LAPORAN KASUS Novia Riansari Gunawan PLASENTA PREVIA

• • • • • • • •

Nama Usia : 33 tahun Alamat : Kebonbaru, Sabandar Cianjur Pendidikan : SD Pekerjaan : Ibu rumah tangga Agama : Islam Tanggal Masuk : 16 Oktober 2011, pukul 07.18 No. Rekam Medis : 04 488017

IDENTITAS PASIEN : Ny. A

ANAMNESISlahir Keluhan Utama: Perdarahan dari jalan
Anamnesis Khusus: Ibu G5P3A1 merasa hamil 9 bulan mengeluh perdarahan dari jalan lahir sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Perdarahan banyak membasahi satu kain panjang. Keluhan disertai dengan mules-mules yang dirasakan semakin sering dan bertambah kuat sejak 1 jam sebelum masuk rumah sakit. Keluhan juga disertai dengan keluar sedikit lendir bercampur darah dari jalan lahir. Keluar cairan banyak dari jalan lahir belum dirasakan ibu. Gerak janin masih dirasakan ibu.

Lalu pasien berobat ke bidan kemudian perdarahan saat itu berhenti. lalu di rujuk ke RSUD Cianjur. jumlahnya sedikit. .Perdarahan pertama saat usia kehamilan 8 bulan. Atas keluhannya saat ini pasien berobat ke Puskesmas Karang Tengah. dan tidak disertai nyeri perut. Riwayat merokok. serta menderita penyakit darah tinggi dan kencing manis tidak ada.

spontan. spontan. 4. tidak ditimbang. paraji. paraji. tidak ditimbang. hidup 2009. rumah. 9 bulan. 9 bulan. 5. spontan. hidup 2001. 2. rumah. tidak ditimbang. paraji. 1997. abortus. hidup Hamil ini . paraji 1999. 3. rumah. 3 bulan. rumah. 9 bulan.Riwayat Obstetri 1.

buruh • Kontrasepsi 2011 • PNC • HPHT • TP • Siklus haid : suntik 3 bulan sejak 2009 hingga : 4 x ke bidan : 20 – 01 – 2011 : 27 – 10 – 2011 : 28 hari . IRT – Pria: 21 tahun. SMA.• Keterangan Tambahan Menikah 1 kali – Wanita: 18 tahun. SD.

• Ekstremitas: akral hangat. lembut.8 C • Kepala: Konjungtiva anemis -/Sklera ikterik -/• Leher : KGB tidak teraba membesar JVP tidak meningkat • Thorax: Bentuk / Gerak simetris Cor: BJ murni. edema -/- . CM BB: 60 Kg TB: 156 cm TD: 120/90 mmHg N: 88 x/menit. REIC R: 24 x/menit S: 36.PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis • • • • • • • KU: baik. Hepar/Lien sulit dinilai. regular Pulmo: VBS ka=ki • Abdomen: cembung.

Pemeriksaan Luar • TFU : 33 cm • LP : 98 cm • Leopold I: bokong • Leopold II: punggung bayi di sebelah kiri • Leopold III: kepala • Leopold IV: divergen • BJA : 145 – 154/ menit • HIS : 5’ – 6’ 1x/ 30” • TBA : 3200 gram Pemeriksaan Dalam: tidak dilakukan Pemeriksaan inspekulo: perdarahan dari OUE (+) Status Obstetrikus .

600 /mm3 Trombosit: 203.2 % Leukosit : 9. . plasenta di korpus meluas ke bawah menutupi ostium uteri eksternum.000 /mm3 USG • Kesan: janin tunggal hidup letak kepala. ketuban cukup.PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Darah (16-10-2011) • • • • Hb : 7.8 g/dl Hct : 26.

Plasenta previa dengan anemia DIAGNOSIS KERJA .G5P3A1 Parturien aterm dengan Perdarahan antepartum ec.

