Anda di halaman 1dari 23

REFERAT

LICHEN SIMPLEKS KRONIKUS/ PRURIGO NODULARIS


Disusun oleh : Wendy Thamrin 1301.1206.0064

Preceptor : Dendi Sandiono dr., SpKK(K)

Definisi
Lichen simpleks kronikus = neurodermatitis sirkumskripta, & prurigo nodularis adalah perubahan kulit berupa peradangan kulit kronis, gatal, berbatas tegas, ditandai dengan kulit tebal dan likenifikasi menyerupai batang kayu, akibat garukan, gosokan, atau cubitan pada kulit yang berulang-ulang karena berbagai rangsangan pruritogenik.

Aspek Sejarah
Istilah lichen simpleks kronikus 1st oleh Vidal, liken Vidal, tahun 1891 Brocq tahun 1880, Hardaway : penyakit kulit dengan gambaran tumor yang multipel berkaitan dengan pruritus. tahun 1909, disebut prurigo nodularis oleh Hyde

Epidemiologi
Lichen simpleks kronikus : jarang terjadi pada anak-anak. Puncak insidensi muncul antara umur 3050 tahun > kelompok atopik dan nonatopik

Epidemiologi
Prurigo Nodularis : A. kelompok ~ dermatitis atopik, umur > muda, onset 19 5 tahun insidensi reaktivitasnya terhadap alergen lingkungan tinggi B. Kelompok tanpa disertai dermatitis umur > tua onset 48 14 tahun tanpa hipersensitivitas terhadap alergen lingkungan.

Etiologi & Patogenesis


obstruksi saluran empedu aspek psikologis tekanan emosi gagal ginjal kronis Peny. Primer yg mendasari hipertiroidisme

polycythemia rubra vera gluten-sensitive enteropathy

dermatitis kontak alergi


Gigitan serangga

PRURITUS

kelainan kulit

limfoma Hodgkin

infeksi ~ imunodefisiensi

dermatitis stasis

dermatitis atopik

Etiologi & Patogenesis


Pada prurigo nodularis Eosinofil me pada dermis. Eosinofil mengandung protein kationik dan protein X neurotoxin/eosinofil degranulasi sel mast. HLA-DR dan S-100 sel Langerhans juga bertambah banyak pada dermis.

Etiologi & Patogenesis


Diperkirakan trauma mekanis, seperti garukan proliferasi saraf. Pada prurigo nodularis, saraf yg berisi CRGP (Calcitonin gene-related peptide) dan SP (Substance P), bahan imunoreaktif, meningkat di dermis, tetapi tidak pada lichen simpleks kronikus. SP dan CGRP melepaskan histamin dari sel mast yang selanjutnya memicu pruritus.

Etiologi & Patogenesis


bahan imunoreaktif : somatostatin, VIP, peptide histidine-isoleucine, galanin, dan neuropeptida Y, Membran sel Schwann dan sel perineurium menunjukkan peningkatan ekspresi faktor pertumbuhan saraf p75, yang mungkin menghasilkan hiperplasia neural.

Etiologi & Patogenesis


Pada papila dermis dan lapisan dermis bagian atas, kejadian immunoreaktivitas alpha-melanocyte-stimulating hormone (MSH)-like dapat dilihat dari sel endotelium dari pembuluh darah kapiler. -MSH mungkin berfungsi pada imunosupresi terhadap counter cutaneous inflammation walaupun peranannya pada prurigo nodularis tidak diketahui

Gejala Klinis
Keluhan: gatal sekali, bila timbul malam hari dapat mengganggu tidur. Rasa gatal memang tidak terus menerus, biasanya pada waktu tidak sibuk, bila muncul sulit ditahan untuk tidak digaruk; setelah luka, baru hilang rasa gatalnya untuk sementara (karena diganti dengan rasa nyeri).

