Anda di halaman 1dari 28

SOSIALISASI PERKERASAN LENTUR / FLEKSIBEL

DI PROVINSI DKI JAKARTA

DINAS PEKERJAAN UMUM


PROVINSI DKI JAKARTA
TAHU N 2 00 7 1
KONTRUKSI PERKERASAN
Lapis Aus (AC-WC)

Lapis Antara (AC-BC)

Pondasi ( Base)

Pondasi Bawah (Sub base)

Tanah Dasar (Sub Grade)

2
PENYEBAB RETAK

LAPISAN BERASPAL TIDAK KUAT MENERIMA


REGANGAN TARIK YANG TERJADI
3
CONTOH KERUSAKAN JALUR BUSWAY

Terjadi deformasi permanen pada lajur busway


4
FOTO – FOTO KERUSAKAN FLEXIBLE

5
KINERJA PERKERASAN
BERASPAL YANG DIINGINKAN
• Kuat
• Aman
• Nyaman
• Indah
• Awet

6
KINERJA YANG HARUS DIPENUHI
CAMPURAN BERASPAL

• Cukup Aspal
• Cukup Stabilitas
• Cukup Persen Rongga
• Cukup Kedap Air
• Cukup Keset setelah dihampar
• Cukup mudah dikerjakan
7
CAMPURAN BERASPAL

Kombinasi Agregat dengan aspal. Sifat-sifat mekanis


campuran beraspal diperoleh dari friksi dan kohesi
dari bahan-bahan pembentuknya.

→ FRIKSI
Diperoleh dari ikatan antar butir agregat (interlocking). Kekuatannya
tergantung pada gradasi, tekstur permukaan, bentuk butiran dan
ukuran agregat maksimum yang yang digunakan.

→ KOHESI
Diperoleh dari sifat-sifat aspal yang digunakan, karena itu kinerja
campuran beraspal sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat aspal dan
agregat pembentuknya.
8
SEKILAS MENGENAI SPESIFIKSASI BARU

• Banyak mengacu pada Superpave (Superior


Performing Asphalt Pavement, SHRP 1987), yaitu
spesifikasi berbasis kinerja seperti retak lelah dan
alur.
• Perbedaan mendasar Gradasi tidak berupa amplop
tetapi dibatasi oleh titik-titik kontrol .
• Diperkenalkannya persyaratan volumetrik.
• Diperkenalkannya VIM kepadatan mutlak
(Percentage Refussal Density).
9
SPESIFIKASI SEKARANG

PG = X - Y
Performance Temperatur Temperatur
Grade Tertinggi Terendah

C0NTOH :
PG 76
PG 76-22, PG 76-10
10
KETERANGAN PG

11
MENGAPA HARUS MODIFIKASI
PERKERASAN BERASPAL MENGALAMI :

• RUTTING (DEFORMASI PERMANEN)

RETAK KARENA KELELAHAN

RETAK KARENA TEMPERATUR

• PELAPUKAN DAN PENGERASAN


12
MODIFIKASI POLYMER
MODIFIKASI POLYMER MEMILIKI :

a. Titik lembek lebih tinggi

b. Memiliki Elastic Recovery

13
POLYMER YANG DI GUNAKAN UNTUK
MENGATASI MASALAH PERKERASAN

RUTTING PE,EVA,SBR,SBS
(DEFORMASI PERMANEN)

RETAK KARENA KELELAHAN EVA,SBR,SBS


RETAK KARENA TEMPERATUR SBR,SBS
PELAPUKAN DAN PENGERASAN SBS

14
SPESIFIKASI LALU LINTAS PADAT DAN BERAT

JUMLAH TUMBUKAN PERBIDANG


RONGGA DALAM CAMPURAN (VIM) (%)
RONGGA DALAM AGREGAT (VMA) (%)
RONGGA TERISI ASPAL(VFB) (%)
STABILITAS MARSHALL (kg)
PELELEHAN (FLOW) (mm)
MARSHALL QUOTIENT (kg/mm)
STABILITAS MARSHALL SISA (%)
RONGGA DALAM CAMPURAN (%)
STABILITAS DINAMIS (Lintasan/mm)
15
KELENGKAPAN

16
Persyaratan Aspal Keras Pen 60
No Jenis Pengujian Metode Persyaratan
1 Penetrasi 25 0C, 100 gr, 5 detik; 0,1 mm SNI 06-2456-1991 60 – 79

