Anda di halaman 1dari 31

RANGKUMAN SOAL DAN PEMBAHASAN CATATAN ANAG KEDOKTERAN BERIMAN

Blok 2.3
Bisa diambil di Ibsin

Cangkeman

Rasah

Free,
Silahkan infaq seikhlasnya

1
rasahcangkeman.wordpress.com
follow me! @rasah_cangkeman

Infancy & Childhood


CP: 081 704 00 316
add me! rasahcangkeman@rocketmail.com

RC blok 2.3 (Infancy and Childhood) Pendidikan Dokter 2010 Bismillahirrahmanirrahim...


Bila anak hidup dengan permusuhan, Ia belajar untuk melawan. Bila anak hidup dengan ejekan, Ia belajar menjadi pemalu. Bila anak hidup dengan kejujuran, Ia belajar kebenaran. Bila anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan, Ia belajar menemukan rasa kasih sayang di dunia. (Terjemahan dari Dorothy Law Nolte, 1982)

1. a. < 0,6 g c. < 60 g e. < 80 g b. < 6 g d. <600 g Jika melebihi 6 g/hari, bisa disebut sebagai steatorrhea. Steatorrhea adalah adanya lemak yang banyak pada feses. Feses dapat mengapung di air akibat lipid yang berlebihan, memiliki penampakan yang berminyak dan biasanya bau yang khas. Biasanya steatorrhea ini disebabkan operasi reseksi (eksisi atau pemotongan bagian suatu organ) organ yang terlibat dalam pencernaan dan absorpsi lipid. Peningkatan ekskresi lipid dapat diukut dengan menentukan level lipid feses. Steatorrhea dapat mengakibatkan turunnya berat bedan secara kronis. Karena hal tersebut, tubuh membutuhkan peningkatan asupan kalori terutama dalam bentuk protein dan karbohidrat kompleks. Adanya lemak dalam feses bisa diketahui dengan metode reagen sudan III. Jika pada preparat ditemukan globul orange, maka kemungkinan besar terjadi maldigesti lemak. Sedangkan jika tidak ada globul orange, namun terlihat globul orange saat ditambahi asam asetat dan dipanaskan, maka kemungkinan terjadi malabsorbsi lemak. 2. Pada penghitungan jumlah leukosit 4 kotak besar ukuran 1mm2 didapat 60 sel. Maka total a. 1,5 x 103 sel/mmk b. 1,5 x 109 sel/mmk Leucocyte count/L = c. 3 x 103 sel/mmk d. 3 x 103 /L e. 6 x 103 sel/L = =

= 3 x 109 cells / dm3 = 3 x 103 cells / mmk 3. Bila anak gagal melakukan tes pada item pada kolom putih (25%-75%), interpretasinya a. Normal c. Delayed e. no-opportunity b. Caution d. Suspect Interpretasi hasil individual item Denver II Test: 1. Advanced : jika anak berhasil melakukan item yang ada di kanan age-line (berarti perkembangan anak termasuk cepat karena tidak banyak anak yang bisa melakukan item tersebut) 2. Normal : jika anak berhasil melakukan item pada kolom 25-75% 3. Caution : jika anak tidak dapat melakukan item pada kolom 70-90% 4. Delayed : jika anak tidak bisa melakukan item yang ada di sebelah kiri age-line 5. No opportunity : jika orang tuanya menyatakan bahwa si anak tidak bisa melakukan item yang ada di age-line maupun yang di kiri age-line.

Interpretasi hasil keseluruhan Denver II Test: 1. Normal : tidak ada delay dan maksimal ada 1 caution. 2. Suspect : ada 2 atau lebih caution dan atau 1/lebih delay. 3. Untestable : ada refusal score 1 atau lebih pada item di sebelah kiri age-line atau item yang terpotong age-line di area 75-90% 4. a. Suara jantung III biasa ditemukan pada anak normal b. Suara jantung II dihasilkan oleh penutupan katup semilunar c. Suara jantung III berhubungan dengan pengisian cepat ventrikel d. Suara jantung I akan menjadi pelan saat cardiac output meningkat e. Suara jantung IV berhubungan dengan obstruksi pada ejeksi ventricular - suara jantung I : dihasilkan oleh penutupan katup mitral dan tricuspid. Terdengar paling jelas di apex atau Lower Left Sternal Border (LLSB) - suara jantung II : terdengar di Upper Left Sternal Border (ULSB), dihasilkan oleh penutupan katup semilunar. Pada anak-anak, S2 nya terdengar split tidak kontinyu, saat inspirasi akan terdengar bunyi yang split/tidak tunggal. Sedangkan saat ekspirasi suara jantung akan terdengar tunggal karena kedua katup semilunar menutup bersamaan. Mengapa demikian? Saat inspirasi, tekanan intrathorax akan menurun(supaya udara bisa masuk) sehingga pengisian sisi kanan jantung akan meningkat. Karena isinya meningkat, otomatis ventrikel kanan butuh waktu lebih untuk ejeksi. Hal ini menyebabkan penundaan penutupan katup pulmonal. - suara jantung III : dikarenakan pengisian cepat ventrikel. Merupakan suara dengan frekuensi rendah di awal diastole dan paling terdengar di apex atau LLSB, dan untuk mendengarkannya menggunakan Bell. jika suaranya terdengar keras maka dugaannya ada dilatasi ventrikel dan pengurangan pemenuhan (compliance). - suara jantung IV : merupakan tanda patologis pada gagal jantung kongestif atau pengurangan compliance ventrikel. Terjadi bersamaan dengan kontraksi atrium, dapat terdengar tepat sebelum suara jantung I pada akhir diastole. 5. a. Bronchitis c. Pneumonia e. Emphysematous lung b. Atelektasis d. Konsolidasi Saat auskultasi paru-paru pada pemeriksaan fisik anak, bisa didapatkan suara normal: - vesikuler : merupakan suara normal paru, terdengar halus. Meningkat= konsolidasi paru. Menurun= efusi pleura, atelektasis. - bronchial : terdengar di daerah bronkus, suaranya lebih keras daripada vesikuler. - bronkovesikuler : fase inspirasi penuh dengan penurunan dan pelembutan fase inspirasi. Terdengar di daerah hilar. Sedangkan suara abnormal paru: - stridor : suara monofonik bernada rendah saat inspirasi dan terdengar paling keras di bagian leher dan sternum. Bisa didegar tanpa menggunakan stetoskop, biasanya menandakan adanya obstruksi saluran napas atas. Terjadi turbulensi udara. - crackles napas terobstruksi tiba-tiba setimbang sehingga menyebabkan vibrasi transien, berbeda pada dinding jalan napas. Dikarenakan akumulasi cairan atau sekresi atau eksudat pada jaringan pulmonary. Terdengar saat inspirasi.

- wheezing : (mengi) disebabkan kerena kolapsnya lumen jalan napas. Secara perlahan membuka selama inspirasi dan secara pelahan menutup selama ekspirasi. Saat lumen menyempit, kecepatan aliran udara meningkat sehingga terjadi vibrasi pada jalan napas. 6. Jika anak umur 3 tahun dengan perut terdistensi, teraba masa tumor, tidak ada gangguan defekasi, pemeriksaan bimanual tidak palpable, maka diagnosis yang paling mungkin adalah a. tumor limfangioma c. tumor retroperitoneal e. non Hodkins limfoma b. tumor hemangioma d. tumor intraperitoneal Untuk membedakan tumor retro/intra peritoneal: pemeriksaan bimanual (palpasi dengan menggunakankedua tangan menekan bagian atas dan bawah), untuk mencari tanda BALLOTEMENT Ballotement (+) = tumor retroperitoneal Ballotement (-) = tumor intra peritoneal 7. Bayi laki-laki umur 3 minggu dibawa ke UGD karena muntah menyemprot. Elektrolit darah K + 2,5 mmol, Na+ 135 mmol, Cl- 85 mmol, HCO3- 18 mmol, dan dehidrasi. Diagnosisnya adalah a. hipertrofi defisiensi adrenal c. stenosis pylorus e. aerofagia b. reflux gastro-esofageal d. akhlaksia Hipertrofi defisiensi adrenal ditandai dengan menurunnya kadar hormon2 yg dihasilkan oleh korteks adrenal seperti aldosteron, kortisol, dehidroepiandrosteron (DHEA), dll. Reflux gastroesofageal ditandai dari chest pain, heart burn, kadang muntah. Stenosis pylorus ditandai muntah menyemprot, tidak mau makan. dilihat dari keterangan, kasus di atas menunjukkan gejala stenosis pylorus yg parah yaitu muntah menyemprot (projectile vomiting), penurunan kadar elektrolit dan dehidrasi. 8. Obat yang tidak mempengaruhi sekresi asam lambung sehingga dapat menjadi terapi ulkus gaster, yaitu a. aluminium hydroxide c. sucralfate e. lactitol b. magnesium trisilate d. lactulose dari obat di atas yg tidak mempengaruhi produksi asam adalah sucralfate karena hanya bertindak sebagai cover/pelindung ulkus gaster dari paparan asam. Sedangkan alumunium hidroksida dan magnesium trisilate mempengaruhi produksi asam. Lactulose digunakan sebagai terapi konstipasi kronis. 9. Anak 2 tahun mengalami konstipasi kronik. Foto polos abdomen menunjukkan timbunan feses pada colon. Tindakan yang paling tepat dilakukan adalah a. double contrast barium enema d. dilatasi anal b. foto polos abdomen ulang e. laksatif c. biopy rectal konstipasi kronik dan timbunan feses pada kolon mengindikasikan obstruksi pada lower GIT, sehingga untuk menegakkan diagnosisnya digunakan kontras yang dapat mendeteksi kelainan pada lower GIT yaitu double contrast barium enema 10. Antibodi yang mempunyai fungsi utama imun ekslusi adalah a. IgA c. IgE e. IgM b. IgD d. IgG imun eksklusi adalah pencegahan antigen masuk ke dalam tubuh melalui respon imun spesifik yg merupakan fungsi dari IgA. igD digunakan sebagai pengatur autoantibody sel B. igE digunakan sebagai respon alergi dan pertahanan terhadap parasit igM merupakan antibody pertama dalam respon imun primer

