Anda di halaman 1dari 50

Forex market adalah pasar mata uang yang terbentuk karena adanya kebutuhan akan sebuah mata uang

sebagai alat tukar. Kebutuhan itu memunculkan proses permintaan dan penawaran yang menyebabkan terjadinya transaksi dalam perdagangan pasar mata uang. Apapun alasannya saat kita membuat pilihan untuk menjadi seorang trader di Pasar Mata Uang maka sebetulnya tujuan utama kita adalah untuk mendapatkan keuntungan.

Sebagai traders sebetulnya kita sedang menjalankan sebuah bisnis yang memiliki peluang untuk memberikan keuntungan maupun kerugian kepada kita karena di Pasar Mata Uang perputaran uang di bisnis ini per hari jumlahnya sangat besar dan bahkan mungkin sangat spektakuler nilai nominalnya. Fluktuatifnya perubahan nilai tukar mata uang merupakan salah satu alasan mengapa bisnis ini dianggap memiliki potensi yang sangat besar bagi pelakunya untuk memperoleh peluang keuntungan/kerugian. Tingkat perubahan nilai tukar mata uang yang sangat fluktuatif inilah yang membuat peluang untuk mendapatkan keuntungan/kerugian menjadi sangat besar probabilitasnya.

Mekanisme transaksi di Pasar Mata Uang berbeda dengan mekanisme bisnisbisnis lain yang sudah kita kenal. Di pasar mata uang kita memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan baik ketika kita betindak sebagai Pembeli (Buyers) maupun ketika kita bertindak sebagai Penjual (Sellers). Ketika kita bertindak sebagai Pembeli maka selisih keuntungan akan kita peroleh jika nilai tukar mata uang yang kita beli (buy) mengalami kenaikan nilai tukar dan sebaliknya jika kita bertindak sebagai Penjual maka selisih keuntungan akan kita peroleh jika nilai tukar mata uang yang kita jual (Sell) mengalami penurunan nilai tukar.

Dari selisih nilai tukarlah, saat kita membuka dan menutup transaksi, maka transaksi yang kita lakukan akan bernilai bisnis, dimana jika selisih ini positif maka kita akan memperoleh keuntungan dan sebaliknya jika selisih ini negatif maka kita akan mengalami kerugian. Jadi bisa kita simpulkan di pasar mata uang kita akan mendapatkan keuntungan hanya jika transaksi yang kita lakukan SEARAH dengan arah pergerakan nilai tukar mata uang tersebut.

Nilai tukar mata uang bergerak disebabkan karena adanya transaksi-transaksi yang terjadi di Market-Market Utama. Ada empat jenis transaksi: Open Position Buy, Open Position Sell, Close Position Buy dan Close Position Sell. Para pelakunya adalah para Pelaku Pasar yaitu : lembaga, bank atau pun individu yang bertransaksi di Pasar Mata Uang. Efek dari transaksi yang dilakukan : Open Position Buy (OPB) akan menyebabkan naiknya nilai tukar mata uang, transaksi Open Position Sell (OPS) akan menyebabkan turunnya nilai tukar mata uang, transaksi Close Position Buy (CPB) akan menyebabkan turunnya nilai tukar mata uang dan transaksi Close Position Sell (CPS) akan menyebabkan naiknya nilai tukar mata uang.

Ada lima (5) Market Utama yang menjadi acuan para trader karena perputaran nominal transaksi di kelima Pasar mata uang ini relative lebih besar dibandingkan pasar mata uang lainnya. Kelima Market-Market Utama tersebut adalah : Market Tokyo (Jepang), Market Frankfurt (Jerman), Market London (Inggris), Market New York (Amerika Serikat) dan Market Sydney (Australia). Masing-masing pasar mata uang memiliki jam kerja berdasarkan aturan yang ditetapkan atau kebiasaan di negaranya masing-masing (umumnya 8 jam kerja sehari), tetapi karena seluruh negara di dunia ini memiliki pasar mata uang maka dapat kita katakan bahwa secara global pasar mata uang itu berjalan 24 jam penuh setiap harinya selama lima hari kerja (seminggu).

