Anda di halaman 1dari 26

Scenario B

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tutorial yang berjudul Laporan Pleno Tutorial Skenario B BLOK 18 sebagai tugas kompetensi kelompok. Salawat beriring salam selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman. Penulis menyadari bahwa laporan tutorial ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa mendatang. Dalam penyelesaian laporan tutorial ini, penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan dan saran. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada : 1. Allah SWT, yang telah memberi kehidupan dengan sejuknya keimanan. 2. Kedua orang tua yang selalu memberi dukungan materil maupun spiritual. 3. Dr. Rista Silvana selaku tutor Tutorial 4 4. Teman-teman seperjuangan 5. Semua pihak yang membantu penulis. Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang diberikan kepada semua orang yang telah mendukung penulis dan semoga laporan turotial ini bermanfaat bagi kita dan perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.

Palembang, 25 Mei 2012

FK UMP 2012

Page 1

Scenario B
DAFTAR ISI

Halaman Kover Kata Pengantar . Daftar Isi BAB I : Pendahuluan 1.1 Latar Belakang ... 1.2 Maksud dan Tujuan BAB II : Pembahasan 2.1 Data Tutorial 2.2 Skenario 2.3 Seven Jump Steps I. II. III. IV. V. VI. Klarifikasi Istilah-Istilah . Identifikasi Masalah Analisis Permasalahan ....................... Hipotesis .. Kerangka Konsep.. Merumuskan Keterbatasan Pengetahuan dan Learning Issue .. VII. Sintesis ............................................................................ DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 10 10 4 4 5 5 6 7 8 9 3 3 1 2

FK UMP 2012

Page 2

Scenario B
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Blok Komunitas dan Kesehatan Masyarakat adalah blok delapan belas pada semester XVIII dari Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario B yang memaparkan kasus Wilayah kerja Puskesmas Sukses, yang terdiri dari 5 (lima) desa, sedang terjadi KLB Demam Berdarah (DBD), sedangkan lingkungan pemukiman penduduk sudah bersih, rumah sudah berlantai semen atau keramik, sarana air bersih sudah memadai. Namun setelah dilakukan pengamatan oleh petugas surveilens, ditemukan masih rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) sekitar 40% diakhir bulan ini (Desember). Hal ini disebabkan karena masih banyaknya penduduk yang menggunakan bak-bak penampungan air terbuka.

1.2

Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari laporan tutorial studi kasus ini, yaitu : 1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari system pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. 2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan pembelajaran diskusi kelompok. 3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial.

FK UMP 2012

Page 3

Scenario B
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Data Tutorial Tutor Moderator Sekretaris meja Sekretaris papan Waktu : dr. Rista Silvana : Siska Purnamasari : Bella Rena Safira : Irni Madyarti : 1. Selasa, 22 Mei 2012 2. Kamis, 24 Mei 2012 Pukul. 12.00 14.00 wib. Rule : 1. Menonaktifkan ponsel atau dalam keadaan diam. 2. Mengacungkan tangan saat akan mengajukan argumen 3. Izin saat akan keluar ruangan

2.2 Skenario Kasus Wilayah kerja Puskesmas Sukses, yang terdiri dari 5 (lima) desa, sedang terjadi KLB Demam Berdarah (DBD), sedangkan lingkungan pemukiman penduduk sudah bersih, rumah sudah berlantai semen atau keramik, sarana air bersih sudah memadai. Namun setelah dilakukan pengamatan oleh petugas surveilens, ditemukan masih rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) sekitar 40% diakhir bulan ini (Desember). Hal ini disebabkan karena masih banyaknya penduduk yang menggunakan bak-bak penampungan air terbuka. Petugas Puskesmas yang bertugas di dalam gedung puskesmas terdiri dari 2 (dua) orang perawat, 3 (tiga) orang bidan, 1 (satu) orang petugas surveilens, 1 (satu) orang sanitarian, dan di tiap-tiap desa sudah ada Poskesdes dengan 1 (satu) orang bidan. Sarana pendidikan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sukses berupa SD, masing-masing 2 (dua) di tiap desa, SMP hanya ada 3 (tiga) desa, sedangkan di SMA hanya ada 1 (satu) di satu desa.

