Anda di halaman 1dari 7

Gangguan Gerak Diposkan oleh Xalexchie di 19:36 | Gerakan involunter (tidak dikendali, tidak terkendali), ciri2nya: Pada sebagian

besar kasus, jenis gerakan telah dapat dikenal dari penampakan klinisnya Gerak involunter sering diperhebat oleh stress Gerak involunter menghilang waktu tidur Beberapa tempat gangguan: Substantia nigra => bradikinesia dan tremor istirahat Nucleus subtalamus => balismus Nucleus caudatus => korea Putamen => distonia Penjelasan berbagai macam gangguan gerak Tik (tics) Merupakan gerak motorik yang tiba-tiba, cepat, berulang, tidak ritmis, atau vokalis yang stereotip. Fenomenologi Tik Jenis Deskripsi Contoh motorik Sederhana Klonik Singkat atau serentak Memejamkan mata Menggerakkan bahu Distonik Menggeliat atau Blefarospasm sikap bertahan singkat Gerak okulogirik Tonik Sikap yang bertahan Menegangkan otot Kompleks Gerak otot yang majemuk Menggeleng kepala atau berurut terkoordinasi Meraba Vocal (suara) Sederhana Berbunyi, melenguh Mendehem Kompleks Kata atau frasa Echolia Palilalia koprolalia Ciri Tik: Bergelombang (menguat dan melemah) Dieksaserbi oleh stress, cemas, kelelahan Mengurang bila istirahat, relaksasi, berkonsentrasi Biasanya tidak didapatkan waktu sedang tidur, namun ada didapatkan dengan pemeriksaan polisomnogram Dapat ditekan sebentar, mengakibatkan meningkatnya dorongan dalam Sering didahului oleh desakan melakuka atau tik sensorik Kebiasaan seseorang dengan Tik yaitu berupaya menggelengkan kepala, batuk-batuk untuk membersihkan tenggorokan yang padahal tidak ada sesuatu di tenggorokannya, menarik napas dari hidung secara keras, menyeringis, menjilat tangan, memegang kemaluan dan menjerengkan mata. Pasien Tik dapat dikonsultasikan ke spesialis saraf.

1. 2. 3. 1. 2. 3. 4. A.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Macam-macam Tik 1. Tik transien, tidak berlangsung lebih lama dari satu tahun, dapat berulang dalam kurun beberapa tahun

2.

Tik Kronis, berlangsung beberapa tahun, tidak berubah, bentuk tik tidak dapat berganti misalnya menggerak-gerakkan hidung, menjadi mengerutkan dahi, menggelengkan kepala, dll, perilaku ini dapat berlangsung bertahun-tahun 3. Tik multiple kronis, dapat berupa Vokal, biasanya berpindah lokasi perilaku, yang misalnya semula di kepala, bisa ke wajah. Pasien merasa ada dorongan kuat untuk melakukan gerakan tertentu yang menumpuk. B. Sindrom Tourette Merupakan Tik yang sangat mengganggu, ditandai oleh Tik motorik dan Tik vocal, yang multiple dan sering berubah. Diagnosanya: Tik motorik yang multiple disertai satu atau lebih tik vocal, yang telah ada selama penyakitnya Tik timbul banyak sekali dalam sehari, intermiten, selama waktu lebih dari satu tahun, dan selama itu tidak ada periode bebas Tik selama lebih dari 3 bulan berturut-turut. Gangguan ini mengakibatkan distress Mulainya sebelum usia 18 tahun dan dapat muncul di atas 18 tahun Bukan merupakan gangguan dari efek fisiologis Definisi Ada tik motorik yang multiple dan sekurangnya satu tik vocal (tidak perlu bersamaan) Perjalanan bergelombang, dan tiknya berkembang secara progresif Gejala telah ada selama lebih dari satu tahun Mula gejala sebelum usia 21 tahun Tidak ada penyakit yang memicu TS merupakan gangguan perkembangan herediter neurotransmitter di sinaps, mengakibatkan disinhibisi kortiko-striatal-kortikal. Penyebab TS Herediter => penyakit Huntington, neuroakantosis, distonia torsi, penyakit Wilson Diperdapat (acquiresd) => dicetus obat, akut ( simultan, levodopa, antikonvulsan(karbamazepin, lamotrigin)), dicetus obat tardive ( neuroleptik), trauma, infeksi (korea Sydenham, ensefalitis), developmental, stroke, toksik (karbonmonoksida) Gambaran klinis Manifestasi motorik Tik motorik sederhana berupa gerakan yang cepat tanpa makna Tik motorik kompleks lebih lambat dan dapat berupa semua jenis gerak tubuh dan dapat menyeluruh seperti gerakan menendang kursi 10 kali sebelum diduduki, dapat diredakan dengan obat. Tik vocal Tik vocal sederhana dapat berbunyi lenguhan atau suara tanpa arti seperti mendesis, batuk, suara menyalak. Tik vocal kompleks berupa frasa atau kalimat yang mempunyai arti misalnya okelah kalau begitu. Gejala vocal yang kompleks menyulitkan penderita ialah coprolalia, dorongan mengucapkan kata tidak senonoh, kotor misalnya keparat, sialan, lacur! Perilaku, pasien biasanya terdorong untuk mengimitasi gerakan orang lain, berbicara seperti logat orang lain, berperilaku seperti orang lain. Gejala Tik dapat berjalan ringan, moderat, dan berat Terapi TS dapat dengan obat dokter Gangguan obsesif-kompulsif (GOK) Gejalanya sering dijumpai pada pederita TS. ADHD biasanya mendahului TIK, namun GOK sering timbul setelah menderita TIK selama beberapa tahun. GOK ditandai oleh obsesi dan

