Anda di halaman 1dari 19

Nurse Directed Interventions to reduce Catheter-Associated Urinary Tract Infections

Retno Tri Astuti Ramadhana Ronal Armet Rany Agtrisya Vieocta Apsari Paradise

Identifikasi Topik
CAUTIs adalah sumber terbesar dari

keprihatinan kesehatan umum, wajar, dan mahal

bakteremia pada pasien rawat inap, umumnya menyebabkan penggunaan antimikroba yang tidak perlu, rawat inap yang berkepanjangan, dan

(CAUTIs/ peningkatan biaya kesehatan Catheter Associated Urinary Tract Pada 2009, Pusat Pengendalian Infections) Penyakit dan Pencegahan terdapat bukti bahwa ada pedoman
berbasis untuk manajemen berdiamnya kateter urin (IUC/ Indwelling Urinary Cathether) tetapi tidak secara konsisten diikuti memeperbaruhi pedoman mereka yang berbasis bukti untuk diagnosa, pencegahan, dan pengelolaan pasien di rumah sakit dan fasilitas perawatan

Tujuan

Tujuan

Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran

untuk mengembangkan dan menerapakan bukti dari berbagai segi, intervensi perawat untuk meningkatkan manajemen eliminasi urin pada pasien rawat inap dan untuk mengukur dampak intervensi pada lamanya kateter (IUC) dan kejadian CAUTI antara pasien pada unit rawat inap.

Analisa hasil penelitian


Merekrut tim multidisiplin. Tim ini melibatkan perawat, dokter, terapis rehabilitasi, dan perwakilan informan klinis. Periksa bukti-bukti yang ada. Tinjauan literatur yang mendalam Mengidentifikasi dan memahami penggunaan produk, ketersediaan, dan biaya.

Desain intervensi pre/post digunakan dalam penelitian peningkatan kualitas untuk menguji dampak intervensi. berdasarkan bukti saat ini untuk mengurangi CAUTIs pada pasien rawat inap pada 2 unit yaitu unit medis dan bedah.

Fase1 JanuariMaret 2009 pengumpul an data dari unit medical/sur gical

Fase 2 intervensi yang lebih mendalam (Februari dan Maret) pengumpulan data kedua (April-Juni) untuk memeriksa pengaruh dari intervensi yang diberikan.

Fase 3 fokus pada intervensi di unit study (Juli), periode terakhir pengumpulan data (AgustusOktober)

Intervensi berupa: - kompetensi pelatihan tentang kateter - evaluasi dari IUC rumah sakit. wajib dilakukan sebagai media pembelajaran melalui HealthStream (sistem manajemen pembelajaran rumah sakit) untuk semua perawat rawat inap dan staf bantu.

1. 60 menit sesi edukasi dilakukan beberapa kali 2. Peningkatan ketersediaan commodes samping tempat tidur (dalam beberapa ukuran) untuk mempromosikan kepatuhan pasien untuk berkemih postcatheter aman. 3. Pembelian scanner kandung kemih untuk menilai postvoid residu secara akurat.

4. Menerjemahkan penelitian ke dalam praktek (TRIP) melalui selebaran meliputi perawatan kateter, perubahan produk IUC, penggunaan scanner kandung kemih, dan pelepasan. 5. Memasukkan perawatan kateter ke dalam putaran harian jadwal perawat untuk pengingat awal terkait pelepasan kateter 6. Berpartner dengan pasien dan keluarga untuk mempromosikan keterlibatan dalam

menunjukkan perbedaan LOS (lenght of stay) atau lamanya kateter menetap. - pulmonary unit tampak terjadi penurunan dari fase 1 (7.4), fase 2 (7.2), dan fase 3 (6.7). - surgery unit dari fase 1 ke fase 2 mengalami peningkatan (6.9 menjadi 8.0) namun menurun pada fase 3 menjadi 6.6.

tentang durasi kateter dalam sehari pada setiap pasien. Pada fase 1 rata-rata kateter hari adalah 3,53 dan 3,01 pada unit bedah dan paru. Kateter-hari sedikit meningkat antara fase 1 dan fase 2 data di unit bedah tetapi menurun di semua tahap pada unit paru.

Disarankan pentingnya hasil penelitian ini adalah dampak dari intervensi yang diberikan tentang durasi kateter (fase 2) dan intervensi pada fokus unit (fase 3). Unit pulmonal menunjukkan peningkatan setelah melalui intervensi fase 2 dan fase 3, sedangkan pada unit bedah menunjukkan peningkatan hanya setelah mendapat intervensi fase 3. Penulis tidak dapat mengartikan fase 2 atau fase 3 sebagai intervensi yang lebih baik, yang membedakan dari hasil kedua unit diatas

Kelebihan Jurnal
Penulis mengambil tema penelitian yang sesuai dengan keadaan masyarakat yaitu dengan tingkat kasus infeksi saluran kateter urin yang tinggi Jurnal dapat dipergunakan sebagai dasar dalam penelitian lebih lanjut untuk pemahaman yang lebih baik bagi perawat professional dalam penelitian keperawatan dan pelayanan klinis Memacu peran perawat sebagai tenaga

Penelitian yang dilakukan mampu memberikan manfaat dalam membantu menentukan intervensi yang tepat menggunakan alat elektronik dengan sistem grafik sehingga akan dimunculkan pohon keputusan untuk validasi penggunaan kateter saluran kemih serta tidak adanya order untuk penghentian penggunaan kateter secara otomatis dalam mengurangi angka kejadian infeksi saluran kateter urin. Penelitian ini melibatkan berbagai disiplin ilmu sehingga dapat mencakup keefektifitasan intervensi dari berbagai sudut pandang.

Kekurangan Jurnal
Jurnal penelitian ini masih memerlukan penelitian penelitian lebih lanjut sebagai dasar dalam meningkatkan intervensi yang lebih spesifik lagi bagi pasien infeksi saluran kateter urin oleh perawat khususnya dalam penerapan terapi non order dokter. Penggunaan alat elektronik dengan metode grafik tidak serta merta dapat diterapkan sebagai alternative karena mempertimbangkan segi ekonomi dan fleksibilitas penggunaan alat. Penelitian yang dilakukan tidak menggunakan Kelompok Kontrol sehingga perubahan yang

Implikasi di Indonesia
Intervensi CAUTIs jurnal: berfokus pada pencegahan infeksi saluran urin dengan memperhatikan teknik yang tepat dan benar berdasarkan prosedur yang pengawasan terhadap sudah ditetapkan kepatuhan SOP + pelatihan yang lebih dalam tentang pemasangan dan perawatan kateter.

Di INDONESIA: standar operasional praktik (SOP) pemasangan kateter dan cara perawatan pasien yang terpasang kateter di lembaga-lembaga kesehatan di Indonesia

Tingginya prevelensi kasus infeksi urin di INDONESIA

TERIMA KASIH