FK UMP 2012

Page 4

Scenario B
Dokter Agung selaku pimpinan Puskesmas akan merencanakan Lokakarya Mini awal Januari nanti membahas kasus ini. Dokter Agung akan menentukan langkah untuk menanggulangi dan mencegah DBD jangan sampai terjadi lagi di tahun-tahun mendatang, dengan pendekatan Administrasi Kesehatan.

2.3 2.3.1

Seven Jump Steps KLARIFIKASI ISTILAH

1. Wilayah kerja puskesmas : wilayah/ jumlah desa tertentu yang menjadi kewajiban fokus pelayanan dan kesehatan Puskesmas 2. KLB (Kejadian Luar Bias) : merupakan suatu status yang ditetapkan di Indonesia untuk mengklasifikasikan peristiwa suatu wabah penyakit 3. DBD (Demam Berdarah Dengue) : Penyakit virus akut yang disebabkan oleh virus dengue dengan ciri-ciri demam mendadak, dengan manifestasi perdarahan dan bertendasi menimbukan syok dan kematian 4. Petugas surveilens : petugas yang bertugas dalam kesiagaan berlanjut dalan segala aspek kemunculan dan penyebaran penyakit yang bisa dikendalikan secara aktif 5. Angka Bebas Jentik : keadaan bebas jentik yang merupakan suatu keadaan dimana ABJ 95% 6. Perawat : profesi yang difokuskan pada perawatan individu keluarga dan masyarakat sehingga mereka dapat mencapai, mempertahankan/

memulihkan kesehatan yang optimal dan kualitas hidup 7. Bidan : sebutan bagi orang yang belajar menolong perempuan saat melahirkan 8. Sanitarian : profesi yang berfokus untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat dengan cara menyehatkan lingkungan hidup manusia 9. Poskesdes : upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang dibentuk desa dalam rangka mendekatkan/ menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa 10. Lokakarya mini : suatu pertemuan antara petugas Puskesmas dengan sektor terkait (lintas sektoral) untuk meningkatkan kerjasama tim,
FK UMP 2012 Page 5

Scenario B
memantau cakupan pelayanan Puskesmas serta membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi Puskesmas 11. Administrasi kesehatan : Administrasi yang diterapkan pada upaya kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat

2.3.2

IDENTIFIKASI MASALAH

1. Wilayah kerja Puskesmas Sukses, yang terdiri dari 5 (lima) desa, sedang terjadi KLB Demam Berdarah (DBD), sedangkan lingkungan pemukiman penduduk sudah bersih, rumah sudah berlantai semen atau keramik, sarana air bersih sudah memadai. 2. Namun setelah dilakukan pengamatan oleh petugas surveilens, ditemukan masih rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) sekitar 40% diakhir bulan ini (Desember). Hal ini disebabkan karena masih banyaknya penduduk yang menggunakan bak-bak penampungan air terbuka. 3. Petugas Puskesmas yang bertugas di dalam gedung puskesmas terdiri dari 2 (dua) orang perawat, 3 (tiga) orang bidan, 1 (satu) orang petugas surveilens, 1 (satu) orang sanitarian, dan di tiap-tiap desa sudah ada Poskesdes dengan 1 (satu) orang bidan. 4. Sarana pendidikan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sukses berupa SD, masing-masing 2 (dua) di tiap desa, SMP hanya ada 3 (tiga) desa, sedangkan di SMA hanya ada 1 (satu) di satu desa. 5. Dokter Agung selaku pimpinan Puskesmas akan merencanakan Lokakarya Mini awal Januari nanti membahas kasus ini. Dokter Agung akan menentukan langkah untuk menanggulangi dan mencegah DBD jangan sampai terjadi lagi di tahun-tahun mendatang, dengan pendekatan Administrasi Kesehatan.

FK UMP 2012

Page 6

Scenario B
2.3.3 ANALISIS MASALAH

1. Wilayah kerja Puskesmas Sukses, yang terdiri dari 5 (lima) desa, sedang terjadi KLB Demam Berdarah (DBD), sedangkan lingkungan pemukiman penduduk sudah bersih, rumah sudah berlantai semen atau keramik, sarana air bersih sudah memadai. a. Bagaimana ruang lingkup wilayah kerja puskesmas? b. Apa saja kriteria KLB? c. Apa saja kriteria lingkungan pemukiman yang bersih? d. Apa saja standar rumah sehat? e. Apa saja kriteria air bersih? f. Apa faktor-faktor penyebab DBD? g. Apa dampak terjadi peningkatan angka KLB DBD?