1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5.

1. 2.

1.

2.

3.

C.

1. 2. 3.

1. 2. 3. 4.

D.

1.

atau kompulsi. Obsesi ialah pikiran, ide, bayangan atau impuls yang persisten dan berulang memasuki dunia sadar dan dipersepsi sebagai merasuk pikiran, yang tidak ada manfaatnya. Kompulsi ialah dorongan atau impuls untuk beraksi, menghasilkan perilaku yang repetitive dilakukan dengan pola ritual atau streotip sebagai jawaban atas obsesi. Bentuk2: Obsesi pikiran=> kata atau frasa yang berulang-ulang merasuk (misalnya pikiran kotor, mesum) atau khawatir atau cemas (cemas tertular penyakit) Obsesi rasa tidak pasti => pakah pintu sudah dikunci, apakah kompor gas sudah dimatikan) Obsesi impuls=> dorongan melakukan aksi (dorongan untuk melompat waktu sedang berada di atas tangga, dorongan untuk berteriak waktu sedang mengikuti kuliah) Kompulsi : dorongan untuk mengulang tindakan, streotipe, penderita merasa dipaksa atau terpaksa melakukan, walau sering dirasakannya tidak rasional. Misalnya dorongan mencuci tangan berulang, menghitung duit berulag, mencek apakah pintu sudah dikunci berulang. Obsesi dan kompulsi mempunyai cirri: Mereka adalah persisten dan intrusive (merasuk) Mereka adalah ego-dystonic, dirasa asing Mereka adalah tidak rasional Biasanya penderita mempunyai keinginan kuat untuk melawannya Etiologi Pencitraan otak menunjukan jaras neutral kortikostriatal-thalamokortikal pada GOK, termasuk daerah korteks orbitofrontal, nucleus, nucleus kaudatus, thalamus, dan gyrus cingulated. Hasil pencitraan didapat korteks orbitofrontal berasosiasi dengan GOK. Pencitraan dengan CT dan MRI menunjukan kaudatus yang lebih kecil, bilateral. Distonia Merupakan suatu sindrom dari kontraksi otot yang bertahan, sering menyebabkan gerak menggeliat (memilin) dan berulang atau sikap yang abnormal. Kata kunci dari definisi ini yaitu bertahan (sustained), memilin (twisted) dan bersikap (posture). Ciri distonia adalah terdapat spasme otot yang berlangsung lama yang mendistorsi bangunan ekstremitas atau aksial (badan), mengakibatkan sikap distonik yang khas. Bila spasme berulang terjadi gerak distonik dan bila menetap atau bertahan terjadi sikap distonik. Atetosis ialah gerak ekstremitas distal dan distonia torsi melukiskan gerakan atau sikap ekstremitas proximal dan aksial (badan). Ada pakar mengatakan bahwa atetosis ialah distonia distal dan distonia torsi ialah atetosis proximal dan axial. Distonia torsi ialah keadaan neurologis yang ditandai oleh kontraksi bersamaan antara otot agonis dan otot antagonis yang sering mengakibatkan sikap menggeliat (twisted), gerak berulang (repetitive), atau sikap yang abnormal. Sindrom distonia torsi dapat mengenai otot seluruh tubuh kecuali otot penggerak bola mata dan sfingter. Spasme dapat mengenai otot orbikularis okuli ( blepharospasm), rahang dan mulut (orormandibular dystonia), badan (trunk axial distonia) dan lengan (distonia writers cramp). Tungkai umum terlibat pada anak menyebabkan gangguan berjalan (gait). Yang khas ialah kecenderungan kaki untuk fleksi plantar dan inverse, ibu jari kaki ekstensi bila mendekati lantai waktu berjalan. Distonia juga terlihat pada anak dalam keadaan istrirahat kaki dalam plantar fleksi dan inverse, lutut dan panggul sering berada dalam posisi fleksi. Di lengan, aksi distonia sering mengganggu menulis, jari-jari mengikal, pergelangan berfleksi, dan pronasi dan siku terangkat. Saat berjalan lenga sering bergerak ke belakang badan. Distonia berat dapat menimbulkan skoliosis, lordosis, tortiplevis, atau ke kuduk (tortikolis, retrokolis, anterokolis). Klasifikasi: Distonia fokal. Mengenai satu bagian tubuh, misalnya tortikolis, blefarospasme, distonia laring (disfonia spasmodic)

