Anda di halaman 1dari 11

Penyakit Degeneratif

Dr. Rina Amelia, MARS


Sri Lestari, SP

Pendahuluan
Penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif telah menjadi segmentasi permasalahan tersendiri bagi tiap negara di seluruh dunia. Bersama permasalahan yang diakibatkan oleh berbagai macam penyakit menular, kasus penyakit non infeksi menimbulkan adanya double burden (beban ganda )

Penyakit lansia umumnya merupakan penyakit degeneratif yaitu penyakit yang disebabkan penurunan fungsi sel-sel /jaringan tubuh dan organ-organ tubuh Masa usia lanjut dimulai sejak seseorang menginjak usia 60 tahun,akan tetapi proses kelainan fisik sudah dimulai sekitar usia 40 tahun

Epidemiologi
Hingga saat ini penyakit degeneratif telah menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Menurut WHO, disebutkan bahwa hampir 17 juta orang meninggal lebih awal tiap tahunnya sebagai akibat epidemi global penyakit degeneratif. Fakta yang mencengangkan, ternyata epidemi global ini ditemukan lebih buruk di banyak negara dengan pendapatan nasional rendah dan sedang, dimana 80% dari kematian akibat penyakit degeneratif, terjadi di beberapa negara tersebut. Secara rinci laporan WHO menyebutkan 9 negara yang dimaksud, yaitu Brazilia, Kanada, Cina, India, Nigeria, Pakistan, Rusia, Inggris, dan

Dampak
Sektor yang paling sering terkena dampak adalah ekonomi, karena bahwa morbiditas dan mortalitas nya sangat berpengaruh terhadap produktivitas sumber daya manusia

Karakteristik Penyakit Degeneratif


1. Penyakitnya lebih dari satu jenis (multipatologi): biasanya penyakit pada lansia merupakan gabungan dari beberapa penyakit, misalnya penyakit kencing manis dan tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner dengan tekanan darah tinggi 2. Penyebab penyakit: penyebab penyakit pada lansia pada umumnya berasal dari dalam tubuh (endogen) yang biasanya disebut penyakit degeneratif. Hal ini disebabkan pada lansia telah terjadi penurunan fungsi dari berbagai organ-organ tubuh akibat kerusakan sel-sel karena proses menua (menjadi tua).

3. Sering terjadi bahwa penyakit telah ada di tubuh penderita sebelum menimbulkan gejala maupun tanda, seolah-olah telah menyelinap selama ini. 4. Gejala penyakit sering tidak khas/tidak jelas. Misalnya, penyakit infeksi paru mendadak (pneumonia) seringkali tidak didapati demam tinggi dan batuk darah, gejala hanya ringan saja kelihatannya sedangkan penyakit sebenarnya cukup serius

5. Memerlukan lebih banyak obat: akibat penyakit pada lansia yang lebih dari satu jenis maka dalam pengobatannya akan memerlukan obat-obat yang beraneka ragam jenisnya 6. Sering mengalami gangguan jiwa : penyakit pada lansia sering mengalami gangguan fisik dan psikis (jiwa) secara bersamaan, khususnya pada mereka yang telah lama menderita sakit sering mengalami tekanan jiwa (depresi),

Faktor Resiko
1. Pola dan cara makan yang tidak sehat, 2. Aktivitas fisik yang kurang dan 3. Konsumsi tembakau (rokok).

Penyakit
1. Hipertensi (Diperkirakan sekitar 80 % kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025) DM (Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit degeneratif yang banyak di derita penduduk dunia Penelitian epidemiologi di Indonesia prevalensi diabetes melitus tipe 2 sebesar 1,5-2,3% pada usia lebih dari 15 tahun) PJK Kanker Gagal ginjal Osteoporosis

2.

3. 4. 5. 6.