Anda di halaman 1dari 20

Batu ginjal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia


Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).
Daftar isi
[sembunyikan]

1 Gejala 2 Diagnosa 3 Pengobatan 4 Pencegahan

o o

4.1 Batu kalsium 4.2 Batu asam urat

5 Lihat pula

[sunting]Gejala
Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

[sunting]Diagnosa

Batu yang tidak menimbulkan gejala, mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis). Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya, kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravenadan urografi retrograd.

[sunting]Pengobatan
Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu; jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik.

[sunting]Pencegahan
Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. Batu tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih.

[sunting]Batu kalsium
Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria, dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi. Obat diuretik thiazid (misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru. 1. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari).

2. Diet rendah kalsium dan mengonsumsi natrium selulosa fosfat. Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih, diberikan kalium sitrat. Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih, yang menyokong terbentuknya batu kalsium, merupakan akibat dari mengonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam, coklat, kacang-kacangan, merica dan teh). Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain, seperti hiperparatiroidisme, sarkoidosis, keracunan vitamin D, asidosis tubulus renalis atau kanker. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut.

[sunting]Batu asam urat


Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging, ikan dan unggas, karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah, karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa), bisa diberikan kalium sitrat. Dan sangat dianjurkan untuk banyak minum air putih.

Asam Urat Mulai Mengancam Pria!


oleh L-Men pada 20 Maret 2009 jam 1:48

Lebih dari lima tahun, Deni (40 tahun) sering mengalami rasa pegal dan nyeri, yang biasanya hilang setelah dipijat atau dibalur dengan obat gosok. Memang selang beberapa saat, rasa tersebut berkurang. Namun kembali muncul dan semakin parah, dengan rasa pegal dan nyeri hampir di seluruh persendian. Sayangnya Deni tidak menyadari penyakit yang dideritanya. Sampai akhirnya ia memutuskan ke dokter dan melakukan pemeriksaan darah. Saat itu ia baru mengetahui bahwa rasa nyeri yang ia rasakan adalah akibat tingginya kadar asam urat (10mg/dl), padahal kadar normal asam urat adalah 3.4-7mg/dl (pria) dan 2.4-5.7mg/dl (wanita). Apakah sebenarnya asam urat dan bagaimana bahayanya?

Asam urat/gout/pirai dikenal sejak zaman Yunani kuno, sebagai penyakit orang kaya. Gout sendiri berasal dari bahasa Latin: guttan yang berarti tetesan, karena diduga berasal dari tetesan racun yang jatuh satu per satu pada persendian. Tingginya kadar asam urat yang ditemukan dalam darah penderita gout sendiri sebenarnya baru diketahui pada abad ke-18, berdasarkan penelitian Sir Alfred Garrod melalui isolasi asam urat dari batu ginjal. Hingga kini, gout sering disebut penyakit asam urat atau arthritis gout yang merupakan salah satu jenis penyakit rematik atau radang sendi.

Apakah itu Asam Urat? Asam urat merupakan bagian normal dalam darah dan urin, tepatnya hasil pemecahan sel tubuh. Setelah sel tubuh mati, maka purin yang terdapat dalam inti sel akan mengalami metabolisme lanjutan, dengan hasil akhir asam urat

dan akan dikeluarkan tubuh melalui ginjal.

Pada metabolisme normal, kadar asam urat selalu diatur dalam batasan normal. Asupan makanan yang terlalu banyak mengandung purin, kelainan metabolisme tubuh seperti pemecahan sel yang terlalu banyak (dengan prevalensi penderita 20-30%) atau adanya kelainan fungsi ginjal (dengan prevalensi 75%) dapat menyebabkan kadar asam urat meningkat.

Selain itu, penyakit asam urat juga dapat terjadi akibat obesitas dan komplikasi penyakit diabetes melitus, hipertensi dan arteriosclerosis (penyempitan pembuluh darah oleh kolesterol jahat), yang dapat merusak pembuluh darah dan syaraf pada organ tubuh, termasuk ginjal. Dengan rusaknya ginjal, maka sistem pengeluaran asam urat pun menjadi terganggu, sehingga kadarnya meningkat.

Pria Lebih Beresiko? Berdasarkan sumber yang dapat dipercaya, sekitar 40% penduduk Indonesia berusia di atas 40 tahun mengalami keluhan nyeri sendi dan otot seperti pada gout arthritis. Angka ini meningkat dari tahun ke tahun, yang tidak saja didominasi oleh usia lanjut, tapi juga diderita kaum muda.

Penyakit gout paling banyak diderita oleh kelompok usia produktif antara 30-50 tahun, dan didominasi pria, mungkin termasuk Anda!

Bagaimana Gejalanya ? Pada stadium awal, penyakit gout ditandai oleh hiperurisemia asimptomatis. Pada stadium ini, kadar asam urat meningkat tanpa disertai arthritis (rasa nyeri), tofi (endapan keras seperti batu karang) dan batu ginjal.

