Anda di halaman 1dari 3

Pasien dirujuk ke ahli bedah untuk dilakukan tindakan operasi PRA OPERASI Tindakan operasi emergency 1.

Dilakukan perbaikan keadaan umum seperti dehidrasi pada pasien dan anemia seoptimal mungkin sepanjang tersedia waktu 2. Pengosongan lambung pada pasien tidak perlu dilakukan karena pasien sudah mengalami muntah sebelumnya 3. Dilakukan induksi dengan metode rapid sequence induction menggunakan suksinil kolin dengan dosis 1-2 mg/kgBB 4. Pemeliharaan anestesi dan monitoring anestesi yang lainnya INTRA OPERASI Fase intra operasi dimulai ketika pasien masuk atau dipindah ke instalasi bedah dan berakhir saat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan. Pada fase ini lingkup aktivitas keperawatan mencakup pemasangan IV cath, pemberian medikasi intravena, melakukan pemantauan kondisi fisiologis menyeluruh sepanjang prosedur pembedahan dan menjaga keselamatan pasien. Untuk mengatasi masalah hernia inguinalia pada pasien yang merupakan anak-anak, dilakukan pembedahan herniotomi tanpa hernioplastik. Herniotomi merupakan suatu tindakan pembedahan dengan cara memotong kantong hernia, menutup defek benjolan di daerah inguinal dan dinding depan abdomen yang masih bisa dimasukan ke dalam cavum abdomen. Langkah-langkah untuk melakukan operasi adalah: Pasien dalam posisi supine dan dilakukan anestesi umum. Dapat ditambah dengan kaudal blok Dilakukan aseptic dan antiseptic pada lapangan operasi Lapangan operasi ditutup dengan doek steril Dilakukan insisi transversal 1/3 tengah pada skin crease abdomino inguinal sejajar ligamentum inguinale Insisi diperdalam sampai tampak aponeurosis MOE Aponeurosis MOE dibuka secara tajam Funikulus spermatikus diidentifikasi kemudian mencari kantong hernia di antromedial Sisi hernia dimasukan ke dalam cavum abdomen Kantong hernia dipotong [ada jembatan kantong proximal dan distal. Kemudian kantong proximal diikat setinggi lemak preperitonium Perdarahan di rawat dan dilanjutkan menutup luka operasi lapis demi lapis

PASCA OPERASI Fase pasca operasi dimulai dengan masuknya pasien ke ruang pemulihan (recovery room) dan berakhir dengan evaluasi tindak lanjut pada tatanan klinik atau di rumah. Pada fase ini fokus pengkajian meliputi efek agen anestesi dan mamantau fungsi vital serta cegah komplikasi 1. 2. 3. 4. Pernafasan : Gangguan sistem pernafasan paling sering akibat sisa obat anestetik Sirkulasi : perhatikan tanda tanda hipotensi, syok dan aritmia Regurgitasi : muntah dan regurgitasi disebabkan oleh hipoksia selama anestesi Gangguan faal lain : pemanjangan masa pemuliahan kesadaran disebabkan oleh gangguan metabolism yang berpengaruh pada metabolism otak seperti pada hipotermi, syok, gangguan faal hati, gangguan faal ginjal, dan hiponatremi 5. Penanggulangan nyeri

6. Terapi cairan 7. Edukasi pasien untuk tidak melakukan aktivitas berat

DAFPUS Eugene C, Terrence H, Andre R. Approach to hernias. In: Case Files: Surgery. 3rd Ed. USA: The McGrawHill Companies; 2009.

Beri Nilai