Anda di halaman 1dari 50

KELOMPOK 8: Iva Jaya M.

I Putu Alam Martadipura

09700110 09700270

PENGERTIAN KARBOHIDRAT
Senyawa organik yang mengandung atom Karbon, Hidrogen, dan Oksigen. Oleh karena komposisinya yang terdiri atas C-H-O, senyawa ini pernah di anggap sebagai Hidrat Karbon sehingga diberi nama Karbohidrat. Namun, sejak tahun 1880-an disadari bahwa senyawa tersebut bukanlah hidrat dari karbon. Nama lain karbohidrat adalah sakarida

KLASIFIKASI KARBOHIDRAT
Karbohidrat Sederhana
Monosakarida : glukosa, fruktosa, galaktosa. Disakarida : sukrosa, laktosa, maltosa

Karbohidrat Kompleks
Polisakarida : amilum, glikogen, serat.

Karbohidrat Sederhana

Gula dengan struktur sederhana yang terdiri dari satu (monosakarida) atau dua (disakarida) unit gula.

Glukosa
Glukosa disebut juga dekstrosa atau gula anggur.

Glukosa di dapat dari hasil akhir pencernaan amilum, sukrosa, maltosa, laktosa.

Glukosa banyak dijumpai di alam, terutama pada madu, sirup jagung, tebu, buah.

Galaktosa

Berasal dari pencernaan laktosa dan merupakan gula yang paling manis

Tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam

Fruktosa
Fruktosa disebut juga gula buah atau levulosa. Fruktosa merupakan jenis sakarida yang paling manis dan merupakan hasil hidrolisa dari gula tebu. Fruktosa dapat ditemukan dalam buah dan madu. Fruktosa di dapat dari hasil pemecahan sukrosa dlm tubuh.

Sukrosa
Adalah gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga lebih sering disebut gula meja (table sugar) atau gula pasir dan disebut juga gula invert.

Mempunyai 2 molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.

Sumber: tebu, bit, gula nira (50%), jelly.

Laktosa
Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa

Laktosa kurang larut dalam air

Laktosa terdapat pada susu sapi dan ASI

Maltosa
Mempunyai 2 molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa

Maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum

Dengan Jodium amilum akan berubah menjadi warna biru

Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang terbentuk oleh hampir lebih dari 20.000 unit molekul monosakarida terutama glukosa.

Amilum
Merupakan sumber energi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk dunia, terutama di negara berkembang.

Amilum ditemukan dalam makanan nabati dan paling banyak terdapat pada padi-padian, kacangkacangan, sayuran seperti kentang dan jagung.

Amilum ada 2 yaitu amilosa dan amilopektin

Larut dg air panas. Mempunyai struktur rantai lurus.

Tidak larut dg air panas. Mempunyai struktur rantai bercabang Amilopektin

Amilosa

Dekstrin
Merupakan zat antara dalam pemecahan amilum.

Molekulnya lebih sederhana,


lebih mudah larut di dalam air, Dengan jodium akan berubah menjadi wama merah.

Selulose
Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa. Meski tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan memperlancar defekasi.

Glikogen

Glikogen merupakan "pati hewani", terbentuk dari ikatan 1000 molekul, Glikogen terdapat pada otot hewan, manusia dan ikan.

Glikogen disimpan di dalam hati dan otot sebagai cadangan energi, yg sewaktu-waktu dpt diubah kembali menjadi glukosa bila dibutuhkan.

lebih mudah larut di dalam air (pati nabati tidak larut dlm air) & bila bereaksi dg iodium akan menghasilkan warna merah.

banyak pd kecambah,serealia,susu,sirup jagung (26%).

FUNGSI
Menghemat protein selama produksi energi Membantu pembakaran lemak Menjadi sumber energi cepat

Membantu fungsi normal usus (serat) Sebagai laksatif & membentu absorbsi kalsium (laktosa)

Metabolisme Karbohidrat
Pencemaan karbohidrat dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut; makanan dikunyah agar dipecah menjadi bagian-bagian kecil, sehingga jumlah permukaan makanan lebih luas kontak dengan enzimenzim pencemaan.

Di dalam mulut makanan bercampur dg air ludah yg mengandung enzim amilase (ptyalin). Amilase bekerja memecah karbohidrat rantai panjang, seperti amilum dan dekstrin yang akan diurai menjadi molekul yg lebih sederhana, yaitu maltosa. Sedangkan air ludah berguna untuk melicinkan makanan agar lebih mudah ditelan.

Hanya sebagian kecil amilum yang dapat dicema di dalam mulut, karena makanan hanya sebentar di dalam rongga mulut. Sebaiknya, makanan dikunyah lebih lama, agar lebih banyak pemecahan amilum di rongga mulut. Dengan proses mekanik, makanan ditelan melalui kerongkongan & selanjutnya akan memasuki lambung.

Pencernaan dalam lambung

Selama makanan belum bereaksi dg asam lambung, proses pemecahan amilum masih berlanjut di dalam lambung.

Pencernaan dalam usus

maltosa, sukrosa dan laktosa akan diubah menjadi mono-sakarida dengan bantuan enzim-enzim yang terdapat di usus halus: Maltosa glukosa dan glukosa Sukrosa glukosa dan fruktosa Laktosa glukosa dan galaktosa

Absorbsi

Semua jenis karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida, proses penyerapan ini terjadi di usus halus. Glukosa dan galaktosa memasuki aliran darah dengan jalan transfer aktif, sedangkan fruktosa dengan jalan difusi.

