Anda di halaman 1dari 25

I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Telur merupakan produk peternakan yang memberikan sumbangan besar bagi tercapainya kecukupan gizi masyarakat. Dari sebutir telur didapatkan gizi yang cukup sempurna karena mengandung zat-zat gizi yang lengkap dan mudah di cerna. Oleh karenanya, telur merupakan bahan pangan yang sangat baik untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan memerlukan protein dalam jumlah banyak. harga jual, telur olahan dimaksudkan untuk memperpanjang daya simpan. Pengembangan usaha peternakan ayam petelur di Indonesia masih memiliki prospek yang cukup terbuka lebar. Hal ini karena telur merupakan salah satu produk yang dibutuhkan untuk memenuhi konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia. Secara garis besar parameter keberhasilan ditentukan dari 2 aspek, yaitu aspek pencapaian produktivitas dan keuntungan finansial. Untuk mencapai kedua parameter keberhasilan tersebut, maka produksi telur, yang dilihat dari kuantitas dan kualitasnya, harus mampu dicapai dengan maksimal. Namun pada kenyataannya, sejauh ini beberapa peternak ayam petelur masih saja menghadapi beraneka ragam masalah yang berdampak pada penurunan produksi telur, baik penurunan jumlah maupun kualitasnya. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab, terdiri dari faktor infeksius (penyakit) dan non infeksius (mutu bibit, kecukupan nutrisi, kondisi lingkungan dan manajemen pemeliharaan). Telur bernilai gizi tinggi. Sebutir telur tersusun dari 10% kerabang telur, 59% putih telur dan 31% kuning telur. Kuning telur sendiri mengandung 13% protein, 12% lemak, multivitamin, asam amino dan mineral. Sedangkan dalam putih telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. Telur merupakan protein hewani yang mengandung beberapa protein tinggi dengan harga yang terjangkau untuk kita beli sebagai rakyat golongan menengah ke bawah .

Sebagai calon sarjana peternakan tentunya kita harus mengetahui mana kualitas telur yang baik dan telur yang buruk, karena banyak terjadi pemalsuan kadang-ldang telur yang berkualitas buruk biasanya dimanipulasi menjadi kualitas yang baik dengan cara di hamplas agat tidak terlihat bercak noda atau dibersihkan kerabangnya . Telur juga mempunyai sifat yang kualitasnya mudah rusak .Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu tindakan atau usaha-usaha bidang teknologi uji kualitas dan penanganan pasca produksi telur . Tindakan ini penting agar produksi telur yang dicapai dengan segala usaha ini dapat sampai ke konsumen dengan kualitas yang masih tetap baik. Penurunan kualitas telur antara lain disebabkan masuknya mikroba-mokroba perusak ke dalam isi telur melalui pori-pori kerabang telur, menguapnya air dan gas karena pengaruh suhu lingkungan . Ruang penyimpanan yang lembab juga akan menyebabkan kerabang berjamur.

1.2.

Maksud dan Tujuan Setelah mahasiswa mengikuti praktikum pengujian kualitas dan kelas telur,

diharapkan : Dapat mengetahui cirri-ciri kualitas telur Dapat mengetahui kelas telur berdasarkan cirri-cirinya tersebut. Dapat menentukan kualitas dan kelas (grade) telur.

1.3.

Waktu dan Tempat Tanggal dan Waktu Tempat : Selasa, 17 April 2012.Pukul 10.00 12.00 WIB : Laboratorium Ternak Unggas, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

II TINJAUAN PUSTAKA Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis unggas, seperti ayam, bebek, dan angsa. Telur merupakan bahan makanan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dll. Telur mempunyai citarasa yang enak sehingga digemari oleh banyak orang. Telur juga berfungsi dalam aneka ragam pengolahan bahan makanan. Selain itu, telur termasuk bahan makanan sumber protein yang relatif murah dan mudah ditemukan. Hampir semua orang membutuhkan telur (Mietha, 2008). 2.1. Kandungan Gizi pada Telur Telur merupakan salah satu bahan pangan yang paling lengkap gizinya. Selain itu, bahan pangan ini juga bersifat serba guna karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Komposisinya terdiri dari 11% kulit telur, 58% putih telur, dan 31% kuning telur. Kandungan gizi terdiri dari protein 6,3 gram, karbohidrat 0,6 gram, lemak 5 gram, vitamin dan mineral di dalam 50 gram telur (Sudaryani, 2003). a. Protein Protein disusun dari asam-asam amino yang terikat satu dengan lainnya. Mutu protein ditentukan oleh asam-asam amino dan jumlah masing-masing asam amino tadi (Sudaryani, 2003). Protein telur merupakan protein yang bermutu tinggi dan mudah dicerna. Dalam telur, protein lebih banyak terdapat pada kuning telur, yaotu sebanyak 16,5%, sedangkan pada putih telur sebanyak 10,9%. Dari sebutir telur yang berbobot sekitar 50 gram, kandungan total proteinnya adalah 6 gram (Sudaryani, 2003).

