Anda di halaman 1dari 8

Ureteroskopi

Kombinasi uteroskopi dengan pemecah batu USG, electrohidraulik litotripsi (EHL), laser, dan pneumatik telah sukses dalam memecah batu ureter. Keterbatasan URS tidak dapat bisa untuk ekstraksi batu ureter yang besar.

Percutaneous nephrolitotomy (PNL)


Untuk batu ukuran besar pada ginjal dan upper ureter. Percutaneous artinya prosedur dilakukan melalui kulit. Prinsipnya adalah membuat akses ke kalik atau pielum secara perkutan dimasukkan nefroskop rigid atau fleksibel atau ureteroskop batu dapat diambil atau dihancurkan.

Bedah Terbuka
Terutama pada penderita-penderita kelainan anatomi atau ukuran batu ureter yang besar. Ureterolitotomi bisa dilakukan lewat insisi pada flank, dorsal, atau anterior Dewasa ini operasi terbuka pada batu ureter kurang lebih tinggal 1-2%.

Pemasangan stent
Sebagai tindakan tambahan dalam penanganan batu ureter Misalnya pada penderita sepsis yang disertai tanda-tanda obstruksi, juga untuk batu ureter yang melekat (impacted)

Komplikasi

Komplikasi akut
Kematian Kehilangan ginjal Kebutuhan transfusi dan tambaha intervensi sekunder yang tidak direncanakan

Komplikasi akut terbagi 2: signifikan & kurang signifikan

Komplikasi signifikan: avulsi ureter, trauma organ pencernaan, sepsis, trauma vaskular, hidro atau pneumotorak, emboli paru dan urinoma Kurang signifikan:

Perforasi ureter, hematomo perianal, ileus, stain strasse, infeksi luka operasi, ISK dan Migrasi stent

Komplikasi jangka panjang


Striktur ureter bisa dipicu oleh reaksi inflamasi dari batu, terutama yang melekat.