Setiap pelaku pasar memiliki alasan dan kepentingan masing-masing dalam menentukan jenis transaksi yang akan mereka lakukan di Pasar Mata Uang. Tidak ada yang tahu pasti jenis transaksi apa yang akan dilakukan oleh para pelaku pasar secara individu setiap saatnya, sehingga dengan alasan ini banyak traders atau analyst yang mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar mata uang itu tidak bisa diprediksi kemana dan sampai di mana bergeraknya setelah saat ini karena sangat tergantung pada akumulasi dari seluruh transaksi-transaksi yang bersifat individu ini. Kita sepakat dengan pernyataan ini, artinya kita bisa menyatakan bahwa dalam memahami pergerakan nilai tukar mata uang sesungguhnya: Kita tidak pernah tahu kemana dan sampai di mana nilai tukar mata uang akan bergerak setelah saat ini.

Pemahaman ini harus benar-benar kita pegang dan benar-benar kita tanamkan dalam pikiran kita sehingga mampu melahirkan sikap kehatihatian atau kewaspadaan dalam diri kita sebagai trader dan mampu menjadikan kita untuk selalu teliti dan tidak sembrono dalam membuat keputusan.

Data-data nilai tukar mata uang merupakan salah satu sumber informasi terpenting bagi kita untuk dapat memahami pergerakan nilai tukar mata uang. Dengan mengamati data-data pergerakan nilai tukar mata uang kita bisa melihat dengan jelas perubahan dan apa yang terjadi pada nilai tukar dari waktu ke waktu. Sebagai traders maka data pergerakan harga ini bagi kita merupakan informasi utama dan juga bahan baku utama dalam pengolahan selanjutnya untuk menghasilkan informasi-informasi lain yang dibutuhkan dalam membantu usaha kita untuk memahami pergerakan nilai tukar mata uang. Secara umum data-data nilai tukar mata uang yang terjadi dari waktu ke waktu disusun dalam format standard yang sudah disepakati dan ditampilkan berupa chart data nilai tukar mata uang.

Secara umum data-data nilai tukar mata uang yang terjadi dari waktu ke waktu disusun dalam format standard yang sudah disepakati dan ditampilkan berupa chart data nilai tukar mata uang. Jenis chart yang umum digunakan untuk menampilkan data nilai tukar mata uang ini adalah Price & Time Chart, artinya data nilai tukar mata uang akan ditampilkan sesuai dengan waktu kejadiannya.

Gambar di bawah ini adalah contoh chart Price & time (P&T) untuk data nilai tukar mata uang setiap 1 jam:

Gambar diatas merupakan Chart P&T dari nilai tukar mata uang EURUSD. Data nilai tukar mata uang EURUSD yang diperlihatkan pada chart tersebut adalah data yang terjadi setiap jam-nya. Satu block data (atau di sebut candle umumnya) pada chart tersebut mewakili data nilai tukar EURUSD yang terjadi setiap satu jam dan data nilai tukar setiap jam-nya ini hanya diwakili oleh empat (4) buah nilai tukarnya saja, yaitu: Nilai tukar saat awal jam atau dikenal dengan istilah nilai Open (O), nilai tukar tertinggi selama satu jam tersebut atau dikenal dengan istilah nilai High (H), nilai tukar terendah selama satu jam tersebut atau dikenal dengan istilah nilai Low (L) dan nilai tukar saat akhir jam atau dikenal dengan istilah nilai Close (C). Bentuk block data ini umumnya di atur sedemikian rupa sehingga tampilannya dapat memperlihatkan empat (4) buah nilai tukar yang mewakili block tersebut, bentuk yang umum digunakan adalah bar data dan candlestick data.

Sederhananya dapat kita katakan bahwa jenis Chart Price & Time ini menampilkan data nilai tukar mata uang berdasarkan waktu. Kalau dikatakan dengan gamblang dan sedikit kasar seolah-olah kita dipaksa mengamati perubahan nilai tukar mata uang berdasarkan waktu. Mengapa? Karena focus chart P&T sebetulnya terletak pada waktu yang menjadi sumbu x pada chart ini. Jadi waktu dibuat menjadi basis untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai tukar mata uang. Karena waktu yang menjadi basis dari Chart Price & Time maka konsep yang paling logis dan tepat dalam menggunakan chart ini untuk analisa adalah konsep analisa yang berpijak atau berlandaskan pada satuan waktu.

