Anda di halaman 1dari 28

Pengertian dan Jenis-Jenis Log Analisa Log Kualitatif

Analisa Log Kuantitatif

Log adalah suatu grafik kedalaman (kadang-kadang waktu), dari satu set kurva yang menunjukkan parameter yang diukur secara berkesinambungan didalam sebuah sumur.

Radioactive log :
Gamma ray log Density Log Neutron Log

Electric log :
Resistivity Log SP (Spontaneous Potential) Log

Acoustic log :
Sonic log

Prinsip :
Log GR adalah perekaman radioaktivitas alami bumi. Sumber radiasinya potassium (K), thorium (Th), Uranium (U) K biasanya berasal dari feldspar dan feldspar biasanya dijumpai pada batuan sedimen berbutir halus misalnya clay /shale Umumnya diskala dari kiri ke kanan dalam 0-100 atau 0-150 API

Kegunaan :
Estimasi kelempungan Korelasi well to well Membedakan reservoar & non reservoar Depth matching antara logging yang berurutan

Teknik Interpretasi:
High GR diasumsikan sebagai shale (>75) dan dibuat shale base line Low GR diasumsikan sand dan dibuat sand (<) base line Antara shale base line & sand base line : cut-off line Interval di kiri cut-off line : reservoar Interval di kanan cur-off line : non-reservoar

Alat & Cara Pengukuran :


Single GR detector (Geiger-Muler counter) Plotted in API unit

Prinsip :
Log densitas mengukur densitas semu formasi menggunakan sumber radioaktif yang ditembakkan ke formasi dengan sinar gamma yang tinggi dan mengukur jumlah sinar gamma rendah yang kembali kedetektor.

Kegunaan :
Menghitung densitas Menghitung porositas Menentukan kandungan fluida (cross plot dengan log Neutron).

Teknik Interpretasi:
Log densitas mengukur bulk density formasi. Untuk menghitung fraksi porositas menggunakan persamaan berikut;
ma b fl : porositas : densitas matriks (tabel) : densitas bulk (log) : densitas fluida (tabel)

Alat & Cara Pengukuran :


Sumber dan 2 detektor dipasang pada suatu pad dan ditempelkan pada dinding lubang bor. Sinar gamma yang kuat dipancarkan ke formasi Sinar gamma ray akan bertabrakan dengan elektron-elektron, dipantulkan balik dan terekam dalam log. Banyaknya energi yang hilang akibat tumbukan dengan elektron-elektron dalam formasi menunjukan densitas elektron dalam batuan.

Prinsip :
Mengukur prosentase pori pada formasi dari banyaknya atom hidrogen dalam formasi (dengan asumsi pori terisi oleh hidrogen sebagai air / HC).

Kegunaan :
Menghitung nilai porositas batuan Untuk evaluasi litologi (X-plot dengan log densitas) Deteksi gas bearing reservoir pada formasi clean sand

Teknik Interpretasi:
Untuk batugamping langsung dibaca dari log Untuk pada litologi lain; = N (dari log) + 4 %

Alat & Cara Pengukuran :


Sebuah sumber pelepas atom neutron dan 2 detektor perekam dipasang pada suatu alat dan ditempelkan pada dinding sumur.

Atom neutron ditembakkan ke formasi, sehingga menabrak atom-atom hidrogen dan atom-atom yang bertabrakan tersebut akan melemah energinya. Detektor akan menghitung atom neutron yang kembali dari formasi sehingga dapat diketahui banyaknya atom H dalam formasi, semakin banyak atom H dalam formasi maka atom neutron yang kembali semakin sedikit

Prinsip :
Mengukur beda potensial antara lumpur pemboran dengan lubang bor (milivolt) Beda potensial akan timbul jika terjadi perbedaan salinitas antara lumpur pemboran dengan fluida formasi.

Kegunaan :
Identifikasi lapisan permeabel Penentuan batas lapisan Menghitung harga Rw Identifikasi lapisan serpih dan non serpih Membantu korelasi

Teknik Analisa :
1. Lihat kurva, ada defleksi ? - Ada : zona porus & permeabel - Tidak ada : shale/zona tight/air payau (salinitas mud = salinitas air formasi) 2. Defleksinya kemana ? - (+) atau kekanan : air formasi lebih tawar daripada mud, Rmfe < Rwe - (-) atau kekiri : air formasi lebih salin daripada mud, Rmfe >Rwe

catatan o Lihat perbandingan harga Rmf dengan Rw o Untuk penentuan kandungan fluida harus dicek dengan log resistivitas dan X-plot log densitas dan log neutron

Alat & Cara Pengukuran :


Sebuah elektroda diturunkan ke dalam lubang bor dan elektroda lain yang berhubungan diletakkan di permukaan Perbedaan tegangan secara terus menerus dicatat seiring dengan dinaikkannya elektroda pada lubang bor

Prinsip :
Mengukur tahanan jenis formasi / batuan dan fluida yang dikandungnya terhadap arus listrik yang melaluinya.

Kegunaan :
Membedakan lapisan reservoar dan non reservoar Membedakan water bearing zone dan HC bearing zone Menghitung Rw & Sw

Jenis-Jenis Log Resistivitas:


1. Log Induction 2. Laterolog

Kondisi yang cocok untuk pemakaian log Induction dan Laterolog :

:
fresh mud - resistivitas formasi < 200 ohm-m - bila Rmf/Rw > 2.0 Log induction tidak akurat pada resistivitas tinggi.

:
Bila lumpur lebih konduktif daripada air formasi: Rmf/Rw < 2.0 - dalam fresh mud tapi resistivitas formasi >200 ohm-m - dalam large borehole >12 in. serta deep invasion (>40in.)

Teknik Interpretasi:
; MSFL // LLS // LLD (low res.) dan SP // shale base line, maka zona tersebut non reservoar (shale) MSFL // LLS // LLD (high res.) dan SP // shale base line maka zona tersebut non reservoar (tight formation or coal), lihat GR & X-plot CNL- RHOB MSFL // LLS // LLD (low res) dan SP tidak seajajar dengan SP shale maka zona tersebut mungkin reservoar dengan fluida bisa air tawar, air asin dan atau HC

MSFL LLS LLD CNL

= Micro Spherically Focussed Log MSFL = Shallow Laterolog resistivity = Deep Laterolog resistivity = Compensated Neutron Log

Alat dan Cara Pengukuran:


Arus DC dilepaskan ke dalam formasi dari satu atau beberapa elektroda Arus akan melewati formasi dan sampai di permukaan, perbedaan tegangan dan arus diukur dengan 2 elektroda tambahan di permukaan kemudian dilakukan perhitungan harga resisitivitasnya (ohmmeter)

Prinsip :
Merupakan rekaman waktu yang diperlukan oleh gelombang suara untuk merambat melalui formasi

Kegunaan :
Kalibrasi data seismik Menghitung pada lapisan yang diketahui jenis litologinya Evaluasi porositas sekunder (dikombinasikan dengan log Neutron / Densitas)

Teknik Analisa :
Tentukan litologinya agar diketahui t ma Baca harga dari log Masukkan harga-harga tersebut ke dalam persamaan berikut agar didapat.

a. Sandstone
1. Low GR 2. SP deflected 3. MSFL, LLS, LLD tidak berhimpit (mempunyai harga yang berbeda), kecuali pada well cemented sandstone (ketiga kurva berhimpit) 4. ma = 2.65 g/cm3 5. X-plot CNL -RHOB positip 6. t ma = 184 s/m

b. Shale
1. High GR 2. SP lurus / tidak mengalami defleksi 3. MSFL, LLS dan LLD berhimpit 4. ma > ma batupasir 5. X-plot CNL -RHOB negatip 6. t ma > t ma batupasir

Limestone / dolomite
1. Low GR

2. SP - Tight LS, SP no deflection - Porous LS, SP deflected

5. - tight : high density, low neutron (radikal ke kanan density // neutron) - poros : biasanya X-plot densityneutron (+), density tidak sejajar neutron

3. MSFL, LLS, LLD - Tight LS high MSFL = LLS = LLD - Porous LS depends on fluids, 6. t ma but lower than tight LS - LS : 161 s/m 4. ma - Dol : 144 s/m - LS = 2.71 g/cm3 - Dol = 2.85 g/cm3

1. SP deflected 2. X-plot netron-density positif 3. MSFL, LLS dan LLD tidak berhimpit

1. SP - fresh water : SP (+) (Rmf < Rw) - brine water : SP (-) (Rmf > Rw) 2. Relatif low resistivity, untuk (Rmf<Rw) maka - fresh water : MSFL (LLS) < LLD - brine water : MSFL (LLS) > LLD 3. X-Plot density-neutron - shale : X-plot (-) - non shale : X-Plot (+) sparasi kecil

a. Oil 1. SP (-) 2. High resistivity, MSFL (LLS) < LLD untuk Rmf < Rw 3. X-Plot density-neutron (+) sparasi sedang b. Gas 1. SP (-) 2. very high resistivity: MSFL/LLS<<LLD 3. X-Plot density-neutron (+) sparasi besar

a. OGC 1. Terjadi perubahan beda nilai MSFL (LLS) dengan LLD (pada gas besar sedang pada oil beda nilainya kecil) 2. Terjadi perubahan sparasi pada X-Plot neutron-density (pada gas sparasinya besar sedang pada oil sedang)

b. OWC 1. Terjadi perubahan harga resistivitas (pada oil relative high resistivity sedangkan pada water relative low resistivity) 2. Terjadi perubahan sparasi pada X-Plot neutron-density (pada oil sparasi sedang, pada water sparasinya kecil) 3. Terjadi perubahan defleksi SP dari (-) ke (+)