Sedang pada stadium selanjutnya, penderita asam urat akan mulai merasakan radang sendi disertai dengan rasa nyeri yang hebat, bengkak, merah dan rasa panas pada sendi kaki. Serangan akan hilang sendiri dalam waktu 10 hari atau 3 hari (jika diberi obat).

Jika hal ini terus dibiarkan, maka dalam waktu kurang lebih 1-2 tahun, penderita akan merasakan interval serangan yang bertambah pendek. Lalu terbentuk tofi atau terjadi perubahan bentuk pada sendi yang tidak dapat kembali ke bentuk semula, dengan rasa sakit yang lebih hebat. Inilah yang disebut arthritis gout kronis.

Endapan kristal natrium urat yang berlebihan dan mengendap pada persendian, selain menimbulkan nyeri dan linu juga dapat menyebabkan tubuh sulit bergerak. Selain itu pengendapan ini dapat pula terjadi pada pembuluh darah jantung dan ginjal. Komplikasi terakhir inilah yang paling berbahaya, karena adanya endapan kristal natrium urat pada ginjal dapat menyebabkan terbentuknya batu asam urat yang sering disebut batu ginjal.

Bagaimana Pencegahannya? Kendalikan gout/asam urat dari sumber penyakit itu berasal. Pola makan tidak sehat yang menjadi sumber penyakit degeneratif sebaiknya mulai dihindari. Berikut tips singkat yang dapat Anda jalankan:

1. .Batasi konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi, dan pilihlah makanan dengan kadar purin rendah. No. Nama Makanan Kadar Purin Saran 1. Seafood (udang, kerang, cumi); jerohan (hati, ginjal, otak, jantung, limpa, paru); alkohol; ragi/tape/brem; makanan dalam kaleng (sarden) 150 -1000 mg purin Sebaiknya tidak disantap 2. Daging sapi, ikan selain no.1, kacang-kacangan, bayam, buncis, kembang kol, daun singkong, daun pepaya, kangkung, asparagus, dan jamur 50 - 100 mg purin Sebaiknya dibatasi 3. Susu, keju, telur, sayur, buah, dan serealia 0 - 15 mg purin Sangat disarankan

2. Batasi konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir dan olahannya (permen atau kue yang terbuat dari gula pasir), yang dapat beresiko terhadap peningkatan kadar asam urat serum.

3. Hindari makanan tinggi lemak (kacang, gorengan, margarin, mentega dan makanan bersantan), yang dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin.

4. Hindari konsumsi makanan berlebihan yang beresiko terhadap obesitas dan sesuaikan dengan kebutuhan kalori tubuh. Ingatlah bahwa obesitas merupakan salah satu faktor resiko terjadinya asam urat!

5. Minum air putih minimal 2.5 liter (10 gelas) per hari untuk membantu mengeluarkan asam urat melalui urin.

Jadi untuk sumber makanan berprotein yang sangat disarankan bagi penderita asam urat, Anda dapat memilih susu, keju dan telur. Namun hati-hati dengan kadar lemaknya! Pilihlah yang rendah lemak.

Selain tips pola makan sehat di atas, berolahraga teratur akan membuat tubuh Anda selalu tampil bugar dan sehat. Berarti untuk mencegah penyakit asam urat dan komplikasinya, Anda cukup menjalankan pola hidup sehat, bukan?

Bahaya asam urat


Pada keadaan normal, kadar asam urat di dalam darah pada pria tidak boleh melebihi 7 mg/dL dan pada wanita 6 mg/dL. Peninggian kadar asam urat dalam darah menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara produksi asam urat yang berasal dari makanan/minuman yang dikonsumsi dengan pengeluarannya melalui ginjal, yang kemungkinan disebabkan karena produksi asam urat yang berlebihan ataupun pengeluarannya dari tubuh melalui ginjal yang terlalu sedikit maupun kombinasi keduanya. Diperkirakan sekitar 10 % dari penderita dengan kadar asam urat darah yang tinggi (hiperurikemia) mengalami pembantukan asam urat yang berlebihan dengan akibat pengeluaran asam urat melalui air seni melebihi 800 mg/hari. Walaupun sebahagian penderita dengan kadar asam urat darah yang tinggi dapat tanpa gejala, tetapi hal ini memerlukan perhatian dan penanganan yang memadai karena tidak hanya merusak sendi-sendi tubuh tetapi sebentar atau lama dapat merusak organ-organ tubuh seperti ginjal, jantung dan lain-lain. Pada sendi sendiri dapat menyebabkan gangguan dan cacat sendi, karena adanya deposit dari kristal monosodium urat monohidrat pada sendi adanya hiperurikemia yang bertahun-tahun dengan kadar asam urat lebih dari 7 mg/dL biasanya menyebabkan pembentukan kristal asam urat pada sendi-sendi. Demikian juga, beberapa penyakit lebih sering didapati bersamaan dengan hiperurikemia, seperti kadar lemak darah yang tinggi, hipertensi, penyakit jantung koroner dan strok, penyakit ginjal, diabetes melitus dan lain-lain. Pengeluaran asam urat terjadi melalui air seni. Beberapa obat dapat meyebabkan hiperurikemia seperti salisilat, obat yang meningkatkan pengeluaran air seni (diuretic), asam nikotinat, obat tbc seperti pirazianamida, etambutol, sedangkan alkohol selain menyebabkan pembentukan asam urat yang meningkat juga pengeluarannya melalui air seni yang berkurang. Kejadian gout pada pria dua kali lebih sering dibandingkan wanita. Kebanyakan pria mulai menderita penyakit ini setelah berusia 40 tahun dengan puncaknya pada usia 50 tahunan, sedangkan pada wanita biasanya setelah menopause. Biasanya pasien lanjut usia (lansia) telah mengalami gangguan fungsi ginjal dan semakin bertambah usia semakin berat pula gangguan fungsi ginjal, sehingga sering didapati lansia dengan hiperurikemia. Semakin tinggi kadar asam urat darah semakin besar pula kemungkinan terjadi kerusakan pada organorgan tubuh. Disinilah perlunya kita memeriksa kadar asam urat darah secara periodik guna mengantisipasi bahaya yang disebabkan hiperurikemia tersebut. Bahaya Pada Ginjal Penderita hiperurikemia mempunyai risiko menderita batu asam urat di dalam perjalanan penyakitnya.