2. Namun setelah dilakukan pengamatan oleh petugas surveilens, ditemukan masih rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) sekitar 40% diakhir bulan ini (Desember). Hal ini disebabkan karena masih banyaknya penduduk yang menggunakan bak-bak penampungan air terbuka. a. Apa saja peran petugas surveilens? b. Apa interpretasi ABJ 40%? c. Bagaimana cara menghitung ABJ? d. Apakah ada hubungan penduduk yang menggunakan bak-bak penampungan air terbuka dengan nilai ABJ sekitar 40%?

3. Petugas Puskesmas yang bertugas di dalam gedung puskesmas terdiri dari 2 (dua) orang perawat, 3 (tiga) orang bidan, 1 (satu) orang petugas surveilens, 1 (satu) orang sanitarian, dan di tiap-tiap desa sudah ada Poskesdes dengan 1 (satu) orang bidan. a. Bagaimana standar jumlah petugas kesehatan pada setiap puskesmas? b. Apa tugas dari masing-masing tenaga kesehatan? c. Bagaimana standar jumlah petugas kesehatan di Poskesdes? d. Apa saja program kerja Poskesdes?

FK UMP 2012

Page 7

Scenario B
4. Sarana pendidikan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sukses berupa SD, masing-masing 2 (dua) di tiap desa, SMP hanya ada 3 (tiga) desa, sedangkan di SMA hanya ada 1 (satu) di satu desa. a. Apa saja peran Puskesmas di bidang pendidikan? b. Apa tujuan diadakannya sarana pendidikan kesehatan di sekolah? c. Bagaimana peranan pendidikan kesehatan terhadap kasus DBD?

5. Dokter Agung selaku pimpinan Puskesmas akan merencanakan Lokakarya Mini awal Januari nanti membahas kasus ini. Dokter Agung akan menentukan langkah untuk menanggulangi dan mencegah DBD jangan sampai terjadi lagi di tahun-tahun mendatang, dengan pendekatan Administrasi Kesehatan. a. Apa tujuan dilakukan Lokakarya Mini? b. Kapan dilakukan Lokakarya Mini? c. Bagaimana perencanaan tingkat Puskesmas pada kasus ini? d. Bagaimana pelaksanaan pada kasus ini? e. Bagaimana melakukan monitoring pada kasus ini? f. Bagaimana melakukan evaluasi pada kasus ini? g. Apa tujuan dan manfaat Administrasi Kesehatan? h. Bagaimana pandangan Islam tentang kesehatan?

2.3.4. HIPOTESIS Wilayah kerja Puskesmas Sukses sedang terjadi KLB DBD karena masih banyak penduduk yang menggunakan bak-bak penampungan air terbuka dan kurangnya perencanaan manajemen administrasi kesehatan sehingga dilaksanakan lokakarya mini untuk membahas perencanaan tingkat puskesmas

FK UMP 2012

Page 8

Scenario B
2.3.5. KERANGKA KONSEP

Wilayah kerja Puskesmas (5 desa) Masih banyak penampungan air bak terbuka kurangnya perencanaan manajemen administrasi kesehatan Lokakarya mini

- Lingkungan pemukiman penduduk yang sudah bersih - Rumah sudah berlantai semen dan keramik - Sarana air bersih dan memadai

KLB DBD

Perencanaan tingkat puskesmas

Pelaksanaan

Perencanaan

Monitoring

Evaluasi

FK UMP 2012

Page 9

Scenario B
2.3.6
No

LEARNING ISSUE
Pokok Bahasan What I know What I dont know Definisi, Kriteria I have to prove How will I learn - Text book - Internet - Text book - Internet

1.

KLB

2.

Lingkungan pemukiman yang bersih, rumah sehat, air bersih


ABJ

Kriteria

3.

Definisi, menghitung

cara

- Text book - Internet - Text book - Internet - Text book - Internet - Text book - Internet - Text book - Internet

4.

Administrasi kesehatan

Definisi, tujuan, konsep dasar Definisi, tujuan, konsep dasar Definisi, tujuan, ruang lingkup

5.

Pendidikan Kesehatan

6.

Lokakarya Mini

7.

