Anda di halaman 1dari 6

PERSYARATAN ASPAL LAINNYA

Persyaratan Aspal
Multigrade
Jenis Pengujian MetodePengujia Persyarata
n Min n Maks
Pen pd 250 C, 100 gr 5 dt SNI 06-2456-91 50 70
(dmm)
Titik Lembek, (0C) SNI 06-2434-91 55 -
Daktilitas, 250C 5 cm/mnt, SNI 06-2432-91 100 -
(cm)
Kelarutan dalam TCE, (%) SNI 06-2438-1991 99 -
Titik Nyala (0C) SNI 06-2433-1991 225 -
Berat Jenis SNI 06-2441-1991 1 -
Penurunan Berat/TFOT, (%) SNI 06-2440-1991 - 0,8
Pen stl TFOT (% thd pen SNI 06-2456-91 60 -
awal)
Daktilitas, 250C 5 cm/mnt, SNI 06-2432-91 50 -
(%)
Persyaratan Aspal Polimer
Metode Persyarat Persyaratan
No Jenis Pengujian Pengujian an Elastomer
Plastomer
1 Pen pd 250 C, 100 gr 5 dt (dmm) SNI 06-2456- 50 - 70 50 – 75
91
2 Titik Lembek, (0C) SNI 06-2434- Min. 56 Min. 54
91
3 Titik Nyala (0C) SNI 06-2433- Min. 232 Min. 232
91
4 Berat Jenis SNI 06-2441- Min. 1,0 -
91
5 Kekentalan pada 135 0C cSt SNI 06-6721- 150 – Max. 2000
02 1500
6 Stabilitas Penyimpanan pada 163 0C SNI 06-2434- Homogen Max. 2
selama 48 jam, Perbedaan titik lembek; 91 *

0
C
7 Kelarutan dalam TCE, (%) RSNI M-04-04 Min. 99 Min. 99
8 Penurunan Berat/TFOT, (%) SNI 06-2440- Max. 1,0 Max 1,0
91
9 Perbedaan Penetrasi setelah RTFOT :% SNI 06-2456-
asli 91 Max. 10 Max. 10
Kenaikan Penetrasi Max. 40 Max. 40
Penurunan Penetrasi
10 Perbedaan Titik Lembek setelah
RTFOT:% asli Max. 6,5 Max. 6,5
- Kenaikan Titik Lembek Max. 2 Max. 2
- Penurunan Titik Lembek
11 Elastic recovery residu RTFOT, % AASHTO T301- - Min. 45
95

* Pada permukaan tidak terjadi lapisan (kulit), kerut dan tidak terjadi endapan
Persyaratan Aspal Dimodifikasi
Dengan Asbuton
Jenis Pengujian MetodePenguji Persyarata
an Min n Maks
Pen pd 250 C, 100 gr 5 dt SNI 06-2456-91 40 55
(dmm)
Titik Lembek, (0C) SNI 06-2434-91 55 -
Daktilitas, 250C 5 cm/mnt, (cm) SNI 06-2432-91 50 -
Kelarutan dalam TCE, (%) SNI 06-2438- 90 -
1991
Titik Nyala (0C) SNI 06-2433- 225 -
Berat Jenis SNI 1991
06-2441- 1 -
Penurunan Berat/TFOT, (%) SNI 1991
06-2440- - 2
Pen stl TFOT (% thd pen awal) 1991
SNI 06-2456-91 55 -
Daktilitas, 250C 5 cm/mnt, (%) SNI 06-2432-91 50 -
Mineral lolos sar. # 100 SNI 06-1968- 90 -
1990
HASIL UJI ASPAL MODIFIKASI POLYMER
Aspal Polymer
No Jenis Pengujian Keterangan
Cariphalt PG 76 Starbit E-55
1 Pen pd 25 oC, 100 gr 5 dt (dmm) 50,2 53,75 Min 50

2 Titik lembek, (oC) 87,91 55,03 Min 54

3 Titik nyala (oC) 349 329 Min 232

4 Berat jenis 1,052 1,047 Min 1,00

5 Kekentalan pada 135oC, cSt - - -

6 Kelarutan dalam TCE, (%) berat 99,03 99,29 Min 99

7 Penurunan Berat / RTFOT ; (%) berat 0,32 0,13 Max 1,00

8
Perbedaan Penetrasi setelah RTFOT : % asli Max 40
:
15,68 15,03
Kenaikan
Penurunan penetrasi
9 Perbedaan titik lembek setelah RTFOT, % Max 2
asli :
1,63 -
Kenaikan titik lembek
Penurunan titik lembek
10 Elastic Recovery Residu RTFOT , % 72 80 Min 45

11 Daktilitas - - -
•Daktilitas, 25 0C 5 cm /mnt, (cm)
•Daktilitas, 25 0C 5 cm /mnt, (%)

12 Stabilias penyimpanan pada 163oC selama - - -


48 jam, perbedaan titik lembek ; oC
HASIL UJI CAMPURAN MODIFIKASI
POLYMERAspal Polymer
N
Jenis Pengujian Cariphalt PG 76 Starbit E-55 Keterangan
o
WC BC WC BC Max Min
1 Kandungan aspal optimum, % 5,68 5,41 5,9 4,8
2 Berat jenis campuran, gr/cc 2,244 2,247
3 Penyerapan kadar aspal 0,84 0,63 1,7 (wc) -
4 Jumlah tumbukan per bidang - -
5 Rongga dalam campuran (%) 4,0 5,2 5,5 3,5
15,63 14,5 15 (wc)
6 Rongga dlm Agregat (VMA) (%) 17,15 16,30 -
14 (bc)
74,1 64,1 65 (wc)
7 Rongga terisi aspal (%) -
63 (bc)
1.196, 1.569 1.357 - 1000
8 Stabilitas Marshall (Kg) 1.21,4
7
10 Kelelehan (mm) 5, 69 4,50 4,27 4,46 - 3
12 Marshall Quotient (kg/mm) 367,44 304,26 - 300
Stab. Marshall Sisa (%) setelah
13 82,1 83,3 - 75
rendaman selama 24 jam, 60 oC
Rongga dlm campuran (%) pd
14 - - - 2,5
kepadatan membal (refusal)
15 Stabs dinamis, lintasan/mm 15.750 10.500 2.863,6 3.937,5 - 2.500