2.

3. 4. 5.

1. 2. 3. 1.

2.

3.

4.

Distonia segmental. Melibatkan satu atau lebih bagian badan yang berbatasan. Misalnya distonia cranial-servikal, kombinasi blefarospasme dan fasial-oromandibular, aksial (kuduk dan badan) Distonia multifocal. Melibatkan dua atau lebih bagian tubuh yang tidak berbatasan. Misalnya kombinasi tortikolis dan distonia pada satu tungkai. Distonia umum. Terdiri dari distonia tungkai (crural) segmental, ditambah dengan paling sedikit distonia pada satu bagian tubuh lain. Hemidistonia (distonia unilateral). Distonia mencakup separuh tubuh dan biasanya disertai lesi structural di ganglia basal kontralateral, seperti di putamen. Gambaran karakteristik Kontraksi berlebihan otot antagonis waktu gerak volunteer Melimpahnya kontraksi pada otot yang letaknya berjauhan, yang biasanya tidak diikut sertakan pada gerak volunteer tersebut. Spasme spontan otot ko-kontraksi Jenis-jenis distonia Tortikolis spasmodic Merupakan distonia yang ditandai oleh gerak involunter yang intermiten dan berulang pada kepala oleh kontraksi otot sternocleidomastoideus dan otot kuduk lainnya. Kepala tertarik satu sisi dan biasanya terputar dan dagu menunjuk ke sisi yang berlawanan. Kadang dapat spasmodic, memberi kesan seperti tremor yang kasar. Variasi yang jarak berbentuk retrokolis, kepala tertarik ke belakang, atau antekolis, kepala tertarik ke depan. Mulanya biasanya gradual dengan rotasi an fleksi intermiten kepala ke satu sisi. Perburukan berlangsung perlahan dan pada keadaan yang parah terdapat deviasi distonik kepala yang berlangsung lama. Ada pasien yang mengalami rasa nyeri di cervical karena perubahan pada persendian di cervical dengan kompresi sekunder pada akar saraf oleh gerak kepala. Blefarospasme Mata cenderung memejam secara involunter. Pada tahap yang sangat ringan, frekuensi mata memejam menjadi lebih sering dan pasien merasa seperti ada pasir di mata. Pada tahap lanjut, pejaman mata menjadi kuat dan kontraksi pejaman mata berlangsung lebih lama dan tonik. Pasien menjadi sulit memebaca atau melihat TV, mengendara, melakukan aktifitas yang membutuhkan penglihatan. Blefarospasme mungkin disebabkan oleh kelainan di batang otak dan ganglia basal mengakibatkan kontraksi yang berlangsung lama pada otot orbikularis okuli serta pada beberapa kasus oleh inhibisi involunter pada otot levator palpebra. Umumnya idiopatik, banyak juga disebabkan oleh lesi bagian rostral batang otak dan ganglia basalis. Kram penulis (writers cramp) Merupakan distonia fokal yang melibatkan tangan, pergelangan tangan, lengan bawah, dan kadang-kadang melobatkan lengan atas dan bahu. Bila pasein menulis, alat tulis (missal ball point) digenggam dengan cara abnormal. Pergelangan tangan hiperekstensi atau fleksi, dan menulis dilakukan dengan lamban, seolah kerja keras dan disertai kejut mendadak, dirasakan adanya ketegangan dan rasa nyeri di lengan bawah. Akhirnya pasien mungkin berhenti menulis dan alat tulis mungkin menancap kertas bila distonia meningkat. Distonia anggota gerak Contohnya kramp penulis dab pada individu yang stress yang lama pada otot anggota gerak atas (pemain biola atau gitar). Distonia anggota gerak bawah dapat terjadi pada kaki. Tungkai diinversi dan tertarik ke posisi fleks plantar, dengan ibu jari difleksi plantar dan telapak kaki melengkung. Distonia spontan pada kaki dapat terjadi setelah berlari lama atau melakukan latihan lain yang mengakibatka stimulasi berulang pada kaki. E. Tremor

