Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN OBSERVASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR (FACTORS THAT CONDITIONS LEARNING)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan Dosen Pengampu : Putri Agustina, S.Psi

Disusun Oleh: 1. Kuncoro Bayu P. 2. Junia Prihatin 3. Miftah Jayanti (A510100255) (A510100263) (A510100265)

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 / 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan observasi mengenai Faktor yang Mempengaruhi Belajar. Melalui kesempatan ini dengan segala kerendahan dan ketulusan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Putri Agustina, S.Psi selaku dosen pengampu mata kuliah Psikologi Pendidkan yang telah membimbing dan mengarahkan penulis untuk penyusunan laporan ini. 2. Ibu Sulami, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SD Negeri Sabranglor No.78 3. Ibu Muryati, S.Pd., selaku narasumber 4. Kedua orang tua yang selama ini telah memberikan dorongan moral maupun doa. 5. Teman-teman serta pihak-pihak lain yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan laporan ini Semoga Allah SWT melimpahkan taufik, hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua dan semoga laporan obsevasi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan penulis sendiri. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun senantiasa penulis harapkan untuk lebih sempurnanya penulisan laporan yang lain di masa mendatang.

Surakarta, Juni 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi BAB 1 Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan BAB II Tinjauan Pustaka A. Pengertian Belajar B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar BAB III Hasil Observasi A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar B. Pengaruh Faktor dan Cara Menyikapinya dalam Proses Pembelajaran BAB IV Kesimpulan Daftar Pustaka Lampiran

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan potensi manusia agar menjadi manusia dewasa, beradab, normal. Salah satu lembaga pendidikan di indonesia yang wajib ditempuh oleh setiap anak adalah SD (Sekolah Dasar). Pada jenjang ini para siswa dibekali dengan pengetahuan pengetahuan dasar untuk

mengembangkan pola pikir dan perilakunya yang pada akhirnya pendidikan tersebut dapat berguna bagi kehidupan peserta didik. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan seorang pendidik yang mempunyai kualitas dan integritas yang tinggi. Pendidik wajib menguasai segala aspek dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat

tercapai. PGSD merupakan suatu wadah yang mencetak calon guru SD yang memiliki pemahaman tentang SD. Oleh karena itu, calon guru SD wajib mampu membimbing dan mengarahkan para siswa serta mengarahkan para siswa serta mengajarkan ilmu yang dimilikinya. Agar fungsi sebagai pendidik tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka pendidik perlu memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar subjek didik. Hal tersebut dapat diperoleh dengan mempelajari teori tentang pendidikan. Namun, itu belumlah cukup. Mahasiswa PGSD juga harus mengetahui kenyataan secara langsung di lapangan. Hal tersebut bisa diperoleh melalui kegiatan observasi di sekolah dasar. Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa PGSD akan lebih memehami seluk beluk yang ada di SD dan siap menjadi seorang guru yang sebenarnya.

B. Rumusan Masalah Adapun masalah yang dapat dikemukakan oleh penulis adalah sebagai berikut. 1. Apa saja faktor yang mempengaruhi dalam belajar? 2. Bagaimana pengaruh faktor-faktor tersebut dalam pencapaian hasil belajar? 3. Bagaimana cara menyikapi pengaruh faktor-faktor tersebut dalam proses belajar?

C. Tujuan Penulisan laporan ini memiliki tujuan sebagai berikut. 1. Mengetahui berbagai faktor yang berpengaruh dalam belajar 2. Mengetahui seberapa besar pengaruh faktor dalam pencapaian hasil belajar 3. Mengetahui cara menyikapi pengaruh faktor-faktor tersebut dalam proses belajar 4. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan 5. Menjadi salah satu referensi bagi pembaca

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Belajar Pada saat manusia lahir tidak tahu apa-apa dan tidak bisa apa-apa, namun seiring berjalannya waktu, dengan bakat dan potensi dari Allah SWT manusia tumbuh dan berkembang atas dukungan lingkungan menuju arah kedewasaan. Upaya inilah yang disebut dengan proses belajar. Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian belajar, diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Slavin dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan proses perolehan kemampuan yang berasal dari pengalaman. 2. Gagne dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku. 3. Bell-Gredler dalam Udin S. Winataputra (2008) pengertian belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies, skills, and attitude. Kemampuan (competencies),

keterampilan (skills), dan sikap (attitude) tersebut diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa: (1) Belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pada diri individu. Perubahan tersebut tidak hanya pada aspek pengethauan atau kognitif saja tetapi juga meliputi aspek sikap dan nilai (afektif) serta keterampilan (psikomotor); (2) perubahan itu merupakan buah dari pengalaman. Perubahan perilaku yang terjadi pada individu karena adanya interaksi antara dirinya dengan lingkungan . interaksi ini dapat berupa interaksi fisik dan psikis; (3) perubahan perilaku akibat belajar akan bersifat cukup permanen.

