Anda di halaman 1dari 6

PENANGANAN LUKA

TUJUAN
- Menciptakan kondisi lingkungan yang optimal untuk penyembuhan luka - Membersihkan luka dari eksudat dan jaringan nekrotik yang dapat menghambat penyembuhan luka - Menstimulasi terbentuknya jaringan baru - Mengembalikan fungsi - Melindungi luka dari infeksi - Memperbaiki kerusakan jaringan seminimal mungkin

Wound cleansing
1. Desinfeksi sangat penting sebelum kita melakukan penanganan pada luka. Tindakan ini bertujuan melakukan pembebasan bakteri dari lapangan operasi, luka dan tenaga medis yang melakukannya. Selain untuk mengurangi tingkat infeksi, tindakan ini juga sebagai proteksi diri tenaga medis tersebut.

2. Irigasi Luka Irigasi luka dapat dilakukan pada luka dangkal dan luka dengan tinggi resiko infeksi, misalnya pada luka gigitan binatang, luka terkontaminasi, luka tusuk, luka laserasi, dan luka dengan kerusakan tendo, otot maupun tulang. Bahan yang digunakan adalah normal saline (Nacl fisiologis) atau akuades streril menggunakan spuit 10-50 ml dengan tekanan yang sesuai. Larutan antiseptik seperti alkohol atau perhidrol sebaiknya tidak digunakan, sementara povidon iodin 10 % hanya digunakan pada luka akut dan tidak sering digunakan karena akan merusak sel kulit baru dan sel fagosit yang bermigrasi ke area luka sehingga meningkatkan resiko infeksi lebih besar. Setelah itu dapat dilakukan imunisasi tetanus untuk mencegah infeksi Clostridium tetani pada luka terkontaminasi tanah atau luka gigitan binatang.

3. Debridement Debridement adalah proses mengangkat jaringan mati dan benda asing dari dalam untuk memaparkan jaringan sehat di bawahnya. Jaringan mati tersebut dapat berupa pus, krusta atau eschar pada luka bakar. Jaringan mati dapat menyebabkan gangguan pada penyembuhan luka, meningkatkan resiko infeksi, dan menimbulkan bau. Teknik debridement terdiri dari : 1. sharp debridement yang dgunakan untuk mengangkat jaringan nekrotik berwarna kehitaman 2. mechanical debridement menggunakan kasa lembab ditutupkan di atas luka kemudian dibiarkan mengering sehingga jika kasa diangkat debris akan terangkat 3. chemical debridement dengan menggunakan enzim proteolitik yang akan melisiskan jaringan nekrotik 4. biological debridement dengan menggunakan larva yang mampu mencerna jaringan nekrotik.

Setelah dilakukan pembersihkan luka, dapat dilakukan penutupan luka secara primer, yaitu dengan penjahitan dan flap.

Wound dressing
Wound dressing atau menutup luka dengan balutan luka dapat memberikan lingkungan yang optimal bagi penyembuhan luka. Karakteristik balutan yang tepat : - Mempertahankan kelembaban pada area luka - Menyerap eksudat yang berlebihan - Mempertahankan suhu dalam luka tetap optimal untuk penyembuhan luka. - Impermeable terhadap mikroorganisme - Cukup menempel erat sehingga tidak mudah terlepas - Harga tidak mahal - Mudah didapatkan - Mudah diaplikasikan sehingga penggantian pembalut dapat dilakukan sendiri oleh pasien