Anda di halaman 1dari 13

Kelompok 1 :

Della Nadya Ayu Aprillia Mumpuni Nur Izzati Maulana Raka Saputra Riyadi Aditya

Gravimetri
Kuantitatif
Volumetri Instrument

Analisis
Kualitatif

GRAVIMETRI
metode analisis kuantitatif yang digunakan untuk menentukan kadar berdasarkan pengukuran massa suatu unsur dengan pemurnian dari zat pengotor

REAKSI
NiSO4.6H2O NiSO4 + 6H20 NiSO4 + 2 C4H8N2O2 + 2 NH4OH
Ni(C4H7N2O2)2 + (NH4)2SO4 + 2H20
merah

Bahan yang Digunakan :


NiSO4 .6H2O 2. H2SO4 4N 3. NH4OH 2N 4. DMG (C4H8N2O2) 1% 5. HCl 4N 6. BaCl2 0,5N 7. Air suling
1.

Hal yang Perlu Diperhatikan

pH Pereaksi Pengendap Suhu Proses Penyaringan Endapan

Pereaksi Pengendap
Agar terjadi pengendapan, maka pada larutan tersebut ditambahkan pengendap organik yaitu Dimetilglioksim (DMG) 1% sebanyak 10 ml. Penambahan DMG akan membentuk kompleks dengan nikel dan menimbulkan warna merah pada endapan yang terbentuk jika ditambahkan NH4OH sedikit berlebih

Pembahasan
Nikel dapat mengendap sebagai suatu senyawa khas dengan bantuan pereaksi organik dimetilglioksimat, yaitu nikel dimetilglioksima yang terbentuk dalam amonia. Endapan ini berwarna merah dan kerapatannya kecil, sehingga volumenya besar dan bersifat mudah merayap (creeping). Penambahan C8H4N2O2 bertujuan untuk mengendapkan larutan, namun endapan tidak akan terbentuk sempurna jika tidak ditambahkan NH4OH berlebih, tidak digunakan basa kuat seperti NaOH karena dikhawatirkan ada kation lain yang ikut mengendap, karena sampel yang digunakan belum tentu murni. Karakteristik endapan Ni(C8H4N2O2)2 : # Berwarna Merah # Merayap (Creeping) # Kasar # Tidak terpisah dari larutan induk Tujuan penyimpanan endapan di atas penangas air adalah agar : # Kelebihan NH4OH mudah mengurai menjadi NH3+H2O # Untuk memperkasar endapan

Uji endapan sempurna dilakukan di atas penangas air dengan cara meneteskan pereaksi pengendap (dimetilglioksima 1%) di larutan jernih. Apabila tidak ada endapan baru yang terbentuk, berarti pengendapan telah sempurna. Larutan dipanaskan + 800C karena jika suhunya terlalu tinggi dimetilglioksima dikhawatirkan akan rusak, sebab dimetilglioksima merupakan pereaksi organik sehingga dikhawatirkan atom C dan H nya akan menguap. Sedangkan jika suhunya kurang dari 800C atau terlalu rendah, dikhawatirkan akan terjadi hidrolisis.

Kesimpulan

Penetapan Nickel adalah penetapan yang menggunakan pereaksi pengendap organik yaitu C4H7N2O2. Sehingga terbentuk endapan berwarna merah. Larutan harus bersuasana basa karena C4H7N2O2 hanya dapat membentuk endapan pada suasana basa. Suhu yang digunakan haruslah tepat yaitu 80OC

Pertanyaan
1. 2. 3. 4. 5.

6.
7.

Apa yang dilakukan agar endapan yang foating cepat turun mengenap? Apa yang dimaksud dengan dimetilglioksima 1% dalam alkohol? Apa yang terjadi bila NaOH yang diberikan untuk membasakan sangat berlebih? Bisakah di endapkan dengan pereaksi lain? Mengapa ketika sebelum ditambahkan NH4OH sudah terbentuk endapan dalam larutan? Apa yang terjadi jika pemanasan lebih dari 800C atau kurang dari 800C? Bagaimana mengetahui apakah endapan sudah sempurna?

Jawaban
1.

2.

3.

4.

5.

Karena karakteristik endapan Nikel yang tidak terpisah dari larutan induk, dan berat jenis endapan yang lebih kecil dari pada berat jenis air maka sulit untuk mengupayakan endapan cepat mengenap. Namun salah satu cara agar endapan yang floating cepat turun adalah dengan menyinpannya diatas penangas. Dimetilglioksima hampir tidak dapat larut oleh air maka alkohol 1% digunakan sebagai pelarut yang telah direktifikasi atau etanol absolute. Tidak ada efek buruk yang ditimbulkan, yang terjadi pH yang lebih basa dan volume larutan yang lebih banyak karena fungsi NH4OH adalah hanya sebagai penjaga lingkungan pada larutan. Nikel hanya dapat diendapkan dengan pereaksi organik, penggunaan pereaksi organik lain bisa digunakan seperti Karena yang menjadi fokus adalah endapan nikeldimetilglioksima, yang berperan sebagai pereaksi pengendap adalah dimetilglioksima bukan NH4OH . Jadi Penambahan NH4OH hanya sebagai pembasa untuk penyempurnaan endapan yang telah terbentuk.

Jawaban
6.

7.

Jika suhunya terlalu tinggi dimetilglioksima dikhawatirkan akan rusak, sebab dimetilglioksima merupakan pereaksi organik sehingga dikhawatirkan aton C dan H nya akan menguap. Sedangkan jika suhunya kurang dari 800 C atau terlalu rendah dikhawatirkan akan terjadi hidrolisis. Dengan melakukan uji pengendapan sempurna, meneteskan pereaksi pengendap pada larutan induk yang jernih,apabila tidak terbentuk endapan yang baru maka dapat disimpulkan bahwa pengendapan telah sempurna,