Anda di halaman 1dari 3

Algoritma Brute Force

Brute force adalah sebuah pendekatan yang langsung (straightforward) untuk memecahkan suatu masalah, biasanya didasarkan pada pernyataan masalah (problem statement) dan definisi konsep yang dilibatkan. Algoritma Brute Force pada dasarnya adalah alur penyelesaian suatu permasalahan dengan cara berpikir yang sederhana, langsung dan dengan cara yang jelas (obvious way). tidak membutuhkan suatu permikiran yang cukup lama untuk dapat menyelesaikan sebuah permasalahan tertentu.

Contoh-contoh pemakaian Brute Force: 1.Mencari elemen terbesar (atau terkecil) 2.Sequential Search 3.Bubble Sort 4.Uji keprimaan 5.Menghitung nilai polinom secara brute force 6.Pencocokan String (String Matching) 7.Mencari Pasangan Titik yang Jaraknya Terdekat (Closest Pair) Kekuatan dan Kelemahan Metode Brute Force Kekuatan: 1.Metode brute force dapat digunakan untuk memecahkan hampir sebagian besar masalah (wide applicability). 2.Metode brute force sederhana dan mudah dimengerti. 3.Metode brute force menghasilkan algoritma yang layak untuk beberapa masalah penting seperti pencarian, pengurutan, pencocokan string, perkalian matriks. 4.Metode brute force menghasilkan algoritma baku (standard) untuk tugas-tugas komputasi seperti penjumlahan/perkalian n buah bilangan, menentukan elemen minimum atau maksimum di dalam tabel (list). Kelemahan: 1.Metode brute force jarang menghasilkan algoritma yang mangkus. 2.Beberapa algoritma brute force lambat sehingga tidak dapat diterima. 3.Tidak sekontruktif/sekreatif teknik pemecahan masalah lainnya.

Model penelitian brute force Model penelitian yang akan dilakukan adalah mengimplementasikan penggunaan algoritma brute force pada permasalahan Traveling Salesman Problem dengan menggunakan konsep exhaustive search.

Pemecahan masalah graf Adapun pemecahan masalah untuk graph diatas dapat diselesaikan sebagai berikut : Enumerasikan langkah sejumlah (n-1) ! Jadi dengan node = n = 4 , maka didapatkan jumlah pilihan = (4 -1)! = 3! = 3 X 2 X 1 =6 , Dari graph diatas , maka didapat permutasi langkah yang dihasilkan seperti ini :

Adapun penyelesaian masalah TSP dengan algoritma Brute Force dapat kita simpulkan sebagai berikut: 1. Mengenumerasi semua Sirkuit Hamilton dari graf lengkap TSP, 2. Menghitung bobot setiap sirkuit Hamilton yang ditemukan pada langkah 1, 3. Memilih sirkuit Hamilton yang mempunyai bobot terkecil.

Analisis Keunggulan : Algoritma brute force rata rata hampir dapat dipakai untuk menyelesaikan permasalahan permasalahan yang terjadi disekitar kita. Untuk kasus TSP, pemakaian algoritma brute force menjamin penyelesaian solusi dengan baik. Dalam kasus TSP implementasi algoritma brute force dikenal dengan sebutan exhaustive search. Kelemahan : Kelemahan dari metode brute force ini adalah pencarian solusi harus membangkitkan sebanyak (n-1) ! / 2. Untuk jumlah node yang sedikit , pemakaian brute force sangat efisien, tetapi untuk jumlah node yang banyak, maka algoritma ini menjadi sangat tidak efisien. Kesimpulan Penggunaan algoritma Brute Force di dalam masalah pencarian cukup efisien untuk yang node-nya sedikit, tetapi untuk yang node-nya banyak, algoritma ini menjadi sangat tidak mangkus, karena harus menelusuri seluruh kemungkinan rute yang ada.