11. Supaya tidak terjadi anergy sel T via CD 28, maka perlu molekul kostimulatori berikut a. CD 5 c. CD 19 e. CD 80 b. CD 14 d. CD 56 yg berhubungan dengan CD 28 adalah CD 80, karena CD 28 merupakan reseptor dari CD 80 dan CD 86

12. Pola pernafasan yang mempunyai karakteristik pernafasan yang dalam dan sering adalah a. cheyne stokes c. tachypnea e. biot b. periodic apnea d. kussmaul - Nafas Biot :pola nafas yang ireguler, denganperiode takipneu dan apneu, dapat terjadi pada meningitis, ensefalitis, atau tumor otak. - Nafas Cheyne-Stokes : tipe pernafasan dengan amplitudo pernafasan kecil kemudian makin bertambah hingga maksimal, kemudian apneu, terdapat pada keadaan koma. - Tachypnea : kecepatan nafas yg berlebihan - Apnea : berhenti nafas - Kussmaul : adalah pola pernapasan yang sangat dalam dengan frekuensi yang normal atau semakin kecil 13. Pemeriksaan manakah yang harus dilakukan pada Paediatric Coma Scale (PCS)? a. respon kulit c. respon motorik e. pembukaan mulut b. respon sensori d. respon non verbal Pediatric Coma Scale adalah setara dengan Glasgow Coma Scale digunakan padaanak-anak. Terdiri dari tiga tes: respon membuka mata, respon verbal dan responmotorik. Ketiganya di nilai secara terpisah serta jumlah mereka dipertimbangkan.PCS serendah mungkin (jumlahnya) adalah 3 (koma atau kematian) sedangkantertinggi adalah 15 (sepenuhnya terjaga dan sadar orang). Interpretasi: terburuk terbaik untuk pemulihan. -5 berpotensi orang dewasa karena mengurangi terbaik verbal dan respon motorik.

14. Tahap pertumbuhan yang paling tajam mengalami deselerasi, terjadi pada a. Prenatal c. Umur 2 5 tahun e. Remaja b. Umur 0 2 tahun d. Umur 5 10 tahun Pada grafik, tampak deselerasi(penurunan) pertumbuhan terjadi pada usia 0-2tahun.. kemudian mengalami akselerasi(penaikan) pada masa pubertas atau pada usia 11-14tahun, kemudian deselerasi lagi. 15. Penanganan ambliopia karena strabismus yang paling efektif adalah .. a. Oklusi mata sehat c. Pemberian kacamata prisma e. Pemberian tetes sulfat atropis b. Oklusi mata sakit d. Pemberian kacamata berlebih terapi oklusi yaitu menutup mata yang sehat untuk memberikan stimulasi pada mata yang ambliopia. Pada penderita yang tidak mempunyai fusi binokular, dilakukan oklusi yang agresif sepanjang hari tetapi hal ini sering menimbulkan reverse ambliopia terutama pada mata yang sehat masih tetap menjadi acuan untuk memperbaiki defisit visus pada ambliopia. ada suatu aturan/standar mengatakan full-time patching diberi selama 1 minggu untuk setiap tahun usia, misalnya penderita amblyopia pada mata kanan berusia 3 tahun harus memakai full-time patch selama 3 minggu, lalu dievaluasi kembali. Salah satu alternatifnya dipakai Annisa's Fun Patches karena tidak menggunakan perekat. 16. Tanpa persetujuan siapapun, tindakan medis bisa dilakukan pada seorang remaja di bawah 18 tahun apabila : a. Tidak ada orang tua dan keadaan darurat b. Tidak ada badan pemberi persetujuan pada anak dan keadaan darurat c. Tidak ada orang tua dan keadaan darurat, tetapi beresiko. d. Tidak ada badan pemberi persetujuan pada anak, dan keadaan tidak darurat, namun beresiko e. Pengadilan memutuskan tindakan boleh dilakukan PERTAMA terdapat pada PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 290/MENKES/PER/III/2008 1. Persetujuan tindakan kedokteran adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. 2. Keluarga terdekat adalah suami atau istri, ayah atau ibu kandung, anak-anak kandung, saudara-saudara kandung atau pengampunya. kemudin ada semacam revisi yaitu pada PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN. BAB II PERSETUJUAN DAN PENJELASAN pasal 4 (1) Dalam keadaan gawat darurat, untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran. lebih lengkapnya silahkan membuka :) http://dinkes-sulsel.go.id/

17. Pada saat dilakukan uji tusuk kulit tiba-tiba anak mengalami pandangan kabur dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik akral dingin, lembab, tekanan darah systole 75 mmHg, tindakan pertama yang harus kita lakukan adalah a. Pemberian oksigen c. Injeksi antihistamin e. Injeksi steroid b. Pemasangan IV line d. Injeksi adrenalin tes uji tusuk kulit digunakan untuk mengetes alergi pasien.. Alergi bisa menyebabkan syok anafilaksis. Pada kasus di atas, di lihat dari tanda, pasien tersebut menyalami syok analfilaksis. Udah ada hipotensi.. maka terapinya di kasih Injeksi adrenalin, kl gagal adrenalin, kl gagal adrenalin, kl gagal lg di kasih kortikosteroid. 18. Anak yang telah mampu memegang sendiri gelas dan minum dari tempat itu tanpa tumpah, termasuk perkembangan apa? a. sosial dan kemandirian c. motorik kasar e. bahasa b. keterampilan khusus d. motorik halus Anak yang telah mampu memegang sendiri gelas dan minum dari tempat itu tanpa tumpah, termasuk perkembangan sosial kemandirian meminum dengan cangkir. Maksimal usia 18 bulan harus sudah bisa. Jika >18 bulan tidak bisa melakukan itu maka dikatakan delayed. Jika usia 15-18 gagal melakukan itu dikatakan caution karena terletak di area persentil 75-90%. - Sosial dan kemandirian : kemampuan bergaul dengan orang dan memahami kebutuhan pribadi Contoh : tersenyum spontan, makan sendiri, tepuk tangan, menyatakan keinginan, minum dengan cangkir, menggunakan sendok/garpu, memakai baju tanpa bantuan, menyebut nama teman, gosok gigi tanpa bantuan, menyiapkan dan mengambil makanan. - Motorik Kasar : gerakan tubuh yang menggunakan otot otot besar. Contoh : mengangkat kepala, melompat, berdiri dengan 1 kaki - Motorik Halus : koordinasi mata dan tangan, dalam memanipulasi atau benda-benda kecil atau pemecahan masalah. Contoh : memegang kericingan, memindahkan kubus, mencari benang, mengambil manikmanik, mencoret-coret, mencontoh gambar persegi - Bahasa : keterampilan untuk mendengarkan, memahami dan menggunakan bahasa Contoh : menoleh ke arah suara, mengucapkan papa/mama, menunjuk 2 gambar, menyebut 1 warna, menghitung 5 kubus dll (Sumber : buku panduan skillslab denver test II blok 2.3) 19. Apa yang perlu kita lakukan jika pada Denver II test didapatkan hasil suspect? a. melakukan intervensi dini d. memeriksa dengan alat-alat diagnostic yang lebih lengkap b. merujuk ke bagian fisio-terapi e. menanyakan riwayat penyakit keturunan berupa kelainan perkembangan c. diminta kembali 2 minggu lagi untuk test ulang interpretasi test normal : tidak ada delay dan max ada 1 item caution dilakukan screening rutin Suspect adalah ada 2 atau lebih Item caution (jika anak gagal atau menolak untuk melakukan pada item yang dilalui garis usia antara persentil 75-90) dan 1 item delayed (jika anak gagal atau menolak pada item yang terletak pada sebelah kiri garis usia) tes ulang dalam 1-2 minggu untuk menyingkirkan faktor temorer : ketakutan, kelalahan, sakit Untestable : penolakan terhadap 1 atau lebih item yang berada di sebelah kiri garis usia atau lebih dari 1 item yang yang dilalui garis usia pada area persentil 75-90% (area yang diwarnai gelap) tes ulang dalam waktu 1-2 minggu Jika setelah di tes ulang, hasilnya suspect dan untestable lagi, maka indikasi di rujuk/tidaknya harus ditentukan oleh penilaian klinis dari pengawas profesional berdasarkan : profile hasil tes

(item mana yang dinilai caution dan delay), jumlah caution dan delay, laju perkembangan sebelumnya, pertimbangan klinis (riwayat keluarga, klinis, pemeriksaan fisik), ketersediaan tempat rujukan,(Sumber : buku panduan skillslab denver test II blok 2.3) 20. Anak laki-laki 8 bulan di bawa ke rumah sakit. Berat badan 6 kg, panjang 68 cm. tabel sebagai berikut 1 SD bawah 1 SD atas Indikator Median BB/U Median PB/U Median BB/PB median median BB/U 8,8 --------1,0 1,0 PB/U ----71,0 ----2,7 2,6 BB/PB --------8,0 0,7 0,8 Maka status gizi anak tersebut adalah a. baik c. gemuk e. kurus sekali b. kurus d. gizi buruk pada grafik z score BB/U anak berada pada titik dibawah -2 underweight , pada PB/U anak berada pada titik dibawah -2 stunted, pada BB/PB berada pada titik dibawah -2 wasted BB/PB (BMIZ) PB/U BB/U SD 9.6 75.2 10.8 2 8.8 72.6 9.8 1 8 71.0 8.8 0 7.3 68.3 7.8 -1 6.6 65.6 6.8 -2 BB/U This indicator is not ideal for assessing growth and nutritional status, it can only be used for screening. (Sumber: Assessment of Growth and Nutritional Status, dr. Madarina Julia) 21. Seorang ibu mengeluh bahwa ASI nya kurang. Anaknya berusia 2 bulan dan berat badan normal. Anjuran yang paling tepat dari dokter adalah a. ditunggu selama 1 minggu, kalau masih terasa ASI kurang, ditambah susu formula b. ditunggu selama 2 minggu, bila berat badan tidak naik dengan baik ditambah air masak c. Meyakinkan bahwa ASI cukup dan ibu hanya memberi ASI saja d. ASI tetap diteruskan, anak diberi suplementasi vitamin e. Menimbang anak sebelum dan sesudah disusui Air saya kurang, ASI saya belum keluar, atau bagaimana memperbanyak ASI adalah rangkaian pertanyaan yang sering disampaikan oleh ibu, terutama saat pertama kali berkonsultasi. Ibu merasa ASI nya kurang, padahal sebenarnya cukup, hanya ibunya yang kurang yakin dapat memproduksi ASI cukup. Payudara makin sering dihisap menyebabkan ASI akan makin sering dikeluarkan dan produksi ASI makin bertambah banyak. Ada dua hal yang dapat diyakini sebagai tanda ASI kurang, yaitu : Pada bulan pertama berat badan bayi meningkat kurang dari 300 gram. (dalam 1 minggu pertama kelahiran berat badan bayi masih boleh turun sampai 10% dan dalam kurun waktu 2 minggu sudah kembali ke berat badan semula), sedangkan pada bulan kedua sampai bulan keenam kurang dari 500 gram per bulan, atau bayi belum mencapai berat lahirnya pada usia 2 minggu. Bayi mengeluarkan urine (air seni) yang pekat, baunya tajam / menyengat, dengan kekerapan kurang dari 6 kali per hari. (Sumber :IDAI.org)

