Anda di halaman 1dari 20

1.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengolahan Air Baku

CaCl2
LPL PDAM

Recovery

Alumina

1.2 Perumusan Masalah


1. Bagaimana cara menghasilkan alumina dari limbah padat lumpur PDAM agar didapat hasil yang optimum? 2. Bagaimana pengaruh banyaknya penambahan CaCl2 ke dalam limbah lumpur kering terhadap alumina yang dihasilkan?

1.3 Tujuan Penelitian


1. 2. Mempelajari pengolahan pada limbah padat lumpur PDAM Intan Banjar agar didapatkan alumina. Mempelajari dan mendapatkan kondisi optimal proses berdasarkan variasi komposisi dan konsentrasi pelarut dalam ekstraksi alumina dari limbah padat lumpur PDAM Intan Banjar.

1.4 Manfaat Penelitian


1. Sarana pembelajaran dalam pemanfaatan bahan terbuang dengan proses ekstraksi padat cair yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari 2. Memberikan kontribusi nyata dalam mempelajari proses pemisahan senyawa dari campuran dan proses recovery alumina dari LPL PDAM menjadi solusi alternatif untuk memanfaatkan limbah hasil pengolahan air 3. Peran nyata kontribusi mahasiswa bagi lingkungan masyarakat sekitar, akademisi dan industri.

2. Tinjauan Pustaka
2.1 Proses Terbentuknya Lumpur 1. Koagulasi Reaksi koagulasi dapat berjalan dengan menambahkan zat pereaksi (koagulan) sesuai dengan zat yang terlarut. Jenis koagulan yang dapat digunakan antara lain kapur, tawas, dan kaporit.

2.

Flokulasi Flokulasi terjadi karena adanya tumbukan antara pertikel-pertikel koagulasi hingga menempel dan bergabung membentuk partikel yang ukurannya bertambah besar. Sedimentasi Prinsip sedimentasi adalah pemisahan bagian padat dengan memanfaatkan gaya gravitasi sehingga bagian yang padat berada di dalam kolam pengendapan sedangkan air murni diatas

3.

2.2 Pemanfaatan Limbah Padat Lumpur PDAM


Sebagai koagulan dalam bentuk tawas cair - Sebagai adsorben
-

2.3 Proses Recovery - Proses asam - Proses basa

Bagan Proses Recovery Alumina


CaCl2.2H2O CaCl2 solution

Fly-ash Mixing & drying

Ca(OH)2

Precipitator

Metal Oxide Precipitates (Waste) Alumina Powder

CaCO3 Crushing & Sizing

Neutralization

HCl

Hydrolitic decomposition 400-600oC

Dust Heating 1100oC

Fe Extraction Fe+3 Extract solution

Crushing & Sizing HCl

H2O
Filtration and Wash

Mixer

Scrubber

HCl

Crystali-zation

Crystals

AlCl3.6H2O

HCl Repl HCl

Acid Leaching

Filtration or Decantation

Silica

Proses recovery alumina secara simultan dari bahan yang mengandung aluminosilikat menjadi alumina murni dan silikat mengikuti langkahlangkah berikut

Memanaskan campuran aluminosilikat dan CaCl2 hidrat untuk mendapatkan alumino kalsium silikat dan kalsium alumina produk, dimana CaCl2 tidak mengandung MgCl2. Leaching (ekstraksi padat-cair) produk dengan HCl yang menghasilkan larutan AlCl3 serta silika dan CaCl2 yang tidak larut Memisahkan silika larut dari solusi dan AlCl3 mengkristal dari larutan

3. Metodologi Penelitian
3.1. Alat 3.1.1 Alat Utama
1 2

Keterangan : 1. Motor pengaduk 2. Pengaduk kecepatan 3. Tangki 4. Baffle 5. Pengaduk

3.1.2. Alat Pendukung Alat pendukung yang digunakan pada penelitian ini yaitu ember, loyang stainless steel, furnace, crucible cover, screen (ayakan) ukuran 500 dan 125 micron, kuas, propipet, pipet volume ukuran 10 dan 25 mL, labu ukur, beaker glass 100, 250, 400 dan 1000 mL, gelas arloji, gelas ukur, sudip, pengaduk gelas, stopwatch, neraca analitik, lumpang dan alu, erlemeyer 250 mL, hot plate stirrer, kasa, buret 50 mL dan corong.
3.2 Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah Limbah Padat Lumpur PDAM Intan Banjar, CaCl2, larutan HCl 4N, 6N dan 8N, aquadest, hidrogen peroksida (H2O2) 30%, amonium hidroksida (NH4OH) p.a, NaOH, natrium etilenadiamina tetraasetat (EDTA), seng sulfat (ZnSO4.2H2O), metil merah, etanol 96%, xylenol orange (C31H28N2Na4O13S), hexametilena tetramina (C6H12N4) p.a, Na-asetat, asam asetat dan kertas saring Whatman No. 41.

3.3 Prosedur Penelitian


Limbah padat lumpur PDAM dibersihkan dikeringkan

diayak Dicampur / mixing dan dikeringkan

CaCl2

Dipanaskan pada suhu 800oC Digerus dan diayak dengan ukuran 200 mesh Larutan HCl dengan variasi 4N, 6N, dan 8N diaduk dekantasi filtrat Rafinat/endapan

dipanaskan
H2O pengadukan Dipanaskan sampai tertinggal 100 ml Uji kandungan alumina

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Data Hasil Analisa Tabel Hasil pengamatan analisa LPL PDAM
Massa Lempung Gambut (gram) Volume Volume EDTA 0,02N ZnCl2 0,02N (mL) (mL) 20 11,3 11,5 %w/w alumina dalam LPL PDAM 11,71%

Tabel Hasil Pengamatan Pengambilan Kembali Alumina dari LPL PDAM


Variasi Perbandingan CaCl2 (gram) dan Tanah Lempung Gambut (gram) Konsentrasi HCl (M) 2 1,5:1 4 6 2 Volume EDTA Volume ZnCl2 0,02N 0,02N (mL) (mL) 30 30 30 30 11,9 3,3 1,9 11,4 Recovery Alumina (%) 9.85 14.54 15.30 10.13 14.64 15.68 9.96 14.10 15.62

1:1

4
6 2

30
30 30

3,1
1,2 11,7

0,5:1

4
6

30
30

0,5
1,3

4.2 Pembahasan
16.00 15.00

% recovery alumina

14.00

Variasi perbandingan 0,5:1

13.00

Variasi perbandingan 1:1


12.00

11.00

Variasi perbandingan 1,5:1

10.00

9.00 2 3 4 5 6 7 8 9

Konsentrasi HCl (M)

Hubungan % recovery alumina dan konsentrasi HCl pada variasi perbandingan CaCl2 dengan LPL PDAM

5. PENUTUP
5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. LPL PDAM mengandung senyawa aluminosilikat yang dapat menghasilkan alumina dari proses recovery. 2. Persentase recovery alumina yang paling besar adalah 15,68% yang diperoleh pada variasi perbandingan berat CaCl2 dan lempung gambut 1:1 dengan konsentrasi HCl pada proses leaching sebesar 8M. 3. Secara umum, penambahan CaCl2 tergantung kandungan awal senyawa aluminosilikat yang ada pada bahan. 4. Secara umum, semakin besar besar konsentrasi pelarut pada proses leaching maka semakin baik dalam recovery alumina. 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses recovery alumina yakni komposisi fase dalam material/bahan baku serta kandungan alumina relatifnya.

5.2 PENUTUP
Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai recovery alumina dari LPL PDAM dengan proses leaching menggunakan pelarut basa agar diperoleh recovery alumina yang lebih besar dengan cara-cara yang lebih mudah dan ekonomis.

DAFTAR PUSTAKA
Cho, Jung-Hyun, dkk, 1995, Extraction of Al Component from Kaolin by the Hydrochloric Acid Leaching, Korea Research Institute of Chemical Technology : Kangweon Kusnaedi. 2000. Mengolah Air Gambut dan Air Kotor untuk Air Minum. Jakarta: PT.Penebar Swadaya. Fair GM. 1971. Elements of Water Supply and Waste Water Disposa. 2nd Ed: Tokyo

Farah, Isma dan Eka R, 2009, Laporan Penelitian: Studi Awal Penurunan Kadar Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Air Sumur Kota Banjarbaru Memanfaatkan Limbah Lumpur Pdam Sebagai Adsorben. Universitas Lambung Mangkurat : Banjarbaru.
Mark JHJr. 2001. Water and Wastewater Technology. Fourth Edition. New Jersey: Prentice Hall. Nehari, S., dkk, 1997, Process Recovery of Alumina and Silika, United State Patent : USA No.WO 97 22554. Perry, R. H., 1997, Perrys Chemical Engineering Handbook seventh edition, Mc Graw Hill Company : New York.

Richardson, J.F.,dkk.,2001,Chemical Engineering Particle Technology and Separation Processes , Butterworth-Heinemann : Oxford.
SNI 13-6620-2001. Penentuan Kadar Al2O3, Fe2O3, CaO dan MgO Contoh Lempung dengan Volumetri. Badan Standardisasi Nasional. Sugiantoro, 2009, Laporan Penelitian: Upaya Penjernihan Air Dari Sungai Barito Dengan Memanfaatkan Limbah Padat Lumpur Pdam Sebagai Tawas Cair Menggunakan Metode Koagulasi Dan Flokulasi, Universitas Lambung Mangkurat : Banjarbaru. Sukanta, dkk, 2009, Pemecahan Senyawa Kompleks dalam Kaolin dan Pengambilan Alumina dengan Metode Kalsinasi dan Elutriasi, Universitas Gajah Mada : Yogyakarta Treybal, R.E., 1981, Mass-Transfer Operations, Mc Graw Hill Company : Singapura Underwood, A.L. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Erlangga. Jakarta. Wulandari, Puput dan Nor Anissa, 2009, Laporan Penelitian: Upaya Penjernihan Air Dari Sungai Martapura Dengan Memanfaatkan Limbah Padat Lumpur Pdam Sebagai Tawas Cair Menggunakan Metode Koagulasi Dan Flokulasi, Universitas Lambung Mangkurat : Banjarbaru. Ziegenhain, W.C., dkk, 1975, Calcining Method for Alumina, United State Patent : USA No.3,979,504

LAMPIRAN
Gambar 1. Lokasi pengambilan sampel limbah padat lumpur PDAM

Gambar 2. Pengeringan sampel

Gambar 3. Penambahan CaCl2

Gambar 4. Pengeringan setelah ditambahkan CaCl2

Gambar 5. Pemanasan dengan suhu tinggi (furnace)

Gambar 6. Proses leaching

Gambar 7. Proses filtrasi

Gambar 8. Proses hidrolisa

Gambar 9. Rangkaian Analisis Kadar Alumina

TERIMA KASIH