Anda di halaman 1dari 10

PRESENTASI KASUS GLAUKOMA ABSOLUT

PEMBIMBING: Dr. Donny A, SpM

Disusun oleh: Marsowon Y (11-2010-022)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MATA DEPARTEMEN MATA RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRIDA WACANA PERIODE 19 Maret 2012 21 April 2012

I. IDENTITAS Nama Umur : Ny. H. : 67 tahun. Agama Pekerjaan Alamat : Islam. : Tidak bekerja. : Bekasi.

Jenis Kelamin : Perempuan.

II. ANAMNESIS Diambil secara : autoanamnesis Tanggal : 30 Maret 2012

1. Keluhan utama: Mata kanan tidak dapat melihat sejakl 1 tahun smrs. Keluhan tambahan: Rasa pegal pada mata kanan dan rasa pening pada kepala sebelah kanan. 2. Riwayat perjalanan penyakit: Pasien datang ke poliklinik mata RSPAD Gatot Soebroto untuk mengontrol keadaan kesehatan matanya. Pasien mengaku bahwa mata kanannya sudah tidak dapat melihat sama sekali, bahkan mengidentifikasi sinar sekalipun sejak kurang lebih 1 tahun smrs dan telah berobat ke dokter dengan diagnosa glaukoma. Sejak saat itu pasien mengaku rutin menggunakan obat mata dan rutin mengontrol kesehatan matanya. Keluhan mata merah yang menyertai gangguan penglihatan tersebut disangkal. Sejak 2 tahun smrs pasien mengeluh sudah mulai mengalami kesulitan melihat pada mata sebelah kanan. Pasien mengaku baru menyadari saat itu dimana bila melihat dengan mata kanan akan tampak penglihatan lingkungan sekitar yang gelap. Selain itu pasien juga mengeluhkan rasa pening pada kepala sebelah kanan dan rasa nyeri pada mata kanan yang hilang timbul dan terus berlangsung sampai sekarang. Rasa pening pada kepala tersebut tersebut diakui memberat bila sedang posisi bersujud saat bersembahyang. Pasien mengaku memakai kacamata baca namun tidak mengetahui ukuran kacamatanya. Pasien sudah lama memakai kacamata dan terakhir kali mengganti kacamata sejak 1 tahun smrs yang digunakan untuk mata kirinya membaca. Pasien menyangkal adanya keluhan gangguan penglihatan pada mata kirinya selain kesulitan untuk membaca tanpa kacamata. Pasien menyangkal adanya keluhan silau kalau melihat cahaya. Pasien juga menyangkal adanya keluhan pandangan yang berkabut atau terdapat asap yang menghalangi pandangan matanya. Pasien menyangkal adanya penyakit nyeri pada persendian dan kebiasaan mengkonsumsi obat obatan penghilang nyeri. Pasien menyangkal riwayat kebiasaan mengkonsumsi jamu jamuan. Pasien memiliki riwayat penyakit darah tinggi sejak lama, namun pasien tidak ingat persisnya sudah berapa tahun. Pasien mengaku rutin memeriksakan diri ke dokter untuk kondisi penyakit darah tingginya dan mengkonsumsi obat secara rutin selama beberapa tahun terakhir. Pasien mengaku bahwa obat yang dikonsumsinya adalah kaptopril. Pasien menyangkal adanya riwayat penyakit kencing manis.

3. Riwayat penyakit keluarga: Pasien menyangkal adanya riwayat penyakit glaukoma pada keluarga. Pasien juga menyangkal adanya riwayat penyakit kencing manis dan darah tinggi pada keluarga.