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar Belajar dalam meraih prestasi terbaik tidaklah mudah, akan tetapi tidak pula dapat dikatakan sulit, sehingga semua orang memiliki kesempatan meraih prestasi terbaiknya. Hanya saja setiap seseorang yang berkecimpung di dalam kegiatan belajar akan menghadapi hambatan dan penghalang yang dapat mempengaruhi dan mengalihkan perhatian dari kegiatan belajarnya, lalu akan berimbas pada perolehan prestasi akademiknya. Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar, yaitu: 1. Faktor Internal Faktor internal bersumber dari dalam dirinya sendiri yang meliputi: a. Faktor fisiologis (jasmani), antara lain: 1) Faktor kesehatan Kesehatan adalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek. Dijelaskan oleh H. Djaali bahwa: Kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar. Apabila orang selalu sakit (sakit kepala, pilek, deman) mengakibatkan tidak bergairahnya belajar dan secara psikologi sering mengalami gangguan pikiran dan perasaan kecewa karena konflik (H. Djaali, 2008:99). 2) Cacat tubuh Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh. Seorang ahli menjelaskan bahwa: Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu (Slameto, 2010:55). 3) Faktor kelelahan Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

a) Kelelahan jasmani Kelelahan jasmani ditandai dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. b) Kelelahan rohani Kelelahan rohani dapat terlihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk

menghasilkan sesuatu hilang.

b. Faktor Psikologis Ada tujuh faktor yang yang termasuk dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar, yaitu: 1) Intelegensi Intelegensi diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Seorang ahli mengatakan bahwa: faktor intelegensi dan bakat besar sekali pengaruhnya terhadap kemajuan belajar (H. Djaali, 2008:99). 2) Perhatian Perhatian adalah pemusatan energi psikis yang tertuju kepada sesuatu objek pelajaran atau dapat dikatakan sebagai sedikit banyaknya kesadaran yang menyertai aktivitas belajar. 3) Minat Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Oleh karena itu, minat besar pengaruhnya terhadap belajar. 4) Bakat Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih sehingga bakat mempengaruhi belajar.

5) Motivasi Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif, mendorong, memberikan arah, dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin, 1994). Dengan demikian adanya motivasi dalam untuk diri belajar siswa dan dapat akan

membangkitkan

kegairahan

mempengaruhi prestasi belajarnya. 6) Ingatan Ingatan (memori) ialah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan memproduksi kesan-kesan. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia ini berarti ada suatu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali dari sesuatu yang pernah dialami. (Abu Ahmadi, 2003:70). 7) Pengamatan Pengamatan adalah cara mengenal dunia riil, baik dirinya sendiri maupun lingkungan dengan segenap panca indera. Karena fungsi pengamatan sangat sentral, maka alat-alat pengamatan yaitu panca indera perlu mendapatkan perhatian yang optimal dari pendidik, sebab tidak berfungsinya panca indera akan berakibat terhadap jalannya usaha pendidikan pada anak didik. Panca indera dibutuhkan dalam melakukan aktivitas belajar (Sardiman, 2008:45)

2. Faktor-faktor eksogen/eksternal Selain karakteristik siswa atau faktor-faktor internal, faktor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor sosial dan faktor nonsosial.

a. Faktor sosial 1) Lingkungan keluarga Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dari anak dan dari keluarga pulalah anak menerima pendidikan karena keluarga mempunyai peranan yang sangat penting di dalam perkembangan anak. Dalam buku psikologi pendidikan dijelaskan bahwa: situasi keluarga (ayah, ibu, saudara, adik, kakak serta famili) sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak dalam keluarga. Pendidikan orang tua, status ekonomi, rumah kediaman, persentase hubungan orang tua, perkataan dan bimbingan orang tua, mempengaruhi pencapaian hasil belajar anak, (H. Djaali, 2008:99) 2) Lingkungan sekolah Sekolah adalah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar, tempat, gedung sekolah, kualitas guru, instrumen pendidikan, semua itu turut mempengaruhi

keberhasilan anak. Hal ini menurut seorang ahli mengatakan bahwa: tempat, gedung sekolah, kualitas guru, instrumen pendidikan, lingkungan sekolah, dan rasio guru dan murid per kelas (40-50 peserta didik), mempengaruhi kegiatan belajar, (H. Djaali, 2008:99) 3) Lingkungan masyarakat Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar siswa. Hal ini diperkuat oleh pendapat ahli mengatakan bahwa: apabila disekitar tempat tinggal keadaan masyarakat terdiri atas orang-orang yang

berpendidikan, terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini akan mendorong anak untuk giat belajar, (H. Djaali, 2008:100).