Bayi perempuan lahir 34 minggu, berat lahir 1400 gram di RSIA. Terdapat katarak pada mata, dan jumlah jari tangan kirinya ada 6. Dari anamnesis diperoleh keterangan, adik dari ibu itu terlahir dengan 2 ibu jari. Pasien dirawat selama 1 minggu, lalu dirujuk ke RSUD karena mengalami kelainan jantung bawaan. 22. Bayi tersebut dimasukkan ke dalam kelompok anak dengan kebutuhan khusus. Kenapa disebut demikian? a. karena perlu operasi jantung segera d. karena perlu rehabilitasi medic segera b. karena perlu operasi katarak segera e. karena perlu asuhan keperawatan bayi baru lahir yang baik c. karena perlu layanan medic terpadu berdasar Children with special health needs - A United States perspective Children with special health care needs are those who have or are at increased risk for a chronic physical, developmental, behavioral, or emotional condition and who also require health and related services of a type or amount beyond that required by children generally Sumber : (Children with special needs) dr.S. Yudha Patria 23. Kapankah kelainan pasien tersebut terjadi? a. 4 minggu setelah konsepsi d. 4 minggu sebelum lahir b. trimester II (17-28 minggu) e. 5-16 minggu c. trimester III (28-40 minggu) Periode paling kritis pada perkembangan adalah saat masa embrio dimana terjadi masa kritis dari cell division, cell differentiation, dan morphogenesis. Pada masa ini sedang terjadi organogenesis. Dan jika terekspose teratogen akan menyebabkan abnormalitas kongenital mayor. Sedangkan jika ada ekspose teratogen pada masa fetal akan menyebabkan gangguan fungsi organ Jika terjadi pada week 1-2 akan menyebabkan aborsi spontan.

Dari tabel dibawah dapat dilihat

Eyes Heart Upper limb - Highly sensitive Periode : - Highly sensitive - Highly sensitive Periode : w.4 w.8 awal Periode : w.3- w.6 w.4-w.6 - Gangguan : - Gangguan : TA, - Gangguan : amelia dan micropthalmia, ASD,VSD meromelia cataracts, Glaucoma - Less sensitivity - Less sensitivity Periode : - Less sensitivity Periode : Periode : w. 6 akhir w.7-w.8 w. 8 akhir w. 38 w.8 - Gangguan : polydactil, syndactil (Sumber :clinical oriented embriology anatomy KLM) 24. Hasil laboratorium dari anak perempuan berumur 10 tahun: Leukosit : 30.000 sel/mL ; hemoglobin 11 g/dL, ESR 23 mm/hour, dan CRP 140 IU/mL ; Neutrofil segmen 40%, stab 18%, metamielosit 8%, mielosit 4%. Gambaran leukosit yang paling mungkin ditemukan adalah : a. Pergeseran ke kiri , granulasi dan vakuolisasi netrofil toksik b. Pergeseran ke kiri, limfosit atipikal c. Pergeseran ke kanan, limfosit atipikal d. Pergeseran ke kanan, granulasi dan vakuolisasi granulasis toksik.. e. Lekosit matur dan normal Jumlah leukosit: 30.000 sel/ml padahal range normalnya untuk anak usia 10 tahun sekitar 4.500-13.500 sel/mL, berarti anak ini menderita leukositosis. Lalu definisinya terlebih dahulu pergeseran kiri. Apabila ditemukannya neutrofil imatur (metamyelocytes, myelocytes) dan atau peningkatan neutrophil band Pergeseran ke kanan. Peningkatan sel matang (Neutrophil mature) Biasanya, neutrofil yang beredar dalam darah hanya terdiri dari neutrofil band dan tersegmentasi. Dalam situasi stres (yaitu, "reaksi fase akut"), bentuk-bentuk awal dapat dilihat dalam darah. Keadaan munculnya bentuk-bentuk awal dari neutrophil ini terjadi karena reaksi inflamasi akut yang menyebabkan gangguan pada sistem maturasi (granulasi dan vakuolisasi) neutrofil. 25. Seorang balita berumur 3 tahun, compos mentis, dengan diare selama 2 hari rewel, lemas, mata cowong, kehausan dan turgor elastisitas kembali lambat. Dari keterangan tersebut bisa kita ketahui bahwa anak itu termasuk dehidras : a. Dehidrasi berat c. Tanpa dehidrasi e. Dehidrasi tak berat b. Dehidrasi sedang d. Dehidrasi ringan
KLASIFIKASI DEHIDRASI* RINGAN-SEDANG BERAT Gelisah Letargi/TIdak Sadar Cekung Sangat Cekung Sangat Haus Tidak Bisa Minum Kembali Lambat Kembali Sangat Lambat

GEJALA/ TANDA Keadaan Umum Mata Rasa Haus Turgor Kulit

TANPA DEHIDRASI Baik, Sadar Normal Minum biasa, Tidak haus Kembali Cepat

Pembacaan tabel dari kanan ke kiri sama. Dari tabel dapat kita simpulkan klasifikasi dehidrasinya termasuk dehidrasi ringan-sedang.

26. Komponen dari ORS (oral rehidration salt) terbaru adalah ? a. Glukosa 85 mmol/L, Na 75 mmol/L, Cl 55 mmol/L, sitrat 10 mmol/L, kalium 20 mmol/L b. Glukosa 75 mmol/L, Na 75 mmol/L, Cl 65 mmol/L, sitrat 10 mmol/L, kalium 20 mmol/L c. Glukosa 75 mmol/L, Na 75 mmol/L, Cl 50 mmol/L, sitrat 20 mmol/L, kalium 25 mmol/L d. Glukosa 85 mmol/L, Na 85 mmol/L, Cl 50 mmol/L, sitrat 10 mmol/L, kalium 20 mmol/L e. Glukosa 75 mmol/L, Na 75 mmol/L, Cl 60 mmol/L, sitrat 20 mmol/L, kalium 20 mmol/L
Komponen ORS Glucose Sodium (Na) Chloride (Cl) Potassium (K) Sitrat Osmolaritas (mEq atau mmol/l) (13, 15-18, 28-29) 75 75 65 20 10 245

27. a. ukuran diameter eritrosit < 6m d. MCHC < normal b. MCV < normal e. Erythrocyte count relatif kurang dibanding Hb dan eritrosit c. luas area kepucatan 30% luas seluruh eritrosit Anemia mikrositik hipokromik ditandai dengan adanya eritrosit yang lebih kecil dan terisi hemoglobin lebih sedikit dari normal. Ada dua kategori utama penyebab anemia mikrositik hipokromik. Yang pertama adalah hasil dari kekurangan zat besi dan yang kedua adalah hasil dari gangguan produksi hemoglobin; masing-masing kasus terdapat produksi eritrosit yang inadequate. (Ensiklopedia Britannica) Anemia mikrositik hipokromik ditandai dengan diameter eritrosit < 6.5 m, MCH < normal, MCHC < normal. MCV merefleksikan ukuran eritrosit. MCH dan MCHC merefleksikan kandungan hemoglobin dalam eritrosit. Jumlah erythrocyt dalam darah juga mengalami penurunan. (McGraw-Hill Concise Dictionary of Modern Medicine, MedlinePlus) Eritrosit normal memiliki area kepucatan (area of central pallor) 1/3 (33,3%) diameter eritsrosit. Pada anemia hipokromik, area kepucatan > 30%. (Riley et al., 1999) Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan anemia mikrositik hipokromik pada anakanak adalah defisiensi besi, Beta-Thalassemia, keracunan timbal, penyakit atau inflamasi kronis, dan anemia sideroblastik (Korones & Cohen, 1997; Wu et al., 2002). (Medscape) 28. Senyawa ini dapat mengubah meth a. FADH2 c. NADH e. TPP b. FMNH2 d. GSH Glutathione (GSH) bekerja sebagai donor elektron. Dalam proses pendonoran, glutathione dikonversi ke bentuk teroksidasi glutathione disulfida (GSSG). Begitu teroksidasi, glutathione dapat direduksi kembali dengan glutathione reduktase, dengan menggunakan NADPH sebagai donor elektronnya. Glutathione mengubah dalam hemoglobin (methemoglobin) menjadi (hemoglobin). 29. Glutation dapat diubah menjadi glutation teroksidasi den a. Katalase d. superoxide dismutase b. Gluthatione reductase c. Gluthatione peroxidase Glutathione (GSH) bekerja sebagai donor elektron. Dalam proses pendonoran, glutathione dikonversi ke bentuk teroksidasi glutathione disulfida (GSSG). Begitu teroksidasi, glutathione dapat direduksi kembali dengan glutathione reduktase, dengan menggunakan NADPH sebagai donor elektronnya.

