Anda di halaman 1dari 9

Kelompok 1: Siti Nur Hilaliyah (081810301002) Lisa Dewi Hartini (081810301005) Citra Awalul Laili (081810301010) Putri Fajar

R (081810301016) Yanuard Arie B (081810301024)

Pengertian
Setiap molekul HNO3 dan HCl hanya dapat menghasilkan 1 ion H+ disebut valensi asam. Asam semacam ini disebut juga asam monoprotik. Asam yang setiap molekulnya dapat menghasilkandua ion H+ disebut asam diprotik sedangkan asam yang setiap molekulnya dapat menghasilkan tiga ion H+ disebut asam tripotik. Asam diprotik dan triprotik dikelompokkan kedalam asam poliprotik.

Tabel Asam Monoprotik dan Poliprotik

Asam poliprotik, didefinisikan lebih dari satu konstanta disosiasi. Konstanta disosiasi untuk tahap pertama dinyatakan sebagai K1, dan tahap kedua dengan K2. Asam Poliprotik mempunyai lebih dari satu tetapan ionisasi, contoh reaksi ionisasi asam ortofosfat adalah sebagai berikut : H3PO4 H+ + H2PO4 H2PO4- H+ + HPO42 HPO42- H+ + PO43-

Titrasi asam atau basa poliprotik berbeda dengan titrasi monoprotik, dikarenakan : Pertama, asam poliprotik dapat memiliki lebih dari satu titik perubahan pada kurva titrasi. Bagian yang curam dari kurva titrasi ketika dibagi antara dua titik akhir - harus pendek. Dalam mendeteksi titik akhir bagian itu tidak membantu untuk mencapai akurasi yang baik titrasi. Kedua, cukup sering tanpa analisis yang tepat tidak jelas apa yang stoikiometri reaksi. Sebagai contoh, ketika kita titrasi asam fosfat dengan dasar yang kuat, kita akan pernah mampu mengamati titik akhir ketiga (kurva titrasi benar-benar datar di daerah ini). Jadi kita harus memilih indikator yang akan memungkinkan titrasi baik proton hanya pertama, atau dua proton - dan menghitung stoikiometri reaksi aaccordingly. Bahkan kemudian tekad tidak akan mudah - lihat kurva titrasi bawah ini. Titrasi kurva asam poliprotik, disajikan di bawah ini, menunjukkan masalah ini.

Asam diprotik dapat dititrasi secara bertahap seperti titrasi natrium karbonat. Agar diperoleh titik ekivalen yang baik dalam pelepasan proton yang pertama maka Ka1 harus sedikitnya 104 x Ka2 . Misal: H2A HA- + H+ Ka1 HA- A- + H+ Ka2 Ka2 memerlukan range antara 10-7 - 10-8 untuk mendapatkan titik akhir yang baik, sehingga titik akhir tersebut digunakan untuk titrasi proton kedua. Asam triprotik dapat dititrasi, tetapi titik akhir Ka3 umumnya terlalu kecil, dimana titik akhir tersebut digunakan untuk titrasi proton ketiga.

Berikut ini adalah contoh kurva titrasi untuk asam diprotik H2A

pH pada titik ekivalen ditentukan oleh HA-, yaitu [H+] = Ka1 . Ka2 karena HA- bisa sebagai asam atau basa. Setelah titik ekivalen yang pertama, titrasi dilanjutkan untuk proton kedua sehingga memberikan titik ekivalen yang kedua. Titik ekivalen kedua ditentukan dari hidrolisis A2 Volume titran akan selalu lebih banyak dalam mencapai titik ekivalen pertama daripada dalam mencapai titik ekivalen kedua. Hal ini disebabkan oleh karena dalam titrasi yang pertama, titran diperlukan untuk menitrasi kedua asam.

Terimakasih...