Puskesmas

Definisi

Konsep dasar dan program kerja

2.3.7

SINTESIS

1. Wilayah kerja Puskesmas Sukses, yang terdiri dari 5 (lima) desa, sedang terjadi KLB Demam Berdarah (DBD), sedangkan lingkungan pemukiman penduduk sudah bersih, rumah sudah berlantai semen atau keramik, sarana air bersih sudah memadai. a. Bagaimana ruang lingkup wilayah kerja puskesmas? Jawab : Biasanya 1 kecamatan 1 puskesmas dan terdiri dari Beberapa balai pengobatan, dan tidak selalu 1 kecamatan yang terdiri Beberapa desa

FK UMP 2012

Page 10

Scenario B
satu puskesmas itu semua dilihat dari kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik, dan infrastruktur. 1 puskesmas mempunyai sasaran penduduk : 30.000 jiwa

b. Apa saja kriteria KLB? Jawab : 7 (tujuh) Kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB) Menurut Permenkes 1501 Tahun 2010 adalah :

Timbulnya suatu penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak

ada atau tidak dikenal pada suatu daerah

Peningkatan kejadian kesakitan terus-menerus selama 3 (tiga)

kurun waktu dalam jam, hari atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya

Peningkatan kejadian kesakitan dua kali atau lebih dibandingkan

dengan periode sebelumnya dalam kurun waktu jam, hari, atau minggu menurut jenis penyakitnya

Jumlah penderita baru dalam periode waktu 1 (satu) bulan

menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata jumlah per bulan dalam tahun sebelumnya

Rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan selama 1 (satu)

tahun menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan pada tahun sebelumnya

Angka kematian kasus suatu penyakit (Case Fatality Rate) dalam 1

(satu) kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% (lima puluh persen) atau lebih dibandingkan dengan angka kematian kasus suatu penyakit periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama

Angka proporsi penyakit (Proportional Rate) penderita baru pada

satu periode menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding satu periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama

FK UMP 2012

Page 11

Scenario B
c. Apa saja kriteria lingkungan pemukiman yang bersih? Jawab : Persyaratan kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes)

No.829/Menkes/SK/VII/1999 meliputi parameter sebagai berikut : Lokasi

Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai, aliran lahar, tanah longsor, gelombang tsunami, daerah gempa, dan sebagainya;

Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) sampah atau bekas tambang;

Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran seperti alur pendaratan penerbangan. Kualitas udara Kualitas udara ambien di lingkungan perumahan harus bebas dari gangguan gas beracun dan memenuhi syarat baku mutu lingkungan sebagai berikut :

Gas H2S dan NH3 secara biologis tidak terdeteksi; g/m3 ;g maksimum 150 Debu dengan diameter kurang dari 10 Gas SO2 maksimum 0,10 ppm; Debu maksimum 350 mm3 /m2 per hari. Kebisingan dan getaran Kebisingan dianjurkan 45 dB.A, maksimum 55 dB.A; Tingkat getaran maksimum 10 mm/detik.

d. Apa saja standar rumah sehat? Jawab : 1) Ada beberapa hal yang memenuhi syarat untuk rumah sehat, yakni : 2) Jendela berfungsi dengan baik dengan ukuran yang memadai. Jendela ada dua sisi yang berbeda, sehingga bisa menjadi jalannya udara yang baru. Pada setiap ruangan sebaiknya dibuatkan jendela kaca yang berhubungan dengan ruang luar. Dalam menentukan letak jendela, harus diperhatikan

FK UMP 2012

Page 12

Scenario B
untuk mengarah ke matahari. Cahaya matahari yang terlalu panas, gunakan kanopi jendela untuk menaungi jendela dari cahaya matahari langsung. 3) Ventilasi udara adalah lubang penghawaan pada ruangan agar sirkulasi udara dalam ruangan menjadi baik. Minimal ventilasi udara berukuran lebih 10 persen dari luas lantai. 4) Pencahayaan ruangan dengan standar mata normal bisa membaca tanpa sinar lampu tambahan. 5) Lubang asap dapur lebih besar 10 persen dari luas tanah lantai. 6) Lingkungan tidak padat penghuni luas lantai rumah per penghuni lebih besar 10 m2. 7) Kandang hewan harus terpisah dengan rumah. Misalkan anda mempunyai ternak maka kandangnya harus terpisah dari rumah. 8) Konstruksi rumah, bangunan permanen dengan tembok, bata plesteran, serta papan kedap air. 9) Sanitasi yang benar. Sedangkan sarana Sanitasi yang benar yakni : a) Sarana air milik sendiri, memenuhi syarat kesehatan (MS). b) Jamban leher angsa atau septic tank. c) Terdapat sarana pembuangan air limbah yakni dapat diserap dan tidak mencemari sumber air (jarak dengan sumber air lebih dari 10 m) dialirkan ke selokan tertutup (saluran kota) untuk diolah lebih lanjut. d) Tempat sampah yang kedap air dan tertutup.