b. Lemak Kandungan lemak pada telur sekitar 5 gram. Lemak pada telur terdapat pada kuning telur, sekitar 32%, sedangkan lemak yang lain terdapat pada putih telur . Zat gizi ini mudah dicerna oleh manusia. Lemak pada telur terdiri dari trigliserida ( lemak netral), fosfolipida dan kolesterol. Fungsi trigliserida dan fosfolipida umumnya menyediakan energi yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari (Sudaryani,2003). c. Vitamin dan Mineral Telur mengandung semua vitamin. Selain sebagai sumber vitamin, telur juga merupakan bahan pangan sumber mineral. Beberapa mineral yang terkandung dalam telur di antaranya besi, fosfor, kalsium, tembaga, yodium, magnesium, mangan, potasium, sodium, zink, klorida dan sulfur. (Sudaryani,2003) 2.2. Ciri ciri kualitas telur Kualitas dari sebutir telur ditentukan oleh kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur, warna kuning telur dan ada tidaknya bintik darah pada putih atau kuning telur) dan kualitas bagian luar (bentuk, ukuran dan warna kerabang). Telur ayam komersial yang normal memiliki ciri-ciri berwarna coklat terang, kerabang telur tebal, memiliki berat sekitar 55-65 gram/butir, putih telur kental dan di dalam kuning telur tidak terdapat blood spot/bintik darah Sejak pertama kali ayam bertelur, yaitu ketika mencapai umur 18 minggu hingga afkir, ukuran dan berat telur memang tidak akan sama setiap harinya. Dalam hal ini, seorang peternak harus memiliki respon untuk menentukan apakah ukuran/berat telur yang dihasilkan sesuai/mendekati standar atau jauh dari standar. Jauh dari standar, artinya bisa lebih besar atau lebih kecil. Tidak sesuainya ukuran dan berat telur bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang berbeda. Mengenai masalah terkait warna telur, umumnya ada beberapa peternak yang menemukan telur tidak berwarna coklat. Warna coklat pada telur ayam pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor genetik yaitu adanya zat warna phorpyrin di

saluran reproduksi ayam. Jadi setiap jenis unggas, telah ditentukan warna telurnya baik putih, biru atau coklat. Namun dalam pembentukan warna kulit telur juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi atau obat tertentu. Kondisi lingkungan dan penyakit juga bisa berpengaruh terhadap optimal tidaknya pewarnaan kerabang telur. Masalah kerabang telur tipis dan lembek bisa bersumber dari nutrisi ataupun karena infeksi penyakit. Demikian juga dengan putih telur yang encer. Secara keseleluruhan kualitas sebutir telur bergantung padakuantitas isi telur dan kulit telur, selain itu juga berat telurmempengaruhi pula kuantitasnya. Kualitas isi telur ( Interior ) cara untuk menentukan kualitas isi telur dapat dilihat dari bagian dalamtelur seperti rongga udara, yolk, albumen, dan chalaza. Kualitas luartelur ( Exterior ) , kualitas telur sebelah luar dapat dilihat daribeberapa parameter yang dapat menjadi dasar acuan sepertikebersihan kulit telur, kondisi kulit telur, warna kulit, bentuk telur,berat telur. Cara untuk memilih telur yang baik adalah dipilih secaraalami seperti : a. Bentuk normal / oval b. Kulit kerabang cukup tebal dan tidak mudah pecah serta tidakada bintikbintik.c.Rongga udarah dalam telur relatif kecil.d.Isi telur tidak kocak, bunyi bila digoncangCara memili telur yang baik adalah sebagai berikut: c. Karena sifatnya yang tidak tahan lama, beli telur seperlunya. Inibaik untuk menghindari telur kadaluarsa. Ciri-ciri telur yang baik adalah kondisi cangkang tidak retakbersih dari kotoran yang menempel serta kontaminasi mikroba.Telur yang baik akan terlihat jernih, kuning telur berada ditengah ketika diteropong. Ciri lainnya adalah telur yang baiktidak terapung ketika direndam di dalam air. Cara lain yang digunakan untuk membedakan telur yangberkualitas baik atau tidak adalah dengan melakukan beberapalangkah-langkah berikut ini a. Telur direndam dalam air, akan menunjukkan bahwa bila telurmasih baik akan tenggelam tapi bila telah ruak akan melayangatau mengapung.

b.