Kurangnya pengeluaran asam urat melalui air seni bukan saja meningkatkan pembentukan batu asam urat di ginjal tetapi juga batu kalsium oksalat. Menurut seorang ahli yang bernama Emmerson bahwa terbentuknya kedua jenis batu tersebut secara bersamaan dapat disebabkan karena asam urat merupakan inti untuk terbentuknya batu kalsium oksalat. Pembentukan batu asam urat ini juga dipengaruhi oleh bertambahnya keasaman air seni dan tingginya kadar asam urat di dalam air seni, sedangkan disisi lain bahwa adanya zat sitrat dan glikosaminoglikan dapat menghambat pembentukan batu tersebut. Selain daripada kadar asam urat yang tinggi di dalam urine, faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pembentukan batu asam urat berupa volume air seni yang lebih sedikit. Adanya batu asam urat menyebabkan peninggian tekanan di dalam ginjal dan penekanan pembuluhpembuluh darah yang menyebabkan bertambah tebalnya dinding pembuluh darah dan berkurangnya aliran darah ke ginjal dengan akibat kerusakan pada ginjal. Bahaya Pada Jantung Hiperurikemia mempunyai hubungan yang jelas dengan angka kematian yang disebabkan berbagai macam penyakit jantung dan pembuluh darah. Pada pasien dengan hiperurikemia dan hipertensi terdapat meningkatnya risiko 3-5 kali timbulnya penyakit jantung koroner dan strok dibandingkan dengan yang hanya menderita hipertensi. Hiperurikemia juga berhubungan dengan sindroma metabolik (sindroma X) atau resistensi insulin, yaitu kumpulan kelainan-kelainan dengan kadar insulin yang meningkat di dalam darah, hipertensi, kadar trigliserida darah yang meningkat dan kadar lemak baik (HDL-cholesterol) yang rendah yang semuanya sering menyebabkan penyakit jantung koroner. Dengan diet yang rendah asam urat (dikenal sebagai diet rendah purin) yang ketat dalam jangka waktu lama dan kombinasi dengan alupurinol serta kontrol berobat secara teratur akan dapat mempertahankan kadar asam urat darah dalam batas normal. Source : http://desacinta.topicmanager.com/dunia-kesehatan-f30/apa-bahayanya-jika-kadar-asam-uratdarah-sering-tinggi-t328.htm Jelly gamat sembuhkan asam urat kronis

Tips Praktis Mengenali Batu Ginjal

Batu ginjal sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno. Ini terbukti dari ditemukannya batu ginjal di sebuah mumi yang berusia 7000 tahun. Sahabat dekat batu ginjal adalah batu buli-buli yang terdapat di kandung kemih. Batu buli-buli juga disebut sebagai vesical stone atau bladder stone. Menurut catatan sejarah, Raja Leopold I dari Belgia, Napoleon Bonaparte, Napoleon III, Raja Louis XIV, George IV, Benjamin Franklin, Newton, Bacon, dan fisikawan Harvey serta Boerhaave ternyata merupakan penderita batu buli-buli. Nah, untuk mengetahui tentang batu ginjal secara lebih jelas dan mendetail, silakan simak sajian berikut ini . Selamat menikmati!!!

Sinonim Nephrolithiasis, kidney stones, renal stones, urinary stones, urolithiasis, ureterolithiasis, kidney calculi, renal calculi, ureteral calculi, urinary calculi, acute nephrolithiasis, urinary tract stone disease.

Definisi Batu yang berada di ginjal dan salurannya.