e. Apa saja kriteria air bersih? Jawab : Persyaratan air bersih : Air selain merupakan kebutuhan pokok bagi manusia , juga dapat menjadi sarana penyebaran penyakit ataupun keracunan. Air bersih yang sehat harus memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan No. : 416/MENKES/PER/IX/1990. Adapun persyaratan air bersih sbb:

FK UMP 2012

Page 13

Scenario B
1) Syarat Fisik : Jernih, Tidak berwarna, Tidak berasa, Tidak berbau,

Temperatur tidak melebihi suhu udara. 2) Syarat Kima : Tidak mengandung unsur kimia yang bersifat racun,

Tidak mengandung zat yang menimbulkan gagngguan kesehatan. 3) Syarat Bacteriologis : Tidak mengandung Kuman parasit, Kuman

patogen, Bacteri Coli. 4) Syarat Radio aktif : Tidak mengandung sinar alfa, sinar gama

f. Apa faktor-faktor penyebab DBD? Jawab : Faktor penyebab nya adalah di temukan nya pada daerah tropis dan subtropis dibelahan dunia terutama dimusim hujan yang lembab. - faktor host ( kerentanan sistem imun ) - faktor lingkungan ( kondisi geografis ) ketinggian dari permukaan laut, curah hujan , angin, kelembapan, musim dan kondisi demografi (kepadatan, mobilitas, perilaku, adat istiadat, sosial ekonomi penduduk) - faktor agent ( sifat virus dengue )

g. Apa dampak terjadi peningkatan angka KLB DBD? Jawab : Semakin meningkatnya jumlah kasus DBD tiap tahun memberikan dampak yang cukup besar, yaitu : 1. Terhadap produktivitas masyarakat 2. Semakin meningkatnya anggaran kesehatan yg dibutuhkan untuk penanggulanagn DBD. Penyakit Demam Berdarah Dengue atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Jumlah kasus yang dilaporkan cenderung meningkat dan daerah penyebarannya

bertambah luas. Kerugian sosial yang terjadi antara lain karena menimbulkan kepanikan dalam keluarga, kematian anggota keluarga,

FK UMP 2012

Page 14

Scenario B
dan berkurangnya usia harapan hidup penduduk. Dampak ekonomi langsung pada penderita adalah kehilangan waktu kerja, waktu sekolah dan biaya lain yang dikeluarkan selain untuk pengobatan seperti transportasi dan akomodasi selama perawatan penderita (Depkes RI, XXXX). Selain itu semakin meningkat jumlah kasus DBD tiap tahun memberikan dampak yang cukup besar tehadap produkivitas dan semakin meningkatnya anggaran kesehatan yang dibutuhkan untuk penanggulangan penyakit.

2. Namun setelah dilakukan pengamatan oleh petugas surveilens, ditemukan masih rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) sekitar 40% diakhir bulan ini (Desember). Hal ini disebabkan karena masih banyaknya penduduk yang menggunakan bak-bak penampungan air terbuka. a. Apa saja peran petugas surveilens? Jawab : 1) Menyusun rencana kegiatan Surveilans berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja. 2) Melaksanakan kegiatan Surveilans meliputi pengumpulan data penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanganan KLB dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3) Mengevaluasi hasil kegiatan Surveilans secara keseluruhan. 4) Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan. 5) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

b. Apa interpretasi ABJ 40%? Jawab : Berdasarkan SPM : interpretasinya, angka bebas jentik (ABJ) di

FK UMP 2012

Page 15

Scenario B
puskesmas sukses masih dibawah standard nasional yaitu 95% Berdasarkan perhitungan pertahun : interpretasinya, dari 100 rumah terdapat 40 rumah yang bebas dari jentik nyamuk

c. Bagaimana cara menghitung ABJ? Jawab : Cara pengukuran / perhitungan

d. Bagaimana hubungan penduduk yang menggunakan bak-bak penampungan air terbuka dengan nilai ABJ sekitar 40%? Jawab : Hubungannya adalah penduduk yang masih menggunakan bak penampungan air yang terbuka merupakan salah satu faktor penyebab nilai ABJ yang cukup tinggi yaitu 40% tersebut.