2 Titik lembek; 0C SNI 06-2434-1991 48 – 58

3 Titik Nyala; 0C SNI 06-2433-1991 Min. 200

4 Daktilitas, 25 0C; cm SNI 06-2432-1991 Min. 100

5 Berat Jenis SNI 06-2441-1991 Min. 1,0

6 Kelarutan dalam Trichlor Ethylen; % berat SNI 06-2438-1991 Min. 99

7 Penurunan Berat (dengan TFOT);% berat SNI 06-2440-1991 Min. 0,8

8 Penetrasi setelah Penurunan berat;% asli SNI 06-2456-1991 Min. 54

9 Daktilitas setelah penurunan berat;% asli SNI 06-2432-1991 Min. 50

17
Persyaratan Aspal Multigrade
Jenis Pengujian MetodePengujian Persyaratan
Min Maks
Pen pd 250 C, 100 gr 5 dt (dmm) SNI 06-2456-91 50 70

Titik Lembek, (0C) SNI 06-2434-91 55 -


Daktilitas, 250C 5 cm/mnt, (cm) SNI 06-2432-91 100 -
Kelarutan dalam TCE, (%) SNI 06-2438-1991 99 -
Titik Nyala (0C) SNI 06-2433-1991 225 -
Berat Jenis SNI 06-2441-1991 1 -
Penurunan Berat/TFOT, (%) SNI 06-2440-1991 - 0,8
Pen stl TFOT (% thd pen awal) SNI 06-2456-91 60 -
Daktilitas, 250C 5 cm/mnt, (%) SNI 06-2432-91 50 -

18
Persyaratan Aspal Polimer
Metode Persyaratan Persyaratan
No Jenis Pengujian Pengujian Plastomer Elastomer

1 Pen pd 250 C, 100 gr 5 dt (dmm) SNI 06-2456-91 50 - 70 50 – 75


2 Titik Lembek, (0C) SNI 06-2434-91 Min. 56 Min. 54
3 Titik Nyala (0C) SNI 06-2433-91 Min. 232 Min. 232
4 Berat Jenis SNI 06-2441-91 Min. 1,0 -
5 Kekentalan pada 135 0C cSt SNI 06-6721-02 150 – 1500 Max. 2000
6 Stabilitas Penyimpanan pada 163 0C selama 48 SNI 06-2434-91 Homogen * Max. 2
jam, Perbedaan titik lembek; 0C
7 Kelarutan dalam TCE, (%) RSNI M-04-04 Min. 99 Min. 99
8 Penurunan Berat/TFOT, (%) SNI 06-2440-91 Max. 1,0 Max 1,0
9 Perbedaan Penetrasi setelah RTFOT :% asli SNI 06-2456-91
Kenaikan Penetrasi Max. 10 Max. 10
Penurunan Penetrasi Max. 40 Max. 40
10 Perbedaan Titik Lembek setelah RTFOT:% asli
- Kenaikan Titik Lembek Max. 6,5 Max. 6,5
- Penurunan Titik Lembek Max. 2 Max. 2
11 Elastic recovery residu RTFOT, % AASHTO T301-95 - Min. 45
19
* Pada permukaan tidak terjadi lapisan (kulit), kerut dan tidak terjadi endapan
Persyaratan Aspal Dimodifikasi Dengan Asbuton
Jenis Pengujian MetodePengujian Persyaratan
Min Maks
Pen pd 250 C, 100 gr 5 dt (dmm) SNI 06-2456-91 40 55

Titik Lembek, (0C) SNI 06-2434-91 55 -


Daktilitas, 250C 5 cm/mnt, (cm) SNI 06-2432-91 50 -
Kelarutan dalam TCE, (%) SNI 06-2438-1991 90 -
Titik Nyala (0C) SNI 06-2433-1991 225 -
Berat Jenis SNI 06-2441-1991 1 -
Penurunan Berat/TFOT, (%) SNI 06-2440-1991 - 2
Pen stl TFOT (% thd pen awal) SNI 06-2456-91 55 -
Daktilitas, 250C 5 cm/mnt, (%) SNI 06-2432-91 50 -
Mineral lolos sar. # 100 SNI 06-1968-1990 90 -

20
HASIL UJI ASPAL MODIFIKASI POLYMER
Aspal Polymer
No Jenis Pengujian Keterangan
Cariphalt PG 76 Starbit E-55 Colflex
1 Pen pd 25 oC, 100 gr 5 dt (dmm) 50,2 53,75 dilengkapi Min 50

2 Titik lembek, (oC) 87,91 55,03 Min 54

3 Titik nyala (oC) 349 329 Min 232

4 Berat jenis 1,052 1,047 Min 1,00

5 Kekentalan pada 135oC, cSt - - -

6 Kelarutan dalam TCE, (%) berat 99,03 99,29 Min 99

7 Penurunan Berat / RTFOT ; (%) berat 0,32 0,13 Max 1,00


8 Perbedaan Penetrasi setelah RTFOT : % asli : Max 40
Kenaikan 15,68 15,03
Penurunan penetrasi
9 Perbedaan titik lembek setelah RTFOT, % asli : Max 2
Kenaikan titik lembek 1,63 -
Penurunan titik lembek
10 Elastic Recovery Residu RTFOT , % 72 80 Min 45

11 Daktilitas - - - -
•Daktilitas, 25 0C 5 cm /mnt, (cm)
•Daktilitas, 25 0C 5 cm /mnt, (%)
12 Stabilias penyimpanan pada 163oC selama - - -
21
48 jam, perbedaan titik lembek ; oC
HASIL UJI CAMPURAN MODIFIKASI POLYMER
Aspal Polymer
No Jenis Pengujian Cariphalt PG 76 Starbit E-55 Colflex Keterangan
WC BC WC BC WC BC Max Min
1 Kandungan aspal optimum, % 5,68 5,41 5,9 4,8
2 Berat jenis campuran, gr/cc 2,244 2,247
3 Penyerapan kadar aspal 0,84 0,63 1,7 (wc) (bc) -
4 Jumlah tumbukan per bidang - -
5 Rongga dalam campuran (%) 4,0 5,2 5,5 3,5
15,63 14,5 15 (wc)
6 Rongga dalam Agregat (VMA) (%) 17,15 16,30 -
14 (bc)
7 Rongga terisi aspal (%) 74,1 64,1 - 65 (wc) 63 (bc)
8 Stabilitas Marshall (Kg) 1.196,7 1.21,4 1.569 1.357 - 1000
10 Kelelehan (mm) 5, 69 4,50 4,27 4,46 - 3
12 Marshall Quotient (kg/mm) 367,44 304,26 - 300
Stabilitas Marshall Sisa (%) setelah
13 82,1 83,3 - 75
perendaman selama 24 jam, 60 oC
Rongga dalam campuran (%) pada
14 - - - 2,5
kepadatan membal (refusal)
15 Stabilitas dinamis, lintasan/mm 15.750 10.500 2.863,6 3.937,5 - 2.500
22
JENIS POLIMER

EP, EVA

POLYMER LURUS DAN BERCABANG

SBS

POLIMER SALING MENGIKAT(MEMBENTUK JARINGAN) 23


KELEBIHAN POLIMER
Aspal polymer memiliki kinerja yang
sesuai dengan kondisi lalu lintas di
jakarta, padat dan temperatur
permukaan jalan yang tinggi
Memiliki titik lembek yang tinggi
Memiliki polymer yang saling
mengikat dan membikin jaring laba-
laba
Memiliki elastic recovery
Memiliki perlindungan terhadap
oksidasi 24
KELEMAHAN POLIMER

TEMPERATUR PENCAMPURAN
YANG CUKUP TINGGI

TEMPERATUR PENGGELARAN
YANG CUKUP TINGGI

25
PRODUK ASPAL MODIFIKASI

• POLYMER
1. STARBIT E-55
2. CARIPHALT PG-76
3. ABS 70

• MULTIGRADE
1. ABS 55
2. SUPRACOAT

• MODIFIKASI DENGAN ASBUTON
1. RETONA

26
TAHAPAN UJI GELAR

TES LAB. UNTUK ASPAL


TES LAB. UNTUK CAMPURAN RENCANA
(JOBMIX)
UJI GELAR HOTMIX

27
TERIMA KASIH
DINAS PEKERJAAN UMUM
PROVINSI DKI JAKARTA
TAHU N 2 00 7

28