Inilah mengapa trading system BB & MA dan KGBS yang sudah kita kenal bekerja sangat efektif dalam membantu analisa pergerakan nilai tukar mata uang. Trading system BB & MA dan KGBS adalah trading system yang murni menggunakan pendekatan statistik dengan berlandaskan satuan waktu untuk memetakan pergerakan nilai tukar mata uang. Keunggulan kedua trading system ini hanya terletak pada landasan waktunya yang ditentukan berdasarkan pendekatan terhadap perilaku pelaku pasar dalam bertransaksi serta pemilihan metoda metoda statistic yang tepat untuk digunakan memetakan pergerakan harga yang sudah dan sedang terjadi.

Dari sini tentu kita semua sekarang mengerti bahwa sebetulnya faktor waktu inilah yang menyebabkan data pergerakan nilai tukar mata uang pada Chart Price & Time terlihat seperti tidak beraturan, karena pada chart ini tampilan yang di atur bukan data dari nilai tukar mata uangnya tetapi waktunya. Jadi wajar-wajar saja jika data nilai tukar mata uang yang tampak di chart Price & Time menjadi terlihat tidak beraturan.

Dari sudut pandang bisnis dan efektivitas sebetulnya ini kurang menguntungkan bagi kita sebagai trader. Mengapa? Karena dengan menggunakan Chart Price & Time sebetulnya kita seperti dipaksa untuk menganalisa data yang sangat tidak teratur atau acak.

Mengapa datanya tidak beraturan? Karena data pada chart ditampilkan berdasarkan data nilai tukar yang terjadi setiap waktu. Sedangkan kita semua tahu pergerakan nilai tukar mata uang itu penyebabnya adalah karena adanya transaksi-transaksi yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Padahal pelaku pasar itu sangat banyak jumlahnya serta tersebar di seluruh dunia, lalu setiap saat mereka ini pun memiliki kemampuan untuk bertransaksi di pasar mata uang dan jenis transaksi yang mereka lakukan pun sangat tergantung pada alasan serta kepentingan mereka masingmasing. Mereka punya hak penuh untuk menentukan jenis transaksi yang akan dilakukannya. Artinya apa? Jelas bahwa pergerakan nilai tukar mata uang akibat transaksi-transaksi yang mereka lakukan ini akan menjadi sangat acak.

Selain itu kelemahan lain yang ada pada Chart Price & Time juga terletak pada penyederhanaan tampilan data yang hanya berupa nilai HLOC-nya saja untuk mewakili pergerakan nilai tukar mata uang selama periode waktu tertentu. Penyederhanaan ini sebetulnya menghilangkan banyak informasi perilaku dari pelaku pasar itu sendiri. Misalkan, pada pergerakan nilai tukar mata uang yang terjadi selama satu jam saja. Kita semua tahu kadang dalam satu jam itu nilai tukar sebuah mata uang bisa bergerak puluhan bahkan ratusan pips. Coba bayangkan bagaimana kita bisa memahami perilaku pelaku-pelaku pasar ini jika pergerakan nilai tukar mata uang selama satu jam tersebut hanya diwakili oleh 4 buah nilai tukar yang terjadi selama periode tersebut?

Lalu apa yang terjadi jika banyak data yang mencerminkan perilaku pelakupelaku pasar itu sendiri justru malah dihilangkan dalam tampilan chart. Jelas kesulitan kita disini bertambah satu lagi. Lalu apakah keadaan ini membuat kita menjadi tidak mampu menganalisa pergerakan nilai tukar mata uang dengan Chart Price & Time? Tentu saja tidak, dan kita semua sudah membuktikan itu dengan trading system BB & MA dan KGBS yang selama ini kita gunakan.

Pengukuran dalam analisa pergerakan nilai tukar mata uang bertujuan untuk memudahkan kita dalam mendapatkan informasi-informasi yang kita butuhkan dari data-data pergerakan nilai tukar mata uang yang sudah terbentuk. Di mana informasi-informasi yang kita peroleh ini selanjutnya akan kita gunakan sebagai bahan analisa terhadap pergerakan nilai tukar mata uang yang kita amati.