Telur dipecahkan sebagai sampel pemeriksaan sehingga akanterlihat bila telur masih segar dan baik kuning dan putih telurtebal akan berdiri membukit sedangkan bagian putih telur yangtipis akan sedikit keluar (terlihat kental). Telur yang pada dasarnya merupakan sumber protein danmakanan utama

untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat makapenting untuk memperhatikan penanganan telur konsumsi. Adapun penanganan telur konsumsi yang baik adalah sebagai berikut: a. Membersihkan telur kotor yaitu apabila telur yang akandibersihkan tidak begitu kotor cukup dengan lap kering danbersih dengan cara basah yaitu cara ini dilakukan pada teluryang kotor harus dicuci dengan air hangat suhu 40 43Ckemudian dikeringkan dengan lap bersih. b. Meletakkan telur yaitu, untuk menyimpan teur dalam rak (eggsray) yang benar bagian tumpul berada diatas. Hal ini perludiingat karena rongga udara telur ada dibagian yang tumpuldengan demikian selaput yang membatasi rongga udara tidaktertekan oleh isi telur c. Menyimpan telur segar yaitu, jangan berdekatan dengan bendaatau barang yang berbau merangsang (tajam) , simpan padasuhu yang lebih rendah dari kamar (sejuk). Penyimpanan padasuhu kamar yang sejuk telur dapat tahan 1 2 minggu sejak dariditelurkan, penyimpanan dalam lemari es (kulkas), telur dapattahan sampai 6 minggu, yang perlu diingat adalah simpan

dalamkeadaan baik dan bersih Ciri ciri telur yang baik dan sehat adalah sebagai berikut: a. Warnanya segar b. Cangkang tidak cacat atau rusak c. Jika dilihat dengan peneropong telur, terlihat pembuluh darahberwarna kemerahan yang bersambung satu sama lainnya

d. Pada telur yang sudah berembrio, embrionya tampak hidup dangerakannya tampak jelas. Ciri ciri telur yang jelek atau cacat adalah sebagai berikut: a. Warnanya kusam b. Cangkang tergores, retak atau bentuk cacat lainnya c. Pada telur yang muda antara putih dan kuning telurnyabercampur. d. Tidak tampak adanya gerakan dan pembuluh darah terputus-putus e. Pada telur yang sudah ada embrionya, kadang-kadang terdapatcairan encer. f. Jika digoyang cairan tersebut dapat terlepas dari embrionya,tetapi embrio tidak tampak bergerak Kualitas telur dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tambahan pakan yang diberikan pada ayam peteluruntuk memperbaiki mutu telur. Market grade telur ditentukan oleh berat telur secaraekonomis, di negara maju peningkatan sebesar satu gram dalamberat telur dapat memperbaiki grade dan sehingga meningkatkanpendapatan sebesar 4 -5 %. Berat telur yangcenderung lebih beratdengan kadar kuning telur yang lebih rendah jika dibandingkanakan menarik. Telur dengan kuning telur yang lebih kecil akanmengandung koesterol total lebih rendah daripada kuning teluryang lebih besar yang merupakan faktor penting jikamempromosikan konsumsi telur 2.3. a. Kelas telur berdasarkan ciri-cirinya Kelas AA Tekstur Mempunyai bentuk tekstur yang normal , tekstur dan kekuatan baik, bebas permukaan kasar bintik dan keriput Kebersihan Bersih , bebas dari kotoran yang menempel atau warna yang menyimpang langsung terlihat Rongga Udara Kedalaman 1/8 inchi ( 0,31 cm )

Bayangan yolk Outline slighty defined ( bayangan yolk tidak terlihat sama sekali )

HU Firm ( kental tebal dan teguh HU > 72 ) Bentuk dan besar yolk Kuning telur berbentuk bulat dan membukit serta terlihat kental Kebersihan yolk sangat bersih Kondisi albumen bersih

b.

