Anda di halaman 1dari 4

TUGAS HUKUM HUMANITER

Nama: Latifa NIM: 01010177

Fakultas Hukum Universitas Trisakti

Perang Amerika Serikat vs Iran A. Para Pihak yang Terlibat Perang internasional yang akan dibahas, melibatkan negara-negara berikut ini: 1. Amerika Serikat dan sekutu-sekutu dekatnya, yaitu Inggris, Perancis, Jerman. Amerika Serikat sangat terpukul ketika para diplomatnya disandera di Teheran, Iran oleh Ayatulah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam Iran, yang membuat Presiden Jimmy Carter saat itu mengirimkan pasukan Amerika ke Iran, akan tetapi gagal karena pesawat pengangkut pasukan kecelakaan. Kemudian Amerika memprovokasi Irak untuk menyerang Iran, dengan mengirimkan bantuan senjata pemusnah massal, dan strategi inipun tetap tiada hasil. 2. Iran Apapun yang telah diupayakan Amerika untuk menjatuhkan Iran, sedikitpun tidak dapat menggentarkan pasukan Iran. 3. Irak Irak adalah korban dari ambisi perang Amerika, dikarenakan Irak gagal menghancurkan Iran. Irak telah dua kali diserbu oleh Amerika beserta sekutusekutunya, yaitu: - Pada masa administrasi Presiden George W. Bush Senior, dan - Pada masa administrasi Presiden George W. Bush Jr. 4. Afghanistan Sejak awal George W. Bush Jr berkuasa sebagai Presiden Amerika Serikat, telah terihat akan ambisi perangnya, seperti tuduhan tanpa bukti terhadap Afghanistan, yaitu: - Sebagai pengorganisir teror yang meruntuhkan gedung World Trade Center, di New York, dan - Sebagai pihak yang melindungi dan menyembunyikan Osama bin Laden. B. Kronologi Secara Singkat Amerika Serikat telah memporak-porandakan Afghanistan melalui serangan militer dengan menggunakan perang rudal massal dan mesin perang supra canggih untuk meruntuhkan kekuasaan Taliban di Afghanistan. Setelah serangan Afghanistan, Amerika langsung menyerang Irak dengan kebohongan dalih, yaitu:

Irak sedang mengembangkan senjata pemusnah massal. Tetapi setelah runtuhnya kekuasaan Saddam Husein, militer Amerika di Irak tidak menemukan adanya rencana Saddam Husein mengembangkan senjata pemusnah massal. Saddam Husein adalah sekutu dari Osama bin Laden. Namun militer Amerika juga tidak menemukan bukti adanya kerjasama Saddam Husein dengan Osama bin Laden.