III. PEMERIKSAAN FISIK 1. Status Generalis: Keadaan umum Kesadaran : baik : sadar penuh. frekuensi nadi : 82x / menit frekuensi napas: 18x / menit

Tanda tanda vital : tekanan darah : tidak diperiksa suhu : afebris

2. Status Ofthalmologi: Visus OD Tajam penglihatan Koreksi 0 Tidak dapat dikoreksi OS 6/60 S - 0,5 C - 1,5 900 Addisi Distansia Pupil Kacamata lama Tidak ada 62/60 mm Tidak diketahui S + 2,75

Kedudukan Bola Mata KETERANGAN Eksoftamus Endoftalmus Deviasi Gerakan bola mata OD Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan OS Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan

Gerakan kedua bola mata serasi Kedua bola mata dapat bergerak ke segala arah Tidak ditemukan kelainan

Supra Silia KETERANGAN Warna Letak OD Hitam Simetris OS Hitam Simetris

Palpebra Superior dan Inferior KETERANGAN Edema Nyeri tekan Ektropion Entropion Blefarospasme Trikiasis Sikatriks Fissura palpebra Ptosis Hordeolum Kalazion Pseudoptosis OD Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan 10 mm Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan OS Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan 10 mm Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan

Konjungtiva Tarsalis Superior dan Inferior KETERANGAN Hiperemis Folikel Papil Sikatriks Anemis Kemosis OD Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan OS Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ada Tidak ditemukan

Konjungtiva Bulbi KETERANGAN Injeksi konjungtiva Injeksi Siliar Perdarahan subkonjungtiva Pterigium OD Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan OS Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan

Pinguekula Nevus Pigmentosus Kista dermoid

Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan

Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan

Sistem Lakrimalis KETERANGAN Punctum Lacrimal Tes anel OD Terbuka Tidak dilakukan OS Terbuka Tidak dilakukan

Sklera KETERANGAN Warna Ikterik OD Putih Tidak ditemukan OS Putih Tidak ditemukan

Kornea KETERANGAN Kejernihan Permukaan Ukuran Sensibilitas Infiltrat Ulkus Perforasi Arkus senilis Edema Tes Placido OD Putih keruh Licin 12 mm Baik Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak terlihat Ditemukan Tidak konsentris; irreguler OS Jernih Licin 12 mm Baik Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak ditemukan Terlihat Tidak ditemukan Tidak konsentris; irreguler

Bilik Mata Depan KETERANGAN Kedalaman Kejernihan Hifema Hipopion Efek Tyndall OD Keruh dan sulit dinilai OS Cukup Jernih Tidak ditemukan Tidak ditemukan Tidak diperiksa

Iris KETERANGAN Warna Kriptae Bentuk Sinekia Koloboma OD Sulit dinilai OS Coklat Jelas Bulat Tidak ditemukan Tidak ditemukan

Pupil KETERANGAN Letak Bentuk Ukuran Refles cahaya langsung Refleks cahaya tidak langsung OD Sulit dinilai OS Di tengah Bulat 3 mm Positif

Lensa KETERANGAN Kejernihan Letak Shadow Test OD Sulit dinilai OS Jernih Sentral Negatif

Badan Kaca KETERANGAN Kejernihan OD Sulit dinilai OS Jernih

Fundus Okuli KETERANGAN a. Papil Bentuk Batas Warna CD ratio b. Makula Lutea Refleks Belum dinilai Belum dinilai OD OS

Edema c. Retina Perdarahan Ratio AV Sikatriks

Palpasi KETERANGAN Nyeri tekan Massa Tumor Tonometri digital Tonometri Schiotz OD Tidak ditemukan Tidak ditemukan N+1 6 / 7,5 (21,9 mmHg) OS Tidak ditemukan Tidak ditemukan N 8 / 7,5 (15,6 mmHg)

Kampus Visi KETERANGAN Tes Konfrontasi OD Tidak dapat dinilai OS Terlambat pada penglihatan perifer

IV. RESUME Seorang perempuan berusia 67 tahun datang ke poliklinik RSPAD Gatot Soebroto dengan keluhan gangguan penglihatan pada mata kanan sejak 2 tahun smrs dan sampai akhirnya tidak dapat melihat sama sekali sejak 1 tahun smrs. Selain itu terdapat rasa pening pada kepala sebelah kanan dan rasa nyeri pada mata sebelah kanan. Terdapat riwayat penyakit hipertensi yang terkontrol. Pada pemeriksaan status ofthalmologis didapatkan pemeriksaan visus mata kanan nol dan mata kiri 6/60 yang maju dengan pin hole dengan koreksi S(-) 0.5, C(-) 1.5, 900 dengan visus akhir 0.5 yang tidak maju dengan pin hole dan addisi S(+) 2.75, kornea yang berwarna putih keruh pada mata kiri, arkus senilis pada mata kiri, pemeriksaan lapang pandang menyempit pada mata kiri dan pemeriksaan tonometri Schiotz dengan hasil 6 / 7.5 (21,9 mmHg) pada mata kanan.

VI. DAFTAR MASALAH Masalah Oftalmologis: OD: 1. Buta total 2. Nyeri ec TIO meningkat OS:1. Ametropia 2. Presbiopia 3. Lapang pandang menyempit

V. DIAGNOSIS KERJA OD : Glaucoma absolut Dasar yang mendukung: OS Buta total. TIO meningkat : 21,9 mmHg. Edema kornea.

: 1. Astigmatisme miopia compositum Dasar yang mendukung: Koreksi visus: S(-) 0.5, C(-) 1.5, 900 2. Presbiopia Dasar yang mendukung: Koreksi visus dengan penambahan add S(+) 2.75 3. Suspek glaukoma kronik Dasar yang mendukung: Tes konfrontasi : lapang pandang menyempit

Yang tidak mendukung: Belum dilakukan pemeriksaan oftalmoskopi untuk menilai papil saraf optik TIO dalam batas normal

VI. DIAGNOSIS BANDING ODS : Retinopati hipertensi Dasar yang mendukung: Terdapat riwayat hipertensi

Yang tidak mendukung: Belum dilakukan pemeriksaan oftalmoskopi untuk menilai retina dan pembuluh darah retina VII. RENCANA PENATALAKSANAAN 1. Medikamentosa: Per oral : - asam mefenamat 3 x 500 mg tab - suplemen vit B complex 1 x 1 tab Per topikal : - timolol maleate 0,25% 2 x 1 tetes OD

2. Kontrol kembali secepatnya untuk mengevaluasi kesehatan mata: Evaluasi nyeri, evaluasi tekanan bola mata, bila diperlukan dilakukan uji provokasi untuk mata kiri, evaluasi lapang pandang mata kiri, serta evaluasi fundus okuli terutama pada mata kiri. 3. Operatif VIII. PROGNOSIS Vitam Functionam : bonam : OD: malam OS: dubia ad bonam : - pro enukleasi OD

DISKUSI KASUS
Glaukoma merupakan kelainan neuropati optik kronis yang ditandai dengan penggaungan papil optik dan penyempitan lapang pandang. Kelainan ini biasanya berhubungan dengan peningkatan tekanan intra okuler. Glaukoma dapat dibagi menjadi 4 macam berdasarkan etiologi, yaitu glaukoma primer, glaukoma kongenital, glaukoma sekunder, dan glaukoma absolut.1 Glaukoma absolut merupakan stadium akhir dari glaukoma tidak terkontrol, dimana sudah tejadi kebutaan total.1 Pada pasien ini ditegakkan diagnosis glaukoma absolut berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik oftalmologis. Gejala klinis utama yang dikeluhkan pasien adalah mata kanan tidak dapat melihat. Pada awal mulanya pasien menyadari bahwa pandangan mata kanannya menjadi agak gelap dan perlahan lahan semakin memburuk sampai akhirnya tidak dapat melihat sama sekali dalam kurun waktu 1 tahun. Pada pasien ini tidak pernah memiliki riwayat mata merah sebelumnya. Hal tersebut sesuai dengan gejala glaukoma primer yang merupakan suatu bentuk glaukoma dengan prevalensi tertinggi, yaitu sekitar 90% dari seluruh kasus glaukoma1,2 dimana pada sebagian besar penderita glaukoma primer tidak menimbulkan keluhan dan gejala sampai akhirnya pasien baru menyadari ketika telah terjadi gangguan lapang pandang yang berat bahkan kebutaan.1 Pasien ini juga memberikan gejala nyeri pada mata sebelah kanan dan nyeri kepala sebelah kanan yang hilang timbul.

DAFTAR PUSTAKA
1. Salmon JF. Glaucoma. In: Eva RP, Whitcher JP. Vaughan & Asburys General Ophthalmology. 18th edition. New York: Mc Graw-Hill; 2011.p.212-228. 2. Lang GK. Glaucoma. In: Lang GK, Amann J, Lang GB. Ophthalmology. New York: Thieme; 2000.p.233-273.