30. Pada pemeriksaan terkadang didapatkan pemanjangan nilai Prothrombin Time, hal itu a. hemophilia c. defisiensi vitamin K e. terapi heparin b. Von Willebrand disease d. Immune Thrombocytopenia Purpura Pemanjangan prothrombin time dapat disebabkan oleh defisiensi vitamin K, pemakaian warfarin, disseminated intravascular coagulation, gagal hepar, afibrinogenemia kongenital, defisiensi faktor V, dan defisiensi faktor X (e.g. amyloid purpura). 31. Yang diperlukan untuk menentukan somamotipe komponen III menurut Heath-Carter adalah a. tebal lipatan kulit triceps, subscapula, abdominal, dan tinggi badan b. tebal lipatan kulit triceps, subscapula, supraspinal, dan berat badan c. tebal lipatan kulit triceps, subscapula, dan tinggi badan d. tebal lipatan kulit triceps, berat dan tinggi badan e. tinggi badan dan berat badan Untuk menghitung komponen I diperlukan tebal lipatan kulit triceps, tebal lipatan kulit subscapula, tebal lipatan kulit supraspinal, dan tinggi badan. Untuk menghitung komponen II diperlukan tinggi badan, lebar biepicondylus humerus, lebar biepicondylus femur, lingkar lengan atas, lingkar betis, tebal lipatan kulit triceps, dan tebal lipatan kulit betis. Untuk menghitung komponen III diperlukan tinggi badan dan berat badan. 32. CPR serum dapat dideteksi dengan menggunakan reagen a. partikel latex d. antibody anti-CRP solution b. latex coated antigen CRP e. antigen CRP solution c. latex coated antibody anti-CRP CRP (C-reactive protein) merupakan reaktan yang dapat digunakan sebagai indikator spesifik terhadap inflamasi, infeksi dan nekrosis jaringan. Reagen CRP terbuat dari pertikel latex yang dilapisi oleh antibody anti-human CRP. Ketika reagen dicampur dengan serum yang mengandung CRP dengan kadar >6 mg/L, maka aglutinasi akan jelas terlihat. (buku manual lab. 2.3) 33. Hal berikut yang TIDAK menyebabkan peningkatan laju endap darah adalah a. inflamasi c. infeksi bacterial e. gagal jantung b. malignansi d. kerusakan jaringan Laju endap darah (erithrocyte sedimentation rate, ESR) yang juga disebut kecepatan endap darah (KED) atau laju sedimentasi eritrosit adalah kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku, dengan satuan mm/jam. LED merupakan uji yang tidak spesifik. LED dijumpai meningkat selama proses - inflamasi akut, - infeksi akut dan kronis, - kerusakan jaringan (nekrosis), - penyakit kolagen, - rheumatoid, - malignansi, - kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan). Sebagian ahli hematologi, LED tidak andal karena tidak spesifik, dan dipengaruhi oleh faktor fisiologis yang menyebabkan temuan tidak akurat. 34. Anak perempuan 9 tahun dibawa ke IGD karena kecelakaan. Anak bisa membuka mata ketika dicubit, kalau ditanya tidak menjawab, posisi ekstremitas atas keadaan fleksi. Interpretasi PCS (Paediatric Coma Scale) anak dengan keadaan tersebut adalah a. koma c. letargi e, kompos-mentis b. soporous-koma d. apatis Pediatric Coma Scale biasa digunakan dalam memeriksa kesadaran anak. PCS terdiri dari 3 komponen :

I.

Eye Opening Kondisi Skor Spontaneous 4 Harus dipanggil dulu 3 Diberi stimulus nyeri 2 Tidak mampu membuka mata 1 sama sekali *perhatikan apakah anak membuka mata atau tidak sama sekali. Jika Ya, dalam keadaan bagaimana anak baru akan membuka matanya. Dari kondisi yang ada, beri skor lalu akumulasikan dengan komponen II dan III. II. Verbal Response Older Children Infants and young children Anak mengatakan sesuatu dan 5 Appropriate words; smiles, fixes 5 kita memahaminya abd follows Anak mengatakan sesuatu dan Consolable crying 4 kita sukar memahaminya 4 Kita bertaya sesuatu lantas si 3 Persistently irritable 3 anak merespon tapi gak nyambung Anak ngeracau gak jelas 2 Restless, agitated 2 None alias g merespon sama 1 None 1 sekali *sesuaikan apakahpasien termasuk dalam old child atau infants or young child kemudian nilai kemampuan verbal anak saat itu. Akumulasikan nilai dengan hasil penilaian komponen I dan III. Motor response Kondisi Skor Obeys 6 Localize pain 5 Withdraws 4 Flexion 3 Extension 2 None 1 Sesuaikan kasus pada soal dengan penilaian pada tiap komponen : - Eye opening : 3 - Verbal response : 1 - Motor response : 3 *total = 7 Interpretasi PCS Scores : 3-8 : koma 9-12 : Lethargy 13-14 : butuh observasi 15 : kesadaran penuh >>referensi : skills training materian book of pediatry physical examination (FK UGM)

III.

35. Kortikosteroid dapat mengatur demam dengan mekanisme sebagai berikut a. menghambat pembentukan enzim siklooksigenase b. menghambat agregasi platelet c. menghambat mediator inflamasi IL-1 dan PG d. meningkatkan set point hipotalamus e. meningkatkan kadar peroksid di hipotalamus Kortikosteroid memiliki dua efek utama, yaitu dalam metabolisme dan inflamasi. >>metabolisme : kortikosteroid berfungsi dalam proses glukoneogenesis di hati, lipolisis dan mobilisasi asam amino (sebagai substrat untuk glukoneogenesis) serta menghambat/inhibisi intake glukosa di otot dan jaringan adiposa. >>inflamasi : Sedangkan untuk efek antiinflamatiknya, efek tersebut terjadi melalui penekanan pembentukan berbagai mediator inflamasi (fosfolipase A, cyclooxigenase, degranulasi sel mast), menghambat fungsi makrofag, dan bekerja dalam keadaan inflamasi akut maupun kronik. 36. Kita bisa menyatakan anak itu termasuk gemuk atau kurus dengan melihat indicator a. WZ c. LZ e. WHZ b. HZ d. HWZ indikator-indikator untuk melihat assesment of children growth : - weight for height ratio / weight for length ratio merupakan perbandingan antara indikator berat dibandingkan dengan tinggi / panjang dari anak tersebut, perbandingan ini digunakan untuk melihat status nutrisi dari anak tersebut apakah kurus atau gemuk.

- height for age / length for age merupakan indikator assesment of growth yang dibandingkan antara tinggi/panjang badan pada umur tertentu dari anak. Sehingga kita dapat mengerti tinggi seorang anak dibandingkan tinggi ideal anak pada suatu umur tertentu.

- weight for age merupakan indikator assesment of growth dengan variabel berat badan, yang dibandingkan dengan berat badan ideal suatu anak pada umur tertentu dari anak.

- BMI for age ratio BMI (body mass index) adalah perhitungan indeks massa tubuh, sehingga kita dapat mengerti status nutrisi kita dengan membandingkan berat badan kita pada tinggi tertentu, rumusna adalah BMI = berat badan (kg) / tinggi badan (m)2 . dan BMI for age ratio adalah perbandingan BMI suatu anak pada umur tertentu

37. Apabila skor HZ di bawah -2, maka keadaan anak tersebut a. normal c. stunted e. overweight b. underweight d. wasted Z-score sebenarnya adalah ilmu statistik, yang ditemukan oleh edward altman adalah cara penghitungan datum (jamak :data ) jika dibandingkan dengan rata2 dari data yang diperoleh. Jadi kalo misal kita ingin menilai tinggi badan suatu anak pada umur x tahun, maka kita bandingkan data anak tersebut dengan tinggi badan rata2 sebagian anak pada umur x tahun juga Nah kemudian dari z-score itu kita bandingin nih sama assesment yang ingin kita pakai

Note 1 : z-score > +2 : too tall beware of endocrine or genetic abnormalities: Marfan syndrome, Kleine-felter syndrome, precoccious puberty, GH secreting tumor, etc.) Z-score < -2 : too short Stunted: chronic undernutrition/ poor-health Genetic or endocrine causes of short stature: hypothyroidism/ congenital hypothyroidism, achondroplasia, GH deficiency, familial short stature, constitutional delay of growth and puberty 38. Termasuk kategori apakah status gizi bayi berikut: usia 8 bulan, tinggi 73 cm, berat 7 kg, Z score kisaran 0 sampai -2 SD. a. gizi lebih c. gizi kurang e. gizi sangat buruk b. gizi baik d. gizi buruk untuk penjelasan lebih detail bisa dilihat di nomer sebelumnya, kalo ini aku bahas per opsinya aja gizi lebih memiliki Z-score lebih dari +2 gizi baik memiliki Z-score +2 sampai -2 gizi kurang memiliki Z-score lebih kecil dari -2 gizi sangat buruk memiliki Z-score lebih kecil dari -2 39. Diketahui nilai somatotipe 4,4-5,5-6,0. Maka termasuk somatotipe a. endomorphic mesomorph d. mesomorph endomporphic b. endomorphic ectomorph e. ectomorphic mesomorph c. mesomorph ectomorph somatotipe adalah tipe komposisi tubuh seseorang yang terdiri dari endomorph (lemak), mesomorph (otot) dan kulit (ectomorph). Dan cara menginterpretasikannya berurutan dari endomorph-mesomorph-ectomorph berikut adalah cara2 membaca somatotipe 171 = extreme mesomorph Dibaca extreme karena mesomorph mendapat nilai sempurna, sedangkan lainnya mendapat nilai terendah 2.4 - 3.1 - 6 = meso-ectomorph Dibaca meso-ectomorph karena mesomorph dan ectomorph memiliki nilai tertinggi pertama dan kedua 3.0 - 3.4 - 4.0 = ideal/center Dibaca ideal karena semua komponen memiliki nilai yang hampir sama, dan mendekati angka 4