Merupakan serentetan gerakan involunter, agak ritmis, merupakan getaran, timbul karena berkontraksinya otot2 yang berlawanan secara bergantian. Dapat melibatkan satu atau lebih bagian tubuh, misalnya ekstremitas, kepala, badan, atai suara. Tremor paling sering melibatkan ekstremitas atas, namun dapat juga mengenai kepala, ekstremitas bawah, lidah, dagu, suara, dan badan. Tremor dapat berciri halus atau kasar tergantung amplitudonya, lambat atau cepat bergantung frekuensiya, frekuensi rendah < 4 HZ, medium 4-7HZ, dan tinggi >7HZ. 14Tremor ortostatik primer 18HZ 7-12 HZ Tremor fisiologis atau fisiologis yang enchanced 4-12 HZ Tremor esensial 4-10 HZ Tremor psikogen 3-12 HZ Sindrom tremor distonik 3-10 HZ Tremor terkait tugas atau posisi dan tremor Parkinson 2-12 HZ Tremor neuropatik dan tremor yang diinduksi obat 2-10 HZ Multiple skelerosis 2-5 HZ Tremor holmes

Tremor dapat terjadi waktu: Istirahat (bukan tidur) Postural, bila bagian tubuh melawan gaya gravitasi misalkan pasien diminta merentangkan kedua tangannya serta memekarkan jari-jarinya 3. Waktu bergerak, tremor aksi atau tremor kinetic Tremor istirahat pada Parkinson. Tanpa gerak volunteer dan dengan bagian badan disangga sepenuhnya Tremor aksi/tremor kinetic pada saat pasien mencoba minum dari mangkok Tremor intensi=> tremor menjadi nyata, amplitude meningkat, bila mendekati tujuan. Dapat dites dengan tunjuk hidung Tremor halus/ tremor toksik dijumpai pada hipertiroidisme. Terjadi pada jari dan tangan. Dites dengan meletakkan kertas di bawah tangan, maka terlihat kertas bergetar. Tremor ini terjadi karena keracunan obat (efedrin, adrenalin, barbiturate), keracunan nikotin, dan kafein. Tremor kasar pada Parkinson. Tremor yang lambat, kasar, dan majemuk Tremor fisiologis atau tremor normal didapat bila anggota gerak pada posisi yang sulit atau bila kita melakukan gerak vplunter dengan sangat lamban. Frekuensinya bisa 10-12 HZ. Tremor ini dapat terlihat pada seorang yang marah. Tremor esensial merupakan gangguan tremor aksi dan postural, dianggap benigna karena umumnya tidak berasosiasi dengan deficit neurologis lain atau gejala neurologis objektif. Tremor ortostatik pada ekstremitas bawah atau badan waktu berdiri di tempat 1. 2. F. Tremor esensial (tremor esensial benigna, familial, dan senilis) Menyerupai tremor fisiologis yang lebih kuat. Timbul pada gerakan dan berkurang saat istirahat. Kombinasi tremor postural dan tremor aksi. Dianggap benigna karna tidak disertai gangguan neurologis lain. Dapat menimbulkan hambatan fisik dan psikososial. Misalnya berpakaian, menulis, minum dari mangkok atau gelas, dll. Tremor esensial timbul bila ekstremitas direntangkan atau digerakkan dan bukan waktu sedang istirahat. Frekuensinya 611 HZ. Gejala klinis:

