sampai sebatas mana pekerjaan dilakukan. Batasan masalah merupakan penyempitan masalah dari sesuatu hal yang mempunyai aspek cukup banyak dikurangi aspeknya menjadi lebih sedikit.

HIPOTESA (OPTIONAL) Menyatakan prediksi hasil yang ingin dicapai. Biasanya ada di dalam tugas akhir yang bersifat evaluasi, bukan implementasi/ aplikasi maupun perancangan METODE Menyatakan cara pendekatan atau metode dalam menyelesaikan pekerjaan di dalam tugas akhir Apakah pekerjaan dilakukan dengan pendekatan : studi teoritis/Studi literatur, pengukuran empirik, analisa statistik, simulasi, perancangan, implementasi? BENTUK OUTPUT YANG DIHARAPKAN Mengemukakan bentuk/ format tampilan output, bukan mengemukakan hasil akhir pekerjaan (karena belum diketahui) Misal : - rentang rekomendasi parameter-parameter tertentu - rumusan terkait studi kasus tertentu - grafik s/n thd ber dengan kondisi .. - Hardware penguat dengan spesifikasi . - Parameter-parameter penentu .. - Software aplikasi yang mempunyai kemampuan .

33

PENERAPAN METODE SOR (SUCCESIVE OVER-RELAXATION) PADA PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN TIGA-DIMENSI ALIRAN PERAIRAN DANGKAL ( Times New Romans 14 pt Bold) SKRIPSI Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik (Times New Romans 14 pt) Program Studi Teknik Elektro Jurusan Teknik ( Times New Romans 14 pt )

34

(Logo UNSOED 5 x 5 cm)

Disusun Oleh : M. Indra Perdana I1B004003 ( Times New Romans 14 pt )

JURUSAN TEKNIK FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2010 ( Times New Romans 14 pt Bold )

35

BIODATA

1. Nama lengkap

: 36

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jenis kelamin Tempat & tanggal lahir Nama ayah Nama Ibu Alamat rumah Hobi Riwayat pendidikan SD (tahun lulus ) SLTP (tahun lulus ) SMU/SMK (tahun lulus ) 9. Prestasi

: : : : : : : : : :

a.
b.

LEMBAR PENGESAHAN Tugas Akhir dengan judul:

PENERAPAN METODE SOR (SUCCESIVE OVER-RELAXATION) PADA PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN TIGA-DIMENSI ALIRAN PERAIRAN DANGKAL
37

( Times New Romans 14 pt Bold)


(IMPLEMENTATION OF SOR (SUCCESIVE OVER-RELAXATION) METHOD ON THE NUMERICAL SOLUTION OF A THREE-DIMENSIONAL SHALLOW WATER FLOW EQUATIONS) (Times New Romans 12 pt) Disusun oleh : M. Indra Perdana NIM: I1B004003 Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Teknik Fakultas Sains dan Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Times New Romans 12 pt) Diterima dan disetujui Pada tanggal : .. Pembimbing I Pembimbing II

Dr.Eng. Purwanto Bekti Santoso NIP. 197209142000121001

Nastain, ST., MT. NIP. 197309122000031001

Mengetahui : Ketua Jurusan Teknik

Ir. Agus Margiwiyatno, MS.,PhD. NIP. 196202221987021001 HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

38

Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.

Nama NIM

: ... : ...

Tanda Tangan : ... Tanggal : ...

ABSTRAK PENERAPAN METODE SOR (SUCCESIVE OVER RELAXATION) PADA PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN TIGA-DIMENSI ALIRAN PERAIRAN DANGKAL M. Indra Perdana