Kelas A Tekstur Bentuk normal , tekstur dan kekuatan baik , sedikit areal kasar dan sedikit keriput. Kebersihan Bersih , boleh ada noda yang sangat ringan dan sedikit berminyak Rongga udara Kedalaman 3/16 inchi (0,47 cm ) Bayangan yolk Outline fairly well defined ( bayangan yolk sedikit terlihat tapi tidak jelas ) HU Reasonable firm ( yolk mulai mendekati kulit karena albumen kurang teguh HU 60-71 Bentuk dan besar yolk Kuning telur berbentuk bulat dan membukit serta terlihat kental Kebersihan yolk terdapat adanya noda ringan Kondisi Albumen terdapat noda ringan

c.

Kelas B Tekstur Bentuk abnormal , ringan , tekstur dan kekuatan agak kurang baik, areal kasar sedikit , bintik dan keriput jelas Kebersihan Agak bersih bebas dari kotoran yang menempel , noda berkumpul 1/32 noda tersebar <1.16 bagian telur Rongga Udara Kedalam 3/8 inchi (0,94 cm ) Bayangan yolk Outline well defined ( bayangan yolk terlihat jelas jika telur digerak-gerakan ) HU Sligly weak albumen kurang kental HU 31-59 Bentuk dan Besar yolk Kuning telur agak melebar dan mendatar Kebersihan yolk Ada noda tetapi tidak serius Kondisi albumen Ada noda tetapi tidak serius

d.

Kelas C Tekstur Bentuk abnormal, tekstur dan kekuatan menyimpang , arel kasar bintik dan keriput jelas Kebersihan Cukup bersih , noda ringan, kurang dari bagian telur bebas dari kotoran yang menempel Rongga Udara Kedalaman tidak terlihat , terjadi gelembung. Pergerakan dimana saja bebas bergerak

Bayangan yolk Outline Plany visable ( bayangan yolk sangat terlihat dengan jelasa dan bergerak longgar )

HU Week and watery ( albumen tipis encer dan lemah ) HU > 72 Bentuk dan besar yolk Kuning telur telah menyerap cairan dari albumen sehingga kelas melebar dan mendatar

Kebersihan yolk Blood spot dan noda jelas , tetapi bukan perkembangan anak boleh ada perkembangan garm tapi belum berbentuk darah. Kondisi albumen Adanya blood spot

e.

No grade Kebersihan Kotor menempel , benda asing noda > bagian telur Kebersihan yolk Bila ada blood spot yang di sebabkan perkembangan embrio

III ALAT BAHAN DAN PROSEDUR KERJA

3.1.

Alat-alat

Kaca Baki plastic Pisau Ember Hydrometer Egg yolk colour fan Official air cell gauge Jangka sorong Kantong plastic

3.2.

Bahan Telur ayam ras segar Garam air

3.3.

Prosedur Kerja

3.3.1. Uji Specific Gravity a. Membuat larutan : Isi ember dengan air sampai nya Masukan garam sesuai kebutuhan Ukur berat jenis dengan hydrometer sesui ukuran pada setiap ember, yaitu 1,075; 1,080; 1,085; 1,090; 1,095; 1,100. Tandai ember sesuai dengan nilai SG-nya.

b. Pengujian pada telur : Beri tanda/nomor pada setiap telur uang akan diuji. Masukan masing masing telur pada keranjang. Masukkan keranjang ke dalam larutan yang telah dibuat (dari yang terendah berurut sampai tertinggi konsentrasinya) sambil perhatikan posisi telur dalam air, tenggelam, melayangm atau mengambang. Catat nomor telur pada tabel sesuai hasil pengamatan (telur yang mengambang, pada larutan yang mana) 3.2.2. Kualitas telur a. Pengamatan kualitas telur sebelum dipecahkan Pengamatan Berat telur Prosedur 1. Timbang telur dengan timbangan dalam satuan gram. 2. Konversikan berat dalam gram kepada ons/dozen, dengan cara : =..

No. 1.

ons/dozen. BT = berat telur (gram) 2. Bentuk telur / 1. Dengan menggunakan jangka sorong, ukur panjang (P) dan lebar (L) telur, tentukan 2 digit dibelakang koma. 2. Hitung SI, dengan rumus : x 100 = ...

shape index (SI)

3.