3. Petugas Puskesmas yang bertugas di dalam gedung puskesmas terdiri dari 2 (dua) orang perawat, 3 (tiga) orang bidan, 1 (satu) orang petugas surveilens, 1 (satu) orang sanitarian, dan di tiap-tiap desa sudah ada Poskesdes dengan 1 (satu) orang bidan. a. Bagaimana standar jumlah petugas kesehatan pada setiap puskesmas? Jawab : Puskesmas terletak dalam Kecamatan dengan penduduk 20.000 orang dengan output Puskesmas 35.000 orang per tahun. Apabila produktivitas staf / hari = 5, maka tenaga yang dibutuhkan atau N = 35.000 / 300 x 5 = 23 orang.

FK UMP 2012

Page 16

Scenario B

Catatan : Kegiatan Puskesmas, Pusling, Posyandu dan kegiatan lapangan kerja dilaksanakan secara terpadu dalam Tim.

b. Apa tugas dari masing-masing tenaga kesehatan? Jawab : 1) Perawat Menurut Lokakarya Nasional keperawatan 1983, peran perawat diIndonesia disepakati sebagai: Pelaksana pelayanan keperawatan Pengelola dalam bidang pelayanan keperawatan dan institusi pendidikan.
FK UMP 2012 Page 17

Scenario B
Pendidik Peneliti Pelaksana pelayanan keperawatan Pengamat Kesehatan Koordinator pelayanan kesehatan Pembaharu Pengorganisir pelayanan kesehatan Fasilitator

2) Bidan ada 9 Standar tugas pokok dan fungsi seorang bidan, yakni : 1. Melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil (Ante Natal Care) 2. Melakukan asuhan persalinan fisiologis kepada ibu bersalin (Post Natal Care) 3. Menyelenggarakan pelayanan terhadap bayi baru lahir (kunjungan neanatal) 4. Mengupayakan kerjasama kemitraan dengan dukun bersalin di wilayah kerja puskesmas. 5. Memberikan edukasi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi dan kebidanan. 6. Melaksanakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) kepada wanita usia subur (WUS). 7. Melakukan pelacakan dan pelayanan rujukan kepada ibu hamil risiko tinggi (bumil risti) 8. Mengupayakan diskusi audit maternal perinatal (AMP) bila ada kasus kematian ibu dan bayi. 9. Melaksanakan mekanisme pencatatan dan pelaporan terpadu pelayanan puskesmas.

3) Surveilans Uraian Tugas dari Petugas Surveilans:

FK UMP 2012

Page 18

Scenario B
1. Menyusun rencana kegiatann surveilans berdasarkan data program puskesmas dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja. 2. Melaksanakan kegiatan surveilans meliputi pengumpulan data penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanganan KLB dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku 3. Mengevaluasi hasil kegiatan surveilans secara keseluruhan. 4. Membuat catatan dan laporan kegiatan di bidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan. 5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan

4)Sanitarian Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No.19/KEP/M.PAN/11/2000 yang tertuang pada BAB I pasal 1 menyatakan, bahwa Sanitarian adalah pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pengamatan, pengawasan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka perbaikan kualitas kesehatan lingkungan untuk dapat memelihara, melindungi dan meningkatkan cara-cara hidup bersih dan sehat.

c. Bagaimana standar jumlah petugas kesehatan di Poskesdes? Jawab : Prinsipnya adalah dikelola oleh masyarakat, yg dlm hal ini KADER dgn bimbingan Nakes. 1. Tenaga Poskesdes -Tenaga masyarakat (Kader & Sukwan yg mendapat pelatihan khusus) minimal 2 orang -Nakes (minimal seorang bidan) 2. Kepengurusan