2.2 - 6.3 - 2.4 = balance mesomorph Dibaca mesomorph karena mesomorph memiliki nilai tertinggi, sedangkan dibaca balance karena komponen selain mesomorph (endo dan ecto) memiliki nilai yang hampir sama 5.0 - 2.2 - 5.4 = endomorph ectomorph Dibaca endomorph dan ectomorph karena kedua komponen tersebut memiliki nilai tertinggi pertama dan kedua... curcol dikit, kata dosen bioantropologi, kalo dibaca urut dari komponen pertama lalu kedua lalu ketiga (ex : endomorph ectomorph, endomorph mesomorph, mesomorph ectomorph).. tapi kata dosen lainnya itu kalo dibaca secara indonesia, dan katanya kalo versi inggrisnya dibaca dari komponen yang memiliki nilai tertinggi baru yang lebih rendah... dan katanya.. katanyaa... katanyaa.. katanyaaa.. kata dosen memiliki evidence base terendah ahahaha :p, Cuma becanda bro ga ada niat merusak haha 4.1 - 5.4 - 2.3 = endomorphic mesomorph Yang dibaca adalah endomorphic mesomorph karena kedua komponen tersebut memiliki nilai komponen tertinggi pertama dan kedua, namun ditambahin ic karena endomorph memiliki nilai yang lebih kecil diantara kedua komponen tertinggi tersebut. 40. Anak dermatitis atopi berat harus minum antihistamin terus menerus. Orang tuanya ingin tau penyebab alergi anak tersebut. Pemeriksaan yang harus dilakukan adalah a. IgE spesifik RAST c. eosinofil darah e. IgE total b. uji tempel alergi d. uji kulit tusuk disini, pemeriksaan yang akan dilakukan ada 2 yaitu pemeriksaan kulit, uji provokasi obat, dan uji provokasi makanan. Apabila makanan dengan obat, itu di tes dengan cara memberikan makan atau obat tertentu, lalu di cek, apakah obat/makanan tersebut dapat memperparah penyakit yang diderita atau malah tidak ada dampak apa-apa. Nah contohnya di soal itu si anak diberikan obat, antihistamin. Anti histamine sendiri merupakan obat untuk mengurangi rasa gatal yang sangat mengganggu, sehingga memiliki efek sedative. Nah berate tidak ada masalah pada obat, dan juga tidak tercantum mengenai masalah makanan disana Ada beberapa cara untuk melakukan uji kulit, yaitu cara intradermal, uji tusuk (prick test), sel uji gores (scratch test) dan pacth test (uji tempel). - Uji kulit intra dermal Sejumlah 0,02 ml ekstrak allergen dalam 1 ml semprit tuberculin disuntikkan secara superficial pada kulit sehingga timbul 3 mm gelembung. Dimulai dengan konsentrasi terendah yang menimbulkan reaksi, kemudian ditingkatkan berangsur masing-masing dengan konsentrasi 10 kali lipat sampai menimbulkan indurasi 5-15 mm. Uji intradermal ini seringkali digunakan untuk titrasi allergen pada kulit. Tes alergi pengujian injeksi intradermal tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin untuk aeroallergens dan makanan, tetapi mungkin untuk mendeteksi racun dan diagnosis alergiobat. Ini membawa resiko lebih besar anafilaksis dan harus dilakukan dengan tenaga medis yang berkopeten melalui pelatihan spesialis. - Uji tusuk Uji tusuk dapat dilakukan dalam waktu singkat dan lebih sesuai untuk anak. Tempat uji kulit yang paling baik adalah pada daerah volar lengan bawah dengan jarak sedikitnya 2 sentimeter dari lipat siku dan pergelangan tangan. Setetes ekstrak allergen dalam gliserin (50% gliserol) diletakkan pada permukaan kulit. Lapisan superficial kulit ditusuk dan dicungkil ke atas memakai lanset atau jarum yang dimodifikasi, atau dengan menggunakan jarum khusus untuk uji tusuk. Ekstrak alergen yang digunakan 1.000-

10.000 kali lebih pekat daripada yang digunakan untuk uji intradermal. Denganmenggunakansekitar 5 ml ekstrakpadakulit, diharapkan risiko terjadinya reaksi anafilaksis akan sangat rendah. Uji tusuk mempunyai spesifitas lebih tinggi dibandingkan dengan uji intradermal, tetapi sensitivitasnya lebih rendah pada konsentrasi dan potensi yang lebih rendah. Kontrol Untuk control positif digunakan 0,01% histamine pada uji intradermal dan 1% pada ujitusuk. Kontrol negative dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan reaksi dermografisme akibat trauma jarum. Untuk control negative digunakan pelarut gliserin. Antihistamin dapat mengurangi reaktivitas kulit. Oleh karena itu, obat yang mengandung antihistamin harus dihentikan paling sedikit 3 hari sebelum uji kulit. Pengobatan kortikosteroid sistemik mempunyai pengaruh yang lebihkecil, cukup pengaruh, akan tetapi karena pengaruhnya sangat kecil maka dapat diabaikan. Usia pasien juga mempengaruhi reaktivitas kulit walaupun pada usia yang sama dapat saja terjadi reaksi berbeda. Makin muda usia biasanya mempunyai reaktivitas yang lebih rendah. Uji kulit terhadap alergen yang paling baik adalah dilakukan setelah usia 3 tahun. Reaksi terhadap histamine dibaca setelah 10 menit dan terhadap allergen dibaca setelah 15 menit. Reaksi dikatakan positif bila terdapat rasa gatal dan eritema yang dikonfirmasi dengan adanya indurasi yang khas yang dapat dilihat dan diraba. Diameter terbesar (D) dan diameter terkecil (d) diukur dan reaksi dinyatakan ukuran (D+d):2. Pengukuran dapat dilakukan dengan melingkari indurasi dengan pena dan ditempel pada suatu kertas kemudian diukur diameternya. Kertas dapat disimpan untuk dokumentasi. Dengan teknik dan interpretasi yang benar, allergen dengan kualitas yang baik maka uji ini mempunyai spesifitas dan sensitivitas yang tinggi disamping mudah, cepat, murah, aman dan tidak menyakitkan. - Uji gores kulit (SPT) adalah prosedur yang membawa resiko yang relative rendah, namun reaksi alergi sistemik telah dilaporkan. Karena test adalah perkutan, langkah-langkah pengendalian infeksi sangat penting. Pasien harus benar-benar dan tepat mengenai risiko dan manfaat, masing-masing pasien kontraindikasi dan tindakan pencegahan harus diperhatikan, uji gores kulit harus dilakukan oleh yang terlatih dan berpengalaman staf medis dan paramedis, di pusat-pusat dengan fasilitas yang sesuai untuk mengobati reaksi alergi sistemik (anafilaksis). Uji gores kulit (SPT) disarankan sebagai metode utama untuk diagnosis alergi yang dimediasi IgE dalam sebagian besar penyakit alergi. Memiliki keuntungan relative sensitivitas dan spesifisitas, hasilcepat, fleksibilitas, biaya rendah, baik tolerabilitas, dan demonstrasi yang jelas kepada pasien alergi mereka. Namun akurasinya tergantung pelaksana, pengamatan dan interpretasi variabilitas. - Ujitempel sering dipakai untukmembuktikan dermatitis kontak. Suatu seri sediaan uji tempel yang mengandung berbagai obat ditempelkan pada kulit (biasanya daerah punggung) untuk dinilai 48-72 jam kemudian. Uji tempel dikatakan positif bila terjadi erupsi pruritus, eritema, dan vesikular yang serupa dengan reaksi. Klinis alergi sebelumnya, tetapi dengan intensitas dan skala lebih ringan. *tambahan RAST Radio Allergo Sorbent Test untuk mengetahui alergi pada substansi apa si pasiennya. Sumber :http://childrenallergyclinic.wordpress.com

41. Resiko terjadinya granuloma pyogenikum adalah a. radiasi c. congenital e. nekrosis infeksi bakteri b. zatkimia d. mutasi DNA menjadi faktor resiko granuloma pyogenicum di beberapa kasus, yaitu: - Trauma biasanya terdapat pada luka ringan / luka-luka kecil - Infeksi disebabkan oleh staphylococcus aureus di beberapa kasus - Pengaruh Hormonal pada ibu hamil sekitar 5% - PengaruhObat pada orang yang memakai obat acitetrin, isotretinoin, atau protease inhibitors (pada orang yang sedang menjalani terapi kulit) - Infeksi Virus sama seperti infeksi di poin kedua di atas, tetapi khusus untuk infeksi virus ini, memungkinkan untuk terjadinya Granuloma Pyogenicum, tapi belum terbukti / belum ada penelitian yg membuktikan (http://dermnetnz.org/vascular/pyogenic-granuloma.html ; http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth) 42. Yang termasuk dalam sistem imun spesifik humoral adalah a. sel makrofag c. limfosit B e. sel eosinofil b. limfosit T d. monosit Respon imun dibagi 2, humoral sama seluler. Respon imun humoral (antibody-mediated system) itu berurusan sama agen infeksi yang ada di pembuluh darah & jaringan, sementara yang seluler (cell-mediated system) itu menyerang agen infeksi yang ada di dalam sel. Secara umum, respon humoral diatur oleh limfosit B (dengan bantuan sel T-helper), sementara respon seluler diatur oleh limfosit T. 43. Proses yang diperantarai reaksi hipersensitivitas tipe I adalah a. uptake mikroba oleh sel dendritik d. lisis mikroba oleh antibodi b. aktivasisel T-helper lewat IL-2 e. induksisel-B oleh IL-4 c. sel T supresor sebagai efektor Hypersensitivity ada 4 tipe, yaitu: Reaksitipe 1, reaksi yang paling umum, adalah reaksi di mana allergen (yang dulu pernah ada di tubuh pasien) datang lagi dan berikatan dengan IgE di sudah nempel di sel mast (dulu belum nempel). Sel T-helper 2 mengenali allergen melalui ada/tidaknya molekul MHC, kemudian mensekresi beberapa interleukin, salah satunya adalah IL-4. IL-4 akan menginduksi sel B untuk mensekresi lebih banyak IgE dengan cara pengubahan IgG menjadi IgE. Pada reaksi tipe 2, terjadi uptake mikroba oleh sel dendritic atau makrofag, dan produksi antibody untuk melisiskan mikroba2 tersebut dengan bantuan ADCC dan sistem complement. Reaksi tipe 3 itu ditandai dengan pembentukan kompleks antigen-antibody yang kemudian ter-deposit ke jaringan. Setelah menetap di jaringan, leukosit dan makrofag datang untuk ngehancurin jaringan tersebut. Reaksi ini terjadi pada beberapa autoimmune disease seperti systemic lupus erythematosus. Reaksi tipe 4 merupakan delay-type hypersensitivity dimana allergen dikenali oleh sel CD4 dan/atau CD8 melalui protein MHC. Reaksi ini merupakan reaksi cell T-mediated di mana sel T yang teraktivasi tadi akan mensekresi cytokine, yang bisa mendegranulasi sel mast, jadi kayak di reaksi tipe 1. Reaksi ini munculnya 12-72 jam setelah paparan allergen.