Analisa pergerakan nilai tukar mata uang pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan kesimpulan dari pergerakan nilai tukar mata uang yang sedang berlangsung dan segala kemungkinan pergerakan yang akan terjadi dari keadaan pergerakannya saat ini.

Untuk dapat menghasilkan kesimpulan yang benar maka sebuah analisa harus dilakukan dengan benar juga dan berdasarkan pada informasiinformasi yang tepat, akurat dan jelas. Tepat artinya informasi ini haruslah informasi yang memang dibutuhkan. Akurat artinya informasi yang diperoleh ini tingkat akurasinya atau tingkat kepercayaan yang diberikannya ini tinggi. Jelas artinya informasi yang dibutuhkan ini kejelasan informasinya terukur dan bisa dipertanggung-jawabkan secara logika.

Informasi-informasi apa saja sebetulnya yang benar-benar kita butuhkan sebagai bahan analisa agar kita dapat menghasilkan kesimpulan yang benar? Ada tiga (3) informasi penting yang harus kita miliki agar kita dapat melakukan analisa pergerakan nilai tukar mata uang dengan baik dan benar.

Ke tiga informasi itu adalah:

Dalam menganalisa nilai tukar mata uang kita perlu untuk memahami kondisi-kondisi pergerakan nilai tukar mata uang yang terjadi dari waktu ke waktu. Ada tiga (3) kondisi yang selalu terjadi pada pergerakan nilai tukar mata uang, kondisi-kondisi tersebut adalah: Trending Up, Trending Down dan Sideway (Ranging). Ketiga kondisi pergerakan ini selalu terjadi pada pergerakan nilai tukar mata uang. Yang perlu kita cermati dan kuasai dengan baik adalah Pola Pergerakan yang terbentuk dari kondisi-kondisi tersebut selama pergerakan nilai tukar mata uang berlangsung.

Mengapa kita perlu memahami dengan baik pola pergerakan nilai tukar mata uang ini? Karena dengan memahami pola ini kita tahu kemungkinankemungkinan kondisi yang akan terjadi selanjutnya setelah kondisi yang berlangsung saat ini. Perhatikan gambar di bawah Ini:

Hanya ada empat (4) Pola dasar pergerakan nilai tukar mata uang yang selalu terjadi dari waktu ke waktu pada pergerakan nilai tukar mata uang. Ke empat pola pergerakan pada gambar di atas sebetulnya adalah kombinasi dari kondisikondisi yang terjadi pada pergerakan nilai tukar mata uang. Ringkasnya jika kondis Trending Up tengah berlangsung pada pergerakan nilai tukar mata uang maka kita tahu dengan pasti bahwa kondisi selanjutnya setelah kondisi Trending Up yang sedang terjadi saat ini hanya ada 2 yaitu kondisi Trending Down dan Kondisi Ranging. Sebaliknya jika kondisi saat ini adalah Trending Down maka kita juga tahu bahwa kondisi selanjutnya yang mungkin terjadi hanya ada 2 yaitu kondisi Trending Up dan kondisi Ranging. Dan dari kondisi Ranging jelas selanjutnya nilai tukar mata uang akan bergerak dalam kondisi Trending Up atau Trending Down.

Contoh :

Memahami Pola dan Kondisi pergerakan nilai tukar mata uang yang sedang terjadi ini sangat penting karena dengan hal itu kita bisa memperoleh informasi mengenai apa yang sedang terjadi pada pergerakan nilai tukar mata uang saat ini, dan dari informasi ini kemudian dengan pemahaman yang sudah kita miliki maka kita akan memiliki gambaran yang jelas terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi pada pergerakan nilai tukar mata uang selanjutnya. Informasi ini sangat penting bagi kita sebagai traders di pasar mata uang dan ini adalah informasi pertama yang wajib kita miliki jika kita ingin menganalisa pergerakan nilai tukar mata uang.

Kecenderungan arah pergerakan nilai tukar mata uang yang sedang terjadi saat ini merupakan informasi yang harus kita miliki ketika kita melakukan analisa pergerakan nilai tukar mata uang. Informasi ini membantu kita untuk melihat kecenderungan arah dari pergerakan nilai tukar mata uang yang sedang terjadi saat ini. Secara teknis informasi kecenderungan arah ini sangat penting, karena informasinya memiliki andil yang sangat besar dalam menentukan jenis transaksi yang akan kita lakukan. Mengapa? Karena sebagaimana yang sudah kita ketahui transaksi yang kita lakukan hanya akan menguntungkan jika transaksi yang dilakukan searah dengan pergerakan nilai tukar mata uang.