b. Faktor non sosial. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah: 1) Lingkungan alamiah Seorang ahli mengemukakan bahwa: bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu lintas, dan iklim dapat mempengaruhi pencapaian tujuan belajar, sebaliknya tempat-tempat dengan iklim yang sejuk dapat menunjang proses belajar, (H. Djaali, 2008:100). 2) Perangkat Belajar Suhadi, (2007:24) mengemukakan bahwa Perangkat

pembelajaran adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran dapat digolongkan dua macam,yaitu: a) hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar, lapangan olah raga dan lain sebagainya. b) software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, buku panduan, silabus dan lain sebagainya. 3) Materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa) Materi pelajaran adalah informasi yang disusun secara sistematis dengan metode tertentu dalam suatu bidang ilmu, disajikan dan dikemas dalam bentuk media cetak atau non cetak yang dijadikan sebagai sumber-sumber informasi dalam pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.

BAB III HASIL OBSERVASI

A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri Sabranglor No. 78 dan wawancara dengan Ibu Muryati, faktor-faktor- yang mempengaruhi belajar adalah sebagai berikut. 1. Faktor Internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik yang terdiri dari: a. Faktor fisiologis, meliputi: 1) Kesehatan 2) Cacat tubuh 3) Kelelahan b. Faktor psikologis, meliputi: 1) Intelegensi 2) Perhatian 3) Minat 4) Bakat 5) Motivasi 6) Ingatan 7) Pengamatan 2. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri peserta didik. Faktor ini terdiri dari: a. Faktor sosial, meliputi: 1) Lingkungan keluarga 2) Lingkungan sekolah 3) Lingkungan masyarakat

b. Faktor non sosial, meliputi: 1) Lingkungan alamiah 2) Perangkat belajar 3) Materi pelajaran

B. Pengaruh Faktor dan Cara Menyikapinya dalam Proses Pembelajaran Berbagai macam faktor yang mempengaruhi dalam belajar memiliki efek pada pencapaian hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Guru sebagai pendidik menginginkan agar hasil yang diperoleh memuaskan. Untuk itu, guru harus dapat menyikapi pengaruh dari faktor-faktor tersebut. Berikut penjelasannya. 1. Faktor Internal, terdiri dari: a. Faktor fisiologis 1) Kesehatan Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatannya terganggu atau kurang baik. Selain itu, ia juga akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemas, kurang darah ataupun ada gangguan-gangguan/ kelainankelainan fungsi alat inderanya serta tubuhnya. Guru harus memberikan pemahaman akan pentingnya kesehatan bagi tubuh. 2) Cacat tubuh Keadaan tubuh yang cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Contohnya di SD ini ada siswa yang setengah tuli sehingga dia lambat dalam memahami pelajaran. Untuk itu, guru kelas memberikan jam pelajaran tambahan sepulang sekolah agar dia tidak semakin ketinggalan. 3) Faktor Kelelahan Kelelahan dapat terlihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk belajar menjadi hilang.

Agar siswa dapat belajar dengan baik maka perlu diusahakan agar kondisi tubuh bebas dari kelelahan.

b. Faktor Psikologis Ada tujuh faktor yang yang termasuk dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar, yaitu: 1) Intelegensi Tingkat kecerdasan atau intelegensi (IQ) siswa sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Ini bermakna, semakin tinggi kemampuan intelegensi seorang siswa, maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses, dan sebaliknya semakin rendah kemampuan intelegensi seorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk memperoleh sukses. Oleh karena itu, perlu bimbingan belajar dari orang lain, seperti guru, orang tua, dan lain sebagainya. 2) Perhatian Peserta didik yang memberikan perhatian dalam belajar akan memetik hasil yang lebih baik. Jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatiannya maka timbullah kebosanan sehingga ia tidak lagi suka belajar. Perhatian ini dapat dieksploitasi sedemikian rupa melalui strategi pembelajaran yang bervariasi dan kreatif, seperti bermain peran (role playing), debat dan sebagainya. 3) Minat Peserta didik tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya jika tidak ada daya tarik baginya. Guru dapat menarik minat siswa dengan memberikan apersepsi yang menarik.
4) Bakat

Individu yang telah mempunyai bakat tertentu, akan lebih mudah menyerap informasi yang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. Guru perlu memerhatikan dan memahami bakat

yang dimilki oleh peserta didiknya, antara lain dengan mendukung dan ikut mengembangkan bakat tersebut. 5) Motivasi Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. Motivasi bisa dihadirkan melalui penciptaan suasana kompetitif di antara individu maupun kelompok peserta didik sehingga peserta didik akan terdorong untuk meningkatkan prestasinya supaya tidak berada di bawah prestasi orang lain. Namun demikian, pendidik harus memonitor suasana ini secara ketat agar tidak mengarah kepada hal-hal yang negatif. 6) Ingatan Kecakapan menerima kesan sangat sentral peranannya dalam belajar. Melalui kecakapan inilah, subjek didik mampu mengingat hal-hal yang dipelajarinya. Pendidik dapat

mempertajam kemampuan subjek didik dalam hal ini melalui pemberian tugas-tugas mengikhtisarkan material pembelajaran yang telah diberikan, teknik pembelajaran yang disertai dengan penampilan bagan, dan sebagainya. 7) Pengamatan Pengamatan merupakan gerbang bagi masuknya pengaruh dari luar ke dalam individu subjek didik, dan karena itu pengamatan penting artinya bagi pembelajaran. Perolehan informasi

pengetahuan oleh subjek didik lebih banyak dilakukan melalui penglihatan dan pendengaran. Untuk itu, para pendidik perlu mempertimbangkan penampilan alat-alat peraga di dalam penyajian material pembelajaran yang dapat merangsang optimalisasi daya penglihatan dan pendengaran subjek didik. Alat peraga yang dapat digunakan, umpamanya ; bagan, chart, rekaman, slide dan sebagainya.

2. Faktor eksternal, terdiri dari: a. Faktor sosial 1) Lingkungan keluarga Pengaruh pendidikan di lingkungan keluarga, suasana di lingkungan keluarga, cara orang tua mendidik, keadaan ekonomi, hubungan antar anggota keluarga, pengertian orang tua terhadap pendidikan anak dan hal-hal lainnya di dalam keluarga turut memberikan karakteristik tertentu dan mengakibatkan aktif dan pasifnya anak dalam mengikuti kegiatan tertentu. Untuk itu, guru perlu menjalin hubungan baik dengan orang tua agar perkembangan peserta didik dapat selalu dipantau. 2) Lingkungan sekolah Dalam lingkungan ini siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar, dengan segala unsur yang terlibat di dalamnya, seperti bagaimana guru menyampaikan materi, metode, pergaulan dengan temannya dan lain-lain turut mempengaruhi tinggi rendahnya kadar aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. 3) Lingkungan masyarakat sekitar Lingkungan sekitar yang mendukung dan kondusif, seperti masyarakat yang baik serta kawan-kawan yang saling

memotivasi dalam belajar akan berdampak pada proses belajar yang baik pula. Dan sebaliknya, lingkungan yang tidak kondusif seperti gaduh, kacau dan banyak maksiat, akan mengganggu konsentrasi belajar. Guru dan orang tua perlu mengarahkan anak untuk menghindari lingkungan yang tidak baik.

b. Faktor non sosial 1) Lingkungan alamiah Kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap, suasana yang sejuk dan tenang merupakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. Sebaliknya, bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung, proses belajar siswa akan terlambat. 2) Perangkat pembelajaran Sekolah yang cukup memiliki alat-alat dan perlengkapan yang diperlukan untuk belajar ditambah dengan cara mengajar yang baik dari guru-gurunya, kecakapan guru dalam menggunakan alat-alat itu, akan mempermudah dan mempercepat belajar anakanak. 3) Materi pelajaran Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga dengan metode mengajar guru, disesuaikan dengan kondisi perkembangan siswa. Oleh karena itu, guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi siswa.

BAB IV KESIMPULAN

Berdasarkan observasi yang dilakukan di SD Negeri Sabranglor No. 78 dan wawancara dengan Ibu Muryati, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. 1. Aktivitas belajar yang dilakukan oleh peserta didik dipengaruhi berbagai macam faktor baik yang berasal dari dalam dirinya (faktor internal) maupun faktor yang berasal dari luar diri peserta didik (faktor eksternal) 2. Setiap faktor memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik 3. Seorang guru harus bisa menyikapi keberadaan faktor-faktor tersebut sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat sehingga aktivitas belajar dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang memuaskan

DAFTAR PUSTAKA

Djaali. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Saring Marsudi,dkk. 2008. Psikologi Pendidikan. Surakarta: BP-FKIP UMS http://aniendriani.blogspot.com/2011/03/faktor-mempengaruhi-prestasibelajar.html (diakses tanggal 15 Juni 2011 pukul 10.05) http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/faktor-yang-mempengaruhi-belajar/ (diakses tanggal 5 Juni 2011 pukul 20.09) http://sdnegerikamalkulonprogo.blogspot.com/2011/06/pengertian-belajar-danpembelajaran.html (diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 09.47)