Anda di halaman 1dari 8

BAB 2 MEMBUAT KEPUTUSAN

Mengambil keputusan merupakan suatu proses pemilihan dari beberapa alternatif yang ada untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. Proses pengambilan keputusan harus didasarkan pada pemikiran dan pertimbangan yang matang. Seorang pengusaha yang cerdas harus pandai mengambil keputusan yang bertujuan positif, menguntungkan bagi usahanya, dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

B. JENIS-JENIS KEPUTUSAN

Keputusan untuk Menyelesaikan Masalah (Problem Solving Decision) Pengambilan keputusan ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Contoh perlunya diambil keptutusan untuk menyelesaikan masalah ketika:Listrik mati ketika proses produksi atau ketika tagihan konsumen yang tidak terbayar.

Keputusan Berdasarkan Intuisi (Intuitive Decision) Pengambilan keputusan ini diambil berdasarkan perasaan atau intuisi seseorang, biasanya dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Tujuan keputusan ini lebih bersifat personal. Ciri-ciri keputusan yang berdasarkan intuisi: a. Ada tujuan yang bersifat imajinatif intuitif karena ia mengambil keputusan bersifat visioner. b. Ada alasan pribadi dari orang yang mengambil keputusan. c. Bersifat antisipatif dan proaktif. d. Mengandung unsur stategic decision

Keputusan Kreatif (Creative Descision) Pengambilan keputusan ini diambil ketika masalah sering terjadi dan diperlukan sebuah keputusan yang bersifat tuntas,kreatif dan inovatif sehingga permasalahan yang sama tidak terjadi lagi. Contoh : Sebuah perusahaan yang masih mengirimkan barang dengan menggunakan angkutan umum karena belum memiliki kendaraan operasional, maka dapat diambil keputusan dengan membeli kendaraan operasional dengan cara kredit atau sewa pakai sehingga biaya untuk angkutan umum bisa dialihkan untuk biaya kredit per bulan. Meskipun keuntungan yang diperoleh tidak bisa dikatakan sepadan namun citra perusahaan semakin baik di mata pelanggan.

Keputusan Untuk Mengatasi Konflik (Conflict Decision) Keputusan ini diambil dengan tujuan agar konflik konflik yang timbul tidak berujung pada pertikaian dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi usaha maupun tim anda. Contoh :keputusan dalam menyelesaikan konflik anatr individu dalam satu tim/organisasi, konflik persaingan usaha, konflik dengan konsumen, konflik dalam pertikaian, konflik antara atasan dan bawahan, konflik antar departemen.

Keputusan Berdasarkan Alasan yang Strategis (Strategic Decision) Pengambilan keputusan ini bertujuan agar suatu usaha bisa menyelesaiakan dan mengatasi konflik yang timbyul kapanpun. Ciri-ciri keputusan ini adalah: a. Memiliki alasan yang kuat dalam visi jangka panjang b. Lebih strategis karena dampaknya lebih luas c. Berisiko lebih besar d. Bersifat survival, agar usaha itu bisa bertahan dari konflik yang terjadi atau yang akan terjadi.

Keputusan Diam (Silent Decision) Dengan tidak mengambil langkah atau tindakan apapun dan justru memilih diam sebenarnya juag merupakan sebuah pengambilan keputusan. Latar belakang jenis keputusan ini : a. Menunggu apa yang akan terjadi b. Melihat reaksinya c. Tidak mau mengikuti arus atau emosi yang muncul d. Membiarkan itu terjadi