Epidemiologi Satu dari 20 orang menderita batu ginjal. Pria:wanita = 3:1. Puncak kejadian di usia 30-60 tahun atau 20-49 tahun. Prevalensi di USA sekitar 12% untuk pria dan 7% untuk wanita. Batu struvite lebih sering ditemukan pada wanita daripada pria.

Penyebab Banyak faktor yang mempermudah terbentuknya batu ginjal, seperti: genetik (keturunan), riwayat sakit batu ginjal sebelumnya, kurang minum, aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat, cuaca/iklim panas yang menyebabkan volume cairan tubuh cepat berkurang. Jenis pekerjaan, olahraga, atau hobi yang memicu dehidrasi. Konsumsi obat tertentu pemicu terbentuknya batu ginjal, misalnya: efedrin, obat pelancar kencing, antikejang, antivirus (indinavir; atazanavir). Obat lainnya: guaifenesin; triamterene; silicate (penggunaan antacid yang mengandung magnesium silicate yang terlalu sering/berlebihan); juga obat-obat sulfa, termasuk: sulfasalazine, sulfadiazine, acetylsulfamethoxazole, acetylsulfasoxazole, dan acetylsulfaguanidine. Penyakit dan gangguan metabolisme tubuh, seperti: hiperparatiroidisme, hypercalciuria (peningkatan penyerapan kalsium di usus), penyakit rematik (asam urat atau gout artritis), penyakit usus. Kelainan anatomis (bentuk) ginjal dan salurannya. Batu kalsium, batu asam urat, batu struvite (batu infeksi), batu sistin.

Batu ginjal terbentuk akibat kejenuhan air seni, gangguan keasaman (pH) ginjal, dan menurunnya faktor penghambat kristal, seperti: sitrat, magnesium, protein Tamm-Horsfall, dan bikunin.

Gejala Klinis Bisa tanpa keluhan sama sekali. Nyeri kolik, yang terasa di satu sisi pinggang atau perut, dapat menjalar ke alat kelamin (buah pelir, penis, vulva), muncul mendadak, hilang timbul, dan intensitasnya kuat. Nyeri ginjal (renal colic), yang terasa di pinggang, tidak menjalar, terjadi akibat regangan kapsul ginjal, sering berhubungan dengan mual dan muntah. Nyeri kandung kemih (buli-buli), terasa di bawah pusat. Urgensi, yaitu rasa ingin kencing sehingga terasa sakit. Disuria, yaitu rasa nyeri saat kencing atau sulit kencing. Polakisuria, yaitu frekuensi kencing yang lebih sering dari biasanya. Hematuria, yaitu terdapat darah atau sel darah merah (eritrosit) di air seni. Anuria/oliguria. Anuria yaitu jika produksi air seni < 200 cc/hari. Oliguria yaitu jika jika produksi air seni < 600 cc/hari.

Pemeriksaan Penunjang Analisis batu, urin tampung 24 jam, urinalisis. Hitung sel darah lengkap (complete blood cell count). Kimia darah, meliputi: kadar elektrolit, kalsium, fosfat, asam urat, dan kreatinin serum. Analisis hormon paratiroid. Ultrasonografi, foto rontgen perut (plain film radiography), IVP (intravenous pyelography), CT scan, MRI (Magnetic Resonance Imaging).

Terapi Obat penghilang nyeri, seperti: golongan narkotik (meperidine, morfin sulfat, kombinasi parasetamol dan kodein, atau injeksi morfin), golongan analgesik opioid (morphine sulfate, oxycodone dan acetaminophen,

hydrocodone dan acetaminophen), golongan analgesik narkotik (butorphanol), golongan anti-inflamasi non steroid (ketorolac, diclofenac, celecoxib, ibuprofen). Antiemetic (metoclopramide) jika mual atau muntah. Antibiotik jika ada infeksi saluran kemih, misalnya: ampicillin plus gentamicin, ticarcillin dan clavulanic acid, ciprofloxacin, levofloxacin, ofloxacin. Untuk mengeluarkan batu ginjal dapat juga dengan obat golongan calcium channel blockers atau penghambat kalsium (nifedipine), golongan alpha-adrenergic blockers (tamsulosin, terazosin), golongan corticosteroids atau glukokortikoid, seperti: prednisone, prednisolone. Obat pilihan lainnya: agen uricosuric (allopurinol), agen alkalinizing oral (potassium citrate). Tindakan intervensi lain yaitu dengan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), ureteroskopi, ureterorenoskopi, percutaneous nephrolithotomy, bedah terbuka.