Para ahli sepakat bahwa karbohidrat hanya dapat diserap dalam bentuk disakarida. Hal ini dibuktikan dg dijumpainya maltosa, sukrosa & laktosa dalam urine bila mengkonsumsi gula dalam jumlah banyak. Akhimya berbagai jenis karbohidrat diubah menjadi glukosa sebelum diikut sertakan dalam proses metabolisme.

Setelah melalui dinding usus halus, glukosa menuju hepar melalui vena portae. Sebagian karbohidrat ini diikat di hati & disimpan sebagai glikogen, sehingga kadar gula darah dapat dipertahankan dalam batas normal (80-120 mg%). Fruktosa & galaktosa diubah menjadi bentuk glukosa sebelum memasuki pembuluh darah.

Kapasitas pembentukan glikogen ini sangat terbatas (maksimum 350 gram), dan jika penimbunan dlm bentuk glikogen ini telah mencapai batasnya, kelebihan karbohidrat akan diubah menjadi lemak dan disimpan di jaringan lemak. Bila tubuh memerlukan kembali energi tersebut, simpanan glikogen akan dipergunakan terlebih dahulu, disusul oleh mobilisasi lemak.

Jika jumlah karbohidrat yang dimakan melebihi kebutuhan tubuh, maka akan di simpan dalam otot dan hati. Kapasitas pembentukan glikogen ini sangat terbatas (maksimum 350 gram). Jika lebih, maka akan di simpan dalam jaringan lemak sebagai lemak.

Sel tubuh yg sangat aktif dan memerlukan banyak energi, mendapatkan energi dari hasil pembakaran glukosa yang di ambil dari aliran darah. Kadar gula darah akan diisi kembali dari cadangan glikogen yang ada di dalam hati. Kalau energi yang diperlukan lebih banyak, maka sebagai gantinya tubuh akan menggunakan lemak.

Disini zat antara tersebut diubah menjadi glikogen, mengisi kembali cadangan glikogen yang telah dipergunakan untuk meningkatkan kadar gula darah. Peristiwa oksidasi glukosa di dalam jaringan-jaringan terjadi secara bertahap dan pada tahap-tahap itulah energi dilepaskan sedikit demi sedikit, untuk dapat digunakan.

Melalui proses-proses kimiawi: glukosa dan glikogen asam piruvat Asam piruvat akan diolah untuk menhasilkan ATP melalui Siklus kreb atau konversi ke asam laktat.

Asam laktat ini dapat keluar dari sel-sel jaringan dan memasuki aliran darah menuju ke hepar. Di dalam hepar asam laktat diubah kembali menjadi asam pyruvat dan selanjutnya menjadi glikogen, dg demikian akan menghasilkan energi.

Metabolisme karbohidrat selain di pengaruhi oleh enzim, juga diatur oleh hormon-hormon tertentu, contohnya insulin.

Hormon Insulin yg dihasilkan oleh "pulau Langerhans" di pankreas sangat memegang perananan penting, sbb: Insulin akan mempercepat oksidasi glukosa di jaringan. merangsang perubahan glukosa menjadi glikogen di sel-sel hepar maupun otot. Ini terjadi bila kadar glukosa dalam darah meninggi. Sebaliknya, bila kadar glukosa darah menurun, glikogen hati dimobilisasikan sehingga kadar glukosa darah akan menaik kembali. Insulin juga merangsang glukoneogenesis.

Asupan
Karbohidrat harus menyediakan sebanyak 45% sampai 65% dari total kalori menu makanan, dengan sebagian besar karbohidrat kompleks (tepung/amilum/pati). Makanan yg mengandung gula tambahan harus dibatasi! Asupan karbohidrat untuk anak dan dewasa menurut rekomendasi RDA adalah 130g/hari.

Penyakit
Diabetes melitus Intoleransi laktosa Galaktosemia

Intoleransi Laktosa
Laktosa intolerance disebabkan kekurangan enzim laktase sehingga kemampuan untuk mencema laktosa berkurang. Kelainan ini dapat dijumpai pada bayi, anak dan orang dewasa, baik untuk sementara maupun secara menetap. Gejala yang sering dijumpai adalah diare, gembung, flatus dan kejang perut.

Diabetes Melitus

Pada defesiensi insulin, glukosa tidak dpt masuk ke dalam sel-sel, sehingga kadar gula darah meninggi, namum timbunan glukosa tersebut tdk dpt dimanfaatkan untuk rnenghasilkan energi untuk keperluan sel-sel yang membutuhkannya. Glukosa yang tertumpuk itu dibuang melalui ginjal ke dalam urine, sehingga terjadi glukosuria.

Karena glukosa tdk dpt dipergunakan sebagai penghasil energi, maka lemak dan protein banyak dipecah untuk menghasilkan energi, sehingga terjadi peningkatan glukoneogenesis. Peningkatan pemecahan asam lemak akan menghasilkan keton bodies, sehingga bila keton bodies ini meninggi dalam darah (ketosis) akan mengakibatkan penurunan pH darah, sehingga terjadi asidosis.

Galactosemia

Suatu keadaan yang mana tubuh tidak mampu memetabolisme galaktosa.

Daftar Pustaka
Dwijayanthi, linda & Nugroho, Aryandhito W. 2011. Ilmu Gizi Menjadi Sangat Mudah. Jakarta: EGC Berry, Segal,& Gitzelmann. 2009. Galactosemia, (Online), (http://www.ncbi. nlm. nih.gov/pubmedhealth/PMH0001405/, diakses 8 Agustus 2012) Irawan, M. Anwari. 2007. Karbohidrat, (Online), (www.pssplab.com/journal/03. pdf, diakses 9 Agustus 2012) Hutagalung, Halomoan. 2004. Karbohidrat, (Online), (library.usu.ac.id/download /fk/gizi-halomoan, diakses 8 Agustus 2012)