Lalu bagaimana kita mendapatkan informasi kecenderungan arah ini? Banyak cara atau metoda yang dapat kita lakukan untuk menentukan kecenderungan arah pergerakan nilai tukar mata uang sebagaimana yang sudah kita pelajari selama ini. Dan karena informasi ini sifatnya sangat menentukan kualitas analisa yang akan kita hasilkan, maka kita perlu untuk melakukan pemilihan metoda yang digunakan dalam menentukan kecenderungan arah pergerakan nilai tukar mata uang ini. Syarat paling dasar tentu saja metoda ini harus reaktif dan mampu mengikuti perubahan kecenderungan arah pergerakan yang terjadi dengan cepat. Metoda satistik rata-rata bergerak (Moving Average) adalah salah satu metoda yang paling sering di pilih untuk memberikan informasi kecenderungan arah dalam pergerakan nilai tukar mata uang

Yang dimaksud dengan batas-batas pergerakan nilai tukar mata uang adalah sebuah istilah yang akan kita gunakan untuk memperkirakan area-area atau level-level yang akan menjadi sasaran atau tujuan dari nilai tukar mata uang yang sedang bergerak. Jadi batas-batas ini seperti terminal atau stop sign yang akan kita gunakan sebagai tempat atau penanda kapan kita mesti naik bus lah. Mengapa? Karena bis kota akan melambat di terminal dan stop sign, sehingga kita bisa mengamati apakah bis kota ini akan terus berangkat ke terminal atau stop sign berikutnya atau malah berbalik kembali ke terminal atau stop sign sebelumnya. Jadi kemungkinan kita salah naik bis bisa kita minimalisir dan jika kita salah pun maka untuk berganti bis masih bisa kita lakukan karena kita berada dekat dengan terminal atau stop sign.

KG Buyers Sellers Trading System (KGBS TS) adalah Trading System yang diciptakan oleh Kang Gun yang digunakan untuk mengukur kecenderungan ARAH pergerakan harga dan BATAS-BATAS Psikologis kekuatan Buyers dan Sellers (Buyers Sellers Strength).

KGBS TS ditujukan untuk para Daily Traders (Open & Close posisi dalam satu hari), walaupun juga bisa digunakan untuk Weekly Traders (Open & Close posisi dalam 1 Minggu/5 hari kerja). Karena ditujukan untuk Daily Traders maka KGBS TS menggunakan Time Frame M30 pada platform MT4 sebagai platform trading.

Pada KGBS TS Karena untuk Daily trader maka ACUAN UTAMA adalah acuan waktu harian atau Daily, sedangkan BS bands berfungsi membantu analisa kekuatan Buyers Sellers.

Indikator yang digunakan : - LSMA nrp sebagai Pengarah dan Batas Dinamis pergerakan harga - BS BANDS untuk mengukur kekuatan Buyers Sellers dan Batas Dinamis pergerakan harga. - KG Range Calculator untuk mengukur dan melihat Range pergerakan harga yang telah terjadi.

LSMA nrp : Pada indicator LSMA nrp, yang harus kita perhatikan adalah arah kemiringan LSMA nrp dan posisi harga pada LSMA nrp. Jika kemiringan LSMA nrp pointing UP dan posisi harga berada di atas LSMA nrp maka arah pergerakkan harga cenderung naik. Jika LSMA nrp pointing DOWN dan posisi harga berada di bawah LSMA nrp maka arah pergerakkan harga cenderung turun. Sedangkan, jika posisi LSMA nrp melandai maka sedang terjadi pelemahan harga dari kondisi sebelumnya. Dan jika kemudian arah LSMA nrp mendatar, maka pergerakkan harga cenderung sedang berkonsolidasi untuk menuju ke arah pergerakkan harga berikutnya.