Pencegahan Minum air putih 2,33,3 liter setiap hari. Pembatasan garam dapur. Pembatasan protein hewani. Diet rendah oksalat (mengurangi konsumsi: sayuran berwarna hijau, gula bit, kacang-kacangan, biji-bijian, produk kedelai, teh, cokelat, strawberry. Diet rendah purin (mengurangi konsumsi: sarden, kerang, otak, jeroan; jantung, hati, usus, limpa). Memperbanyak konsumsi bayam, kangkung, kacang panjang dan daunnya, buncis, gandum, beras yang semuanya ini kaya akan serat tak larut yang akan mengikat kalsium, sehingga kalsium yang diserap usus berkurang, dan ekskresi melalui ginjal juga berkurang. Mengurangi konsumsi jus apel dan jus anggur, sering mengonsumsi: minuman jeruk, minyak ikan, vitamin B6, dan fitofarmaka penghancur batu ginjal, seperti: tempuyung, srigunggu, sambang getih, gempur watu, keji beling.

Tahukah Anda? Penderita batu ginjal dan sedang menjalani diet rendah oksalat sebaiknya tidak mengonsumsi vitamin C dosis tinggi, karena vitamin C dapat meningkatkan kadar oksalat di dalam darah.

Referensi dan Bacaan Lebih Lanjut 1. Cahyono, JBSB. Batu Ginjal: Bagaimana Mencegah & Menanganinya? Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

2009. 2. Craig S. Renal Calculi. eMedicine Specialties > Emergency Medicine > Genitourinary. Updated: Dec 31,

2008. 3. Finkielstein VA, Goldfarb DS. Strategies for preventing calcium oxalate stones. CMAJ. May

9 2006;174(10):1407-9. 4. Preminger GM, Tiselius HG, Assimos DG, Alken P, Buck C, Gallucci M, et al. 2007 guideline for the management of ureteral calculi. J Urol. Dec 2007;178(6):2418-34. 5. Webber R, Tolley D, Lingeman J. Kidney stones. Clin Evid. Dec 2005;(14):1048-56.

6.

Wen CC, Nakada SY. Treatment selection and outcomes: renal calculi. Urol Clin North

Am. Aug 2007;34(3):409-19. 7. Wolf Jr JS. Nephrolithiasis. eMedicine Specialties > Urology > Stones. Updated: Dec 10, 2008

Sumber gambar: http://

Kumis Kucing Atasi Batu Ginjal dan Asam Urat


Kumis Kucing Atasi Batu Ginjal dan Asam Urat
Ginjal dan oragan organ saluran kencing lainnya merupakan salah satu sekresi pembuangan sisa sisa metabolisme tubuh. jika organ ini terganggu, maka proses pembuangan racun racun dalam tubuh akan ikut terganggu. Salah satu mengatasi gangguan organ organ ini adalah memberikan tanaman obat yang bersifat peluruh kencing (diuretik) Efek diuretikum tanaman obat juga penting untuk mengatasi penyakit batu saluran kencing . Volume urine yang banyak akan cukup membantu pembuangan timbunan batu di saluraan kencing.Kumis kucing yang terkenal sejak lama berhasiat mengatasi gangguan saluran kencing dan batu ginjal .

Beberapa penelitian menyatakan bahwa kumis kucing bersifat diuretikum adalah bukti pembenaran bahwakumis kucing dapat mengatasi gangguan kencing. Tanaman ini juga mengandung unsur kalium (k) yang cukup berarti, unsur K inilah yang berfungsi sebagai pemecah batu dalam pengobatan batuginjal atau batu saluran kencing lainnya. Sedangkan untuk pengobatan asam urat , kumis kucing berfungsi sebagai pemecah kristalasam urat dan mempercepat proses pembuangan dari dalam tubuh. tanaman kumis kucing sudah di kenal sejak lama dapat digunakan dalam pengobatan penyakit gout / asam urat . Asam urat ( Uric Acid) sendiri merupakan hasil akhir dari metabolisme purin. Purin dalam darah berasal dari makanan dan sebagai hasil pemecahan asam nukleat tubuh. asam urat merupakan sisa metabolisme tubuh yang hampir tidak berguna, peran ginjal dan saluran kencing lainnya sangat besar dalam pembuangan asam urat ini.

www.pilotfriend.com/aeromed/ Batu Ginjal, Penyebab dan Pencegahannya


Jun 26th, 2008 | Filed under Health/Kesehatan Leave a comment | Trackback

Sakit pinggang terjadi bila batu yang mengadakan obstruksi berada di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan,adanya darah di dalam urin bila batu melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine. DALAM istilah kedokteran, batu ginjal disebut Nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ginjal adalah suatu keadaan terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau calyces dari ginjal atau di dalam saluran ureter. Pembentukan batu ginjal dapat terjadi di bagian mana saja dari saluran kencing, tetapi biasanya terbentuk pada dua bagian terbanyak pada ginjal, yaitu di pasu ginjal (renal pelvis) dan calix renalis. Batu dapat terbentuk dari kalsium, fosfat, atau kombinasi asam urat yang biasanya larut di dalam urine. Batu ginjal bervariasi ukurannya, dapat bersifat tunggal atau ganda. Batu-batu tinggal dalam pasu ginjal atau dapat masuk ke dalam ureter dan dapat merusak jaringan ginjal. Batu yang besar akan merusak jaringan dengan tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran kembali cairan. Kebanyakan batu ginjal dapat terjadi berulang-ulang. Apakah penyebabnya? Batu ginjal dijumpai pada 1 dari 1.000 orang, biasanya lebih banyak dijumpai pada pria (berumur 30-50 tahun) ketimbang wanita. Juga banyak dijumpai di daerah tertentu. Walaupun secara pasti tidak diketahui penyebab batu ginjal, kemungkinannya adalah bila urine menjadi terlalu pekat dan zatzat yang ada di dalam urine membentuk kristal batu. Penyebab lain adalah infeksi, adanya obstruksi,