44. Hal berikut sering didapatkan pada pasien stenosis pulmonal..... a. Penderita sering gemuk b. Semakin ringan stenosisnya, semakin keras bisingnya c. Suara jantung dua akan terdengar mengeras d. Mati mendadak bukan salah satu komplikasinya e. Pada gambaran foto thorax tampak gambaran pletorik Stenosis pulmonal (PS) Apa itu stenosis pulmonal? Stenosis pulmonal adalah penyempitan dari katup pulmonal (pembukaan antara ventrikel kanan jantung dan paru-paru). Biasanya, katup pulmonal memungkinkan darah miskin oksigen mengalir ke paru-paru, biar paru juga dapat asupan oksigen. Stenosis pulmonal (penyempitan) bikin jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui celah sempit karena penyempitan tadi, jadi bisa bikin ventrikel kanan membesar. Kenapa? Kan katupnya sempit, pas darah mau dipompa ke arteri pulmonalis, darahnya ga bisa banyak yang ngalir ke arteri pulmonalis,,,darah masih banyak dalam ventrikel kanan, hal ini kan berarti bikin tekanan ventrikel kanan meningkat. Tekanan yang meningkat ini bikin hipertrofi ventrikel kanan. Selain itu, arteri pulmonal tadi Cuma dapat darah dikit buat dialirkan ke paruparu....jadinya, darah yang mau ngambil oksigen juga dikit kan? Nah, berarti darah yang kaya oksigen juga kurang pas balik lewat vena pulmonalis ke atrium kiri ventrikel kiri seluruh tubuh sianosis. Kalo SP ini udah parah banget, contohnya pas tekanan di ventrikel kanan hampir sama atau lebih tinggi dari ventrikel kiri, akan terjadi Right to Left Shunt, maksudnya ada aliran balik lewat katup Tricuspid karena tekanan dalam ventrikel kana yang tinggi, masuk lagi ke atrium kanan bisa bikin septum interattrial membuka, pada bebrapa kasus foramen ovale kembali membuka darah masuk ke atrium kiri darah yang miskin O2 bercampur dengan yang kaya O2, berarti saturasi oksigennnya turun sianosis. sianosis berat karena aliran darah pulmonal yang tidak cukup ini ,,kalo ductus arteriosusnya belum nutup, anak Cuma bergantung pada duktus arteriosus untuk oksigenasi, ini yang disebut stenosis pulmonal kritis. (Behrman, Kliegman. 2010. Nelson esensi Pediatri. Jakarta: EGC & http://www. Infokedokteran.com; http://www.mayoclinic.com/health/pulmonary-valve-stenosis)
-

EKG menunjukkan RVH murni, foto sinar-X dada tidak menunjukkan kardiomegali yang berarti.1 Suara Klik ejeksi sistolik yang terdengar maksimal pada ekspirasi di tepi kiri atas sternum ( baca penjelasan selanjutnya ), di ikuti dengan bising ejeksi sistolik dan S2 yang membelah ( Split ) lebar. Bila stenosis makin berat maka bising makin panjang, bising yang panjangnya penuh dikaitkan dengan tekanan ventrikel kanan yang medekati jajaran sistemik. Pada stenosis ringan, Split S2 tidak jauh di atas normal dan intensitas penutupan pulmonal dapat meningkat . Bila bertambah parah, Split semakin lebar dan penutupan pulmonal melemah.

Dasar Kelainan : Penyempitan katup pulmonalis yang umumnya bersifat kongenital. 3 I.DIAGNOSIS A.Keluhan Pokok Pada lesi minimal dan sedang biasanya tanpa gejala Keluhan gagal jantung kanan

Nyeri dada (chest pain ) mirip angina pectoris Anak sianosis kalau menangis Rasa lelah yang berlebihan Sinkop, tetapi jarang menyebabkan kematian. B.Tanda Penting Habitus sindrom Nooman : o Badan pendek, Dada seperti perisai o Leher berselaput o Suara jantung dua pecah Bising sistolik yang jelas pada garis sternal sela iga 2-3 kiri Thrill (getaran) pada garis parasternalis, sela iga 2-3 kiri Teraba implus ventrikel kanan pada parasternal Sianosis Mungkin bagian dari Tetralogi Fallot : o Stenosis pulmonal o Hipertrofi ventrikel kanan o Dekstroposisi aorta o Defek septal ventrikel. 45. a. Pneumonia c. Atelektasis e. Sindroma Croup b. Bronchitis d. Bronkiolitis Stridor adalah bunyi kasar saat inspirasi, karena penyempitan saluran udara pada orofaring, subglotis atau trakea. Jika sumbatan berat, stridor juga bisa terjadi saat ekspirasi. Penyebab utama stridor yang berat adalah Viral croup, benda asing, abses retrofaringeal, difteri dan trauma laring. 1. Croup ( Laringotrakeobronkitis viral ) menyebabkan obstruksi/penyumbatan saluran respiratori atas, jika berat, dapat mengancam jiwa. Paling berat terjadi pada masa bayi. a. Croup Ringan ditandai dengan : demam, suara serak batuk menggonggong, stridor yang hanya terdengar jika anak gelisah. b. Croup Berat ditandai dengan : Stridor terdengar walaupun anak tenang, Napas cepat dan tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam.(WHO. 2009. Pelayanan Kesehatan anak di Rumah Sakit.Jakarta: WHO Indonesia) 46. Pathogen berikut paling banyak meyebabkan bronkiolitis: a. Rhinovirus c. Adenovirus e. Enterovirus b. Respiratory syncytial virus d. Parainfluenza virus Bronkiolitis adalah infeksi saluran respiratorik bawah yang disebabkan virus, yang biasanya lebih berat pada bayi muda, terjadi epidemik setiap tahun dan ditandai dengan obstruksi saluran pernapasan dan wheezing. Penyebab paling sering adalah Respiratory syncytial virus,3 virus lain seperti parainfluenza, adenovirus, influenza, rhinovirus dan jarang M.Pneumoniae, dapat menyebabkan penyakit ini.1 Infeksi bakteri sekunder bisa terjadi dan biasa terjadi pada keadaan tertentu.3

Ternyataaa ada jenis Bronkiolitis Obliterans....ini merupakan bentuk bronkiolitis kronik yang tidak lazim, dan dapat ditemukan jaringan granulasi endobronkiolar dan fibrosis peribronkiolar. Kebanyakan kasus yang dilaporkan pada bayi muda dihubungkan dengan kejadian infeksi virus berat, paling sering adenovirus, berkaitan juga dengan influenza, pertusis, campak, dan M.Pneumoniae. 47. Tanda-tanda yang cukup sensitif dan spesifik untuk diagnosis pneumonia pada anak adalah: a. Adanya krepitasi pada auskultasi d. Adanya stridor b. adanya sianosis e. Adanya wheezing c. Adanya tarikan dinding bagian bawah dan nafas cepat Pneumonia biasanya disebakan oleh virus atau bakteria. Sebagian besar kasus yang serius disebabkan oleh bakteria.3 Steptococcus Pneumoniae merupakan penyebab yang paling lazim pada pneumonia bakteri. 1 kalo dari dolongan virus, yang dapat menyebabkan pneumonia ada RSV(Respiratory syncytial virus), virus influenza, parainfluenza, adenovirus, virus campak. 1 1. Gejala yang ditemukan:1,4 -Demam, Batuk dengan napas cepat - Crackles ( ronki ) pada auskultasi, Kepala terangguk-angguk, Pernapasan cuping hidung , Merintih ( grunting ), Tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam ( ), sianosis. 4 Causes of childhood pneumonia
Category Bacterial Pathogen Streptococcus pneumoniae Haemophilus influenzae type B Staphylococcus aureus Klebsiella pneumoniae Others: Non-typable H. influenzae (NTHI), non-typhoidal Salmonellae, Escherichia coli, Pseudomonas spp. , melioidosis Mycobacterial Atypical Fungal Mycobacterium tuberculosis (TB) Chlamydia spp., Mycoplasma pneumoniae, Legionella Pneumocystis jiroveci (PcP) Others: aspergillus, cryptococcus, candidiasis, penicilliosis Viral RSV Influenza A and B Parainfluenza Human Metapneumovirus and human bocavirus Measles Others: adenovirus, CMV and varicella

Referensi: 1. Behrman, Kliegman. 2010. Nelson esensi Pediatri. Jakarta: EGC 2. http://www. Infokedokteran.com; http://www.mayoclinic.com/health/pulmonary-valve-stenosis 3. WHO. 2009. Pelayanan Kesehatan anak di Rumah Sakit.Jakarta: WHO Indonesia 4. Nugroho, Sasmito.2012. PENATALAKSANAAN GAGAL JANTUNG PADA ANAK. Bag. IKA FK UGM / RSUP Dr Sardjito Yogyakarta ( disampaikan pada kuliah umum Pend. Dokter Reg angk. 2010 ).

