Anda di halaman 1dari 2

RUNGE-KUTTA ORDE EMPAT

Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc Lab. Komputer, Departemen Fisika, Universitas Indonesia email: supri@sika.ui.ac.id atau supri92@gmail.com November 22, 2006

Pada saat membahas metode Euler untuk penyelesaian persamaan diferensial, kita telah sampai pada kesimpulan bahwa truncation error metode Euler terus membesar seiring dengan bertambahnya iterasi. Dikaitkan dengan hal tersebut, metode Runge-Kutta Orde Empat berupaya memperkecil laju pertumbuhan truncation error. Persamaan-persamaan yang menyusun metode Runge-Kutta Orde Empat adalah w0 = k1 = hf (ti , wi ) h 1 k2 = hf (ti + , wi + k1 ) 2 2 h 1 k3 = hf (ti + , wi + k2 ) 2 2 k4 = hf (ti+1 , wi + k3 ) 1 wi+1 = wi + (k1 + 2k2 + 2k3 + k4 ) 6 Contoh Diketahui persamaan diferensial y = y t2 + 1, dimana N = 10. Sehingga h= dan ti = a + ih = 0 + i(0, 2) 1 ti = 0, 2i ba 20 = = 0, 2 N 10 0 t 2, y(0) = 0, 5

serta w0 = 0, 5 Tabel berikut menunjukkan hasil perhitungan numerik metode Runge-Kutta Orde Empat dan tingkat pertumbuhan truncation error yang lebih rendah dibandingkan metode Euler. ti 0,0 0,2 0,4 0,6 0,8 1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 wi 0,5000000 0,8292933 1,2140762 1,6489220 2,1272027 2,6408227 3,1799942 3,7323401 4,2834095 4,8150857 5,3054720 yi = y(ti ) 0,5000000 0,8292986 1,2140877 1,6489406 2,1272295 2,6408591 3,1799415 3,7324000 4,2834838 4,8151763 5,3053630 |wi yi | 0,0000000 0,0000053 0,0000114 0,0000186 0,0000269 0,0000364 0,0000474 0,0000599 0,0000743 0,0000906 0,0001089

Tingkat pertumbuhan truncation error yang sangat rendah membuat metode Runge-Kutta Orde Empat menjadi sangat populer untuk menyelesaikan persamaan-diferensial-biasa.

Anda mungkin juga menyukai