Tekstur telur

1. Seluruh

permukaan

diraba,

kemudian

tentukan : areal kasar/pengapuran tidak merata, bintik-bintik (thin spot) dan keriput 2. Sesuaikan dengan standar penilaian 4. Keutuhan telur / Dengan menggunakan candler :

sound

1. Tempakan telur diatas lubang candler 2. Nyalakan candler 3. Amati kerabang telur, dengan cara memutar telur di atas lubang cahaya candler, apakah ada keretakan atau tidak 4. Sesuaikang dengan standar penilaian.

5.

Kebersihan telur

1. Amati seluruh permukaan telur, apakah ada noda/kotoran atau tidak 2. Sesuaikan dengan standar penilaian.

6.

Rongga telur

udara

a. Kedalaman

rongga

udara,

dengan

menggunakan candler : 1. Tempatkan bagian runcing telur diatas lubang candler 2. Nyalakan candler 3. Pada bagian tumpul akan terlihat ruang rongga udara 4. Ukura dengan menggunakan official air cell gauge, dengan cara menempelkan alat tersebut pada bagian yang ada rongga udaranya tadi. 5. Sesuaikan dengan standar penilaian 6. Catat hasil pengamatan pada tabel b. Pergeseran rongga udara Pada saat ditelurkan rongga udara berada dipusat ujung tumpul, amati : 1. Apabila ada pergeseran, ukur berada cm pergeseran tersebut dengan cara mengukur pergeseran antara titk pusat lingkaran rongga udara. 2. Amati pula apakah rongga udara masih

utuh atau sudah pecah 3. Sesuaikan dengan standar penilaian 4. Catat hasil pengamatan pada tabel 7. Bayangan yolk Dengan menggunakan candler : 1. Tempakan telur diatas lubang candler 2. Nyalakan candler 3. Amati apakah yol kelihatan atau tidak 4. Sesuaikan dengan standar penilaian 5. Catat hasil pengamatan pada tabel

b. Pengamatan kualitas telur setelah dipecahkan

No. 8.

Pengamatan Haugh unit (HU)

Prosedur 1. Pecakan telur diatas permukaan yang rata. 2. Gunakan jangka sorong untuk mengukur tinggi putih telur dengan cara menusukan alat tersebut ke bagian putih telur dekat yolk, tetapi tidak dekat kalaza. 3. Prosedur No. 2 dilakukan 2 kali, sehingga mendapat 2 tinggi putih telur, kemudian dirata ratakan 4. Baca skala yang ditunjukan alat (mm) dan tulis pada tabel. Untuk menghitung nilai HU-nya gunakan rumus : HU = 100 Log(H + 7,57 1,7 W 0,37 ), H adalah tinggi putih telur (mm) dan W adalah berat telur (gram)

9.

Kondisi albumen

1. Setelah pengamatan 8 dilakukan, diamati

kondisi albumen apakah ada noda/kotoran atau tidak. 2. Sesuaikan dengan standar penilaian 3. Catat hasil pengamatan pada tabel 10. Kebersihan, bentuk dan besar yolk 1. Pisahkan bagian kuning telur dari albumen 2. Amati bentuknya apa ada perubahan atau tidak 3. Amati pula apakah ada noda/kotoran atau tidak 4. Sesuaikan dengan standar penilaian 5. Catat hasil pengamatan pada tabel

c. Pengamatan tambahan

No. 1.

Pengamatan Tebal kerabang

prosedur Ambil sebagian kerabang dari ujung tumpul, ujung rucing dan bagian tengah telur kemudian ukur dengan menggunakan millimeter skrup

2.

Bobot

bagian

1. Timbang kerabang 2. Timbang kuning telur (yolk) 3. Untuk mengetahui bobot putih telur

bagian telur

(albumen),dengan cara mengurangi bobot telur oleh bobot kerabang dan yolk. 4. Ketiga hasil perhitungan diatas

dipersentasekan terhadapbobot telur. 3. Index yolk (IY) 1. Bersamaan dengan pengamatan no 10 pada kualitas telur diukur diameter yolk (w) dan tinggi (h) dengan jangka sorong. 2. Hitung nilai indexnya dengan rumus :

4.

Index albumen (IA)

1. Bersamaan dengan pengamatan no 8 pada kualitas telur, ukur rataan lebar putih telur (Av) dan tinggi (h) dengan jangka sorong 2. Hitung nilai indexnya dengan rumus :

IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1.

Hasil Pengamatan

4.1.1. Kualitas Telur Sebelum di Pecahkan

Kualitas Telur a. Berat b. Bentuk c. Tekstur d. Kebersihan e. Rongga Udara f. Bayangan Yolk g. Spesific

Telur 1 66 gr Tidak retak AA A AA Tidak terlihat -

Telur 2 58 gr Tidak Retak B B AA Terlihat

Telur 3 61gr Tidak retak C C AA Tidak Terlihat -

Telur 4 55 gr Tidak retak A A AA Terlihat

Telur 5 71 r Tidak retak A A AA Tidak Terlihat 1,090

Grafity

1,090

1,090

4.1.2. Hasil Pengamatan Kualitas Telur Setelah diPecahkan Kualitas a. Albumen Lebar Tinggi 9,05 0,3 9,1 0,11 9,86 0,31 8,54 0,22 9,09 0,3 Telur 1 Telur 2 Telur 3 Telur 4 Telur 5

b. Yolk Diameter Tinggi 4,15 1,7 AA AA 0,43 3,93 0,64 AA AA 0,64 3,71 1,86 A A 0,42 3,72 1,72 A A 0,30 4,06 1,00 B B 0,41

c. Kondisi Albumen d. Kebersihan e. Tebal Kerabang f. Bobot Kerabang Kuning Telur

6,9 11,1

8 16

8 20

6 15

7,8 17,9

4.2. 4.2.1

Pembahasan Hasil Pembahasan Kualitas Telur Sebelum di Pecahkan

a. Berat telur Telur 1 termasuk kedalam kategori telur extra large karena berat telur mencapai 66 gr Telut 2 termasuk kategori telur extra large karena berat telur mencapai 58 gr Telur 3 termasuk kategori telur extra large karena berat telur 3 ialah 61 gr Telur 4 termasuk kategori telur besar karena berat telur ialah 55gr Pada telur 5 , telur ini di kategorikan sebagai telur jumbo di karenakan berat telur ini mencapai 71 gr

b. Bentuk telur Keadaan bentuk telur pada telur 1,2, 3 ,4 dan 5 semuanya terlihat tidak retak c. Tekstur telur

Telur 1 mempunyai bnetuk yang normal , tekstur dan kekuatan baik, bebas permukaan kasar bintik, dan keriput. Sehingga telur ini

dikategorikan dengan grade AA Telur 2 mempunyai bentuk yang abnormal , tekstur dan kekuatan menyimpang, areal kasar, bintik dan keriput jelas sehingga telur ini di kategorikan dengan grade B Telur 3 memiliki bentuk abnormal, tekstur dan kekuatan menyimpang, areal kasar, bintik dan keriput jelas , telur ini di kategorikan sebagai grade C Telur 4 dan 5 memiliki bentuk normal, tekstur dan kekuatan baik, sedikit areal kasar dan sedikit keriput, telur ini di kategorikan sebagai grade A

d. Kebersihan Telur 1 kondisi kebersihannya yaitu bersih , mempunyai noda yang sangat ringan dan berminyak , telur ini di kategorikan dengan grade A Telur 2 kondisi kebersihannya yaitu agak bersih , bebas dari kotoran yang menempel, mempunyai noda yang berkumpul, <1/32, noda tersebar <1/16 bagian telur. Sehingga telur ini dikategorikan dengan grade B Telur 3 cukup bersih, noda ringan kurang dari bagian telur, bebas dari kotoran yang menempel , telur ini di kategorikan dalam grade C Telur 4 dan 5 Bersih, boleh ada noda yang sangat ringan dan sedikit berminyak, telur ini dikategorikan sebagai grade A

e. Rongga udara Telur 1,2, 3, 4 dan 5 Kedalaman 1/8 inchi (0,31 cm), Pergerakan < 2/8 inchi (0,63 cm) maka telur ini di kategorikan grade AA

f.

Bayangan yolk

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas telur ayam yaitu ada atau tidak adanya bayangan yolk. Telur yang tidak terlihat bayangan yolknya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan telur yang terlihat bayangan kuning telurnya ( yolk) . Bayangan yolk yang terlihat menandakan sudah terikatlagi oleh kalaaza dan posisi yolk sudah tidak berada ditengah tengah lagi. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa keseluruhan telur yang diamati masih memiliki kualitas yang bagus dikarenakan bayangan yolknya tidak terlihat tetapi tidak halnya dengna tekur 2 dan 4 terlihat bayangan yolk nya . g. Spesific Grafity

4.1.2

Hasil Pembahasan Kualitas Telur Setelah diPecahkan 1. Indeks Albumin (IA) Rumus : IA = h / Av = Tinggi albumin / Lebar putih telur IA telur 1 (IA1) h = 0,3 Av = 9,05 Jadi : IA1 = h/ Av = 0,3 / 9,05 = 0,003 IA telur 1 (IA2) h = 0,11 Av = 9,10 Jadi : IA2 = h/ Av = 0,11 / 9,10 = 0.012 IA telur 3 (IA3) h = 0,31 Av = 9,86 Jadi : IA3 = h / Av = 0,31 / 9,86 = 0,031

IA telur 4 (IA4) h = 0,22 Av = 8,54 Jadi : IA4 = h / Av = 0,22 / 8,54 = 0,025

IA telur 5 (IA5) h = 0,3 Av = 9,09 Jadi : IA5 = h / Av = 0,3 / 9,09 = 0,033

2. Indeks Yolk (IY) Rumus : IY = h / W = Tinggi Yolk / Lebar Yolk IY telur 1 ( IY1) h = 1,7 cm W = 4.15 cm Jadi ; IY1 = h / W = 1,7 / 4,15 = 0, 41 cm IY telur 2 ( IY2) h = 0,64 cm W = 3,93 cm Jadi ; IY2 = h / W = 0,64/ 3,93 = 0,16 cm IY telur 3 ( IY3) h = 1,86 cm W = 3,71 cm Jadi ; IY3 = h / W = 1,86 / 3,71 = 0,50 cm IY telur 4 ( IY4) h = 1,72 cm

W = 3,72 cm Jadi ; IY4 = h / W = 1,72 / 3,72 = 0,46 cm IY telur 5 ( IY5) h = 1,00 cm W = 4,06 cm Jadi ; IY4 = h / W = 1,00 / 4,06 = 0,25 cm 3. Kondisi albumen Telur 1 dan 2 kondisi albumenya sangat bersih dan tidak ada bercak noda sama sekali sehingga telur ini dikategorikan dengn grade AA. Sedangkan pada telur 3 dan 4 grade kondisi albumin ialah A karena bersih dan terdapat beberapa noda kecil yang masih terlihat. Namun pada telur ke 5 grade B karena kondisi albuminnya ada noda tapi tidal serius. 4. Kebersihan yolk Yolk pada telur 1 dan 2 mempunyai tingkat kebersihan yang sempurna karena tidak mempunyai noda ringan sama sekali sehingga mempunyai grade AA. Pada telur 3 dan 4 diberi grade (A) karena yolk pada telur tersebut terlihat bersih namun ada sidikit noda yang terlihat. Namun pada telur ke 5 di beri grade B karena kebersihan yolk nya terlihat ada noda namun tidak serius 5. Tebal kerabang Pada telur 1 tebal kerabang didapatkan 0,43 mm Pada telur 2 tebal kerabang didapatkan 0,64 mm Pada telur 3 tebal kerabang didapatkan 0,42 mm Pada telur 4 tebal kerabang didapatkan 0,30 mm Pada telur 5 tebal kerabang didapatkan 0,41 mm

Tebal kerabang juga mempengaruhi kualitas pada telur karena semakin tebal kerabang yang dimiliki oleh telur itu maka semakin kecilnya kemungkinan telur tesebut terjangkit penyakit. Jadi telur 2 mempunyai

ketebalan kerabang yang memungkinkan bakteri atau virus lainnya tidak akan masuk kedalam telur berbeda dengan telur 4 yang hanya mempunyai ketebalan 0,41 mm.

6. Bobot putih telur Telur 1 Bobot yolk = 11,1 gr Bobot kerabang = 6,9 gr

Telur 2 Bobot yolk = 16 gr Bobot kerabang = 8 gr

Telur 3 Bobot yolk = 20 gr Bobot Kerabang = 8 gr

Telur 4 Bobot yolk = 15 gr Bobot Kerabang = 6 gr

Telur 5 Bobot yolk = 17,9 gr Bobot Kerabang = 7,8 gr

7. Berat Telur Oz/ dozen Telur 1 Berat telur 66 gr

Telur 2

Berat Telur = 58 gr

Telur 3 Berat Telur = 61 gr

Telur 4 Berat Telur = 55 gr

Telur 5 Berat telur = 71 gr