F: <7HZ melibatkan jari2 dan tangan. Tremor berbentuk ringan di kedua tangan dan sedikit asimetris amplitudonya. Meningkat selaju bertambahnya usia. G. Sindrom Parkinson Adanya rigid, tremor, instabilitas postur, dan bradikinesia. Dapat dioengaruhi oleh perokok, hipertensi, penikmat kopi, dan alcohol. Gejala2: 1. Tremor disebabkan hambatan pada aktivitas motorneuron gamma. Inhibisi ini mengakibatkan hilangnya sensitivitas sirkuit gamma yang mengakibatkan menurunnua control dari gerakan motorik yang halus. Berkurangnya control ini membiarkan munculnya gerakan involunter dipicu pula tingkat lain dari susunan saraf pusat. Mungkin dicetus oleh lepasan ritmik dari motorneuron alfa di bawah pengaruh impuls yang berasal dari nucleus ventral lateral thalamikus. Aktivitas ini pada keadaan normal ditekan oleh aksi dari sirkuit motorneuron gamma, namun dapat muncul sebagai tremor bila sirkuit ini dihambat. Sering timbul sesisi dan dapat terbatas pada satu ekstremitas atas dan melibatkan ekstremitas bawah pada sisi yang sama. Mula2 terlihat pada jari2 dan ibu jari dengan gerakan seperti membuat pill dan meluas hingga ekstremitas. Tremor menghebat dalam keadaan emosi dan menghilang bila tidur. 2. Rigiditas disebabkan oleh peningkatan tomus pada antagonis dan protagonis, dan terdapat kegagalan inhibisi aktivitas motorneuron pada protagonist dan antagonis sewaktu gerakan. Terdeteksi dalam gerak pasif. Jelas terlihat bila pergelangan tangan fleksi dan ekstensi serta pronasi dan supinasi lengan bawah secara pasif. Hilangnya gerak asosiasi lengan bila berjalan. 3. Bradikinesia merupakan hasil akhir dari gangguan integrasi impuls sensorik, optic, labirin, proprioseptif, dan impuls sensorik lainnay di basal ganglia yang mengakibatkan perubahan aktivitas refleks yang mempengaruhi motorneuron gamma dan alfa. Gerakan menjadi lambat dan sulit memulai gerakan. Gerakan asosiasi hilang dalam berjalan. ADL lambat. 4. Wajah Parkinson. Kurangnya depresi muka seta mimic. Muka seperti topeng dan kedipan mata berkurang, kulit muka seperti berminyak dan liur suka menetes. 5. Mikrofagia. Bila tangan yang dominan terlibat, maka tulisan secara gradual menjadi kecil dan rapat. 6. Sikap Parkinson. Sikap fleksi, kepala difleksikan ke dada, bahu membongkok ke depan, punggung melengkung, dan lengan tidak melenggang bila berjalan (hilang asosiasi). 7. Bicara lambat 8. Demensia 9. Nyeri. Dapat berupa kramp, rasa baal, rasa seperti dibakar. 10. Membeku. Pasien tiba2 berhenti saat berjalan 11. Refleks glabela. Berjalan dengan mengetok glabela berulang2 dan tidak dapat mencegah mata berkedip. 12. Gerakan bola mata terganggu. 13. Perburukan di waktu malam hari pada pasien yang moderat dan parah 14. Perburukan di pagi hari pada pasien yang moderat dan parah saat bagun tidur H. Korea Gerak koreiform. Merupakan gerak kejut cepat, involunter, dan tidak terkoordinasi. Grakan ini cukup kuat dan dapat menggerakan atau menganjakkan ekstremitas atau bagian dari ekstremitas.

Gerakan ini multifocal, sering distal dan bercampuran dengan gerak yang bertujuan seolah pasien secara aktif ingin menopenginya. Misalnya gerak mendadak lengan dapat bergabung dengan garukan kepala. Gaya berjalan seperti berdansa. Jenis korea: 1. Korea syndenham Manifestasi deam rematik (ditandai oleh inflamasi, degenerasi, dan fibron kolagen), terdapat emosi yang labil, tidak bernafsu, hipotonia umum, serta kelesuan umum. Melibatkan jari dan tangan dan bicara cadel. 2. Korea senilis Disertai demensia pada usia lanjut. Disebabkan oleh degenerasi neuron di basal ganglia pada pasien penyakit Alzheimer. I. Balismus Ditandai oleh gerak ayun mendadak dan kuat pada ekstremitas, kuduk, dan badan, sering pada satu sisi (hemibalismus) atau seluruh satu ekstremitas (monobalismus). Disebabkan oleh lesi nucleus subtalamus kontralateral atau hubungan subtalamopalidum af\eren dan eferen. J. Mioklonus Gerak involunter yang mendadak, singkat, seperti kejutan atau sentakan, disebabkan oleh kontraksi otot. Kontraksi ini involunter, melibatkan berbagai bagian otot, seluruh otot, atau sekelompok otot tanpa memandang asosiasi fungsionalnya. Gerakan dapat tunggal dan berulang, fokal, segmental maupun umum. Sering terjadi di otot ekstremitas dan badan. Dapat juga pada otot wajah, rahang, lidah, faring, dan laring. Dapat muncul dalam bentuk serangan interval yang tidak teratur, tak dapat diprediksi, waktu sedang istirahat, atau waktu sedang aktif, atau pada gerak yang bertujuan. Dapat berkurang waktu melakukan gerak volunteer dan meningkat waktu ada stimulasi. Dapat mucul bila akan tidur dan menghilang bila tertidur. Amplitude dapat kecil yang tidak menggerakkan sendi, sampai kontraksi besar yang melibatkan ekstremitas, kepala, atau badan. Asteriksis dianggap sebagai bentuk mioklous negative dimana terdapat aktivitas motorik mendadak melemah singkat. Dijumpai pada ensefalopati metabolic disebabkan gangguan hepar, ginjal, atau pulmoner yang berat. Klasifikasi Menurut distribusinya : fokal, multiple atau umum Menurut presentasinya : spontan, aktif, sensitive terhadap rangsang Sumber lepas muatan listrik yang bertanggung jawab: kortikal, batang otak, spinal Menurut etiologinya Merupakan manifestasi berbagai keadaan patologis, yang melibatkan otak, medulla spinalis, dan saraf perifer. Kortikal=> mencakup mioklonus aksi pasca hipoksia, beberapa bentuk mioklonus yang diinduksi obat dan yang toksik metabolic, epilepsy parsialis kontinua kortikal, beberapa kasus asteriksis, epilepsy mioklonus progresif, mioklonus ataxia progresif, dan mioklonus pada penyakit neurodegenerative yang melibatkan korteks seperti Alzheimer, creutsfeldt-jacob, degenerasi kortikobasal, dan gangguan lewy-body.

1. 2. 3. 4.

http://xalexchie.blogspot.com/2010/05/gangguan-gerak.html