FK UMP 2012

Page 19

Scenario B
Dipilih melalui Musyawarah & Mufakat Masyarakat Desa, ditetapkan oleh Kepala Desa, bersifat Fleksibel

d. Apa saja program kerja Poskesdes? Jawab : Meliputi upaya promotif, preventif , rehabilitatif & kuratif yg dilaksanakan oleh nakes terutama bidan. Kegiatan didasarkan pendekatan edukatif atau kemasyarakatan melalui musyawarah mufakat, berupa : - Pengamatan & kewaspadaan dini - Penanganan kegawatdaruratan kesehatan - Kesiapsiagaan thd bencana serta yankes. dasar - Promosi kesehatan Sebagai bentuk pertanggung jawaban, kegiatan di Poskesdes didukung dgn Pencatatan & Pelaporan

4. Sarana pendidikan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sukses berupa SD, masing-masing 2 (dua) di tiap desa, SMP hanya ada 3 (tiga) desa, sedangkan di SMA hanya ada 1 (satu) di satu desa. a. Apa saja peran Puskesmas di bidang pendidikan? (UKS) Jawab : Peran kesehatan di bidang pendidikan Tenaga jesehatan ( terlatih ) guru UKS atau dokter kecil melakukan pemeriksaan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat yang sesuai dengan pedoman diwilayah kerja tertentu dalam kurun waktu tertentu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan / tenaga terlatih ( guru UKS ) atau dokter kecil.

b. Apa tujuan diadakannya sarana pendidikan kesehatan di sekolah? Jawab : Tujuan :

FK UMP 2012

Page 20

Scenario B
- Untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang khususnya para murid agar terwujudnya derajat sehat yang setinggi-tingginya serta dapat menekan

meningkatnya angka jentik nyamuk

c. Bagaimana peranan pendidikan kesehatan terhadap kasus DBD? Jawab : - Melakukan promosi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan orang dalam mengendalikan serta perilaku hidup bersih sehat dan untuk meningkatkan Angka Bebas Jentik. - Mempromosikan 3 M ( mengubur, menutup, menguras )

5. Dokter Agung selaku pimpinan Puskesmas akan merencanakan Lokakarya Mini awal Januari nanti membahas kasus ini. Dokter Agung akan menentukan langkah untuk menanggulangi dan mencegah DBD jangan sampai terjadi lagi di tahun-tahun mendatang, dengan pendekatan Administrasi Kesehatan. a. Apa tujuan dilakukan Lokakarya Mini? Jawab : Tujuan umum: Meningkatakan fungsi puskesmas melalui penggalangan kerja sama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan puskesmas sesuai dengan perencanaan Tujuan Khusus: 1. Tergalangnya kerjasama tim baik lintas program maupun lintas sektor 2. Terpantaunya perencanaan 3. Teridentifikasinya masalah dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan Puskesmas hasil kegiatan puskesmas sesuai dengan

FK UMP 2012

Page 21

Scenario B
4. Teridentifikasinya pemecahan masalah 5. Tersusunya rencana kerja untuk periode selanjutnya penyebab masalah serta diupayakanya

b. Kapan dilakukan Lokakarya Mini? Jawab : Lokakarya mini dilakukan sesegera mungkin atau segera setelah terdapatnya kasus KLB DBD dengan ABJ 40%, Lokakarya mini ini dapat dilakukan Bulanan dan Tribulan.

c. Bagaimana perencanaan tingkat Puskesmas (PTP) pada kasus ini? Jawab : Ada prinsipnya PTP dilaksanakan dalam 4 (empat) tahap, yaitu : 1. Tahap persiapan Tujuan tahap ini adalah membentuk tim perencana tingkat Puskesmas, menyiapkan informasi situasi program (kegiatan, hasil, bahan lain yang diperlukan) serta informasi kebijakan kesehatan yang diperlukan dalam perencanaan. Susunan tim perencana di tingkat Puskesmas dapat terdiri dari staf Puskesmas ditambah anggota dari dinas lintas sektor terkait (tingkat kecamatan). 2. Tahap analisis situasi Tujuan pada tahap ini adalah untuk memahami permasalahan operasional Puskesmas yang perlu ditanggulangi. Kegiatan tahap ini adalah mengidentifikasi masalah, penamaan dan penetapan prioritas masalah, merumuskan masalah, mencari akar Penyebab masalah, menetapkan cara-cara penyelesaian masalah, brainstroming (curah pendapat 3. Tahap penyusunan RUK Tujuan tahap ini adalah tersusunnya rencana dan prioritas rencana penyelesaian masalah. Pada tahap ini perlu pelaksanaan 3 (tiga) kegiatan sebagai berikut : a. Identifikasi penyebab masalah.