kelebihan sekresi hormon paratiroid, asidosis pada tubulus ginjal, peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan dengan radang persendian), kerusakan metabolisme dari beberapa jenis bahan di dalam tubuh, terlalu banyak mempergunakan vitamin D atau terlalu banyak memakan kalsium. Gejala Walaupun besar dan lokasi batu bervariasi, rasa sakit disebabkan oleh obsruksi merupakan gejala utama. Batu yang besar dengan permukaan kasar yang masuk ke dalam ureter akan menambah frekuensi dan memaksa kontraksi ureter secara otomatis. Rasa sakit dimulai dari pinggang bawah menuju ke pinggul, kemudian ke alat kelamin luar. Intensitas rasa sakit berfluktuasi dan rasa sakit yang luar biasa merupakan puncak dari kesakitan. Apabila batu berada di pasu ginjal dan di calix, rasa sakit menetap dan kurang intensitasnya. Sakit pinggang terjadi bila batu yang mengadakan obstruksi berada di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan, adanya darah di dalam urin bila batu melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine. Bagaimanakah diagnosisnya? Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, kemudian melakukan tes sebagai berikut: 1.Foto sinar X dari ginjal, ureter, dan kandung kemih untuk menunjukkan adanya batu ginjal. 2.Ultrasound ginjal, merupakan tes noninvasif yang mempergunakan gelombang frekuensi tinggi akan mendeteksi obstruksi dan perubahannya. 3.Pemberian intravena zat pewarna dan scan memberi konfirmasi diagnosis dan menentukan ukuran dan lokasi batu ginjal. 4.Analisis batu untuk mengetahui kandungan mineralnya. 5.Analisis kultur urine untuk menunjukkan jenis bakteri penyebab infeksi, dan lain-lain. Mencegah dan mengobati Bagaimanakah pengobatannya? Karena 90% dari batu ginjal berdiameter kurang dari 5 mm, biasanya cukup diberi air rebusan dari tumbuhan Desmodium stryracifulium dan diberi minum 6 8 gelas air per hari, diberi antibiotika untuk mencegah infeksi, serta obat pengurang rasa sakit. Pada umumnya batu akan keluar dalam waktu 5 10 hari. Apabila batu terlalu besar untuk dikeluarkan secara alamiah, operasi dapat dikerjakan. Apabila batu berada di ureter, sistoskopi dapat digunakan melalui uretra dan batu dimanipulasi dengan kateter. Pengeluaran batu dari daerah lainnya (pada calix dan pelvis) memerlukan operasi dari samping atau perut bagian bawah. Prosedur yang disebut percutaneus ultrasonic lithotripsy dan extracorporeal shock wave lithotripsy akan memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil-kecil, sehingga dapat dikeluarkan secara alamiah atau dengan pengisapan. Untuk pencegahan batu ginjal, sebaiknya sering minum air rebusan tumbuhan Desmodium stryracifolium, atau dianjurkan mengurangi makan kalsium, diberi obat untuk mencegah pembentukan batu asam urat, dan vitamin C yang memberi keasaman kepada urine. Apabila kelenjar paratiroid juga termasuk penyebabnya, dokter akan merekomendasi tindakan paratiroidektomi (kelenjar paratiroid diangkat). Prognosisnya: batu ginjal sering menimbulkan gejala rasa sakit yang hebat, tapi biasanya setelah dikeluarkan tidak menimbulkan kerusakan permanen. Memang sering terjadi kambuh lagi, terutama bila tidak didapatkan penyebabnya dan diobati. Komplikasinya: 1. Timbul kembali batu ginjal. 2. Infeksi saluran urine. 3. Penyumbatan pada ureter. 4. Kerusakan sebagian jaringan ginjal. 5. Menurunnya atau hilangnya fungsi ginjal yang terkena. (dr. Drs. Hadipratomo Y, sarjana biologi dan dokter umum).***