BJA • IVFD RL 20 gtt/menit • Cross match. sedia darah PRC • Transfusi PRC 1 labu • Foley catheter • Rencana SC cito atas indikasi perdarahan antepartum ec. keadaan umum. Plasenta previa totalis • Konseling kontrasepsi mantap (MOW) PENATALAKSANAAN .• Observasi perdarahan. His. tandatanda vital.

• Quo ad vitam : ad bonam • Quo ad functionam : ad bonam PROGNOSIS .

15 lahir bayi ♂. hidup. Plasenta previa totalis dengan anemia • Diagnosis pascabedah : P4A1 partus maturus dengan SC ai perdarahan antepartum ec.• • Pukul 08. plasenta praevia totalis dengan anemia Laporan mulai pada Operasi Pukul 08.25 lahir plasenta. APGAR Score 5’/10’ : 7/9 • Pukul 08. BBL: 2900 gr.40 operasi selesai • Diagnosis prabedah : G5P3A1 Parturien aterm dengan Perdarahan antepartum ec. berat: 500 gr. ukuran: 20x20x2 cm • Dilakukan sterilisasi • Pada pukul 08.00 Dilakukan operasi SC .

DM(-)  Kontraksi baik.) KU : CM  T : 110/70 mmHg R: 24x/m  N : 84 x/m S: afebris  Abd: datar lembut.000 Hct.Tanggal Catatan 16 – 10 – 2011 (follow Keadaan post OP  up post op.  LO : tertutup verban BAK : (+) BAB (+) sedikit ASI : (-/-) Perdarahan (-) Laboraturium: - Follow Up Ruangan Nifas (Ruang Delima) Instruksi Infus RL 20 gtt/m Cefotaxime 2 x 1gr iv Metronidazole 3 x 500 mg iv Kaltrofen supp. baik  (POD I) Keluhan: nyeri luka operasi  06. BU(+)  TFU : setinggi pusat. BU (-) TFU : setinggi pusat  LO : tertutup perban  Diuresis : 200 cc ASI : -/Perdarahan (+) Laboraturium: Hb.3% Tromb: 167. 2x1 Cek Hb post OP  transfusi bila Hb < 8 gr/dl Pasien puasa sampai BU (+) Observasi kontraksi Infus RL 20 gtt/m Cefotaxime 2 x 1 gr iv Metronidazole 3 x 500 mg iv Kaltrofen supp.15 Furosemid 1 x 1 amp iv Test feeding . Kontraksi baik.000 17 – 10 – 2011 KU : CM.4 g/dl Leuko: 20. DM(-).5C  Abdomen: datar lembut. 2x1 Transfusi PRC 1 labu  22. : 6.  NT(+).: 20.30 T : 120/80 mmHg R: 20x/m  N : 80 x/m S: 36.

5C  Abdomen: datar lembut. darah (-).000 Hct.5C  Abdomen: datar lembut. darah (-).8 gr/L Leuko: 20.30 Furosemid 1 x 1 amp iv Mobilisasi Infus RL 20 gtt/m Cefadroksil 2 x 500 mg po Asam mefenamat 3 x 500 mg po Tablet SF 1 x 1 tablet po Transfusi PRC 1 labu  19.18 – 10 – 2011 (POD II) 19 – 10 – 2011 (POD III) KU : CM. pus (-) BAK : (+) BAB (+) ASI : (+/+) Perdarahan (+) sedikit Laboraturium: KU : CM.  LO : kering. baik  Keluhan:  T : 100/70 mmHg R: 20x/m  N : 82 x/m S: 36.  NT(+). Kontraksi baik. DM(-).00): Hb. baik  Keluhan: nyeri luka operasi  T : 100/70 mmHg R: 20x/m  N : 80 x/m S: 36. : 5.15 Furosemid 1 x 1 amp iv Ganti verban . BU(+)  TFU : 1 jari bawah pusat. pus (-) BAK : + 250 cc BAB (+) ASI : (+/+) Perdarahan (-) Laboraturium (11.1% Tromb: 48. Kontraksi baik.000 Infus RL 20 gtt/m Cefadroksil 2 x 500 mg po Asam mefenamat 3 x 500 mg po Tablet SF 1 x 1 tablet po Transfusi PRC 1 labu  15. BU(+)  TFU : setinggi pusat.  LO : kering. DM(-). : 19.  NT(-).