Anak laki-laki usia 9 bulan dibawa ibunya, keluhan nafas tidak teratur, cepat, dan dalam. Buang air besar 9 kali sehari, bau amis, berwarna keputihan. Ia kelihatan apatis, tidak mau minum, muntah 10 kali sehari. Tidak ada air mata ketika menangis, mata cekung, badan bau, ketika kulit dicubit kembalinya sangat lambat. Di rumah pernah kejang 3 kali. 48. Diagnosisnya adalah a. diare dan muntah-muntah d. diare dengan dehidrasi berat b. diare tanpa dehidrasi e. diare dengan dehidrasi tak berat c. diare dengan komplikasi Diare adalah adanya gangguan sekresi/absorbsi/osmotik di usus. Menurut WHO, diare adalah BAB cair >3x sehari. Untuk bayi dengan ASI, frekuensi BAB lebih sering sehingga diare merupakan BAB dengan frekuensi lebih dari biasanya dan feses cair. Diare dapat menyebabkan kekurangan cairandan dehidrasi dengan berbagai tingkatan. Dehidrasi memiliki klasifikasi, yaitu : Kriteria Ringan Sedang Berat Mata/ubun-ubun Normal cekung Sangat cekung Membrane Normal/kering kering Sangat kering mukosa Pengisiankapiler <2s panjang Panjang Perfusi kapiler normal menurun Ekstremitas dingin Tekanan darah normal Normal Menurun Cubitan kembali Kembali lambat Kembali sangat lambat Frekuensi minum Minum Minum banyak, Tidak bisa minum banyak cepat 49. Penyebab paling mungkin pada kasus, yaitu a. lactose intolerance c. rotavirus e. E.coli b. vibrio cholera d. shigella Secara epidemiologi, penyebab diare bayi <1 bulan terbanyak adalah bakteri. Sedangkan usia 9 bulan - 12 bulan terbanyak disebabkan oleh rotavirus. Menurut bentuk tinja: 1. Diare Cair akut Etiologi: virus (rotavirus), bakteri non invasive (E.coli : ETEC, EPEC, DAEC), parasite (giardia, cryptosporidium), vibrio cholera 2. Diare dengan darah (disentri) Etiologi : bakteri invasive (Shigella, campylobacter, EHEC) rusak mucosa bleeding CiriKlinis: (berdasarkan lecture) 1. Lactose intolerance ; diare sering setiap minum susu, feses asam (ada diaper rash), kadang berhubungan pula denga adanya rotavirus 2. Vibrio cholera ; enterotoxicgenicity, ada di usus halus, diare cair akut, diare berwarna putih (cucian beras) karena banyak mengandung garam. Etiologi ; merupakan diare gangguan sekresi oleh bakteri Vibrio cholera dan ETEC. Bau amis dan warna putih berasal dari banyak garam yang terbentuk di lumen akibat dari toxin bakteri. bakteri (Vibrio cholera dan Enterotoxin E. coli (ETEC)) keluarkan toxin mempengaruhi siklus cAMP dalam lumen hipersekresi Cl Na berikatan dengan Cl dilumen (NaCl) Na tidak bisa masuk sel, tidak bisa di absorbsi (termasuk air, tidak bisa diabsorbsi karena air diabsorbsi bersamaan dengan Na)

banyak garam NaCl dan air di lumen feses encer berwarna putih seperti cucian beras dan berbau amis (ingat air laut yang amis, karena banyak garamnya). Terapi; disebabkan oleh bakteri, diberi ORS + antibiotic 3. Rotavirus ; diare cair akut, menyebabkan gangguan absorbsi. Etiologi; Rotavirus membuat atopi epitel menganggu proses absorbs tidak cukup nutrisi tubuh untuk menghasilkan enzim enzim disakaridase (cth; lactase) sedikit intolerance lactose lactose tidak dicerna dimakan oleh bakteri probiotik menghasilkan asam laktat yang menyebabkan diaper rash (ruam merah) dibagian pantat bayi dan meningkatkan osmolaritas dilumen osmolaritas lumen tinggi air berpindah dari osmolaritas rendah ketinggi air banyak di lumen feses cair 4. Shigella ; bakteri invasive, biasanya feses ada darah Etiology ; Shigella masuk ke sel epitel intestine membentuk micro abses invasike lamina propria (banyak terdapat ujung saraf dan vessel) perdarahan feses berdarah + abses feses bau busuk karena mengandung banyak protein (hasil abses) 5. E.coli ; memiliki berbagaijenis yang menyebabkan diare cair akut (ETEC,APEC,DAEC) dan diare berdarah (EHEC) 50. Fungsi ORS (Oral Rehydration Solution) adalah a. menjaga tekanan osmotic di usus halus d. karier untuk kalium b. makanan untuk sel epitel e. energi c. karier untuk natrium Diare sangat berhubungan erat dengan adanya gangguan osmolaritas, sehingga tekanan osmotic dalam usus yang tinggi menyebabkan air banyak masukke lumen (air mengalir dari tekanan osmotic rendah ke tinggi). Sehingga penting adanya penyeimbang untuk menjaga tekanan osmotic di usus halusya itu dapat menggunakan oralit atau ORS. Oralit yang direkomendasi adalah yang memiliki kadar Na dan glukosa dengan osmolaritas rendah. Tingkat dehidrasi sangat berpengaruh dalam pemberian bentuk oralit, yaitu : 1. Tanpa dehidrasi = diberi cairan rumah tangga yang banyak seperti campuran garamgula, air sup 2. Dehidrasi ringan = diberi oralit 75cc/kgBB per 6 jam. Bila terjadi muntah, beri oralit dengan sonde/NGT 3. Dehidrasi berat = diberi cairan intravena berupa Ringer Lactate atau NaCl 100cc denganpemberianbergantungusia. Usia< 1 tahun 1 jam pertamadiberi 30cc, 5 jam selanjutnyadiberi 70cc. Usia > 1 tahun jam pertama diberi 30 cc, 2 jam selanjutnya diberi 70cc. Bila tidak dapat via IV (tidak ada alat atau vena collapse) berikan intraoseus atau pasang sonde/NGT. Pentinguntuksegeradilakukanrehidrasidanmengetahuisudahberapa lama dehidrasinya, karenabila shock hipovolemik terjadi > 3jam dapatmenyebabkan multiorgan disfungsi 6 jam tidak ditangani dapat menyebabkan multiorgan failure mortalitas meningkat.

51. Antibiotik kombinasi ampicilin + gentamicin + kloramphenikol diberikan pada balita gizi buruk bila a. Ada gejala dan tanda-tanda pneumonia d. Ada diare dengan dehidrasi berat b. Ada gejala dan tanda tuberkulosis paru berat e. Ada gejala dan tanda infeksi HIV c. Ada gejala atau tanda hipotermia, hipoglikemia, atau tanda berat lainnya Tatalaksana Pneumonia dibagi menjadi 2: Ringan dan Berat. - Pneumonia Ringan: Cirri-ciri : hanya napas cepat Tx : Kotrimoksazol - Pneumonia Berat: Cirri-ciri : ada tarikan dinding dada atau pernapasan cuping hidung atau kepala mengangguk-angguk atau tidak bisa minum dll Tx : O2 dan ampisilin/amoksisilin IM/IV g dalam Klinis berat (misalnya tidak bisa minum) Tx : O2 dan ampisilin + kloramfenikol injeksi atau ampisilin + gentamisin atau seftriakson 52. Nilai somatotipe 3,4 5,5 - 6,2 dapat dibaca dengan a. Endomorphic mesomorph c. Mesomorphic ectomorph e. Ectomorphic mesomorph b. Endomorphic ectomorph d. Mesomorph endomorphic Komponen I >> yg paling kiri >> endomorph. Komponen II >> yg di tengah >> mesomorph. Komponen II >> yg paling kanan >> ectomorph. Nah aturan penulisannya = 1. Jika ketiga komponen itu angkanya beda-beda (jaraknya jauh = > 0.5), maka kan kita bisa meranking, komponen yg juara 1,2,3 siapa. Nah, yg kuara 3 gak usah disebut. Yg juara 2 disebut, tapi gak komplit, atau kalau mau komplit belakangnya ditambahin ic. Contoh kayak yg di soal = Juara 2 adalah komponen II, juara 1 adalah komponen III. Maka = MESO-ECTOMORPH atau MESOMORPHIC ECTOMORPH 2. Jika dari ketiga komponen, ada dua komponen yg selisih angkanya <0.5 maka nanti nyebutnya ada istilah BALANCE. Trus komponen yg jauh jaraknya, dia jadi dominan sendiri kan. Misal seperti ini = 4.0-2.2-2.0 mbacanya balance endomorph. Ya gak? Ya dong. 3. Nah, trus kalau ketiga komponen itu ada angkanya 3 atau 4 semuanya, brati dia IDEAL. 4. Kalau salah satu dari ketiga komponen ada angka 7nya, entar pakai istilah ekstrem. Trus tergantung angka 7nya di komponen berapa. Misal = 1.3-7-1 >> ekstrem mesomorph. 53. Contoh vaksin hidup yang dilemahkan adalah sebagai berikut a. BCG c. DPT e. Haemofillus influenza tipe B b. Hepatitis B d. IPV vaksin diberikan untuk membuat memori imunologis tanpa menimbulkan resiko sakit. Saat ini program imunisasi yang ada saat ini adalah: : (expanded program immunization) BCG, Hepatitis B, DPT, Measles, polio vaccine : Hep A, Hib, varicella, MMR, typhoid,influenza, meningococcal, pneumococcal,HPV