FK UMP 2012

Page 22

Scenario B
b. Perumusan pendekatan pemecahan masalah. c. Penyusunan RUK. 4. Tahap penyusunan RPK Tujuan tahap ini adalah tersusunnya rencana operasional berupa rencana pelaksanaan masing-masing kegiatan Puskesmas berupa Gantt Chart. RPK berisi kegiatan, sarana, dana, tenaga yang dibutuhkan, jadwal waktu, pembagian tugas dan tanggung jawab para pelaksana. Penyusunan RPK atau biasa disebut POA (Plan of ,Action), dapat disusun setelah Puskesmas mengetahui alokasi sumber dana, baik dari APBN, APBD I, APBD II, Inpres, dan sumber dana lainnya. Penyusunan RPK dilakukan melalui suatu pembahasan dalam Lokakarya Mini intern yang dihadiri semua staf Puskesmas, dan dipimpin kepala Puskesmas, serta dalam Lokakarya Mini ekstern yang dihadiri oleh dinas sektoral terkait dan dipimpin oleh camat.

d. Bagaimana pelaksanaan pada kasus ini? Jawab : Langkah-Langkah penyusunan RPK adalah : Mempelajari alokasi kegiatan dan biaya yang sudah disetujui Membandingkan alokasi kegiatan yang disetujui dengan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang diusulkan dan situasi pada saat penyusunan RPK Menyusun rancangan awal, rincian dan volume kegiatan yang akan dilaksanakan serta sumber daya pendukung menurut bulan dan lokasi pelaksanaan. Mengadakan Lokakarya Mini Tahunan untuk membahas RPK Membuat RPK yang telah disusun dalam bentuk matriks

e. Bagaimana melakukan monitoring pada kasus ini? Jawab :

FK UMP 2012

Page 23

Scenario B
Untuk memonitoring kasus ini dapat dilakukan suatu kegiatan yaitu berupa pengamatan yang sistematis dan terus-menerus yang

mendukung sikap tanggap/waspada yang cepat dan tepat terhadap adanya suatu perubahan status kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data dari kasus KLB yang terjadi saat itu (DBD dengan ABJ 40%), kasus baru dari penyakit-penyakit yang berpotensi terjadi KLB secara mingguan sebagai upaya SKD-KLB.

f. Bagaimana melakukan evaluasi pada kasus ini? Jawab : Melaksanakan lokakarya mini

g. Apa tujuan dan manfaat Administrasi Kesehatan? Jawab : Administrasi kesehatan masyarakat yaitu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Manfaat : Dapat dikelola sumber, tata cara dan kesanggupan secara efektif dan efisien Dapat dipenuhi kebutuhan dan tuntutan secara tepat dan sesuai Dapat disediakan dan diselenggarakan upaya kesehatan sebaikbaiknya

h. Bagaimana cara pendekatan Administrasi Kesehatan? Jawab : Strategi pendekatan ada 2 yaitu : 1) Pendekatan institusi, pada strategi ini pendekatan yang dilakukan sangat memerlukan dukungan legalitas dan karena itu lazimnya sering menerapkan prinsip kekuasaan dan kewenangan

FK UMP 2012

Page 24

Scenario B
2) Pendekatan komunita, pada strategi ini pendekatan yang dilakukan bertujuan untuk menimbulkan kesadaran dalam diri masyarakat sendiri untuk dilaksanakan berbagai program

komunikasi, informasi, edukasi yg maksudnya agar masyarakat dengan kesadaran sendiri mau melaksanakan berbagai kegiatan yg telah direncanakan secara mandiri

i. Bagaimana pandangan Islam tentang kesehatan? Jawab : Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia'' demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam.

FK UMP 2012

Page 25

Scenario B
DAFTAR PUSTAKA
1. Azwar, Azrul. Pengantar Administrasi Kesehatan, Edisi Ketiga, Binarupa Aksara,. 1996. Budiharjo. 2. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas. Jakarta, 2006 3. Kamus Besar Bahasa Indonesia 4. Notoatmojo, Soekidjo. 2001, Kesehatan Masyarakat : Ilmu dan Seni Ed. revisi. Jakarta : Rineka Cipta 5. Mukono, HJ. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan, Edisi Kedua. Surabaya: Airlangga University Press;2006.

FK UMP 2012

Page 26