Gejala Klinis
Lichen simpleks kronikus : Seringnya hanya lesi tunggal. karakteristik plak eritematosa berbatas tegas, dengan likenifikasi dan ekskoriasi. predileksi : kulit kepala, aspek posterior (tengkuk) dan lateral dari leher, aspek ekstensor dari lengan bawah, tungkai bawah lateral, paha bagian medial, lutut, pergelangan kaki depan, punggung kaki, pubis, vulva, scrotum, dan perineum.

Gejala Klinis
Varian terlokalisir yang dikenal yaitu lichen nuchae, pruritus vulvae, pruritus scroti, dan pruritus ani. Neurodermatitis di daerah tengkuk (lichen nuchae) umumnya hanya pada wanita, berupa plak kecil di tengah tengkuk atau dapat meluas hingga ke kulit kepala. Biasanya skuamanya banyak menyerupai psoriasis.

Gejala Klinis
Prurigo nodularis adalah nodul yang berkembang pada sisi lokal dimana terjadi garukan atau cubitan yang persisten. Lesi nodul, berbentuk kubah (dome-shaped nodule), permukaan yang erosif tertutup skuama dan krusta, lambat laun menjadi keras dan berwarna lebih gelap (hiperpigmentasi), ukuran beberapa milimeter s.d 2 cm.

Gejala Klinis
Lesi multipel dapat berada di ekstrimitas. Kulit yang terkena dapat normal atau menunjukkan perubahan seperti eritem, skuama, ekskoriasi, likenifikasi, perubahan pigmentasi postinflamasi, dan sikatrik.

Pemeriksaan Laboratorium
Jika dicurigai adanya penyakit primer yang mendasari, dianjurkan memeriksa : lab darah lengkap dengan hitung jenis profil kimia darah yang termasuk fungsi hepar dan ginjal, fungsi tiroid, dan rontgen thorak. Kadar IgE serum dapat meningkat pada atopic prurigo nodularis tetapi normal pada nonatopic prurigo nodularis.

Patologi
Gambaran histopatologi lichen simpleks kronikus : orthokeratosis, hipergranulosis, hiperplasia epidermis dengan elongasi rete ridge yang reguler. Infiltrat limfosit perivaskular, makrofag, dan fibroblas dapat ditemukan.

Patologi
Gambaran histopatologi prurigo nodularis sama dengan gambaran pada lichen simpleks kronikus; dengan tambahan : gambaran bagian tengah lebih tebal, menonjol lebih tinggi dari permukaan (konfigurasi kubah), proliferasi sel Schwann dan hiperplasia neural. Kadang terlihat krusta yang menutup sebagian epidermis.

Diagnosis
Diagnosis dari lichen simpleks kronikus atau prurigo nodularis perlu : 1. menyingkirkan kelainan dermatologis primer penyebab pruritus dan 2. mencari penyakit primer yang mendasarinya.

Diagnosis Banding
Diagnosa banding lichen simpleks kronikus dapat berupa psoriasis, mucosis fungoides, dermatofitosis, lichen planus, dan lichen amyloidosis

Diagnosis Banding
Diagnosa banding prurigo nodularis dapat berupa keratoakantoma, lichen planus hipertrofik, dan kelainan perforasi.

Terapi
Konseling : jangan menggaruk karena akan memperburuk penyakit glukokortikosteroid poten topikal, glukokortikosteroid kaplet berselaput film, injeksi glukokortikosteroid intralesi. Krim Doxepin Krim Capsaicin Antihistamin H1 oral Fototerapi UVB dan fotokemoterapi psoralen plus ultraviolet A (PUVA) Pada beberapa pasien prurigo nodularis penggunaan thalidomide, cyclosporine,azathioprine, dan cryoterapi nitrogen cair pernah dipakai. Satu pasien prurigo nodularis berhasil diterapi dengan sukses dengan sinar laser 585-nm.

Prognosis
Prognosis lichen simpleks kronikus dan prurigo nodularis dapat bervariasi, bergantung kepada penyebab dari pruritusnya dan status psikologis pasien. Ketika adanya penyakit primer yang mendasari, perbaikan pruritus dapat dicapai dengan mengobati kelainan yang berhubungan.