Kalau dikelompokkan berdasarkan konten vaksin, dapat dibedakan menjadi 1. Live attenuated vaccine - Pemberian intradermal subkutan - Viral: MMR, OPV, varicella, yellow fever, influenza - bacterial : BCG, oral typhoid 2. Inactive vaccine - Pemberian intramuskular - whole cell : influenza, IPV, Hep.A, pertussis, typhoid - fractional: Hep.B, acellular pertusis, typ.Vi, toxoid (tetanus, diphtheria) typhoid. - polysacharide Conjugated:Pneumococcal, Hib , Mei Neni S, Pediatric Dept. Faculty of Medicine, Gadjah Mada University) 54. Vaksin yang harus diberikan saat ini pada anak berikut: umur 2 bulan, riwayat kelahiran spontan, langsung menangis kuat, premature 36 minggu, BBLR 2000 gram. Dia sudah mendapatkan vaksin Hepatitis B 1 kali dan BCG. a. Hepatitis B c. Polio e. Hep B, DPT, Polio b. DPT d. Campak bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Usia penyeuaian adalah bayi sebenarnya (usia kronologis) dikurangi jumlah bulan premature. Pada kasus ini, usia bayi sejak lahir sampai saat pengkajian adalah 2 bulan, padahal bayi lahir lebih cepat (prematur) 1 bulan dari taksiran lahir, sehingga usia penyesuaian bayi adalah 2-1 bulan = 1 bulan. Bayi disebut berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Imunisasi sebaiknya diberikan apabila berat bayi telah mencapai 2000 gram. jadwal imunisasi menurut IDAI, vaksin hepatitis B dan Polio diberikan sesaat setelah lahir.
Jenis vaksin Hep B Polio BCG DTP Hib PCV Rotavirus Influenza Campak Bulan Lhr 1 0 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 1 1 3 4 2 5 6 3 3 9

55. Terapi profilaksis primer untuk TB diberikan pada : a. Semua anak dengan uji tuberkulin positif b. Balita dengan uji tuberkulin positif dan kontak TB positif c. Anak dengan uji tuberkulin positif dan kontak TB positif d. Balita dengan uji tuberkulin negatif dan kontak TB positif e. Anak dengan uji tuberkulin negatif dan kontak TB positif 1. Pencegahan (profilaksis) primer - Anak yang kontak erat dengan penderita TBC BTA (+). - INH minimal 3 bulan walaupun uji tuberkulin (-). - Terapi profilaksis dihentikan bila hasil uji tuberkulin ulang menjadi (-) atau sumber penularan TB aktif sudah tidak ada. 2. Pencegahan (profilaksis) sekunder

- Anak dengan infeksi TBC yaitu uji tuberkulin (+) tetapi tidak ada gejala sakit TBC. - Profilaksis diberikan selama 6-9 bulan. Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu : * Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid. Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini. * Obat sekunder : Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.

56. Apakah interpretasi dari anak dengan uji tuberkulin positif ? a. Anak sakit TB b. Anak sudah terinfeksi TB c. Anak mengalami immunocompromized d. Diagnosis TB sudah pasti dapat ditegakkan e. Diagnosis TB dapat disingkirkan karena sudah terbentuk ... tes tuberkulin atau tes mantoux aalah salah satu pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis TBC pada anak. Uji tuberkulin positif menandakan infeksi TB, pasca terapi TB, imunisasi BCG, infeksi M atipik. Uji tuberkulin negatif menandakan tidak ada infeksi TB, dalam masa inkubasi infeksi TB, anergi (gizi buruk, keganasan, penggunaan steroid jangka panjang, sitostatika, campak, pertusis, varicella, influenza, serta vaksinasi dengan vaksin hidup.

57. Penyebab bayi menangis menjerit karena kolik abdominal adalah a. Infeksi saluran cerna atas c. Infeksi hati e. Allergi susu sapi b. Infeksi saluran cerna bawah d. Infeksi saluran kemih Kolik abdomen adalah gangguan pada aliran normal isi usus sepanjang traktus intestinal. Obstruksi terjadi ketika ada gangguan yang menyebabkan terhambatnya aliran isi usus ke depan tetapi peristaltiknya normal. Banyak juga ahli yang mendefinisikan klik abdomen sebagai sebuah kondisi yang ditandai dengan kram atau nyeri kolik hebat, yang mungkin disertai dengan mual dan muntah. Etiologi Kolik Abdomen 1. Mekanis - Karsinoma - Volvulus - Polip - Intususepsi - Obstipasi - Striktur - Adhesi/perlengketan pascabedah (90% dari obstruksi mekanik) 2. Fungsional (non mekanik) - Ileus paralitik - Lesi medula spinalis - Enteritis regional - Ketidakseimbangan elektrolit - Uremia 58. Apa manajemen yang tepat pada bayi tersebut di atas (soal no. ?) a. Pemberian antibiotic sesuai sensitivitas lesi (?) b. Pemberian anti motilitas c. Pemberian analgetik d. Tindakan operasi e. Mengganti susu sapi dengan formula Penatalaksanaan Medis

mperbaiki kekurangan cairan intraseluler penyumbatan; selang dapat dimasukkan dengan lebih efektif dengan pasien berbaring miring ke kanan. peritonitis. paralitik atau infeksi. -ganda jika anastomosis dari ujung ke ujung terlalu beresiko. Kolostomi lingkaran untuk mengalihkan aliran feses dan mendekompresi usus dengan reseksi usus yang dilakukan sebagai prosedur kedua. 59. Kapankah terjadinya masa infeksius campak? a. Mulai hari ke3 masa inkubasi c. Mulai hari ke 6 masa inkubasi e. Mulai hari ke 10 masa inkubasi b. Mulai hari ke 5 masa inkubasi d. Mulai hari ke 8 masa inkubasi Campak adalah penyakit sangat menular dengan gejala prodromal atau gejala awal seperti demam, batuk, coryza/pilek, dan konjungtivitas, kemudian diikuti dengan munculnya ruam makulo papuler yang menyeluruh di seluruh tubuh (Setiawan, 2008). Penyebab Penyakit campak disebabkan oleh virus campak. Virus campak termasuk di dalam famili paramyxovirus. Virus campak sangat sensitif terhadap panas, sangat mudah rusak pada suhu 370 C. Toleransi terhadap perubahan pH baik sekali. Bersifat sensitif

terhadap eter, cahaya, dan trysine. Virus mempunyai jangka waktu hidup yang pendek (short survival time) yaitu kurang dari 2 jam. Apabila disimpan pada laboratorium, suhu penyimpanan yang baik adalah pada suhu-700C (Ranuh, 2008). Masa Inkubasi sekitar 10-12 hari jika gejala-gejala prodromal pertama dipilih sebagai waktu mulai, atau sekitar 14 hari jika munculnya ruam yang dipilih; jarak masa inkubasi dapat sependek 6-10 hari. Kenaikan ringan pada suhu dapat terjadi 9-10 hari dari hari infeksi dan kemudian menurun selama 24 jam atau di sekitarnya (Depkes RI, 2008). 60. Anjuran interntional study of kidney disease in children (ISKDC) untuk pengobatansindrom nefrotik adalah: a. Prednisone dengan dosis 2 mg/m2/ hari selama 8 minggu setiap hari b. Prednison dengan dosis 2 mg/kgBB/hari selama 4 minggu dan 4 minggu selanjutnya dengan dosis 1/3 mg/kgBB/hari selang sehari c. Prednison dengan dosis 60 mg/m2/hari selama 4 minggu dan 4 minggu selanjutnya dengan dosis 2/3nya selang sehari d. Prednisone dengan dosis 60 mg/m2/hari selama 4minggu dan 4 minggu selanjutnya dengan dosis 1/3nya selang sehari e. Prednisone dengan dosis 60 mg/m2/ hari selama 4 minggu dan 4 minggu selanjutnya dengan dosis nya selang sehari Terapi umum 1. istirahat * Tirah baring sambil memakai stocking yang agak ketat 2.Diet * Diet protein tinggi tidak lagi di anjurkan , cukup 40-60 gr/ hari plus yang keluar * Garam dan cairan dibatasi * Kalori tinggi 3.Medikamentosa sesuai dengan ISKDC (International Study on Kidney Diseasein Children), pengobatan inisial SN dimulai dengan pemberian prednison penuh (full dose) 60 mg/m2/hari atau 2 mg/kgBB/hari (maksimal 80 mg/hari), dibagi 3 dosis, untuk menginduksi remisi. Dosis prednison dihitung sesuai dengan berat badan ideal (berat badan terhadap tinggi badan). Prednison dosis penuh inisial diberikan selama 4 minggu. Setelah pemberian steroid 2 minggu pertama, remisi telah terjadi pada 80% kasus, dan remisi mencapai 94% setelah pengobatan steroid 4 minggu. Bila terjadi remisi pada 4 minggu pertama, maka pemberian steroid dilanjutkan dengan 4 minggu kedua dengan dosis 40 mg/m2/hari secara alternating (selang sehari_, 1 kali sehari setelah makan pagi. Bila setelah 4 minggu pengobatan steroid penuh, tidak terjadi remisi, pasien dinyatakan sebagai resisten steroid. Obat alternative : * Furosemide atau tiazid dosis rendah * Antibiotik profilaksis dapat dipertimbangkan * NSAIDs (Yayan Akhyar, 2008, Syndroma Nefrotik., Faculty of Medicine, University of Riau)

Kunci Jawaban 1. B 2. C 3. A 4. D 5. B 6. D 7. C 8. C 9. A 10. A 11. E 12. D 13. C 14. B 15. A 16. C 17. D 18. A 19. C 20. D 21. C 22. C 23. A 24. A 25. B/D 26. B 27. C 28. D 29. B 30. C 31. E 32. D 33. E 34. A 35. C 36. E 37. C 38. B 39. C 40. A/D 41. E 42. C 43. E 44. C 45. E 46. B 47. C 48. D 49. B 50. A 51. A 52. C 53. A 54. A 55. D/E 56. B 57. B 58. D 59. E 60. C

a dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakkupat berbuat dan supaya aku berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (member kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bersabar kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang:: Qs Al Ahqaf (46): 15::

Teman-teman jangan lupa bantu Rasah Cangkeman untuk terus lebih baik dengan mengisi survey yang sedang kami lakukan di blog http://RasahCangkeman.wordpress.com

Which meme do you like?

Pendidikan Dokter 2010 selalu optimis untuk menghadapi ujian blok . . . Ada saran dari Rasulullah SAW, mencontohkan kita untuk berdoa dengan doanya Nabi Musa as, : "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku; dan mudahkanlah untukku urusanku; dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku; supaya mereka mengerti perkataanku" (QS. Thahaa: 25-28).