39

Perhitungan aliran tiga-dimensi semakin umum dilakukan di mana perluasan aplikasinya dilakukan dengan memasukkan model-model transport panas, salinitas, partikel melayang ataupun substansi terlarut lainnya. Perluasan aplikasi tersebut membuat beban perhitungan semakin berat sehingga diperlukan metoda perhitungan yang efisien. Disamping itu, perhitungan-perhitungan tersebut umumnya adalah perhitungan jangka panjang. Penyelesaian sistem persamaan linear yang terlibat dalam perhitungan mengambil porsi yang cukup besar dari keseluruhan waktu perhitungan. Oleh karena itu, algoritma perhitungan sistem persamaan liniear yang efisien perlu diterapkan sehingga waktu keseluruhan perhitungan menjadi berkurang. Ada banyak metoda numerik penyelesaian persamaan liniear. Untuk matrik yang sparse dan dominan secara diagonal, metoda yang paling tepat adalah metoda iteratif. Pada penelitian ini, metoda iteratif yang akan dikembangkan adalah metoda SOR (Successive Over Relaxation). Skema tersebut diuji efektifitasnya dalam model numerik semi-implisit hidrodinamika tiga dimensi perairan dangkal. Metode SOR mempunyai kelemahan dalam hal penentuan koefisien relaksasi yang sesuai. Nilai koefisien relaksasi tersebut mempunyai nilai optimum yang berbeda-beda tergantung pada sistem linear yang ditinjau. Percobaan numerik dilakukan untuk mendapatkan nilai koefisien SOR yang paling sesuai. Percobaan dilakukan dengan mengubah beberapa nilai koefisien relaksasi dalam rentang 1,0 s.d. 2,0 untuk melihat pengaruhnya terhadap jumlah iterasi dan keseluruhan waktu perhitungan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai optimum koefisien relaksasi berada dalam rentang 1,0<<1,1 dengan nilai tengah 1,05 sebagai nilai yang paling disarankan.

ABSTRACT IMPLEMENTATION OF SOR (Succesive Over-Relaxation) METHOD ON THE NUMERICAL SOLUTION OF A THREE-DIMENSIONAL SHALLOW WATER FLOW EQUATIONS M. Indra Perdana

40

Three-dimensional flow calculation has been increasingly common in which the expansion of applications is done by inserting the transport models of temperature, salinity, suspended particles and also other dissolved substances. Expansion of the application causes additional computational burden that required an efficient method of calculation. In addition, these calculations are generally long-term calculations. Solution of the system of linear equations involved in the calculations takes a considerable portion of the overall calculation time. Therefore, an efficient solution algorithm for the liniear system of equations should be applied so that the overall computation time will be reduced. There are several numerical methods of solving system of liniear equations. For a sparse and diagonally dominant matrix, the most appropriate method is an iterative method. In this study, an iterative method to be developed is the method of SOR (Successive Over-Relaxation). The effectiveness of the algorithm was tested in a semiimplicit numerical solution of the three-dimensional shallow water hydrodynamics model. SOR method has drawbacks in terms of determining the appropriate relaxation coefficient. Relaxation coefficient value has an optimum value which varies depending on the linear system being calculated. Numerical experiments were performed to obtain the most appropriate SOR coefficient. Experiments were carried out by changing some values of relaxation coefficient in the range of 1.0 - 2.0 to see their effect on the number of iterations and the overall computational time. Test results showed that the optimum values of the relaxation coefficient are in the range of 1.0 < <1.1 with a median value of 1.05 as the most recommended.

Halaman Moto dan Persembahan dibatasi hanya satu (1) lembar saja. Ketentuan penulisan (jenis huruf mengacu pada tatacara penulisan baku skripsi) MOTO: (Kalimat atau Klausa yang inspiratif yang dapat memberikan semangat. Boleh bersumber dari Kitab Suci atau petuah bijak) Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakanmu. Long Life Education. 41

Tidak seorang pun berpengalaman tentang hari esok, jadi kesempatan kita sama. Sedikit berbeda pada siapa yang telah membuat rencana dan memulainya lebih dini.

PERSEMBAHAN (Persembahan adalah pernyataan penghargaan penulis kepada fihak lain yang menurutnya layak untuk mendapatkan penghargaan atas keberhasilan penulis) Skripsi ini saya persembahkan untuk: 1) Ibu dan Bapak atas segala kasih saying yang telah diberikan. 2) Kepada Adinda tercinta 3) Teman-teman seperjuangan

42