Asam Urat

Gout arthritis (batu asam urat) merupakan suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat mengontrol asam urat, sehingga kristal asam urat yang berlebihan akan menumpuk di dalam jaringan tubuh terutama di persendian. Asam urat merupakan zat sisa yang dibentuk oleh tubuh pada saat regenerasi sel (Tatiratu 2009). Klasifikasi Artritis adalah salah satu penyakit reumatologi nyeri somatic dan kekakuan pada sendi yang dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin, genetik, factor lingkungan, dan gaya hidup. Artritis seringkali dikenal dengan peradangan atau inflamasi di persendian. Gout arthritis terdiri dari dua jenis, yaitu gout primer dan gout sekunder. Gout primer adalah gout yang disebabkan adanya kelainan genetik maupun kelainan bawaan lain yang menyebabkan peningkatan produksi asam urat atau penurunan kemampuan ekskresi asam urat, sedangkan gout sekunder adalah gout hasil akibat dari proses penyakit lain atau akibat pengobatan tertentu. Contohnya, obat diuretik tiazid dapat menyebabkan hiperurikemia (suatu keadaan kadar asam urat di dalam darah meningkat melebihi nilai normal) dengan penurunan ekskresi asam urat (Tatiratu 2009). Etiologi Umumnya, penyakit asam urat dapat disebabkan oleh penyakit darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia), obat-obatan (alkohol, obat-obat kanker, vitamin B12), obesitas (kegemukan), penyakit kulit (psoriasis), kadar trigliserida yang tinggi, dan diabetes. Khusus, pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik biasanya terdapat kadar benda-benda keton (hasil buangan metabolisme lemak) yang meninggi. Benda-benda keton yang meninggi akan menyebabkan asam urat juga ikut meninggi (Jingga 2008) . Patofisiologi

Perjalanan penyakit gout sangat khas dan mempunyai 3 tahapan. Tahap pertama disebut tahap artritis gout akut. Tahap ini penderita akan mengalami serangan artritis yang khas dan serangan tersebut akan menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 5 7 hari. Cepat menghilang dan penderita menduga kakinya keseleo sehingga tidak menduga terkena penyakit gout sehingga tidak melakukan pemeriksaan lanjutan. Penderita berobat ke tukang urut dan waktu sembuh menyangka hal itu disebabkan hasil urutan/pijatan. Setelah serangan pertama, penderita akan masuk pada gout interkritikal. Penderita dalam keadaan sehat selama jangka waktu tertentu. Jangka waktu antara seseorang dan orang lainnya berbeda. Ada yang hanya satu tahun, ada pula yang sampai 10 tahun, tetapi rata-rata berkisar 1 2 tahun. Panjangnya jangka waktu tahap ini menyebabkan seseorang lupa bahwa ia pernah menderita serangan artritis gout atau menyangka serangan pertama kali dahulu tak ada hubungannya dengan penyakit gout. Tahap kedua disebut sebagai tahap artritis gout akut intermiten. Setelah melewati masa gout interkritikal selama bertahun-tahun tanpa gejala, penderita akan memasuki tahap ini, ditandai dengan serangan artritis yang khas. Selanjutnya penderita akan sering mendapat serangan (kambuh) yang jarak antara serangan yang satu dan serangan berikutnya makin lama makin rapat dan lama, serangan makin lama makin panjang, serta jumlah sendi yang terserang makin banyak. Tahap ketiga disebut sebagai tahap artritis gout kronil bertofus. tahap ini terjadi bila penderita sakit telah menderita selama 10 tahun atau lebih. penderita akan memiliki benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering meradang yang disebut sebagai tofus. tofus ini berupa benjolan keras yang berisi serbuk seperti kapur yang merupakan deposit dari kristal monosodium urat. tofus ini akan mengakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang sekitarnya (Hartono 2006). Gejala Gejala awal dari artritis gout adalah panas, kemerahan dan pembengkakan pada sendi yang tipikal dan tiba-tiba. Persendian yang sering terkena adalah persendian kecil pada basis dari ibu jari kaki. Beberapa sendi lain yang dapat terkena ialah pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, jari tangan, dan siku. Umumnya, persendian akan mengalami kesemutan, linu, dan nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur. Seiring berjalannya waktu serangan gout artritis akan timbul lebih sering dan lebih lama. Pasien dengan gout meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal. Kristal-kristal asam urat dapat membentuk tophi (benjolan keras tidak nyeri di sekitar sendi) di luar persendian. Tophi sering ditemukan di sekitar jari tangan, di ujung siku dan sekitar ibu jari kaki, selain itu dapat ditemukan juga pada daun telinga, tendon achiles (daerah belakang pergelangan kaki) dan pita suara (sangat jarang terjadi) (Jingga 2008). Pengaturan Diet Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin: Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng. Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan

yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung. Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan. Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengonsmsi bahan makanan golongan B. Juga membatasi diri mengonsumsi lemak serta disarankan untuk banyak minum air putih (Almatsier 2006). Selain itu hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit asam urat yaitu,
Nah,,ini tentang penyakit batu ginjal penyakit yang sering kita dengar dikeseharian kita semoga bermanfaat
Quote:

Epidemiologi Lebih sering pada laki-laki Adanya kecenderungan familial

Etiologi Diduga ada hubungan dengan gangguan urin, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan-keadaan lain yang masih idiopatik.

Faktor Predisposisi Faktor intrinsik Genetik Umur paling sering ditemukan pada usia 30-50 tahun Jenis kelamin pria : wanita = 3:1 Very overweight Pernah mengalami infeksi ginjal Pernah mengalami batu ginjal sebelumnya

Faktor ekstrinsik Geografi : banyak ditemukan di Amerika Serikat bagian tenggara yang dikenal dengan daerah stone belt Iklim dan temperatur Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi, dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih banyak makan daging, ikan dan ayam dapat menurunkan PH traktus urinarius dan meningkatkan eksresi asam uratKonsumsi makanan tinggi protein dan garam Defisiensi vit. B6 meningkatkan pembentukan dan eksresi oksalat.

Patofisiologi Batu terdiri atas kristal-kristal yang tersusun oleh bahan-bahan organik maupun anorganik yang terlarut di dalam urine. Kristal-kristal tersebut tetap berada dalam keadaan metastable (tetap terlarut) dalam urine jika tidak ada keadaan-keadaan tertentu yang menyebabkan terjadinya presipitasi kristal. Kristal-kristal yang saling mengadakan presipitasi membentuk inti batu (nukleasi) yang kemudian akan mengadakan agregasi, dan menarik bahn-bahan lain sehingga menjadi kristal yang lebih besar. Meskipun ukurannya cukup besar, agregat kristal masih rapuh dna belum cukup mampu membuntu saluran kemih. Untuk itu agregat kristal menempel pada epitel saluran kemih (membentuk retensi kristal), dan dari sini bahan-bahan lain di

endapkan pada agregat itu sehingga membentuk batu yang cukup besar untuk menyumbat saluran kemih.

Kondisi metastable dipengaruhi oleh Suhu PH larutan Adanya koloid di dalam urine Konsentrasi solut di dalam urine Laju aliran urine di dalam saluran kemih

Jenis batu : Batu kalsium, baik yang berikatan dengan oksalat maupun dengan fosfat, membentuk batu kalsium oksalat dan kalsium fosfat. Batu asam urat Batu magnesium amonium fosfat (batu infeksi) Batu xanthyn Batu sistein Dll

Manifestasi Klinis Pada batu yang masih berukuran kecil dapat tidak memberikan gejala. Bahkan terkadang batu keluar sendiri saat buang air kecil yang sering terlihat sebagai kencing berpasir. Namun, pada batu yang berukuran lebih besar, maka dapat memberikan keluhan seperti dibawah ini : Nyeri kolik Nyeri yang disebabkan karena usaha untuk mengeluarkan batu, namun tersangkut di saluran kemih. Nyeri ini dirasakan sangat hebat dan hilang timbul. Hematuria (ada darah di urin) Nyeri saat berkemih, terutama saat batu bergerak Buang air kecil sedikit, yang disebabkan tersumbatnya saluran kemih oleh batu Mual dan muntah

Tatalaksana Non farmakologis Istirahat Minum banyak (2,5/hari) bila fungsi ginjal masih baik Diet Rendah protein Rendah garam Disesuaikan dengan jenis batu Batu kalsium, yang perlu dibatasi

Ikan teri Bayam Coklat KacangTeh Strowberry Batu urat, yang perlu dibatasi Jeroan Otak Makanan lain yang mengandung banyak purin

nah,,,,tambahan nih sumbernya langsung dari dosen ane yang pernah ngalamin batu ginjal klo batunya masih di daerah ureter, sebaiknya kita loncat loncat, olahraga, biar batunya turun ke bagian vesika urinaria/buli buli (biar tau letak batunya ya mesti di foto rontgen donk,,)klo batunya udah di buli-buli/vesika urinaria,,kita mesti banyak-banyak minum, sampai kerasa mau buang air kecil, kita tahan sampai maksimal sampai gak kuat lagi, klo udah g kuat lagi nahannya, baru langsung kita buang air kecil, nah nanti batunya bisa keluar pas kita pipis, dengan catatan batunya tidak lebih dari 1cm nih gambarnya,,biar mudah ngebayanginnya,, NB:vesika urinaria/buli-buli itu sama dengan bladder,,bahasa inggrisnya

Pencegahan Terbentuknya batu Minum air 2-3 liter/hari Mengurangi konsumsi garam, cokelat, teh, kopi, dan kacang Tidak dianjurkan untuk mengurangi konsumsi kalsium

Reduce the risk of making more stones Batu asam urat

Mengurangi konsumsi makan yang mengandung purin (red meat, kacang)

Batu kalsium Tidak mengurangi konsumsi kalsium Mengurangi konsumsi makanan tinggi oksalat (teh, kopi, cola, cokelat, kacang, sayuran berdaun hijau seperti bayam)

Komplikasi Timbul kembali batu ginjal Infeksi saluran urine. Penyumbatan pada ureter. Kerusakan sebagian jaringan ginjal. Menurunnya atau hilangnya fungsi ginjal yang terkena.