LSMA nrp : Selain itu LSMA nrp sebagai Batas Dinamis dari arah pergerakkan harga. Kita harus memperhatikan bagaimana reaksi harga pada saat bertemu atau berhadapan dengan LSMA nrp, baik dalam kondisi arah pergerakkan harga ke atas maupun ke bawah. Jika, harga tertahan saat bertemu dengan LSMA nrp, maka kecenderungan arah pergerakkan harga akan kembali ke arah sebelumnya. Dan jika berhasil melewati LSMA nrp, arah pergerakkan harga cenderung melanjutkan perjalanannya.

HUKUM RATA-RATA PADA LSMA : Salah satu prinsip yang perlu dipahami dalam penggunaan rata-rata Linear Regression Square ini adalah hukum rata-rata bergerak. Hukum rata-rata bergerak ini mengatakan bahwa data bergerak yang di amati setelah bergerak cukup jauh dari nilai rata-ratanya akan selalu berusaha mendekati atau menuju nilai rata-ratanya kembali. Hal ini penting diketahui dalam penyusunan strategi dan pengambilan keputusan pada tarnsaksi yang akan kita lakukan di Forex Market.

BS BANDS: Ada 3 (tiga) area kesimbangan BS Bands : - Area Buyers Balance/Upper Bs Bands - Area Buyers Sellers Balance/Midle Bs Bands - Area Sellers Balance/Lower Bs Bands

AREA BUYERS BALANCE/UPPER BS BANDS: Harga bergerak dari bawah area Upper BS. Jika harga dapat berada dan bermain di atas area Upper BS maka harga cenderung akan membentuk High Baru dengan 3 (tiga) asumsi : - Lebih Tinggi Sama Tinggi Lebih rendah dari High sebelumnya. Tapi, jika harga tidak dapat berada dan bermain di atas area Upper BS, maka harga cenderung akan bergerak menunju area Balance kembali. \

AREA BUYERS BALANCE/UPPER BS BANDS: Harga bergerak dari atas area Upper BS. Jika harga dapat berada dan bermain di bawah area Uppers BS maka harga cenderung akan menuju area keseimbangan Midle BS bands. Tapi, jika harga tidak dapat berada dan bermain di bawah area Upper BS, maka harga cenderung akan bergerak ke atas kembali.

AREA SELLERS BALANCE/LOWERS BS BANDS: Harga bergerak dari atas area Lower BS. Jika harga dapat berada dan bermain di bawah area lowers BS maka harga cenderung akan membentuk Low Baru dengan 3 (tiga) asumsi : - Lebih Rendah Sama Rendah Lebih Tinggi dari Low sebalumnya. Tapi, jika harga tidak dapat berada dan bermain di bawah area Upper BS, maka harga cenderung akan bergerak menunju area Balance kembali. \

AREA SELLERS BALANCE/LOWER BS BANDS: Harga bergerak dari bawah area Lower BS. Jika harga dapat berada dan bermain di atas area Lower BS maka harga cenderung akan menuju area keseimbangan Midle BS bands. Tapi, jika harga tidak dapat berada dan bermain di atas area lower BS, maka harga cenderung akan bergerak ke bawah kembali.

AREA BUYERS SELLERS BALANCE/MIDDLE BS BANDS: Area BSB/Midle Bs Bands adalah titik 0 (nol). Area BSB/Midle Bs Bands adalah Grey Area, dimana kekuatan Buyers dan Sellers sama kuat. Pergerakan harga bisa saja bergerak ke atas atau ke bawah.

KG RANGE CALCULATOR: Digunakan untuk mengukur sejauh mana harga telah bergerak. AVG : Perkiraaan Rata-Rata Pergerakan Harga CURRENT : Sejauh Mana Harga Telah Bergerak

Contoh Set Up Chart :

Bagaimana menganalisa:
1.

Dapatkan informasi dari Pola Pergerakan Harga yang terjadi. Dapatkan informasi dari posisi dan kondisi Price pada LSMA

2.

3.
4.

Dapatkan informasi dari posisi dan kondisai Price pada area BS Bands
Dapatkan informasi dari Range Calculator

Pekerjaan Rumah Membuat matrik LSMA dan Buyers Sellers Balance.

PEKERJAAN RUMAH : MEMBUAT MATRIX KONDISI LSMA & KGBS:

Untuk Sementara Ini Sekian Dulu. MARI KITA BERDISKUSI

Anda mungkin juga menyukai