Di sisi lain, Iran - di bawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinedjad sebagai presiden Iran - menggalakkan proyek nuklir sebagai usaha untuk memperkokoh kekuatan dalam negeri. Perasaan takut yang dirasakan oleh Israel dan pelindungnya (Amerika) terhadap gerakan-gerakan Iran tersebut, telah membuatnya ber-aliansi internasional untuk menghukum Iran dengan embargo ekonomi, atau bahkan dengan kekuatan militer sebagaimana yang telah dilakukan Amerika terhadap Afghanistan dan Irak. C. Rumusan Masalah Pada akhirnya, permasalahan antara Amerika Serikat beserta sekutu-sekutunya dengan Iran mulai memanas sejak Iran menggalakkan proyek teknologi nuklir, dimana proyek ini selain memiliki multi fungsi untuk energi listrik dan pengobatan supra canggih, juga dapat dialihkan sebagai senjata pemusnah massal. Oleh sebab itu, untuk mencegah dan mengantisipasi gerakan Iran yang berpotensi membahayakan Amerika, Amerika mulai berusaha menyudutkan Iran dengan menuding Iran sebagai kekuatan anti demokrasi dan anti perdamaian. Amerika bersama sekutusekutunya (Inggris, Perancis, dan Jerman) secara terus-menerus melakukan penyelidikan internasional terhadap proyek nuklir Iran. Selain itu mereka juga mengenakan sanksisanksi ekonomi kepada Iran. Sanksi-sanksi ekonomi dari Amerika dan sekutunya terhadap Iran, telah menyebabkan kedua belah pihak tersebut saling mengancam dan menggertak untuk menjatuhkan kekuatan satu sama lain, dimana keadaan ini sangat menakutkan masyarakat internasional karena tindakan masing-masing dapat menyulut perang terbuka yang mengerikan. Dari sisi geopolitik dan geoekonomi dunia, Iran adalah satu basis kekuatan maharaksasa perekonomian dunia, bila Barat kehilangan akal sehat dan menyerbu Iran maka perekonomian dunia dapat mengalami malapetaka keruntuhan besar yang merugikan segenap pihak tanpa terkecuali. Berikut di bawah ini, dapat dilihat penjelasan lebih jauh mengenai tindakan saling mengancam dari kedua belah pihak ini: - Perancis dan Amerika Serikat telah melakukan embargo perekonomian yang membatasi impor minyak bumi Iran, dimana merupakan sumber ketangguhan perekonomian Iran selama ini. - Yang ditanggapi oleh Iran dengan mengancam akan menutup Selat Hormuz dari pelayaran tanker-tanker raksasa milik Barat sebagai aksi perlawanan Iran. - Tentunya hal ini dapat berakibat malapetaka bagi perekonomian dunia terutama perekonomian Barat yang saat ini sedang dilanda resesi, yang berpotensi mengguncang kehidupan masyarakat global.

Ancaman Iran tersebut dijawab oleh Barack Obama, Presiden Amerika dengan ancaman balik, bahwa Amerika akan membuka paksa penutupan Selat Hormuz dengan kekuatan militer dan mesin perang Amerika. Mahmoud Ahmadinedjad dengan dukungan Ayatullah Khamenei, pemimpin tertinggi dan panglima tertinggi Angkatan Perang Republik Islam Iran bersikap tidak gentar. Iran menunjukkan penguasaannya atas Selat Hormuz dengan uji coba rudal supra canggih yang dapat menjangkau Irak, Turki, Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Afghanistan di mana Armada Besar ke V, dan pusat-pusat militer dan mesin perang Amerika berlokasi. Saat-saat terakhir ini terjadilah demonstrasi kekuatan militer dan mesin perang antara Iran dengan Amerika yang disertai oleh saling menggertak.

Inggris telah dengan tegas memperingatkan sekutu-sekutu utamanya agar ekstra hati-hati menghadapi Iran dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan dengan Iran melalui dialog. Perang Terbuka Perang terbuka antara Iran dengan Amerika bersama sekutu-sekutu dekatnya berpotensi dimulai oleh Iran mau pun oleh Amerika. Kekuatan rudal supra canggih militer Iran dalam kondisi dapat menghancurkan pangkalan besar Armada Ke V serta pangkalanpangkalan lainnya di Timur Tengah dan Asia Selatan. Bila Iran melakukan serangan mendadak sebagaimana dilakukan Angkatan Perang Jepang dahulu ke Pearl Harbour, dan Armada ke V serta pangkalan-pangkalan lainnya, berhasil dihancurkan. Tetapi cadangan kekuatan Amerika sungguh tidak terbatas di mana sampai saat ini bahwa adi daya militer dan mesin perang supra canggih masih berada di tangan Amerika. Amerika akan bergerak habis-habisan dengan mencetak mata uang dollar-nya dan membiayai operasi balasan besar-besaran yang sudah pasti meluluh-lantakkan Iran. Perlu diingat bahwa kondisi geografi Iran tidak memberi peluang timbulnya perang gerilya (perang rakyat semesta) jangka panjang melawan Amerika. Perang terbuka kelihatannya masih sangat sulit dimenangkan oleh Iran. Akal sehat dapat saja hilang di pihak Iran mau pun Amerika dan akibat perang konyol yang demikian ini pasti menghancurkan perekonomian dunia dan berpotensi merubah peta dunia. [sumber: http://www.terindikasi.com/2012/04/perang-terbuka-iran-vs-amerika.html]