Anda di halaman 1dari 11

Oleh KELOMPOK 1. Hana F. PO. 62 20 1 10 055 2. Heffi PO. 62 20 1 10 057 3. Yuwilma PO.

62 20 1 10 080 Keperawatan Reguler XIII B Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palangka Raya 2012

Apakah Sepsis Neonatorum itu?


Sepsis neonatorum adalah infeksi berat yang diderita bayi baru lahir dengan gejala sistemik dan terdapat bakteri dalam darah. Perjalanan penyakit bayi sepsis dapat berlangsung cepat sehingga sering kali tidak terpantau, tanpa pengobatan yang memadai bayi dapat meninggal dalam 24 sampai 48 jam (Surasmi : 2003).

Apa Tanda dan Gejala Bayi Sepsis??


Bayi tidak kelihatan sehat Bayi mengantuk sampai tidak sadar Kejang disertai tanda/gejala infeksi lain Malas/ tidak bisa minum dengan atau tanpa muntah Ada bagian bayi berwarna merah mengeras Muntah, diare, pembesaran hati, dan perut kembung Gangguan pola pernapasan (tidak teratur, cepat, bayi biru) Nadi cepat, bayi bengkak (cairan), dehidrasi Bayi tampak kuning, ada bintik kemerahan

Apa yang menyebabkan bayi sepsis?


bakteri virus

1.

Faktor Kerentanan Bayi baru lahir Kulit yang tipis dan mudah lecet Luka umbilikus (pusar) yang belum sembuh sempurna Reflek muntah dan menghisap yang belum sempurna Imunitas seluler yang masih belum sempurna

2.

Faktor Predisposisi

Bayi kurang bulan Trauma lahir Tanpa rawat gabung Sarana perawatan bayi yang tidak baik Kesadaran dan sikap petugas yang kurang baik Bangsal penuh sesak Tindakan medik Pemberian makan susu buatan Berat lahir rendah Infeksi pada ibu Ketuban pecah dini Persalinan lama Gizi ibu tidak baik Cacat bawaan Persalinan tidak hygiene Kelahiran kurang bulan Sosial ekonomi ibu kurang, dll

Yang dapat menyebabkannya adalah infeksi Virus. Bakteri, Parasit

parasit

Bagaimana Perjalanan Penyakitnya?


Kuman penyebab infeksi dapat mencapai bayi baru lahir melalui beberapa cara, yaitu : Pada masa antenatal atau sebelum lahir, kehamilan Pada masa intra natal atau persalinan Pada masa pascanatal atau sesudah persalinan

Masa Antenatal
Pada masa antenatal, kuman dari ibu setelah melewati plasenta dan umbilikus masuk ke dalam tubuh janin melalui sistem peredaran darah janin. Kuman penyebab infeksi adalah kuman yang dapat menembus plasenta, contohnya : infeksi Rubella, Herpes, Sitomegalivirus, Korsaki, Hepatitis, Influenza, Parotis. Bakteri yang dapat melewati jalur ini contohnya : Malaria, Sifilis, dan Toksoplasma

Masa Intranatal
Infeksi saat persalinan terjadi karena kuman yang ada pada jalan lahir naik mencapai korion dan amnion. Akibatnya, terjadi amnionitis dan korionitis, selanjutnya kuman melalui umbilikus masuk ke tubuh bayi. Cairan lain, yaitu saat persalinan, cairan amnion yang sudah terinfeksi dapat terhisap oleh janin dan masuk ke saluran pencernaan dan pernapasan, kemudian menyebabkan infeksi pada lokasi tersebut. Selain melalui cara tersebut di atas, infeksi pada janin dapat terjadi melalui kulit bayi saat bayi melewati jalan lahir yang terkontaminasi oleh kuman (mis, herpes genitalis, candida albican, dan n. gonorea).(Surasmi : 2003)

Masa Pascanatal
Kontaminasi kuman terjadi dari lingkungan bayi baik karena infeksi silang ataupun karena alat-alat yang digunakan bayi, bayi yang mendapat prosedur seperti kateterisasi umbilikus, bayi dalam ventilator, kurang memperhatikan tindakan anti sepsis, rawat inap yang terlalu lama dan hunian terlalu padat, dll. (Surasmi : 2003)

Bagaimana Penanganannya ?
Suportif Memantau jumlah cairan elektrolit dan glukosa Mengawasi adanya hiperbilirubinemia Transfuse tukar bila perlu Pemberian Nutrisi Kausatif Memberikan obat antibiotik sesuai dengan kuman penyebab

Pada masa Antenatal pemeriksaan kesehatan ibu secara berkala, imunisasi, pengobatan terhadap penyakit infeksi yang diderita ibu, asupan gizi yang memadai, penanganan segera terhadap keadaan yang dapat menurunkan kesehatan ibu dan janin. Rujuk ke pusat kesehatan bila diperlukan.

Bagaimana Mencegah Terjadinya Bayi Sepsis??

Pada masa Persalinan selama persalinan dilakukan secara aseptic. Tindakan pada ibu dan bayi seminimal mungkin dilakukan (bila benar-benar siperlukan). Mengawasi keadaan ibu dan janin yang baik selama proses persalinan, melakukan rujukan secepatnya bila diperlukan, dan menghindari perlukaan kulit dan selaput lendir. Pada masa pasca Persalinan Perawatan sesudah lahir meliputi menerapkan rawat gabung bila bayi normal, pemberian ASI secepatnya, mengupayakan lingkungan dan peralatan tetap bersih, setiap bayi menggunakan peralatan sendiri. Perawatan luka tali pusar secara steril.

Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati