Anda di halaman 1dari 31

POLA UMUM PENDIRIAN & OPERASIONAL BMT

Oleh : LUKMANUL HAKIM.


Direktur ABSINDO Kab. Cianjur General Manager BMT Insan Mulia Kab.Cianjur

PINBUK

STRUKTUR USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI INDONESIA


Persen Total Total
Usaha Menengah Usaha Menengah Usaha Kecil Usaha Kecil Usaha Mikro Usaha Mikro

39,12 Juta 39,12 Juta 0,05 Juta 0,05 Juta 2,70 Juta 2,70 Juta 36,37 Juta 36,37 Juta

100 % 100 % 0,13 % 0,13 % 6,90 % 6,90 % 92,97 % 92,97 %

MAKLUMAT
1. Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila. Keadaan demikian itu adalah disebabkan mereka berkata sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allooh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti dari mengambil riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), dan urusannya terserah kepada Allooh. Orang yang mengulangi (mengambil riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allooh tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa QS. AlBaqoroh:275-276 2. riba itu mempunyai 99 pintu (tingkatan) dosa, yang paling rendah dosanya sama dengan seseorang yang melakukan zina dengan ibunya. Hadits, Al-Hamim dari Ibnu Masud. 3. Satu dirham uang riba yang dimakan seseorang padahal ia tahu, adalah lebih berat dari pada tiga puluh enam pelacur Hadits, Dari Abdulah bin Hazhalah 4. Jabir berkata bahwa Rasulullaah SAW mengutuk orang yang menerima riba, orang yang membayarnya, dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian Beliau bersabda, mereka itu semuanya sama. HR. Muslim No. 2995, Kitab Al-Masaqqah 5. Telah nyata kerusakan di daratan dan di lautan oleh karena tangan-tangan manusia. (TQS. Ar Rum: 41)

6. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kedalam Islam secara utuh.

RIBA & PERMASALAHANYA


1. 2. Dalam hal Muamalah, segala hal yang berkaitan dengan muamalah adalah boleh (mubah) sebelum ada dalil yang mengharamkannya (Kaidah usul Fiqh). Beberapa larangan dalam Muamalah : 1. RIBA (Tambahan/bertambahnya suatu nilai diluar pokok pinjaman tanpa melihat akad, untung dan rugi) 2. GHOROR (PENIPUAN/TIDAK JELAS) 3. MAISIR (UNTUNG-UNTUNGAN) 4. GHOBN (PENIMBUNAN) ISLAM MEMANDANG PROSES/ CARA MENDAPATKAN HARTA DARI PADA HASIL. DALAM ISLAM UANG BUKAN ALAT KOMODITI TETAPI TIDAK LEBIH DARI SEKEDAR ALAT TUKAR.

3. 4.

5.

JENIS-JENIS RIBA : a. RIBA NASIAH (Bertambahnya nilai karena waktu). b. RIBA QORDHI (Bertambahnya nilai karena jasa pinjaman) c. RIBA FADHL (Bertambahnya nilai karena pertukaran barang sejenis) d. RIBA YADHI (Berpisah tempat sebelum timbang terima). KARAKTERISTIK RIBA (Imam Arrozi) : 1. ADANYA ZIADAH (TAMBAHAN). 2. DIAMBIL DARI POKOK 3. ADANYA UNSUR WAKTU 4. ADANYA UNSUR KEPASTIAN 5. UNSUR DZALIM & BATHIL

6.

BUNGA & FATWA


RUMUS BUNGA
I = C= r = t =

I = C (1+ rt )

Investasi Capital/Modal Rate ( tingkat suku bunga) Time ( satuan waktu )

Pengertian Bunga
Sebagai penentuan besarnya kelebihan dari pinjaman modal yang diterima oleh pemberi pinjaman dengan persyaratan periode waktu tertentu. Bunga mengandung ketiga unsur sebagai berikut : Kelebihan atau surplus yang melebihi dari modal yang dipinjamkan. Ketentuan bersarnya surplus tergantung periode waktu. Persetujuan terhadap syarat-syarat pembayaran kelebihan telah ditentukan

FATWA MUI, 16 DESEMBER 2003


BUNGA BANK / LK DAN SEGALA JENIS ISTILAHNYA ADALAH HARAM

SOLUSI ISLAM TENTANG RIBA


1. PRINSIP KERJASAMA BAGI HASIL. (MUDLOROBAH & MUSYAROKAH). 2. PRINSIP JUAL-BELI. (BAI AL-MUROBBAHAH, SALAM, & ISTISHNA) 3. PRINSIP SEWA (AL-IJAROH). 4. PRINSIP TITIPAN (WADIAH). 5. PRINSIP PINJAMAN (QORDH) 6. PINSIP GADAI (RAHN) 7. PRINSIP PERWAKILAN (WAKALAH) 8. PRINSIP PENGALIHAN PIUTANG (HIWALAH) 9. PRINSIP PENJAMINAN (KAFALAH) 10. PRINSIP JASA (UJROH) 11. PRINSIP SYARIAH LAINNYA.

PENGERTIAN BMT
BMT = BAITUL MAAL WAT TAMWIL (RUMAH HARTA & PENGEMBANGAN KEUANGAN) BMT = BALAI USAHA MANDIRI TERPADU (ISTILAH DARI ICMI). BMT SAAT INI LEBIH BANYAK DIDEFINISIKAN SEBAGAI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO YANG DIOPERASIKAN DENGAN PRINSIP BAGIHASIL, MENUMBUHKEMBANGKAN BISNIS USAHA MIKRO DAN KECIL, DALAM RANGKA MENGANGKAT DERAJAT DAN MARTABAT SERTA MEMBELA KEPENTINGAN KAUM FAKIR MISKIN (Amin Azis : 2004).

BAITUL MAAL WATTAMWIL BMT


BM BAITUL MAAL
(RUMAH HARTA)

BT BAITU TAMWIL
(TEMPAT PENGEMBANGAN KEUANGAN)

VISI & MISI SOSIAL


SUMBER DANA
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. ZAKAT INFAQ SHODAQOH HIBAH WAKAF JIZYAH RIKAZ GHONIMAH DANA SOSIAL LAINNYA 1. 2. 3. 4. 5.

VISI & MISI BISNIS/ LABA


SUMBER DANA
SIMPANAN ANGGOTA (POKOK, WAJIB, SUKARELA) PINJAMAN PENYERTAAN DONASI/ HIBAH. DANA KOMERSIAL LAINNYA

DISTRIBUSI DANA
1. 2. 3. 4. USAHA PRODUKTIF PEMBELIAN BARANG SEWA DG DIAKHIRI KEPEMILIKAN KEGIATAN KOMERSIAL LAINNYA.

DISTRIBUSI DANA
1.
2. 3. 1. 2.

8 ASHNAF (FAKIR, MISKIN,AMILIN, MUALLAF, IBNU SABIL, FISABILILLAH, RIQOB, GHORIMIN) PEMBANGUNAN FASILITAS UMUM KEGIATAN SOSIAL & KEAGAMAAN LAINNYA.

AKAD/ POLA
1. 2. 3. 4. 5. KERJASAMA BAGI HASIL (MUSYAROKAH & MUDLOROBAH) JUAL BELI (BAI AL-MUROBBAHAH, BAI SALAM, ISTISHNA). SEWA DG DIAKHIRI KEPEMILIKAN. GADAI. PERWAKILAN ( WAKALAH) DLL.

AKAD/ POLA
PINJAMAN KEBAJIKAN (QORDHUL HASAN). HIBAH

KELEMBAGAAN
LAZ, BAZ, UPZ (BDN. HUKUM YAYASAN)

KELEMBAGAAN
KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH (KJKS)

ALUR KERJA BMT


AGHNIYA/ MUZAKKI/ SHOHIBUL MAAL (PEMILIK DANA)
SIMPANAN ANGGOTA/ ZIS/ PINJAMAN/ PENYERTAAN

BMT SEBAGAI LEMBAGA INTERMEDIASI PENGELOLA KEUANGAN MIKRO DENGAN PLA SYARIAH

PENDAPATAN BAGI HASIL/ KEUANTUNGAN KERJASAMA PEMBIAYAAN POLA SYARIAH

PENERIMA DANA MAAL (8 ASHNAF)

PENGUSAHA KECIL MIKRO PENGELOLA DANA (MUDLORRIB)

Landasan Hukum BMT = KJKS/UJKS


Mengacu pada pasal 33 UUD 1945, maka kita melihat bahwa koperasi sebagai model badan usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan yang dianggap paling sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Pada tataran pelaksanaannya telah diatur dan dikembangkan dalam berbagai peraturan. Misalnya, Undang-undang nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian. Berikutnya diikuti dengan PP No. 9 Tahun 1995 tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi, kepmen koperasi dan PKM No. 194/KEP/M/IX/1998 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan kesehatan KJKS/UJKS/BMT-Koperasi dan kepmen Koperasi dan PKM No. 351/KEP/M/XII/1998 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi. Berkaitan dengan telah menjamurnya berbagai koperasi yang menawarkan jasa keuangan syariah, baik berlabel Baitul Maal watTamwil (BMT), Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM), Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KJKS), maka Kementerian Koperasi dan UKM memayungi serta menata dalam format Koperasi Jasa Keuangan Syariah dengan No.91/KEP/M.KUKM/IX/2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan Syariah
pinbukpusat@yahoo.com

Para Sahabat mengambil prakarsa !

gulirkan ide sosialisasi

Beberapa rekan, kaji buku ini, informasi, dll

Cari dukungan tokohtokoh masyarakat dan tokoh-tokoh formal

Persiapkan Panitia Penyiapan Pendirian BMT (P3B)

Alternatif Badan Hukum

Dinas Koperasi Kab./Kota

Siapkan Legalitas Badan Hukum

Ikuti Pelatihan BMT

Menunjuk Pengurus

Pertemuan Calon Pendiri

KSP-Syariah KSU-Unit Syariah (Kopsyah BMT), Kopontren, dsb.

Urunan Modal Awal Seleksi / pilih Calon Pengelola

Sertifikat Kemitraan

BMT - PINBUK PINBUK: sebagai LPSM / LPKM

Siapkan sarana prasarana kantor & perangkat adm.

Modal Awal ( Simp. Pokok Khusus)

Pelatihan dan Magang

BMT Ber operasi

CARA PENDIRIAN
1. 2. 3. Inisiasi/ Prakarsa Identifikasi calon pendiri Pembentukan P3B (Panitia Persiapan Pendirian BMT) minimal terdiri dari : Ketua, Sekretaris & Bendahara, yang bertugas untuk : 1. Melakukan sosialisasi kepada calon pendiri). 2. Penghimpunan modal awal. 3. Penyusunan AD/ ART & Organisasi BMT. 4. Rencana Pengelola (SDM). 5. Rencana wilayah kerja/ lokasi BMT Sosialisasi Model lembaga BMT kepada calon pendiri Penghimpunan modal awal Pelatihan & Pemagangan pengelola BMT Persiapan Sarana & Prasarana : a. Susunan Pengelola. b. Model Produk & sistem operasionalnya. c. Formulir/ warkat-warkat. d. Meubeleair. e. Komputer / Mesin Tik f. ATK dll Pengurusan Perizinan (sebelum keluar dapat mengajukan kemitraan dengan lembaga pendukung gerakan BMT untuk proses pembinaan) Badan Hukum KJKS dari Dinas Koperasi Izin domisili usaha Desa/ Kecamatan. SIUP/ TDP dari Disperindag. SITU/ HO dari Pemda. NPWP dari Direktorat Pajak Grand Opening / Launching (BMT Siap beroperasi ).

4. 5. 6. 7.

8.

9.

PERJANJIAN BAGIHASIL

ANGGOTA/ MUDLORRIB

BMT/ SHOHIBUL MAAL

PROYEK/ USAHA PEMBAGIAN KEUNTUNGAN MODAL

CONTOH PEMBIAYAAN BAGI HASIL


(MODAL SELURUHNYA DARI BMT)
PLAFON MODAL : 1.000.000,JANGKA WAKTU : 10 BULAN RATA-RATA PENDAPATAN ANGGOTA : 100.000 / BLN. BAGIHASIL DISEPAKATI : 27 % BMT : 73 % ANGGOTA DARI LABA BULAN 1 USAHA ANGGOTA MENDAPAT KEUNTUNGAN Rp. 80.000,MAKA KEWAJIBAN ANGGOTA KEPADA BMT BULAN 1 ADALAH : POKOK : 100.000,BAGI HASIL : 21.600,JUMLAH : 121.600,BULAN 2 USAHA ANGGOTA MENDAPAT KEUNTUNGAN Rp. 120.000 MAKA KEWAJIBAN ANGGOTA KPD BMT BULAN KE 2 : POKOK : 100.000,BAGI HASIL : 32.400,JUMLAH : 132.400,CATATAN : SELANJUTNYA ANGGOTA MEMBAYAR KEWAJIBAN POKOK SAMA, NAMUN BAGI HASIL BELUM TENTU SAMA SETIAP BULAN KARENA DIDASARKAN PADA PENDAPATAN USAHA ANGGOTA.

CONTOH PEMBIAYAAN BAGI HASIL (MODAL HANYA SEBAGIAN DARI BMT)


MODAL ANGGOTA 1.000.000 PORSI DANA : 1.000.000 = 66,7% 1.500.000
NISHBAH : 40 BMT : 60 ANGGOTA DARI LABA

MODAL BMT 500.000 PORSI DANA : 500.000 = 33,3% 1.500.000

MODAL GABUNGAN Rp. 1.500.000

LABA ANGGOTA 1. DARI MODAL SENDIRI : LABA X PORSI DANA (100.000 X 66,7 %) = 66.700 2. LABA KERJASAMA : 33.300 X 60 % =19.980

LABA UMUM : 100.000

LABA GABUNGAN : Rp. 33.300 LABA BMT : MODAL BMT X LABA X NISHBAH MODAL GABUNGAN = Rp. 13.320

TOTAL LABA : 86.860

BMT

ANGGOTA

SUPLIER/ PENJUAL

CONTOH PERHITUNGAN PEMBIAYAAN JUAL-BELI


HARGA JUAL = HARGA BELI + BIAYA OPS + KD HARGA BELI TV 14 INC BIAYA TRANSPORT KD HARGA JUAL JK. WAKTU : 1.000.000,: 50.000,: 150.000,: 1.200.000,: 8 BULAN

JML. ANGSURAN

: 150.000,-/ BLN ATAU 25.000,- / MG. ATAU 5.000,-/ HARI

INDONESIA Jumlah BMT Asset


1 2

DATA BMT
: 3.200 BMT : 2 Trilyun Rupiah
JUMLAH BMT ASSET (Rp) SIMPANAN (Rp) HUTANG PIHAK LAIN (Rp) MODAL (Rp) DANA ZIS (Rp) ANGGOTA BMT KARYAWAN (STAF) BMT SHU BMT 177 BMT 87.842.090.831,36 56.724.248.745,97 15.110.912.546,09 15.740.741.974,56 266.187.564,74 95.232 ORANG 984 ORANG 2.057.595.176,57

JAWA-BARAT

3 4 5 6 7 8 9

TOKOH PENTING KEUANGAN MIKRO

Prof. Muhammad Yunus, Banglades. Peraih Nobel 2006

Prof. Dr. H. AMIN AZIZ, Direktur PINBUK, Tokoh Penggerak BMT di Indonesia

PENUTUP

Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya Qs. Arrodu : 13.

MARI KITA HIJRAH MENUJU KEBAHAGIAAN ABADI

VISI, MISI, TUJUAN, & USAHA BMT


VISI BMT DI INDONESIA Menjadi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (dengan sistem bagi hasil) yang profesional dan terpercaya, memiliki jaringan yang luas mencakup tiga perempat usaha mikro dan kecil diseluruh Indonesia sebelum Tahun 2014. MISI Menciptakan sistem, lembaga dan kondisi kehidupan ekonomi rakyat banyak dilandasi oleh nilai-nilai dasar salaam, keselamatan berintikan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan, melandasi tumbuh berkembangnya tiga perempat usaha mikro dan kecil di Indonesia. TUJUAN Terciptanya sistem, lembaga, dan kondisi kehidupan ekonomi rakyat banyak dilandasi oleh nilai-nilai dasar salaam, keselamatan berintikan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan, melandasi tumbuh berkembangnya tiga perempat usaha mikro dan kecil di Indonesia. USAHA 1. Mengembangkan kegiatan simpan pinjam dengan prinsip bagi hasil sesuai syariah. 2. Mengembangkan lembaga dan bisnis kelompok Usaha Muamalah (POKUSMA) yaitu kelompok simpan pinjam yang khas binaan BMT. 3. Jika BMT berkembang cukup mapan, memprakarsai pengembangan Bisnis Usaha Riil (BUSRIL) dari Pokusma-pokusma sebagai badan usaha pendampingmenggerakkan ekonomi riil rakyat kecil di wilayah kerja BMT dengan manajemen terpisah dari BMT. 4. Mengembangkan jaringan kerja dan jaringan bisnis BMT dan sektor riil mitranya sehingga menjadi barisan semut yang tangguh serta mampu mendongkrak kekuatan ekonomi bangsa.

PRINSIP OPERASIONAL BMT


1. PENUMBUHAN 1. Tumbuh dari masyarakat sendiri dengan dukungan Aghniya (masyarakat yang mampu secara ekonomi) dan Pokusma yang ada di daerah tersebut. 2. Modal awal minimal 30 juta dihimpun dari para pendiri dalam bentuk simpanan pokok khusus (SPK). 3. Jumlah pendiri minimal 20 Orang. 4. Landasan sebaran keanggotaan yang kuat sehingga BMT tidak dikuasai oleh perseorangan dalam jangka panjang. 5. BMT adalah lembaga bisnis, menciptakan keuntungan, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat untuk membela kaum yang lemah dalam penanggulangan kemiskinan.

2.

PROFESIONALITAS 1. Pengelola profesional, bekerja penuh waktu, Pendidikan minimum D.3, mendapat pelatihan pengelolaan BMT oleh lembaga yang kompeten (PINBUK, ABSINDO, BMT CENTER) paling sedikit 2 Minggu, memiliki komitmen kerja penuh waktu, penuh hati dan perasaannya untuk mengembangkan BMT. 2. Pola jemput bola, aktif berbaur dengan masyarakat. 3. Pengelola profesional berlandaskan Sifat-sifat : Siddiq, Amanah, Fathonah, Tabligh, sabar dan Istiqomah. 4. Berlandaskan sistem dan prosedur : SOP, Komputerisasi software akuntansi. 5. Pengurus mampu melaksanakan fungsi pengawasan yang efektif. 6. Akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan. 7. Bersedia menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga pendukung gerakan BMT seperti : PINBUK, Absindo, atau BMT center.

3.

PRINSIP ISLAMIYAH
1. 2. 3. 4. 5. 6. Menerapkan cita-cita Islam (Salaam : keselamatan, keadlian, kedamaian dan kesejahteraan) dalam kehidupan ekonomi rakyat banyak Akad yang jelas. Rumusan penerapan Penghargaan dan sanksi yang jelas dan tegas. Berpihak pada yang lemah. Menerapkan nilai-nilai Islam dalam semua hubungan Islam. Program pengajian/ penguatan ruhiyah yang teratur dan berkala secara berkelanjutan sebagai bagian dari program Dai Fiah Qolilah (DFQ).

ISI ANGGARAN DASAR & ANGGARAN RUMAH TANGGA


A.

ANGGARAN DASAR
NAMA LEMBAGA TEMPAT/ ALAMAT WILAYAH GARAPAN TUJUAN FUNGSI/ KEGIATAN/ JENIS USAHA KEORGANISASIAN, MAT, MATLUB, RAPAT-RAPAT. KEANGGOTAAN PENGURUS MODAL DISTRIBUSI PENDAPATAN PEMBUBARAN PERATURAN PERALIHAN

B.

ANGGARAN RUMAH TANGGA


JOB DESCRIPTION. MEKANISME PEMBAGIAN KEWENANGAN. KETENTUAN TENTANG OPERASIONAL SIMPANAN, PEMBIAYAAN, ZIS DLL. KETENTUAN TENTANG KEPERSONALIAAN. DLL

CONTOH STRUKTUR ORGANISASI BMT


MAT

PENGURUS Ketua Sekretaris


Pengurus Pengelola

PENGAWAS SYARIAH

Bendahara

MANAGER

BAG. MARKETTING & SEKTOR RIIL

BAG. OPERASIONAL, KEUANGAN & BIATUL MAAL

ACCOUNT OFFICER

FUNDING OFFICER

ADM. PEMBIAYAAN

REMEDIAL/ PEMBINAAN

COSTUMMER SERVICE

TELLER/ KASSIR

ACCOUNTING

ANGGOTA & PENGGUNA JASA

MAT

INFORMASI TEKNOLOGI PENGURUS METODE PENYULUHAN PEMASARAN HASIL ANGGOTA

PEMBINAAN Anggota PENGELOLA


SPK, SP, SW, SS

MK, TEK. BINA

MK, TEK. BINA


SPK, SP, SW, SS
MK, TEK. BINA SPK, SP, SW, SS

SPK, SP, SW, SS MK, TEK. BINA

SPK, SP, SW, SS MK, TEK. BINA

ANGGOTA PERORANGAN (NON-POKUSMA)

SPK, SP, SW, SS MK, TEK. BINA

POKUSMA INDUSTRI R. TANGGA

POKUSMA TERNAK

POKUSMA PERTANIAN/ PERKEBUNAN

POKUSMA KOMODITAS UNGGULAN

POKUSMA JASA NIAGA

SPK SP SW SS MK TEK BINA

: : : : : : :

Simpanan Pokok Khusus Simpanan Pokok Simpanan Wajib Simpanan Sukarela Modal Kerja Teknologi Pembinaan Teknik/Manajemen

1.MEKANISME PERPUTARAN DANA


PENGGALANGAN DANA OPERASIONAL BMT

( funding )

PENYALURAN DANA ( financing )

MODAL DASAR : Simp. Pokok Khusus Simp. Pokok Simp. Wajib

SHU DIBAGIKAN

S H U

Pemby. Total Bg Hasil (MUDHARABAH) BAGI HASIL


Pemby. Bersama Bagi Hasil (MUSYARAKAH)

SIMP. SUKARELA BG HSL Simp. Warga./ SIAGA Simp. Pertanian/ SIMPERTA Simp. Pendidikan Anak/SI DIA Simp. Perumahan/ SIMPERUM Simp. Idul Fitri/ SI DUL Simp. Wisata Warga, [SI WATA] dsb. Simp. Berjangka/SI JAKA (1, 3, 6, 12 bulan)

BAGI HASIL

Kepemilikan Barang bayar Jatuh Tempo (MURABAHAH) MARGIN Kepemilikan Barang bayar Angsuran (BAI BITSAMAN AJIL)

BONUS SIMP. SUKARELA TITIPAN


Simp.Titipan Amanah/ SI TIA

INFAQ

Pinjaman Kebajikan (QARDHUL HASAN)

Biaya OPERASIONAL

Akumulasi PENDAPATAN Zakat Pajak Laba

LABA KOTOR

1. LP3UK 2. DOMPET DHUAFA REPUBLIKA. 3. PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil), Didirikan Pada 13 Maret 1995 oleh: Ketua Umum ICMI Ketua Umum MUI

Direktur Utama BMI


4. PERAMU (Pemberdayaan Mustadafin). 5. BMT CENTER, didirikan atas inisiasi DD-Republika 6. ABSINDO (Asosiasi BMT Se-Indonesia), hasil kongres BMT seIndonesia 2-5 Des 2005 di inisiasi oleh PINBUK, DD-Republika-BMMMennegkop). 7. BMM (BAITUL MAAL MUAMALAT), LAZ yang didirikan oleh BMI.

Anda mungkin juga menyukai