Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS PERDAGANGAN INTERNASIONAL UNILEVER GLOBAL

PROFIL UNILEVER
Unilever adalah sebuah perusahaan multinasional yang menjual barang-barang konsumsi seperti makanan, minuman, bahan pembersih dan produk perawatan pribadi. Unilever memiliki lebih dari 400 merek produk termasuk diantaranya 12 produk yang menghasilkan penjualan mencapai lebih dari 1 miliar pertahun. Dengan lebih dari 400 merek difokuskan pada kesehatan dan kesejahteraan, tidak ada perusahaan yang menyentuh kehidupan begitu banyak orang dalam berbagai cara. Produk-produk Unilever diantaranya tersebar di sekitar 180 negara di seluruh Afrika, Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, Amerika Utara, dan Eropa Barat.

Timeline Perkembangan Perusahaan Unilever dari Masa ke Masa


KLIK

ANALISIS PASAR GLOBAL DAN PUSAT BISNIS


Secara geografis, Unilever diposisikan dengan baik untuk pertumbuhan perusahaan. Sekitar 2 milyar konsumen dengan 180 produk yang dijual di lebih dari 180 negara di seluruh dunia menggunakan produk Unilever setiap hari, dengan pasar tertinggi sebesar 53% adalah merupakan negara berkembang termasuk Indonesia. Dengan disertai pengalaman lebih dari 50 tahun di Brazil, Cina, India dan Indonesia

Produk-produk Unilever Seluruh Dunia

Strategi yang dilakukan oleh Unilever dalam meraih pasar global, antara lain: 1. Market Penetration strategi yang diterapkan oleh Unilever adalah mempertahankan wilayah dan produk yang ada dengan tujuan memperluas pangsa pasar 2. Product Development, yaitu Unilever selalu mendengarkan suara konsumennya 3. Related Diversification, strategi ini terkait dengan penambahan produk baru 4. Divestiture, Merupakan strategi defensive yang melakukan tindakan penyelamatan atas kelangsungan organisasi

ANALISIS ETIKA BISNIS


Unilever didirikan pada tahun 1890 dengan merek dan misi social telah menjadi inti dari bisnis perusahaan terseubut beserta tanggungjawab yang mendasari strategi perusahaan dalam kontribusinya terhadap pelayanan public. Unilever memiliki kepercayaan bahwa sebagai sebuah bisnis harus memiliki tanggung jawab untuk konsumen dan masyarakat yang menjadi tempat pemasaran produk. Di seluruh dunia Unilever telah berinvestasi dalam ekonomi lokal dan mengembangkan keterampilan masyarakat di dalam dan di luar Unilever. Dan melalui bisnis dan merek, Unilever menjalankan berbagai program untuk mempromosikan kesehatan, gizi, pemberdayaan dan kesadaran lingkungan.

ANALISIS TANGGUNGJAWAB SOSIAL


Dalam sebuah industry manufaktur, pasti akan ada resiko dan dampak yang ditimbulkan dalam lingkungan, termasuk Unilever. Oleh karena itu, Unilever mengembangkan langkah-langkah untuk meminimalisir resiko dan dampak terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh penggunaan produk-produk Unilever yang menyangkut hal-hal pokok seperti Emisi dan energy, air, limbah dan sumber daya. Selain itu Unilever juga menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai lembaga-lembaga yang peduli terhadap lingkungan dan pengembangan bisnis serta menggalakan program-program yang berguna bagi kehidupan masyarakat seperti salah satunya program Lifebuoy Cuci Tangan di Indonesia.

TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL


Teori perdagangan yang dianut oleh Unilever adalah dengan menggunakan teori perdagangan modern berbasis perusahaan yang bernama teori persaingan strategis global (Global Strategy Rivaly Theory), dimana dalam teori perdagangan ini perusahaan bersaing dan berjuang untuk mengembangkan suatu keunggulan bersaing yang berkelanjutan yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menguasai pasar global. Dalam hal ini, Unilever selaku market leader yang menguasai hampir sebagian besar consumer goods, telah memiliki suatu keunggulan bersaing dibandingkan para kompetitornya, tetapi dengan adanya keunggulan yang dimiliki Unilever bukan berarti berhenti berinovasi dan berkreasi dalam menciptakan produk. Perusahaan yang telah memiliki keunggulan sekalipun harus terus konsisten dalam mengelola perusahaan sebagai bentuk usaha dalam menjaga eksistensinya.

INVESTASI LANGSUNG
Unilever tidak segan mengucurkan dana investasi langsung yang tidak sedikit untuk membiayai fasilitas-fasilitas produksi baru dalam rangka memasarkan produk mereka di suatu negara. Karena sebelum mereka melakukan investasi mereka melihat peluang bisnis di tempat tersebut sehingga dana yang mereka keluarkan akan sebanding dengan pendapatan yang akan mereka dapatkan dalam jangka waktu panjang. Selain itu, Unilever juga melakukan akuisisi terhadap sejumlah perusahaan local, contohnya di Indonesia, sepanjang kiprahnya di Indonesia, Unilever telah empat kali mengakuisisi merek. Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto, Trisol, Whipol) tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003. Dalam melakukan akuisisi, Unilever selalu menggunakan dana keuangan internal, tidak perlu injeksi dana kantor pusat. Ia menekankan, akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama Unilever yang telah ada. Unilever tidak akan keluar dari bisnis utamanya, memproduksi dan memasarkan barang-barang konsumer.

