Anda di halaman 1dari 10

OLEH :

Dr. Elna Anakotta, SpM

ANATOMI DAN FISIOLOGI


Air mata berfungsi untuk membasahi kornea dan
konjungtiva, air mata merupakan cairan netral atau agak alkalis (pH 7, ada referensi yg menyebutkan pH 7,35). Refleks sekresi air mata dapat berupa : 1. Sekresi dasar : refleks pada saat mengedipkan mata. Mata mengedip 10 15 x per menit. Pada saat itulah air mata di produksi dan diratakan oleh palpebra.

Fungsi palpebra : a. Mengatur cahaya yg masuk b. Protektor dinamis c. Meratakan air mata 2. Stimulasi kornea dan konjungtiva. Stimulasi ini terjadi ketika terdapat benda asing (corpus alienum) pada mata. Ketika mata dimasuki benda asing, akan terasa nyeri. Serabut saraf sensoris yg mempengaruhi adalah NV.

SISTEM LAKRIMASI
Sistem lakrimasi : sistem pembasahan mata, mulai dari
produksinya air mata sampai pada pembuangannya.
Sistem lakrimal terdiri atas : 1. Sistem sekretorik, meliputi : a. Kelenjar lakrimal utama memproduksi 95% dari total air mata. Terletak di fossa grandulae lacrimalis os temporal, di lateral atas mata. b. Kelenjar lakrimal tambahan : kelenjar krause dan wolfring memproduksi 5% dari total air mata. Kedua kelenjar ini terletak di konjungtiva terutama di fornix superior

2. Sistem ekskresi/pembuangan
Setelah air mata diproduksi, mata akan berkedip dan palpebra meratakan air mata keseluruh bagian anterior mata. Pada saat mata berkedip, sacus lakrimalis akan tergencet dan menimbulkan tekanan negatif didalamnya. Pada waktu mata dibuka, dgn adanya tekanan negatif ini, air mata terserap melalui pungtum lacrimal.

LAPISAN AIR MATA


Air mata terdiri dari 3 lapisan : 1. Lapisan superfisial :bersifat LIPID, dihasilkan kelenjar meibom. Fungsi : - menghambat penguapan lapisan air mata - meningkatkan tekanan permukaan - melubrikasi kelopak mata 2. Lapisan tengah : bersifat AIR, dihasilkan kelenjar lakrimal utama dan lakrimal tambahan, merupakan lapisan yg paling tebal. Fungsi : - memberi oksigen pada permukaan epitel kornea - zat anti bakteri: lactoferin, lysozyme, betalysin - permukaan optis yg halus - membersihkan debris

3. Lapisan dalam : MUSIN dihasilkan sel goblet, kripte heine

dan kelenjar manz. Mengubah permukaan kornea dari hydrophobic menjadi hydrophilic. Permukaan kornea tidak halus sehingga lapisan air sukar untuk menempel pada kornea. Dengan ada musin akan membuat permukaan kornea halus sehingga lapisan air dapat menempel. Tiga faktor pelapisan ulang air mata pada kornea : 1. Mengedip. Kalau refleks jelek, kualitas air mata juga jelek 2. Harmonisasi permukaan mata luar dan kelopak mata 3. Epitel normal

KELAINAN PADA SISTEM LAKRIMAL


1. a.

Defesiensi air mata, penyebabnya : Atrofi dan fibrosis jaringan lakrimal karena infiltrasi sel mononuklear - keratokonjungtivitis sicca : hyperemia konjungtiva, defisiensi air mata, penebalan epitel kornea, gatal, dan rasa terbakar pada mata, sering ketajaman penglihatan menurun - sjogren,s syndrome Miselaneaus : - kerusakan atau destruksi jaringan lakrimal oleh inflamasi granulomstous, inflamasi kronis atau lesi neoplastik - Kelenjar lakrimal tidak ada - Lesi neurogenik - disfungsi kelenjar meibom

b.

2. Defesiensi musin, penyebabnya :


karena kerusakan sel goblet, penyebabnya : - Hipovitaminosis A - Sikatriks konjungtiva

3. Pengeluaran air mata berlebihan, penyebabnya : - Lakrimasi : refleks hipersekresi (produksi berlebihan tetapi ekskresi normal) - Epifora obstruktif. Sekresi air mata normal tetapi pembuangannya terjadi sumbatan

RADANG SISTEM LAKRIMAL

a. Dakrioadenitis : radang kelenjar lakrimal


-

pada anak-anak karena komplikasi penyakit sistemik. Sedangkan dewasa karena trauma. keadaan akut terjadi pembengkakan kelenjar lakrimal di temporal atas dan menyebabkan rasa sakit dakriodenetis kronis biasanya terjadi bilateral

b. Dakriosistitis : radang sakus lakrimalis - biasanya terjadi unilateral, sering karena sumbatan duktusnasolakrimalis - tanda : epifora, eksudat, regurgitasi (+) keadaan akut menimbulkan rasa sakit, bengkak, merah, nyeri tekan Keadaan kronis kadang-kadang sampai terjadi perforasi di kulit. Penyebabnya : Streptokokkus pneumoniae