Anda di halaman 1dari 16

Ocean Thermal Energy Convertion (OTEC)

SYIFA LATIFAH OKTARISA 1006703641 Tugas Termodinamika

Prakata
Termodinamika dianggap sebagai salah satu bagian terpenting dari kehidupan kita seharihari. Ada berbagai jenis proses termodinamika yang membantu menerapkan hukum termodinamika untuk berbagai aplikasi. Salah satu aplikasinya adalah pemanfaatan laut sebagai sumber energi.

Latar Belakang
Kebutuhan manusia akan energi yang terus meningkat. Oleh karena itu perlu adanya sumber energi alternatif. OTEC (Ocean Thermal Energy Convertion) mucul sebagai sumber energi terbarukan yang memanfaatkan energi matahari yang tersimpan di air laut.

Ocean Thermal Energy Convertion (OTEC)

Apa itu OTEC ?


OTEC (Ocean Thermal Energy Convertion) adalah adalah metode untuk menghasilkan energi listrik menggunakan perbedaan temperatur yang berada di antara laut dalam dan perairan dekat permukaan untuk menjalankan mesin kalor.

Perbedaan temperatur tersebut dipengaruhi perbedaan kedalaman laut. Perbedaan temperatur antara laut dalam dengan perairan semakin besar jika dekat dengan ekuator

Jenis-Jenis OTEC
Berdasarkan Sistem Siklus Berdasarkan Lokasi Terbuka

Daratan

Tertutup

Perairan dangkal

Hybrid

Mengapung

Prinsip Kerja OTEC

1. Konversi energi panas laut atau OTEC menggunakan perbedaan temperatur antara permukaan yang hangat dengan air laut dalam yang dingin. 2. Laut menyerap panas yang berasal dari matahari. Panas matahari membuat permukaan air laut lebih panas dibandingkan air di dasar laut. Hal ini menyebabkan air laut bersirkulasi dari dasar ke permukaan. Sirkulasi air laut ini juga dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan energi listrik.

3. Dalam beroperasinya OTEC, pipa-pipa akan ditempatkan di laut yang berfungsi untuk menyedot panas laut dan mengalirkannya ke dalam tangki pemanas guna mendidihkan fluida kerja. Umumnya digunakan ammonia sebagai fluida kerja karena mudah menguap. Dari uap fluida tersebut selanjutnya akan digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Selanjutnya, uap fluida dialirkan ke ruang kondensor. Didinginkan dengan memanfaatkan air laut bersuhu 5 derajat Celcius. Air hasil pendinginan kemudian dikeluarkan kembali ke laut. Begitu siklus seterusnya.

Grafik Sistem Kerja OTEC

Grafik mesin carnot

Grafik OTEC siklus terbuka

Prinsip Termodinamika yang Digunakan


Perbedaan temperatur air laut yang digunakan untuk menggerakkan mesin kalor. Seperti pada umumnya mesin kalor, efisiensi dan energi terbesar dihasilkan oleh perbedaan temperatur yang paling besar.

Mesin kalor adalah alat termodinamika yang diletakkan di antara reservoir temperatur tinggi dan reservoir temperatur rendah. Ketika kalor mengalir dari temperatur tinggi ke temperatur rendah, alat tersebut mengubah sebagian kalor menjadi kerja. Siklus kalor yang sesuai dengan OTEC adalah siklus Rankine, menggunakan turbin bertekanan rendah. Sistem dapat berupa siklus tertutup ataupun terbuka.

Kelebihan OTEC
Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya. Tidak membutuhkan bahan bakar. Biaya operasi rendah. Produksi listrik stabil. Dapat dikombinasikan dengan fungsi lainnya: menghasilkan air pendingin, produksi air minum, suplai air untuk aquaculture, ekstraksi mineral, dan produksi hidrogen secara elektrolisis.

Kekurangan OTEC
Belum ada analisa mengenai dampaknya terhadap lingkungan. Jika menggunakan amonia sebagai bahan yang diuapkan menimbulkan potensi bahaya kebocoran. Efisiensi total masih rendah sekitar 1%-3%. Biaya pembangunan tidak murah.

Referensi
Mamahit, Calvin.E.J. 2011. Pengembangan Konversi Energi Panas Laut . Teknik Elektro. UNIMA IndoMaritim.2012.http://indomaritimeinstitut e.org/. Diakses pada Tanggal 5 Agustus 2012 pukul 22.00

Beri Nilai