SISTEM PERDAGANGAN INTERNASIONAL


Dalam mempertahankan eksistensinya di pasar global Unilever menerapkan standarisasi produksi barang dan jasa, sehingga setiap barang yang diproduksi memiliki standar yang seragam dan dapat dijual dengan cara yang sama ke seluruh dunia. Unilever menggunakan sistem perdagangan internasional berupa licensing dan direct investment yang merupakan kepemilikan perusahaan asing/fasilitas manufaktur. Dengan sistem yang telah diterapkan itu, Unilever berhasil mengukuhkan kedudukannya sebagai market leader untuk consumer goods yang meliputi sekitar 400 merek yang tersebar di sekitar 180 negara.

MONETARY SYSTEM
Sistem moneter yang digunakan oleh Unilever adalah sistem moneter kurs fleksibel. Dimana dalam sistem moneter ini sistem mata uang yang digunakan dalam perdagangan internasional ditentukan oleh kondisi pasar. Hal ini dapat diartikan, sesuai dengan nilai tukar mata uang suatu negara. Misalnya, jika harga suatu produk Unilever, Es Krim Magnum di suatu negara rata-rata sebesar $1 di Amerika Serikat, sedangkan jika dikonversikan kedalam rupiah, harga Magnum berkisar antara Rp 10.000, dan harga produk Magnum ini tentu akan berbeda-beda di setiap negara sesuai dengan nilai tukar mata uang suatu negara tersebut terhadap mata uang global yang berlaku di dunia perdagangan internasional yaitu, Dollar Amerika.

Perencanaan dan Pengendalian Organisasi


Perancangan global yang dilakukan oleh Unilever juga dilakukan dengan mepertimbangkan tiga jenis pengetahuan supaya perusahaan dapat bersaing secara efektif dan efisien di dunia persaingan global ini. pengetahuan-pengetahuan tersebut adalah sebagai berikut: Pengetahuan tentang area (Area Knowledge) Contohnya setelah melakukan penelitian di Nigeria ditemukan bahwa budaya menggosok gigi dua kali sehari itu sangat kurang di masyarakat, oleh karena itu, Unilever mengembangkan suatu program untuk membudayakan kegiatan menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari dengan menggunakan produk pasta gigi dari Unilever. Pengetahuan tentang produk (Product Knowledge) Contohnya ketika menjadi seorang wanita cantik yang memiliki kulit putih bersih tanpa noda menjadi idaman setiap wanita, Unilever memperkenalkan sebuah produk kecantikan yang bernama Ponds Flawless White yang bisa membuat kulit tampak putih bercahaya. Selain itu seiring berjalannya waktu dan trend, inovasi pun terus dilakukan. Pengetahuan Fungsional (Functional Knowledge) Memiliki karyawan yang berkualitas adalah salah satu komitmen dari Unilever. Dimana mereka tidak sembarangan dalam memilih dan merekrut karyawan, semua harus yang terbaik di bidangnya. PProduktivitas kerja yang berusaha ditingkatkan dari tahun per tahun dengan melatih SDM dalam bidang produksi dan keuangan.

Pengendalian yang dilakukan oleh Unilever, terdiri dari: penyusunan standar pengendalian kinerja yang digunakan untuk membantu manajer dalam mengelola perusahaannya melakukan pengukuran kinerja seseungguhnya, yang terukur dari output sesungguhnya pembandingan kinerja dengan standar merespon deviasi dari perbandingan antara kinerja dengan standar

MANAJEMEN PEMASARAN
Promosi strategi yang dapat dilakukan oleh Unilever yaitu: Periklanan Promosi Penjualan Hubungan Masyarakat dan Publisitas Penjualan Secara Pribadi Pemasaran Langsung

MANAJEMEN SDM
Mengenai Sumber Daya Manusia dalam perusahaan, Unilever menekankan pentingnya memiliki orang-orang dengan bakat yang tepat, keterampilan dan kreativitas untuk mendukung ambisi pertumbuhan perusahaan. Untuk memastikan kesejahteraan jangka panjang, Unilever menginginkan semua orang menjadi sehat, termotivasi dan berkomitmen. Sebagai bagian dari Rencana Hidup Berkelanjutan, perusahaan telah menetapkan target baru untuk menciptakan tempat kerja yang lebih baik. Ini termasuk mengurangi kecelakaan kerja dan kecelakaan dan meningkatkan kesehatan karyawan dan gizi.

MANAJEMEN OPERASI
Manajemen operasional dapat dijabarkan menjadi beberapa bidang, yaitu inventarisasi, prosedur, pembelian barang, pengendalian mutu, biaya produksi, produktivitas kerja, jadwal produksi, tenaga kerja, penggunaan fasilitas, dan pemeliharaan peralatan. Dalam perusahaan Unilever, barang-barang yang dihasilkan beraneka ragam, proses produksinya pun tentu berbeda. Tetapi satu hal yang tidak pernah dilupakan adalah penjagaan kualitas melalui proses produksi yang terkendali dengan menggunakan alat-alat dan formula berteknologi tinggi. Strategi Manajemen Operasional Unilever adalah penyertaan, merangkul perbedaan, menciptakan kemungkinan dan berkembang bersama-sama untuk bisnis yang lebih baik kinerjanya. Perusahaan merangkul keragaman dalam tenaga kerja. Ini berarti memberikan perhatian penuh dan adil kepada semua pemohon dan pembangunan berkelanjutan semua karyawan tanpa memandang jenis kelamin, kebangsaan, ras, kepercayaan, cacat, atau status sosial

MANAJEMEN KEUANGAN
Strategi yang diterapkan Unilever dalam hal manajamen keuangan, yaitu: Bagaimana perusahaan memperoleh modal Bagaimana perusahaan dalam mengelola alokasi kapital Bagaimana perusahaan memanajemen modal kerja yang termasuk dalam hal pembagian keuntungan

SEKIAN DAN TERIMA KASIH