20 Furosemid 1 x 1 amp iv Dexamethasone 2 x 2 amp iv Ganti verban 21 – 10 – 2011 (POD V) . pus (-) BAK : (+) BAB (+) ASI : (+/+) Perdarahan (-)         Infus RL 20 gtt/m Cefadroksil 2 x 500 mg po Asam mefenamat 3 x 500 mg po Tablet SF 1 x 1 tablet po Transfusi PRC 1 labu  06. LO : kering.20 – 10 – 2011 (POD IV) KU : CM. NT(-). DM(-). darah (-). baik Keluhan: T : 130/80mmHg R: 20x/m N : 80 x/m S: 36.5C Abdomen: datar lembut. Kontraksi baik. BU(+) TFU : 1 jari bawah pusat.

• Apakah etiologi dan faktor predisposisi pada pasien ini? • Bagaimana mendiagnosis plasenta previa? • Bagaimana pengelolaan pada pasien ini? PERMASALAHAN .

• Multipara. Apakah etiologi dan faktor predisposisi pada pasien ini? .PP  pada keadaan endometrium yg kurang baik  atrofi endometrium / kurang baiknya vaskularisasi desidua. terutama dg jarak antara kehamilannya pendek • Mioma uteri • Kuretase berulang • Umur lanjut • Bekas seksio sesarea • merokok 1.

atau kehamilan multipel. diabetes melitus. seperti pada eritroblastosis. • PP juga dapat terjadi pada plasenta besar & luas.• Keadaan endometrium yg kurang baik  plasenta harus tumbuh luas  mendekati / menutup OUI. • Endometrium yg kurang baik  zigot implantasi di tempat yg lebih baik (tempat yg rendah dekat OUI). .

Faktor Resiko Pada pasien ini: • Ibu grande • Riwayat dilakukan kuretase .

erosi serviks. dan keganasan . varises. polip dan bentuk keganasan lain – Laserasi vagina.2. Mengapa pasien ini didiagnosis sebagai plasenta previa? Perdarahan antepartum ialah perdarahan dari jalan lahir pada wanita hamil dengan usia kehamilan 20 minggu atau lebih. • Penyebab obstetrik – Plasenta previa – Solusio plasenta – Ruptur uteri • Penyebab non-obstetrik – Servisitis.

KLASIFIKASI • totalis: seluruh OUI tertutup oleh plasenta • parsialis: sebagian OUI serviks tertutup jaringan plasenta • marginalis: tepi plasenta terletak pada bagian . (Prae=di depan. vias=jalan).PP  plasenta yang berimplantasi rendah sehingga menutupi sebagian/seluruh OUI. dinding belakang rahim. Implantasi plasenta yang normal: dinding depan. atau di daerah fundus uteri.

plasenta normal Plasenta marginalis Plasenta previa parsialis Plasenta previa totalis .

. • Bagian terendah anak sangat tinggi.Anamnesis : • perdarahan tanpa nyeri. • Perdarahan pada trimester III • Perdarahan bersifat berulang-ulang. • Lebih sering disertai dengan kelainan letak.

• pemeriksaan fornises hanya pada presentasi kepala . ca)  PP: darah keluar dari OUE. erosi.Pemeriksaan fisik : • Bila ditemukan  segera kirim ke RS dg OK tanpa PD • pemeriksaan inspekulo  menyingkirkan kemungkinan kelainan serviks (polip.

SOLUSIO PLASENTA Perdarahan    Palpasi Bunyi jantung anak Pemeriksaan dalam Dengan nyeri Segera disusul partus Keluar hanya sedikit PLASENTA PREVIA    Tanpa nyeri Berulang sebelum partus Keluar banyak Bagian anak sukar ditentukan Biasanya tidak ada  Tidak teraba plasenta Bagian terendah masih tinggi Biasanya jelas Teraba jaringan plasenta Cekungan plasenta Selaput ketuban  Ketuban menonjol Tidak ada Robek marginal Ada impresi pada jaringan Plasenta karena hematom Robek normal Perbedaan antara solusio plasenta dan plasenta previa .

tanpa disertai nyeri • Faktor predisposisi : grande multipara dan riwayat kuretase • Hasil Inspekulo menunjukkan adanya fluksus dari OUE • Hasil USG menunjukkan adanya plasenta previa .Diagnosis Pada pasien ini: • Dari anamnesis didapatkan : keluhan berupa perdarahan berulang dari jalan lahir yang terjadi pada kehamilan trimester akhir (bulan ke-8 dan berulang pada bulan ke-9).

anak mati. misalnya: kehamilan cukup bulan. • cara vaginal yang bermaksud untuk mengadakan tekanan pada plasenta. dimaksudkan untuk mengosongkan rahim hingga rahim dapat berkontraksi dan menghentikan perdarahan. yang dengan demikian menutup pembuluh-pembuluh darah yang terbuka (tamponade pada plasenta). Bagaimana pengelolaan pada pasien ini? . perdarahan banyak. • seksio sesarea. 3.Terminasi – kehamilan segera diakhiri sebelum terjadi perdarahan hebat. parturien.

• sebelum melakukan tindakan harus selalu tersedia darah yang cukup. • dirawat sampai berat anak + 2500 gr atau kehamilan 37 minggu. .Ekspektatif – Dilakukan apabila janin masih kecil. Syarat: keadaan ibu baik & perdarahan berhenti / sedikit sekali. • antibiotik untuk kemungkinan terjadinya infeksi yang besar disebabkan oleh perdarahan dan tindakan.

Faktor risiko Kuretase Mioma uteri multipara <19 tahun / >35 tahun Trimester III Implantasi zigot dekat OUI Atrofi endometrium / vaskularisasi desidua kurang baik Peregangan didnding Rahim (SBR) + HIS Plasenta tumbuh meluas Perokok Bekas SC perdarahan .

sehingga dilakukan persalinan secara sectio caesaria.Pada pasien ini : • Dilakukan terminasi karena pasien sudah dalam kehamilan aterm dan parturien. . • USG: plasenta menutupi seluruh OUE (totalis). • Dipilih rencana seksio sesarea karena perdarahan yang berulang (2 kali) dan dalam jumlah yang banyak yang kemungkinan disebabkan oleh plasenta previa.

• Kelainan koagulopati sampai syok. • Emboli udara (jarang). yaitu : • Syok hipovolemik. • Kematian. • Anemi.Bahaya untuk ibu pada plasenta previa. Bahaya untuk anak. yaitu : • Hipoksia. • Infeksi-sepsis. .

dengan penanggulangan yang baik: • pemilihan cara persalinan yang tepat dan sesuai dengan kondisi ibu dan bayi • perbaikan keadaan umum ibu akibat perdarahan yang diderita Kematian ibu & janin akibat PP rendah sekali / tidak ada Prognosis .

.

2001.Ginekologi RS. Bagian Obstetri dan Ginekologi RS. Alan et al. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2003 McGraw-Hill. • James. Hasan Sadikin. United Kingdom: WB Saunders Daftar Pustaka . USA : McGraw-Hill comp. 2003. High Risk Pregnancy Management Options. 2005.• Cunningham. et al. D. Hasan Sadikin Bandung 2005. • Asuhan Persalinan Normal. et al. Current Obstetrics & Gynecologic Diagnosis & Treatment 9th edition. 2nd edition.inc. • Pedoman Diagnosis dan Therapi Obstetri. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Williams Obstetrics 19nd.K. • De Cheney. • Obstetri Patologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful