Anda di halaman 1dari 7

Cek Respon Kami

Persyaratan
Sp [Spesialis] A. Program Spesialis, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Persyaratan Umum PPDS, meliputi: 1. Warga Negara Indonesia lulusan Fakultas Kedokteran yang telah terakreditasi. 2. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia yang masih berlaku 3. Telah menyelesaikan program internsip bagi dokter yang baru lulus dari Program Studi Pendidikan Dokter Berbasis Kompetensi yang diwajibkan menjalani program internsip sesuai dengan Permenkes R.I. No.299/MENKES/PER/II/2010, yang dibuktikan dengan Surat Tanda Selesai Internsip yang dikeluarkan oleh Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) 4. Dokter Warga Negara Asing yang mendapat persetujuan Dirjen Dikti dan memenuhi ketentuan Konsil Kedokteran Indonesia 5. Fotokopi Bukti Pembelian PIN (Personal Identification Number) dari Bank yang ditunjuk 6. Hasil pencetakan isian biodata online yang sudah ditempel pas foto berwarna ukuran 34, tanda tangan di atas materai dan cap jempol tangan kiri 7. Mengisi formulir pendaftaran Program Pendidikan Dokter Spesialis-I Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dengan diketik atau ditulis tangan sendiri (dengan huruf balok) yang terdiri atas 3 (tiga) set berwarna putih, kuning, dan hijau masingmasing 6 (enam) halaman, dapat diambil di Sekretariat PPDS-I FK Unpad Jl.Eijkman No.38 Bandung atau dapat di download klik disini 8. Surat Permohonan untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis-I Fakultas Kedokteran yang diketik atau ditulis tangan sendiri (dengan huruf balok) ditujukan kepada Rektor Unpad melalui Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, tembusan kepada Koordinator PPDS-I Fakultas Kedokteran Unpad 9. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) 10. Fotokopi ijazah Sarjana Kedokteran yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas 11. Fotokopi ijazah Profesi yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas 12. Fotokopi transkrip akademik Sarjana Kedokteran yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas 13. Fotokopi transkrip akademik Profesi yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas 14. Surat rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat yang menyatakan tidak pernah melakukan malpraktek atau melakukan pelanggaran kode etik kedokteran 15. Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah termasuk pemeriksaan buta warna (tidak buta warna)

16. Surat Keterangan Bebas Penggunaan NAPZA (Narkotik, Psikotropik, dan Zat Adiktid lain), dari Rumah Sakit Pemerintah 17. Surat Kelakukan Baik (SKCK) dari Kepolisian setingkat Polresta, bagi calon pelamar yang berasal dari instansi TNI dan POLRI Surat Kelakukan Baik (SKCK) dikeluarkan dari kesatuan masing-masing yang telah dilegalisasi 18. Bagi yang telah melaksanakan PTT wajib melampirkan fotokopi SK Pengangkatan dan Penempatan PTT, serta Surat Keterangan Selesai Masa Bakti dari Kementerian Kesehatan 19. Bagi Pegawai Negeri wajib melampirkan fotokopi SK CPNS (80%) dan PNS (100%) 20. Bagi yang telah bekerja wajib melampirkan surat ijin mengikuti pendidikan dari instansi masing-masing 21. Bagi pelamar yang berasal dari TNI dan POLRI wajib melampirkan fotokopi Sprin Pertama dan Sprin Terakhir 22. Bagi pelamar yang dikirim oleh instansi pemerintah atau swasta, harus melampirkan surat pernyataan jaminan pembiayaan dari instansi yang mengirim 23. Bagi yang pernah mengikuti seleksi PPDS Fakultas Kedokteran dimanapun tetapi tidak diterima wajib melampirkan fotokopi surat penolakan dari Fakultas Kedokteran Penyelenggaran PPDS yang pernah diikuti 24. Tidak sedang menempuh seleksi PPDS-I di universitas lain pada periode yang sama. 25. Sebelum mendaftar disarankan untuk menghadap ke program studi terlebih dulu, kecuali untuk Program Studi Ilmu Penyakit Dalam, Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler serta Patologi Klinik.

Persyaratan Khusus PPDS Program Studi, meliputi: 1. Ilmu Bedah Anak : IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75. Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 2. Urologi : IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75. Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 3. Ilmu Kesehatan Anak : IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.

Wajib mengikuti kursus resusitasi neonatus dan merupakan nilai tambah bila telah mengikuti APRC. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 4. Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler : IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75. Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ACLS dan EKG. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Kardio minimal selama 12 (dua belas) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler di rumah sakit dimana pelamar bekerja. 5. Ilmu Penyakit Dalam : IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75. Merupakan nilai tambah apabila memiliki sertifikat telah mengikuti ACLS dan COMET. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 6. Obstetri dan Ginekologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C. 7. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 8. Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 40 tahun pada saat memulai pendidikan. 9. Patologi Klinik :

IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 10. Ilmu Bedah : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV. Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 11. Ilmu Bedah Saraf : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. 12. Orthopaedi dan Traumatologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75 untuk peserta reguler dan 2,60 untuk peserta tugas belajar (tubel) dari Kementerian Kesehatan (PPDS-BK). Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. Dilakukan pemeriksaan kesehatan khusus oleh Program Studi yang antara lain mencakup fungsi ginjal, profil lipid-kolesterol, penyakit menular tertentu (hepatitis A, B, dan C, serta pemeriksaan infeksi HIV). Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Orthopaedi dan Traumatologi minimal selama 6 (enam) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di rumah sakit dimana pelamar bekerja. 13. Neurologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75 untuk peserta reguler dan 2,50 untuk peserta tugas belajar (tubel) dari Kementerian Kesehatan (PPDS-BK). Sertifikat telah mengikuti CME Neurologi merupakan nilai tambah untuk peminat yang akan masuk ke Program Studi Neurologi.

Usia maksimal pada saat memulai pendidikan (bila diterima) 35 tahun bagi peserta regular dan sebelum 40 tahun bagi peserta tugas belajar (tubel) dari Kementerian Kesehatan (PPDS-BK). Diwajibkan memiliki pengalaman 1 (satu) tahun bekerja di Institusi Kesehatan sebagai tenaga fungsional dokter umum yang dibuktikan dengan surat keterangan. 14. Anestesiologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75 untuk peserta reguler dan 2,50 untuk peserta tugas belajar (tubel) dari Kementerian Kesehatan (PPDS-BK). Bagi peserta reguler dengan IPK Gabungan kurang dari 2,75 dapat mengikuti seleksi setelah mendapatkan rekomendasi dari Kepala Bagian Anestesiologi. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 15. Ilmu Kesehatan THT-KL : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75 untuk peserta reguler dan 2,50 untuk peserta tugas belajar (tubel) dari Kementerian Kesehatan (PPDS-BK). Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 16. Radiologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 17. Patologi Anatomi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50. Usia Maksimal : 40 tahun pada saat memulai pendidikan. 18. Ilmu Kedokteran Nuklir : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50. Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ECG. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan.

19. Ilmu Kesehatan Mata : Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV. Calon pelamar harus memiliki tajam penglihatan terbaik dengan koreksi minimal 0.8 (binocular), memiliki kemampuan penglihatan stereoskopis yang baik dan tidak menderita buta warna yang pemeriksaannya dilakukan oleh Program Studi Ilmu Kesehatan Mata. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 20. Ilmu Kedokteran Forensik : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 21. Ilmu Kedokteran Jiwa: IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50. Usia Maksimal : 40 tahun pada saat memulai pendidikan. Kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL minimal 450).

Telah mengikuti program PTT dengan baik merupakan nilai tambah untuk semua program studi. Menunjukkan minat pada program studi yang dituju, yang dibuktikan dengan mengikuti kongres/seminar/pertemuan ilmiah/kursus dan penelitian dalam bidang keilmuan terkait, merupakan nilai tambah untuk semua program studi. Memperoleh penghargaan pemerintah seperti dokter teladan atau pernah bertugas dengan baik di daerah bencana alam, merupakan nilai tambah bagi semua program studi.

B. Program Spesialis, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Persyaratan Khusus PPDGS, meliputi: 1. Fotokopi Bukti Pembelian PIN dari Bank. 2. Hasil pencetakan isian biodata di kertas ukuran A4 yang sudah ditempel pas photo berwarna 34, tanda tangan dan cap jempol kiri. 3. Surat Permohonan untuk mengikuti Pendidikan Dokter Gigi Spesialis yang diketik atau ditulis tangan sendiri (dengan huruf balok), surat permohonan ditujukan kepada Rektor melalui Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, tembusan ke

Koordinator PPDGS Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran sebanyak 2 lembar Formulir lamaran dapat di download di website. 4. Fotokopi ijazah dan transkrip Sarjana Kedokteraan Gigi dan Profesi yang telah dilegalisir 5. Fotokopi Akter Kelahiran. 6. Surat Persetujuan Atasan bagi mereka yang masih bekerja pada perguruan tinggi, instansi pemerintahan atau swasta. 7. Surat pernyataan dari instansi yang memberi beasiswa 8. Surat persetujuan dari keluarga 9. Surat Keterangan Kesehatan dari dokter yang mempunyai SIP. Tidak memiliki keterbatasan fisik dan mental untuk melakukan tugas-tugas profesi, termasuk tidak buta warna 10. Surat Keterangan Kelakuan Baik dari kepolisian 11. Fotokopi Surat Tanda Registrasi (STR) 12. Fotokopi Surat Keterangan Selesai Masa Bakti Bagi yang sudah menyelesaikannya 13. Surat Rekomendasi Akademik dari 2 (dua) orang staf pengajar dapat diunduh di website smup.unpad.ac.id 14. Khusus untuk program studi Bedah Mulut dan Ortodonktik batas usia pada saat mendaftar maksimal 35 tahun 15. IPK Program Pendidikan Dokter Gigi minimal 2,75

Dibuat dan dikembangkan oleh DCISTEM SMUP 2012 Hak cipta dilindungi undang-undang